Anda di halaman 1dari 4

Nama : Rila Hayatun Nifa

Nim

: 15314017

Kesulitan keuangan
Financial distress atau sering disebut dengan kesulitan keuangan, terjadi sebelum
suatu perusahaan benar-benar mengalami kebangkrutan. Financialdistress merupakan suatu
kondisi yang menunjukkan tahap penurunan dalam kondisi keuangan perusahaan yang teIjadi
sebelum terjadinya kebangkrutanataupun likuidasi (Plat dan Plat, 2002, dalam Almilia, 2006
dan Ramadhani dan Lukviarman, 2009). Financial distress juga bisa didefinisikan sebagai
ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajiban financial yang telah jatuh tempo
(Beaver et aI, 2011). Foster (1988, dalam Ramadhani dan Lukviarman, 2009)
mendefinisikanfinar.Cial distress sebagai, Financial distress is lIsed to mean severe
liquidity problems that cannot be resolved without a sizable rescaling of the entitys
operations or structure.
Financial distress bisa terjadi d berbagai perusahaan dan bisa menjadipenanda/sinyal
dari kebangkrutan yang mungkin akan dialami perusahaan. Jika perusahaan sudah masuk
dalam kondisi financial distress, maka manajemen harus berhati-hati karena bisa saja masuk
pada tahap kebangkrutan. Manajemen dari perusahaan yang mengalami financial distress
harus melakukan tindakan untuk mengatasi masalah keuangan tersebut dan mencegah
terjadinya kebangkrutan.
Kebangkrutan adalah kegagalan perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasi
untuk menghasilkan laba. Pengertian kebangkrutan dapat dilihat dari 2 pendekatan yaitu :

Pendekatan aliran. Perusahaan dinyatakan bangkrut apabila perusahaan tidak bisa


menghasilkan aliran kas yang cukup.

Pendekatan stock. Dengan pendekatan stock, perusahaan bisa dinyatakan bangkrut


jika total kewajiban melebihi total aktiva. Dari sudut pandang stock, perusahaan
dinyatakan bangkrut walaupun kemungkin masih menghasilkan aliran kas yang
cukup, atau masih memiliki prospek yang baik di masa mendatang.
Likuidasi yaitu proses penjualan aktiva non-kas dari persekutuan karena perusahaan

persekutuan sudah tidak memungkinkan untuk menjalankan kegiatan operasinya. Tujuan


utama dari likuidasi adalah untuk melakukan pengurusan dan pemberesan atas harta

perusahaan yang dibubarkan tersebut. Likuidasi ditempuh apabila para kreditur berpendapat
bahwa prospek perusahaan tidak lagi menguntungkan. Kalaupun ditambah modal, atau
merubah kredit menjadi penyertaan, tidak terlihat membaiknya kondisi perusahaan.
Reorganisasi. Perusahaan melakukan reorganisasi finansial apabila dinilai bahwa
prospek perusahaan masih baik, sehingga dapat tertolong. Dalam melakukan reorganisasi
finansial, ada beberapa langkah yang harus ditempuh yaitu:

Menentukan nilai perusahaan. Penilaian yang sering digunakan dan yang termasuk
cukup sederhana, adalah menghitung nilai perusahaan berdasarkan tingkat
kapitalisasi.

Menentukan struktur modal yang baru. Struktur modal tersebut bertujuan mengurangi
beban tetap (bunga) agar perusahaan bisa beroperasi dengan lebih fleksibel. Untuk
mengurangi beban tetap tersebut, total hutang biasanya akan dikurangi.

Manakah yang lebih baik: Private workout atau kepailitan?


1. Kedua kebangkrutan formal dan latihan pribadi melibatkan pertukaran klaim
keuangan baru untuk klaim finansial sebelumnya.
2. Ketika digunakan, private workout lebih baik daripada kepailitan.
3. Struktur modal yang kompleks dan kurangnya informasi membuat private workout
kurang disukai.
Keuntungan dari kepailitan yaitu penghitungan bunga (kewajiban membayar bunga)
bagi debitur menjadi terhenti, keuntungan pajak dan hanya membutuhkan persetujuan 1/2
dari kreditur yang memiliki 2/3 dari hutang. Kekurangan kepailitan yaitu proses yang panjang
dan mahal, hakim diminta untuk menyetujui keputusan bisnis penting, dan gangguan untuk
manajemen.

Prepackaged bankruptcy merupakan sebuah kebangkrutan di mana debitur dan kreditur


pra-menegosiasikan rencana reorganisasi dan kemudian hasil negosiasi tersebut berakhir
dengan permohonan pailit. Manfaat utama adalah hal ini memaksa semua pihak untuk

menerima reorganisasi kebangkrutan. Menawarkan banyak keuntungan dari kebangkrutan


pada umumnya yaitu lebih efisien.
Prediksi kebangkrutan perusahaan: Model Z-Score.
Pada tahun 1968, Edward. I Altman memberikan formula yang berfungsi untuk
memprediksi potensi kebangkrutan suatu perusahaan. Altman mempergunakan angka-angka
di dalam laporan keuangan dan merepresentasikannya dalam suatu angka, yaitu Z-Score yang
dapat menjadi acuan untuk menentukan apakah suatu perusahaan berpotensi untuk bangkrut
atau tidak.
Formula untuk mendapatkan Altman Z-Score adalah sebagai berikut:
Z-Score = 1.2T1 + 1.4T2 + 3.3T3 + 0.6T4 + 0.999T5
Di mana:
T1 = Working Capital / Total Assets
T1 bertujuan untuk mengukur besarnya aset likuid apabila dibandingkan
dengan keseluruhan aset yang dimiliki. Pemikiran ini didasarkan dari pengamatan
Altman terhadap current ratio dan acid ratio yang kurang baik untuk memprediksi
kebangkrutan.
T2 = Retained Earnings / Total Assets
Parameter ini berguna untuk mengukur apakah laba secara kumulatif mampu
untuk mengimbangi jumlah aset.
T3 = Earnings Before Interest and Taxes / Total Assets
Parameter ini berguna untuk mengukur profitabilitas suatu bisnis tanpa
memandang seberapa besar utang dari perusahaan.
T4 = Market Value of Equity / Total Liabilities
Parameter ini berguna untuk mengukur tingkat leverage dari suatu perusahaan.
Utang yang terlampau besar akan berbahaya bagi kelangsungan perusahaan, terutama
apabila di belakangnya terdapat bunga yang harus dibayar.
T5 = Sales/ Total Assets

Disebut juga dengan assets turnover dan biasanya dipergunakan untuk


mengukur tingkat efisiensi suatu bisnis dalam memanfaatkan aset yang dimiliki.
Karena nilai assets turnover berbeda-beda untuk tiap-tiap industri, kita harus lebih
bijak dalam menafsirkan angka ini.
Penafsiran dari nilai Z yang didapatkan adalah sebagai berikut:
Z-Score > 3,00 Berdasarkan laporan keuangan, perusahaan dianggap aman
2,70 Z-Score <

2,99 Terdapat kondisi keuangan di suatu bagian yang

membutuhkan perhatian khusus


1,80 Z-Score < 2,70 Ada kemungkinan perusahaan akan mengalami kebangkrutan
dalam 2 tahun ke depan
Z < 1,80 Perusahaan berpotensi kuat akan mengalami kebangkrutan.