Anda di halaman 1dari 14

PRAKTIKUM

KIMIA ANORGANIK II

JUDUL PRAKTIKUM : PEMBUATAN SENYAWA


KOORDINASI,[Ni(NH3)6]I2
DISUSUN OLEH KELOMPOK 5 :
1. Lailatur Rokhmah (06101381320027)
2. Diana Novitasari (06101381320014)
3. Meri Yurika Ratih (06101381320026)
4. Siti Ayu Rahma (06101281320012)
5. Sucilia Saputri (06101381320006)
6. Ulfa Zuaimah Baroro (06101381320010)
DOSEN PEMBIMBING :
Drs.M.Hadeli.,M.si

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
PROGRAM STUDI KIMIA PALEMBANG

2016

I.

Nomor Percobaan

: 4 (empat)

II.

Nama Percobaan

: Pembuatan Senyawa Koordinasi, [Ni(NH3)6]I2

III.

Tujuan Percobaan

: Mempelajari Pembuatan Senyawa Koordinasi


[Ni(NH3)6]I2

IV.

Landasan teori
Senyawa kompleks (senyawa koordinasi) adalah senyawa karakteristik dari

logam-logam transisi. Hal ini berkaitan dengan tersedianya orbital d sehingga tidak
hanya menghasilkan berbagai tingkat oksidsi melainkan juga mampu berinteraksi
secara

koordinasi

dengan

atom

donor

ligan.

Senyawa

kompleks

[Ni{NH3}6]I2 merupakan salah satu contoh senyawa kompleks Ni2+ dengan bilangan
koordinasi 6 yang relative mudah dapat dipelajari cara kristalisasinya. Keberhasilan
preparasa ini pun dengan mudah dapat diuji terhadap ion Ni2+.
Salah satu sifat unsur transisi adalah mempunyai kecenderungan untuk
membentuk ion kompleks atau senyawa kompleks. Ion-ion dari unsur logam transisi
memiliki orbital-orbital kosong yang dapat menerima pasangan elektron pada
pembentukan ikatan dengan molekul atau anion tertentu membentuk ion komplek
Ion kompleks terdiri atas ion logam pusat dikelilingi anion-anion atau
molekul-molekul membentuk ikatan koordinasi. Ion logam pusat disebut ion pusat
atau atom pusat. Anion atau molekul yang mengelilingi ion pusat disebut ligan.
Banyaknya ikatan koordinasi antara ion pusat dan ligan disebut bilangan koordinasi.
Ion pusat merupakan ion unsur transisi, dapat menerima pasangan elektron bebas dari
ligan. Pasangan elektron bebas dari ligan menempati orbital-orbital kosong dalam
subkulit 3d, 4s, 4p dan 4d pada ion pusat.
Ligan adalah molekul atau ion yang dapat menyumbangkan pasangan elektron
bebas kepada ion pusat. Ligan ada yang netral dan bermuatan negatif atau positif.
Pemberian nama pada ligan disesuaikan dengan jenis ligannya. Bila ada dua macam
ligan atau lebih maka diurutkan menurut abjad.

Senyawa kompleks merupakan senyawa yang tersusun dari suatu ion logam
pusat dengan satu atau lebih ligan yang menyumbangkan pasangan elektron bebasnya
kepada ion logam pusat. Donasi pasangan elektron ligan kepada ion logam pusat
menghasilkan ikatan kovalen koordinasi sehingga senyawa kompleks juga disebut
senyawa koordinasi. Senyawa-senyawa kompleks memiliki bilangan koordinasi dan
struktur bermacam-macam. Mulai dari bilangan koordinasi dua sampai delapan
dengan struktur linear, tetrahedral, segiempat planar, trigonal bipiramidal dan
oktahedral. Namun kenyataan menunjukkan bilangan koordinasi yang banyak
dijumpai adalah enam dengan struktur pada umumnya oktahedral.
Dalam pelaksanaan analisis anorganik kualitatif banyak digunakan reaksireaksi yang menghasilkan pembentukan senyawa kompleks. Suatu ion (atau molekul)
kompleks terdiri dari satu atom (ion) pusat dan sejumlah ligan yang terikat erat
dengan atom (ion) pusat itu. Atom pusat ini ditandai oleh bilangan koordinasi yaitu
angka bulat yang menunjukan jumlah ligan (monodentat) yang dapat membentuk
kompleks yang stabil dengn satu atom pusat. Pada kebanyakan kasus, bilangan
koordinasi adalah 6, (seperti dalam kasus Fe2+, Fe3+, Zn2+, Cr3+, Co3+,
Ni2+,Cd2+) kadang-kadang 4(Cu2+, Cu+, Pt2+), tetapi bilangan 2 (Ag+)dan 8
(beberapa iondari golongan platinum) juga terdapat.
Ion bebas tidak terdapat di dalam larutan yang encer, sehingga semua ion
terlarut dan kemungkinan semua molekul terlarut senantiasa dikelilingi oleh molekul
air. Ion-ion juga saling berinteraksi sepanjang jarak-jarak tertentu. Konsep aktivitas
(activity) berkaitan dengan interaksi elektrostatik jarak jauh (long-range electrostatic
atau >5) antar ion-ion, sedangkan interaksi ion-ion dalam jarak pendek (shortrange electrostatic) disebut sebagai ion kompleks atau pasangan ion (<5).
Ion dan molekul yang berinteraksi dalam jarak pendek akan membentuk
ikatan dan kehilangan masing-masing identitasnya dengan membentuk kompleks ion
atau ion pasangan. Sebagai contoh:

ion Fe(H2O)63+ dan Al(H2O)63+ , molekul air

terikat secara kuat pada ion pusatnya dan karakteristik kimianya berubah, yaitu jauh
lebih mudah melepas H+ daripada tanpa Fe3+ dan Al3+ sebagai pusation.

Ion kompleks biasanya didefinisikan sebagai kombinasi antara kation pusat


dengan satu atau lebih ligan. Ligan adalah sebarang ion atau molekul dalam
koordinasi dari ion sentral, misalnya H2O pada contoh di atas. Tetapi seringkali air
diabaikan di dalam ion kompleks sehingga pengertian ion kompleks kadang-kadang
terbatas untuk selain air. Ligan lainnya melakukan penetrasi solvation sphere atau
hydration sphere bagian dalam (inner) dari ion pusat dan menggantikan satu atau
lebih molekul air bagian dalam. Sebaliknya, pasangan ion merupakan pengikatan
ligan di luar dari solvation sphere bagian dalam, sehingga apabila terpisah, ion yang
terhidrasi akan bergabung secara elektrostatik dan berlaku seolah unit tunggal
sepanjang interval waktu yang lama. Ion kompleks dan pasangan ion adalah identik
dengan inner complexes dan outer complexes. Banyak dari alkali bumi dan cation
logam transisi dalam larutan tanah berada di dalam bentuk ion kompleks dan
pasangan ion.
Bilangan koordinasi menyatakan jumlah ruangan yang tersedia disekitar atom
atau ion pusat dalam apa yang disebut bulatan koordinasi, yang masing-masingnya
dapat dihuni satu ligan (monodentat). Susunan logam-logam sekitar ion pusat adalah
simetris. Jadi, suatu kompleks dengan atom pusat dengan bilangan koordinasi 6,
terdiri dari ion pusat, dipusat suatu octahedron, sedangkan keenam ligannya
menempati ruang-ruang yang dinyatakan oleh sudut-sudut octahedron. Bilangan
koordinasi 4 biasanya menunjukkan susunan simetrisyang berbentuk tetrahedron
meskipun susunannya datar dimana ion pusat berada dipusat suatu bujur sangkar dan
keempat ionnya menempati keempat sudut bujursangkar itu. Ion-ion dan molekulmolekul anorganika sederhana seperti NH3, CN-, Cl-, H2Omembentuk ligan modentat
yaitu suatu ion atau molekul menempati salahsatu ruang yang tersedia dalam ion
pusat dalam bulatan koordinasi, tetapi ligan bidentat, (seperti ion dipiridil), tridentat
dan tetradentat juga banyak dikenal. Senyawa kompleksyang terdiri dari ligan-ligan
polidentat

sering

disebut

sepit

Rumus dan nama beberapa ion senyawa kompleks adalah sebagai berikut:
[Fe(CN)6]4-heksasianoferat(II)
[Fe(CN)6]3-heksasianoferat(III)

(chelate).

[Cu(NH3)4]2-tetraaminatembaga(II)
[Cu(CN)4]3-tetrasianokuprat(I)

Dari contoh-contoh diatas, kaidah-kaidah tatanama tampak jelas. Atom pusat


diikuti dengan rumus ligan dengan bilangan indeks stoikiometri. Rumus ini ditaruh
antara tanda kurung siku-siku, dan muatan ionnya ditunjukkan diluar tanda kurung
menurut cara biasa. Bila menyatakan konsentrasi kompleks akan dipakai tanda
kurung tipe{} untuk memnghindari kekacauan. Dalam nama ionnya mula-mula
jumlah ligan lalu nama ligan lalu diikuti namaatom pusat serta bilangan oksidasinya.
G.N Lewis, ketika menguraikan teorinya tentang ikatan kimia yang didasarkan atas
pembentukan pasangan electron, menerangkan tentang pembentukan senyawa
kompleks terjadi karena penyumbangan pasangan electron seluruhnya oleh suatuatom
ligan kepada atom pusat. Apa yang disebut ikatan datif ini kadang-kadang dinyatakan
dengan

anak

panah

ynag

menunjukan

arah

penyumbanganelectron.

Teorimedan ligan yang menyatakan pembentukan senyawa kompleks atas


dasarmedan elektrostatik yang diciptakan oleh ligan-ligan koordinasi sekeliling
bulatan sebelah dalamdari atom pusat.Medan ligan menyebabkan penguraian tingkat
energi orbital orbital d atom pusat, uang lalu menghasilkan energi untuk menstabilkan
kompleks itu(energi stabilisasimedan ligan). Muatan suatu ion kompleks merupakan
jumlah muatan ion-ion yang membentuk kompleks itu
Senyawa kompleks merupakan senyawa yang tersusun dari suatu ion logam
pusat dengan satu atau lebih ligan yang menyumbangkan pasangan elektron bebasnya
kepada ion logam pusat. Donasi pasangan elektron ligan kepada ion logam pusat
menghasilkan ikatan kovalen koordinasi sehingga senyawa kompleks juga disebut
senyawa koordinasi. Senyawa-senyawa kompleks memiliki bilangan koordinasi dan
struktur bermacam-macam. Mulai dari bilangan koordinasi dua sampai delapan
dengan struktur linear, tetrahedral, segiempat planar, trigonal bipiramidal dan
oktahedral. Namun kenyataan menunjukkan bilangan koordinasi yang banyak
dijumpai adalah enam dengan struktur pada umumnya oktahedral.

Ion kompleks dalam larutan terbentuk secara bertahap.

Pembentukan

kompleks oktahedral satu ion logam dalam pelarut air dengan suatu ligan berlangsung
melalui mekanisme reaksi substitusi. Reaksi substitusi ion logam dengan masingmasing ligan monodentat, bidentat atau tridentat berturut-turut terdiri dari enam, tiga
dan dua tahap. Sebagai contoh, ion logam dalam pelarut air membentuk kompleks
[M(H2O)6]n+.
Reaksi tersebut terus berlangsung hingga keenam H2O tersubstitusi dan
dihasilkan kompleks [ML6]n+. Apabila ligan yang ditambahkan merupakan ligan
bidentat maka reaksi terdiri dari tiga tahap. Pada setiap tahap dua molekul H2O
disubstitusi oleh satu ligan bidentat hingga pada akhir reaksi diperoleh kompleks
[ML3]n+.
Kompleks dengan satu ion logam pusat dikenal sebagai kompleks inti tunggal
(mononuklir). Salah satu kompleks mononuklir yang banyak diteliti adalah kompleks
Fe(II)

dengan

ligan

C14H10N2 (2,(2-pyridyl)quinoline =

pq)

misalnya

[Fe(pq)2(ClO4)2], [Fe(pq)2(ClO4)2].H2O, [Fe(pq)2(H2O)Br]Br.H2O, [Fe(pq)2(NCS)2],


[Fe(pq)3](ClO4)2 1, [Fe(pq)3](ClO4)2.H2O 2, [Fe(pq)Cl2] 3. Ligan pq merupakan ligan
bidentat turunan bpy (2,2-bipyridine = C10H8N2) yang dihasilkan dari substitusi
benzo dalam posisi cis. Ligan pq sangat menarik karena pada beberapa kasus
menghasilkan kekuatan medan sedang yang dapat memberikan efek spin crossover.
Penelitian kompleks terus berkembang dari kompleks inti tunggal mengarah
pada kompleks yang memiliki dua ion logam pusat yang dikenal sebagai kompleks
berinti ganda (binuklir). Pembentukan kompleks berinti ganda memerlukan ligan
jembatan yang dapat menghubungkan ion logam pusat yang satu dengan yang
lainnya. Ion oksalat (C2O42-) merupakan salah satu ligan jembatan yang banyak
digunakan akhir-akhir ini karena keunikannya yang dapat menghasilkan struktur
kompleks multidimensi (1, 2 atau 3 dimensi). Selain itu ion oksalat dapat berperan
sebagai mediator pertukaran sifat magnet diantara ion-ion logam pusat. Beberapa
senyawa kompleks oksalat yang telah berhasil disintesis diantaranya;
I

III

[M M (C2O4)3]} dengan M = Li, Na,

III

II

{[A]
4

M = Cr, Fe, {[A][M2 (C2O4)3]} dengan

MII = Mn, Fe dan {[A][MIIMIII(C2O4)3]}5 dengan

MII =

Mn, MIII = CrIII.

Pembentukan

kompleks

inti

ganda

[MnIICrIII(C2O4)3]

dari

kompleks

[CrIII(C2O4)3]3- dengan MnII dalam larutan air berlangsung melalui mekanisme


reaksi adisi:
[CrIII(C2O4)3]3- (aq)

MnII(aq) [MnIICrIII(C2O4)3](aq)

Ion logam dan ligand


Ion logam dalam senyawa kompleks disebut inti logam, sedangkan partikel
donor elektronnya disebut ligand. Jumlah lignand yang dapat diikat oleh suatu ion
logam disebut bilangan koordinasi. Besarnya bilangan koordinasi biasanya berkisar
pada 2, 4, 6, dan 8. Umumnya 4 atau 6.
Bilangan koordinat 4 dijumpai pada ion:
Be2+, Zn2+, Cd2+, Hg2+, Pt2+, Pd2+, B3+, dan Al3+
Bilangan koordinat 6 dijumpai pada ion:
Fe2+, Co2+, Ni2+, Al3+, Co3+, Fe3+, Cr3+, Tr3+, Sn4+, Pb4+, Pt4+
V.

Alat dan Bahan


1. Beker gelas 100 ml
2. Batang pengaduk
3. Corong Hirsch
4. kertas saring
5. Silinder pengukur 10 ml
6. H2O2 3%
7. Ammonia 1 M
8. Etanol
9. Nikel klorida heksahidrat
10. Potassium iodide
11. Indicator amilum
12. Tabung reaksi dengan label

VI.

Prosedur percobaan
1. Larutkan 1 gr nikel klorida heksahidrat dalam gelas beker yang berisi 5 ml air.
2. Letakkan gelas beker tersebut dalam almari asap dan tambahkan 10 ml larutan
NH3 pekat 15 M.

3. Tambahkan ke dalam campuran tersebut 2,6 gr potassium iodide. Biarkan


campuran tersebut beberapa menit.
4. Kumpulkan Kristal yang terbentuk dalam corong Hirsch, cuci 2 kali dengan 2
ml larutan etanol 1:1 dan kemudian tambahkan 2 ml etanol.
5. Keringkan Kristal di udara terbuka dengan diangin-angin selama beberapa
menit.
6. Pindahkan Kristal-kristal yang telah kering tersebut ke dalam kertas saring.
7. Pindahkan kelebihan pelarut yang ada dengan menekan atau memampatkan
kristal-kristal di antara 2 lembar kertas saring.
8. Pindahkan hasilnya ke dalam tabung yang telah ditimbang beratnya dan diberi
label. Timbang berat tabung beserta isinya dan hitunglah persentase berat
yang dihasilkan berdasarkan jumlah nikel klorida heksahidrat yang digunakan.
9. Lakukan tes pengujian adanya ion nikel dengan cara: larutkan sedikit sample
(~0,1 g dalam 0,5 ml air) tambahkan 2 tetes larutan NH 3 (5 M) dan kemudian
tambahkan 5 tetes larutan dimetil glioksim, maka akan terbentuk endapan
merah strawberry bila larutan mengandung nikel (II).
10. Lakukan tes pengujian adanya ion iodide dengan cara: larutkan sedikit sample
(~0,1 g dalam 0,5 ml air) dan asamkan dengan 2 tetes larutan asam sulfat 5 M
kemudian tambahkan larutan H2O2 3%. Ujilah larutan tersebut dengan
indicator amilum. Timbulnya warna biru kehitam-hitaman menunjukkan
bahwa dalam larutan tersebut mengandung iodine.
VII.

Hasil Pengamatan
1. Pengamatan tes pengujian adanya ion nikel:

Kristal ungu + air sampel sedikit larut + 2 tetes NH 3 (5M) larutan bening,
terdapat endapan biru + 5 tetes larutab dimetil glioksim larutan menjadi berwarna
merah strawberry yang menunjukkan adanya Ni.
2. Persamaan reaksi ionic:
Ni(s) + 6 H2O(l) [Ni(H2O)6]2+
Ni2+ + 2 NH3 + 2 H2O [Ni(H2O)6]2+ + 2 OHNi(OH)2 + 6 NH3 [Ni(NH3)6]2+ + 2 OH[Ni(NH3)6]2+ + 2 OH- + 2 KI [Ni(NH3)6]I2 + KOH
3. Pengamatan tes pengujian adanya ion iodide:

Kristal ungu + air larutan keruh, berwarna biru keunguan + H 2SO4 larutan
bening, ada endapan ungu+ H2O2 3% larutan berwarna hijau kekuningan +
amilum larutan biru kehitaman, endapan biru.
4. Persamaan reaksi:
[Ni(NH3)6]I2 + H2O + H2SO4 [Ni(NH3)6] + 2 I- + H2SO4 + H2O
H2O2 + 2 I- + 2 H+ I2 + 2 H2O
5. Massa kompleks: 1,15 g
6. Mengapa diperlukan penambahan larutan asam sulfat untuk tes pengujian ion
iodide?
Asam sulfat pada uji iodide ditambahkan agar larutan berada dalam suasana asam dan
juga bertindak sebagai katalisator yaitu untuk mempercepat pelepasan iod pada saat
penambahan H2O2.
7. Mengapa diperlukan penambahan larutan ammonia untuk tes pengujian ion
nikel?
Karena endapan merah nikel dimetil glioksim lebih cepat terbentuk dalam suasana
basa + ammonia.
VIII.

Persamaan Reaksi
1. Persamaan reaksi ionic adanya ion nikel:

Ni(s) + 6 H2O(l) [Ni(H2O)6]2+


Ni2+ + 2 NH3 + 2 H2O [Ni(H2O)6]2+ + 2 OHNi(OH)2 + 6 NH3 [Ni(NH3)6]2+ + 2 OH[Ni(NH3)6]2+ + 2 OH- + 2 KI [Ni(NH3)6]I2 + KOH
2. Persamaan reaksi adanya ion iodide:
[Ni(NH3)6]I2 + H2O + H2SO4 [Ni(NH3)6] + 2 I- + H2SO4 + H2O
H2O2 + 2 I- + 2 H+ I2 + 2 H2O

IX.

Pembahasan
Pada praktikum pembuatan senyawa koordinasi, [Ni(NH3)6]I2. Senyawa dibuat

dengan cara menambahkan padatan nikel klorida heksahidrat dengan air, yang
kemudian ditambahkan dengan larutan NH3 pekat dan ditambahkan pula padatan
pottasium iodia. Pembuatan senyawa ini nantinya akan diuji adanya ion nikel juga
adanya ion iodida.
Pembentukan senyawa kompleks adalah salah satu karakteristik logam transisi.
Logam transisi pada senyawa [Ni(NH3)6]I2 adalah logam Ni. Senyawa kompleks
[Ni(NH3)6]I2 ini didapat dengan mereaksikan nikel sulfat heksahidrat dengan larutan
ammonia pekat kemudian ditambah dengan larutan KI.
Nikel sulfat heksahidrat merupakan zat padat berwarna hijau. Awalnya, padatan
ini dilarutkan dahulu dalam air, yang menghasilkan larutan berwarna hijau.
Ditambahkan ammonia maka larutan menjadi berwarna biru. Lalu ditambah KI maka
larutan menjadi ungu dan terbentuk endapan. Endapan yang terbentuk berwarna ungu
ini kemudian dibilas larutan etanol dan ditambahkan etanol.
Penambahan etanol pada endapan ini bertujuan agar endapan yang didapat
merupakan kristal murni. Etanol disini befungsi sebagai pelarut. Etanol memiliki titik
didih rendah sehingga udah menguap dan mengakibatkan mudah tebentuknya kristal.
Selain itu, etanol tidak bereaksi dengan endapan yang didapatkan.
Pada uji nikel, ke dalam kristal [Ni(NH 3)6]I2 yang terlebih dulu dilarutkan dalam
air ditambahkan larutan ammonia dan dimetil glioksim. Endapan yang dihasilkan dari
reaksi ini adalah endapan berwarna merah strawberry. Endapan merah strawberry ini
menunjukkan adanya ion nikel dalam larutan itu. Endapan merah ini terbentuk dari
larutan yang tepat basa dengan ammonia. Jadi, fungsi penambahan ammonia adalah
agar larutan berada dalam suasana basa. Endapan ini adalah Ni(C4H7N2O2)3.
Untuk uji iodide, dilakukan dengan penambahan larutan asam sulfat ke dalam
endapan [Ni(NH3)6]I2 yang telah dilarutkan ke dalam air terlebih dahulu. Kemudian
ditambahkan H2O2 dan larutan amilum. Fungsi penambahan asam sulfat adalah agar
endapan berada dalam suasana asam, sehingga mudah dioksidasi menjadi iod bebas
dengan sejumlah zat pengoksidasi. Larutan amilum berfungsi sebagai indicator.

Setelah ditambahkan amilum, terjadi perubahan pada larutan, yaitu berubah warna
menjadi biru kehitaman. Warna inilah yang menunjukkan adanya ion iodide pada
larutan.

X.

Kesimpulan
1. Logam transisi dalam senyawa [Ni(NH3)6]I2 adalah Ni.
2. Endapan berwarna merah strawberry pada uji ion nikel menunjukkan adanya
ion nikel dalam larutan sample tersebut.
3. Fungsi penambahan ammonia pekat pada uji nikel adalah agar larutan berada
dalam suasana basa.
4. Larutan berwarna biru kehitaman setelah ditambahkan indicator amilum pada
uji iodide menunjukkan adanya ion iodide pada larutan tersebut.
5. Fungsi penambahan asam sulfat pada uji nikel adalah agar larutan berada
dalam suasana asam, sehingga mudah dioksidasi menjadi iod bebas dengan
sejumlah zat pengoksidasi.

XI.

Daftar Pustaka

Anonim. 2016. Senyawa Koordinasi. (Online). http://id.wikipedia.org,


Diakses

pada tanggal 16 Februari 2016

Anonim. 2016. Pembuatan Senyawa Kompleks Fe4[Fe(CN)6]3. (Online).


http://kik.php0h.com/cetak.php?id=20.id. Diakses pada tanggal 16 Februari
2016).

Firdaus, Ikhsan. 2016. Pengertian Senyawa Kompleks. (Online).


http://www.chem-is
try.org/materi_kimia/instrumen_analisis/kompleksometri/pengertian-senyawa
kompleks/.id. Diakses pada tanggal 16 Februari 2016

XII.

Lampiran