Anda di halaman 1dari 4

SINTESIS GARAM MOHR

1. MAKSUD PERCOBAAN
Maksud dari percobaan ini adalah mengetahui dan mempelajari cara sintesis
garam rangkap Mohr

2. TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan dari percobaan ini adalah:
1. Untuk mensintesis garam rangkap Mohr dari serbuk besi
2. Untuk menentukan rendemen dari garam Mohr yang disintesis

3. PRINSIP PERCOBAAN
Sintesis garam rangkap Mohr (NH 4)2SO4.[Fe(H2O)6]SO4 dilakukan dengan
mereaksikan serbuk besi dengan asam sulfat kemudian mereaksikan hidrat yang
terbentuk dengan ammonium sulfat. Garam rangkap Mohr diperoleh melalui proses
penyaringan dan pengeringan.

4. TEORI
Garam mohr merupakan garam rangkap yang terbentuk dari reaksi besi
dengan asam sulfat dan larutan amoniak. Senyawa-senyawa yang terkandung di
dalam garam Mohr antara lain:
1. logam besi (logam transisi)
2. larutan amoniak (NH3)
3. Asam sulfat pekat (H2SO4 pekat)

Garam rangkap adalah garam yang dalam kisi kristalnya mengandung dua
kation yang berbeda dengan proporsi tertentu. Garam rangkap biasanya lebih
mudah membentuk kristal besar dibandingkan dengan garam-garam tunggal
penyusunnya. Contoh kristal garam rangkap adalah garam Mohr. Kombinasi antara
ammonium besi (II) sulfat, ammonium cobalt (II) sulfat dan ammonium nikel sulfat.
Ketiga garam diatas memiliki ion ammonium dan sulfat, tapi dengan atom pusat
yang

berbeda.

Secara umum garam mohr berbentuk kristal berwarna hijau muda, gram mohr
mempunyai rumus (NH4)2SO4.[Fe(H2O)6]SO4. Apabila dibandingkan dengan garam
besi (II) sulfida atau besi (II) klorida, kristal garam mohr ini lebih stabildi udara.
Selain itu besi (II) sulfat dengan garam sulfat dari alkali dapat membentuk garam
rangkap dengan rumus MgFe(SO4).6H2O ataupun dengan logam alkali lain seperti K,
Rb, Cs atau NH4. Apabila dengan jumlah mol yang sama, masing-masing dari besi
(II) sulfat dilarutkan sampai jenuh didalam air panas, sedangkan ke dalam besi (II)
sulfat dilarutkan sedikit asam sulfat kemudia dicampur. Pada proses pendinginan
akan mengkristal menjadi garam berbentuk kristal monoklin yang berwarna hijau
agak kebiruan.
Garam mohr dapat dibuat dari reaksi besi dengan asam sulfat dan larutan
amoniak. Besi yang digunakan dalam percobaan ini adalah besi serbuk. Maksud
penggunaan besi serbuk ini adalah mempercepat reaksi, karena laju reaksi
berbanding lurus dengan luas permukaan zat. Langkah pertama yang dilakukan
dalam mensintesis garam mohr ini adalah menetralkan H2SO4 dengan NH3.
sehingga dihasilkan larutan (NH 4)2SO4 dengan pH=7 (netral). Larutan ini kemudian
dipanaskan sampai jenuh (volume menjadi setengahnya) denga tujuan untuk
menguapkan NH3 yang mungkin tidak bereaksi dengan H 2SO4. Langkah ke dua

adalah mereaksikan besi dengan H2SO4, kemudian memanaskannya untuk


menghilangkan gas H2 dan mempercepat pembentukan ion Fe 2+ yang ditandai
dengan terbentuknya hablur berwarna kehijauan.
Penambahan (NH4)2SO4 ini dilakukan

dalam keadaan

panas sehingga

terbentuk larutan berwarna jernih kehijauan (telah terbentuk garam mohr). Larutan
ini kemudian diuapkan sampai volumenya tinggal setengah, lalu didinginkan
sehingga terbentuk kristal garam mohr berupa kristal monoklin yang berwarna hijau
kebiruan karena adanya Fe dengan (NH 4)2SO4 yang membentuk senyawa kompleks.
Adapun reaksi yang terjadi selama proses pembuatannya adalah :
NH3 + H2O NH4OH
2 NH4OH + H2SO4 (NH4)2SO4 + 2 H2O
Fe + H2SO4 FeSO4 + H2
(NH4)2SO4 + Fe + 6 H2O (NH4)2SO4.[Fe(H2O)6]SO4
Garam mohr mempunyai banyak fungsi, tetapi garam mohr biasanya
digunakan

untuk

1. Untuk membuat larutan baku Fe 2+ bagi analisis volumetri.


2. Sebagai zat pengkalibrasi dalam pengukuran magnetic
3. Untuk meramalkan urutan daya mengoksidasi oksidator K 2Cr2O7, KMnO4 dan
KBrO3 (dengan konsentrasi yang sama ~ 0,1 N) terhadap ion Fe 2+.

5. METODE PERCOBAAN
1. Masukkan 50 ml H2SO4 10% ke dalam gelas piala.
2. Netralkan dengan NH4OH 25%
3. Uji kenetralan larutan dengan menggunakan kertas pH universal
4. Larutkan 3,5 gram serbuk besi ke dalam 50 ml asam sulfat 10%

5. Larutan di panaskan, kemudian disaring.


6. hasil saringan diuapkan dalam cawan porselin hingga terbentuk hablur berwarna
kehijauan pada permukaan larutan.
7. asam sulfat yang telah dinetralkan dicampur dalam keadaan panas.
8. larutan didinginkan hingga terbentuk hablur-hablur besi ammonium sulfat
berwarna hijau muda.
9. setelah Kristal terbentuk, larutan disaring lalu dikeringkan dengan cara dianginanginkan.