Anda di halaman 1dari 52

1

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
2

DAFTAR ISI
Diterbitkan oleh : Pengantar Redaksi 3
KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK
DITJEN PP & PL KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK KOMUNIKASI DALAM PERUBAHAN
INDONESIA ORGANISASI dan PERUBAHAN 4
PARADIGMA
PELINDUNG / PENASEHAT : Oleh : RAISSEKKI, SKM, MM
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok PERPUTARAN KEUANGAN SEBAGAI
Raissekki, SKM.MM. MODAL KERJA 6
Oleh : Irene Kusumastuti, SE
DEWAN REDAKSI : 9
Pelasanaan Kegiatan PK&SE, (RBAW)
Ketua, RBA. Widjonarko,SKM.M.Kes.
HASIL PERTEMUAN SOSIALISASI PELABU-
Anggota Redaktur : HAN SEHAT 12
Drs. Wilpren Gultom,MM. Oleh : Diah lestari
Rosyid Ridlo Prayogo,SE.,MKM.
Ikron, SKM.,MKM. TINJAUAN KOTA SEHAT UNTUK ANAK
18
Agus Syah FH.SKM. Oleh : Diah lestari
dr.Endriana S.Lubis. Fakta 'Segar' Tentang Kesehatan
Dewi Dyah Palupi,SKM. Jantung Anda 21
Oleh : Oleh : dr.Agung Setiawan
EDITOR : RISIKO POTENSIAL PENYAKIT-PENYAKIT
INFEKSI PADA PELAKU PERJALANAN 24
Nana Mulyana,SKM.
Lussi Soraya. by. diah lestari
Dian Puspa Riana,SKM. PERBANDINGAN MESIN FOG PANAS 25
DAN ULV (RBAW)

Desain Grafis & Photografer : CARA MURAH MERAWAT KUKU DAN


RAMBUT SENDIRI 26
Robi‘ur Rosyid
Syaflovida Oleh : Roswitha Kusuma Wardhani
Siapa bilang FORMALIN BERBAHAYA? 28
(RBAW)
Sekertariat :
JEJARING KERJA DAN KEMITRAAN
Nursamah,S.Sos SANITASI & DAMPAK RISIKO LINGKUNGAN 30
Evi Maria
Oleh : Isha Ali Wardhana, SKM, MKM
Alamat : PANDAN, KUCING DAN ANJING DALAM
KEHIDUPAN KITA SEHARI - HARI 32
Jl. Raya pelabuhan No.17 - Tanjung Priok, Jakarta Utara,
Oleh : Ny. Bertha M. Pasolang, SSos
Telepon : (021) 43931045, 4373266.,
PELATIHAN FUMIGASI KKP KELAS I
Faximile : (021) 4373265,
TANJUNG PRIOK 36
Webblog: http://kkptanjungpriok.blogspot.com.
Oleh : Agus Syah FH, SKM
E-mail: kkptanjungpriok@gmail.com
PENANGANAN GAWAT DARURAT MEDIK
NASIONAL 38
dr.Laily Shofiyah
UU PKKM ataukah UU wabah dan 43
Karkes? (RBAW)
KISAH tentang SEORANG KAKEK dan ISTRI
Model Cover : Ibu Menteri Kesehatan RI pada MUDA
upacara Penutupan Pelatihan Kekarantinaan di Oleh : Hendra Kusumawardhana
Terminal Pelabuhan Tanjung Priok
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
3

Pengantar Redaksi

INFO KESEHATAN PELABUHAN

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan ini merupakan buletin Volume V edisi 4 yang diterbitkan oleh Kantor Kesehatan
Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok untuk triwulan IV tahun 2010. Buletin ini merupakan wahana informasi bagi insan
pelabuhan dalam mengembangkan potensi diri guna mendukung pelaksanaan program kesehatan, khususnya di
Gerbang Negara.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan berisi informasi hasil kegiatan pelaksanaan program kesehatan pelabuhan,
kajian – kajian, pengembangan teknologi, peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan, naskah – naskah
ilmiah, dan karya – karya seni serta peristiwa – peristiwa terkini lainya, bahkan informasi kesehatan tradisional.

Topik – topiknya yakni Atensi (komunikasi dalam perubahan organisasi dan perubahan paradigma), Ruang TU
perputaran keuangan sebagai modal kerja), Ruang PKSE (Pelaksanaan kegiatan PKSE), Ruang PRL hasil pertemuan
sosialisasi dan tinjauan kota sehat untuk anak), Ruang UKLW (fakta segar tentang kesehatan jantung), Teknologi dan
informasi (risiko potensial penyakit infeksi perbandingan mesin fog), Serba serbi (cara murah merawat kuku dan rambut
sendiri), Jejaring kerja dan kemitraan (jejaring kerja SANDAR), Flora dan fauna (pandan, kucing dan anjing), Kajian dan
Diklat (pelatihan fumigasi), Aneka peristiwa (penanganan gawat darurat medik dan UU PKKM ataukah UU wabah &
karantina kesehatan) serta Relaksasi (seorang kakek dan istri mudanya)

Redaksi menerima sumbangan artikel, laporan, reportase, saduran, karikatur, sajak – sajak ataupun karya sastra
lain dan foto – foto yang berkaitan dengan program kesehatan pelabuhan. Redaksi memberikan kesempatan ini pada
para kolega KKP, institusi kesehatan unit pusat dan daerah, Stake Holder di Pelabuhan serta seluruh pembaca di seluruh
Indonesia untuk berpartisipasi dalam penulisan Buletin Info Kesehatan Pelabuhan.

Dewan redaksi mengajak para pembaca buletin ini untuk melaju dengan kecepatan optimal dalam
meningkatkan jejaring informasi guna mencapai kinerja yang kita inginkan.

Silakan jika ada yang mau bergabung.

Selamat bekerja dan sukses selalu

Dewan Redaksi

RBA. WIDJONARKO, SKM, MKES

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
4
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2010

KOMUNIKASI ATENSI
DALAM PERUBAHAN ORGANISASI dan PERUBAHAN PARADIGMA

Oleh : Raissekki, SKM, MM

Salah satu tahap keberhasilan perubahan ora- Health Regulation (IHR) 2005, sektor kesehatan termasuk
ganisai yang harus dilewati Unit Pelaksana Teknis (UPT)
adalah komunikasi agar pe- dibawahnya melakukan sosialisasi
rubahan tersebut dapat penerapan IHR 2005 baik
diterima dan dipahami oleh terhadap intern sektor kesehatan
pihak internal organisasi (staf) maupun terhadap extern
(staf) dan pihak external (stake holder terkait).
organisasi (stake holder terkait). Oleh karena itu, komu- Pelaksanaan sosialisasi tersebut bukan suatu
nikasi perubahan harus dikelola sejak diterapkannya kekeliruan ataupun kegiatan
perubahan tersebut. percuma, justru kegiatan
sosialisasi ini harus
Pentingnya komunikasi
ditempatkan pada urutan
Pentingnya upaya komunikasi perubahan
prioritas paling atas sebagai
dalam organisasi,
upaya komunikasi untuk
dikemukakan oleh Larry
memberi pemahaman
Semeltzer (1991) dalam
bahwa secara global telah
penelitiannya tentang
terjadi perubahan atau
perubahan pada 43
pergeseran paradigma pada sektor kesehatan.
Organisasi bahwa Larry
Selama ini telah dilaksanakan komunikasi intern
Semeltzer menggaris bawahi
dan extern oleh Kantor
pentingnya komunikasi sebagau upaya antisipasi
Kesehatan Pelabuhan melalui
terhadap kemungkinan terjadinya kegagalan
kegiatan sosialisasi , pertemuan
perubahan organisasi.
jejaring

Komunikasi perubahan paradigma kerja


dan kemitraan, pelatihan,
Kenyataan menunjukkan bahwa pada saat
simulasi, gladi, pertemuan
suatu organisasi melakukan
teknis program, dan lain sebagainya.
perubahan, manajemen organisasi
akan melakukan Komunikasi awal terhadap staf
komunikasi
Komunikasi ini harus dilakukan terlebih dahulu
terhadap staf dan
terhadap pihak intern (staf)
terhadap stake
agar mereka dapat
holder terkait
mengetahui adanya
melalui kegiatan sosialisasi. Pada
perubahan paradigma ini
saat diberlakukannya International
yang berasal dari pihak manajemen sektor kesehatan.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
5

Apabila staf menerima awal informasi adanya dengan kata lain ―Apa yang tidak kita pahami selalu
perubahan ataupun lebih menakutkan dari
pergeseran paradigma pada yang kita
justru dari pihak lain pahami‖. Konsep
(extern) maka staf akan universal bahwa pada
kontra produktif, staf umumnya manusia lebih
akan berpikir negatif merasa nyaman
tentang managementnya. dengan segala

Hal ini merupakan salah satu kegagalan kebiasaan yang selama ini mereka lakukan dan telah

organisasi dalam mengawal suatu upaya perubahan mereka pahami.

ataupun pergeseran Seseorang yang

paradigma. Setelah staf mengalami masa-

memahami dan masa sulit pada saat

menerima tentang melakukan upaya

adanya perubahan perubahan tersebut,

atau pergeseran maka ia akan lebih

paradigma tersebut, barulah selanjutnya pihak tertarik untuk kembali kepada paradigma lama

management mulai melakukan komunikasi terhadap walaupun ia tahu bahwa paradigma yang lama sudah

pihak stake holder terkait. tidak tepat lagi.

Inilah pentingnya kominikasi dalam perubahan


Konsep universal
organisasi dan perubahan paradigma guna
Secara alami manusia merasa tidak aman bila meningkatkan kinerja staf dan kinerja organisasi dalam
menghadapi perubahan apapun bentuknya, atau mencapai tujuan.

KKP KELAS I TANJUNG PRIOK

SOSIALISASI IHR 2005

SOSOALISASI
PELABUHAN SEHAT

SOSIALISASI . . . DLL

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
6
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2010

PERPUTARAN KEUANGAN SEBAGAI MODAL KERJA Ruang TU

Oleh : Irene Kusumastuti, SE

Modal kerja sering kali dikaitkan dengan aktiva serta melayani permintaan para konsumennya yang
lancar yang ada dalam suatu perkantoran sebuah cenderung bertambah banyak.
perusahaan. Dalam menjalankan usahanya suatu pe- Modal perusahaan yang berhubungan
rusahan memerlukan dana atau modal kerja untuk dengan kegiatan sehari - hari adalah modal kerja,
membelanjai operas- karena modal kerja adalah salah satu faktor yang
inya sehari - hari. Di- sangat penting untuk dapat memperlancar kegiatan
mana uang atau operasional perusahaan
dana yang telah di misalnya membayar upah
keluarkan itu diharap- buruh, gaji pegawai,
kan akan dapat kem- memberikan persekot
bali masuk dalam pembelian tiket, dll.
perusahaan dalam Tersedianya modal kerja
waktu yang pendek melalui hasil penjualan produk- yang segera dapat
sinya baik barang ataupun jasa. Uang yang masuk dipergunakan dalam
yang berasal dari penjualan produk tersebut akan operasinya tergantung
segera di keluarkan lagi untuk membayar operasi se- pada tipe atau sifat dari
lanjutnya. Dengan aktiva lancar yang dimiliki
demikian maka dana dalam arti harus mampu
tersebut akan terus membiayai pengeluaran – pengeluaran atau operasi
memerus berputar perusahaan sehari – hari dengan modal kerja yang
setiap periodenya cukup akan menguntungkan bagi perusahaan untuk
selama perusahaan masih berjalan. Perputaran modal tidak mengalami kesulitan keuangan.
kerja merupakan suatu aliran dana dari kas sebelum-
Sumber – sumber yang mengalir dalam
nya, yang dapat di investasikan dalam komponen -
perusahaan dipegang sebagai kas. Bila sumber ini
komponen modal kerja, yang akan kembali masuk ke
dibutuhkan dalam
dalam kas berikutnya dengan melalui beberapa taha-
operasi maka kas
pan - tahapan dengan suatu periode atau jangka
dikeluarkan dan
waktu tertentu (satu tahun).
sumber ini
digunakan dalam
Pentingnya perputaran modal kerja
proses
Setiap perusahaan yang mempunyai tujuan pengolahan. Pada umumnya sumber modal kerja
utama mencari laba akan memerlukan tambahan suatu perusahaan antara lain hasil operasi
modal. Tambahan modal tersebut akan dipergunakan perusahaan, keuntungan dari penjualan surat –
untuk memperlancar kegiatan usahanya agar dapat surat berharga (investasi jangka pendek), penjualan
mengikuti kemajuan tekhnologi dan penemuan baru aktiva tidak lancar, penjualan saham atau obligasi.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
7
Modal kerja selalu dalam keadaan operasi lancar tersebut diikuti dengan penurunan hutang
atau berputar dalam perusahaan selama lancar dalam jumlah yang sama.
perusahaan yang Untuk mengukur efisiensi kinerja penggunaan
bersangkutan modal kerja perusahaan dalam menghasilkan suatu
dalam keadaan pendapatan, maka
usaha. Periode diperlukan suatu analisis
perputaran modal kerja dimulai dari saat dimana keuangan yaitu analisis
kas diinvestasikan dalam komponen-komponen perputaran modal kerja.
modal kerja sampai saat dimana kembali lagi Perputaran modal kerja
menjadi kas. adalah suatu rasio untuk
Makin pendek periode tersebut berarti mengukur aktivitas bisnis
makin cepat terhadap kelebihan aktiva lancar atas kewajiban
perputarannya atau lancar. Rasio ini menunjukan banyaknya penjualan
makin tinggi tingkat yang didapat perusahaan untuk tiap rupiah modal
perputarannya. kerja.
Berapa lama periode perputaran modal kerja Berdasarkan hal tersebut di atas, dapat dilihat
adalah tergantung kepada berapa lama periode bahwa pengukuran efisiensi kinerja penggunaan modal
perputaran dari masing-masing komponen dari kerja dalam menghasilkan
modal kerja tersebut. suatu pendapatan
Modal kerja yang di miliki perusahaan akan (perputaran modal kerja)
digunakan untuk membiayai kegiatan perusahaan merupakan hal yang
misalnya untuk membelanjai berbagai macam sangat penting bagi
kebutuhan sesuai dengan bidang usahanya , seperti perusahaan agar
membeli bahan baku, membayar upah buruh, gaji perusahaan dapat terus
karyawan dan sebagainya . Modal kerja yang bersaing. Dengan
dibutuhkan untuk membiayai investasi (capital meningkatnya pendapatan usaha ini maka
expenditure) contohnya pembelian perusahaan akan dapat mencapai tujuan utamanya
mesin,kendaraan ,truk ,dan mendirikan gudang . Dana yaitu mencapai profit yang maksimal.
dari modal perusahaan yang sudah dikeluarkan
diharapkan dapat kembali melalui hasil penjualan Profitabilitas
produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Tujuan setiap perusahaan adalah
Penggunaan modal kerja akan mendapatkan laba (net profit), yaitu suatu keuntungan
menyebabkan perubahan bentuk maupun yang berhubungan dengan tanggungjawab
penurunan jumlah aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan, baik terhadap karyawan, pelanggan
perusahaan, tetapi penggunaan aktiva lancar maupun pemilik. Profit tidak muncul secara otomatis ,
tidak selalu diikuti melainkan membutuhkan perencanaan yang baik.
dengan berubahnya Profit atau keuntungan berasal dari keberhasilan
atau turunnya modal manajemen dalam merngorganisasikan kekuatan
kerja yang dimiliki oleh perusahaan ke dalam suatu tim yang bertujuan
perusahaan. Misalnya mencari laba. Pengertian profitabilitas secara umum
penggunaan ini tidak mengakibatkan penurunan yaitu kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
jumlah modal kerja karena penurunan aktiva profit atau laba.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
8
Profitabilitas yang digunakan sebagai kriteria bergerak cepat.Semakin tinggi perputaran modal kerja
penilaian hasil operasi Perusahaan mempunyai tujuan tersebut berarti semakin tinggi profit yang akan di hasil-
pokok dan dapat di pakai sebagai berikut : kan.

Profitabilitas dapat di manfaatkan untuk Kemam-


menggambarkan kriteria yang sangat diperlukan puan perusahaan
dalam menilai sukses suatu untuk mendapat-
perusahaan dalam hal kan laba sangat
kapabilitas dan motivasi penting diukur un-
dari manajemen. tuk mengetahui

Suatu alat untuk membuat efektivitas jalannya

proyeksi laba persahaan perusahaan se-

karena menggambarkan korelasi antara laba dan lama perusahaan

jumlah modal kerja yang di tanamkan. berjalan atau dalam satu periode yang merupakan
profitabilitas. Salah satu instrument atau cara untuk da-
Suatu alat pengendalian bagi manajemen
pat mengetahui
profitabilitas dapat di manfaatkan oleh pihak intern
sejauh mana peru-
untuk menyusun target budget,koordinasi,evaluasi hasil
sahaan mampu
operasi perusahaan dan dasar penganbilan kepu-
untuk memperoleh
tusan penanaman modal.
laba dari hasil
Rasio profitabilitas merupakan analisis terha-
penjualan pro-
dap laba dan berbagai unsur yang membentuk laba
duknya tersebut
merupakan aspek penting ,karena kelangsungan
maka dapatlah digunakan analisis rasio pengembalian
hidup dan sukses
investasi atau yang sering disebut dengan Return On
atau tidaknya suatu
Investment (ROI).
perusahaan sangat
Dalam hal ini rasio pengembalian investasi
tergantung pada
(Return On Investment) akan dapat mengukur kemam-
kemampuannya
puan atau produktivitas perusahaan melalui keseluru-
dalam menghasil-
han dana yang ditanamkan dalam aktiva untuk op-
kan laba . Analisa
erasi suatu perusahaan dalam menghasilkan laba.
profitabilitas perusa-
haan merupakan Dari uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan

bagian utama bahwa perputaran modal kerja yang tinggi akan men-

analis laporan keuangan. Seluruh laporan keuangan gakibatkan profitabilitas semakin meningkat.

dapat digunakan untuk analisis profitabilitas, namun


yang paling penting adalah laporan laba rugi.

Perputaran modal kerja sangatlah mempen-


garuhi aktivitas perusa-
haan.Apabila perputaran mo-
dal kerja berlangsung cepat
maka aktivitas perusahaan pun
dapat terus meningkat akibat
dari system modal kerja yang

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
9
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2010

Selintas tentang : RUANG PKSE

PELAKSANAAN KEGIATAN PK & SE PADA TAHUN 2009


DI KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK

Lanjutan dari Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010

N. Penelusuran Referensi / Peraturan Perundang- penyusunan laporan kegiatan, dll). Selain itu juga
undangan Bidang Karantina & SE dilakukan monitoring dan evaluasi kegiatan pada

Didalam melaksanakan tugas pokok dan kelima wilayah kerja tersebut.

fungsi karantina & SE diperlukan sarana dan


prasarana penunjang, salah satunya adalah P. Investigasi KLB/ Bencana & Penanganan Pengungsi

tersedianya sumber-sumber referensi yang Di Tahun 2009 terdapat beberapa kegiatan


dibutuhkan di dalam menerapkan cegah tangkal investigasi dan penanganan KLB/Bencana di
penyakit menular potensial wabah di Wilayah Wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan ini
Pelabuhan Tanjung Priok. Melihat hal tersebut terdiri dari :
Bidang Pengendalian Karantina & SE melakukan 1. Penanganan tabrakan KM. Rimba Tiga dengan TK.
kunjungan ke 9 instansi terkait, seperti Subdit WHS 1801 digandeng TB. harapan indah 7.
zoonosis, subdit surveilans, subdit albovirosis, subdit
Penanganan pada korban KM Rimba Tiga
karantina kesehatan, subdit BSN, Dinas Kesehatan
merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi
Jakarta, Subdit Jakarta Utara, BBTKL Jakarta dan
KKP Kelas 1 Tanjung Priok sesuai dengan Peraturan
Batan. Kegiatan dilakukan dengan meminta
Menteri Kesehatan No. 356 Tahun 2008 tentang
maupun mengcopy referensi-referensi (buku,
Organisasi dan Tata Kerja KKP dan Surat Keputusan
diktat, panduan, pedoman, peraturan, dll) yang
DirJen PPM & PL No. HK.00.06.7.426 tentang
dianggap diperlukan dalam melakukan tugas
Penetapan UPT Direktorat Jendral PPM & PL
pokok dan fungsi.
Sebagai Sentra Regional PPM – PL Dalam
Kesiapsiagaan Dan Penanggulangan Bencana
O. Bintek Karantina & Surveilans Epidemiologi Dan Penanganan Pengungsi Bidang Kesehatan.

KKP Kelas I Tanjung Priok mempunyai 5 (lima) Kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 5 –
wilayah kerja yaitu Sunda Kelapa, Kali Baru, 20 Maret 2009, merupakan salah satu wujud respon
Marunda, Muara Baru, dan Muara Angke. cepat KKP Kelas I Tanjung Priok terhadap kejadian
Bimbingan teknis dilakukan di 5 (lima) wilayah kerja luar biasa yang terjadi di Wilayah Pelabuhan
tersebut sebanyak 4 (empat) kali dalam setahun. Tanjung Priok. Penanganan terhadap korban KM
Bimbingan dari KKP Induk diantaranya tentang Rimba Tiga maupun alat angkut yang membawa
perencanaan (POA), pelaksanaan program, korban, seperti, rujukan korban ke Rumah Sakit,
pelaksanaan teknis kekarantinaan & SE (Pengisian pengidentifikasian korban meninggal dan
formulir kedatangan kapal dalam karantina, mendesinfeksi pada seluruh lokasi-lokasi
jejaring kerja dengan instansi disekitar wilayah penanganan korban. Hal ini dilakukan untuk
kerja, pengumpulan dan pengolahan data mencegah timbulnya masalah kesehatan
kegiatan, promosi data lewat papan informasi, masyarakat yang lebih luas.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
10
Adapun hasil kegiatan adalah sebagai berikut : dibandingkan dengan jumlah kasus dan kematian

Dari total ABK dan penumpang KM Rimba Tiga se- yang ada di negara-negara tetangga kita seperti

banyak 26 orang, Tim penyelamat menemukan 13 Thailand yang memiliki 13.019 kasus dengan 114

orang selamat dan 13 orang meninggal dunia kematian, Singapura 12 kematian, Malaysia 68
kematian dan Australia yang tercatat memiliki 33.511
Ke 13 orang korban yang selamat terdiri dari 10
kasus dengan 132 kematian, Indonesia masih
orang ABK dengan luka ringan dan diperbolehkan
termasuk sedikit jumlah kasus influenza A (H1N1).
pulang, sedangkan 3 orang dirujuk ke UGD RS Port
Akan tetapi kita tetap harus waspada terhadap Influ-
Medical Center. 1 orang ABK berusia 47 tahun yang
enza A (H1N1) dikarenakan potensi penyebaran pen-
merupakan KKM dari KM Rimba Tiga dan 1 orang
yakit ini yang sangat cepat dan terutama di pintu
penumpang berusia 36 tahun yang merupakan istri
masuk seperti pelabuhan. Berdasarkan Surat Kepu-
Masinis III KM Rimba tiga, dapat langsung diperbo-
tusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 503/
lehkan pulang dikarenakan hanya luka ringan. Untuk
Menkes/VI/2009 Tanggal 30 Juni 2009 tentang
1 penumpang lagi berusia 26 tahun yang meru-
penetapan kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit
pakan istri dari Mualim III di rawat di RS. Port Medical
Influenza A (H1N1), maka pelaksanaan investigasi KLB
Center karena luka bakar dengan tingkatan 6% dan
influenza A (H1N1) di wilayah Pelabuhan Tanjung
gangguan psikis akibat kehilangan anaknya. Seluruh
Priok dilakukan mulai sejak penyakit tersebut menyer-
korban selamat dinyatakan sehat dan bebas dari
ang Negara Mexico.
penyakit menular potensial wabah
.
Pengamatan Influenza A (H1N1) dititikberatkan
2. Investigasi KLB influenza A (H1N1)
pada kedatangan TKI deportasi asal Malaysia,
Merebaknya kasus penyakit Influenza A
mengingat Malaysia telah termasuk ke dalam negara
( H1N1) yang berawal dari munculnya kasus pertama
terjangkit H1N1. Kegiatan ini terdiri dari pelayanan
di negara Mexico, membuat dunia semakin
pengobatan dan rujukan pada kedatangan TKI De-
meningkatkan kewaspadaannya terhadap penyakit
portasi, Tindakan kesehatan (desinfektan) dan Pen-
ini, tidak terkecuali Indonesia. Virus influenza A
gamatan penyakit Influenza A (H1N1). Seluruh TKI
(H1N1) merupakan virus baru yang tidak pernah
deportasi yang datang tersebut, bebas dari penyakit
ditemukan sebelumnya. Virus ini memiliki strain baru,
influenza H1N1.
penyebarannya lebih mudah dan cepat
dibandingkan virus lainnya. WHO telah menyatakan Q. Penyusunan Draft Instrumen Pengawasan Lalu Lintas
bahwa fase penyebaran influenza A (H1N1) telah Komoditi OMKABA Eksport – Import
ditingkatkan dari pandemic level 5 menjadi level 6 Pengawasan lalu lintas barang, khususnya yang
pada juni 2009. Jumlah kasus konfirmasi sampai termasuk komoditi OMKABA (Obat, Makanan, Kos-
dengan tanggal 30 Juni sebanyak 277.607 kasus dan metika, Alat Kesehatan, dan Bahan Adiktif) merupakan
kasus kematian sebanyak 3.205 kasus dan tersebear salah satu tugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung
di seluruh dunia. Keadaan ini akan berdampak luas Priok. Disamping itu, Menindaklanjuti perberlakukan IHR
terhadap kesehatan masyarakat jika tidak dilakukan 2005 dan Permenkes 356 Tahun 2008 tentang
penanganan secara serius. Organisasi dan Tata Kerja KKP, antara lain perlu
Di Indonesia, menurut data tanggal 1 dipersiapkan perangkat pendukung berupa Instrument
September 2009 jumlah kasus konfirmasi influenza A pengawasan, guna menunjang kesiapan petugas
(H1N1) sebanyak 1.083 kasus tersebar di 25 provinsi kesehatan pelabuhan dalam menjawab tantangan
dengan kasus konfirmasi sebanyak 28 orang. Jika permasalahan global tersebut di atas.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
11
Salah satunya dengan membuat Draft Instrument
Pengawasan Lalulintas Komoditi OMKABA Eksport Pelaksanaan pertemuan penyusunan Draft Protap
Import. Pengawasan Kapal dalam Karantina diikuti oleh 20
peserta. Pertemuan dilaksanakan di Hotel Ria Diani
Tujuan kegiatan Penyusunan Draft Instrumen
Cibogo, Bogor, Jawa Barat mulai tanggal 9 s/d 11
Pengawasan Lalu Lintas Komoditi OMKABA Eksport –
Pebruari 2009
Import adalah tersusunnya draft instrument
pengawasan lalu lintas komoditi OMKABA Eksport – S. Evaluasi dan Penyusunan Laporan Program Pengen-
Import sebagai acuan petugas dalam melakukan dalian Karantina & SE
pengawasan, sehingga tercapainya komoditi OM-
Dalam melaksanakan berbagai program yang ada,
KABA yang keluar ataupun masuk melalui Pelabuhan
diperlukan upaya-upaya untuk memperbaiki
Tanjung Priok bebas dari faktor risiko Public Health
pelaksanaan kegiatan di masa yang yang akan
Emergency of International Concern (PHEIC).
datang, salah satunya dengan melakukan evaluasi
kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan. Pertemuan
Pelaksanaan pertemuan penyusunan Draft
evaluasi dan penyusunan laporan program karantina
Instrument Pengawasan Lalu Lintas Komoditi
dan SE dilaksanakan pada tanggal 2 s/d 4 Juli 2009.
OMKABA Eksport - Import diikuti oleh 20 peserta.
Adapun pertemuan ini dilaksanakan di Villa Rafflesia
Pertemuan dilaksanakan di Hotel Ria Diani Cibogo,
– Taman Sapari - Jl. Raya Puncak - Bogor – Jawa
Bogor, Jawa Barat mulai tanggal 19 sampai dengan
Barat, kegiatan evaluasi program Pengendalian
21 Januari 2009.
Karantina & SE sebagai bahan untuk penyusunan
R. Draft Protap Pengawasan Kapal Dalam Karantina perencanaan Bidang Pengendalian Karantina & SE.

Menindaklanjuti pemberlakukan IHR 2005 dan


T. Evaluasi Pasca Pelatihan Kekarantinaan Kapal
Permenkes 356 Tahun 2008 tentang Organisasi dan
Pada Tahun 2008 Bidang Pengendalian Karantina &
Tata Kerja KKP, antara lain perlu dipersiapkan
SE telah mengadakan pelatihan Kekarantinaan
perangkat pendukung berupa standar operasional
Kapal untuk 30 petugas KKP se-Indonesia. Untuk
prosedur guna menunjang kesiapan petugas
mengetahui seberapa jauh aplikasi yang telah
kesehatan pelabuhan dalam menjawab tantangan
diterapkan dari ilmu dan ketrampilan yang didapat
permasalahan global tersebut di atas. Salah satunya
sewaktu ikut pelatihan, maka Bidang Pengendalian
dengan membuat Prosedur Tetap Pengawasan
Karantina & SE memandang perlu untuk melakukan
Kapal Dalam Karantina di Pelabuhan yang
evaluasi pasca pelatihan tersebut. Adapun lokasi
digunakan sebagai acuan petugas dalam
yang dituju untuk Tahun 2009 ini ada 10 lokasi antara
melaksanakan pengawasan kapal dalam karantina
lain : KKP Kelas I Medan, KKP Kelas I Makassar, KKP
pada KKP Kelas I Tanjung Priok.
Kelas I Surabaya, KKP Kelas II Balikpapan, KKP Kelas II
Tujuan kegiatan Penyusunan Protap Pengawasan Samarinda, KKP Kelas II Tanjung Pinang, KKP Kelas II
Kapal dalam Karantina adalah tersusunnya protap Tanjung Balai Karimun, KKP Kelas II Pekan Baru, KKP
pengawasan kapal dalam karantina sehingga Kelas II Dumai dan KKP Kelas II Banjarmasin. Kegiatan
tercapainya kapal yang masuk ataupun keluar ini dilakukan dengan melakukan observasi, tanya
melalui Pelabuhan Tanjung Priok bebas dari faktor jawab dan chek list menggunakan instrument pasca
risiko Public Health Emergency of International pelatihan yang telah dipersiapkan, serta melihat
Concern (PHEIC) melalui penerbitan Certificate of seberapa jauh penerapan Rencana Tindak Lanjut
Pratique (COP). (RTL) yang telah mereka buat saat pelatihan.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
12
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2010

RUANG PRL
HASIL PERTEMUAN SOSIALISASI PELABUHAN SEHAT
Oleh : Diah lestari
(Kepala Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan)

Belum lama ini Kantor Kesehatan Pelabuhan dan kegiatan ekonomi dan industry, tempat kapal
(KKP) Kelas I Tanjung Priok bekerjasama dengan Ad- bersandar, berlabuh, naik turun penumpang atau
ministrator Pelabuhan Utama Tanjung Priok dan PT bongkar muat barang diperlukan kondisi keamanan
(Persero) Pelabuhan Indonesia II cab. Tanjung Priok, dan ketertiban
menyelenggarakan Sosialisasi Pelabuhan sehat den- 4. Melaksanakan public health response yaitu
gan tema “ Perspektif Pembangunan Pelabuhan Sehat mencegah, melindungi, dan mengendalikan terjad-
Berwawasan Kesehatan dan Ekonomi”. Pertemuan inya penyebaran penyakit secara international untuk
dilaksanakan di Hotel Grand Cempaka Jakarta, 29 Juli menghindari implikasi dari PHEIC, yaitu :
2010. Tujuan pertemuan adalah tersosialisasinya kon-
Dampak negative dari ekonomi yang hebat terha-
sep pelabuhan sehat untuk mewujudkan kawasan pe-
dap tourisme, perdagangan dan perjalanan.
labuhan yang bersih, aman, nyaman dan sehat.
Implikasi social, penderitaan manusia baik secara
Alasan Kegiatan Dilaksanakan :
fisik maupun psikologi.
1. Pelabuhan Tanjung Priok merupakan salah satu pela-
Gangguan terhadap kehidupan normal
buhan umum yang tersibuk di Indonesia, dimana 65
% total arus barang secara nasional diangkut melalui Ancaman terhadap kesehatan dan system kese-

Pelabuhan ini. Disamping sebagai tempat aktifitas jahteraan masyarakat. Sehingga diperlukan suatu

lalu lintas barang, orang dan alat angkut dari dan kondisi kawasan pelabuhan yang bersih, aman,

keluar negeri, Pelabuhan Tanjung Priok juga meru- nyaman dan sehat.

pakan salah satu pintu masuk suatu Negara (show Penyelenggaraan pelabuhan sehat bukan
windows) sangat berpotensi besar menjadi sumber hanya merupakan tangungjawab dari sektor kese-
infeksi atau sumber kontaminsi yang merupakan hatan saja, tetapi juga merupakan tanggungjawab
risiko bagi kesehatan masyarakat, penyebaran pen- semua sektor yang berada di wilayah pelabuhan. Oleh
yakit, pencemaran lingkungan serta gangguan kea- karena itu dalam rangka mewujudkan kawasan pela-
manan dan ketertiban. buhan Tanjung Priok yang bersih, aman, nyaman dan

2. Wilayah pelabuhan merupakan wilayah perairan sehat diperlukan suatu upaya kerjasama lintas pro-

dan daratan (Ring bewaking) yang dipergunakan gram, lintas sector dan stakeholder untuk melaksana-

secara langsung untuk kegiatan pelabuhan dan kan public health respon yaitu mencegah, melindungi

menjamin kesehatan pelayaran sesuai yang diama- dan mengendalikan terjadinya penyebaran penyakit

natkan dalam International Health Regulation (IHR) secara international yang dapat meresahkan dunia.

2005, yaitu untuk menghindarkan kerugian akibat Peserta pertemuan sosialisasi pelabuhan sehat
pembatasan larangan perjalanan dan perdagan- dihadiri oleh lintas sector, lintas program dan stake-
gan karena masalah kesehatan masyarakat. holder yang ada dikawasan pelabuhan Tanjung Priok

3. Pelabuhan sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan konsultan dari WHO.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
13

Peserta pertemuan lintas sector, program dan stake- produktifitas, serta perekonomian yang sesuai dengan
holder, diantaranya adalah : KPU Bea Cukai, Kantor kebutuhan wilayah perkotaan.
Imugrasi Kelas I tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Sambutan pengarahan oleh Dirjen PP&PL, Ke-
Priok, Balai Besar Karantina Tumbuhan dan Hewan Tan- menterian Kesehatan, dan beliau sekaligus berkenan
jung Priok, Stasiun Karantina Ikan Kelas I Tanjung Priok, membuka pertemuan sosialisasi pelabuhan sehat.
Lantamal Tanjung Priok, Terminal Penumpang Nusan- Dalam sambutan pengarahan disampaikan bahwa
tara II Tanjung Priok, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Indonesia sebagai Negara anggota dan Kementerian
Utara, Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat, PT. Ja- Kesehatan sebagai IHR focal point wajib melaksanakan
karta International Container Terminal, Kawasan Berikat tuntutan yang diamanatkan dalam IHR 2005, bahwa :
Nusantara Tanjung Priok, PT Bogasari, PT. DOK Kodya
Negara anggota wajib menjamin bahwa kapal, con-
Bahari dan PT.DOK Daya Radar Utama, Unit Terminal
tainer international harus bebas dari kontaminasi,
Peti Kemas, PT. Multi Terminal Indonesia, Assosiasi Pen-
sumber infeksi, vector dan reservoir.
gusaha Bongkar Muat Indonesia, PT. Pengerukan Indo-
Negara harus menjamin bahwa pelabuhan/peti ke-
nesia dan Paguyuban TPM
mas terbebas dari kontaminasi, sumber infeksi, vector
Narasumber dan materi yang disampaikan
dan reservoir
dalam pertemuan sosialisasi pelabuhan sehat, dianta-
Setiap pelabuhan peti kemas diharapkan tersedia
ranya adalah :
fasilitas inspeksi dan isolasi container. Ditjen PP&PL
Direktur Penyehatan Lingkungan, Ditjen PP&PL, ten-
Narasumber pertemuan sosialisasi pelabuhan sehat.
tang Kebijakan Kementerian Kesehatan Dalam Pen-
Dirjen PP&PL dalam sambutannya juga men-
yelenggaraan Pelabuhan Sehat
yampaikan bahwa pada dasarnya penyelenggaraan
Administrator Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Gen-
pelabuhan sehat merupakan implementasi dari IHR
eral Manager PT (Persero) Pelindo II, Cabang Tanjung
2005, yaitu menciptakan kondisi pelabuhan yang ber-
Priok, Ketua DPC INSA JAYA Tanjung Priok, menyam-
sih, aman, nyaman dan sehat yang harus dijaga terus-
paikan peran masing-masing dalam mensukseskan
menerus dan berkelanjutan untuk komunitas pelabu-
pelabuhan sehat.
han (pekerja dan masyarakat). Lebih lanjut dalam sam-
DR. dr. Hariadi Wibisono MPH, NPO/IHR-WHO Indone- butannya, beliau mengharapkan dari pertemuan
sia, Penerapan IHR dalam Penanggulangan dan sosialisasi ini adanya pemahaman yang sama tentang
Cegah Tangkal PHEIC konsep pelabuhan sehat, dan adanya kesepakatan
Prof. DR.dr. Umar Fahmi Achmadi, MPH, Guru besar penerapan program serta adanya dukungan politis
Unv. Indonesia, Pendekatan Pembangunan Pelabu- (legalitas, pendanaan,teknis) dari pengambil kebijakan,
han Berwawasan Kesehatan. dan dalam waktu secepat mungkin penyelenggaraan

Sambutan sekapur sirih dari walikota Jakarta pelabuhan sehat dapat terealisasi dimulai dari pem-

Utara mengawali pertemuan sosialisasi pelabuhan se- bentukan tim Pembina, tim teknis dan forum-forum

hat. Dalam sambutannya bahwa Pelabuhan Tanjung yang ada di pelabuhan Tanjung Priok.

Priok secara geografis terletak di wilayah Jakarta Output atau keluaran yang diharapkan dari pertemuan
Utara, mewujudkan pelabuhan sehat Tanjung priok sosialisasi ini adalah :
sejalan dengan pencanangan kota sehat di wilayah Adanya pemahaman yang sama tentang konsep
Jakarta Utara, yaitu suatu pendekatan untuk mening- pelabuhan sehat
katkan kesehatan masyarakat dengan mendorong
Diperolehnya kesepakatan untuk melaksanakan,
terciptanya kualitas lingkungan fisik, sosial, budaya dan
menerapkan dan mengembangkan program pelabu

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
14

han sehat 5. Perlu adanya dukungan politis dari pengambil

Diperolehnya kesepakatan pemahaman tentang kebijakan dalam bentuk aspek legalitas, teknis dan

peran dan fungsi masing-masing pendanaan

6. Perlu dibentuknya kelembagaan tim Pembina dan


Diperolehnya dukungan politis dari pengambil kebi-
tim teknis yang akan dibentuk pada bulan
jakan dalam bentuk aspek legalitas, teknis dan pen-
September 2010
danaan
7. Perlu terbentuknya kelembagaan forum / pokja/
Tersusunya rencana tindak lanjut dari program pela-
gugus tugas dari pekerja dan masyarakat,
buhan sehat di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.
perusahaan, jasa, assosiasi dan semua perwakilan
Akhir dari pertemuan sosialisasi ini adalah Penyampai-
komunitas pelabuhan dengan pelindung ADPEL dan
kan Butir-Butir Isi Kesepakan Rencana Tindak Lanjut
PELINDO serta sekertariat ……………. ( KKP) dengan
(RTL) yang disampaikan dan ditandatangani bersama
harapan dapat segera dikeluarkannya SK forum
sebagai perwakilan dari peserta pertemuan sosialisasi
Pelabuhan Sehat oleh ADPEL Utama Tg. Priok dan
oleh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas I
Pelindo (ADPELINDO).
Tanjung Priok, Administrator Pelabuhan Utama Tanjung
8. Perlu disusunnya rencana kerja dari forum / pokja/
Priok, General Manager PT (Persero) Pelabuhan Indo-
gugus tugas yang berkesinambungan.
nesia II Cab. Tanjung Priok dan DPC INSA JAYA.
9. Perlu adanya pertemuan rutin forum yang waktunya
Butir- butir isi Kesepakatan Rencana Tindak
disepakati bersama. Misalnya……………..........
Lanjut Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat Pelabuhan
(pertemuan rutin setiap, 1 bulan sekali, 3 bulan
Tanjung Priok adalah , sbb :
sekali, 6 bulan sekali)
1. Adanya kesepakatan bahwa penyelenggaraan
10. Diperolehnya nilai / kondisi kawasan pelabuhan
pelabuhan sehat Tanjung Priok sangat penting
yang bersih, aman, nyaman dan sehat
untuk dilaksanakan dari semua sektor yang ada
dikawasan pelabuhan Tanjung Priok baik dari sektor 11. Tercapainya peningkatan kemampuan sumber

kesehatan dan non kesehatan baik dari daya manusia dalam penyelenggaraan pelabuhan

kementerian /lembaga maupun dari lembaga non sehat

pemerintah ( Pelindo, Insa, APBMI dll), pada bulan 12. Tercapainya peningkatan kesadaran komunitas
September 2010. pelabuhan untuk turut menciptakan kondisi

2. Adanya pemahaman yang sama tentang konsep pelabuhan sehat

pelabuhan sehat. 13. Tersedianya kelengkapan infrastruktur serta sarana

3. Adanya kesepakatan untuk, mewujudkan, dan prasarana yang diperlukan oleh komunitas

melaksanakan, menerapkan dan pelabuhan

mengembangkan program pelabuhan Tanjung 14. Terbentuknya komitmen dengan komunitas


Priok sehat. pelabuhan untuk peningkatan kegiatan yang

4. Adanya kesepakatan pemahaman tentang peran terintegrasi

dan fungsi dalam penyelenggaraan pelabuhan 15. Diperolehnya hasil monitoring dan evaluasi secara
sehat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dari terus menerus dan berkelanjutan terhadap
masing-masing instansi dan berperan secara aktif kemajuan yang dicapai sehingga program
dalam setiap tahapan atau proses kegiatan pelabuhan sehat menjadi sukses dan
pelabuhan sehat. bersinambungan.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
15
MATRIKS PRIORITAS PENYELENGGARAAN PELABUHAN SEHAT

N OBYEK PENYELENGGARAAAN KEGIATAN PENYELENGGARA

ADPEL PT.PELINDO KESEHATAN DUNIA USAHA LS/LP

1 Lingkungan Pelabuhan - Penghijauan


. √ √ √ √ √
- Penanganan sampah
√ √ √ √ √
- Pengelolaan limbah
Cair dan padat
√ √
- Penyediaan air bersih

- Penyediaan sarana cuci
√ √ v v
Tangan
- Pengendalian udara
Dan kebisingan
V √
- Pengendalian vector
Penyakit
V √
2 V
Alat Angkut Orang dan - Pengawasan kapal
. Barang V √
- Pengawasan kendaraan

Angkutan orang dan

barang
√ V
Perilaku Hidup Bersih dan - Gerakan olah raga
3 Sehat (PHBS) √ √
. - Pengawasan kawasan
√ √ √ √
Bebas rokok

- Gerakan kebersihan
V √ √ √ √
Keamanan & ketertiban √ √ √
- Pencegahan

4 Kriminalitas
v V √
.
Sarana Prasarana/Fasilitas - Penyediaan toilet dan
Umum dan Social v
Peturasan umum
√ V v
- Penyediaan tempat
5 Ibadah umum
. √
- Penyediaan sarana
Ruang tunggu
v √
Penumpang
- Pengawasan jasa boga,
v
Restoran
Penataan Bangunan v v

- Pengawasan tata
v
bangunan
Pelayanan Keselamatan v v v v
Dan Kesehatan Kerja - Melaksanakan
6 v
Kesiapsiagaan
. √ v v
Kesehatan darurat

- Penyediaan fasilitas
7 √
Kesehatan
. √ √ v v

- Pengawasan Keselamatan
kerja √
√ √ √

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
16
Keterangan matrik halaman sebelum : Karantina Hewan, Balai Karantina Tumbuhan, Balai

Dunia Usaha : Perikanan, Imigrasi, Bea Cukai dan Pekerja /


masyarakat.
Perusahaan : PT. Pelayaran, bongkar muat
Penandatanganan Kesepakatan Rencana Tin-
Jasa : - koperasi TKBM, assosiasi jasa boga, TMKL,
dak Lanjut Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat Pelabu-
angkutan barang, dll
han Tanjung Priok, merupakan perwakilan dari para
Lintas Sektor / Lintas Program (LS / LP) : POLRES, Balai,
peserta Pertemuan Sosialisasi Pelabuhan Sehat :

RENCANA PENYELENGGARAAN KEGIATAN PELABUHAN SEHAT ,PELABUHAN TANJUNG PRIOK (TAHAP PERCONTOHAN) :

DISTRIBUSI
NO KEGIATAN LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN TUJUAN KEGIATAN PESERTA KEGIATAN
/TAHUN
1. 2010 Pertemuan persiapan kegiatan Persiapan penyusunan Internal KKP kelas 1 Tanjung Priok
penyelenggaraan pelabuhan kerangka acuan dan ren- Ditjen PP & PL
sehat cana kegiatan

Pertemuan/lokakarya sosialisasi dan Pemahaman yang sama Adpel


advokasi ttg konsep dan kesepaka- PT. Pelindo
tan penerapan program Dunia Usaha : Perusahaan (PT.
serta diperoleh dukungan Pelayaran), Jasa (Koperasi
politis (legalitas, pen- TKBM), Assosiasi (jasa boga),
danaan, teknis) dari pen-
TMKL, angkutan barang dan
gambil kebijakan orang, perusahaan bongkar
muat
Instansi Pemerintah :
Ditjen PP & PL, Dinas Kesehatan,
Imigrasi, bea cukai, balai
karantina hewan, tumbuhan,
ikan, KKP Polri
Pekerja
Masyarakat

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
17
2. 2011 Pertemuan Sebagai fasilitator masyarakat pelabu- Pekerja, Masyarakat,
pembentukan tim han dalam menentukan arah, sa- Perusahaan/jasa, Assosiasi,
pokja/forum/gugus saran,tujuan,kegiatan,dan langkah- Seluruh wakil instansi dan
tugas langkah Pengelola/swasta

Pertemuan pemben- Sebagai motivator dan dinamisator fo- Adpel, Semua stakeholder
tukan tim Pembina rum pelabuhan sehat dikawasan pelabuhan

Pertemuan Menyusun rencana kerja prioritas yang Forum/pokja/gugus tugas, Tim


penyusunan rencana sinkron dengan kegiatan semua stake- Pembina
kerja holder di kawasan pelabuhan sebagai
Pengelola dan pengguna jasa
acuan bagi tim dalam pelaksanaan,
pengawasan dan pengembangan pro-
gram

Untuk mengetahui kondisi kawasan pela- Tim Pokja


Pelaksanaan buhan dalam kategori sehat atau tidak Tim Pembina
kegiatan penilaian sebagai dasar untuk perencanaan
variable pelabuhan kegiatan yang akan datang, menentu- Instansi Pemerintah
sehat kan tujuan jangka pendek, menengah Pengusaha/swasta
dan jangka panjang Pekerja/masyarakat
3. 2012 Pelaksanaan kegiatan Melaksanakan kegiatan pokok yang Forum /pokja/gugs tugas
prioritas menjadi prioritas sesuai dengan tugas berkoordinasi dengan : Seluruh
penyelenggaraan pokok dan fungsi masing-masing Stakeholder yang ada di
pelabuhan sehat
pelabuhan, Seluruh instansi
pemerintah yang ada di
pelabuhan, Seluruh dunia usaha
yang ada di pelabuhan, Seluruh
pengusaha/ jasa/assosiasi yang
ada di pelabuhan

Pelaksanaan Pelatihan Meningkatkan kemampuan forum / Forum/pokja/gugus tugas


Pelabuhan Sehat pokja / gugus tugas dalam melaksana- penyelenggaraan pelabuhan
kan kegiatan, pengawasan, penyeleng- sehat, Assosiasi, jasa, pengusaha,
garaan pelabuhan sehat Dunia usaha, Pekerja/Masyarakat

4. 2013 Tindak lanjut Pelaksa- Kegiatan prioritas yang berkelanjutan


naan kegiatan priori- sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Sda
tas penyelenggaraan masing-masing
pelabuhan sehat

Upaya untuk membangun komitmen Seluruh Stakeholder yang ada di


Pertemuan Jejaring
dan berperan dalam penyelenggaraan pelabuhan, Seluruh instansi peme
kerja dan kemitraan
pelabuhan sehat rintah yang ada di pelabuhan, Se
luruh dunia usaha yang ada di pe
labuhan, Seluruh pengusaha/jasa
/assosiasi yang ada di pelabuhan
Dinas kesehatan, LSM, Donor
agency, Lintas sector dan lintas
program lainya,
Pelaksanaan
Surveilans Kesehatan Dalam rangka memonitor kualitas ling- KKP, PT. Pelindo, Pengusaha,
Lingkungan kungan Dinas kesehatan, Dinas
kebersihan
Pengadaan, Pening- Menyediakan/ melengkapi infrastruktur,
sarana dan prasarana pelabuhan yang Adpel, PT. Pelindo, Pengusaha,
katan infrastruktur, sa-
memenuhi persyaratan Instansi pemerintah (karantina
rana dan prasarana
hewan, tumbuhan, ikan),
pelabuhan
Kesehatan, Polri

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
18
5. 2014 Tindak lanjut Pelaksanaan
kegiatan prioritas penyelenggaraan sda sda
pelabuhan sehat yang
berkesinambungan

sda sda
Tindak lanjut Pengadaan,
Peningkatan infrastruktur, sarana
dan prasarana pelabuhan

Pelaksanaan surveilans kesehatan sda sda


lingkungan

Pembinaan dan penyuluhan Untuk menumbuhkan kesada- Adpel


ran komunitas pelabuhan Seluruh sector terkait
untuk mewujudkan pelabu-
han sehat

6. 2015 Tindak lanjut Pelaksanaan sda sda


kegiatan prioritas penyelenggaraan
pelabuhan sehat yang
berkesinambungan

sda sda
Pelaksanaan surveilans kesehatan
lingkungan

sda sda
Tindak lanjut Pengadaan,
Peningkatan infrastruktur, sarana
dan prasarana pelabuhan

Pertemuan jejaring kerja dan sda sda


kemitraan

Monitoring dan evaluasi Untuk mengetahui tingkat Tim Pembina Forum / pokja /
keberhasilan dalam penye- gugus tugas pelabuhan sehat
lenggaraan pelabuhan sehat Seluruh stakeholder yang terkait
dan sebagai dasar untuk per-
sesuai bidang tugasnya
encanaan kegiatan yang
akan datang

TINJAUAN KOTA YANG SEHAT UNTUK ANAK


(Dalam Rangka Menuju Kota dan Kabupaten Sehat)
Oleh : Diah lestari
(Kepala Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan)
Latar Belakang Para pemimpin di dunia sebenarnya telah banyak

Kalau kita amati dengan cermat setiap tahun memberi perhatian kepada anak, misalnya tercermin

penduduk yang tinggal di perkotaan semakin dalam ratifikasi Konvensi Hak-hak Anak-PBB (1992) dan

bertambah banyak dan akan meningkat terus lebih konsep Kota Ramah Anak yang pertama kali

dari 5,5 milyar pada tahun 2025 (Kompas, 2 Nopember diperkenalkan pada Konferensi Tingkat Tinggi Istambul-

2007). Di negara berkembang, proporsi penduduk Turki, 1996. UNICEF sebagai motor penggerak gagasan

diperkirakan mencapai 80%, khusus untuk anak 60% tersebut telah membentuk Gerakan Kota Ramah Anak

anak akan tinggal di perkotaan. di beberapa negara, antara lain Philipina, Malaysia,

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
19
Mauritius, Italia dan beberapa negara Scandinavia memungkinkan tercapainya sehat fisik, mental dan
dan Canada. Kenyataannya banyak kota-kota di sosial adalah sebuah investasi masa depan bangsa.
dunia belum dirancang dengan perhatian penuh
Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan
untuk kebutuhan perkembangan anak.
Teori Blum (1940), menyajikan kerangka berbagai faktor
Apa sehat itu ? yang mempengaruhi kesehatan dalam 4 faktor besar,
Menurut WHO (1994), definisi sehat yang ideal adalah yaitu faktor genetik, faktor pelayanan, perilaku dan
sebuah kondisi lengkap, meliputi sehat fisik, mental dan lingkungan. Dengan kerangka ini tampak jelas bahwa
sosial dan bukan hanya bebas sakit atau kecacatan. menyediakan akses yang mudah untuk pelayanan
Pendekatan WHO agak berbeda dengan definisi sehat kesehatan tidaklah cukup untuk menciptakan status
menurut Anthony Perkins, yaitu kondisi relatif dari kesehatan yang memadai. Intervensi itu juga dilakukan
bentuk dan fungsi badan yang merupakan hasil sehingga terjadi perubahan perilaku, perubahan
penyesuaian dinamis terhadap kekuatan yang lingkungan kearah yang mendukung kesehatan, dan
mengganggu. Definisi Perkins memungkinkan sehat dalam jangka panjang yang memungkinkan
seperti sebuah spectrumyang lebar. Bila konsep sehat peningkatan dan pemeliharaan sumber genetik yang
untuk anak, maka definisi WHO sangat tepat dipakai optimal.
sebagai acuan merancang kota sehat, artinya Kalau kita letakkan faktor itu sesuai dengan
perencanaan kota harus dilakukan sedemikian rupa tingkat pengaruhnya, maka kita dapat memodifikasi
yang memungkinkan tercapainya dimensi sehat fisik, kerangka seperti gambar berikut ini :
mental dan sosial.
LINGKUNGAN SOSIAL EKONOMI

Mengapa Sehat perlu untuk Anak ?

Konsep tentang perencanaan kota umumnya Budaya&umum Struktur lokal

meletakan sehat dalam dimensi pelayanan publik. Sosial komuniti


Kota yang baik, adalah kota yang menyediakan akses Perilaku individu
yang memadai untuk berbagai pelayanan sosial,
termasuk pelayanan kesehatan. Dengan begitu, Umur, sex,
dimensi sehat menjadi dimensi yang konsumtif, keturunan

sehingga pada praktisnya menjadi sering tidak


prioritas, karena dianggap tidak membawa nilai (Dikutip dari Barton dan Tsourou, 2000)

tambah dalam sektor ekonomi. Padahal sehat Pada gambar terlihat lingkaran individu dengan umur, jenis
mempunyai nilai aspek investatif, artinya kelamin dan faktor keturunan yang dimiliki dikelilingi oleh
membelanjakan untuk kesehatan, akan membawa beberapa lingkaran pengaruh.
nilai kembali yang cukup besar untuk pembangunan. ▪ Strata pertama, adalah perilaku individu yang akan
Sektor ekonomi tidak akan berjalan baik tanpa sumber mempengaruhi kesehatan individu tersebut.
daya manusia (SDM) yang tidak sehat.
▪ Strata kedua, adalah pengaruh sosial dan komuniti,
Jika fokusnya adalah SDM, maka sehat untuk anak adanya social support yang bisa mempengaruhi
menjadi lebih penting, karena anak adalah sumber kesehatan fisik, mental dan sosial seseorang.
dari SDM yang berkualitas.
▪ Strata ketiga, adalah pengaruh dari struktur lokal, seperti
Jika kita kembali ke definisi WHO, maka penyediaan akses ke pelayanan kesehatan, kondisi rumah dan
‖kota‖ yang memberikan ruang kepada anak yang tempat kerja

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
20
▪ Strata terluar, adalah faktor yang mempengaruhi terlihat bahwa penyediaan akses pelayanan
masyarakat secara umum, berupa sosio ekonomi, kesehatan dan pendidikan hanyalah satu dari dimensi
budaya maupun kondisi lingkungan lainnya. kota sehat dan perlu juga adanya penyediaan
makanan, air, energi yang aman dan pembuangan
Kerangka Whitehead menunjukkan bagaimana
limbah yang memadai. Selain itu kota yang sehat perlu
mestinya dimensi yang harus dipehatikan dalam
menyediakan fasilitas rekreasi dan permainan yang
membangun kota. Perilaku seseorang dan
mendorong untuk saling berkomunikasi.
keputusannya dalam memilih tempat tinggal sangat
Dalam kerangka Whitehead peranan faktor sosial dan
mempengaruhi kesehatannya (dan keluarganya),
komuniti yaitu membantu mengembangkan perilaku
namun keputusanya itu tergantung dari kesempatan
anak yang sehat dalam arti mental dan sosial. Pada
sosial dan ekonomi, pendapatan, pendidikan dan
faktor ini anak diikutsertakan dalam membangun
secara umum kualitas lingkungan, budaya dan
kotanya dengan persepsi anak tentang kota yang
komuniti sekitarnya. Ini lingkaran yang saling
sehat untuk memasukkan perasaan gembira terhadap
mempengaruhi antara kesehatan, pendidikan dan
diri sendiri, lingkungan dan tempat tinggalnya.
ekonomi. Untuk menjadi sehat orang perlu mempunyai
cukup kemampuan ekonomi agar bisa menyediakan Mengembangan kota sehat untuk anak
kebutuhan pangan, sandang dan papan yang
Banyaknya kriteria tentang kota sehat untuk anak
menyehatkan. Sebaliknya orang perlu sehat agar bisa
sering membuat perencana atau pengelola kota takut
sekolah (pendidikan) dan bekerja (ekonomi).
untuk memulai gerakan mengembangkan kota sehat.
Dalam kaitan ini, bisa dimengerti beberapa tujuan Definisi kota sehat perlu diperjelas adalah proses bukan
dari Millenium Development Goal selaras dengan hasil atau outcame, a Healthy City is one that is con-
tujuan ini adalah : tinually creating and improving those physical and so-
▪ Mengurangi separuh orang miskin cial environment and expanding those community re-

▪ Mengurangi separuh orang kelaparan sources which enable people to mutually support each
other in performing all functions of life and in develop-
▪ Semua anak sekolah mencapai tamat SD
ing their maximum potential (WHO, 1994). Jadi setiap
▪ Anak perempuan dan anak laki—laki mendapat
kota, apapun kondisinya, dapat memulai gerakan kota
kesempatan sekolah yang sama
sehat untuk anak.

Kota Sehat untuk anak Secara sederhana, cukup dua hal yang harus dilaku-

Definisi kota sehat di Philipina untuk anak adalah kan. Pertama adalah mengintegrasikan berbagai di-

sebuah tempat yang : mensi kota sehat dalam setiap elemen kota yang rele-
van untuk anak seperti sekolah dan fasilitas pelayanan
▪ Anak-anak dapat berkembang baik badan dan
kesehatan. Perencanaan haruslah bersifat lintas sektor,
mentalnya.
dengan kerjasama antar berbagai mitra kota, dan
▪ Lingkunganya mendukung belajar dan bersenang-
melibatkan komuniti dalam skala luas baik ketika mem-
senang
bangun visi, maupun dalam melanjutkan gerakan, se-
▪ Orang bisa bekerja dan menjadi dewasa secara hingga banyak orang merasa memiliki kotanya.
terhormat
Daftar Pustaka
▪ Keseimbangan ekologis, sumber kebanggaannya
Whitehead M Dan Dahlgren G; 2000, A WHO guide to
Dalam kerangka Whitehead dimensi kota sehat untuk Planning for people, Spon Press, London & New York.
anak masuk dalam struktur lokal yang membantu http://www.doh.gov.ph

pengembangan kesehatan anak. Dimensi itu jelas http://www.who.dk

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
21
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2010

Fakta 'Segar' Tentang Kesehatan Jantung Anda RUANG UKLW

Oleh : dr.Agung Setiawan

Jika ingin menjaga jantung tetap sehat, 5. Selain sebagai pompa berotot, jantung juga
upayakanlah untuk mengenal si jantung itu dulu. merupakan organ yang dilingkupi oleh system listrik
Termasuk mengenal beberapa tanda-tanda alarm dini yang amat rumit dan sistematis, lebih kompleks
dari penyakit jantung. Dalam hal penyakit jantung, daripada jaringan kabel internet mana pun yang
yang paling penting adalah upaya pencegahan, dan pernah ada. Oleh karena itu, gangguan sedikit saja
hal itu sebenarnya tidak terlalu sulit, hanya perlu pada suatu bagian kabel listrik jantung akan
mengenal tentang si jantung itu saja. berdampak cukup berarti secara keseluruhan bagi

Berikut dimuat beberapa fakta klinis mengenai efektivitas kerja pompa jantung. Gangguan irama

si jantung supaya tidak banyak simpang siurnya dan jantung demikian dikenal secara medis sebagai

ditujukan agar Anda dapat mengenal si jantung lebih aritmia.

akrab lagi. 6. Irama jantung yang normal adalah yang beraturan

1. Kita memiliki sebuah jantung yang berlokasi di dada dan dibawah satu komando yang berasal dari

kiri , di belakang tulang dada-iga kiri. Posisi jantung SinoAtrial Node. Frekuensi normalnya adalah 60 - 100

berada diapit oleh kedua paru-paru, namun tidak kali per menit

perlu khawatir karena paru-paru bak ibarat spons 7. Jantung mereka yang berusia muda dan gemar
sehingga posisi demikian tidak akan mencekik si berolahraga rutin, juga pada atlit, berdetak lebih
jantung. perlahan, bisa mencapai 40 kali per menit. Hal

2. Besarnya jantung hanya sekepalan tangan kiri si tersebut normal dan merupakan efisiensi kerja

empunya-nya, tapi kecil-kecil gitu, fungsi jantung jantung karena daya pompa jantung mereka

luar biasa vital bagi kehidupan, saat ia berhenti relative berdaya lebih besar daripada awam

bekerja 5 menit saja, hampir dipastikan kita sudah sehingga membutuhkan lebih sedikit frekuensi saja.

dekat dengan lubang kubur. Hal tersebut adalah sesuatu yang baik selama tak
bergejala.
3. Sebenarnya adalah salah kaprah si orang-orang
Indonesia mengartikan ‗heart' sebagai ‗hati'. 8. Detak jantung anak-anak lebih cepat ketimbang

Sebenarnya heart berarti sebagai jantung, dewasa karena alas an kebalikan dari hal diatas.

sedangkan hati sendiri dikenal sebagai ‗liver'. Jadi Pada janin dalam kandungan, detak jantung normal

istilah ‗my heart' artinya ‗jantung ku' (kok aneh tapi antara 120-160 kali per menit. Pada anak balita

ya??) detak jantung bisa mencapai 130 kali per menit. Hal
tersebut memang normal, jadi jangan dikhawatirkan
4. Jantung itu sebenarnya merupakan pompa berotot
yang sangat unik, yang memompa darah keseluruh 9. Ketika demam, normalnya detak jantung akan

tubuh (hingga ke ujung-ujung jari) dan dengan meningkat, yaitu sekitar 10 kali per menit untuk

irama yang sangat beraturan sepanjang hayat kita. setiap peningkatan suhu badan 1 ‗C diatas 38 ‗ C.

Bayangkan, apakah ada alat buatan manusia Hal itu dikarenakan saat demam aktivitas sel-sel

yang masih sedemikian teraturnya setelah bekerja tubuh kita meningkat sehingga jantung perlu

terus menerus selama 50 tahun atau lebih? bekerja ekstra untuk memenuhinya.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
22
10. Orang tua yang sering sempoyongan, gelap, pusing umumnya tak dijumpai kelainan jantung yang
saat posisi berdiri, lemas, salah satunya bisa berarti.
dikarenakan detak jantung yang terlampau 15. Nyeri dada yang khas untuk suatu penyempitan
lambat, selain gangguan tekanan darahnya. koroner (angina) umumnya berupa rasa seperti
Umumnya memang ada beberapa proses ditimpa beban berat tepat di belakang tulang
degeneratif di bagian Sino Atrial Node pada lansia, dada (di tengah dada) yang dapat menjalar
terkait dengan usianya. hingga kerongkongan, bahu, lengan dan
11. Pada remaja terutama kaum wanita seringkali punggung kiri. Nyeri demikian bangkit terutama
mengeluhkan jantung berdebar-debar terutama saat aktivitas fisik dan segera mereda setelah
dalam situasi-situasi tertentu, kadangkala disertai beristirahat atau minum obat nitrat. Jika tak
juga dengan telapak tangan gampang keringatan. kunjung mereda dalam lebih dari 20 menit,
Keadaan seperti ini seringkali yang dijumpai adalah mungkin suatu serangan jantung telah terjadi,
manifestasi dari gangguan kecemasan (psikis). bukan sekedar penyempitan.
Namun perlu pula disingkirkan kemungkinan- 16. Untuk ras Asia, ada banyak kasus serangan jantung
kemungkinan adanya kelebihan hormone tiroid ditemukan pada pasien usia lanjut yang dating
(kelenjar gondok) dengan keluhan nyeri ulu hati , tanpa disertai nyeri
12. Walaupun jantung kita adalah mesin pompa darah dada.
yang berarti selalu kontak dengan darah, namun 17. Pada pasien lanjut usia dan penderita diabetes,
hanya darah yang dibawa melalui pembuluh kecil serangan jantung dapat tampil diam-diam atau
yang bernama arteri koroner semata lah yang tanpa gejala sama sekali (silent infarct), walaupun
berdapat dipakai sebagai penyedia oksigen dan demikian resiko komplikasinya serupa dengan yang
nutrisi bagi kerja otot-otot jantung. Jadi apabila ada bergejala. Jadi hal ini sungguh berbahaya. Cek
cabang koroner yang menyempit, maka rutin diperlukan pada mereka yang tergolong
sebagaian lokasi otot jantung potensial cedera resiko tinggi.
atau malah mati, serangan jantung pun terjadi.
18. Merokok meningkatkan hampir 4 kali lipat resiko
13. Penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh serangan jantung. Faktor resiko lainnya untuk
darah) saat ini merupakan momok pembunuh terkena penyakit jantung koroner antara lain
umat manusia nomor satu di dunia. Di USA, tidak adalah diabetes mellitus tak terkontrol, kegemukan,
kurang dari 400 ribu pasien baru dijumpai pada hipertensi tak terkontrol, kolesterol darah (terutama
setiap tahunnya yang mengalami serangan LDL) yang tinggi, obstructive sleep apnea (periode
jantung. henti napas sesaat saat tidur), faktor turunan
14. Pada dewasa muda terkadang mengalami nyeri di keluarga, usia lanjut, post menopause pada wanita
dada bagian kiri yang tiba-tiba dan sakit sekali dan kebiasaan hidup serba stress serta penuh
seperti ditusuk belati walaupun hanya sekejap amarah.
(dalam hitungan detik) dan umumnya sering 19. Pada individu yang relatif muda dan tanpa memiliki
bangkit saat menarik napas panjang. Hal tersebut berbagai resiko diatas, seringkali nyeri dada yang
seringkali tidaklah terlalu berarti , bukan tak khas di bagian kiri umumnya berasal dari organ
disebabkan oleh penyakit jantung spesifik. lain selain jantung, terutama otot. Selain itu
Umumnya dijumpai pada individu yang memang mungkin juga dari lambung dan paru.
tergolong mudah cemas. Karenanya disejuluki
20. Perokok, mereka yang gemuk dan mereka yang
sebagai cardiac neurosis. Keadaan ini tak
memiliki pola makan yang tak baik serta maag ka-
berbahaya dan jika diperiksa macam-macam
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
23
dangkala dapat mengalami suatu nyeri dada yang semakin cepat pasien dikenali dan diatasi serangan
cukup mengerikan yaitu seperti terbakar dari atas jantungnya, maka kerusakan otot jantungnya tidak
ulu hati hingga ke kerongkongan. meluas dan fungsi pompanya dapat
Hal demikian sejauh terjadi pada dipertahankan seoptimal mungkin
mereka yang berusia relative sehingga resiko payah jantung dapat
muda dan tak memiliki resiko dihindari.
penyakit jantung seringkali Pemeriksaan penunjang penting
disebabkan oleh karena refluks untuk mendeteksi penyempitan
atau tumpahan asam lambung koroner maupun serangan jantung
yang naik hingga ke antara lain adalah rekam jantung
kerongkongan, atau dikenal statis (ekg), rekam jantung dengan uji
sebagai refluks esofagitis. Karena sensasinya seperti beban (treadmill), CT angiografi koroner (calcium
jantung yang terbakar maka dijuluki sebagai heart score) dan kateterisasi jantung dan cek laboratium
burn. Namun sesungguhnya hal darah (cardiac marker).
ini sama sekalai tak berkaitan
Pemeriksaan penunjang penting
dengan penyakit jantung.
untuk mendeteksi payah jantung
21.Ada satu jenis penyakit jantung antara lain USG jantung
yang memiliki prognosis (harapan (ekokardiografi), foto rontgen dada
hidup) yang sangat buruk yaitu dan cek laboratorium darah (NT-Pro
payah jantung (heart failure). BNP).
Payah jantung secara perlahan
Yang paling penting dalam
namun pasti akan menggerogoti
manajemen kesehatan jantung
penderita hingga kematian
adalah mencegah serangan jantung
adalah akhirnya. Prognosis ini bahkan lebih buruk
yang pertama, artinya upaya pencegahan sudah
ketimbang beberapa jenis kanker!
diupayakan saat individu yang beresiko tinggi belum
mengalami gejala apa-apa. Caranya dengan terus
Pada payah jantung, kemampuan pompa
mengupayakan kebiasaan hidup
jantung terus menurun akibatnya
sehat serta kelola faktor resiko yang
suatu saat jantung sudah tak
ada secara rutin dan tanpa
mampu lagi secara optimal
mengenal bosan (misalnya minum
memompa darah sehingga
obat darah tinggi, obat gula dan
berbagai organ vital di tubuh
kolesterol setiap hari).
menjadi terganggu fungsinya.
Penyebab tersering dari payah Upaya pencegahan yang paling

jantung terutama adalah hipertensi mudah, murah namun sangat

lama yang tak terkontrol dan efektif adalah rajin jalan kaki setiap

pasca serangan jantung yang tak hari. Caranya sederhana saja,

optimal dikelola. Kelainan katup jantung adalah walaupun agak konyol, selalu pilih naik tangga

penyebab payah jantung yang relative paling sering ketimbang lift, tetaplah berjalan walaupun sedang di

pada mereka yang usianya lebih muda. eskalator, parkir mobil sedikit jauh dari pintu masuk
kantor Anda, dll. Jalan kaki adalah sahabat jantung
Oleh karena itu ada istilah ‗time is muscle' bagi
sehat. (AGN)
mereka yang mengalami serangan jantung, artinya

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
24
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2010

TEKNOLOGI
RISIKO POTENSIAL PENYAKIT-PENYAKIT INFEKSI dan
PADA PELAKU PERJALANAN
by. diah lestari INFORMASI

Lanjutan dari Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010

Leptospirosis ( including weil disease) pada daerah pertanian dan contak dengan danau
yang terkontaminasi, tetapi risiko sangat rendah untuk
Penyebab : Bakteri spiral dari genus Leptospira, ordo
pelaku perjalanan.
Spirocaeta, Famili metacea.

Nama lain dari Leptospirosis adalah weil’s diseases, Tindakan Pencegahan :


Cani col a fever,
Menjaga kebersihan lingkungan, selokan, saluran air, air
Haemorrhagic
yang menggenang, tempat air dan kolam renang,
jaundice, Trench
tempat-tempat yang menjadi sarang tikus.
fever
Health education tentang perilaku hidup bersih dan

Transmisi : sehat (P HBS).


Rodent control/
Leptospirosis adalah
pengendalian tikus,
penyakit yang di
bila kondisi
transmisikan oleh
memungkinkan
kuman Leptospira sp. Karena kontak dengan urine tikus
menggunakan
yang mengandung leptospira atau air, lumpur yang
sepatu boot/
terkontaminasi kuman ini dengan cara menembus kulit
pelindung diri bila
lecet atau mukosa.
ke tempat genangan air/banjir.
Sumber penyebar annya dapat m el al ui
tikus,babi,sapi,kambing,domba,kuda, kucing, anjing, Pengobatan ;
landak, kelelawar, tupai, rubah.
Pemberian tetracyclint dengan dosis 250 mg setiap 8
jam atau 1 m/iv selama 24 jam, kemudian, 250-500 mg
Gejala Penyakit :
setiap 6 jam selama 6 hari, hal ini tidak diberikan
Demam, menggigil sakit kepala, malise, muntah,
apabila penderita mengalami gagal ginjal,
konjungtivis (conjungtival suffusion), tanpa disertai
erythromycin dapat diberikan dengan dosis 250 mg
eksudat serius/purulent, rasa nyeri pada otot terutama
setiap 6 jam selama 5 hari.
otot betis dan punggung.

Gejala akan tampak antara 4-9 hari, selanjutnya tanpa Reff ;


jaundice (kekuningan) dan pada stadium lanjut terjadi Chin J,ed. Control of communicable diseases
gagal dan aritmia jantung. manual, 17th ed. Washington, DC, American Public
Health Association, 2000
Risiko Untuk Pelaku Perjalanan : International travel and health, World Health
Organization, 2005
Pelaku perjalanan dapat berisiko pada saat musim
The clinical use of blood, handbook, Geneva, World
hujan di Negara dimana banyak terdapat penyakit ini, Health organization, 2001

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
25
PERBANDINGAN
MESIN FOG PANAS DAN ULTRA LOW VOLUME

Biaya operasi tinggi


Kegiatan pengendalian vektor, khususnya
nyamuk merupakan salah satu bentuk upaya Psikologis (masyarakat) besar

kewaspadaan dini terhadap timbulnya wabah


penyakit yang ditularkan oleh vektor. Seiring ULTRA LOW VOLUME (UNPORTABLE)
rekomendasi IHR bahwa area tertentu, khususnya
pelabuhan harus bebas dari vektor maka secara
otomatis dan mutlak area pelabuhan juga harus
dilakukan pengendalian vektor. Pengendalian vektor
ini harus dilakukan dan diawasi secara profesional agar
dampak negatif insektisida yang digunakan tidak
merugikan kesehatan manusia dan lingkungan.
Pengendalian dan pengawasan vektor yang efektif
dan efisien ini merupakan modal bagi kepercayaan
dunia internasional tentang pelabuhan di Indonesia
yang aman.

Peralatan yang lazim dipakai di pelabuhan Partikel efektif >85%


adalah mesin fog panas, namun tidak menutup
Tidak ada gangguan pandangan
kemungkinan adanya pemakaian alat yang lebih
Tidak ada bahaya kebakaran
mahal namun sangat efektif yakni menggunakan Ultra
Low Volume. Dibawah ini disajikan perbandingan Tidak ada bercak

antara mesin fog panas (portable) dan Ultra Low Biaya operasi rendah
Volume.
Masyarakat terdidik
MESIN FOG PANAS (PORTABLE)
Penggunaan Insektisida dengan menggunakan Ultra
Low Volume (ULV) ini lebih menghemat insektisida yakni
volume insektisida sedikit tapi dapat mencakup suatu
wilayah yang sangat luas.

UKURAN PARTIKEL

Fume : 0.001 - 0.100 micron

Fog : 0.100 - 5 micron

Fine Aerosols :5 - 25 micron

Coarse Aerosols : 25 - 50 micron

Mists : 50 - 100 micron


Partikel efektif +/-50%
Fine Sprays : 100 - 200 micron
Gangguan pandangan
Medium Sprays : 200 - 300 micron
Bahaya kebakaran dan anak – anak, lalu-lintas
Coarse Sprays : >300 micron
Bercak minyak

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
26
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2010

SERBA-SERBI
CARA MURAH MERAWAT KUKU DAN RAMBUT SENDIRI
Oleh : Roswitha Kusuma Wardhani

Membersihkan kuku dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan

Membersihkan kuku, dapat dilakukan dengan yang mengandung kalsium atau dengan meminum

cara merendam kuku jari tangan dan kuku jari kaki susu.

dalam air hangat, dengan waktu secukupnya (sekitar


5 menit). Air hangar dapat membuat kuku dan kulit di Mempercantik kuku

sekitar kuku menjadi lunak sehingga mudah untuk Bersihkan kuku menggunakan air hangat
dibersihkan, khususnya pada daerah pinggir kuku
Kotoran kuku dibersihkan menggunakan batang
yang sering kemasukan kotoran.
penyodok khusus

Gosoklah kuku dan sekitar kuku menggunakan kapas


Memotong kuku
yang dicelup alkohol (sekitar60%)
Ukuran kuku tidak perlu terlalu panjang untuk
Kulit-kulit yang berlebih, kapalan, dan kering dibuang
menjaga kekuatan kuku dan kecantikan kuku.
dan dibersihkan pelan – pelan
Disamping itu, kuku yang terlalu panjang terkesan tidak
rapi dan mudah kemasukan kotoran dan bakteri, Kemudian jari-jari

namun jangan terlalu pendek. Pada prinsipnya ukuran yang akan diolesi

panjangnya kuku bisa tampak terkesan cantik. kuteks, terlebih


dahulu dipijit, lalu

Hindari kebiasaan dibawah ini : dibilas dan disikat


agar bersih dan
Hindari membuka benda - benda keras
kuteks melekat
menggunakan kuku dapat merusak kuku dan uga
sempurna.
dapat menimbulkan luka pada kulit dan daging
disekitar kuku. Penggunaan pewarna kuku atau kuteks dan
penghapusnya harus
Hindari mencuci pakaian, mencuci piring atau
seimbang
memeras kain pel tanpa memakai sarung tangan
Pembuatan lukisan
Hindari membersihkan kotoran kuku dengan cara
atau gambar
mengorek kuku dengan kuku lain
dilakukan langsung di
Hindari memotong kuku dengan cara menggigit
atas kuku.
kuku
Keindahan dan kebersihan diri seorang wanita
merupakan pancaran pribadi yang sangat dibutuhkan.
Menjaga kelembaban dan memperkuat kuku
Tidak heran bila kemudian, banyak wanita yang
Salah satu cara mudah untuk memperindah
berlomba - lomba mempercantik semua bagian
kuku, yakni dengan cara memperbanyak minum air
tubuhnya hingga yang terkecil sekalipun seperti kuku
putih, dengan harapan agar kuku terjaga
Silakan mencoba.
kelembabannya. Sedangkan untuk memperkuat kuku

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
27
KERAMAS memilih menggunakan shampo bayi. Selanjutnya,

Sebagian besar orang berpendapat bahwa marilah kita memakai cara tradisional yang murah

rambut adalah mahkota, terutama yakni dilanjutkan dengan keramas menggunakan abu

bagi seorang wanita. Pada awalnya ―merang‖. Pada saat ini memeng susah memperoleh

sebagian besar laki – laki tidak peduli merang, namun bisa diganti dengan abu ―sekam‖.

dengan perawatan rambutnya Cara keramas yang murah, efektif sebagai


bahkan m ereka beranggapan upaya merawat rambut dan konvensional namun
bahwa buang waktu, namun pada executif, diuraikan sebagai berikut :
saat umur menjelang senja, rambut Sebelum mulai keramas, siapkanlah shampo biasa
mulai rontok bahkan ada yang mulai anda pakai dan cocok untuk rambut anda, apabila
botak. Nah, apa daya nasi sudah menjadi bubur, tidak ada yang cocok maka pilihlah salah satu
rambut sudah mulai rontok. Sejak saat itulah para lelaki merek shampo bayi yang pada saat ini populer.
mulai berpikir dan ada yang mulai Selanjutnya, siapkanlah abu ―merang‖ atau abu
bertindak untuk merawat rambutnya. sekam padi.
Alangkah baiknya bila wanita dan
Sisirlah rambut anda kearah belakang, untuk
laki – laki mulai merawat rambutnya
mencegah penumpukan shampo pada kulit kepala.
sejak dini sebelum rambut mulai
Oleskan shampo ke tangan, balurkan dan gosokan
rontok karena ketuaannya, paling
kurang untuk membantu mengurangi mulai dari rambut bagian depan atas menuju ke

kerontokan rambut dan membuat rambut bagian belakang kepala, lakukan hal ini

rambut tumbuh lebih sehat. secara perlahan

Pada jaman dahulu, para wanita desa Pijat seluruh kulit kepala paling kurang satu kali,

merawat rambutnya dengan cara keramas memakai untuk mendorong nutrisi shampo ke dalam akar

sabun dari buah pohon rambut dan membebaskan folikel rambut dari sisa

―jarak‖ dan selanjutnya produk yang menyumbat.

dibilas dengan keramas Bilas rambut sampai bersih menyeluruh


menggunakan abu
Ulangi keramas dengan menggunakan abu
―m erang‖ yang tel ah
―merang‖ atau abu‖sekam‖, mulai dari rambut
disiapkan sebelumnya. Buah pohon jarak adalah buah
bagian depan atas menuju ke rambut bagian
pohon yang sering disebut
belakang kepala
pohon ―jarak‖ oleh orang
Ulangi pijit seluruh kulit kepala paling kurang satu
Jawa, ditengahnya terdapat
kali, untuk mendorong nutrisi shampo ke dalam akar
biji berwarna hitam dan keras,
rambut dan membebaskan folikel rambut dari sisa
sedang ―merang‖ adalah
produk yang menyumbat.
batang padi.
Bilas rambut sampai bersih menyeluruh
Pada saat ini kita sudah terbiasa keramas
menggunakan shampo dengan merek bermacam – Bungkuslah rambut dengan handuk sampai

macam walaupun tidak jarang rambut menjadi rusak beberapa menit


karena pemakaian shampo yang tidak cocok dengan Bukalah handuk, biarkan rambut mengering dengan
jenis rambut. Apabila rambut tidak cocok dengan sendirinya,
salah satu merek shampo, anda tidak perlu sering
Nah, selamat mencobanya
ganti merek shampo, akan lebih tepat bila anda

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
28

Siapa bilang FORMALIN BERBAHAYA?

Penyalahgunaan formalin di Nusantara ini namun tidak bereaksi dengan benda yang didisinfeksii,
masih sering kita jumpai terutama oleh industri rumah sedangkan formaldehida dalam formalin akan bereaksi
tangga sebagai bahan secara kimiawi dan tetap ada di dalam benda yang
pengawet makanan didisinfeksi untuk melindungi dari serangan bakteri
jajanan di pasar, dan berikutnya.
industri rumah tangga di Oleh karena itu, formalin banyak digunakan
permukiman penduduk sebagai desinfektan
bahkan formalin kadang terutama untuk
biasa dipakai sebagai pemebersih lantai, kapal,
bahan campuran dalam sampo bayi, deodoran, gudang dan pakaian, juga
parfum, cat rambut, cairan sering sebagai germisida dan fungisida pada tanaman
penyegar mulut, pasta gigi, dan sa yur-sa yuran
antiseptik, obat cairan, disamping pembasmi lalat
pencuci piring, pelembut dan serangga. Marilah kita
cucian, perawatan sepatu, lihat bahan – bahan
pembersih karpet dan lain disinfektan yang dipakai
sebagainya. Pada diatas kapal, periksalah jenis kandungan disinfektan
masyarakat bagian timur Indonesia, formalin ya ng t ersedia sel am a
merupakan bahan yang perjalanan pelayaran.
sering digunakan untuk
Disam ping pada
pengawet mayat agar bisa
produk – produk tersebut
tahan lama dan tidak
diatas, formaldehida juga
menimbulkan bau sambil
ditemukan pada benda –
menunggu kedatangan
benda di dekat kita tanpa
kerabatnya yang datang
kita sadari :
dari tempat jauh.
Dalam makanan : Sebenarnya formaldehida secara
Formalin adalah larutan yang mengandung
natural sudah ada dalam
lebih kurang 37% formal - dehida dalam air, biasanya
bahan makanan mentah
ditambahkan methanol 10 – 15 % untuk mencegah
dalam kisaran 1 mg per kg
polimerasi yang berfungsi sebagai stabilisator.
hingga 90 mg per kg namun
Formaldehida ini dapat membunuh bakteri, dengan
formalin yang boleh masuk
cara membuat jaringan dalam bakteri yang
ke tubuh dalam bentuk
menyebabkan dehidrasi (kekurangan air) sehingga sel
makanan untuk orang
bakteri akan kering dan membentuk lapisan baru
dewasa adalah 1,5 mg hingga 14 mg perhari.
dipermukaan. Pada suhu diatas 150°C formalin dapat
Dalam fornitur baru : Formaldehida sering dijumpai
terurai menjadi methanol dan carbon monoksida.
pada fornitur baru yang kita beli dari toko. Oleh
Formalin bukan hanya membunuh bakteri, tetapi juga
karena itu, kalau membeli furnitur baru, sebaiknya
membentuk lapisan baru yang melindungi lapisan
selalu membuka pintu dan jendela untuk
dibawahnya, supaya tahan terhadap serangan
menurunkan kadar formaldehida dalam ruangan.
bakteri lain. Desinfektan lainnya, membunuh bakteri

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
29
Dalam rokok dan asap kendaraan : Formaldehide Sebenarnya, hampir semua jaringan tubuh
juga ditemukan pada mempunyai kemampuan untuk memecah dan
a s a p memetabolisme formaldehida, yakni menjadi asam
rokok dan format yang dikeluarkan melalui urine. Disamping itu,
u d a r a formaldehyde dapat dikeluarkan sebagai CO2 dari
y a n g dalam tubuh.
tercemar Dalam International Programme on Chemical
asap kendaraan bermotor. Safety (IPCS) disebutkan bahwa batas toleransi

Dll formaldehida yang dapat diterima tubuh dalam


bentuk air minum adalah 0,1 mg per liter atau dalam
Nama dagang formaldehida sangat beragam, satu hari asupan yang dibolehkan adalah 0,2 mg,
antara : ivalon, quaternium-15, formalith, BVF, sedangkan National Institute for Occupational Safety
metylene oxyde, morbicid, formol, supersofom, dan and Health (NIOSH) menyatakan formaldehida
lain-lain. Quartenium-15 ditemukan di hampir semua berbahaya bagi kesehatan pada kadar 20 ppm
jenis produk perawatan.

Bahaya bagi tubuh Bahan tambahan

Formaldehida sangat mudah diserap melalui Bahan Tambahan yang dilarang digunakan

saluran pernapasan dan dal am makanan sesuai

p e n c e r n a a n . Peraturan Menkes RI No. 722 /

Formaldehida bisa Menkes / Per / IX / 1988 dan

berakibat buruk pada perubahannya No. 1168/

organ-organ tubuh jika Menkes/Per/IX/1999 adalah :

dikonsumsi dalam jangka Asam Borat (Boric Acid) dan


watu panjang, antara lain senyawanya.
dapat menyebabkan luka
Asam Salisilat dan garamnya
pada ginjal, paru, kanker
(Salisylic Acid and its salt)
pada hidung, merusak
Dietilpirokarbonat (Diethylpyrocabonate, DEPC)
jaringan (necr osis),
menyusutkan selaput lendir Dulsin (Dulcin)

disamping kerusakan pada Kalium Klorat (Potassium


hati, jantung dan otak dan Chlorate)
dapat m e n ye b a b k a n
K l o r a m f e n i k o l
kematian. Bila terhisap
(Chloramphenicol)
dalam jumlah sedikit
Minyak Nabati ya ng
namun
dibrom idasi (Br om inated
d al am
Vegetable Oils)
waktu
yang Nitrofurazon (Nitrofurazone)

rel atif Formalin (Formaldehyde)


lama dapat mengakibatkan iritasi
Kalium Bromat (Potassium
pernapasan, muntah dan pusing.
Bromate)

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
30
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2010

JEJARING KERJA DAN KEMITRAAN


JEJARING
SANITASI DAN DAMPAK RISIKO LINGKUNGAN
KEMITRAAN
Oleh : Isha Ali Wardhana, SKM, MKM

I. LATAR BELAKANG Oleh karena itu pelaksanaan jejaring kerja dan

Pelabuhan Tanjung Priok merupakan kemitraan sanitasi dan dampak risiko lingkungan ini

pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia, hal ini perlu sekali dilakukan, dengan harapan pihak stake

tercermin dari kegiatan operasionalnya, dimana sekitar holder bisa melakukan upaya pengendalian sanitasi

65% dari total arus barang diangkut melalui Pelabuhan dan meminimalisir dampak risiko lingkungan setidaknya

Tanjung Priok. Hal ini menjadikan Pelabuhan Tanjung di lingkungan sekitarnya masing-masing, sehingga ber-

Priok sebagai sentra aktifitas ekonomi, namun dibalik sama-sama Kantor Kesehatan Kelas I Tanjung Priok da-

itu ada potensi kemungkinan terjadinya penyebaran pat mewujudkan Pelabuhan Tanjung Priok yang sehat.

penyakit menular yang dibawa oleh sarana


II. PELAKSANAAN PERTEMUAN
pengangkut, orang, binatang dan vektor-vektor
Waktu Pelaksanaan
lainnya yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok,
serta yang berasal dari lingkungan pelabuhan itu Pertemuan Jejaring ini dilaksanakan pada

sendiri. tanggal 11 - 13 Maret 2010, di Hotel Dwima, Bogor Jawa


Barat.
Untuk melindungi masyarakat pelabuhan dari
ancaman penyakit yang ditimbulkan karena sanitasi
Peserta Pertemuan
yang kurang baik, maka perlu adanya peningkatan
Peserta yang hadir sesuai dengan yang telah
upaya pengawasan dan pengendalian sanitasi dan
direncanakan, yaitu sebanyak 30 orang dan
dampak risiko lingkungan di wilayah pelabuhan.
Narasumber 5 orang, berasal dari :
Pengawasan dan pengendalian sanitasi di wilayah
Pelabuhan harus dilakukan secara profesional Subdit Pengamanan Limbah Direktorat Penyehatan

sehingga dapat meningkatkan kepercayaan Lingkungan Ditjen PP & PL Kementerian Kesehatan RI

pelayaran nasional maupun internasional bahwa Subdit Penyehatan Air Direktorat. Penyehatan
pelabuhan-pelabuhan di Indonesia telah mampu Lingkungan Ditjen PP & PL Kementerian Kesehatan RI
melaksanakan pengawasan sanitasi baik sarana
Ka. Si. Pengendalian Masalah Kesehatan
maupun prasarana di pelabuhan.
Sudinkesmas Jakarta utara
Sesuai Permenkes 356 tahun 2008 bahwa
Ka. Bid. ADKL BBTKL PPM Jakarta
Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan pada Kantor
Ka. Bid UKLW KKP Kelas I Tanjung Priok
Kesehatan Pelabuhan sebagai unit pelaksana teknis
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang
Jalannya Pertemuan
mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan
1. Pembukaan pertemuan pada hari Kamis pukul
sanitasi lingkungan, yang didalam pelaksanaan
19.00 WIB tanggal 11 Maret 210.
tugasnya tidak bisa berjalan sendiri, tetapi perlu
2. Diskusi Panel pada tanggal 12 Maret 2010 :
melakukan koordinasi dengan para stake holder yang
ada di pelabuhan. Panel I (pertama) : materi Profil dan Evaluasi

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
31

Program KKP Kelas I Tanjung Priok, materi Program sebaliknya


Pengawasan Penyehatan Air dan materi Program KKP Kelas I Tanjung Priok ke PT. KBN Zona Tanjung
Pengawasan Limbah Priok dan sebaliknya
Panel II (kedua) : Sanitasi & Dampak Risiko
KKP Kelas I Tanjung Priok ke Koperasi KS TKBM
Lingkungan di Wilayah Jakarta Utara, materi Peran
Tanjung Priok dan sebaliknya
dan fungsi BBTKL PPM Jakarta dalam Melakukan
C. Pengawasan TPM
Analisis Risiko Lingkungan di Pelabuhan, dan materi
Dilakukan oleh KKP Kelas I Tanjung Priok
Dampak Risiko Lingkungan terhadap Kesehatan
kepada seluruh instansi di Pelabuhan.
Manusia
D. Sanitasi Lingkungan (HSGB dan PUAT)
3. Pada tanggal 13 Maret 2010 dimulai dengan acara
Rencana Tindak Lanjut dalam Pengendalian Risiko Dilakukan oleh KKP Kelas I Tanjung Priok kepada

Lingkungan di Pelabuhan (Mewujudkan Pelabuhan seluruh instansi di Pelabuhan.

Sehat) dan dilanjutkan dengan perumusan E. Pelaporannya kepada PT. PELINDO II dan ADPEL
Kesepakatan bersama oleh peserta yang hadir. UTAMA Tanjung Priok.

4. Penutupan pertemuan pada tanggal 13 Maret 2010 F. Informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan hasil
pengawasan TPM dan HSGB dari KKP Kelas I Tanjung
III. HASIL PERTEMUAN
Priok sesuai kebutuhan tiap instansi.
Hasil dari pertemuan ini adalah rencana tindak
G. Metode laporan dan umpan balik dilakukan dengan
lanjut dalam bentuk kesepakatan bersama antara KKP
cara :
Kelas I Tanjung Priok dengan para stake holder dalam
Berkunjung ke antar instansi.
upaya pengendalian sanitasi dan dampak risiko
lingkungan di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai berikut: Mengirimkan surat/ fax/ e-mail, sesuai dengan
kebutuhan.
A. Alur pelaporan dan umpan balik Pengawasan
Kualitas Air :
IV. PENUTUP
1. Di Daratan
Demikian laporan pelaksanaan Jejaring Kerja
KKP Kelas I Tanjung Priok ke PT. METITO dan dan Kemitraan dalam rangka Pengendalian Sanitasi
sebaliknya dan Dampak Risiko Lingkungan di Pelabuhan Tanjung
KKP Kelas I Tanjung Priok ke PT. PELINDO II dan Priok. Kegiatan ini dilakukan agar KKP Kelas I Tanjung

sebaliknya Priok dan Stake holder terkait mampu menjaga dan


meningkatkan sanitasi dan juga mengendalikan
KKP Kelas I Tanjung Priok ke ADPEL Utama
dampak risiko lingkungan di sekitar wilayah lingkungan
Tanjung Priok dan sebaliknya
kerja masing-masing, sehingga kedepannya dapat
2. Di Kapal
terwujud Pelabuhan Sehat di Tanjung Priok.
KKP Kelas I Tanjung Priok ke PT. PELINDO II dan
sebaliknya

B. Alur pelaporan dan umpan balik Pengawasan


Sampah/ Limbah

KKP Kelas I Tanjung Priok ke PT. Pabrik Cat & Tinta


Pacific dan sebaliknya

KKP Kelas I Tanjung Priok ke PT. DOK I & II dan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
32
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2010

FLORA
PANDAN, KUCING DAN ANJING
Dan
DALAM KEHIDUPAN KITA SEHARI - HARI
FAUNA
Oleh : Ny. Bertha M. Pasolang, SSos.

Daun pandan agar nasi menjadi harum.

Pandan adalah jenis tumbuhan yang memiliki aroma Burger yang dilapis oleh daun pandan, rasa dan
wangi yang sangat khas. aromanya terasan enak dan nikmat disantap. Aroma
Pandan tumbuh tegak harum yang khas ini terasa kuat ketika daunnya
keatas, daunnya tebal dan masih cukup segar.
agak lebar namun
Ikan gurame bakar yang dililit daun pandan, akan
memanjang dan ujungnya
terasa lebih enak, harum dan segar.
runcing
Selain sebagai pengharum kue, daun pandan juga
D a l a m
d i p a k a i
tradisi masakan
s e b a g a i
kha s Jawa,
sumber warna
daun pandan
hijau bagi
merupakan
makanan,
k om p o n e n
s e b a g a i
p e n t i n g .
komponen
Tumbuh -
hiasan dalam penyajian makanan, dan juga sebagai
tumbuhan ini
bagian dalam rangkaian bunga di pesta
dapat ditanam di pekarangan atau halaman rumah
perkawinan, sebagai pengharum ruangan.
dan dapat tumbuh liar di tempat – tempat yang
Selain untuk masakan, daun pandan kini menjadi
teduh. Daunnya memanjang seperti daun palem dan
lebih berguna yakni untuk campuran produk-produk
tersusun rapat, panjangnya dapat mencapai 60cm.
kecantikan.
Kegunaan
Untuk mengahalau beberapa jenis serangga dalam
Daun pandan biasa digunakan dalam pembuatan
ruangan, seperti lipan.
kue atau masakan lain seperti kolak, bubur sumsum,
Untuk mencegah adanya kutu dalam beras,
bubur beras, bubur
kacang hijau, bubur masukkan beberapa lembar daun pandan pada
tempat penyimpan beras.
ketan hitam, dan lain –
lain. Wewangian bunga untuk ―nyekar‖, selalu tidak

Bahkan, pada saat melupakan irisan daun pandan yang sangat berbau

menanak nasi, daun khas Nusantara.

pandan juga kerap kali Kerajinan tangan anyaman tikar dari daun pandan
dimasukkan di sela-sela yang pengeringannya dengan cara ditekan
nasi dengan maksud tumpukan kertas koran, akan tampak indah yang

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
33
Kucing merupakan salah satu dari hewan Kasih sayang diungkapkan dengan cara menjilat –
peliharaan manusia yang juga tinggal serumah jil at anaknya ata u
dengan pemiliknya. yang paling terkenal di dunia. pemiliknya
Pada jaman sekarang
B e r a hi d i u ngk ap ka n
kucing memperoleh
dengan cara bersuara
makanan dari pemiliknya,
berteriak – teriak saat
bahkan banyak pemilik
pada pasangannya
kucing memberikan menu
Lapar diungkapkan
makanan yang mewah
dengan cara bersuara
bagi kucing yang
teriakan halus sambil tanpa berhenti mengejar
dimilikinya. Apabila kucing
pemiliknya.
peliharaan tersebut
dilepaskan tanpa Rasa marah diungkapkan dengan cara menggeram

diberikan makanan maka kucing tersebut tidak akan dan mengibas – ibaskan

bisa mencari makanan sendiri karena kucing tersebut ekornya.

sudah terbiasa makan makanan yang enak tanpa R a s a s e n a n g


mencari makanan sendiri. diungkapkan dengan
Pada jaman dahulu, disamping sebagai c a r a c a r a

binatang peliharaan tetapi juga dipakai sebagai m e n g e n d u s k a n

penjaga rumah karena kepalanya ke baju atau

kucing akan mengejar badan tuannya


tikus atau binatang lain Ingin bermalas - malasan diungkapkan dengan cara
yang masuk rumah untuk tiduran tanpa peduli sekelilingnya
dijadikan makanannya.
Ingin bercanda dengan temannya diungkapkan
Pada jaman sekarang ???
dengan cara menggaruk - garuk kukunya, menggigit
Kucing akan membiarkan
perlahan dan meloncat - loncat
tikus yang berlarian di
Ingin bercanda dengan pemiliknya diungkapkan
hadapannya bahkan tidak jarang ada kucing yang
dengan cara menggigit perlahan anggota badan
menghindar dari tikus saat tikus berlarian di
dan apapun yang dikenakan oleh pemiliknya sambil
hadapannya.
meloncat - loncat di hadapan pemiliknya
Ada banyak jenis kucing peliharaan di bumi
Dan lain - lain
kita ini, dari yang
berbadan kecil Nah, apabila ada binatang lain yang simbol
sampai yang sama namun untuk mengungkapkan sikap dan
berbadan besar; ada perasaan yang berbeda maka kedua binatang
yang berbulu tebal tersebut akan sulit untuk hidup secara berdampingan.
sampai yang berbulu
biasa, ada yang
memiliki bulu sekujur tubuh yang sama sampai yang
belang – belang, dll.

Kucing memiliki simbol – simbol untuk


mengungkapkan sikap dan perasaannya :
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
34
Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan yang Anjing memiliki otot yang kuat, tulang
disukai manusia. Hewan ini telah mengalami pergelangan kaki yang bersatu, kecepatan berlari,
domestikasi dari serigala sejak 15.000 tahun yang lalu serta gigi untuk menangkap dan mencabik mangsa.
atau mungkin sudah sejak 100.000 tahun yang lalu
berdasarkan bukti genetik berupa penemuan fosil dan Indera pendengaran
test DNA. Anjing bisa mendengar suara frekuensi rendah
Anjing telah berkembang menjadi ratusan ras dan suara frekuensi tinggi, namun masih kalah dari
dengan berbagai macam variasi, mulai dari anjing pendengara n kucing.
tinggi badan beberapa Namun, a njing bisa
puluh cm, warna bulunya menggerak - gerakkan
beraneka ragam, mulai daun telinga agar cepat
dari putih sampai hitam, bisa menentukan lokasi
juga coklat, abu – abu, dll. sum ber suara yang
Disamping itu itu, bulunya sebenarnya. Anjing mampu menentukan sumber suara
ada yang sangat pendek lebih cepat dari manusia, sekaligus bisa mendengar
hingga yang panjangnya bisa mencapai beberapa suara yang sumbernya empat kali lebih jauh yang
sentimeter, ada yang lurus sampai ada yang tebal, dapat didengar manusia.
bahkan ada yang lembut seperti wol.

Anjing merupakan hawan sosial yang Indera penciuman

menjadikan anjing bisa dilatih, diajak bermain, tinggal Pelatih anjing pelacak sudah mengerti bahwa
bersama manusia, dan anjing tidak mungkin lagi diajar untuk melacak bau-
diajak bersosialiasi bauan di atas kemampuan
dengan manusia dan alami yang dimiliki sejak
anjing yang lain. lahir. Anjing hanya dapat
Kesetiaan dan dimotivasi sebaik-baiknya
pengabdian tidak dan diajar agar bisa
diragukan lagi oleh para berkonsentrasi pada jejak
penggemar dan pelimik bau yang utama. Anjing pelacak yang terlatih harus
anjing. Pemilik anjing sangat menghargai kesetiaan bisa mengabaikan
dan pengabdian anjing dan menganggapnya berbagai jejak bau yang
sebagai anggota keluarga sendiri. Anjing tidak lain. Anjing yang tidak
membedakan pemilik dengan rekan sesama anjing terlatih biasanya senang
yang masih satu kelompok. sekali mengendus berbagai

Para pemilik anjing merasa senang macam bau selain jejak

memelihara anjing karena anjing dianggap sebagai bau yang diperintahkan. Sewaktu melakukan

binatang yang mempunyai pekerjaan yang meletihkan

kecerdasan cukup tinggi bagi anjing pelacak (misalnya

dan setia. Anjing terkenal mencari barang selundupan

dapat mematuhi dan di atas kapal), anjing harus

menjalankan berbagai dimotivasi agar mau kerja

macam perintah para keras dalam jangka waktu

pemiliknya. yang lama.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
35
Makanan menggonggong tanpa berhenti, selanjutnya

Anjing tidak sama dengan kucing yang kemungkinan akan menggigit .

tergolong karnivora sejati, anjing tidak bergantung Rasa senang diungkapkan dengan cara
pada protein daging mengenduskan kepalanya ke baju atau badan
tertentu atau makanan pemiliknya dan mengibas – ibaskan ekornya
tinggi protein untuk
Ingin bermalas - malasan diungkapkan dengan cara
memenuhi kebutuhan
tiduran tanpa peduli sekelilingnya
makan yang paling dasar.
Anjing bisa mencerna
dengan baik berbagai macam makanan, termasuk
sayur - sayuran yang dapat dikonsumsi anjing dalam
porsi yang besar.

Anjing peliharaan bisa bertahan hidup sehat


hanya dengan makanan vegetarian yang diramu
dengan baik, khususnya
yang mengandung susu
dan telur. Pemberian Ingin bercanda dengan saudara atau temannya
makanan dengan protein
diungkapkan dengan cara menggigit - gigit perlahan
yang berlebihan dari
tingkat yang dibutuhkan
akan tidak ada
manfaatnya bagi anjing.

Anjing juga memiliki simbol – simbol untuk


mengungkapkan sikap dan perasaannya :

K a s i h s a y a n g dan meloncat - loncat serta bergulat dengan teman

diungkapkan dengan atau saudara sepermainannya

cara mengendus dan Ingin bercanda dengan pemiliknya diungkapkan


menjilat – jilat anaknya dengan cara menjilat - jilat, menggigit perlahan
atau pemiliknya anggota badan dan apapun yang dikenakan oleh
Bera hi d iungkapk an pemiliknya sambil meloncat - loncat di hadapan

dengan cara mencium - pemiliknya, dan lain - lain

cium dan mengendus - Nah disinilah perbedaan simbol yang dipakai


e n d u s p a n t a t kucing dan simbol yang dipakai anjing dalam
pasangannya pada saat kehidupannya sehari - hari. Kucing mengibaskan ekor
pasangannya berada berarti marah sedang anjing mengibaskan ekor berarti
didekatnya. senang. Pada saat anjing dengan rasa senang

Lapar diungkapkan dengan cara bersuara teriakan mendekati kucing namun kucing merasa bahwa anjing

halus ―ngik‖ sambil tanpa berhenti mengejar lagi marah dan akan menyerang dirinya maka si kucing

pemiliknya. secepatnya menyerang anjing terlebih dahulu.


Demikianlah maka kedua binatang ini selalu saling
Rasa marah diungkapkan dengan cara berteriak
tidak cocok dan saling menyerang.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
36
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2010

KAJIAN
PELATIHAN FUMIGASI KKP KELAS I TANJUNG PRIOK Dan

Oleh : Agus Syah FH, SKM DIKLAT

LATAR BELAKANG pengawasan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),

Berkaitan dengan IHR tahun 2005, KKP di sedang penyelenggaraannya dilakukan oleh sektor

seluruh Indonesia yang berada di pintu masuk negara swasta/ Badan Usaha Swasta (BUS). Mengingat sifat

dituntut tidak hanya mampu mencegah masuk dan racun dari fumigan tersebut sangat berbahaya maka

keluarnya penyakit karantina dan penyakit menular penggunaannya harus dilakukan oleh tenaga yang

potensial wabah, namun juga harus siap memiliki kompetensi dibidang per-fumigasian, sehingga

menyelesaikan masalah kedaruratan kesehatan pelaksanaannya benar (sesuai prosedur), aman (tidak

masyarakat yang meresahkan dunia Internasional membahayakan) serta dapat berhasil guna dan

(Public Health Emergency of International Concern). berdaya guna.

Hal ini merupakan suatu tantangan yang harus dapat Oleh karena itu, baik sektor pemerintah (KKP)
kita atasi karena apabila KKP/ Indonesia tidak dapat sebagai pengawas maupun sektor swasta (BUS)
memenuhi aturan yang disepakati dalam IHR, maka sebagai penyelenggara fumigasi, harus memiliki
dunia internasional akan mengucilkan atau tenaga bersertifikasi sesuai kompetensi tersebut di atas,
memberikan larangan perjalanan (travel warning) hal ini dapat diperoleh melalui Pelatihan Fumigasi
berkunjung ke Indonesia, sebab kita dianggap tidak Kapal. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung
serius dalam menangani permasalahan Public Health Priok yang memiliki fungsi pendidikan dan pelatihan
Emergency of International Concern yang pada teknis, pada kesempatan ini berinisiatif
akhirnya akan berimbas kepada perkembangan menyelenggarakan Pelatihan Fumigasi Kapal tersebut.
perekonomian dan sosial Indonesia secara nasional Sesuai dengan PerMenKes RI No. 356/Menkes/
bahkan internasional. Per/IV/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor
Berdasarkan UU No. 1 tahun 1962 tentang Kesehatan Pelabuhan, KKP mempunyai tugas
Karantina Laut, pes termasuk golongan penyakit melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya
karantina yang perlu diawasi dan dikendalikan penyakit, penyakit potensial wabah, surveilans
penyebarannya. Salah satu upaya pengendalian epidemiologi, kekarantinaan, pengendalian dampak
terhadap penyakit pes adalah melakukan kegiatan kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan,
deratisasi (hapus tikus) dengan menggunakan fumigan pengawasan OMKABA serta pengamanan terhadap
yang merupakan bahan kimia (gas) beracun, antara penyakit baru dan penyakit yang muncul kembali,
lain HCN, Methyl Bromida (CH3Br) dan Sulfur Dioksida bioterorisme, unsur biologi, kimia dan pengamanan
(SO2). Sedangkan yang boleh dipakai untuk kegiatan radiasi di wilayah kerja bandara, pelabuhan dan lintas
fumigasi saat ini hanya methyl bromida saja. batas darat negara.

Dalam pelaksanaannya kegiatan deratisasi Tentunya kewajiban kita untuk selalu


(hapus tikus) dengan cara fumigasi ini merupakan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, baik itu
tindakan karantina yang berada di bawah pengetahuan umum maupun keterampilan khusus

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
37

dalam menunjang kesiapan kita menjawab tergolong pada kategori kurang.


tantangan permasalahan dunia, termasuk dalam 2. Nilai post test, dengan kategori :
melaksanakan pengawasan dan pengendalian
Amat baik, nilai lebih dari 80 sebanyak 9 orang
vektor/ tikus di pelabuhan, karenanya diperlukan
Baik, nilai 71-80 sebanyak 14 orang
tenaga yang handal dan profesional. Untuk
memperoleh kemampuan tersebut, maka perlu Cukup, nilai 61 - 70 sebanyak 4 orang

diselenggarakan pelatihan bagi petugas Kantor Kurang, < nilai 60 sebanyak 3 orang

Kesehatan Pelabuhan. Dengan demikian sebagian besar peserta


tergolong pada kategori baik, menunjukkan bahwa

PELAKSANAAN PELATIHAN telah terjadi peningkatan nilai pada saat post test. Dari
hasil uji statistik dengan menggunakan t Test before –
Waktu Pelaksanaan
after pada alfa 0,05 menunjukkan bahwa ada
Pelatihan Fumigasi Kapal dilaksanakan pada tanggal
perbedaan yang signifikan antara nilai pre test dan
04 s.d 08 Mei 2010.
post test. Hal ini berarti proses pembelajaran selama
pelatihan telah berhasil meningkatkan kemampuan
Tempat Pelaksanaan
peserta dalam bidang fumigasi kapal.
Pelatihan Fumigasi Kapal dilaksanakan di Wisma
Industri, Bogor dan Pelabuhan Tanjung Priok untuk
pelaksanaan praktek fumigasi kapal. B. Penilaian Terhadap Proses Pembelajaran

Pada evaluasi ini, peserta diberikan kesempatan untuk


Peserta
menilai narasumber dan fasilitator dalam proses
Jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 orang sesuai pembelajaran selama pelatihan dengan
yang telah direncanakan (Tabel 1), terdiri dari : menggunakan format evaluasi yang dilaksanakan
KKP Kelas I sebanyak 10 orang pada saat akhir materi

KKP Kelas II sebanyak 10 orang Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa


narasumber dan fasilitator yang telah memberikan
KKP Kelas III sebanyak 10 orang
materi dalam proses pelatihan ini bermanfaat bagi

Metode Pelaksanaan Pelatihan pengembangan dalam pelaksanaan pekerjaan di


lapangan. Yang tergolong pada kategori baik
Metode yang dipakai dalam pelatihan ini yaitu :
sebesar 48,7%, dan yang tergolong kategori cukup
presentasi/ ceramah, tanya jawab/ diskusi, studi kasus,
sebesar 42% sedangkan yang tergolong kategori
Simulasi dan Praktek lapangan (insitu).
kurang sebesar 9,3%. Hal ini berarti peserta merasa
bahwa narasumber dalam pelatihan ini sudah
HASIL PELATIHAN menyampaikan materinya dengan baik.
A. Penilaian Terhadap Peserta C. Penilaian Terhadap Penyelenggara
1. Peserta dinilai berdasarkan : Evaluasi terhadap keseluruhan penyelenggaraan
Nilai pre test, dengan kategori : Pelatihan Fumigasi Kapal ini dinilai baik oleh peserta,

Baik dengan nilai 71-80 sebanyak 1 orang baik materi yang sudah diberikan di kelas maupun
yang diberikan di lapangan. Dari poin penilaian
Cukup dengan nilai 61-70 sebanyak 1 orang
akomodasi yang meliputi ruang kelas, ruang tidur dan
Kurang dengan < nilai 60 sebanyak 28 orang
makanan dan minuman yang disajikan, peserta
Dengan demikian sebagian besar peserta merasa cukup puas.
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
38
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2010

PENANGANAN GAWAT DARURAT MEDIK NASIONAL ANEKA


dr.Laily Shofiyah PERISTIWA

Circulation yaitu melakukan kompresi/ penekanan


A. Bantuan Hidup Dasar (BHD)
terhadap jantung dari luar apabila upaya
Bantuan Hidup Dasar bertujuan untuk mencegah membebaskan jalan nafas tidak berhasil dan pulsasi
berhentinya nafas dan berhentinya sirkulasi melalui arteri carotis tidak teraba.
tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Apabila dengan upaya membebaskan jalan nafas,
Indikasi BHD yaitu bila terjadi henti nafas (tidak ada pemberian nafas buatan dan penekanan dada
pergerakan dada, serta tidak ada hembusan nafas penderita tidak sadar juga, maka dilakukan teknik
dari hidung atau mulut) dan henti jantung (denyut kombinasi yaitu menyatukan pemberian nafas buatan
nadi tidak teraba, kulit pucat dan akral dingin). dengan kompresi dada dengan perbandingan 2 : 30.

Teknik kombinasi dinyatakan berhasil apabila ada


Fase penilaian BHD meliputi:
tanda-tanda : nadi mulai berdenyut, pernafasan mulai
Airway (membuka jalan nafas) yaitu dengan cara
spontan dan warna kulit mulai kemerahan.
menelentangkan penderita pada permukaan
rata, membuka jalan nafas dengan metode
tengadah kepala topang dagu serta menilai
fungsi pernafasan spontan atau tidak.

Breathing yaitu memberikan pernafasan buatan


dengan metode mulut ke mulut, metode mulut ke
hidung dan metode kantong ventilasi. Bila pulsasi
arteri carotis sudah teraba, dilanjutkan pernafasan
buatan sampai terjadi nafas spontan. Bila pulsasi
arteri carotis tidak teraba, dilakukan kompresi
jantung luar.

B. PENANGANAN KORBAN CEDERA


Trauma yang paling sering terjadi yaitu trauma yang
diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas. Untuk
mengetahui akibat yang ditimbulkan trauma dan
waspada terhadap jenis perlukaan maka penting
untuk mengerti tentang biomekanik trauma.

Penilaian dan pengelolaan awal penderita trauma:


Melakukan survey primer yaitu menilai keadaan
penderita dan prioritas terapi berdasarkan jenis
perlukaan, stabilitas tanda-tanda vital dan
mekanisme trauma .
Melakukan resusitasi dan monitoring hasil resusitasi
berdasarkan Respirasi rate, denyut nadi, tekanan
darah, suhu tubuh dan kesadaran penderita.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
39

Melakukan survey sekunder yang dilakukan setelah Trauma Dada

survey primer dan penanganan gangguan ABC Keadaan yang harus dikenal pada saat survey primer
selesai, meliputi pemeriksaan kepala sampai kaki pada truma dada:
(head to toe examination) termasuk pemeriksaan
Adanya udara pada rongga dada
tanda-tanda vital.
Adanya darah pada rongga dada

Trauma Kepala Patah tulang iga


Jenis trauma kepala: Luka pada jantung
Patah atap/ dasar tengkorak
Trauma Perut
Gegar Otak Ringan (Komusio Cerebri)
Gejala dan tanda yang ditimbulkan oleh dua hal :
Gegar Otak Berat (Kontusio Cerebri)
Pecahnya organ solid, seperti hati dan limpa, yang
Perdarahan dalam tengkorak
ditandai dengan nyeri perut ringan sampai nyeri hebat,
penderita tampak pucat, syok dan bila perdarahan
Gejala Umum Trauma Kepala:
hebat perut makin membesar.
Penurunan kesadaran
Pecahnya organ lumen / berongga, seperti lambung
Mengalami pingsan
dan usus, yang ditandai dengan nyeri seluruh perut,
Nyeri kepala nyeri tekan dan nyeri lepas.
Muntah
Gejala Umum Trauma Dada dan Perut:
Pupil mata melebar
Jejas di dada/perut, Gangguan pernafasan, Gangguan
Tanda-tanda vital menurun
jantung, Dada tidak simetris, Nyeri, Nyeri tekan dan nyeri
Gangguan fungsi organ vital (tergantung saraf yang lepas, Krefitasi (bila terjadi patah tulang)
rusak)
Penanganan Trauma Dada dan Perut:
Penanganan Trauma Kepala: Airway dan Breathing
Lakukan survey primer (ABC) Circulation
Waspadai adanya patah tulang leher dengan Disability (tingkat kesadaran)
memasang spalk leher
Apabila ditemukan usus yang menonjol keluar, ditutup
Hentika perdarahan dan lakukan balut bidai jika
dengan kasa steril yang lembab supaya usus tidak
perlu kering. Apabila ada benda yang menancap jangan
Evakuasi ke rumah sakit dicabut, tetapi fiksasi benda tersebut terhadap dinding
dada

Segera evakuasi ke rumah sakit

Patah Tulang (Fraktur)

Tanda-tanda Fraktur : Bagian yang patah membengkak,


Daerah yang patah nyeri bila ditekan, Terjadi perubahan
bentuk pada anggota badan yang patah, Anggota
badan yang patah mengalami gangguan fungsi, Bunyi
krepitasi, Perdarahan, Gerakan abnormal

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
40
Macam Patah Tulang:
Penanganan Syok akibat Perdarahan:
Patah tulang tertutup
Selalu perhatikan ABC
Patah tulang terbuka
Kontrol dan hentikan perdarahan

Penanganan Patah Tulang: Tinggikan tungkai (20-30 cm) atau posisi kepala lebih

Kontrol ABC rendah bila tidak ada cedera dada, perut dan
tungkai agar otak dan jantung mendapatkan
Hentikan perdarahan bila ada
banyak darah
Tutup luka dengan kasa steril
Jaga tubuh korban tetap hangat
Lakukan pembidaian pada tulang yang patah
Bila perdarahan sulit diatasi, kirim ke rumah sakit

LUKA BAKAR

Penyebab Luka Bakar : Panas (api, air panas, uap


panas, panas permukaan), Kimia (asam, basa, alkali),
Listrik , Radiasi (sinar-X, sinar matahari, nuklir)

Derajat Luka Bakar:

Derajat I : hanya mengenai lapisan epidermis, nyeri

Derajat II : mengenai lapisan epidermis dan


sebagian lapisan dermis, nyeri hebat

LUKA DAN PERDARAHAN Derajat III : Mengenai epidermis dan seluruh lapisan

Macam-macam Luka: Luka Iris, Luka robek, Luka dermis atau bahkan jaringan lemak dibawahnya,
memar, Luka tusuk, Luka lecet, Luka tembak. tidak terasa sakit

Penanganan Luka pada umumnya: Penanganan Pertama pada Luka Bakar:

Bersihkan luka dengan air bersih / cairan anti septik Akibat Suhu Panas/ Api : buka pakaian yang

Penekanan luka dengan verband dan plester terbakar, guyur dengan air dingin, bila ada
gelembung jangan dipecah, tutup luka bakar
Pada luka memar kompres dengan air es
dengan kain steril, bila keadaan umum penderita
Balut luka dengan pembalut steril jelek segera rujuk ke rumah sakit
Pada luka tusuk, penutup luka dipakai juga untuk Akibat Zat Kimia : Proteksi diri, semprot luka dengan
fiksasi benda yang menancap air mengalir, lindungi bagian yang tidak terkena,
lepaskan pakaian yang terkena zat kimia, setelah
Gejala Syok Akibat Perdarahan:
bersih bawa ke rumah sakit
Kesadaran menurun
Akibat Listrik : pindahkan penderita dari sumber listrik,
Nafas cepat bila terjadi henti jantung segera lakukan resusitasi,
Nadi cepat dan kecil rawat luka bakar dengan dibalut kain steril, segera

Kulit dingin terutama di ujung jari, lembab dan bawa ke rumah sakit

pucat Akibat Radiasi : jarang terjadi dan

Adanya perdarahan perkembangannya sangat lambat

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
41
Bila Luka Bakar derajat sedang / berat tidak segera Pada kasus keracunan yang disuntikkan dengan
ditanggulangi, maka akan mengakibatkan: Syok prinsip: proteksi diri dan lingkungan, memperbaiki
hipovolemik, Kekurangan cairan dan elektrolit, Infeksi, ABC, memproteksi penderita supaya tidak melukai
Gagal ginjal akut, Masalah pernafasan dirinya dan lingkungan, memuntahkan racun,
memonitor tanda-tanda vital, segera merujuk ke
KERACUNAN
rumah sakit
Gejala Keracunan secara umum ; Bau yang khas dari
racun, Penurunan kesadaran, Kejang-kejang, EVAKUASI KORBAN

Perubahan pupil (melebar/mengecil), Gangguan Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses
pernafasan (sesak), Gangguan denyut jantung evakuasi korban:
(berdebar), Keringat dingin
Siapa penderita yang harus segera diangkat atau
dipindahkan, penderita yang sudah mendapatkan
pertolongan pertama dan penderita yang berada
ditempat yang berbahaya merupakan penderita
yang mendapatkan prioritas

Bila curiga adanya patah tulang leher dan tulang


belakang, maka pasang spalk leher dan scoop
strecther

Jenis/ cara pemindahan dan pengangkatan ada 2


jenis yaitu pemindahan emergensi dan
pemindahan non emergensi
Penanganan Pada Kasus Keracunan: Mekanika tubuh penolong saat mengangkat, kaki
Pada kasus keracunan yang tertelan dengan prinsip: menjadi tumpuan utama saat mengangkat
proteksi diri, memperbaiki ABC, memuntahkan racun Panduan dalam pengangkatan, pemimpin proses
(kecuali racun yang korosif), memberikan susu dan
evakuasi berada dibelakang barisan/ tandu/
karbon aktif (norit)
terdekat ke bagian kepala penderita

Pada kasus keracunan yang terhisap dengan prinsip: Perlengkapan untuk memindahkan

proteksi diri, menjauhkan penderita dari sumber


racun, membaringkan penderita dengan kepala
lebih tinggi supaya memudahkan pernafasan,
memperbaiki ABC (tapi tidak melakukan pernafasan
buatan dari mulut ke mulut atau mulut ke masker),
memberikan oksigen dengan konsentrasi tinggi
(dengan non rebreathing face mask)

Pada kasus keracunan yang terserap melalui kulit


dengan prinsip: proteksi diri, menjauhkan penderita
dari sumber racun, memperbaiki ABC, melepaskan
penderita dari baju yang terkena racun,
membersihkan atau mencuci racun dengan air
mengalir

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
42
Melakukan evakuasi korban dengan syarat keadaan tidak dapat memegang benda keras, menyelam
umum penderita sudah stabil, kecuali bila berada di dan jauhi dam, hindari arus yang mengarah
lingkungan yang mengancam, maka penderita harus kebawah atau bergerak disepanjang sisi dam
segera dipindahkan dengan menjaga jalan nafas
Ciri-ciri Korban Tenggelam:
tetap terbuka.
Korban tidak dapat berenang : Tegak di air, kaki
Mengangkat dan memindahkan penderita dengan
alat yang tepat seperti tandu, brankar, tandu sekop tidak berfungsi, Mencakar-cakar ke atas, Tidak

(Scoop Stetcher, Ortopaedic Stetcher) maupun Long dapat mengikuti perintah

Spine Board. Korban tidak pandai berenang atau kelelahan : Kaki


dan tangan bergerak untuk membantu berenang,
Muka menghadap ke penolong, memanggil atau
bergerak, Macam-macam gaya dalam berusaha

Korban pingsan : Biasanya terbenam bila tidak


menggunakan life jacket, Tidak bergerak di air, Bisa
telungkup atau terlentang

Pertimbangan memilih alat bantu: Ketersediaan alat


bantu, Daya apung, Penanganan/ pengoperasian,
Kekuatan, Kekuatan dan fisik penolong, Keberadaan
segera si penolong.

TENGGELAM

Prinsip menyelamatkan diri :

Dari Arus balik (undertows): tetap tenang dan


berdiri dengan kuat saat terbawa ke pantai

Dari Arus pantai (rip currents): jangan melawan arus


dan berenang melintasi arus hingga sampai
ketempat aman

Dari Arus masuk (lateral currents): merupakan arus


yang berbahaya, karena dapat mendorong
ketempat yang berbahaya

Dari Arus sungai: jangan melawan arus,


menghadap keatas/ terlentang dan tetap Cara untuk mengeluarkan korban dari air : Angkatan

berusaha berada dipermukaan, bergerak kaki dibawah lengan, Membopong, Berjalan digandeng/

dahulu, hindari rintangan dan bergerak diagonal dipapah, Tarikan satu penolong, Dipikul, Dipikul disalah

untuk ke tepi satu bahu

Dari Arus putar dari dam: tetap tenang, Memilih cara membawa korban: Selalu jaga mulut
korban berada dipermukaan, Memberikan kebebasan
berpegangan pada benda yang keras sambil
bergerak, Memberikan keselamatan yang maksimum
menunggu bantuan, cari dan hindari tumpukan
pada korban sadar, Jaga tenaga sesuai dengan
sampah yang dapat menjadi jebakan arus, bila
kondisi air dan jarak tempuh.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
43
UNDANG - UNDANG PENGENDALIAN KEDARURATAN KESEHATAN MASYARAKAT
ataukah
UNDANG - UNDANG WABAH dan KARANTINA KESEHATAN ???

Akhir - akhir ini muncul berbagai wacana Kenyataan menunjukkan bahwa aturan perundang –
tentang revisi Undang - Undang Nomor : 1 Tahun 1962 undangan di pintu masuk yang kita miliki (Undang –
tentang Karantina Laut dan Undang - Undang Nomor : 2 Undang nomor 1 dan 2 Tahun 1962) hanya untuk
Tahun 1962 tentang Karantina Udara untuk mencegah masuknya penyakit Pes, Kholera, Demam
mengakomodir kebutuhan dan kepentingan nasional kuning, Cacar, Tifus bercak wabahi dan Demam bolak -
untuk mencegah masuk keluarnya penyakit potensial balik, yang berarti pada saat sudah tidak relevan lagi
kedaruratan kesehatan masyarakat Internasional, khusus untuk mencegah masuknya berbagai penularan
di Pelabuhan, Bandar Udara dan Pos Lintas Batas Darat, penyakit ke dalam negeri tercinta ini, termasuk untuk
disamping kepentingan global sesuai tuntutan IHR 2005. mencegah masuknya penularan Influenza baru A H1N1

Oleh karena itu, kita harus secara sadar yang baru – baru ini merebak. Pada saat itu Undang-

mengidentifikasi kebutuhan nasional kita, yakni : apakah undang tersebut mengacu pada peraturan kesehatan

kita ingin mengakomodir penyelenggaraan seluruh internasional yang disebut International Sanitary

fungsi Kantor Kesehatan Pelabuhan ataukah hanya Regulations (ISR) 1953 yang kemudian diganti dengan

khusus untuk penyelenggaraan kekarantinaan IHR (International Health Regulation 1969), dan pada

kesehatan??? Sidang Majelis Kesehatan sedunia tahun 2005 telah


berhasil merevisi IHR 1969 tersebut menjadi IHR Revisi
Dibawah ini cuplikan naskah yang disajikan
2005 yang diberlakukan sejak tanggal 15 Juni 2007.
pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Masyarakat Hukum
Kesehatan Indonesia yang diselenggarakan pada Beban ganda kita bertambah dengan adanya

tanggal 19 - 21 Nopember 2010 di Universitas Yarsi - perubahan paradigma yang diamanatkan dalam

Jakarta baru - baru ini. International Health Regulations (IHR) 2005 bahwa
sasaran penanggulangan bukan hanya ditujukan pada

ASPEK HUKUM PENGENDALIAN KEDARURATAN pencegahan penularan penyakit tertentu saja, tetapi
KESEHATAN MASYARAKAT ditujukan pada seluruh kedaruratan kesehatan
(TINJAUAN KEBUTUHAN DI PINTU MASUK NEGARA) masyarakat yang meresahkan dunia (Public Health
Emergency of International Concern).
Oleh : RBA. WIDJONARKO, SKM, MKes Aturan perundang – undangan yang tepat dan
sistematis sangat dibutuhkan sebagai payung hukum di
Abstrak pintu masuk negara dalam mencegah masuk
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keluarnya kedaruratan kesehatan masyarakat yang
posisi sangat strategis karena diapit oleh dua benua meresahkan dunia. Kebutuhan akan payung hukum di
dan dua samudera sehingga berada pada jalur pintu masuk ini perlu segera ditindaklanjuti dengan
lalulintas alat angkut yang menyebabkan banyaknya upaya penyusunan program legislasi baru sesuai
pintu masuk ke wilayah Indonesia. Perkembangan kebutuhan nasional dan global, sekaligus mencabut
kemajuan teknologi transportasi menyebabkan Undang – Undang nomor 1 tahun 1962 tentang
meningkatnya kecepatan waktu tempuh perjalanan karantina laut dan Undang – Undang nomor 2 tahun
alat angkut beserta muatannya antar negara yang 1962 tentang karantina udara serta merevisi peraturan
lebih cepat dari masa inkubasi penyakit sehingga perundang – undangan yang sudah ada, dengan
memperbesar risiko masuk dan keluar penyakit ruang lingkup terbatas pada kekarantinaan alat angkut
menular. di Pintu Masuk Negara.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
44

kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan


PENDAHULUAN
dunia. Hal ini sesuai dengan IHR 2005 (International
Prevalens dan insidens berbagai jenis Health Regulation 2005) yang diberlakukan sejak Juni
penyakit menular di Indonesia masih relatif tinggi, 2007 bahwa sebagai anggota Badan Kesehatan Dunia
bahkan penyakit menular yang pada masa lalu relatif yang turut menyepakati IHR 2005, kita dituntut untuk
sudah bisa diatasi ternyata munculnya kembali. Beban mampu mengendalikan kedaruratan kesehatan
ganda menimpa Indonesia oleh munculnya penyakit masyarakat yang meresahkan dunia (Public Health
Avian influenza (H5N1), yang menunjukkan bahwa Emergency of International Concern) antar negara
penyakit menular masih merupakan masalah pokok tanpa memberlakukan pembatasan perjalanan dan
dalam pembangunan kesehatan. perdagangan yang tidak perlu.
Kemajuan teknologi tranportasi sangat Kita lihat akhir – akhir ini maraknya
menakjubkan belakangan ini, menyebabkan pengiriman limbah B3 ke wilayah Indonesia, belum lagi
meningkatnya arus lalu lintas laut, udara maupun darat kemungkinan adanya pengiriman paket Pos berisi spora
dengan kecepatan waktu tempuh perjalanan antar Anthrax, dan termasuk ancaman NUBIKA lainnya. Sudah
negara yang lebih cepat dari masa inkubasi penyakit tersediakah peraturan perundang - undangan di Pintu
sehingga memperbesar risiko masuk dan keluarnya pen- Masuk Negara untuk memayungi upaya pencegahan
yakit menular. Wilayah Indonesia yang diapit oleh dua masuknya ancaman kedaruratan kesehatan
benua dan dua samudera, merupakan posisi yang san- masyarakat ke wilayah Indonesia ???
gat strategis dalam sektor transportasi dan perdagan-
Pembangunan bidang kesehatan
gan walaupun secara otomatis akan menambah ban-
merupakan bagian integral dari pembangunan
yaknya pintu masuk ke wilayah Indonesia.
nasional. Oleh karena itu, pembangunan kesehatan
Pelabuhan, Bandara dan Pos Lintas Batas bukan hanya tanggungjawab sektor kesehatan saja,
Darat merupakan Pintu Masuk Negara yang menjadi tetapi tanggungjawab kita semua sebagai bagian dari
suatu perlintasan internasional untuk masuk dan ke- anak bangsa. Kerjasama lintas sektor sangat dibutuhkan
luarnya alat angkut beserta isinya. Alat angkut yang dalam Pembangunan kesehatan secara menyeluruh,
dimaksud adalah kapal, pesawat dan kendaraan da- termasuk upaya pengendalian kedaruratan kesehatan
rat, sedang isinya adalah orang dan barang yang men- masyarakat di Pintu Masuk Negara. Pengendalian
jadi muatannya. kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan
Masuknya Influenza A (H1N1) ke wilayah dunia merupakan tantangan yang semakin berat bila
Indonesia yang penyebarannya dimulai dari Mexico tanpa kerjasama lintas sektor dan tanpa dukungan
menunjukkan bahwa upaya pencegahan masuknya sumber daya yang tersedia di Pintu Masuk Negara yang
penyakit di Pintu Masuk Negara harus lebih memadai. Sumberdaya awal yang sangat dibutuhkan
ditingkatkan. Kita lihat dalam sejarah masuknya adalah tersedianya aspek hukum yang memayungi
penyakit ke wilayah Indonesia : Pes pada abad 16, DBD upaya pengendalian tersebut.
tahun 1968, HIV tahun 1973, Rabies di Flores tahun 2000, Guna memenuhi kebutuhan payung hukum
SARS tahun 2003, H5 N1 tahun 2005, virus Polio liar tahun yang tepat dan sistimatis dalam Pengendalian
2005, dan lain – lain. Masuk Pintu mana??? kedaruratan kesehatan masyarakat di Pintu Masuk
Padahal pada saat ini upaya yang harus Negara maka sangat diperlukan dengan segera
diselenggarakan di Pintu Masuk Negara bukan hanya adanya upaya program legislasi untuk menyusun
untuk mencegah masuknya penyakit menular saja Undang – Undang Pengendalian Kedaruratan
tetapi lebih dari itu, yakni mengendalikan seluruh Kesehatan Masyarakat di Pintu Masuk.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
45

merupakan upaya penanggulangan pada saat ter-


ASPEK HUKUM DI PINTU MASUK
jadinya wabah penyakit menular.
Aspek hukum di Pintu Masuk sudah perlu disesuaikan
4. Undang – Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Ke-
dengan kebutuhan dan kondisi pada saat ini. Payung
sehatan (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor. 144,
hukum yang dipakai sebagai payung hukum
Tambahan Lembaran Tahun 1992 Nomor : 5063)
pelaksanaan pencegahan masuk dan keluarnya
Ruang lingkup Undang – Undang ini diarahkan pada
penyakit menular pada saat ini, antara lain sebagai
upaya kesehatan pada umumnya untuk mencegah
berikut :
penyakit (menular dan tidak menular).
1. Undang – Undang nomor 1 tahun 1962 tentang
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 356 tahun
Karantina Laut (Lembaran Negara Tahun 1962 No-
2008 tentang Tata Kerja dan Organisasi Kantor Kese-
mor : 2, Tambahan Lembaran Negara Nomor : 2373)
hatan Pelabuhan
Ruang lingkup Undang – Undang ini diarahkan pada
Peraturan Menteri Kesehatan RI hanya memuat ten-
penyelenggaraan kekarantinaan kapal beserta is-
tang tata kerja, organisasi, tugas pokok dan fungsi
inya dan hanya untuk mencegah keluar masuknya
Kantor Kesehatan Pelabuhan.
penyakit Karantina, yakni penyakit Pes, Kholera, De-
mam kuning, Cacar, Tifus bercak wabahi dan De-
KEDARURATAN KESEHATAN MASYARAKAT
mam bolak – balik.
Kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan
2. Undang – undang nomor 2 tahun 1962 tentang
dunia (Public Health Emergency of International
Karantina Udara (Lembaran Negara Tahun 1962 No-
Concern) adalah kejadian luar biasa dengan ciri – ciri
mor : 3, Tambahan Lembaran Negara Nomor : 2374)
berikut (IHR 2005, pasal 1) :
Ruang lingkup Undang – Undang ini diarahkan pada
membahayakan kesehatan masyarakat negara lain
penyelenggaraan kekarantinaan pesawat beserta
yang penyebarannya lintas internasional, dan
isinya dan juga hanya untuk mencegah keluar ma-
berpotensi memerlukan kerjasama / koordinasi
suknya penyakit Karantina, yakni penyakit Pes, Khol-
internasional;
era, Demam kuning, Cacar, Tifus bercak wabahi dan
Demam bolak – balik. Kejadian yang mungkin merupakan kedaruratan
kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia, antara
3. Undang – Undang nomor 4 tahun 1984 tentang Wa-
lain (IHR 2005, lampiran 2) :
bah Penyakit Menular (Lembaran Negara Tahun
1984 Nomor : 20, Tambahan Lembaran Negara No- 1. Satu penderita dari Penyakit – penyakit berikut meru-

mor : 3273) pakan KLB yang dapat berdampak serius bagi kese-
hatan masyarakat sehingga wajib dilaporkan :
Ruang lingkup Undang – Undang ini diarahkan
hanya pada penyakit menular saja dan merupakan Cacar

upaya penanggulangan pada saat terjadinya wa- Polio oleh strain liar
bah penyakit menular (pasal 2 : untuk melindungi
Influenza yang disebabkan oleh sub – type baru
penduduk dari malapetaka yang ditimbulkan wa-
Severe acute respiratory syndrome (SARS)
bah sedini mungkin).
2. Penyakit – penyakit berikut harus selalu dianalisa,
Selanjutnya untuk menjalankan Undang – Undang
karena pengalaman telah membuktikan potensinya
ini, dibentuk Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 1991
dalam menimbulkan dampak serius bagi kesehatan
tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular,
masyarakat dan kemampuan menyebarnya secara
yang secara otomatis ruang lingkupnya juga
internasional :
diarahkan hanya pada penyakit menular saja dan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
46
Kholera pakan pergeseran paradigma bidang kesehatan seir-
ing dangan pemberlakuan IHR 2005. Sebagai anggota
Pes Paru
Badan Kesehatan Dunia yang turut menyepakati IHR
Demam kuning (Yelow fever)
2005, Indonesia berkewajiban membangun kapasitas
Viral haemoragyc fever (Ebola, lassa, Marburg) inti dalam penyiapan sumberdaya, dalam hal ini
West Nile fever adalah payung hukum dalam upaya pengendalian
kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan
Penyakit lain yang penting dari segi nasional dan
dunia di Pintu Masuk Negara.
regional seperti Dengue, Rift Valley fever, pen-
yakit Meningococcus. Untuk memenuhi kebutuhan payung hukum
dalam upaya pengendalian kedaruratan kesehatan
3. Setiap kejadian yang mungkin merupakan PHEIC
masyarakat di Pintu Masuk Negara harus segera dilak-
termasuk kejadian yang tidak diketahui penyebab
sanakannya upaya program legislasi nasional untuk
dan sumbernya serta kejadian lain diluar yang ter-
menyusun undang – undang baru secara berencana,
cantum diatas harus dianalisa.
terpadu dan sistematis ataupun merevisi dan men-
Pergeseran paradigma arah pengendalian
cabut undang – undang yang sudah ada.
penyakit terjadi dangan adanya pemberlakuan IHR
2005, yang mana arah pengendalian pada IHR 1969 A. Penyusunan peraturan perundang - undangan baru
hanya ditujukan pada beberapa jenis penyakit
Ruang lingkup Undang – Undang nomor 1 tahun
sedang pada IHR 2005 ditujukan pada semua jenis
1962 tentang karantina laut dan Undang – Undang
ancaman.
nomor 2 tahun 1962 tentang karantina udara dituju-
Berdasarkan pengertian – pengertian tersebut kan pada penyelenggaraan kekarantinaan alat
diatas, maka pengendalian kedaruratan kesehatan angkut beserta isinya di Bandara dan Pelabuhan,
masyarakat harus ditujukan pada semua jenis padahal Pintu Masuk meliputi Bandara, Pelabuhan
ancaman, yakni : penyakit menular dan tidak menular dan Pos Lintas Batas Darat; disamping itu Undang –
serta kejadian yang tidak diketahui penyebab dan Undang ini hanya untuk mencegah keluar ma-
sumbernya, termasuk NUBIKA. suknya penyakit Karantina. Kedua jenis undang –
Sebagai anggota Badan Kesehatan Dunia yang undang tersebut sudah tidak sesuai dengan kebutu-
turut menyepakati IHR 2005, Indonesia dituntut untuk han dalam mencegah masuknya semua jenis anca-
mampu mengendalikan kedaruratan kesehatan man kedaruratan kesehatan masyarakat di Pintu
masyarakat yang meresahkan dunia (Public Health Masuk.
Emergency of International Concern) antar negara Oleh karena itu, dibutuhkan suatu peraturan pe-
tanpa memberlakukan pembatasan perjalanan dan rundang – undangan baru yang dapat mengako-
perdagangan yang tidak perlu. Langkah awal yang modir pencegahan masuknya semua jenis anca-
sangat dibutuhkan di Pintu Masuk Negara adalah man kedaruratan kesehatan masyarakat di Pintu
tersedianya aspek hukum yang memayungi upaya Masuk (Pelabuhan, Bandara dan Pos Lintas Batas
pengendalian kedaruratan kesehatan masyarakat Darat). Rencana penyusunan Undang – Undang
yang meresahkan dunia. tentang Pengendalian Kedaruratan Kesehatan
Masyarakat di Pintu Masuk harus segera dilaksana-

DISKRIPSI kan dan sekaligus mencabut Undang – Undang no-


mor 1 tahun 1962 tentang karantina laut dan Un-
Pengendalian kedaruratan kesehatan masyara-
dang – Undang nomor 2 tahun 1962 tentang karan-
kat yang meresahkan dunia yang ditujukan terhadap
tina udara.
semua jenis ancaman di Pintu Masuk Negara, meru-

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
47
Pertama : Penyusunan Undang – Undang tentang revisi tersebut.
Pengendalian Kedaruratan Kesehatan Masyarakat di Ruang lingkup Undang – Undang nomor 36 tahun 2009
Pintu Masuk ini sifatnya mutlak dan sangat mendesak tentang Kesehatan ditujukan pada upaya kesehatan
karena dilandasi oleh kebutuhan nasional dan kebu- pada umumnya untuk mencegah penyakit (menular
tuhan global. Ruang lingkup Undang – Undang terse- dan tidak menular). Guna mengakomodir kebutuhan
but, diusulkan harus mencakup : nasional maupun kebutuhan global maka Undang –
Pengendalian kekarantinaan alat angkut beserta Undang ini juga harus segera direvisi dengan menam-
isinya di Pintu Masuk, meliputi Bandara, Pelabuhan bahkan ruang lingkupnya yakni pencegahan kejadian
dan Pos Lintas Batas Darat. yang tidak diketahui penyebab dan sumbernya.

Surveilens epidemiologi dan respon cepat terhadap Undang – Undang nomor 4 tahun 1984 tentang Wa-

kedaruratan kesehatan masyarakat di Pintu Masuk. bah Penyakit Menular serta Undang – Undang nomor 1
tahun 1962 tentang karantina laut dan Undang – Un-
Pengendalian Risiko lingkungan di Pintu Masuk,
dang nomor 2 tahun 1962 tentang karantina udara
dalam rangka memastikan kondisi yang aman dari
sekaligus direvisi menjadi Undang – Undang Wabah
lingkungan yang berpotensi menimbulkan keda-
dan Karantina Kesehatan.
ruratan kesehatan masyarakat.

Pelayanan Kesehatan. di pintu masuk dalam C. Payung hukum tetap


rangka kewaspadaan dini melalui deteksi penyakit Payung hukum yang tetap dan telah seiring dengan
yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kebutuhan nasional maupu kebutuhan global yakni
kesehatan masyarakat. Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 356 tahun 2008
Kedua : Penyusunan Undang – Undang tentang tentang Tata Kerja dan Organisasi Kantor Kesehatan
Karannita Kesehatan di Pintu Masuk, dengan ruang Pelabuhan
lingkup : Kegiatan kekarantinaan alat angkut Peraturan Menteri Kesehatan RI. Payung hukum ini
(kendaraan perairan, kendaraan udara dan tidak perlu direvisi karena telah memuat tugas pokok
kendaraan darat) di Pelabuhan Laut, Bandar Udara unit pelaksana teknis sektor kesehatan dan penyeleng-
dan Pos Lintas Batas Darat. garaan fungsinya secara sistematis dan efektif.

B. Penyusunan revisi peraturan perundang – undangan


KESIMPULAN DAN SARAN
Ruang lingkup Undang – Undang nomor 4 tahun 1984
tentang Wabah Penyakit Menular hanya ditujukan Kesimpulan
pada penyakit menular saja dan merupakan upaya
Memperhatikan uraian tersebut diatas, maka prioritas
penanggulangan pada saat terjadinya wabah pen-
penyusunan program legislasi nasional yang sesuai den-
yakit menular (pasal 2 : untuk melindungi penduduk
gan kebutuhan di Pintu Masuk Negara yakni penyusu-
dari malapetaka yang ditimbulkan wabah sedini
nan undang – undang Pengendalian Kedaruratan Kese-
mungkin). Guna mengakomodir kebutuhan nasional
hatan Masyarakat di Pintu Masuk atau penyusunan un-
maupun kebutuhan global maka Undang – Undang
dang – undang Karantina Kesehatan di Pintu Masuk.
ini harus segera direvisi, dengan ruang lingkup yang
lebih luas mencakup semua jenis ancaman bagi ke-
Usul Saran
sehatan masyarakat. Selanjutnya Peraturan Pemerin-
tah No. 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wa- Diusulkan agar segera dapat disusun program legislasi
bah Penyakit Menular, secara otomatis juga harus nasional tentang Pengendalian Kedaruratan Kese-
direvisi untuk menjalankan Undang – Undang hasil hatan Masyarakat di Pintu Masuk atau Karantina Kese-

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
48
ini., baik kepentingan global, kepentingan nasional ,
hatan di Pintu Masuk yang sekaligus mencabut
kepentingan sub sector, kepentingan UPT ataupun
Undang – Undang nomor 1 tahun 1962 tentang
kepentingan pribadi.
karantina laut dan Undang – Undang nomor 2 ta-
Oleh karena itu diperlukan adanya himbauan
hun 1962 tentang karantina udara.
para pemrakarsa untuk lebih bijaksana dalam upaya

Diusulkan agar segera dapat disusun program leg- penyusunan program legislasi ini sesuai norma -
norma dan kaidah - kaidah sesuai peraturan perun-
islasi nasional untuk merevisi Undang – Undang no-
dang - undangan yang berlaku. Perlu diingat bahwa
mor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menu-
kita sudah memiliki Undang - Undang Nomor : 10
lar dan Undang – Undang nomor 36 tahun 2009
Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan
tentang Kesehatan.
Perundang - undangan bahwa pembentukan
Daftar pustaka : peraturan perundang-undangan merupakan salah
satu syarat dalam rangka pembangunan hukum
Undang – Undang nomor 1 tahun 1962 tentang
Karantina Laut nasional yang hanya dapat terwujud apabila
didukung oleh cara dan metode yang pasti, baku,
Undang – undang nomor 2 tahun 1962 tentang dan standar yang mengikat semua lembaga yang
Karantina Udara
berwenang membuat peraturan perundang-
Undang – Undang nomor 4 tahun 1984 tentang undangan.
Wabah Penyakit Menular
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
Undang – Undang nomor 36 tahun 2009 tentang adal ah proses pembuatan Per aturan
Kesehatan
Perundangundangan yang pada dasamya dimulai

Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 1991 tentang dari perencanaan, persiapan, teknik penyusunan,
Penanggulangan Wabah Penyakit Menular p er um usa n, p e m b a h a sa n , p engesa ha n,
pengundangan, dan penyebarluasan. Dalam
Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 356 tahun
2008 tentang Tata Kerja dan Organisasi Kantor Ke- membentuk Peraturan Perundang-undangan harus
sehatan Pelabuhan
berdasarkan pada asas Pembentukan Peraturan

International Health Regulation 1969 Perudang-undangan yang baik yang meliputi:


Kejelasan tujuan; Kelembagaan atau organ
International Health Regulation 2005
pembentuk yang tepat; Kesesuaian antara jenis dan
Memang banyak sekali kepentingan yang ikut
materi muatan; Dapat dilaksanakan; Kedayagunaan
andil dalam mewujudkan wacana revisi ataupun
dan kehasilgunaan; Kejelasan rumusan; dan
penyusunan program legislasi pada sektor kesehatan
Keterbukaan. (RBAW)

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
49
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2010

KISAH tentang SEORANG KAKEK dan ISTRI MUDA


RELAKSASI
Oleh : Hendra Kusumawardhana

TIP awet muda Istri muda

Seorang kakek bernama Bruno nimbrung ―dugem‖ Eric seorang saudagar muda yang menanjak
dengan anak-anak muda di Mall Atrium sambil. ekonominya sedang tiduran di
Memakai celana blue jeans dan ―T shirt‖ warna merah Sofa yang ditempatkan di
menyala. beranda depan rumahnya. Ia

Salah seorang anak muda bernama Johan bertanya memanggil istri mudanya yang

seraya mengangkat jempol kepada kakek tersebut : bernama Lisa untuk berbincang-

―Kakek awet muda ini, TIP nya apa sih?‖ bincang sekaligus sambil
bermesraan di atas sofa tersebut.
Jawab sang kakek : ―Kamu kalau panggil saya, jangan
panggil kakek tapi panggil Opa, lagian pakai tanya- Maklumlah Lisa Si istri muda ini,

tanya TIP awet muda, mau ngapain?‖ baru dikawini sekitar dua minggu
yang lalu.
Johan : ―ya . . . ya Opa, maksud saya ya . . . siapa
tahu nanti saya mencontoh pada saat saya Sambil memeluk kepala istri mudanya, Eric bergumam

menjelang tua seperti Opa‖ lirih merayu : ―Sayang . . .. tadi pagi di Kantor, aku tidak
bisa makan karena selalu ingat kamu. Papa saaangat
Jawab sang kakek : ―ya ya ya . . . tapi susah
sayang sama kamu‖
melakukannya karena harus serius dan ajeg. Pertama,
setiap bangun pagi harus minum segelas air putih‖ Sang istri muda : ―Ah, . . . yang
benar saya, pah‖
Johan : ―Wah, syukurlah Opa, saya setiap bangun pagi
minum air putih bisa mencapai 3 - 4 gelas‖ Jawab Eric : ―Benar sayang, . . .
bahkan tadi siang, aku juga
Sang kakek : ―Lho kenapa kamu setiap bangun pagi
tidak bisa makan‖
minum air sampai begitu banyak?‖
Sang istri manja : ―Aduuuh, papa
Johan : ―Sambil untuk menahan lapar he he he, Opa
ini bagaimana sih, jangan
lanjutkan TIP yang kedua‖
sampai papa sakit lho . . . mangkanya papa harus
Sang kakek : ―Ya ya ya . . . TIP yang kedua, kalau
makan tepat waktu, dong sayang‖
makan nasi harus sering pakai lalapan daun muda‖
Jawab Eric : ―Malam inipun papa juga sampai-sampai
Johan : ―Iya opa, . . . saya juga hobby makan lalapan
tidak bisa tidur, mangkanya
daun muda, seperti daun pepaya muda, dll‖
papa panggil mama‖
Sang kakek : ―Bagus . . . bagus . . . TIP yang ketiga . . . .
Sang istri muda : ―Kenapa tidak
Wah ini yang paling enak dan . . . .(diam sejenak
bisa tidur, sayang?‖
sambil tersenyum).
Jawab Eric lirih : ―He he he
Johan : ―Apa tuh Opa?‖
kelaparan . . . . .‖
Sang kakek : ―Harus memiliki istri muda he he he . . ―
Sang istri muda : ―Ah . . .‖
Johan tersentak kaget sambil merenungkan TIP awet
muda tersebut, kemudian bergumam : ―Dasar......‖

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
50
Bisikan seorang kakek dan istri mudanya Istri muda : ―ah, . . . abang ini, tebakan apa tuh, masak

Seorang kakek genit baru seminggu melakukan per- jari tangan istrimu ini mau disamakan dengan daun

kawinannya yang keempat sedang duduk mesra den- papaya‖

gan istri mudanya yang terpaut 40 tahun. Sang kakek : ―mangkanya, abang menanyakan perbe-

Mereka berdua tampak asyik berbincang - bincang, daannya‖

mungkin tentang masa depan yang hampir berakhir Istri muda : ―ya ya, jelas berbeda, jari tangan adik ter-
bagi sang kakek. buat dari daging sedang daun papaya itu jelas terbuat

Istri mudanya tampak bersandar di dada sang kakek dari daun‖

yang masih tampak kekar walau kulitnya sudah mulai Sang kakek : ―ha ha ha salah, itu bukan perbedaan
keriput dimakan usia. yang sebenarnya‖

Sekali - sekali mereka berdua tampak tertawa sampai Istri muda cepat - cepat menyahut : ―cepat dong
terbahak - bahak, kadang Si istri muda tersenyum bang, apa bedanya?‖
manja sambil memegang tangan kakek dan bersan- Sang kakek : ―nah, bedanya . . . .‖
dar di dadanya.
Istri muda : ―cepat dong abangku sayang‖
Wow, . . . Tingkah mereka berdua, bak remaja yang
Sang kakek : ―kalau daun papaya bisa membuat dag-
sedang dilanda cinta.
ing menjadi lunak, sedang jari tangan adik ini bisa
Sang kakek berceloteh : ―ayolah kita bermain tebak - membuat daging menjadi keras‖
tebakan sambil kita menikmati indahnya matahari
Istri muda : ―kok bisa begitu ? Kalau daun papaya me-
yang hamper tenggelam‖
mang bias untuk melunakkan daging. Kemaren adik
Istri muda : ―ayolah, biar abang terlebih dahulu kasih memasak daging sapi, nah supaya dagingnya cepat
tebakan, nanti bergantian dengan adik‖ lembek maka adik taruh daun papaya dalam kuali
Sang kakek mulai memberikan tebakan : ―adik kan tempat merebus daging tersebut. Namun tangan adik?
tahu daun papaya, nah . . . daun papaya itu ben- Apa mungkin mau dicelupak dalam kuali?‖
tuknya seperti apa?‖ Sang kakek : ―ha ha ha jangan, jangan dicelup dalam
Iastri muda : ―ah, kalau itu sih mudah sekali, ya a a kuali panas, kan abang ini sayang sekali sama adik‖
bentuknya seperti daun pada umumnya, ah abang Istri muda : ―lantas bagaimana, bang?‖
ini‖
Sang kakek : ―tangan adik tadi malam kan sudah bisa
Sang kakek : ―wah salah, daun papaya itu ujungnya mengeraskan daging‖
berpencar seperti tangan perempuan, nah . . . coba
Istri muda : ―kapan bang?‖
lihat bentuk daun pepeya di depan itu, kan hamper
Sang kakek : ―ya, tadi malam, masak adik lupa‖
sama dengan tangan adik‖
Istri muda : ―daging yang mana, bang? Kan semua
Istri muda : ―oh, . . . itu sih bukan tebakan‖
daging sudah adik buat sup‖
Sang kakek : ―bukan hanya itu, tebakan ini masih ber-
Sang kakek : ―ah, masak lupa sih adik ini, ingat abang
lanjut panjang‖ sang kakek terdiam sejenak sambil
terus sih, sampai lupa sudah bisa mengeraskan daging‖
mengelus - elus rambut istri mudanya yang panjang
terurai. Istri muda : ―Iya, . . . daging yang ada dimana?

Istri muda : ―cepat lanjutkan, deh bang‖ Sang kakek sambil memegang tangan istrinya, dita-
ruhnya tangan istrinya pada bagian tubuh kakek yang
Sang kakek : ―nah, . . selanjutnya, apa bedanga jari
telah dikeraskan, sambil tertawa dan berceloteh : ―ha
tangan adik dengan daun papaya di depan rumah
ha ha ya daging ini nih‖
kita ini?‖

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
51

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010
52

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 4 Triwulan IV( Oktober - Desember ) Tahun 2010