Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH ANFISMAN

FISIOLOGIS ALAT REPRODUKSI WANITA BAGIAN DALAM

DISUSUN OLEH :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

PUTU FEBRI HARDIANTO


REZA ANUGERAH PRATAMA
RINA RIZKI AMALIA
RINI DANIATAI
RISNA AHADIYANTI
ROYANI AGUSTINA
SAUFIMATUN ARNNAJAH

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MATARAM
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI DIII KEPERAWATAN MATARAM
2013/2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-Nya. Sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah Fisiologi Reproduksi Wanita Bagian Dalam
dengan baik tanpa halangan apapun.
Penulis menyadari bahwa tiada manusia yang sempurna,karena manusia pasti
mempunyai kekurangan. Penulis juga tidak lepas dari sifat kekurangan itu,sehingga
apa yang tertulis dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis
usahakan semaksimal mungkin. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati
menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi menjadi lebih sempurna.

Mataram,

Desember 2013

Penulis
DAFTAR ISI
2

KATA PENGANTAR...................................................................................................ii
DAFTAR ISI................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................1
B. Rumusan Masalah.......................................................................................2
C. Tujuan.........................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Alat reproduksi wanita bagian Dalam.......................................................3
a. Sepasang Ovarium ( Indung Telur )....................................................3
b. Vagina ( Liang Senggama ).................................................................5
c. Uterus / Histera / Hister ( Rahim ).......................................................6
d. d. Tuba Uterina ( Saluran Telur )......................................................8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................................9
B. Saran...........................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................10

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Reproduksi
menghasilkan

adalah

keturunan

kemampuan
yang

makhluk

hidup

untuk

baru. Tujuannya

adalah

untuk

mempertahankan jenisnya dan melestarikan jenis agar tidak punah.


Pada manusia untuk menghasilkan keturunan yang baru diawali
dengan peristiwa fertilisasi. Sehingga dengan demikian reproduksi
pada manusia dilakukan dengan cara generatif atau seksual.
Struktur organ reproduksi wanita terdiri organ reproduksi eksternal dan organ
reproduksi internal. Organ reproduksi luar wanita disebut juga vulva meliputi mons
veneris (mons pubis), labium mayora, labium minora dan clitoris. Organ reproduksi
dalam wanita meliputi ovarium, tuba falopii, uterus dan vagina.
Oogenesis atau pembentukan ovum pada wanita telah dimulai sejak dalam
kandungan ibunya. Setelah bayi lahir, dalam tubuhnya telah ada sekitar satu juta oosit
primer. Sebagian oosit primer mengalami degenerasi sehingga ketika memasuki masa
puber jumlah tersebut menurun hingga tinggal sekitar 200 ribu pada tiap ovariumnya.
Oosit primer ini mengalami masa istirahat (dorman), kemudian proses oogenesis akan
dilanjutkan setelah wanita memasuki masa puber.
Sejak pertama mendapat menstruasi (menarche) yang terjadi antara usia 9-14
tahun organ reproduksi aktif bekerja hingga wanita tersebut berhenti menstruasi
(menophause) yang terjadi antara usia 46-54 tahun. Menstruasi merupakan
pendarahan

yang

keluar

melalui

vagina

karena

luruhnya

dinding

rahim

(endometrium). Menstruasi juga merupakan pertanda tidak terjadi kehamilan, tiga


perempat bagian jaringan lembut endometrium yang telah dipersiapkan untuk

menerima konsepsi (penanaman embrio) akan terlepas. Kemudian endometrium akan


terbentuk kembali; dipersiapkan untuk menerima kemungkinan konsepsi berikutnya,
demikian seterusnya terulang kembali secara periodik dan dikenal dengan siklus
menstruasi. Remaja putri tidak perlu merasa takut karena menstruasi merupakan
peristiwa biologis yang normal dan biasa seperti halnya bernafas dan darah yang
mengalir dalam tubuh.

B. RUMUSAN MASALAH
Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, agar dalam penulisan ini
memperoleh hasil yang diinginkan, maka penyusun makalah ini akan mengemukakan
beberapa rumusan masalah. Untuk menghindari adanya kesimpangsiuran dalam
penyusunan makalah ini, maka penulis membatasi masalah-masalah yang akan di
bahas diantaranya yaitu bagian-bagian alat reproduksi wanita bagian dalam.
C. TUJUAN
Agar kita dapat mengetahui bagian-bagian dari sistem reproduksi wanita
bagian dalam pada manusia dan mengetahui fisiologi dari alat reproduksi wanita
bagian dalam ini.

BAB II
PEMBAHASAN
A.

ALAT ORGAN REPRODUKSI WANITA BAGIAN DALAM


a. Sepasang Ovarium ( Indung Telur )
Terdapat dua indung telur, masing masing di kanan dan di kiri Rahim,
dilapisi mesovarium dan tergantung di belakang lig. Latum. Bentuknya seperti
buah almon., sebesar ibu jari tangan ( jempol ) ukuran 2,5 5 cm 0,6 1 cm.
indung telur ini posisinya ditunjang oleh mesovarium, lig. Ovarika, lig.
Infundibulopelvikum.

Merupakan

alat

reproduksi

yang

setelah

dewasa

menghasilkan ovum ( telur ). Berfungsi sebagai kelenjar endokrin ( menghasilkan


estrogen dan progresteron ). Juga berperan dalam mengatur siklus haid.
Strukturnya terdiri dari :
-

Korteks / kulit
Tunika albuginea, yaitu epitel berbentuk kubik
Jaringan ikat di sela sela jaringan lain
Stroma, folikel primordial, dan folikel de graf
Sel sel Warthard

Medulla / inti atau zona vaskulosa terdiri dari :


Stroma berisi pembuluh darah
Serabut saraf
Beberapa otot polos
Seumur hidupnya, seorang wanita diperkirakan akan mengeluarkan sel

telur kira kira 400 butir. Ovarium merupakan penghasil ovum. Terdapat dua
buah ovarium, sebelah kiri dan kanan. Organ kelamin wanita berfungsi
menghasilkan ovum (sel telur). Sel telur terbentuk melalui oogenesis yang terjadi
di dalam ovarium.

Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur (ovum) di dalam


ovarium. Oogenesis dimulai dengan pembentukan bakal sel-sel telur yang disebut
3

oogonia (tunggal: oogonium). Pembentukan sel telur pada manusia dimulai sejak
di dalam kandungan, yaitu di dalam ovari fetus perempuan. Pada akhir bulan
ketiga usia fetus, semua oogonia yang bersifat diploid telah selesai dibentuk dan
siap memasuki tahap pembelahan. Semula oogonia membelah secara mitosis
menghasilkan oosit primer. Pada perkembangan fetus selanjutnya, semua oosit
primer membelah secara miosis, tetapi hanya sampai fase profase. Pembelahan
miosis tersebut berhenti hingga bayi perempuan dilahirkan, ovariumnya mampu
menghasilkan sekitar 2 juta oosit primer mengalami kematian setiap hari sampai
masa pubertas. Memasuki masa pubertas, oosit melanjutkan pembelahan miosis I.
hasil pembelahan tersebut berupa dua sel haploid, satu sel yang besar disebut oosit
sekunder dan satu sel berukuran lebih kecil disebut badan kutub primer.
Pada tahap selanjutnya, oosit sekunder dan badan kutub primer akan
mengalami pembelahan miosis II. Pada saat itu, oosit sekunder akan membelah
menjadi dua sel, yaitu satu sel berukuran normal disebut ootid dan satu lagi
berukuran lebih kecil disebut badan polar sekunder. Badan kutub tersebut
bergabung dengan dua badan kutub sekunder lainnya yang berasal dari
pembelahan badan kutub primer sehingga diperoleh tiga badan kutub sekunder.
Ootid mengalami perkembangan lebih lanjut menjadi ovum matang, sedangkan
ketiga badan kutub mengalami degenerasi (hancur). Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa pada oogenesis hanya menghasilkan satu ovum.
Hormon - Hormon Yang Berperan Dalam proses Oogenesis
Proses pembentukan oogenesis dipengaruhi oleh kerja beberapa
hormon, diantaranya:
Pada wanita usia reproduksi terjadi siklus menstruasi oleh aktifnya aksis
hipothalamus-hipofisis-ovarium. Hipothalamus menghasilkan hormon GnRH
(gonadotropin releasing hormone) yang menstimulasi hipofisis mensekresi hormon
FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (lutinuezing hormone). FSH dan LH
menyebabkan serangkaian proses di ovarium sehingga terjadi sekresi hormon
estrogen dan progesteron. LH merangsang korpus luteum untuk menghasilkan
4

hormon progesteron dan meransang ovulasi. Pada masa pubertas, progesteron


memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder. FSH merangsang ovulasi dan
meransang folikel untuk membentuk estrogen, memacu perkembangan folikel.
Hormon prolaktin merangsang produksi susu.
Mekanisme umpan balik positif dan negatif aksis hipothalamus hipofisis
ovarium.
Tingginya kadar FSH dan LH akan menghambat sekresi hormon GnRH oleh
hipothalamus. Sedangkan peningkatan kadar estrogen dan progesteron dapat
menstimulasi (positif feedback, pada fase folikuler) maupun menghambat
(inhibitory/negatif feedback, pada saat fase luteal) sekresi FSH dan LH di hipofisis
atau GnRH di hipothalamus.
Oosit sekunder yang diovulasikan dari ovarium dilindungi oleh dua
lapisan, lapisan luar disebut Corona dan lapisan dalam di sebut Zona Pelusida.
Oosit sekunder menghasilkan senyawa fertilisin yang mempunyai fungsi berikut:
a. Mengaktifkan sperma agar bergerak lebih cepat.
b. Menarik secara komotaksis positif.
c. Mengumpulkan sperma di sekeliling ovum
b. Vagina ( Liang Senggama )
Liang atau saluran yang menghubungkan vulva dengan rahim, terletak
diantara saluran kemih dan liang dubur. Di bagian ujung tasanya terletak mulut
Rahim. Ukuran panjang dinding depan 8 cm dan dinding belakang 10 cm. bentuk
dinding dalamnya berlipat lipat,, disebut rugae sedangkan ditengahnya ada
bagian yang lebih keras disebut kolumna rugarum. Dinding vagian terdiri dari
lapisan mukosa, lapisan otot, dan lapisan jaringan ikat. Berbatasan dengan serviks
membentuk ruangan lengkung, antara lain forniks lateral kiri dan kanan, forniks
anterior, dan forniks posterior. Suplai darah vagina diperoleh dari arteria uterine,
arteria vesikalis inferior, arteria hemoroidalis mediana, dan arteria pudendus
interna. Fungsi penting dari vagina ialah sebagai :
(a) Saluran keluar untuk mengalirkan darah haid dan secret lain dari Rahim,
5

(b) Alat untuk sanggama,


(c) Jalan lahir pada waktu bersalin.
c.

Uterus / Histera / Hister ( Rahim )


Merupakan organ otot berdinding tebal dan berongga ( cavum ). Bentuk,
besar, letak, dan susunan uterus berbeda beda tergantung pada umur, organ
sekitarnya dalam keadaan hamil. Terletak pada rongga panggul antara vesika
urinaria dengan colon sigmoid dan rectum. Uterus ini sendiri berfungsi sebagai
tempat implantasi ovum yang telah dibuahi, Sebagai tempat perkembangan dan
memberi makan pada janjn yang sedang berkembang. Dengan vagina termasuk
jalan lahir lunak.
Bagian bagian uterus antara lain :
-

Fundus Uteri

Corpus Uteri

Isthmus Uteri

Serviks Uteri

Bagian dinding uterus secara historik terdiri dari 3 bagian yaitu;


-

Lapisan serosa ( lapisan peritoneum ), di luar

Lapisan otot ( lapisan myometrium ), di tengah

Lapisan mukosa ( lapisan endometrium ), di dalam


Sikap dan letak Rahim dalam rongga panggul terfiksasi dengan baikk

karena disokong dan dipertahankan oleh,


-

Tonus rahim itu sendiri

Tekanan intra abdominal

Otot otot dasar panggul

Ligament ligament
Lig. Cardinal kanan dan kiri ( mackendort)
Lig. Sakro uterine
6

Lig. Rotundum
Lig. Latum
Lig. Infundibulo pelvikum
Letak Rahim dalam keadaan fisiologis adalah anteroflesi. Letak letak
lainya adalah antefleksi ( tengadah ke belakang ), retrofleksi ( tengadah ke
belakang ), anteversi ( terdorong ke depan ), retroversi ( terdorong ke belakang ),
suplai darah rahim dialiri oleh artteri uterine yang berasal dari arteri ilikaka interna
( a.hipogastrika ) dan arteri ovarika.
Fungsi rahim adalah

o tempat tumbuh janin berkembang.


o berkontraksi terutama sewaku bersalin dan sesudah bersalin.
o berfungsi waktu siklus haid

d. Tuba Uterina ( Saluran Telur )


Adalah saluran telur yang keluar dari korpus rahim kanan dan kiri,
panjangnya 12 1 cm, diameter 3 8 mm. bagian luarnya diliputi oleh peritoneum
visceral yang merupakan bagian dari ligamentum latum. Bagian dalam dilapisi
silia, yaitu rambut getar yang berfungsi untuk menyalurkan telur hasil konsepsi.
Saluran telur terdiri dari empat bagian :
7

Pars interstisialis (intramuralis),

Pars ismika, yang merupakan bagian tengah saluran telur yang sempit,

Pars ampularis,, di mana biasanya pembuahan (konsepsi) terjadi,

Infundibulum, yang merupakan ujung tuba yang terbuka ke rongga perut.


Diujung infundibulum teredapat umbai umbai (fimbriae) yang berguna
untuk menangkap sel telur (ovum), yang kemudian akan disalurkan ke dalam tuba.
Fungsi saluran telur adalah

a. sebagai saluran telur.


b. menangkap dan membawa ovum yang dilepaskan oleh indung telur.
c. tempat terjadinya pembuahan (konsepsi = fertilisasi)

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan
keturunan yang baru. Tujuannya adalah untuk mempertahankan jenisnya dan

melestarikan jenis agar tidak punah. Pada manusia untuk mengahasilkan keturunan
yang baru diawali dengan peristiwa fertilisasi. Sehingga dengan demikian reproduksi
pada manusia dilakukan dengan cara generative atau seksual.
Alat reproduksi wanita bagian dalan terdiri dari vagina, uterus, oviduk,
ovarium,
B. SARAN
Saran penulis untuk para pembaca yaitu Untuk mengerti perubahan perubahan
yang terjadi selama kehamilan, pembaca lebih mendalami susunan anatomi dan
fisiologi reproduksi wanita

DAFTAR PUSTAKA

http://memetmulyadi.blogspot.com/2010/03/sistem-reproduksi-pada
manusia.html#ixzz2SENPgvXn
http://ariefbudiyantoo.blogspot.com/2013/03/kelainan-dan-penyakit-padasistem.html#ixzz2Sbb94VLa
Muchtar,rustman.1998.Sinopsis Obstetri.Jakarta:EGC

10