Anda di halaman 1dari 105

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

BERBASIS KARAKTER
PADA MTs PEMBANGUNAN UIN JAKARTA

SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (FITK)
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

Oleh:
ULFA ADILLA
NIM: 208011000016

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2013

i

ii .

iii .

iv .

Tanggung Jawab. terpadu. Peduli Lingkungan. Sedangkan teknikanalisis data melalui tahapan pengumpulan data. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan metode deskriptif. Jujur.” Keyword: Pendidikan Agama Islam BerbasisKarakter Pembentukkan karakter diyakini perlu dan penting untuk siswa MTs untuk dilakukan oleh sekolah dan steksholdersnya untuk menjadi pijakan dalam menyelenggarakan pendidikan karakter di sekolah. Toleransi. Maka siswa sudah dilakukan. Jujur. Tujuan pembentukkan karakter pada dasarnya adalah mendorong lahirnya anak yang baik dan mempunyai karakter yang melekat pada diri peserta didik. Toleransi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh. Sedangkan teknik pengumpulan datanya terdiri dari Observasi. wawancara dan dokumentasi. Peduli Lingkungan.ABSTRAK Ulfa Adilla: “Implementasi Pendidikan Agama Islam BerbasisKarakter di Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. Berdasarkan uraian tersebut maka rumusan masalah yang dapat ditarik adalah Bagaimana Implementasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Karakter yang meliputi aspek-aspek nilai Religius. seperti ekskul dan program-program dari sekolah. Disiplin. dan seimbang. penyajian data. Gemar Membaca yang merupakan programdi MTs Pembangunan UIN Jakarta. sesuai standar kompetensi lulusan. Tanggung Jawab. reduksi data. Disiplin. penarikkan kesimpulan. v . Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Implementasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Karakter yang meliputi Religius. baik dalam kegiatan belajar maupun diluar kegiatan belajar. Semua implemantasi pendidikan karakter bila merujuk pada nilai-nilai karakter yang dinginkan sekolah. Gemar Membaca di MTs Pembangunan UIN Jakarta cukup baik karena aspek nilai-nilai karakter yang dituju tercapai dan diimplementasi.

pengalaman dan kemampuan penulis miliki. Syapiuddin Shiddiq. penulisan maupun isinya. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah yang telah memberikan kemudahan secara administrasi bagi penulis dalam menyusunan skripsi ini. Oleh karena itu. Assalamu’aliakum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillahirobil „alamiin. Drs.KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahiim. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan pengetahuan. H. H. akhirnya penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan lancar. Oleh karena itu. Segala puji dan syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmatnya dan nikmatnya kepada seluruh hambanya. selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. saran dan bimbingan dari semua pihak. 2. MA. Bahrissalim. Dalam proses pembuatan skripsi ini. Skripsi ini berjudul “IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KARAKTER di MTs PEMBANGUNAN UIN JAKARTA” Penulis menyadari bahwa muatan skripsi ini masih jauh dari sempurna. 3. baik penyusunan. taufik. namun berkat Rahmat. diantaranya : 1. Dr. MA. dan hidayah Allah SWT. berbagai hambatan dan kesulitan penulis hadapi. Shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. dan berbagai dorongan. selaku Wakil Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah dan penasehat akademik yang telah vi . junjungan dan pemberi tauladan yang telah membawa cahaya kehidupan bagi ummatnya beserta kepada keluarganya. Rif‟at Syauqi Nawawi. saran dan kritik untuk menuju perbaikan sangat penulis harapkan. Prof. para sahabat dan para tabi‟ tabi‟in. MA. penulis mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu.

I. Serta perpustakaan yang diluar kampus UIN Syarif Hidayatullah atas semua bantuan untuk penulis dalam melengkapi literaturnya.H. Nur‟Aini S. Semoga Allah membalas kebaikan dengan berlipatlipat. 4. senyum dan usaha untuk mencukupi segala kebutuhan penulis. H. Uni Rosdalima Dalmunte S. Mochamad Ilwan.Pd. Hasan Fatoni S. Seluruh dosen dan karyawan akademik Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah membimbing dan membekali dengan Ilmu pengetahuan serta membantu proses perkuliyahan penulis. Nurlaili Fitrianingrum. motivasi. Hurul A‟in.Pd.HI. 8. Ahmad Irfan Mufid. perhatian.Pd. do‟a.Pd.I terimakasih atas dukungan yang telah membantu. 11.Pd. Said Riadi S. Selaku dosen Pembimbing dalam memberikan saran dan arahan dalam penyusunan skripsi ini. Zarikatun.I. Nurul Adyati. Saudaraku Hafiz satria Putri. M.Pd.I. Taufik al-Badar S.I. Syukur Ya‟kub terimakasih atas dukungan moral yang kalian berikan dalam penyususnan skripsi ini. Uni Rahmi Meldayati S. baik cinta. Siti Khanifah S. 6. arahan. MA. Cholilah Pulungan.Pd. Sri Handayanti S.I. mendukung dan mengkritik penulis agar segera menyelesaikan skripsi ini.Pd. sayang. kasih. 9. 10. Hardiansyah S. Siti Masithoh. Teteh tercinta.Pd. kritik dan saran. Adikku tercinta Luthfan Adli (Jurusan Peradilan Agama UIN JAKARTA) dan Nila Aulia (MTsN Pulau Batu-Jambi) terima kasih dengan caranya masing-masing telah membantu. Samudin S. Ira Aniati S. Nur Ramadhan S. Umi Nadra serta Nenekku Hj. Indah Nur Ajizah. pikiran. Hasan dan Ibu Hj.Pd. Asiyah yang tulus memberikan segalanya. Vika Martahayu S.I.memberikan kemudahan secara administrasi bagi penulis dalam memberikan saran dalam penyusunan skripsi ini. 5.I. Kedua orang tuaku yang tercinta Bapak Drs.THI. Seluruh Staf Perpustakaan Umum dan Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. M. mendukung dan mengkritik penulis agar segera menyelesaikan skripsi ini.Pd.I. Saudaraku tercinta Muktizon. Resti Hamerti. semoga Allah membalas kebaikan dengan berlipat-lipat. 7. vii .I.

semoga Allah Ta‟ala membalas kebaikan mereka semua dengan kebaikan yang lebih baik di dunia ini dan kelak di akhirat nanti. 04 Januari 2013 M. Amiin Alhamdulillahi robbil „alamiin.12. Kepada mereka semuanya hanya seuntai do‟a dari lubuk hati yang dapat penulis sampaikan “Jazakumullah Khairon Kastiroo wa barokallah fi hayatikum wa salamatu fihayatikum”. tidak juga penulis. Penulis Ulfa Adilla viii . yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. kekeluargaannya ini tetap eksis dan talisilaturrahmi kita tetap terjalin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. terima kasih untuk semangat persaudaraan. Rekan-rekan seperjuangan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan khususnya di jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan 2008-2009. Amiin Tidak ada yang dapat membalas kebaikan kalian semua. Jakarta.

............................................................ Ruang Lingkup Pendidikan Karakter ...................................... Tujuan dan Manfaat Penelitian ..................... Landasan Pedagogis Pendidikan Karakter ... v KATA PENGANTAR ..................................... Tujuan Pendidikan Agama Islam ....................................... 16 3....................................... ii SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI .......................... Metode Pendidikan Karakter................. Identifikasi Masalah .... 24 3.......................... 21 B.......................... Materi Pendidikan Agama Islam ....................................... 26 5............................................ Prinsip Pendidikan Karakter . 1 B................. 12 2.................... ix BAB I BAB II PENDAHULUAN A.................................................................................................... 19 5.................... iv ABSTRAK............................. .. 9 C....... 10 D.......... Pendidikan Agama Islam 1. Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam .....DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ................ ................................... i SURAT PERNYATAAN JURUSAN ............ Pembatasan Masalah dan Rumusan Masalah ...... 25 4..................................................... Nilai-Nilai Pendidikan Karakter ........................................................................................... Latar Belakang Masalah .................. vi DAFTAR ISI..... Pendidikan Karakter 1....................................................................... Pengertian Pendidikan Agama Islam ................................................. Pengertian Pendidikan Karakter ........................ .......................................................... iii UJI REFERENSI.... 30 6.. 21 2.......... Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam.......... Tujuan Pendidikan Karakter ............. 32 7.................................................................... 33 ix ...................... 18 4. 10 LANDASAN TEORI A....

........ Implikasi .................... Metode Penelitian..... 38 B................................... Deskripsi Siswa ......................................... 44 E............................. Analisis Data ... Deskripsi Guru .......................................... 48 HASIL PENELITIAN A................................................................................................................................................ 69 C............... Saran........ ............................... 51 2... Tempat dan Waktu Penelitian ....................... 39 C.................................................. 52 B...............................8......................................... Prosedur Pengumpulan Data dan Pengolahan Data ............................. Deskripsi Data .................................... BAB III BAB VI METODOLOGI PENELITIAN A..... 68 B........ 69 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN x .......... Deskripsi Sekolah ............................................................................. Pembahasan ... Penelitian Yang Relevan .................... Setting Penelitian .......................................... 44 D.... BAB V 36 51 1.................................... 48 F............ 53 PENUTUP A...... Pemeriksaan Keabsahan Data ......... 52 3................................ Kesimpulan ..........................................................................................................

2007). Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di ZamanGlobal. bahkan juga melanda para elite bangsa ini. sehingga nilai-nilai karakter tersebut tidak lagidianggap penting jika bertentangan dengan tujuan yang ingin diperoleh. seperti pelajar dan mahasiswa. Karakter yang melekat pada bangsa kita akhir-akhir ini bukan begitu saja terjadi secara tiba-tiba. kesantunan. (Jakarta: Grasindo. I. Latar Belakang Masalah Pendidikan karakter akhir-akhir ini semakin banyak diperbincangkan di tengah-tengah masyarakat Indonesia. kebersamaan. kebrutalan. materialistik. terutama oleh kalangan akademisi. Cet. 10 1 . dan religius.sedikit demi sedikit mulai tergerus oleh budaya asing yang cenderung hedonistik.1 Membangun karakter bangsa membutuhkan waktu yang lama dan harus dilakukan secara berkesinambungan. dan individualistik.BAB I PENDAHULUAN A. h. tetapi sudah sampai pada masyarakat yang terdidik. Sikap dan perilaku masyarakat dan bangsa Indonesia sekarang cenderung mengabaikan nilai-nilai luhur yang sudah lama dijunjung tinggi dan mengakar dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Budaya seperti itu tidak hanya melanda rakyat umum yang kurang pendidikan. dan ketidakjujuran anak-anak bangsa yang ditampilkan oleh media baik cetak maupun elektronik sekarang ini sudah melewati proses panjang.Nilai-nilai karakter mulia. seperti kejujuran. Potret kekerasan. 1 Doni Koesoema A. tetapi sudah melalui proses yang panjang.

h. Oleh karena itu. mandiri. Desain Pendidikan Karakter Konepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. dimana terdapat banyak kejadian yang semestinya akan mengusik para pendidik. Karakter yang mulia akan menjadikan mengangkat status derajat yang tinggi dan mulia bagi dirinya.2 Sampai saat ini bangsa Indonesia masih dihadapkan dengan sejumlah permasalahan. 1 Zubaedi. I. dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Karakter begitu penting karena dengan karakter yang baik membuat kita tahan tabah menghadapi cobaan. Mengingat begitu urgennya karakter. Orang-orang yang berkarakter kuat dan baik secara individual maupun sosial ialah mereka yang memiliki akhlak. Kemuliaan seseorang terletak pada karakternya. 2011) h. sebagai 2 Zubaedi. perkelahian antar pelajar. cakap. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. (Jakarta: Kencana. dan dapat menjalani hidup dengan sempurna. Desain Pendidikan Karakter. penyalahgunaan penggunaan narkoba. seperti halnya kasus korupsi. sehat. rahmatnya meliputi seluruh alam ini tidak terkecuali kepada manusia.6 3 . dan budi pekerti yang baik. (Jakarta: Kencana. khususnya permasalahan yang berkaitan dengan moral.3 Islam adalah agama Rahmatan lil Alamin (rahmat bagi semesta alam). Cet.2 Membicarakan karakter merupakan hal yang sangat penting dan mendasar. Dan tentu juga masih ada deretan panjang persoalan pendidikan lainnya dari bangsa ini yang belum dapat mencapai tujuan Pendidikan Nasional. kreatif. Dimana dalam Pasal Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. kolusi dan nepotisme di semua lapisan jabatan. berilmu. rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan dan karakter bangsa. moral. 2011). Karakter adalah mustika hidup yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Kita sering mendengar dan melihat dari pemberitaan baik lewat media elektronik seperti televisi dan radio ataupun internet juga surat kabar. maka insititusi pendidikan memiliki tanggung jawab untuk menanamkannya melalui proses pembelajaran. berakhlak mulia.

Seorang Muslim sejati harus mampu menciptakan kedamaian dalam seluruh aspek kehidupan. pewaris atau pengganti. sebuah konsepsi yang diberikan Tuhan kepada manusia sebagai umat-Nya. iv 7 Ibid.3 seorang khalifah4 yang diberi kelebihan akal. Hal ini dapat dilihat dari hadis nabi Muhammad saw yang diriwayatkan dengan berbagai redaksinya: ِ‫ِإّنَمَابُعِثْتُ لِأُتَمِمَ مَكَارِمَ األَخْالَق‬ “Sesungguhnya aku diutus (kepada manusia) untuk menyempurnakan akhlak mulia”5 Character itu sama dengan akhlak dalam pandangan Islam. maka harus mampu memberi sentuhan kasih sayang dan pemeliharaan itu kepada alam sekitar. bahwa manusia mempunyai kecenderungan alami untuk mempin karena mereka diciptakan sebagai khalifah.6 Kita sering mendengar ungkapan yang mengatakan bahwa mengajarkan anak-anak kecil ibaratnya seperti menulis di atas batu yang akan terbekas sampai usia tua. Dia tahu jujur itu baik. Yang dimaksud dengan kepribadian utuh ialah bila pengetahuan sama dengan sikap dan sama dengan perilaku. Ibnu Khaldun dalam kitab Muqadimmah. juga diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad shahih secara marfu’. iv . Pendidikan Karakter Persfektif Islam. tidak sama dengan perilaku. 5 Hadis ini diriwayatkan oleh Malik dalam Kitab al-Muwatta’. dan perilaku. Akhlak dalam pandangan Islam ialah kepribadian. berbangsa dan bernegara.(Maktabah al-Syamilah) 6 Abdul Majid dan Dian Andayani. h.. h. secara muttasil dari Abu Hurairah dan lain-lainnya. Kepribadian pecah ialah bila pengetahuan sama dengan sikap tetapi tidak sama dengan perilakunya atau pengetahuan tidak sama dengan sikap. Kepribadian itu komponennya tiga yaitu tahu (pengetahuan). dia siap menjadi orang jujur. Kala khalifah dalam kamus bahasa al-Qur’an 2: 30 kata khalifah diartikan bahwa manusia diciptakan telah mepunyai kemampuan memimpin. ini contoh kepribadian pecah (Split Personality). baik dalam skala yang kecil sebagai individu ataupun dalam skala yang besar yakni dalam kehidupan bermasyarakat. 2011). dan diriwayatkan juga oleh al-Daylami dengan sanad hasan.7 4 Dalam bahasa arab seorang pemimpin disebut khalifah. dan diriwayatkan dari al-Tabrani dalam kitab al-Awsath dengan sanad dha’if akan tetapi dengan makna yang shahih. (Bandung: PT Remaja rosdakarya. sedangkan mengajarkan pada orang dewasa diibaratkan seperti menulis di atas air yang akan cepat sirna dan tidak membekas. tetapi perilakunya sering tidak jujur. sikap.

Dengan kata lain. (Jakarta: PT Bumi Akasara. 2011). Karena itu. pendidikan harus mampu mengemban misi pembentukan karakter (character building) sehingga para peserta didik dan para lulusannya dapat berpartisipasi dalam mengisi pembangunan di masa-masa mendatang tanpa meninggalkan nilainilai karakter mulia. Padahal. diakses pada 03 juli 2012 9 Doni Koesoema A. kebrutalan.10 8 http://gudangmakalah.com/2010/12/skripsi-pengaruh pelaksanaan pendidikan. Usia dini merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang. Pendidikan Karakter Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional.9 Dampak globalisasi yang terjadi saat ini membawa masyarakat indonesia melupakan pendidikan karakter bangsa. Potret kekerasan. Pendidikan yang merupakan agent of change harus mampu melakukan perbaikan karakter bangsa kita.4 Ungkapan itu tidak dapat diremehkan begitu saja karena karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini. pendidikan kita perlu direkonstruksi ulang agar dapat menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas dan siap menghadapi “dunia” masa depan yang penuh dengan problema dan tantangan serta dapat menghasilkan lulusan yang memiliki karakter mulia. . I. Banyak pakar pendidikan mengatakan bahwa kegagalan penanaman karakter sejak dini akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya kelak. Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di ZamanGlobal. Karakter yang melekat pada bangsa kita akhir-akhir ini bukan begitu saja terjadi secara tiba-tiba. h. 2007). Budaya seperti itu tidak hanya melanda rakyat umum yang kurang pendidikan.blogspot. pendidikan karakter merupakan suatu pondasi bangsa yang sangat penting dan perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. tetapi sudah sampai pada masyarakat yang terdidik.8 Membangun karakter bangsa membutuhkan waktu yang lama dan harus dilakukan secara berkesinambungan. 1. bahkan juga melanda para elite bangsa ini. (Jakarta: Grasindo. tetapi sudah melalui proses yang panjang. html. seperti pelajar dan mahasiswa. Cet. 10 Masnur Muslich. dan ketidakjujuran anak-anak bangsa yang ditampilkan oleh media baik cetak maupun elektronik sekarang ini sudah melewati proses panjang.

pencurian remaja. dan perselingkuhan. Desain Pendidikan Karakter Konepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. dan 5 persen di Medan. Diakui atau tidak diakui saat ini terjadi krisis yang nyata dan mengkhawatirkan dalam masyarakat dengan melibatkan milik kita yang paling berharga. dan penyalahgunaan obat-obatan. 12 Zubaedi. yaitu anak-anak.11 Maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja. pemerkosaan. 2011). menunjukkan 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan telah melakukan seks pra nikah.12 11 Menurut Kepala BKKBN. h. sehingga mereka dapat mengamalkannya di tengah-tengah masyarakat dengan tetap berpatokan pada nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang universal. dan tawuran.2 . Dari kaus perzinaan yang dilakukan para remaja putri tersebut. di Bandung 47 Persen. para peserta didik (siswa dan mahasiswa) harus dibekali dengan pendidikan khusus yang membawa misi pokok dalam pembinaan karakter mulia. data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2010. Akibat yang ditimbulkan cukup serius dan tidak dapat lagi dianggap sebagai suatu persoalan sederhana karena tindakkan ini telah menjurus kepada tindakkan kriminal. kebiasaan bullying disekolah. Perilaku remaja kita juga diwarnai dengan gemar menyontek.com. dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum diatasi secara tuntas.com/read/2010/11/28/094930/150 4117/10/kepala-bkkbn-51-dari-100remaja-di-jabodetabek-sudah-tak-perawan. pornografi. Pihaknya menemukan dari hasil penelitian di Yogya kurun waktu 2010 setidaknya tercatat sebanyak 37 persen dari 1. http://www. yang paling dahsyat terjadi di Yogyakarta. “Kepala BKKBN: 51 dari 100 remaja di Jabodetabek sudah Tak Perawan” dalam detiknews. perilaku korupsi yang merajalela. Sugiri Syarif.5 Salah satu upaya untuk mewujudkan pendidikan karakter. (Jakarta: Kencana.160 mahaiswi di Kota Gudeg ini menerima gar MBA (MarriagebyAccident) alias menikah akibat hamil maupun kehamilan di luar nikah. Artinya dari 100 persen remaja. perampasan. Krisis itu antara lain berupa meningkatnya pergaulan seks bebas. senang dengan konflik dan kekerasan atau tawuran. Perilaku orang dewasa juga setali tiga uang.detiknews. 28/11/2010. Pendidikan seperti ini dapat memberi arah kepada para peserta didik setelah menerima berbagai ilmu maupun pengetahuan dalam bidang studi (jurusan) masing-masing. Penguatan pendidikan karakter dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang terjadi di negara kita. kejahatan terhadap teman. Didit Tri Kertapati. Misalnya saja disurabaya tercatat 54 persen. kebiasan menyontek. dipublikasikan pada Minggu.

cenderung terfokus pada pengayaan pengetahuan (kognitif). Bahkan yang terlihat adalah begitu banyaknya manusia Indonesia yang tidak konsisten. Pendidikanlah yang sesungguhnya paling besar memberikan kontribusi terhadap situasi ini. sehingga kurang Menurut tinjauan ESQ. dkk. Pendidikan Karakter (Yogyakarta: UNY Press.3 . materi yang diajarkan oleh pedidikan agama termasuk di dalamnya bahan ajar akhlak. bisa salah satu jadi penyebabnya karena pendidikan di Indonesia lebih menitikberatkan pada pengembangan intelektual atau kognitif semata.6 Kondisi krisis13 dan dekadensi moral ini menandakan bahwa seluruh pengetahuan agama dan moral yang didapatkannya di bangku sekolah ternyata tidak berdampak terhadap perubahan perilaku manusia Indonesia. lain yang dibicrakan. Darmiyati Zuhdi. 2009). sedangkan pembentukkan sikap (afektif). sedangkan aspek soft skils atau non akademik sebagai unsur utama pendidikan karakter belum diperhatikan secara optimal bahkan cenderung diabaikan..14 Banyak orang yang berpandangan bahwa kondisi demikian diduga berawal dari apa yang dihasilkan oleh dunia pendidikan demoralisasi terjadi karena proses pembelajaran cenderung mengajarkan pendidikan moral dan budi pekerti sebatas teks dan kurang memeprsiapkan siswa untuk menyikapi dan menghadapi kehidupan yang kontradiktif. krisis tanggung jawab. Hal ini mengandung arti bahwa setiap upaya pembangunan harus selalu diupayakan untuk memberi dampak positif terhadap pengembangan karakter. dan lain pula tindakannya.op. h..15 Bahkan merujuk hasil penelitian Afiyah. h.7 15 Zubaedi. krisis disiplin. h.cit. Dalam konteks pendidikan formal di sekolah. krisis kebersamaan dan krisis keadilan. Pembangunan karakter bangsa dijadikan arus utama pembangunan nasional.op.cit.39-40 14 Zubaedi. tujuh krisis moral yang terjadi ditengah tengah masyarakat Indonesia antara lain krisis kejujuran. (2003). dan pembiasaan (psikomotorik) sangat minim. Situasi dan kondisi karakter bangsa yang sedang memprihatinkan telah mendorong pemerintah untuk mengambil inisiatif untuk memprioritaskan pembangunan karakter bangsa. tidak berfikir jauh kedepan. Pembelajaran pendidikan agama lebih didominasi oleh transfer ilmu pengetahuan agama dan 13 lebih banyak bersifat hafalan tekstual.

Kajian-kajian ilmiah tentang perilaku tidak terpuji (amoral) yang dilakukan siswa dalam dunia pendidikan di Indonesia sangat terbatas. penggunaan narkoba.. e) 23% mencuri sesuatu dari orang tua atau kerabat lainnya. g) 28% mencuri sesuatu dari tokoh. Peristiwa ini sangat mencemaskan dan masyarakat pun waspada. sementara sebagian lain mendidik anaknya dirumah. serta bentukbentuk kenakalan remaja lainnya terutama dikota-kota besar. . kecurangan yang meluas. f) 19% mencuri sesuatu dari seseorang teman. dan lain lain.17 Indikator lain yang mengkhawatirkan juga terlihat pada sikap kasar anakanak yang lebih kecil.18 Pendidikan karakter di Indonesia dirasakan amat perlu pengembangannya bila mengingat makin meningkatnya tawuran-tawuran antar pelajar...3 Ibid.4 17 . mereka semakin kurang hormat terhadap orang tua. h.. fenomena suporter bonek.4 18 Ibid. b) 62% mengakui bahwa mereka berbohong kepada seorang guru tentang sesuatu yang signifikan.h.16 Kekhawatiran terbesar kita ialah tindakkan kekerasan yang dilakukan anak-anak muda.7 menyentuhaspek sosial mengenai ajaran hidup yang toleran dalam bermasyarakat dan berbangsa. dari Josephson Institute of Ethics (2006). dan sosok-sosok lain yang berwenang kebiadaban yang meningkat. dan kebohongan yang semakin lumrah. kecenderungan dominasi senior terhadap yunior. h. Bahkan yang paling memprihatinkan. survei nasional yang dilakukan oleh The Ethics of American Youth. yaitu: a) 82% mengakui bahwa mereka berbohong kepada orang tua. pemerasan atau kekerasan (bullying). c) 33% menjiplak tugas dari internet. kekerasan yang bertambah. dan itu sudah merupakan keadaan gawat yang perlu segera diatasi. d) 60% menipu selama pelaksaan ujian di sekolah. Namun di Negara-Negara maju seperti di Amerika sudah sangat berkembang. Sebagian orang tua mulai mengirim anaknya kesekolah khusus. guru. keinginan untuk membangun sifat jujur pada anak-anak melalui 16 Ibid. diketahui bahwa perilaku siswa dalam jangka waktu 12 bulan.

19 Muchlas Samani dan Hariyanto. bertakwa dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran Islam dari sumber utamanya yaitu Al-Quran dan Hadits. latihan serta penggunaan pengalaman. . Dalam hal perilaku seoran anak tidak akan lepas dari pendidikan agama yang sedari kecil diajarkan oleh orang tua agar seorang anak memahami bahwaanya segala macam perbuatan akan dipertanggung jawabkan di akhirat sebagaimana dijelaskan Allah dala Al-Quran:      “. (Q. Adapun visi dari Pendidikan Agama Islam adalah terwujudnya manusia yang bertaqwa. h. Sementara itu informasi dari Badan Narkotika menyatakan 3. 2 20 Asmaran.. (Bandung. 2002). berilmu. PT Remaja Rosdakarya. banyak yang gagal. Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Maka dari itu pendidikan agama Islam yang diajarkan di sekolah dibutuhkan untuk menanamkan pemahaman pada anak..8 Kantin Kejujuran di sejumlah sekolah. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 27/8/2009). bahwasanya segala bentuk perilaku baik itu yang terpuji ataupun tercela akan menjadi tanggungan seiap manusia di akhirat. menghayati hingga mengimani. memiliki peranan dan cita-cita luhur untuk membentuk manusia yang mengenal. melalui kegiatan bimbingan dan pengajaran.19 Ilmu pengetahuan yang didapatkan disekolah belum tentu dapat diterapkan dan diaplikasikan oleh seorang anak. Pengantar Studi Akhlak EdisiRevisi. 72.20 Pendidikan Agama Islam sebagai mata pelajaran. memahami.Dan Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan”.S: an-Nahl [16: 93]).6 juta pecandu narkoba di Indonesia (Tempo Interaktif. berakhlak mulia. berkepribadian. Pendidikan Islam juga memiliki keunikan dan khasnya sendiri sesuai dengan visi dan misinya. h. banyak Kantin Kejujuran yang bangkrut karena belum bangkitnya sikap jujur pada anak-anak. 2011). Dibarengi dengan tuntutan untuk menghormati pemeluk agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan umat beragama dalam masyarakat sehingga terwujud persatuan dan kesatuan bangsa.

22 maka pendidikan sebenarnya masih dianggap sebagai instrumen penting. sehingga suasana belajar semakin nyaman. Siswa Kurang menjalankan nilai-nilai keagamaan.23 B. pendidikan merupakan proses perubahan sikap dan tata laku seorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan. 3. 2. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. 10. www.9 terampil dan mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. pendidikan sampai sekarang masih diyakini mempunyai peran besar dalam membentuk karakter individu-individu yang dididiknya. pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan pemahaman dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan. kelas-kelas yang secara komprehensif terlibat dalam pendidikan karakter menunjukkan laporan yang diterbitkan National Assosiation of School Psychologist sebanyak 22 persen anak-anak kelas 4-8 di Amerika Serikat mengalami kesulitan belajar karena adanya perilaku saling mengejek (bullying) antar kawan di sekolah. Arifin Nurdin. dan juga menurunkan terjadinya konflik antar pelajar. Sedangkan misinya adalah menciptakan lembaga yang Islami dan berkualitas. Louis. 2004). menjabarkan kurikulum yang mampu memahami kebutuhan anak didik dan masyarakat. Siswa kurang berlaku jujur. Z. Identifikasi Masalah 1. 22 Marvin Berkowitz dari University of Missouri St. dan mampu menjadi sarana pembentukan sikap bagi generasi muda penerus bangsa. menunjukkan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. dan akhirnya dapat meningkatkan prestasi akademik. Gagasan dan Rancangan Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural di Sekolah Agama dan Madrasah. Siswa kurang menunjukkan perilaku sopan santun. Dengan adanya pendidikan karakter di sekolah dapat menurunkan perilaku saling mengejek di sekolah. Dalam pengertian agak luas. Di samping itu. (Bandung: Remaja Rosda Karya. 21 Artikel ditulis Drs. Sebab. menyediakan tenaga kependidikan yang profesional dan memiliki kompotensi dalam bidangnya dan menyelenggarakan proses pembelajaran yang menghasilkan lulusan yang berprestasi. dodownload tanggal 5 Januari 2009. . 23 Muhibbin Syah.pendidikan networking.21 Demi tujuan pembentukan karakter.

Peduli Lingkungan. Dari hasil penelitian diharapkan dapat memberi kegunaan baik secara teoritis maupun praktis kepada berbagai pihak. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan peneliti dalam wacana Pendidikan Agama Islam berbasis karakter adalah. Siswa kurang menunjukkan disiplin. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:”Bagaimana Implementasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Karakter Meliputi Religius. Gemar Membacadi MTs Pembangunan UIN Jakarta”. Keteladanan guru.10 4. C. Peduli Lingkungan. Siswa kurang mempunyai rasa tanggung jawab. maka untuk lebih memperjelas dan memberi arah yang tepat dalam penulisan skripsi ini. terpadu. Proses pembelajaran 8. Toleransi. 6. Jujur. 5. dan seimbang. Tanggung Jawab. Disiplin. . Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya. Siswa kurang memiliki rasa toleransi. maka disini perlu adanya pembatasan masalah dalam pembahasannya. Pembatasan dan Perumusan Masalah Mengingat luasnya bidang garapan. sesuai standar kompetensi lulusan. mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Gemar Membaca di MTs Pembangunan UIN Jakarta”? D. meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh. Toleransi. Jujur. 7. maka penulis membatasi permasalahan dalam penulisan skripsi ini sebagai berikut:“Implementasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Karakter yang meliputi Religius. Disiplin. Tanggung Jawab.

Bagi penulis. 4. Bagi guru. memiliki peranan yang besar dalam membentuk kualitas pendidikan yang lebih baik. untuk menambah wawasan serta pengalaman penulis mengenai penelitian ini. Bagi Universitas. menambah khazanah ilmiah di kalangan akademis diharapkan menjadi sumbangsih gagasan dan sebuah tawaran solusi terhadap tantangan globalisasi serta dapat dipraktekkan dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam ke depan. . 2. baik dalam merencanakan ataupun melaksanakan penelitian.11 1. padahal PAI. sebagai bahan masukan dalam rangka mensinergikan Pendidikan Agama yang selama ini terabaikan. Kegunaan secara akademis adalah untuk memberikan sumber informasi dan sumber referensi untuk bahan bacaan yang bermanfaat bagi mahasiswa atau instansi serta dapat digunakan sebagai rujukan umtuk penelitian yang akan datang. Bagi pemerintah. untuk mengetahui bagaimana penerepan Pendidikan Agama Islam Berbasis Karakter di MP UIN Jakarta 3. Sedangkan kegunaanpenelitian secara terapan adalah untuk memberikan hasil dan informasi yang bermanfaat bagi instansi pendidikan.

Hal itu dibuktikan dalam Surat alBaqarah ayat 31 sebagai berikut:                 Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya.23 12 . Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam 1. PT Bumi Aksara. Proses yang dilalui untuk mencapai kedewasaan tersebut membutuhkan waktu yang lama. Pengertian Pendidikan Agama Islam Pendidikan pada dasarnya adalah suatu proses untuk menciptakan kedewasaan pada manusia. 2011). h. kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orangorang yang benar! (QS. 1 Mansur Muslich. karena aspek yang ingin dikembangkan bukanlah hanya kognitif semata-mata melainkan mencakup semua aspek kehidupan.1 Dalam Islam Al-Quran telah menerangkan bahwa pendidikan telah tercipta sejak adanya makhluk (manusia) yang pertama. Pendidikan Karakter Menjawab Krisis Multimedia Nasional. termasuk didalamnya nilai-nilai ketuhanan. Al-Baqarah [2: 31]).BAB II KAJIAN TEORI A. (Jakarta.

al-Tarbiyah dan alTa‟dib. h. Penunjukkan kata al-ta‟lim pada pengertian pendidikan. al-Ta‟lim.6 Didalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar 2 M. 232 5 Ibid. Kalam Mulia.. 13 4 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.90 3 . yang dapat diartikan kepada proses mendidik yang lebih tertuju pada pembinanaan dan penyempurnaan akhlak atau budi pekerti peserta didik. (Jakarta. mengandung arti “perbuatan” (hal.5Sedangkan kata al-Ta‟dib. 87 6 Ibid. Balai Pustaka. 1987). Namun demikian. Kata ta‟lim merupakan masdhar dari kata „allama yang berarti pengajaran yang bersifat pemberian atau penyampaian pengertian. 1994). (Jakarta: Bina Aksara. Ilmu Pendidikan Islam.4 Sedangkan dalam bahasa Arab.10 Ramayulis. Edisi Kedua. pengetahuan. h. Pendidikan berasal dari kata “didik” yang diberi awalan “pe” dan akhiran “kan”. Adapun Kata al-Tarbiyah. ketiga kata tersebut memiliki makna tersendiri dalam menunjuk pada pengertian pendidikan. antara lain. Filsafat Pendidikan Islam. dan ketrampilan. merupakan masdhar dari kata rabba yang berarti mengasuh. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2002 ). h. mendidik. h. merupakan masdhar dari kata addaba.3 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pendidikan ialah “Proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. (Jakarta..13 Tidak ada satupun makhluk ciptaan Tuhan di atas bumi yang dapat mencapai kesempurnaan/ kematangan hidup tanpa melalui suatu proses. sedang pendidikan sendiri adalah masalah hidup dan proses kehidupan manusia2 Sebelum penulis membahas tentang pendidikan karakter. cara. memelihara. Istilah pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani yaitu “Pedagogie”. yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. terlebih dahulu penulis akan membahas dan memaparkan tentang pendidikan istilah pendidikan. h. dan sebagainya). Arifin. pengertian kata pendidikan sering digunakan pada beberapa istilah.

14

peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki

kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
Negara.7
Ahmad D. Marimba mengatakan bahwa pendidikan adalah bimbingan atau
pimpinan yang dilakukan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan
jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.8
Menurut Abudin Nata dalam bukunya filsafat pendidikan Islam I, bahwa
Ki Hajar Dewantara mendefinisikan pendidikan adalah usaha yang dilakukan
dengan penuh keinsyafan yang ditujukan untuk keselamatan dan kebahagiaan
manusia. Pendidikan tidak hanya bersifat pelaku pembangunan tetapi sering
merupakan perjuangan pula. pendidikan berarti memelihara hidup tumbuh ke arah
kemajuan, tidak boleh melanjutkan keadaan kemarin menurut alam kemarin.
Sehingga pendidikan adalah usaha kebudayaan, berasas peradaban, yakni
memajukan hidup agar mempertinggi derajat manusia.9
William Mc Guecken, S.J. seorang tokoh pendidikan Khatolik berpendapat
bahwa pendidikan diartikan oleh ahli skolastik, sebagai suatu perkembangan dan
kelengkapan dari kemampuan-kemampuan manusia, baik moral, intelektual,
maupun jasmananiah yang diorganisasikan, dengan atau untuk kepentingan
individual atau sosial dan diarahkan kepada kegiatan kegiatan yang baru bersatu
dengan penciptanya sebagai tujuan akhir.10
Dengan demikian pendidikan berarti, segala usaha orang dewasa baik
sadar dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan
jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan menuju terciptanya kehidupan yang
lebih baik.
Sedangkan pendidikan Islam adalah suatu proses pengembangan potensi
kreatifitas peserta didik, bertujuan untuk mewujudkan manusia yang beriman dan
bertkwa kepada Allah Swt,cerdas, terampil dan memiliki etos kerja yang tinggi,
berbudi pekerti luhur mandiri dan bertanggung jawab terhadap dirinya, bangsa

7

Ramayulis, op.cit., h. 13
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2002) Cet. XI, H. 13.
9
Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam I, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997), Cet. I,
8

h. 9
10

Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), h. 14

15

dan negara serta agama. Proses itu sendiri sudah berlangsung sepanjang sejarah
kehidupan.11
Menurut Ahmad Marimba, Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan
jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada
terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.12
Sedangkan menurut zakiah Darajat, pendidikan Agama Islam adalah
pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam, yaitu berupa bimbingan
dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ia
dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam yang
telah diyakini secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama Islam yang telah
diyakininya secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran Islam itu sebagai suatu
pandangan hidupnya demi keselmatan dan kesejahteraan dunia dan di akhirat
kelak.13
Beni Ahmad Saebani, mengatakan bahwa kata “Islam” merupakan kata
kunci yang berfungsi sebagai sifat, penegas, dan memberi ciri kas pada kata
pendidikan. Dengan demikian, pengertian pendidikan Islam berarti pendidikan
yang secara khas memiliki ciri Islami, yang dengan ciri itu, maka membedakan
dirinya dengan model pendidikan lainnya.14
Menurut Hamdani Ihsan dan Fuad Ihsan dalam bukunya Filsafat
Pendidikan Islam, bahwa Drs. Marimba mendefenisikan Pendidikan Islam adalah
bimbingan jasmani, rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju
terbentuknya kepribadian utama menurut

ukuran-ukuran Islam.

Dengan

pengertian lain seringkali beliau mengatakan kepribadian utama tersebut dengan
istilah kepribadian muslim. Yakni kerpibadian yang memiliki nilai-nilai agama

11

Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, ( Jakarta, Ciputat Pers,
2002), cet 1, h. 3
12
Ibid, h.4
13
Zakiah Darajat, dkk, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), Cet, II, h. 86
14
Beni Ahmad Saebani, dkk, Ilmu Pendidikan Islam, (Bandung: Pustaka Setia, 2009), Cet,
I, h. 40.

16

Islam, memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam, dan
bertanggung jawab sesuai nilai-nilai Islam.15

2.

Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam
Sebagai aktifitas yang bergerak dalam proses pembinaan kepribadian

muslim, maka Pendidikan Islam memerlukan sebuah dasar yang dijadikan
landasan kerja. Dengan dasar tersebut ia akan memberikan arah bagi pelaksanaan
pendidikan yang telah diprogramkan. Dalam konteks ini dasar yang menjadi
acuan Pendidikan Islam hendaknya merupakan sumber nilai kebenaran dan
kekuatan yang dapat menghantarkan peserta didik ke arah pencapaian pendidikan.
Pendidikan Islam, baik sebagai konsep maupun sebagai aktivitas yang
bergerak dalam rangka pembinaan kepribadian yang utuh, paripurna atau syumul
memerlukan suatu dasar yang kokoh, dalam artian kajian tentang Pendidikan
Islam tidak boleh lepas dari landasan yang terkait dengan sumber ajaran Islam itu
sendiri.
Landasan dasar Pendidikan Islam utamanya terdiri atas empat macam,
yaitu:
a. Al-Qur‟an
Al-Qur‟an sebagai kitab undang-undang, hujjah dan petunjuk. Di
dalamnya mengandung banyak hal menyangkut segenap kehidupan
manusia termasuk pendidikan16, sebagaimana surat an-Nahl ayat 89:

        
 
“Dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan
segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orangorang yang berserah diri”. (QS. An-Nahl [16: 89]).

15

Hamdani Ihsan dan Fuad Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung, Pustaka Setia,
2001), cet ke 2, h. 15.
16
Syamsul, op.cit., h. 153

(HR. t. baik berupa perkataan. Muslim).th).19 c. Namun demikian ijtihad harus mengikuti kaidah-kaidah yang diatur oleh para 17 Fatchur Rahman. perbuatan.556 18 .17 Nabi mengajarkan dan mempraktekkan sikap dan amala baik kepada Nabi istri dan sahabatnya. h. Ikhtisar Musthalahu‟l Hadits. Perkataan atau perbuatan dan ketetapan Nabi inilah yang disebut hadits atau sunnah. Shohih Muslim.20 Ramayulis. Rasulullah Saw bersabda: “Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci) maka kedua orang tualah yang menjadikannya yahudi. tetapi tetap berpedoman pada Al-Quran dan Sunnah. (Baerut: Darul Fikr. JumhurMuhadditsin ngartikan Sunnah ialah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw.18 Kalau Al-Quran dan As-Sunnah dijadikan dasar.. 1974).17 b. Ijtihad Ijtihad adalah itilah para fuqoha. h.cit.56 19 Muslim. Maka pendidikan Islam merupakan wujud bangunan yang kokoh dan berakar kuat yang kemudian akan mewarnai cork ke-Islaman dalam berbagai aspek kehidupan. nasrani atau majusi”. op. As-Sunnah Dasar kedua pendidikan Islam adalah As-Sunnah. pernyataan (taqrir) dan sebagainya. dan seterusnya mereka mempraktekkan pula seperti yang dipraktekkan pula seperti yang dipraktekkan oleh Nabi dan mengajarkan pula kepada orang lain. h. (Bandung: Alma‟arif. yaitu berpikir dengan menggunakan seluruh ilmu yang dimiliki oleh ilmuan syariat Ilam untuk menetapkan/ menentukan sesuatu hukum Syariat Islam dalam hal-hal yan ternyata belum ditegaskan hukumnya oleh Al-Quran dan Sunnah. Ijtihad dalam hal ini dapat juga meliputi seluruh aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan.

Hubungan manusia dengan Allah Swt Hubungan manusia dengan Allah merupakan hubungan vertical antara makhluk dengan khalik. Hubungan manusia dengan sesama manusia Hubungan dengan sesamanya merupakan hubungan horizontal anatara manusia dengan manusia dalam kehidupan kesehariannya c. menempati prioritas utama dalam pendidikan agama Islam.20 3. keselarasan dan keseimbangan antara lain sebagai berikut: a. 1995). (Jakarta: Bumi Aksara. Ibadah. Akhlak. kekuatan maupun bentuk keanekaragaman kehidupan yang terdapat di dalamnya 2) Pengenalan. b. sehingga ia menyadari kedudukannya sebagai manusia yang memiliki akal dan berbagai kemampuan untuk mengambil sebanyak-banyaknya dari alam sekitar. yaitu: 1) Mendorong anak didik mengenal dan memahami alam.18 mujtahid tidak boleh bertentangan dengan isi al-Quran dan sunnah tersebut. Metodik Khusus Pendidikan Agama Ilam. Hubungan manusia dengan alam Aspek hubungan manusia dengan alam sekurang-kurangnya memiliki tiga arti bagi kehidupan anak didik. dan Tarikh. yaitu:Al-Qur‟an. Syari‟ah. sedangkan pada Sekolah Lenjut Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Menengah Atas 20 Zakiah Darajat. h. Aqidah. sehingga menyadarkan dirinya akan sunnatullah dan kemampuan menciptakan suatu bentuk baru dan bahan-bahan yang ada di sekitarnya.21 Adapun ruang lingkup bahan pelajaran Pendidikan Agama Islam meliputi lima unsur pokok. Al-Qur‟an. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam maliputi keserasian. pemahaman dan cinta alam ini mendorong anak melakukan penelitian dan ekrperimen dalam mengeksplorasi alam.. h. 177 . Adapun pada tingkat Sekolah Dasar (SD) penekanan diberikan kepada empat unsur pokok yaitu: Keimanan. Dari pengenalan itu akan tumuh rasa cinta akan alam yang melahirkan kekaguman yang baik karena keindahan. 91-92 21 Ibid.

berakhlak mulia. Tujuan Pendidikan Agama Islam Segala usaha yang dilakukan tentu mempunyai tujuan.h. Tujuan merupakan faktor yang penting dalam suatu kegiatan atau usaha. Pendidikan agama Islam adalah bagian integral daro pendidikan nasional.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 24 Nur Uhbiyati. (Jakarta: Kalam Mulia. Cet. dapat mengambil manfaat yang semakin meningkat dari alam semesta ini untuk kepentingan hidup di dunia kini dan di akhirat nanti.24 22 Rumayulis. yaitu kepribadian seseorang yang membuatnya menjadi insane kamil dengan pola takwa. 2005).19 (SMA) disamping keempat unsur pokok di atas maka unsur pokok syari‟ah semakin dikembangkan. Insan kamil artinya manusia utuh rohani dan jasmani. h. Ini mengandung arti bahwa pendidikan Islam itu diharapkan menghasilkan manusia yang berguna bagi dirinya dan masyarakatnya serta senang dan gemar mengamalkan dan mengembangkan ajaran Islam dalam berhubungan dengan Allah dan dengan sesamanya. 22-23 23 Departmen Pendidikan Nasional.23 Adapun tujuan Pendidikan Islam. cakap. berilmu. 1999). Demikian pula dengan proses pendidikan. Undang-Undang Republik Indonesia No. dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal karena taqwanya kepada Allah swt. sehat. Metedologi Pendidikan Agama Islam.20 Tahun 2003 sebagai berikut: “Pendidikan Nasional bertujuan berkemangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.22 4. (Bandung: CV Pustaka Setia. mandiri dan menjadi warga negara yang deokratis serta bertanggung jawab”. Tujuan Pendidikan Nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional adalah No. sebab tujuan merupakan salah satu yang diharapkan setelah usaha atau kegiatan selsesai dilakukan.4. Ilmu Pendidikan Islam II. kreatif. dikatakan oleh Zakiah Daradjat dalam buku Ilmu Pendidikan Islam II. tanpa adanya tujuan akan menimbulkan ketidaktentuan dalam prosesnya. cet 2. 41 . Unsur pokok Tarikh diberikan secara seimbang pada setiap satuan pendidikan.

mendalam dan komprehensif serta memiliki kemampuan untuk mengajarkannya (teaching skill). loyalitas. f. b.25 Tujuan Pendidikan Madrasah Pembangunan UIN jakarta adalah sebagai berikut : a. dan dedikasi yang tinggi yang dilandasi akhlak mulia. (Surabaya: Usana Offest Printing. beramal shaleh serta berakhlak mulia dan berguna bagi masyarakat. yang pada akhirnya bertumpu pada penyerahan diri secara total hanya kepada Allah SWT dan terbentuknya kepribadian yang dilandasi oleh nilai-nilai islam yang disebut kepribadian muslim atau terbentuknya insan kamil sebagi tujuan akhir dari pendidikan Agama Islam. Tersedianya sarana dan prasarana dan fasilitas sumber belajar yang dapat memberikan kesepatan kepada para peserta didik untuk dapat belajar seluasluasnya. Terwujudnya peserta didik yang mendiri yang mampu melakukan team work melalui berbagai aktivitas belajar baik intra maupun ekstrakurikuler. berkepribadian pedagogis. d. Terwujudnya kuriklum yang memiliki kekuatan pada pembinaan keislaman. beriman teguh. 25 Zuhairani. dan berakhlak mulia. e.al. Tersedianya tenaga kependidikan profesional yang daa melaksanakan tugasnya didukung oleh ilmu pengetahuan yang relevan. 1981). Dari rumusan tujuan pendidikan agama Islam yang telah dikemukakan di atas terlihat bahwa tujuan pendidikan agama Islam mempunyai cakupan yang lebi luas. h. et.43 .20 Sedangkan Zuhairani Mengatakan bahwa tujuan umum pendidikan agama (Islam) adalah membimbing anak agar mereka menjadi seorang muslim sejati. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Terselenggaranya pendidikan dasar dan menengah yang akan melahirkan lulusan beriman dan bertaqwa serta memiliki kemampuan kompetitif dan keunggulan komparatif. Tersedianya pendidik sebagai tenaga profesional yang menguasai bidang keilmuan yang diasuhnya secara luas. g. Terwujudnya peserta didik yang memiliki keseimbangan antara kekuatan jasmani dan rohani serta kepekaan dan kepedulian sosial. memiliki etos kerja. c. sehingga madrasah benar-benar berfungsi sebagai pusat pembelajaran. sains dan teknologi serta apresiatif terhadap kecenderungan globalisasi dengan tetap berpijak pada keribadian Indonesia dan kemampuan potensi anak.

merupakan bagian integral dari program pengajaran setiap jenjang pendidikan. e. pendidikan Agama Isam diarahkan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Pengertian Pendidikan Karakter Adapun kata karakter berasal dari Bahasa Latin “Karakter”. sekolah lanjutan atas. akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Yunani character. Dalam kamus poerwadarminta. Aspek Al-Quran dan Hadits Dalam aspek ini menjelaskan beberapa ayat dalam Al-Quran dan sekaligus juga menjelaskan beberapa hukum bacaannya yang terkait dengan ilmu tajwid dan juga menjelaskan beberapa hadits Nabi Muhammad Saw. sifat-sifat kejiwaan. Aspek akhlak Dalam aspek ini menjelaskan berbagai sifat-sifat terpuji (akhlak karimah) yang harus diikuti dan sifat-sifat tercela yang harus dijauhi. “Kharassein”. c.26 B. d. (Jakarta: 2004). watak. sekolah lanjutan tingkat pertama. 18 . dari charassein yang berarti membuat tajam. Aspek hukum Islam atau Syari‟ah Islam Dalam aspek ini menjelaskan berbagai konsep keagamaan yang terkait dengan masalah ibadah dan mua‟malah.21 5. yaitu: a. karakter diartikan sebagai tabiat. nama dari jumlah seluruh ciri pribadi yang meliputi hal-hal seperti perilaku. b. membuat dalam. Sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional. dalam bahasa Inggris: character dan Indonesia “Karakter”. Materi Agama Islam Materi pendidikan agama Islam pada sekolah dasar. 26 Depdiknas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar. h. Komponen Pendidikan Karakter 1. Pedoman Khusus Pengembangan Silabus Berbasis Kompetensi Sekolah Menengah Pertama. Aspek tarikh Islam Dalam Aspek ini menjelaska sejarah perkembbangan (peradaban) Islam yang bisa diambil anfaatnya untuk diterapkan di masa sekarang. Adapun materi pokok pendidikan Agama Islam dapat diklasifikasikan menjadi lima aspek kajian. “Kharax”. Lanjutan Pertama dan Menengah. Aspek keimanan atau aqidah Islam Dalam aspek ini menjelaskan berbagai konsep keimanan yang meliputi enam rukun iman dalam Islam.

Pendidikan Karakter Persfektif Islam. Diunduh 19 September 2012 30 Ki Hadjar Dewantara. yang dapat mewujudkan intelligible. 2011). Yang dinamakan „dasar‟ yaitu bekal hidup atau bakat anak yang berasal dari alam sebelum mereka lahir. PT Remaja Rosdakarya Offest.(http://waskitamandiribk. baik dalam lingkungan keluarga. ketabahan. Jiwa anak yang baru lahir diumpamakan sehelai kertas yang sudah ditulis dengan tulisan yang agak suram.com). Individu yang berkarakter baik adalah indifidu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggung jawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. h. kemampuan.com /education. Karakter ini dapat berubah akibat pengaruh lingkungan. atau perilaku dan kebiasaan yang baik. nama atau reputasi.22 kebiasaan. Adapun pendidikan karakter didefenisikan oleh Hornby dan Parnwell. yakni tabiat yang dipengaruhi oleh kematangan berpikir. sehingga tabiat yang tidak baik dapat tertutup dan tidak terlihat karena tidak tumbuh terus. Menurut Ki Hadjar Dewantara30 karakter itu terjadi karena perkembangan dasar yang telah terkena pengaruh ajar. potensi. kesukaan. (Yogyakarta: Leutika. 2012. 2009).29 Kualitas moral seseorang yang tercermin dari segala tingkah lakunya yang mengandung unsur keberanian. dan pola-pola pemikiran. . 11 28 Suryanto. serta sudah menjadi satu dengan kodrat kehidupan anak (biologis). (http://www.wordpress. kecenderungan. dan kesetiaan. kejujuran. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Transdisiplinaritas.php/208471). ketidaksukaan. Sementara kata „ajar‟ diartikan segala sifat pendidikan dan pengajaran mulai anak dalam kandungan ibu hingga akil baligh. masyarakat. Diunduh pada 19 Sepetember 2012.27 Menurut Suryanto28 karakter adalah cara berfikir dan berprilaku yang menjadi cirri khas tiap indifidu untuk hidup bekerjasama. 1972: 49) yang mengatakan karakter adalah kualitas mental atau moral. 29 Muhammad Yaumi. Urgensi Pendidikan Karakter. 201. Padahal pendidikan itu wajib dan harus cakap menebalkan dan menerangkan tulisan-tulisan yang suram mengenai tabiat-tabiat yang baik.bharatbhasha. bangsa dan Negara. hal ini sebagaimana dituturkan oleh Yaumi. Menuju Manusia Merdeka. Hermawan Kertajaya (2010: 3) mendefenisikan karakter adalah “Ciri 27 Abdul Majid. nilainilai. (Bandung. oleh karena itu perlu usaha membangun karakter dan menjaganya agar tidak terpengaruh oleh hal-hal yang menyesatkan dan menjerumuskan.

bahwa Pendidikan karakter adalah “sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.33Sedangkan secara terminologis. 1996: 27). (Bandung: CV Diponegoro. h. Sedang al-Ghazali mendefinisikan akhlak sebagai suatu sifat yang tetap pada jiwa yang daripadanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah. akhlak berarti keadaan gerak jiwa yang mendorong ke arah melakukan perbuatan dengan tidak menghajatkan pikiran. IV.” Defenisi lainnya diekmukakan oleh Fakry Gaffar yang dikutip oleh Dharma Kesuma: “Sebuah proses transformasi nilai-nilai kehidupan untuk ditumbuh kembangkan dalam kepribadian seseoran sehingga menjadi satu dalam perilaku kehidupan orang itu.” Dalam defenisi tersebut. dengan tidak membutuhkan kepada pikiran.cit. berujar. 1996). moral.. Inilah pendapat yang dikemukakan oleh Ibnu Maskawaih. bersikap.32 Untuk melengkapi pengertian tentang karakter ini akan dikemukakan juga pengertian akhlak.dkk. ada tiga ide pikiran penting. h. sehingga karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang universal 31 Abdul Majid. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa karakter identik dengan akhlak. Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. dan 3) menjadi satu dalam perilaku. dan etika. 27 32 . 11 34 Rachmat Djatnika. op.11 Dharma Kesuma. (Jakarta: PustakaPanjimas. Cet. Sistem Etika Islami (Akhlak Mulia). 2) ditumbuh kembangkan dalam keribadian. atau tabiat. yaitu: 1) proses transformasi nilai-nilai. dan merespons sesuatu. perangai. h. Etika Islam: Pembinaan Akhlaqulkarimah (Suatu Pengantar).31 Selain Hornby dan Parnwell Ratna Megawangi juga Pendapat yang dikutip oleh Dharma Kesuma dkk. Kata akhlak berasal dari bahasa Arab “alakhlaq” yang merupakan bentuk jamak dari kata “al-khuluq” yang berarti budi pekerti.23 khas” yang dimiliki oleh suatu benda atau indifidu. 1998). tingkah laku.5 33 Hamzah Ya‟qub. sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungannya. Ciri khas tersebut adalah “asli” dan mengakar pada kepribadian benda atau indifidu tersebut dan merupakan „mesin‟ pendorong bagaimana seorang bertindak. 2011). h.34 (Rahmat Djatnika.

. kerjasama. 10) integritas (integrity). pertualangan tanpa peta. Indonesia Heritage Foundation35 merumuskan Sembilan karakter dasar yang menjadi tujuan pendidikan dalam pembentukan karakter. maupun dengan lingkungannya. 7) ketulusan (honesty). dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama. 7) keadilan dan kepemimpinan. budaya. dengan sesama manusia. kerja keras. 9) tekun (dilegence). tata karma. Ruang lingkup pendidikan karakter berupa nilai-nilaai dasar etika dan bentuk-bentuk karakter yang positif. Sedangkan 30 pakar pendidikan karakter dunia melalui deklarai Alpen merekomendasikan 35 enam karakter utama. 9) toleransi.24 yang meliputi seluruh aktivitas manusia. 8) baik dan rendah hati. 5) peduli (caring). disiplin. pantang menyerah. perasaan. dengan dirinya. Ruang Lingkup Pendidikan Karakter Pengembangan pendidikan karakter harus memiliki peruntukkan yang jelas dalam usaha membangun moral dan karakter anak bangsa melalui kegiatan pendidikan. 8) berani (courage). peduli. perkataan. selanjutnya menuntut kejelasan identifikai karakter sebagai perwujudan perilaku bermoral. Sampai saat ini IHF telah membangun lebih dari 300 sekolah taman kanak-kanak alternative dengan nama Semai Benih Bangsa yang menerapkan model pendidikan holistic berbasis karakter di berbagai daerah tanah air. cinta damai dan persatuan. yaitu yang dapat dipercaya Indonesia Heritage Foundation adalahh sebuah yayasan yang mempunyai visi membangun bangsa berkarakter. 5) kasing sayang. 3) tanggung jawab (responsibility). 4) hormat dan santun. 2) tanggung jawab. dan mandiri. sikap. 6) kewarganegaraan (citizenship). kreatif. Pendidikan karakter tanpa identifikasi karakter hanya akan menjadi sebuah perjalanan tanpa akhir. 6) percaya diri. baik dalam rangka berhubungan dengan Tuhannya. dan adat istiadat. yaitu: 1) cinta kepada Allah dan semesta beserta isinya. 2. yang terwujud dalam pikiran. 4) jujur (fairness). 3) jujur. hukum. Sementara Character Counts mengidentifikasi bahwa karakter-karakter yang menjadi pilar pengembangannya dalam pendidikan adalah: 1) dapat dipercaya (trustwortthiness). 2) rasa hormat dan perhatian (respecftable).

9 . h. dan warga Negara yang baik (good citizen). Budaya sekolah/madrasah tersebut di mata masyarakat luas. Rasulullah Muhammad Saw. bertanggung jawab (responsibility). Dalam sejarah Islam. kebiasaan sehari-hari. Tujuan Pendidikan Karakter Tujuan yang paling mendasar dari pendidikan adalah untuk membuat seseorang menjadi good and smart. yaitu nilai-nilai yang melandasi perilaku. h.cit.37 Adapun tujuan pendidikan karakter adalah untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan yang mengarah pada pembentukkan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh. yang meliputi sifat jujur (honest) dan integritas (integriti). Sifat-sifat da nama-nama mulia Tuhan inilah sumber inspirasi setiap karakter posisitif yang dapat di teladani dari nama36 Chararter Counts. Six Pillars dalam http://charactercounts.html diakses pada 03 juli 2012 37 Abdul dan Dian.org/sixpillar.. Pendidikan karakter pada tingkat satuan pendidikan mengarah pada pembentukan budaya sekolah/madrasah. Manajemen Pendidikan Karakter. mengkaji dan menginternalisasikan serta mempersonalisasikan nilai-nilai karakter dan akhak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.38 Kemudian Ary Ginanjar Agustian dengan teori ESQ menyodorkan pemikiran bahwa setiap karakter positif sesungguhnya akan merujuk kepada sifatsifat mulia Allah. 2011). sesuai dengan standar kompetensi lulusan pada setiap satuan pendidikan. (Jakarta: Sinar Grafika Offest. dan seimbang. kasih sayang (caring).Mulyasa. dan masyarakat sekitarnya. serta simbol-simbol yag dipraktikkan oleh semua warga sekolah/madrasah. adil (fair). 30 38 E. tradisi. yaitu alAsma al-Husna.36 3. terpadu. op. juga mengaskan bahwa misi utamanya dalam mendidik manusia adalah untuk mengupayakan pembentukkan karakter yang baik (good character).25 (trustworthy). Melalui pendidikan karakter peserta didik diharapkan mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannnya. memperlakukan orang lain dengan hormat (resfect). sang Nabi terakhir dalam ajaran Islam.

pengembangan diri. mengandung makna bahwa proses pengembangan nilai nilaibudaya dan karakter bangsa merupakan sebuah proses panjang.26 nama Allah itu beliau merangkum 7 karakter dasar yaitu: jujur. 2007). pengembangan diri. . dimulai dari awal peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan. guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melalui semua mata pelajaran. Oleh karena itu. dan budaya sekolah. pengembangan budaya dan karakter bangsa tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran.40 b.Silabus dan Rencana Program Pembelajaran (RPP) yang sudah ada. h. mensyaratkan bahwa proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsadilakukan melalui setiap mata pelajaran. peduli dan kerjasama. adil. disiplin. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spritual. 90 40 Pengembangan Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa Pedoman Sekolah Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian Dan Pengembangan Pusat Kurikulum Jakarta.39 4. Pendidikanbudaya dan karakter bangsa di SMA adalah kelanjutan dari proses yang telah terjadi selama 9 tahun. Sejatinya. Berikut prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. 2010. dan dalam setiap kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. dan budaya sekolah. a. Gambar 1 berikut ini memperlihatkan pengembangan nilai-nilai melalui jalur-jalur itu: 39 Ary Ginanjar Agustian. Berkelanjutan. Prinsip Pendidikan Karakter Pada prinsipnya. tanggung jawab. (Jakarta: Arga. visioner. proses tersebut dimulai dari kelas 1 SD atau tahun pertama dan berlangsung paling tidak sampai kelas 9 atau kelas akhir SMP.

c . IPS. IPA. nilainilai itu tidak dijadikan pokok bahasan yang dikemukakan seperti halnya ketika mengajarkan suatu konsep. PKn. teori. pendidikan . digambarkan sebagai berikut ini. mengandung makna bahwa materinilai budaya dan karakter bangsa bukanlah bahan ajar biasa. artinya. prosedur. Pengembangan Nilai Budaya dan Karakter Bangsa melalui Setiap Mata Pelajaran. matematika. Pengembangan Nilai-nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangs Pengembangan nilai budaya dan karakter bangsa melalui berbagai mata pelajaran yang telah ditetapkan dalam Standar Isi (SI). bahasa Indonesia. ataupun fakta seperti dalam mata pelajaran agama.Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan.27 Mata Pelajaran Nilai Pengembangan Diri Budaya Sekolah Gambar 1. MP 1 MP 2 MP 3 NIlai MP 4 MP 5 MP 6 MP N Gambar 2.

Karakter itu tidak dapat dikembangkan secara cepat dan segera (instant). Hal ini dilakukan tanpa guru mengatakan kepada peserta didik bahwa mereka harus aktif. tetapi harus melewati suatu proses yang panjang. prinsip ini menyatakan bahwa proses pendidikan nilai budaya dan karakterbangsa dilakukan oleh peserta didik bukan oleh guru. fakta. Guru menerapkanprinsip ”tut wuri handayani” dalam setiap perilaku yang ditunjukkan pesertadidik. tetapi menggunakan materi pokok bahasan itu untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Materipelajaran biasa digunakan sebagai bahan atau media untukmengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. seni. . Juga. Diawali dengan perkenalan terhadap pengertian nilai yang dikembangkanmaka guru menuntun peserta didik agar secara aktif. atau nilai. Proses pendidikan dilakukan peserta didik secara aktif dan menyenangkan. mencari sumber informasi. dan sistematis. dan tugas-tugas di luar sekolah.28 jasmani dan kesehatan. tapi guru merencanakan kegiatan belajar yang menyebabkan peserta didik aktif merumuskan pertanyaan. guru tidak harus mengembangkan proses belajar khusus untuk mengembangkan nilai. Oleh karena itu. dan mengumpulkan informasi dari sumber. pendidikan dilakukan Prinsip ini dalamsuasana juga menyatakan belajar yang bahwa menimbulkan proses rasa senang dan tidak indoktrinatif. dan ketrampilan. sekolah. Berdasarkan persfektif yang berkembang dalam sejarah pemikiran manusia. menyajikan hasil rekonstruksi atau proses pengembangan nilai.41 d. 41 Pengembangan Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa Pedoman Sekolah Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian Dan Pengembangan Pusat Kurikulum Jakarta. dan psikomotor. guru tidak perlu mengubah pokok bahasan yang sudah ada. Suatu hal yang selalu harus diingat bahwa satu aktivitas belajar dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif. mengolah informasi yang sudah dimiliki. afektif. merekonstruksi data. menumbuhkan nilai-nilai budaya dan karakter pada diri mereka melalui berbagai kegiatan belajar yang terjadi di kelas. cermat. 2010.

Tahap pemahaman dan penelaran terhadap nilai. c. merekomendasikan 11 prisnsip untuk mewujudkan pendidikan karakter yang efektif.. h. Memfungsikan keluarga dan anggota masyarakat sebagai mitra dalam usaha membangun karakter. membangun karakter mereka. dan efektif. c.42 Character Education Quality Standards. Memfungsikan seluruh staf sekolah sebagai komunitas moral yang berbagi tanggung jawab untuk pendidikan karakter dan setia kepada nilai dasar yang sama. dan manifestasi karakter positif dalam kehidupan siswa.cit. sebegai berikut: a. sikap. h. h. k. Mengusahakan tumbuhnya motivasi diri dari para siswa. berdasarkan peimikiran psikolog kohlberg (1992) dan ahli pendidikan dasar Marlene Lockheed (1990). f. Memiliki cakupan terhadap kurikulum yang bermakna dan menantang yang menghargai semua siswa. Tahap penerapan berbagai perilaku dan tindakkan siswa dalam kenyataan sehari-hari. Menciptakan komunitas sekolah yang memiliki kepedulian. perilaku. 108 Ibid. Mengevaluasi karakter sekolah. d. Mempromosikan nilai-nilai dasar dan etika sebagai basis karakter b. fungsi staf sekolah sebagai guru guru karakter. karakter siswa. dan perilaku. terdapat empat tahap pendidikan karakter yang perlu dilakukan.29 pendidikan karakter harus dilakukan berdasarkan tahap-tahap perkembangan sejak usia dini sampai dewasa. e. untuk membangun karakter. i. Mengidentifikasi karakter secara komperhensip supaya mencakup pemikiran. Adanya pembagian kepemimpinan moral dan dukungan luas dalam membangun inisiatif penididikan karakter. Setidaknya. proaktif. yaitu: 42 Abduldan Dian.. dan membantu mereka untuk sukses. Tahap pembiasaan sebagai awal perkembangan karakter anak. op. perasaan. Menggunakan pendekatan yang tajam. j. b. Tahap pemakmanaan suatu tahap refleksi dari para siswa melalui penilaian terhadap seluruh sikap dan perilaku yang telah mereka fahami dan lakukan dan bagaimana dampak dan kemanfaatannya dalam kehidupan baik bagi dirinya maupun orang lain. 109 43 . d. g. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan perilaku yang baik.43 Dalam pandangan Islam Rasulullah adalah figur keteladanan yang dapat dijadikan pelajaran oleh tenaga pengajar dalam menanamkan rasa keimanan dan akhlak terhadap anak. yaitu: a.

Analogi langsun seperti pada contoh perumpamaan orang beriman dengan pohon kurma. mengajukan lima metode pendidikan karakter (dalam penerapan lembaga di lembaga sekolah). Mengajarkan. yaitu: Pertama. keutamaan (bila dilaksanakan).. Metode Pendidikan Karakter Doni A. Guru adalah yang digugu dan 44 Ibid. sebagaimana yang dikutip oleh Bambang Q-Anees dan Adang Hambali.44 5. Mengajarkan nilai memiliki dua faedah. masyarakat dan lain sebagainya. Misalnya. Repetisi senantiasa melakukan tiga kai pengulangan pada kaimat-kalimay supaya dapat diingat dan dihafal. Guru harus terlebih dahulu memiliki karakter yang hendak diajarkan. Berbaur dengan anak-anak.30 a.. dan masalahnya (bila tidak dilaksanakan). Menumbuhkan kreatifitas anak. langsung pada inti pmebicaraan tanpa ada kata yang memalingkan dari ucapannya. sehingga dapat memberikan motifasi hasrat ingin tahu. h. Fokus: ucapannya ringkas. dengan cara mengajukan pertanyaan. kemudian mendapat jawaban dari anak yang dapat diajak bicara. Kedua. kedua menjadi pembanding atas pengetahuan yang telah dimiliki oleh peserta didik. d. Mengajarkan karakter berarti memberikan pemahaman pada peserta didik tentanf struktur nilai tertentu. sehingga mudah dipahami. tidak ekslusif/ terpisah seperti makan bersama mereka.setelah Mahdzurah menjalani pelatihan adzan dengan sempurna yang kita sebut dengan ad-Daurah at-tarbiyah. g. Keteladanan menempati posisi yang sangat penting. dan mengasah otak untuk menggerakkan potensi pemikiran atau timbul kesadaran untuk merenung terus belajar tanpa dihinggapi perasaan jemu. yaitu: kognitif. pertama memberikan pengertian konseptual baru. berjuang ersama mereka. Pembicaraanya tidak terlalu cepat sehingga dapat memberikan waktu cukup kepada anak untuk menguasainya. Karena itu. i. Memperhatikan tiga tujuan moral. Koesoema. Aplikatif: Rasulullah langsung memberikan pekerjaan kepada anak yang berbakat. e. f. h. maka proses “mengajarkan” tidaklah menolong. memuji dan mencela. c. Memperhatikan pertumubuhan dan perkembangan anak (aspek psikologis ilmu/ ilmu jiwa). Pemahaman konseptual telah dibutuhkan sebagai bekal konsep-konsep nilai yang kemudian menjadi rujukan bagi perwujudan karakter terterntu. 111 . b. Keteladanan. Manusia lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat. melainkan melibatkan peran peserta didik. emosional dan kinetik.

Keempat. kedua. Oleh karena itu. pendidikan karakter membutuhkan lingkungan pendidikan yang utuh. karib kerabat. Pertama. Penentuan prioritas yang jelas harus ditentukan agar proses evaluasi atas berhasil tidaknya pendidikan karakter dapat menjadi jelas. Keteladanan tidak hanya bersumber dari guru. semua pribadi yang terlibat dalam lembaga pendidikan harus memahami secara jernih apa nilai yang ingin ditekankan dalam lembaga pendidikan karakter. Ketiga. lembaga pendidikan memiliki beberapa kewajiban. Pendidikan karakter menghimpun kumpulan nilai yang dianggap penting bagi pelaksanaan dan realisasi visi lembaga. menentukan tuntutan standar yang akan ditawarkan pada peserta didik. Pada titik ini. dan siapa pun yang sering berhubungan dengan peserta didik. melainkan juga dari seluruh manusia yang ada di lembaga pendidikan tersebut. Menentukan prioritas. Lembaga pendidikan harus mampu membuat verifikasi sejauh mana prioritas yang telah ditentukan telah dapat direalisasikan dalam lingkup pendidikan melalui berbagai unsur yang ada dalam lembaga pendidikan itu. sebuah pepatah kuno memberi peringatan pada para guru bahwa peserta didik akan meniru karakter negatif secara lebih ekstrem ketimbang gurunya. Apa yang telah dialami masih tetap terpisah dengan kesadaran diri sejauh ia belum dikaitkan.31 ditiru. murid kencing berlari”. dipantulkan dengan isi kesadaran seseorang. Unsur lain yang sangat penting setelah penentuan prioritas karakter adalah bukti dilaksanakannya prioritas karakter tersebut. saling mengajarkan karakter. Praksis prioritas. peserta didik akan meniru apa yang dilakukan gurunya ketimbang yang dilaksanakan sang guru. dan masyarakat. ketiga. Refleksi. “guru kencing berdiri. Kelima. Bahkan. jika lembaga ingin menetapkan perilaku standar yang menjadi ciri khas lembaga maka karakter standar itu harus dipahami oleh anak didik. Tanpa prioritas. Refleksi berarti dipantulkan ke dalam diri. Juga bersumber dari orang tua. pendidikan karakter tidak dapat terfokus dan karenanya tidak dapat dinilai berhasil atau tidak berhasil. orang tua. Refleksi dapat juga disebut .

karena peserta didik hidup tak terpisahkan dalam lingkungannya dan bertindak sesuai dengan kaidah kaidah budayanya. desa) berkembang ke lingkungan yang lebih luas yaitu budaya nasional bangsa dan budaya universal yang dianut oleh umat manusia. RW. cara bertindak. RT. Selain menjadi orang asing yang kebih mengkhawatirkan adalah dia menjadi orang yang tidak menyukai budayanya. Apabila peserta didik menjadi asing dari budaya terdekat maka dia tidak mengenal dengan baik budaya bangsa dan tidak mengenal dirinya sebagai anggota budaya bangsa. Dengan demikian. dan cara menyelesaikan masalah sesuai dengan norma 45 Doni. Pada titik kulminasinya. Pendidikan yang tidak dilandasi oleh prinsip itu akan menyebabkan peserta didik tercabut dari akar budayanya.32 sebagai proses bercermin. semakin kuat pula kecenderungan untuk tumbuh dan berkembang menjadi warga negara yang baik. Kecenderungan itu terjadi karena tidak memiliki norma dan nilai budaya nasionalnya yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan pertimbangan (valueing). cara bberpikir. h. Usaha sadar itu tidak boleh dilepaskan dari lingkungan peserta didik berada. maka mereka tidak akan mengenal budanya dengan baik sehingga ia menjadi orang “asing” dalam lingkungan budayanya. mematut-matutkan diri pada peristiwa/konsep yang telah teralami.cit.. peserta didik akan menjadi warga negara Indonesia yang memiliki wawasan.45 6. 212-217. Semakin kuat seseorang memiliki dasar pertimbangan. yang menyebabkan peserta didik tumbuh dan berkembang. terutama dari lingkungan budayanya. op. dia sangat rentan terhadap pengaruh budaya luar bahkan cenderung untuk menerima budaya luar tanpa proses pertimbangan (valueing). Ketika hal ini terjadi. . dimulai dari budaya di lingkungan terdekat (kampung. Budaya. norma dan nilai budaya secara kolektif pada tingkat makro dan menjadi norma dan nilai budaya bangsa. Dalam situasi demikian. Landasan Pedagogis Pendidikan karakter Pendidikan adalah suatu upaya sadar untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal.

Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. Oleh karena itu. pendapat.46 7.33 dan nilai ciri ke Indonesiaannya. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuhpada berbagai ketentuan dan peraturan. tindakan. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.suku.5 . dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. 3. “mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. dan pekerjaan. Deskripsi beguna sebagai batasan atau tolok ukur ketercapain pelaksanaan nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah. aturan dasar mengatur pendidikan nasional (UUD 1945 dan UU Sisdiknas) sudah memberikan landasanyang kokoh untuk mengembangkan keseluruhan potensi diri sesorang sebagai anggota masyarakat bangsa. adapun 18 nilai-nilai pendidikan karakter didiskripsikan adalah sebagai berikut: No Nilai 1. sikap. (Jakarta: 2010). toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinyasebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. 2. etnis. H. Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. Hal ini sesuai dengan fungsi utama pendidikan yang diamanatkan dalam UU Sisdiknas. 4. Nilai-nilai Pendidikan Karakter Nilai-nilai pendidikan karakter perlu dijabarkan sehingga diperoleh deskripsinya. 46 Kementerian Pendidikan Nasioanal dan Pengembangan Pusat Pendidikan.

34 5. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. perkataan. budaya. 11. bersikap. serta menyelesaikan tugas dengan sebaikbaiknya. 14. dan bekerja sama dengan orang lain. kepedulian. 12. dan yang sesuatu mengakui. lingkungan fisik. dilihat. 13. 10. Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untukmengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan caraatau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. dan berbuat yang menunjukkankesetiaan. sosial. . dan bertindak yang menilai samahak dan kewajiban dirinya dan orang lain. 8. dan didengar. 9. Demokratis Cara berfikir. dan tindakan yang menyebabkan oranglain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.bergaul. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh- sungguhdalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas. Cinta Tanah Air Cara berfikir. Cinta Damai Sikap. bertindak. 7. Mengahargai Prestasi Sikap dan tindakan untukmenghasilkan masyarakat. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. ekonomi. Semangat Kebangsaan Cara berpikir. Bersahabat Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara. 6. mendorong yang serta berguna dirinya bagi menghormati keberhasilan orang lain. bersikap. dan berwawasan yangmenempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. dan politik bangsa.

terhadap diri sendiri.. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagaibacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. op. sosial dan budaya).74 . 16. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuanpada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. lingkungan (alam. dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.cit. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan mencegahkerusakan pada yang selalu lingkungan berupaya alam di sekitarnya.47 47 Zubaedi. masyarakat. h. 17. Tanggung Jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya.35 15. yang seharusnya dia lakukan. 18.

Hasil Penelitian yang Relevan Hasil penelitian yang relevan adalah kajian atau reviewdari laporan hasilhasil penelitian yang terdahulu yang sesuai dengan masalah atau tema pokok yang diajukan peneliti. Hal ini diperlukan agar tidak terjadipeniruan. induk 7641 PAI t dan skripsi tersebut ditulis Neneng Sri Suryanti. Kajian penelitian relevan sangat penting karena dapat membantu penulis. 1. Sedangkan kekurangan dari penelitian ini adalah konsep tidak dijelaskan secara mendetail. Sedangkan kekurangan dari penelitian ini adalah implementasi pendidikan karakter kurang difokuskan dan gradual/ cakupannya luas. 3. induk 7400 PAI. 2. dengan No. . Konsep pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam Skripsi ini berada di perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. t. dengan No. Adapun skripsi tersebut ditulis oleh Muhammad Nur Hidayat. Adapun skripsi tersebut ditulis oleh Rumiyati. Skripsi ini berada di perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan Islam Skripsi ini berada di perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kelebihan dari skripsi ini adalah jenis penelitia yang menitik beratkan pada tinjauan psikologis. Dan analisisnya juga tidak fokus pada rumusan masalah. Kelebihan dari skripsi ini adalah jenis penelitian kualitatif yang menitik beratkan pada tinjauan psikologis. Adapun kekurangan yang lain adalah judul skripsi terlalu luas apalagi konsep pendidikan karakter luas bila dijelaskan tanpa fokus dan jauh dari rumusan masalah. pendidikan Islam yang difokuskan pada kajian teori terlalu melebar. Adapun kajian penelitian yag akan dibahas adalah penelitian yang ada di UIN Syarif Hidayatullah. dengan No. hal ini terlihat dengan halaman analisis hanya satu lembar dari 93 halaman. konsep sangat penting dijelaskan bagian dari judul skripsi ini yag seharusnya menjadi fokus dari skripsi tersebut. Bagi penulis.36 B. Hubungan antara pendidikan akhlak dalam pembentukan karakter siswa di SMK al-Hidayah Cinere-Depok. Tapi kelebihannya ini adalah penelitan kualitatif dengan menitik beratkan pada mata pelajaran pendidikan Islam. Selain itu. induk 7079 PAI t.

Selain itu. Kelebihan dari skripsi ini adalah jenis penelitianlapangan yang menitik beratkan pada tinjauan psikologis. Dan analisisnya juga tidak fokus pada rumusan masalah. Adapun skripsi tersebut ditulis oleh Nurul Fauziyah. . Kelebihan dari skripsi ini adalah jenis penelitian kualitatif yang menitik beratkan pada pembelajaran akidah akhlak. Sedangkan kekurangan dari penelitian ini adalah deskripsi data kurang lengkap terutama tidak ada uji normalitas dan reabilitas. Sedangkan kekurangan dari penelitian ini adalah komunikasi sekelompok dalam pembentukan karakter kurang detail. pendidikan akhlak yang difokuskan pada kajian teori terlalu meluas.37 Kelebihan dari skripsi ini adalah jenis penelitian yang menitikberatkan pada bagaimana hubungan pendidikan akhlak dapat membentuk karakter siswa. induk 2427KPI d. Skripsi ini berada di perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. dengan No. 5. 4. Selain itu analisisnya juga tidak fokus pada rumusan masalah. Komunikasi sekelompok dalam membentuk karakter anak pada kelas Free School di Harapan Ibu. induk 7850 PAI t dan ditulis oleh Mar‟atuj Zakiyah. Sedangkan kekurangan dari penelitian ini adalah pembentukan pendidikan karakter pada kajian teori terlalu meluas. Skripsi ini berada di perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. dengan No. Pembentukan Karakter melalui pembelajaran akidah akhlak (Studi di SMP alFajar Kedaung). Jenis penelitian ini yakni kuantitatif dengan hasil pembentukan karakter siswa sedang atau ada korelasi antara pendidikan akhlak dengan pembentukan karakter siswa.

Wawancara dengan kepala sekolah. Ibnu Taimia IV Komplek Dosen UIN Jakarta.1 Waktu dan Kegiatan Waktu Keterangan Kegiatan Observasi tentang sekolah: keadaaan September 2012 guru dan siswa. 2. Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2012 hingga selesai pada semeter ganjil tahun ajaran 2012. Tempat Penelitian Dalam usaha untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini. Oktober 2012 guru dan siswa.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. sarana dan prasarana sekolah. Tabel 3. November-Januari 2012 Penyelesaian penulisan laporan/skripsi 38 . Tempat dan Waktu Penelitian 1. Penulis melakukan penelitian secara langsung di Madrasah Pembangunan UIN Jakarta yang berlokasi di Jl.

Prof. Pada awal tahun 1972.39 B. Panitia Pembangunan Gedung Madrasah Komprehensif dibentuk oleh Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. dimulai pembangunan gedung madrasah yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Agama RI pada masa itu.Tahun 1974. 1 Panduan Peserta Didik. Tugas tim ini di antaranya adalah menyiapkan Madrasah Pembangunan sebagai 'madrasah laboratorium' Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. yaitu Prof. pertama kali Madrasah Pembangunan membuka tingkat Ibtidaiyah. Bulan Juli 1991. bekerja sama dengan Yayasan Al Hidayah sebagai penyedia lahan. Madrasah Pembanunan UIN Jakarta. dibuka kelas jauh tingkat Ibtidaiyah di Pamulang. Toha Yahya Omar (alm). Tanggal 17 November 1973. Kelas II: 8 orang. sejak awal September 1974 pembinaan Madrasah Pembangunan dilaksanakan oleh Tim Pembinaan yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Tarbiyah. Mukti Ali dan Rektor IAIN Syarif Hidayatullah.M. bertepatan dengan Lustrum III IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. .Sesuai dengan keputusan Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada awal tahun 1977. Madrasah Pembangunan membuka tingkat Tsanawiyah. H. Permulaan kegiatan belajar mengajar dimulai pada tanggal 7 Januari 1974. gedung madrasah diserahterimakan dari Pimpinan Bagian Proyek Pembinaan Bantuan Untuk Madrasah Swasta Pemda DKI Jakarta kepada IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. H. Jumlah muridnya baru 58 orang. Bulan Juni 1972. Setting atau Latar Penelitian 1. Tahun Pelajaran 2012-201. dan Kelas III: 7 orang.A.1 1 h. terdiri dari Kelas I: 43 orang. Sejarah Madrasah Pembangunan UIN Jakarta Madrasah Pembangunan lahir berawal dari keinginan tokoh-tokoh di Departemen Agama dan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan adanya pendidikan Islam yang representatif. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai "Hari Kelahiran" Madrasah Pembangunan. Siswa angkatan pertama berjumlah 19 orang.

Madrasah Pembanunan UIN Jakarta. Bahasa Indonesia. wewenang pembinaan dan pengelolaan Madrasah Pembangunan dilipahkan kepada Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta.Tahun Pelajaran 1991/1992 Madrasah Pembangunan membuka tingkat Aliyah. Siswa yang diterima pertama kali sebanyak 32 orang terdiri dari 10 laki-laki dan 22 perempuan. berkenaan dengan kebijakan pemerintah dalam hal pendidikan (khususnya Madrasah Aliyah). Madrasah Pembangunan ditetapkan sebagai Madrasah Pilot Proyek Percontohan oleh Departemen Agama RI melalui Surat Keputusan Dirjen Bimas Islam Depag RI Nomor: Kep/D/03/1978. akhir tahun 2009 Madrasah Aliyah Pembangunan UIN Jakarta telah diakreditasi dengan hasil grade A kategori Sangat Memuaskan. Empat modul bidang studi Alquran Hadits. Tahun Pelajaran 2012-201. kemudian diselenggarakan kegiatan penataran penulisan modul dan uji coba pembelajaran dengan sistem modul.40 Pada tahun 1978. Bahasa Arab. Seiring dengan perubahan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Pengembanan sebagai 'madrasah laboratorium' dilaksanakan bersama-sama dengan Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. dan Matematika telah diujicobakan sampai dengan tahun 1985. Madrasah Pembangunan UIN Jakarta kembali membuka tingkat Aliyan. Mulai tahun 1988. Berdasarkan keputusan tersebut. berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor: 06 Tahun 2008. Setelah tiga tahun berjalan. setelah empat tahun berjalan. sejak tahun 2002 Madrasah Pembangunan IAIN Jakarta mengikuti perubahan nama menjadi Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. sebanyak 31 orang siswa terakhir lulus dari MA Pembangunan IAIN Jakarta. 2 Panduan Peserta Didik. pada Tahun Pelajaran 1995/1996 MA Pembangunan tidak menerima pendaftaran siswa baru lagi. Jumlah siswa pertama yang diterima adalah 47 siswa terbagi dalam 2 rombongan belajar.Tahun Pelajaran 2006/2007 atas dorongan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan banyaknya permintaan masyarakat. .2 2 h. Tahun 1996/1997.

Visi Menjadi lembaga pendidikan dasar dan menengah yang unggul dan terkemuka dalam pembinaan keislaman. 4) Melakukan pembinaan tenaga pendidik sebagai tenaga professional yang menguasai aspek keilmuan.09. 3) Melakukan inovasi kurikulum dengan aksentuasi pada pembinaan keislaman. keterampilan mengajar. 5) Melakukan pembinaan tenaga kependidikan yang profesional. dengan mengapresiasi potensi peserta didik serta perkembangan era global. 6) Mengupayakan tersedianya sarana prasarana dan fasilitas belajar mengajar yang dapat memberikan kesempatan kepada para peserta 3 Panduan peserta didik Tahun pelajaran 2012-2013 (Jakarta: Madrasah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah. 2) Melakukan pembinaan kesehatan fisik sehingga terbentuk keseimbangan antara kekuatan keilmuan dengan perkembangan jasmani peserta didik serta dapat melahirkan lulusan yang cerdas. kuat dan sehat. etos kerja yang tinggi.005/2081/2008. sains dan teknologi serta apresiatif terhadap kecenderungan globalisasi dengan tetap berpijak pada kepribadian Indonesia.3 2. 2012).4/4/5/HK. h. serta kepribadaian yang Islami. b. QSC: 00863 untuk pelayanan pendidikan pada seluruh satuan pendidikan (MI. keilmuan dan keindonesiaan. Profil Madrasah Pembangunan UIN Jakarta a.41 Tahun 2008 Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah Pembangunan UIN Jakarta ditetapkan sebagai Madrasah Standar Nasional oleh Kanwil Departemen Agama Provinsi DKI Jakarta dengan nomor: Kw. 1 . MTs dan MA). Pada aspek manajemen Madarsah Pembangunan UIN Jakarta Mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu (SMM) dan telah memperoleh Sertifikat ISO 9001 : 2008 No. Sebagai langkah awal. yang menguasai bidang ilmu yang mendukung tugasnya. Misi 1) Menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang akan melahirkan lulusan beriman dan bertaqwa serta memiliki kemampuan kompetitif dan keunggulan komparatif. kepribadian pedagogis serta komunikasi global yang dijiwai akhlak mulia. pada tahun pelajaran 2010/2011 telah dimulai rintisan bilingual program secara intens dievaluasi dan disempurnakan.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara-cara antara lain: membaca do'a dan ayat-ayat suci Alquran pada awal jam pelajaran pertama..mpuin-jkt. Dengan demikian. maka diadakan kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah penyalurannya. Tuhan Yang Mahaesa). jurnalistik. Dengan penerapan dua kurikulum yang dikombinasi dan dimodifikasi itulah diharapkan lulusan MP UIN Jakarta akan mendapatkan ilmu pengetahuan umum yang berimbang dengan keimanan dan ketaqwaan (menguasai ilmu pengetahuan yang luas sekaligus dekat kepada Allah SWT.id/content/view/134/128/ 5 . siswa MP UIN Jakarta akan mendapatkan porsi pendidikan agama seperti siswa madrasah (Depag) dan mendapatkan pelajaran umum seperti siswa sekolah umum (Depdiknas).Program penanaman dan pemantapan nilai-nilai keagamaan sejak dini kepada siswa senantiasa terus ditingkatkan. shalat berjama'ah. Siswa diberi kebebasan untuk memilih dan mengikuti sedikitnya satu dari sekian banyak kegiatan ekstrakurikuler. seni.42 didik untuk dapat mengikuti kegiatan belajar seluas-luasnya. sehingga madrasah benar-benar berfungsi sebagai pusat pembelajaran. Keterampilan mengoperasikan komputer. shalat Dhuha. kepemimpinan. 4 http://www. Kurikulum Madrasah Pembangunan UIN Jakarta Kurikulum Madrasah Pembangunan UIN Jakarta adalah Kurikulum Departemen Agama yang dipadukan dengan Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional dan dioleh sesuai dengan visi dan misi Madrasah Pembangunan UIN Jakarta.sch. Dalam rangka pengembangan bakat dan minat serta mempersiapkan siswa dalam menghadapi perkemabangan zaman yang santer dengan arus globalisasi. olah raga. Diharapkan anak akan terbiasa dan terlatih untuk melaksanakan ibadah sehingga ibadah tidak lagi menjadi beban. tetapi akan menjadi satu kebutuhan. 7) Melakukan pembinaan kemandirian dan team work melalui berbagai aktifitas belajar baik intra maupun ekstrakurikuler. dan kegiatan positif lain yang dapat dijadikan bekal dalam jenjang selanjutnya menjadi target terselenggaranya kegiatan ekstrakurikuler.4 3.5 4 Ibid. h. penelitian. dan praktek-praktek ibadah lainnya. sosial kemasyarakatan.

h. Ilmu Pengetahuan Alam 4 6 6 6 8. Penjaskes 2 2 2 2 11.43 Sruktur Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Pembangunan UIN Jakarta6 Jam Tatap Muka Kelas VII No Komponen Depag A Mata Pelajaran 1. Bahasa Arab 2 3 3 3 5. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4 4 9. Muatan Lokal 6 Panduan Peserta Didik. Fiqih 2 2 2 d. Pendidikan Agama Islam MP Kelas VIII Depag MP Kelas IX Depag MP 8 a.. Aqidah Akhlak 1 1 1 c. Komputer 2 2 2 * PKLJ 2 1 1 1 Pengembangan Diri 2*) 3*) 3*) 3*) 40 41 41 41 B.27 . Kewarnegaraan 2 1 1 1 3. Sejarah Keb. Bahasa Inggris 4 4 4 4 6. Pend. Matematika 4 6 6 6 7. Quran Hadits 2 2 2 b. Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4. Seni Budaya 2 1 1 1 10. C. Islam 2 2 2 2.

Pertama. menyeleksi.8 Metode deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya. 11. 2009).1 7 Iskandar. h. dengan metode deskriptif. mengumpulkan. h. 8 .44 C. dan menganalisis data yang tersedia di lapangan. “Penelitian ini bertujuan untuk mengembangangkan metode kerja yang paling efesien.. yaitu menggambarkan secara sistematis fakta dan karakeristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat. Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama.. 54. laporan terinci dari pandangan responden. (Jakarta: GP Press. Metodologi Penelitian Kualitatif. maknanya peneliti mengadakan telaah secara mendalam tentang suatu kasus. 9 Ibid. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. metode deskriptif sangat berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan bidang pendidikan maupun tingkah laku manusia. Meotode deskriptif juga banyak dilakukan oleh para peneliti karena dua alasan.7 “Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemhaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. dari pengalaman empiris didapat bahwa sebagian besar laporan penelitian dilakukan dalam bentuk deskriptif. meneliti kata-kata. Kedua. peneliti membuat suatu gambaran komplit. kesimpulan hanya berlaku atau terbatas pada kasus tertentu saja”. dan melakukan studi pada situasi yang alami”. melalui: Gambar 3. h.9 D. Pada pendekatan ini. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. Ibid. 157. Prosedur Pengumpulan Data dan Pengolahan Data Studi lapangan yaitu dengan melakukan penelistian langsung di lapangan pada obyek yang diteliti.

229 .10 “Teknik ini memungkinkan peneliti menarik kesimpulan ihwal makna dan sudut pandang responden. II. Dan ketiga. (Jakarta: PT Asdi Mahasatya. Lewat observasi ini. h.12 Adapun peneliti melakukan observasi dan wawancara terhadap 7 aspek karakter yakni sebagai berikut: 10 11 Amirul Hadi dan Haryono. op. Sedangkan kelemahan dari cara observasi ini adalah a) Dalam kondisi tertentu b) Observasi memerlukan biaya yang sangat besar c) Sulit dijangkau d) Serta bergantung pada tempat dan lokasi. peristiwa. kejadian. h. Chaedar Alwasilah.cit. atau proses yang diamati. 94.11 Keuntungan cara observasi ini adalah a) Dapat menjaring data secara intensif b) Analisis dan pengujian kembali c) Diperoleh gambaran data yang menyeluruh dan lebih akurat d) Dapat dilakukan swsudah wancara dan angket e) Objektif dan sesuai dengan keadaan fakta yang diperlukan. Prosedur Penelitian Suatu Pengantar Praktek. XIII. 2006). “Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi”. sesuai dengan tujuan penelitian.. Cet. Cet. Kedua. (Jakarta: Kiblat Buku Utama. h. dapat dikontrol keandalannya dan kesahihannya”. peneliti akan melihat sendiri pemahaman yang tidak terucap. Observasi menjadi salah satu teknik pengumpulan data apabila: Pertama. 154. bagaimana teori digunakan langsung dan sudut pandang responden yang mungkin tidak tercungkil lewat wawancara atau survai”. 2003). Pokoknya Kualitatif. A. 12 Suharsimi Arikunto. direncanakan dan dicatat secara sistematis.45 1. Observasi “Observasi ialah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang di teliti.

14 13 Lexy. Aspek jujur siswa di lingkungan sekolah.46 Table 3. jika ternyata responden mengalami kesulitan menjawab yang diakibatkan ketidakjelasan pertanyaan. b. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner ataupun observasi. Informasi tersebut misalnya. yakni yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. d. Aspek toleransi siswa di lingkungan sekolah. menghargai pendapat teman. Aspek disiplin siswa di lingkungan sekolah. meliputi: masuk kelas tepat waktu. Percakapan itu dilakukan oleh dua orang pihak. memakai atribut sekolah dengan lengkap. Peneliti dapat membantu menjelaskan lebih. membaca do’a ketika mulai pelajaran. 2010). VIII. tidak bolos ketika jam pelajaran. meliputi: tidak ribut pada saat pembelajaran. Cet. 135. meliputi: tidak menyontek ketika ujian. Metodologi Penelitian Kualitatif. Aspek gemar membaca siswa di lingkungan sekolah. J. Cet.8 No 1 2 3 4 5 6 7 Aspek Penilaian Aspek religius siswa di lingkungan sekolah. Beberapa keunggualan itu termasuk: a. meliputi: mengerjakan PR di rumah. meliputi: membaca buku diperpustakaan. h. mengenai gambaran umum dan permasalahan yang ada sehingga mempermudah dalam penelitian ini. c. membaca buku sebelum jam pelajarn dimulai. XXIX. 2010). Moleong. Aspek peduli lingkungan siswa di lingkungan sekolah. 14 Sukardi. (Jakarta: PT Bumi Aksara. meliputi: membuang sampah pada tempatnya. Observasi bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang situasi lapangan. (Bandung: PT Remja Rosda Karya. yaitu pewawancara yakni orang yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai. Penelitian memperoleh rata-rata jawaban yang relatif tinggi dari responden. 2. Wawancara Yaitu percakapan dengan maksud tertentu. jawaban yang sifatnya peribadi. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalam proses wawancara. 79-80. meliputi: mengucapkan salam. . h. berani mengakui kesalahan Aspek tanggung Jawab siswa di lingkungan sekolah. tidak merusak taman.13 Teknik wawancara banyak digunakan dalam penelitian karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh instrumen penelitian lainnnya. Metodologi Penelitian Pendidikan.

. dalam arti apabila ada kekliruan sumber datanya masih tetap. h. rekaman kaset.15 “Dokumen dilakukan untuk mengumpulkan data yang bersumber dari arsip dan dokumen baik yang berada di tempat penelitian ataupun yang berada di luar tempat penelitian. referensi-referensi. surat kabar. prasasti. Ibid. 231 Iskandar.16 Dibandingkan dengan metode lain. sudi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data melalui pengumpulan dokumen-dokumen yang diperlukan yang berhubungan dengan maalah yang diteliti untuk ditelaah secara intens sehingga dapat mendukung menambah kepercayaan dan pembuktian suatu masalah. hal. belum berubah. peneliti dapat mencari dan mengumpulkan data-data teks atau image. majalah.. Dokumen peribadi dan buku harian 2. notulen rapat. 2009).17 Teknik ini. Dokumentasi “Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau faribel yang berupa catatan transkip. foto-foto. 134. agenda. maka metode ini agak tidak begitu sulit. 231 Iskandar. buku. merupakan penelaahan terhadap referensi-referensi yang berhubungan dengan fokus permasalahan penelitian. (Jakarta: Gaung Persada Press. Studi dokumen dalam penelitian kualitatif merupakan pendukung teknik orservasi dan wawancara. hal. menafsirkan bahkan untuk meramalkan jawaban dari fokus permasalahan penelitian. lengger. data ini dapat bermanfaat bagi peneliti untuk menguji. Surat pribadi 15 16 Suharsimi Arikunto. h. yang ada hubungannya dengan penelitian tersebut”. Dengan studi dokumentasi ini. dengan metode dokumentasi yang diamati bukan benda hidup tetapi benda mati. Loc. 17 18 134. (Jakarta: Gaung Persada Press. Dalam penelitian kualitatif studi dokumentasi. Metodologi Penelitian Kualitatif. Dokumen-dokumen yang dimaksud adalah dokumen pribadi resmi.47 3.18 Adapun jenis dokumen yang berkenaan dengan studi dokumentasi adalah sebagai berikut: 1. peneliti dapat memperoleh data atau informai dari berbagai sumber penulis atau dari dokumen yang ada pada informan. Metodologi Penelitian Kualitatif. dan sebagainya”.it.. 2009).

Data dokumentasi bisa berupa foto. Dokumen resmi 5. 216 Iskandar. Metodologi Penelitian Kualitatif.. absensi. memilah milah data menjadi 19 20 Lexy. Melalui pengecekan tersebut ternyata data yang diperoleh penulis terdapat banyak persamaan dengan pernyataan beberapa sumber yang diwawancarai. penulis membandingkan data yang diperoleh dari observasi. Analisis Data Analisis data pada penelitian kualitatif adalah “upaya yang dilakukan dengan jalan berbagai data. Kajian isi harus melalui proses mengikuti aturan 2). Teknik triagulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya. gambar.. sebagai berikut: 1). 135. catatan keluar dan masuk sekolah.it. dan dokumentasi beberapa siswa dan guru dalam rangka membantu peneliti dalam meningkatkan derajat kepercayaan data yang diperoleh. Fotografi 6.48 3. Kajian isi menekankan analisis secara kuantitatif maupun kualitatif. hal. Loc. E. Kajian isi harus memperoleh isi yang termanifestasi kan 5). Pemeriksaan atau Pengecekkan Keabsahan Data Dalam pemeriksaan atau pengecekan data ini peneliti menggunakan triangulasi data yang merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yng memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.it.21 Pada penelitian ini. Kajian isi harus melalui proses sistimatis 3). 21 Lexy. 3 . hasil wawancara. h. F. Kajian isi merupakan proses mengarahkan untuk generalisasi 4). h. (Jakarta: Gaung Persada Press. Guba dam Lincoln (1981) menyatakan beberapa prinsip kajian isi. Data statistik. mengorganisasikan data. Loc. 2009).19 Dokumen yang relevan kemudian dianalisis isinya dengan memriksa dokumen secara sistimatis dan objektif.20 Dalam hal ini dokumentasi yang peneliti mengambil kegiatan sisswa dan siswi MTs PEMBANGUNAN UIN JAKARTA. Autografi 4.

Reduksi Data Proses analisi data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber. Semua data merupakan hasil data mentah yang diperoleh peneliti. Teknik analisi data yang digunakan penelitian terdapat langkah-langkah analisis sebagi berikut: Gambar 3. 29 . membuat kategori. h. Kemudian data yang telah terkumpul. mensintesiskannya. Setelah dipelajari dan dicermati. wawancara. Semua data merupakan hasil data mentah yang di peroleh peneliti. sehingga datanya menjadi jenuh. yakni observasi.2 Data Collection Data Reduction Data Display Conclusions: drawing/verification n 1. 22 Ibid. mengemukakan bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus samapai tuntas. data display. dan conclusion drawing/verification.49 satu kesatuan data yang diperoleh. dianalisis ditafsirkan dan disimpulkan kedalam bahasa yang mudah difahami dan logis sesuai dengan penelitian yang dibahas. 2. Aktivitas dalam analisis data yaitu reduction. wawancara dan dokumentasi yang merupakan catatan lapangan. peneliti memilih data yang paling penting. mencari dan menentukan pola. Pengumpulan Data Peneliti membuat catatan data yang ada yang dikumpulkan melalui observasi. menentukan apa yang diceritakan kepada orang lain. Langkah ini merupakan proses penyeleksian. wawancara dan dokumentasi.. Adapun Miles dan Hubergman. dokumentasi. dan membuang yang tidak terpakai. penyerdahanaan dan mmfokuskan data yang diperoleh peneliti.”22 Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang terkumpul dari berbagai sumber yang diperoleh dari kegiatan observasi.

247 . Analisis ini menggunakan ketiga komponen yang tersedia observasi.23 23 Sugiyono. Penyajiannya dengan uraian singkat. gambar yang ada hubungan anatar kategori dengan naratif. bagan. 4. maka langkah terakhir adalah menarik kesimpulan atau verifikasi.50 3. 2009). Penyajian Data Setelah melalui reduksi data. h. tabel. langkah selanjutnya mendisplaykan data. Penarikan Kesimpulan Setelah reduksi dan data telah disajikan. Metode Kuantitatif Kualitatif dan R &D (Bandung: Alfabeta. wawancara dan dokumentasi.

Sedangkan jumlah siswa tiap tahunnya bertambah. Gedungnya terdiri dari tiga lantai. Deskripsi Data 1. Adapun siswa MTs tingkatan pertama berjumlah 19 orang. 1 ruang UKS.BAB IV HASIL PENELITIAN A. Tugas tim ini di antaranya adalah menyiapkan Madrasah Pembangunan sebagai 'madrasah laboratorium' Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 1 ruang laboratorium 8 ruang kamar mandi dan wc. MTs Pembangunan UIN Jakarta ditetapkan sebagai Madrasah Standar Nasional oleh Kanwil Departemen Agama Provinsi DKI Jakarta dengan nomor: Kw. H.4/4/5/HK. Deskripsi Sekolah Sekolah Madrasah Tsanawiyah Pembangunan UIN Jakarta berlokasi di Jalan Ibnu Tamia IV Komplek UIN Syarif Hidayatullah. Jumlah siswa yang ada di MTS Pembangunan 762 yang terdiri dari kelas 1 berjumlah 259. Selain itu. Ruang kelas berukuran 4x4 meter. Sesuai dengan keputusan Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2 ruang gudang. MTs Pembangunan UIN adalah sekolah respresentatif dari para tokoh di Departemen Agama dan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.M.09. sehingga MTs Pembangunan menjadi sekolah favorit. Sedangkan pembangunan gedung Madrasah dibentuk oleh Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta yakni Prof. sejak awal September 1974 pembinaan Madrasah Pembangunan dilaksanakan oleh Tim Pembinaan yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Tarbiyah. Hampir semua siswa yang berada di 51 . Madrasah ini dibangun pada awa tahun 1977 dibawah nauangan UIN Syarif Hiodayatullah Jakarta.005/2081/2008. yang terdiri dari 38 ruangan yakni 24 ruang kelas 1 ruang guru 1 ruang perpustakaan. kelas 3 berjumlah 250. kelas 253. Toha Yahya Omar (alm).

Sehingga membuat sekolah ini diminati oleh berbagai kalangan dan orang tua. Deskripsi Guru Guru pengajar di Madrasah Pembangunan lulusan S1 dari jurusan ilmu kependidikan keguruan/tarbiyah. UNPAD. Hal ini dilihat dari nilai siswa satu dengan yang lainnya tidak berbeda jauh. Disamping itu guru pengajar siswa bertanggung jawab atas pengamalan-pengamalan nilai-nilai karakter siswa yang ada disekolah. tidak mengherankan mereka memiliki sifat-sifat pendidik yang mampu menggali potensi peserta didik secara optimal. 3. IKIP. Para siswa MTs adaah rata-rata siswa yang mempunyai prestasi akademik yang bagus sehingga tidak mengherankan daya saing mereka lebih tinggi. Tugas utama para guru adalah mendidik dan mengarahkan siswa pada niai-nilai karakter yang ada pada tujuan pembelajaran. Rata-rata siswa yang masuk di MTs Pembangunan 30% berasal dari MI Pembangunan dan 70% dari luar. 2. Adapun daya saing guru menjadi tinggi dilihat dari seleksi penerimaan guru yang ketat dan keluaran dari Universitas yang mempunyai kredibilitas tingi.52 MTs adalah hasil dari seleksi yang ketat sehingga siswa siswinya kompetitif (punya daya saing yang tinggi). sejak awal September 1974 pembinaan Madrasah Pembangunan dilaksanakan oleh Tim Pembinaan yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Tarbiyah. Tugas tim ini di antaranya adalah menyiapkan Madrasah Pembangunan sebagai 'madrasah laboratorium' Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. sedangkan 52% berasal dari UHAMKA. Deskripsi Siswa-Siswa MTs PEMBANGUNAN UIN JAKARTA Peneliti dalam hal ini meneliti perilaku dan sikap kelas VIII. dari UNJ 18%. UNAD. Sesuai dengan keputusan Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Adapun Rincian Siswa kelas VIII di MTs PEMBANGUNAN UIN JAKARTA yakni sebagai berikut: . IPB. UPI. Jumlah guru yang ada di MTs Pembangunan 40 orang. Rata-rata guru-guru berasal dari tamatan UIN Jakarta 40%. Dengan modal kependidikan keguruan. dan UNES. Adapun tugas wali kelas dibebankan kepada guru yang terpilih dari hasil rapat guru dan yayasan Madrasah Pembangunan UIN.

pengamatan guru dan laporan orang tua murid. Tentunya karakter yang ditonjolkan pada MTs Pembangunan UIN adalah karakter Islam. Hal itu relevan. Apalagi. . dsbnya. pendidikan karekter secara teoritis masih dibilang baru dan membutuhkan konsistensi dari guru sebagai pendidik. Maka dalam pengukurannya pendidikan karakter dilihat dalam bentuk sikap mereka sehari-hari ketika di Sekolah. Maka pendidikan karakter yang diterapkan mengaju pada nilai-nilai Islam.1 No Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah 1 VIII A 15 17 32 2 VIII B 16 16 32 3 VIII C 15 16 31 4 VIII D 16 15 31 5 VIII E 15 16 31 6 VIII F 16 16 32 7 VIII G 15 17 32 8 VIII H 14 18 32 B. al-qur’an hadis. fiqih. PEMBAHASAN Mata pelajaran pendidikan agama Islam di Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. Para guru harus membuat formula jelas agar hasil pendidikan karakter terlihat dan terimplementasi dengan baik.53 Tabel 4. sejarah kebudayaan Islam. apalagi menginggat Madrasah Pembangunan UIN (MP UIN) adalah sekolah bercorak Islam dengan sejumlah mata pelajaran agama Islam seperti aqidah akhlak. Kurikulum yang menekankan pada karakter siswa sejalan dengan proses pembelajaran PAI. dalam menciptakan pendidikan karakter tentulah harus ada program. Hal itu dapat dibuktikan dengan perilaku siswa yang baik dan positif. Oleh karena itu.

Karena itu. yakni untuk menjaga agar setiap proses pertumbuhan alam terus berjalan sesuai dengan fungsinya. berilmu pengetahuan agar urusan ditangani secara profesional. dan bertanggung jawab serta membelajarkan siswa dengan karakter kuat. serta tekun dan sabar. yaitu metode penelitian yang berusaha membuat deskriptif dari fenomena yang diselidiki dengan cara melukiskan dan mengklasifikasikan atau karakteristik fenomena tersebut secara faktual dan cermat. dan lainnya.54 Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. dan lingkungan sekitarnya. lembaga pendidikan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pendidikan karakter (pendidikan moral) bagi para peserta didik yang didukung dengan . Sedangkan teknik penelitian yang penulis gunakan yaitu teknik observasi. guru yang di hormati. lapang dada. pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat mulia. Sedangkan sebagai orang tua mempunyai berkewajiban patuh terhadap kebijakan program-program sekolah yang dicanangkan oleh sekolah. kemudian menuangkannya dalam bentuk kesimpulan. Di samping itu. seperti dengan binatang. Dari bekal sikap inilah pemimpin akan dapat melaksanakan tugas dengan amanah dan adil. maupun yang lain. kampus. memberi nasihat kepada pemimpin jika ada tanda-tanda penyimpangan. Adapun pembudayaan karakter mulia perlu dilakukan demi terwujudnya karakter mulia yang merupakan tujuan akhir dari suatu proses pendidikan. entah sebagai anggota biasa maupun sebagai pemimpin baik dalam kelas maupun organisasi. Budaya atau kultur yang ada di lembaga. tumbuhan. baik sekolah. Dalam pergaulan siswa di sekolah siswa bisa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan mereka. Karena itu. Pembinaan karakter harus dilakukan dengan orangorang yang terdekat dengan sisswa yakni orang tua. penyantun. Subjek dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas VIII dan guru PAI yakni guru akidah akhlak yang berjumlah 2 orang. memiliki keberanian dan kejujuran. Akhlak yang dikembangkan adalah cerminan dari tugas kekhalifahan manusia di bumi. dokumentasi dan wawancara. maka guru perlu menghiasi dengan akhlak yang mulia. Sebagai pemimpindan guru yang diberi kepercayaan oleh orang tua murid. teman dekat. pembinaan akhlak juga harus dilakukan masyarat atau teman dekat siswa atau lebih memberikan kepekaan terhadap makhluk lain. seperti memiliki kemampuan. berperan penting dalam membangun karakter mulia di kalangan MTs dan para karyawannya. melayani dan melindungi siswa.

Tanggung jawab. . Untuk merealisasikan karakter mulia sangat perlu dibangun budaya atau kultur yang dapat mempercepat terwujudnya karakter yang diharapkan. kepedulian (peduli). yakni sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan. perkataan. mencanangkan pendidikan karakter bangsa mulai tahun 2010 dengan bertitik tolak pada empat nilai utama. yaitu kejujuran (jujur). 2. kefanatikan. lingkungan. masyarakat. yang dicanangkan oleh MTs Pembangunan UIN Jakarta yaitu: 1. tempat tinggal peserta didik. Kultur merupakan budaya yang dapat dibentuk dan dikembangkan oleh siapa pun dan di mana pun. masing-masing lembaga pendidikan. ketangguhan (tangguh).Kepedulian terhadap lingkungan. Kebajikan ini membuatnya menjadi peka terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain. 5. mendorongnya menolong orang yang kesusahan atau kesakitan. Dari sekian banyak nilai-nilai yang dimunculkan.Ketaatan beribadah (religius). serta menuntutnya memperlakukan orang dengan kasih sayang. dan tindakan seseorang yang diupayakan untuk selalu menjalankan ajaran agamanya. serta menghargai orang-orang berdasarkan karakter mereka. baik terhadap diri sendiri. 4.Toleransi yakni sikap yang berasal empati merupakan inti emosi moral yang membantu anak memahami perasaanorang lain. yakni sikap dan perilaku seseorang yang menunjukkan suatu perbuatan atas dasar cinta dan perhatian kepada orang lain maupun kepada lingkungan dan proses yang terjadi di sekitarnya. akhirnya terpilih 7 nilai target. maupun Tuhan YME. 6. menentang permusuhan. kekejaman. melalui Kementerian Pendidikan Nasional. siswa akan memperlakukan orang lain dengan baik dan penuh pengertian.Kejujuran. Sehingga kultur sifatanya fleksibel sesuai dengan kondisi masyarakat yang Pemerintah Indonesia. negara. yakni pikiran. Dengan toleransi.Kedisiplinan. yakni sikap dan perilaku seseorang yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya selalu dapat dipercaya dalam perkataan dan perbuatannya. yakni sikap dan perilaku yang menunjukkan ketertiban terhadap berbagai ketentuan dan peraturan. dan kecerdasan (cerdas). sekolah.55 membangun lingkungan yang kondusif baik di lingkungan kelas. 3. dan di tengah-tengah masyarakat. Dari empat nilai utama ini.

56

7.Gemar Membaca, yakni sikap dan perilaku yang mencintai ilmu pengetahuan dan
menghasilkan sikap dan perilaku yang berusaha untuk menemukan kesalahan atau
kelemahan maupun kelebihan dari suatu perbuatan.
Ketujuh nilai ini diintegrasikan dalam pembelajaran berbagai mata pelajaran
dan juga dibudayakan melalui pengembangan kultur madrasah. Adapun hasil dari
pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran dan pembudayaan kultur di
MTs Pembangunaan UIN Jakarta. Berdasarkan data yang diperoleh melalui observasi,
wawancara dan dokumentasi. Ada beberapa terdapat jawaban yang keliru, terlalu
singkat dan sederhana, dari setiap item pertanyaan yang penulis ajukan mulai dari
definisi, nilai-nilai karakter yang diterapkan, program sekolah serta respon orang tua
terhadap pendidikan agama Islam berbasis karakter. Akan tetapi jawaban tersebut tidak
mengurangi dari tujuan wawancara yakni mendapatkan implementasi pendidikan
agama Islam berbasis karakter terutama dalam pembelajaran akidah akhlak. Meskipun
secara essensial semua mata pelajaran mengandung nilai-nilai karakter yang ingin
diterapkan. Berikut deskripsi data pendidikan karakter yang peneliti bagi menjadi 7
aspek yakni sebagai berikut:
1. Aspek Religius
Religius adalah sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran
agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup
rukun dengan pemeluk agama lain1.
Aspek religius merupakan salah satu satu upaya yang bisa dilakukan adalah
pembinaan karakter siswa melalui proses pembelajaran di kelas dan juga membangun
lingkungan yang kondusif di luar kelas dalam pemahaman terhadap keagamaan
terutama terhadap keyakinan terhadap ajaran agama Islam. Religius disini adalah
dinilai dari bentuk ketaaatan beribadah dan sikap serta perilaku siswa yang
mencerminkan nilai religius.
Aspek religius siswa tidak hanya terlihat dari sikap yang seolah-olah hanya
diidentikkan dengan rajin beribadah. Meskipun rajin ibadah, bisa menjadi salah satu
indikator religius. Namun, hal tersebut bukan satu-satunya cara mengukur religius
siswa. Dalam hal ini peneliti menggunakan triangulasi dengan observasi yang ada,
1

Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum,
Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pedoman Sekolah, (Jakarta: Kemendiknas,
2010), hal. 9.

57

kemudian di cek dengan wawancara kepada wali kelas atau guru agama Islam (akidah
akhlak, al-qur’an hadis, fikih, sejarah kebudayaan Islam dan sebagainya). Selain kedua
data tersebut diperkuat dengan dokumentasi yang ada sepperti buku kegiatan ibadah.
Dari pengamatan ada hari pertama sudah ada seperti hari senin-rabu ada shalat dhuha
jamaah, penghafalan do’a an surat-surat al-qur’an, shalat jum’at dan keputrian yakni
belajar dakwah. Dalam hal ini ada pengimplementasian karakter religius yang terlihat
dari program-program penamaman karakter yang dijadwalkan secara rutinitas.
Bapak Kepala Sekolah MTs. Pembangunan menuturkan bahwa setiap
pagi kita memprogramkan salam salim, dari hari senin sampai hari
jumat, kepala sekolah dibantu oleh wakil dan guru PAI menyalami
anak, lalu setelah itu anak-anak masuk kelas di perkuat dengan HC
(hibitual curiculum) yaitu hari senin sampai dengan hari rabu jam
07.00-07.40, isinya itu adalah baca Al-Qur’an sesuai dengan program
yang dicanangkan oleh komperhensip agama, kemudian setelah baca alquran ada hafalan do’a-do’a, kultum, dan biasanya hari ntertentu
ditutup dengan asmaul husna, tapi asmaul husna bisa diawal dan bisa
diakhir belajar,bisa satu minggu sekali, dan do’a-do’a tadi, ada khusus
nanti akan dujiankan oleh wali kelas, sampai dimana anak itu sudah
hafal dan hafal ayat nya dan juga terjemahannya. dan nanti kelas 9 baru
diujikan lagi materinya dari kelas 7-9 itu namanya nujian praktek,
disamping HC, setelah selsai anak-anak juga diharapkan menyisihkan
uang jajannya, jadi uang jajan itu semampu dia itu namanya TAS
(tabungan amal shaleh), nantin uang itu dikumpulkan untuk beasiswa
bagi sekolah-sekolah yang tidak mampu, untuk sekolah lain, misal nya
disekolah lain itu ada murid yang tidak mampu. setiap semester bisa 20
juta ke atas. disamping itu anak-anak disini dianjurkan dari pagi ada
shalat duha, shalat duha itu wajib, karna program sekolah, dan
disamping itu dianjurkan shalat zuhur dan ashar berjamaah, tidak boleh
pulang, kalau yang perempuan itu pada hari jumat diajarkan keputrian,
artinya hal-hal yang menyangkut kewanitaan yang tidak bisa
dibahasakan oleh bapak-bapak harus dibahasakan oleh ibu-ibu, tentunya
bapak-bapak sudah tau2.
Dari program yang dicanangkan sekolah, implementasi karakter religius siswa
terbilang cukup baik. Hal ini terlihat dari program-program peningkatan pemahaman
keagamaan dilakukan oleh siswa-siswi MTs dengan baik. Apalagi dipantau dengan
buku dan guru Agama Islam serta dijadwalkan secara rutin. Untuk mendukung data,
peneliti melakukan wawancara kepada siswa dan siswi yang terbilang cukup rajin
dalam melakukan aktifitas ibadah di sekolah.
2

Hasil wawancara dengan Bapak Kepala sekolah MTs. Pembangunan Pada hari selasa tanggal
30 April 2013

58

Wawancara pertama yakni siswa lai-laki. Dia termasuk aggota Rohani Islam
(ROHIS) yang aktif dalam menyelengggarakan kegiatan dalam meningkatan
pemahaman terhadap keagamaan Islam. Peneliti menanyakan bagaimana dia Ketika
hal ini ditanyakan dengan sedikit malu-malu dan memberikan pengakuan bahwa itu
tidak terlepas dari tradisi. Sehingga akhirnya peneliti melakukan wawancara secara
tertulis. Namun dari hasil pengamatan subjek bisa dikatakan adalah selain dari
pembawaan anak itu pendiam, orang tua juga berperan dalam sikapnya. Menurut dia,
orangtua jarang mengajaknya berbicara banyak, mereka lebih mencontohkan atau
berperilaku. Ketika peneliti melihat dan mengamati hari pertama, karena dia duduk
dibelakang dia hanya duduk tenang dan tanpa aktifitas yang berarti. Sehinggga peneliti
kesulitan dalam menganalisis sika dia dalam pengimplemantasi pendidikan karakter.
Peneliti perlu melihat anak tersebut lebih dekat, karena dia tidak mau berbicara dan
menyukai menggunakan bahasa verbal. Namun ada hal yang menarik ketika istirahat
sekolah dia memilih untuk ke masjid sekolah dan melakukan shalat dhuha dan
sebelumnya melakukan shalat tahyatul masjid. Dia menghabiskan istirahatnya di
Masjid. Bahkan ketika peneliti melihat dari luar masjid, dia membaca al-Qur’an. Dari
segi penampilan yakni pakaian tidak ketat bahkan terlihat muslimah. Selain itu, guru
dan wali kelas juga memberikan pernyataan yang sama bahwa dia juga termasuk siswi
yang rajin ibadah. Selain itu tingkat religius terlihat dari sikap dia dikelas dengan
bertutur kata lembut, sabar, dan suka menolaong. Itu semua adalah indikator yang
dapat dikatakan memiliki tingkat religius yang tinggi. Dengan demikian peneliti
melihat bahwa anak ini memiliki tingkat religius yang baik.
Gambar 4.1 Religius

peneliti mengobservasi sikap mereka ketika menghadapi ujian. baru kita anak itu bisa teratasi. hal ini perlu diapresiasi.. meskipun nilai dia hanya terbatas pada KKM. itu biasanya penyebabnya karna broken home. Meskipun demikian. Diantara 260 siswa ada satu atau dua siswa yang bermasalah. karna sesuatu itu tidak mungkin 100%. harus kerjasama dengan guru BP dan guru psikologi. Selain itu. Hal ini terlihat dari sikap dia ketika ujian menoleh kanan dan kiri. Anak ini stabil dan berkepribadian teguh pendirian dan tanggung jawab dengan tugasnya sebagai ketua kelas. dianggap ingin mencontek. karna kalau dirumah tidak beres tidak mungkin guru disekolah bisa membereskannya karna itu susah karna model itu ada dirumah. Dia membagikan 3 Ibid. ya memang selama disini kita sealalu menekankan pada anakanak. hal. Aspek Kejujuran Kejujuran adalah perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. Namun dari pengamatan minggu berikutnya. Namun sikapnya yang seperti itu.4 Dalam aspek kejujuran. 9 Hasil wawancara dengan Bapak Kepala sekolah MTs. Pertama memberi dsamping itu kalau toh mereka menemukan uang itu harus mengembalikan setidak-tidaknya diberikan kepada wali kelasnya. namun mau berusaha dengan kemampuan yang dimiliki. itu yang saya bilang 1% tadi. dikarenakan kurang percaya diri dengan jawaban yang ditulis.59 2. Meskipun siswa tersebut mampu menyelesaikan tugas dengan baik dan cepat. Dan ini sebuah karakter yang unik yakni tetap jujur. Akan tetapi peneliti melihat dia tidak mencontek sampai ujian berakhir. anak ini tidak mencontek dari buku atau lembar jawaban temannya. Namun. karna tidak hanya menyangkut guru agama saja harus menyangkut psikologi juga karna kita tidak bisa deteksi agama saja. dan pekerjaan3. ketika di wawancara. Peneliti melihat hal ini. bahkan terkadang tampak ketakutan serta mengigit bibirnya. Pembangunan Pada hari selasa tanggal 30 April 2013 4 . peneliti sedang dilakukan ujian harian untuk menghadapi ujian mid semester. peneliti melihat dari karakter dan sikap dia ketika ujian cukup baik. Ada sikap siswa yang kurang stabil dan percaya diri. tapi biasanya anak-anak disini kalau menemukan uang pasti dia memberikan pada guru-gurunya karna disini tidak ada yang mencuri atau memeras temannya jarang terjadi. tindakan. tetap ada kekurangan kemungkinan 1%. contohnya: ibunya selingkuh lalu anaknya tinggal sama bapaknya itu susah itu. dia mengakui tidak pintar. Dengan keterbatasannya ia tidak mencontek. selama ini bagaimana peran guru pai dalam menanamkan nilai-nilai karakter tentang kejujuran. kalu toh ada pasti itu suatu keanehan tapi kemungkinan tetap pasti ada.

anak ini tidak mencontek dari buku atau lembar jawaban temannya. dia mampu menyelesaikan tugas dengan baik. Walaupun terkadang dia kesal melihat ada temanya yang berbuat curang mendapat nilai yang bagus dan tidak ketahuan. Peneliti melihat hal ini. Namun adapula sikap siswa lain ketika ujian harian yang sedang berlangsung. Berdasarkan data dan observasi yang dikumpulkan peneliti menyimpulkan bahwa tingkat kejujuran siswa dalam kejujuran mendapat respon yang beragam. Karena dia sempat menjaili temannya menyembunyikan alat-alat tulis teman sampingnya. dikarenakan percaya diri dengan jawaban yang ditulis. Jawaban dari anak tersebut cukup dewasa dengan mengatakan tidak mencontek. seseorang yang berlaku tidak jujur atau curang seperti mencontek. Namun. karena apa arti nilai bagus yang didapat dari sebuah ketidak jujuran. Hal itu. diakuinya bukan untuk mendapatkan pujian dari guru. meskipun demikian nilai dia tetap bagus. meskipun sulit untuk dicari perbedaan anatara yang berkata jujur dan berbohong. Namun dia secara diam-diam memberikan informasi yang diketahuinya. Semua tidak akan memberi manfaat apapun. hal itu juga dipercaya oleh dengan otak yang di atas rata-rata. Secara alamiah kejujuran akan tampak. Karena kejujuran adalah aspek yang sulit untuk diukur.60 lembar kertas soal dan jawaban. Setelah selesai ujian. bahkan terkadang tampak santai dalam pengerjaannya. akan terlihat ketidak . Selain itu. Akan tetapi peneliti meihat dia tidak mencontek sampai ujian berakhir. Secara ekspresi muka meskipun dibuat secara setenang mungkin. Anak ini stabil dan penuh percaya diri. Meskipun demikian. namun terlebih menurut dia kejujuran dalam bentuk apapun akan bermanfaat baginya meskipun terkadang dia menerima perlakuan dari teman-teman dengan sikap yang kurang baik. peneliti melihat dari karakter dan sikap dia ketika ujian cukup baik. ada cara yang cukup bagus. sekalipun nilainya menjadi bagus. Namun. peneliti menanyakan sikap dia dalam ujian. memanipulasi nilai. dan sebagainya. Dan ini sebuah karakter yang unik yakni tetap jujur. Hal ini terlihat dari sikap dia ketika ujian tidak menoleh kanan dan kiri. yakni melihat raut wajah. Selain itu dia tampaknya tidak mau menujukan kecepatannya menjawab soal. peneliti melihat dia tidak tengok kanan dan kiri atau melihat buku maupun contekan. Selain itu. Hal ini bagi peneliti merupakan bagian ini dari implementasi pendidikan karakter yang dibentuk dari keluarga dan diperkuat oleh sekolah. Namun kejujuran akan nampak pada perilaku mereka yang tidak di buat-buat.

tetapi jika siswa tersebut jujur. peneliti menganalisis bahwa keaktifan dia kadang-kadang berlebihan dan tidak terkontrol baik dari segi ucapan maupun sikapnya. bukan bahasa Indonesia yang baik dan benar. karena hanya ditekankan implementasi karakter yang dianalisis dari hasil angket. meskipun ketika ditanya merasa takut. Tetapi karena pembahasan angket ini tidak masuk dalam ranah psikologi. Setelah dilakukan observasi.61 jujurannya. Waktu dalam penelitian. Interaksi dengan teman-temannya dilakukan dimanapun. sehingga dia mempunyai teman yang banyak. Dengan kata lain masih perlu pembinaan dan pembiasaan kejujuran serta dukungan untuk berkata jujur dalam keadaan apapaun. namun bagi peneliti hal ini menjadi kekurangan dia terhadap kepedulian teman-teman yang kosentrasi pada mata pelajaran tersebut. Adapun siswa yang jujur. Sehingga kadang-kadang ada sedikit kegaduhan yang tercipta. 9 . Meskipun terkesan sepele. Secara psikologis.. Selain itu. guru. Semisal dia mudah melontarkan kata-kata yang berlebihan dan menggunakan bahasa gaul. dia terlihat lebih percaya diri. Selain itu pemikiran dan gagasan/ ide yang dilontarkan agak radikal. Namun ketika di uji secara lisan. teman sulit diterapkan karena faktor kebiasaan. Sehingga dari tabel di atas menunjukan rata-rata siswa berkata jujur masih setengahsetengah. 3. Aspek Kedisplinan Kedisiplinan adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan5. Di lihat dari hasil pengamatan dan observasi ada sebuah kasus siswa yang aktif baik di dalam maupun diluar kelas. Apalagi bila siswa mendapatkan nilai bagus dari hasil tugas individu. kenapa butuh mengimani malaikat. kelompok maupun ulangan. karena kadang keterbukaan dan kejujuran kepada orang tua. termasuk orang yang selalu konsisten dalam prestasinya yakni rangking 1 (satu). takut dan sebagainya. hal. Adapun implementasi karakter kejujuran dapat terlihat berjalan cukup baik dan perlu perbaikan. akan terlihat dari sikap yang tidak membenarkan segala cara untuk berbohong. siswi ini. anak ini melontarkan sebuah pertanyaan yang cukup membuat agak riskan. akan terlihat sejauh mana kemampuan siswa itu berada. sehingga sangat riskan dinterpretasi/ multi tafsir. Atau juga bisa dikarenakan secara psikologis anak pendiam. Hal itu mungkin terjadi. 5 Ibid.

ternyata dia menerima pendidikan karakter yang sekuler atau bisa dikatakan bila tidak diarahkan akan membahayakan akidah Islam yang ada dalam diri anak tersebut. termasuk orang yang selalu konsisten dalam prestasinya yakni rangking 1. bukan bahasa Indonesia yang baik dan benar. anak ini melontarkan sebuah pertanyaan yang cukup membuat agak riskan. Meskipun terkesan sepele. yang seharusnya dia lakukan. siswi ini. Semisal dia mudah melontarkan kata-kata yang berlebihan dan menggunakan bahasa gaul. Selain itu pemikiran dan gagasan/ ide yang dilontarkan agak radikal. namun bagi peneliti hal ini menjadi kekurangan dia terhadap kepedulian teman-teman yang kosentrasi pada mata pelajaran tersebut. negara dan Tuhan Yang Maha Esa6. 6 Ibid. Aspek Tanggung Jawab Tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. sehingga sangat rentan dinterpretasi/ banyak presepsi (tanggapan). Inilah salah satu pendidikan karakter yang di tanamkan di sekolah agar bisa membenahi atau membantu siswa dalam berakidah yang sesuai al-Qur’an dan as-Sunnah. sosial dan budaya).. 10 . dia terlihat lebih percaya diri. hal.2 Disiplin 4. Gambar 4.62 Ternyata setelah diamati dan dilakukan wawancara anak ini. Hal ini dikarenakan Selain itu. terhadap diri sendiri. Waktu dalam penelitian. lingkungan (alam. Meskipun demikian hal ini cukup realistis anak yang di didik oleh keluarganya cukup keras dan demokratis bahkan cenderung agak sekuler. Dalam pendidikan karakter ada nilai-nilai menekankan tanggung jawab siswa. dilakukan penelitian bahwa keaktifan dia kadang terlalu berlebihan sehingga kadangkadang ada sedikit kegaduhan yang tercipta. kenapa butuh mengimani malaikat. Secara psikologis. masyarakat. Ternyata setelah diamati dan dilakukan wawancara anak ini.

Aspek toleransi diperlukan dalam pembentukan karakter yang mampu membuat orang/ siswa dengan perilaku yang memposisikan orang lain dengan baik dan penuh pengertian. yang bagi siswa lain sebagai hiburan. kebetulan ada teman yang sakit. Hasil pengamatan subjek bisa dikatakan adalah selain dari pembawaan anak yang suka bercanda terkadang jail. Toleransi tersebut terlihat dari cara dia melakukan yang terbaik kepada temantemannya. pendapat. sikap. menentang permusuhan. 9 . Dia mempunyai cita-cita yang cukup bagus yakni jadi pengacara yang mampu membela kaum yang lemah. Ketika hal ini ditanyakan dari mana mendapatkan cara untuk kata-kata lucu. apalagi dia berasal dari suku betawi yang kental dengan lawakan yang lucu. namun dia memahami hal tersebut. kekejaman. Hal ini dilihat dari dia selalu berprestasi di bidang akademik.63 ternyata dia menerima pendidikan karakter yang sekuler atau bisa dikatakan bila tidak diarahkan akan membahayakan akidah Islam yang ada dalam diri anak tersebut. hal. Dijawabnya. Padahal dia tidak bermaksud melucu. Namun ada sesekali dia membuat kelucuan. Namun di balik itu. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya7. Namun ketika ada kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung dia tidak membuat gaduh. serta menghargai orang-orang berdasarkan karakter mereka. Dari pengamatan tersebut. peneliti meihat dia mempunyai solidaritas yang 7 Ibid. dia merupakan anak yang mempunyai tipe serius dan suka tantangan. 5. Ketika. dia sudah terbiasa dengan lingkungan yang suka bercanda. karena logat yang dipakai yakni logat betawi yang terkenal ceplos-ceplos. Dari pengamatan peneliti menemukan ada siswa yang aktif dan suka ngebanyol. peneliti mengadakan observasi. kefanatikan.. suku. Inilah salah satu pendidikan karakter yang di tanamkan di sekolah agar bisa membenahi atau membantu siswa dalam berakidah yang sesuai al-qur’an dan as-sunnah. Meskipun demikian hal ini cukup realistis anak yang di didik oleh keluarganya cukup keras dan demokratis bahkan cenderung agak sekuler. dia langsung mempunyai inisiatif untuk menggalang dana dan membuat rencana untuk menjenguk. etnis. Aspek Toleransi Toleransi adalah sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama.

ada siswa yang termasuk peduli. lingkungan perlu di lindungi. Meskipun biasanya anak laki-laki malas dan peduli terhadap lingkungan. Padahal. dia ada inisiatif untuk membersihkan ruang kelas yang kotor. lampu dan air secara berlebihan. Apalagi lingkungan sekolah masih terlihat kotor. Selain itu. dan penggunaan listrik. Padahal. Bahkan tempat bangku/ meja belajar sangat rapi. tas dan buku catatan juga rapi. peneliti melihat dia menginjak dan duduk ditaman sekolah. Ketika peneliti sedang observasi. dan mengembangkan upayaupaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi8.. 8 Ibid. Selain itu ada jadwal piket yang telah dibagi secara adil. biasanya anak dengan tipe yang suka bercanda kadang kurang peka dan toleran terhadap terhadap teman-temanya. komputer yang telah digunakan. 6.64 tinggi. Satu hal yang peneliti obervasi dalah kepedulian dia terhadap lingkungan di sekitar sekolah. hal. Selain itu. Salah satu aspek karakter yang ditanamkan adalah kepedulian terhadap lingkungan. dengan siswa mematikan lampu. Kebetulan dia ngumpulin temantemanya diluar jam sekolah dengan memanfatkan sampah untuk di daur ulang. Pada hari itu.10 . meskipun bukan jadwal piket. Aspek Kepedulian Lingkungan Kepedulian linngkungan adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya. Apalagi menurut keterangan teman-temanya dia suka buang smapah di temaptnya. Program yang paling familiar dan sedang dicanangkan adalah penghijauan (go green) yakni penanaman seribu pohon. Hal ini terlihat dia suka menyembunyikan sampah di bawah kolong mejanya. bahkan pecinta lingkungan dengan cara yang unik. lcd. Sehingga dapat dikatakan anak ini telah megimplementasi pendidikan karakter tentang kepedulian terhadap lingkungan cukup baik. peneliti melihat hasil kreatifitas membuat tempat pensil dan aksesoris kamar. Adapun aspek kepedulian siswa terhadap lingkungan terlihat cukup baik. karena musibah yang terjadi kebanyakan faktor pengrusakan lingkungan akibat ulah manuia itu sendiri. wajar pemerintah dan sekolah berusaha untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan. Sehingga. Peneliti juga menemukan ada siswa yang termasuk kurang peduli terhadap lingkungan.

Tetapi tiap-tiap konsursium misalnya konsursium umum/ tri okpu 9 Ibid. disaat memringati hari bahasa semua diperlombakan misanya pidato. Gambar 4.. Selain itu. sisswa-siswi MTs terbilang hanya cukup. setiap konsursium mempunyai hari kebahasaan memperingati hari bahasa. Namun dengan demikian. kepedulian lingkungan bisa ditingkatkan dengan pemahaman pentingnya lingkungan di jaga demi keberlangsungan ekosistem dan keseimbangan alam. Dengan demikian implementasi kepedulian terhadap lingkungan .65 Tempat bangku/ meja belajar kurang rapi. disamping kita gunakan mading itu. memisahkan sampai organik dan non organik.00-07. untuk kretatifitas anak. setiap memperingati hari baahsa. baik menaruh tas dan buku catatan. dia ada inisiatif untuk membuat poster dan tulisan dengan tema menjaga lingkungan. kita juga berdayakan mading yang ada dikelas. 17 agustus atau hari ulang tahun MP. Karena masih perlu ditingkatan kesadaran pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Aspek Gemar Membaca Gemar membaca adalah Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya9. hemat dalam penggunaan listrik. tidak merusak taman. kelas 1 jam 07. Pembangunan menuturkan bahwa kegiatan gemar membaca di laksanakan pada hari senin sama hari rabu hc. setelah itu kita juga ada setiap konsursium itu mempunyai hari kebahasaan memperingati hari bahasa. menulis apa yang mereka senang. juga diperlombakan setiap ada even.3 Peduli Lingkungan 7. semua ini diperlombakan. Sehingga dapat dikatakan anak ini kurang mengimplementasi pendidikan karakter tentang kepedulian terhadap lingkungan. Bapak Kepala sekolah MTs. menulis. 10 . dikelas kita disediakan tempat mading. disamping itu kelompok ini nanti dia punya even memperingati hari bahasa juga jadi anak-anak itu diarahkan untuk menulis. hari kamis ada reading habbit.40 membaca buku yang mereka senang dilkoordinir oleh konsursium bahasa.

Namun ketika siswa diwawancara ada satu hal yang menjadi mereka malas ke perpustakaan adalah mereka sudah terbiasa menggunakan aplikasi google untuk mencari informasi yang dibutuhkan. agama juga punya hari bahasa.4 Gemar Membaca 10 Hasil wawancara dengan Bapak Kepala sekolah MTs. Dan membaca berarti memberikan pemikiran yang demokratis. semua buku paket yang dijarkan di MTs tersedia. Karena buku adalah informasi yang cukup terpercaya ketika kita menginginkan data yang ilmiah berdasarkan fakta. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa nilainilai pendidikan karakter gemar membaca. Gambar 4. Pembangunan Pada hari selasa tanggal 30 April 2013 . tanpa harus mengeluarkan biaya. orangtua dan guru. Adapun proses peminjaman juga mudah dan pelayanan serta sarana dan prasarana cukup baik. kamus. wawaan luas dan ilmu yang terus bertambah. jadi tiap-tiap mengekspresikan kreatifitas mereka.66 tanggal 10 mempunyai acara sendiri. cerpen dan sebagainya. agar gemar membaca menjadi karakter siswa. dan karya-karya fiksi seperti novel. yakni ensklopedia Islam. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama 2 bulan. Selain itu ada koleksi yang tidak termasuk buku paket. Padahal bila dilihat dari koleksi buku di perpustakaan untuk keperluan pembelajaran sangat lengkap. Sehingga seharusnya perpustakaan menjadi tempat yang sangat baik untuk mendidik anak gemar membaca. Apalagi mereka bisa mengakses internet dengan wifi. Dan gemar membaca tidak pernah menjadi kerugian bagi yang mau melaksanakannya. kita juga memperingati hari bahsa dengan kita siapkan spanduk kira-kira beberapa puluh meter. siswa perlu mendapatkan dorongan baik dari dirinya sendiri. konsursium bahasa memperingati 10 oktober. peneliti melihat implementasi karakter siswa untuk gemar membaca terlihat cukup baik. tapi umumnya kita disamping mempunyai program harian kita juga ada secara masal. dan yang terbaik dikasih hadiah dan akan kita pamerkan diwaktu HUT MP karya anak-anak itu10.

SKI. . Fiqih. Berdasarkan data yang dihasilkan menunjukan guru dan siswa-siswa telah mengimplementasikan pendidikan agama Islam berbasis karakter terutama pelajaran akidah akhlak. al-Qur’an hadis. Hal ini terlihat dari RPP yang dibuat oleh para Guru PAI baik akdah akhlaq.67 Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa 7 aspek yang mengandung nilainilai pendidikan karakter yang di MTs. Pembangunan UIN Jakarta sudah berjalan baik dan terencana.

Tanggung Jawab. Gemar Membaca di MTs Pembangunan UIN Jakarta? Dari semua implemantasi pendidikan karakter bila merujuk pada nilai-nilai karakter yang dinginkan sekolah. jujur. Selain itu pendidikan karakter membawa mereka pada perilaku yang diharapkan oleh sekolah seperti: disiplin. B. tolerani/ saling menghargai. Toleransi. Disiplin. Jujur. Implikasi Dengan adanya pendidikan karakter siswa Madrasah Pembangunan lebih berkarakter dengan sikap-sikap yang Islami. Peduli Lingkungan. baik dalam kegiatan belajar maupun diluar kegiatan belajar.BAB V PENUTUP A. tangggung jawab. Apabila pendidikan karakter ini bisa diterapkan ada lingkungan dan masyarakat maka pendidikan karakter mempunyai pengaruh bagi masyarakat sebagai pengendali moral dan true mode (teladan). seperti ekskul dan programprogram dari sekolah. 68 . Kesimpulan Bagaimana Implementasi pendidikan agama Islam berbasis karakter yang meliputi: Religius. Hal ini mempunyai implikasi terhadap kegiatan pembelajaran yang lebih kondusif. religius. Maka siswa sudah dilakukan.

Perlu diadakan perumusan kebijakan tentang nilai-nilai moral yang akan dikembangkan di sekolah. Saran-saran yang pelu di perlu diperhatikan yakni sebagai berikut: 1. kewibawaan serta keteladanan bagi siswa. guru. Pendidikan karakter melalui sekolah perlu ditanamkan dan disampaikan secara terpadu dengan seluruh mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Dengan demikian. pembelajaran pendidikan karakter ini tidak berhenti pada tataran kognitif saja. . Mata pelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan. 2. Terutama dari segi keseriusan siswa dalam mengikuti pelajaran PAI. melainkan pada tataran sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.69 C. Hal ini kita melihat bagi perlu ada ketegasan. dan komunitas sekolah yang lain hendaknya lebih menggalakkan pendidikan karakter pada tataran aplikatif. sehingga penciptaan dan pembentukan karakter pada peserta didik diharapkan bisa optimal sejalan dengan perumusan kebijakan pendidikan karakter yang dilaksanakan secara berkelanjutan. dikaitkan dan dieksplisitkan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Bagi para kepala sekolah. Sehingga karakter yang akan diberikan kepada siswa dalam KBM. Saran-Saran Dalam hal ini penulis melihat bahwa pendidikan Agama Islam masih berbeda dengan pelajaran lain.

Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: PT Asdi Mahasatya. Fuad.DAFTAR PUSTAKA Arief. Gagasan dan Rancangan Pendidikan Agama Berwawasan.php?id=profil&kode=17&profil=sarana% 20&persen 20prasarana. 2009 Ginanjar Agustian. Filsafat Pendidikan Islam. Ihsan. Iskandar. Prosedur Penelitian Suatu Pengantar Praktek. sesuai dengan perturan Menteri Agama RI No 20 Tahun 2008. Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk MTs. Lanjutan Pertama dan Menengah. Dewantara . 2002.com).wordpress. Zakiah. 2002. Six Pillars dalam http://charactercounts. Muzayyin. Z. Metodologi Penelitian Kualitatif. Chararter Counts. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. (http://waskitamandiribk.id/html/profil. Depdiknas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar. 2007. Jakarta: Arga. Arifin. Armai. Ki Hadjar. 2009. Daradjat. Arikunto. 2006 Artikel ditulis Drs.html diakses pada 03 juli 2012. 2001. Menuju Manusia Merdeka. Filsafat Pendidikan Islam. Pengantar Studi Akhlak Edisi Revisi. Jakarta: 2004. Metodik Khusus Pendidikan Agama Ilam. Jakarta: GP Press. Jakarta: Ciputat Pers.mpuinjkt. Departemen Agama RI. Jakarta: 2004. Bandung. Pedoman Khusus Akidah Akhlak. Suharsimi.sch. 70 . Jakarta: Nadia Media. Yogyakarta: Leutika. Jakarta: Bumi Aksara. Arifin Nurdin. 1995 DEPAG RI. Pustaka Setia. Hamdani dan Ihsan. 2009 http://www. Asmaran. Pedoman Khusus Pengembangan Silabus Berbasis Kompetensi Sekolah Menengah Pertama.org/sixpillar. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spritual. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Diunduh pada 19 Sepetember 2012. Ary.

Majid. Abdul dan Andayani. 2010 Suryanto. Ramayulis. 2009 Sukardi. Panduan Akhlak Mulia. Diunduh 19 September 2012. (http://www. Muhibbin. Yaumi. 2011. Muslim. Bandung: Remaja Rosda Karya. Fatchur. Pendidikan Karakter Persfektif Islam. Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Metedologi Pendidikan Agama Islam. Dian. 2011.th). dkk. 1974. J. 2005. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. Masnur. Sugiyono. Metodologi Penelitian Pendidikan. 1997. Pendidikan Karakter Menjawab Multidimensional. . Achmad. Jakarta: PT Bumi Akasara. Metodologi Penelitian Kualitatif. Mulyasa. www. Rahman. Ilmu Pendidikan Islam II.pendidikan networking. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Transdisiplinaritas. Bandung: Alma’arif.bharatbhasha. Syah. Urgensi Pendidikan Karakter. 2011. Metode Kuantitatif Kualitatif dan R &D Bandung: Alfabeta. Lexy. 2010. Bandung: PT Remja Rosda Karya. dodownload tanggal 5 Januari 2009.71 Kesuma.com /education. Dharma. Moleong. PT Remaja Rosdakarya. Bandung: PT Remaja rosdakarya. Jakarta: PT Bina Rena Pariwara. Nata. Uhbiyati. Bandung. 2001. Jakarta: Sinar Grafika Offest. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Samani. (Baerut: Darul Fikr. Manajemen Pendidikan Karakter. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. 1999. 2011. Mubarok. Ikhtisar Musthalahu’l Hadits. Nur. E. 2011. Jakarta: Kalam Mulia. 2004.php/208471). Tantangan Krisis Multikultural di Sekolah Agama dan Madrasah. Muslich. Filsafat Pendidikan Islam I. Muchlas dan Hariyanto. 2012. t. Shohih Muslim. Abuddin. Muhammad. Bandung: CV Pustaka Setia. 2011. Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Jakarta: PT Bumi Aksara.

2012 Taufik. 2003. Jakarta: Kiblat Buku Utama. Jakarta. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan Agama Islam Pendidikan Karakter Berbasis Agama.72 Panduan peserta didik Tahun pelajaran 2012-2013 (Jakarta: Madrasah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah. Desain Pendidikan Karakter Konepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Surakarta: Yuma Pressindo. II. et. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Pokoknya Kualitatif. Surabaya: Usana Offest Printing.al. Kamus Besar Bahasa Indonesia. h. . 2011. Ahmad dan Rohmadi. Wasilah. 154. Al Abdul Chaedar. 1981. Jakarta: Kencana. Zubaedi. Zuhairani. 2010. Balai Pustaka. 1994. Cet.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Setiap pagi kita memprogramkan salam salim. tapi asmaul husna bisa diawal dan bisa diakhir belajar. setiap hari kita bicarakan nilai agama disini. tentunya bapak-bapak sudah tau. setelah selsai anak-anak juga diharapkan menyisihkan uang jajannya. jadi ada yang kita tambah dan ada yang kita kurang. kemudian setelah baca al-quran ada hafalan do’a-do’a. untuk sekolah lain. internet. disitu ada buku hc dan tes praktek apa kekurangan kelebihan tes praktek. guru agama perannya harus lebih bisa. nanti kalau mau tau apa saja nilai-nilai itu kita bekerjasama dengan fidp bulan ini apa. kita panggil/ kumpulin guru-guru agama. disamping itu juga guru agama ada di suatu konsursium agama dan kita juga ada pertemuan rutin dengan konsursium dan sebulan sekali ada pertemuan rutin dengan konsursium. bulan ini apa. karna anak-anak sekarang tiap tahun karakternya berubah-berubah dan termasuk bagaimana masuknya aiti maju. bukan saya saja sbg sekolah tapi juga ada leb ibadah atau leb ibadah kersama dengan saya.isinya itu adalah baca Al-Qur’an sesuai dengan program yang dicanangkan oleh komperhensip agama. bb dan lain-lain. karna kalah dengan alat-alat itu. ada khusus nanti akan dujiankan oleh wali kelas.HASIL WAWANCARA Nama : Kepala Sekolah MTs. kalau yang perempuan itu pada hari jumat diajarkan keputrian. karna program sekolah.40. bagaimana peran bapak guru agama itu disamping kita punya breving tiap minggu yaitu pada hari jumat. dari hari senin sampai hari jumat. disamping hc. karna program itu harus regulitas karna tidak instan. kultum. disamping itu wali kelas dalam pendidikan karakter ini wali kelas juga dibekali dengan cilent setting. selama ini bagaimana peran guru pai .00-07. setiap semester bisa 20 juta ke atas. maka harus kita evaluasikan karna progran itu berjalan dan selalu dipantau. itu yang kita evaluasi. dan do’a-do’a tadi. shalat duha itu wajib. misal nya disekolah lain itu ada murid yang tidak mampu. jadi uang jajan itu semampu dia itu namanya TAS (tabungan amal shaleh). tapi kita umumnya persemester dievaluasi. dan kemaren kita ada pertemuan berbicara design buku yang kita evaluasi. nantin uang itu dikumpulkan untuk beasiswa bagi sekolah-sekolah yang tidak mampu. dan disamping itu dianjurkan shalat zuhur dan ashar berjamaah. lalu setelah itu anak-anak masuk kelas di perkuat dengan hc (hibitual curiculum) yaitu hari senin sampai dengan hari rabu jam 07. kepala sekolah dibantu oleh wakil dan guru pendidikan agama islam menyalami anak.bisa satu minggu sekali. sampai dimana anak itu sudah hafal dan hafal ayat nya dan juga terjemahannya. tidak boleh pulang. artinya hal-hal yang menyangkut kewanitaan yang tidak bisa dibahasakan oleh bapak-bapak harus dibahasakan oleh ibu-ibu. dan biasanya hari ntertentu ditutup dengan asmaul husna. Pembangunan UIN Tanggal : Selasa 30 april 2013. Tiap bulan ada nilai-nilai yang akan kita kembangkan. dan nanti kelas 9 baru diujikan lagi materinya dari kelas 7-9 itu namanya nujian praktek. disamping breving tadi. disamping itu anak-anak disini dianjurkan dari pagi ada shalat duha.

contohnya: ibunya selingkuh lalu anaknya tinggal sama bapaknya itu susah itu. konsursium bahasa memperingati 10 oktober. menulis. ya memang selama disini kita sealalu menekankan pada anak-anak.00-07. dan yang terbaik dikasih hadiah dan akan kita pamerkan diwaktu HUT MP karya anak-anak itu. disamping itu kelompok ini nanti dia punya even memperingati hari bahasa juga jadi anak-anak itu diarahkan untuk menulis. baru kita anak itu bisa teratasi. Pertama memberi dsamping itu kalau toh mereka menemukan uang itu harus emngembalikan setidak-tidaknya diberikan kepada wali kelasnya. itu biasanya penyebabnya karna broken home. kita juga memperingati hari bahsa dengan kita siapkan spanduk kira-kira beberapa puluh meter. Diantara 260 siswa ada satu atau dua siswa yang bermasalah. disaat memringati hari bahasa semua diperlombakan misanya pidato. disamping kita gunakan mading itu. karna kalau dirumah tidak beres tidak mungkin guru disekolah bisa membereskannya karna itu susah karna model itu ada dirumah. tapi umumnya kita disamping mempunyai program harian kita juga ada secara masal. karna tidak hanya menyangkut guru agama saja harus menyangkut psikologi juga karna kita tidak bisa deteksi agama saja. hari kamis ada reading habbit. harus kerjasama dengan guru BP dan guru psikologi. . Tetapi tiap-tiap konsursium misalnya konsursium umum/ tri okpu tanggal 10 mempunyai acara sendiri. kalu toh ada pasti itu suatu keanehan tapi kemungkinan tetap pasti ada. Program gemar membaca. kita juga berdayakan mading yang ada dikelas. kelas 1 jam 07. agama juga punya hari bahasa. hari senin sama hari rabu hc. setiap memperingati hari baahsa. itu yang saya bilang 1% tadi. 17 agustus atau hari ulang tahun MP. untuk kretatifitas anak. karna sesuatu itu tidak mungkin 100%.dalam menanamkan nilai-nilai karakter. dikelas kita disediakan tempat mading. setiap konsursium mempunyai hari kebahasaan memperingati hari bahasa. menulis apa yang mereka senang. setelah itu kita juga ada setiap konsursium itu mempunyai hari kebahasaan memperingati hari bahasa. semua ini diperlombakan. juga diperlombakan setiap ada even.40 membaca buku yang mereka senang dilkoordinir oleh konsursium bahasa. tetap ada kekurangan kemungkinan 1%. jadi tiap-tiap mengekspresikan kreatifitas mereka. tapi biasanya anak-anak disini kalau menemukan uang pasti dia memberikan pada guru-gurunya karna disini tidak ada yang mencuri atau memeras temannya jarang terjadi.

Apa saja pendidikan karaker yang di tanamkan pada sekolah MTs Pembangunan? Jawab: Sesuai dengan sekolah yang bercirikan Islam. bila murid belum mampu menerapkan karakter yang Jawab: telah menjadi tujuan pendidikan? Kita memberi keyakinan kalau semua siswa dapat berubah menjadi baik. Sejauh mana implikasi yang sudah dicapai terutama guru pendidikan agama Islam dalam menciptakan karakter siswa seperti religious. MISRO SHOLEH GURU : AKIDAH AKHLAK 1. Jadi tergantung usaha kita untuk berubah 5. dan Qadha & Qadhar maka tingkat religious yang menjadi saran. Selain itu ada laporan dari orang progres tentang anaknya yang menjadi lebih baik. Malaikat. jujur. . Hari Kiamat.NAMA : Drs. Semisal saya sebagai guru akidah aklak maka kita membuat pelajaran yang keimanan pada Allah. Bagaimana cara bapak dalam menerapkan pendidikan karakter? Jawab: Dengan cara membuat program penyuluhan dari wali kelas dan guru tentang penanaman nilai-nilai kebaikan agar menjadi karakter. 6. Apa saja yang dilakukan oleh guru. Apa defenisi pendidikan karakter menurut bapak? Jawab: menurut saya adaah pendidikan yang menciptakan karakter yang kuat pada siswa 2. Kitab. 7. adil dan sebagainya? Ada beberapa siswa tadinya agak bandel menjadi lebih baik akhlaknya. Bagaimana upaya mengefektif kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam mengiternalisasikan nilai-nilai pendidikan karakter? Jawab: dengan cara membuat RPP yang disesuaikan nilai-nilai karakter yang akan dicapai. Seberapa efektif program-program sekolah dalam mendukung pendidikan karakter siswa? Ya kira-kira 80% efektif dan anak-anak yang tadinya bandel dengan sendirinya berubah meskipun tidak drastis. Rasul. 3. 4. sudah tentu karakter Islami terutama religious lebih ditonjolkan. Materi: menjaga lingkungan maka nilai peduli terhadap lingkungan yang diterapkan.

Apakah ada hubungan antara guru dengan keluarga yakni orang tua murid dalam mendukung pendidikan karakter? Jawab:: Jelas ada karena kita satu jam konseling terhadap anak-anak yang disana kurang baik prestasi maupun sikapnya. biasanya ada keluhan keluhan yang disampaikan oleh orang tua murid. Adakah keluhan orang tua tentang kebijakan dan program sekolah yang tidak memberikan nilai-nilai pendidikan karakter? Jawab: sejauh ini tidak ada. bahwa program yang ditawarkan kita tidak merugikan para orang tua dan anaknya. Sejauh mana ekspetasi orang tua terhadap guru agar mampu menanamkan karakter pada siswa-siswanya? Jawab: mendukung jika itu baik dan tidak memberatkan 10. guru dan orang tua. Hal itu menunjukkan pendidikan karakter memerlukan kerjasama antara sekolah. Yang paling sering dikeluhkan adalah program sekolah seperti shalat jamaah. Kita juga mempunyai kegiatan setiap jumat para wali kelas termasuk saya mendengarkan keluhan-keluhan dari orang tua. mudah-mudahan ini respon positif. .8. 9. di rumah mereka masih disuruh jadi kesadar belum sepenuhnya.

Profil Sekolah Profil Sekolah Nama Sekolah Madrasah Tsnawiyah Pembangunan UIN Jakarta Nama Kepala Sekolah Drs. M. H. Syukri A. Syukri A. Ibnu Taimia IV Komplek Dosen UIN Jakarta NSS/ NPN 121231740001 Status Swasta (Terakreditasi A) Tahun berdiri Madrasah 1977 Telepon +6221740172. +62217401143 Fax +62217421156 Kepala Madrasah Drs. Agus Salim.Pd Wakabid Kesiswaan Drs Miran . Gani Alamat Jl. Gani Wakabid Kurikulum Drs.

Kemahasiswaan KEPALA LABORATORIUM KEPALA PUSAT Penelitian.STRUKTUR ORGANISASI MTs PEMBANGUNAN UIN JAKARTA Fak. Pengembangan dan Jaminan Mutu KEPALA BAGIAN TATA USAHA KASUBAG Keuangan dan Kepegawaian KASUBAG Pendidikan dan Pengajaran KASUBAG UMUM KEPALA PUSAT Sistem Informasi Dokumentasi & Publikasi KEPALA PERPUSTAKAAN . Ilmu Tarbiyah dan keguruan YAYASAN KOMITE MADRASAH DIREKTUR WAKIL DIREKTUR KEPALA MADRASAH TSANIYAH WAKA I Bid. Kurikulum WAKA II Bid.

Misro Sholeh S1 IAIN 8 Momon Mujibburrohman. S. S. S. Raswati Ramli.Pd S1 UNJ .Ag S1 STAI 2 Drs.I S1 UIN 22 Agus Wahyudi.Pd S1 UNJ 26 Ratih Nurul Annisa. S.Pd S1 UHAMKA 16 Wildah. ST S1 ITI 24 Yayah Zakiah. S. ST S1 Uwamang 23 Fitriyanti. M. S. Hj. S. Rini Machdarini. S. S. S. S.Pd S1 UIN 15 M.Pd.Pd S1 IAIN 12 Ali Ahmad. S. S.Pd S1 UNJ 30 Dry Muharma. S.Ag S1 IAIN 11 Herawati. ST S1 UNJ 21 Aqsol Aziz. S. MA S1 UIN 14 Wiwin Wiwitri. Si S1 UNPAD 28 Ahmad Sandy Rizani.Pd S1 IKIP 13 Mardi. Retno RPL. S.Pd S1 UIN 25 Mardiana.Pd S1 UHAMKA 17 Abdul Mutaqin. ST S1 UAY 7 Drs. Fikri Yohanis.Pd S1 UNJ 20 Muhtarom. MA S1 UHAMKA 9 Yayah Robiah. S. S1 UNAD 5 Ir. Fuad Kasa S1 IAIN 3 Dra.Pd S1 UPI 19 Saroni. S1 IKIP 4 Dra. Eha Soriha S1 IPB 6 Umi Prasatyaningsih P.Ag S1 UIN 18 Nia kurniawan. S.Pd S1 UIN 29 Purwaningsih. Hj. S. Sos S1 UNJ 27 Tajul Arif.Pd S1 UHAMKA 10 Romli.KEADAAN GURU MTs PEMBANGUNAN UIN JAKARTA No Nama Pendidikan Akhir 1 Hj.

I S1 UIN 38 Sari Mubaroh.Pd S1 UIN 35 Jaenal Mutaqin. S.i S1 UNJ .I S1 UIN 37 Hikmah Lestari.31 Maulidati Sabat. S.Pd S1 UNES 32 Desy Ayu Ningrum. S. S. S.Psi S1 UPI 33 Ana I’anah.Pd.Pd. S. S.Pd. S.I S1 UIN 36 Dwi Kurniawan.I S1 UIN 39 Hana Syadzwika.Pd.Pd S1 UIN 34 Nur Alfi Laili.Kom S1 UIN 40 Nur Hudaeri.Pd. S. S.

dll) 21 Bank .FASILITAS MTs PEMBANGUNAN UIN JAKARTA No Fasilitas 1 Ruang Kelas Ber-AC 2 2 Orang Guru Perkelas (Kelas I MI) 3 Bimbingan Membaca Al-Quran 4 Perpustakan 5 Laboratorium Komputer Dilengkapi Jaringan Internet 6 Laboratorium MIPA 7 Laboratorium IPS 8 Laboratorium Bahasa 9 Laboratorium Ketrampilan/Kitchen Lab 10 Masjid dan Aula 11 Sarana Audio Visual 12 UKS dan Perawat RS Syarif Hidayatullah 13 Ruang Bimbingan dan Konseling 14 Ruang Musik 15 Tabungan Aamal Shaleh (TAS) 16 Sarana Antar Jemput 17 Kantin 18 Satuan Pengama (Satpam) 19 Koperasi Sekolah 20 Sarana Olahraga (Futsal. Basket. Tenis Meja.

KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MTs PEMBANGUNAN UIN JAKARTA No Kegiatan Ekstrakurikuler 1 Palang Merah Remaja (PMR) 2 Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) 3 Rohani Islam (Rohis) 4 Mawaris 5 Musikalisasi Puisi 6 Jouralist Student Community (JSC) 7 Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) 8 Pramuka 9 Bola Basket 10 Futsal 11 Taekwondo 12 Student Company 13 Tari Saman 14 Arabina 15 English Club 16 Science Club/Robotic .