Anda di halaman 1dari 28

|  

a Ô  

M d d

M dd  d

M d



M d  

M d d
d 

M 
d d d

M d  d d  d

M 
dd
„ 
„    
   
   
    
 
 

       
 
 
     
  
   


         



           
×   
  
dd |  
   merupakan pengelompokan famili virus yg memiliki
banyak kesamaan karakteristik. Ordo ditandai dengan akhiran
͟Virales͟ oleh ICTV (International Commitee on Taxonomy of
Virus)
x   merupakan pengelompokan genus virus yg
memiliki byk kesamaan karakteristik dan dibedakan dr
anggota famili lainnya. Famili virus ditandai dg akhiran
͞Viridae͟.Contohnya:Picornaviridae
×   merupakan pengelompokan spesies virus yg
memiliki banyak kesamaan karakteristik. Genus virus ditandai
dg tambahan Virus͟. Ditandai dengan akhiran ͞Virus͟ (misal:
Genus Enterovirus)
    menggambarkan suatu klas polythetic pada virus
yg mirip replikasi keturunan dan menempati bagian relung
ekologinya.
d |  

’  
        
        ’     
    
    !      
!" 
      #  
 
       
          
     $%&
À 

     
   
        
  
     

|  
a Virus polio adalah virus yang paling kecil dibandingkan
dengan virus lainnya. Virus polio termasuk ke dalam famili
Picornaviridae (Pico adalah bahasa Yunani yang artinya
kecil). Kekecilan virus ini tidak hanya dari ukuran
partikelnya saja, tetapi juga dari ukuran panjang genomnya.

a Virus ini memiliki diameter sekitar R  berbentuk



       dengan    
 

     . Single stranded RNA
membentuk hampir 30% bagian virion dan sisanya terdiri
atas 4 protein besar (VP1-4) dan satu protein kecil (Vpg)
dan memiliki RNA benang positif (positive strand RNA)
sebagai genomnya dengan panjang sekitar 7.5 kilobasa.
tidak mempunyai kapsul, virion polipeptida tersusun
simetri cubical, diameter 27 nm, RNA rantai tunggal,
mengandung 42 kapsomer, terdiri dari 89 galur.

|  
a Virus polio yang terdiri atas tiga strain:
Strain 1 (brunhilde), paling paralitogenik atau paling
ganas dan sering menyebabkan kejadian luar biasa
(wabah), strain 2 (lanzig) paling jinak. strain 3 (leon)
a Sifat penting :
a RNA : rantai tunggal, polaritas positif, segmen tunggal,
replikasi RNA melalui pembentukan RNA
komplementer yang bertindak sebagai cetakan sintesis
RNA genom.
a Virion : tak berselubung, bentuk ikosahedral, tersusun
atas empat jenis protein utama. Diameter virion 28-30
nm.
a Replikasi dan morfogenesis virus terjadi di sitoplasma.
a Spektrum hospes sempit.
  
|  
a   

   
  
       
      
       
   
     
 
    
     

 
 
 
   
a   
        
    
 
   
      
  

     
 

    !       
         
 
 

   
  
 
 
     
    
      
    
À    


„   
    
 
    
"
  #
     

    
  
  
    

     $     
     „    
 
    
  

 

 ×xÔ  
„  %&  
     

        ' 
   „( "
  
   
  
  
    
 "   
  
      )  

 "    )  #

    


    
  
    

 

    
 

  
`   `   
`  
           
     `  `   
 `        
    `   

        

   `  `    


           
  
 
3   
   
  è

          ' '


           
'            
      ( '  ' 
             )
'        
    
  
   *          '
  #  +  
       
          
             
       
©   
     '  '      
    ,-    !   
          
  '        ,
      !    
 '          '    
         
       +   
  .
  
          
   /        '  
   +       
  
 0,-    
p   

‰  
 
Ô          
    *+
           '„% '„  '„ 
'„            

'„+ '          


 
     
,    

    '„% '„  '„
 
      -.%//  

  „   
 (   (0 
 
           
$              
ÿ    
  

      )  

  
'       
 


 '„   
 "
 ! 
  %  ++  
   
   

     "


 "       

 
    
p   

          
         " ! 

   
 
 
 
 
)    ( 1

        
   „      
 
  

  
        ) 

 "     
  


  
    2    

 %3 
  
           

 
    

[        
„             
         
.  
     
 
   
 
   
      
p   
 
Õ  
      
   
   „
  

        
 
 
 

 
 $  „%      
    '„+ %       4     
 
   „
   *    


§ 
„     
 
  '„+
  '„ 
'„

 

  
„

   
          „  
  
   )     
 )
             
  „
    
   
 
  5 
   
  
  

  "    „"  
  
 
 *%+
   
 Ô" ++/
p   
 
a Sampai sekarang telah diisolasi 3 strain virus polio yaitu tipe 1
(Brunhilde), tipe 2 (Lansing), dan tipe 3 (Leon). Infeksi dapat terjadi
oleh satu atau lebih tipe tersebut. Epidemi yang luas biasanya
disebabkan oleh tipe 1. Virus ini relatif tahan terhadap hampir
semua desinfektan (etanol, isopropanol, lisol, amonium kuartener,
dll). Virus ini tidak memiliki amplop lemak sehingga tahan terhadap
pelarut lemak termasuk eter dan kloroform. Virus ini dapat
diinaktifasi oleh formaldehid, glutaraldehid, asam kuat, sodium
hipoklorit, dan klorin. Virus polio menjadi inaktif dengan
pemanasan di atas 42 derajat Celcius. Selain itu, pengeringan dan
ultraviolet juga dapat menghilangkan aktivitas virus polio.

a Poliovirus mengandung 2 macam antigen yang dapat dideteksi


dengan berebagai macam reaksi imunologi yaitu Antigen A & H.
Untuk poliovirus galur yang dilemahkan (untuk vaksinasi) maka
protein kapsid UP1 dengan satu atau lebih Antigen memegang
peranan penting dalam interaksi dengan Antibodi netralisasi sedang
UP2 dan UP3 juga berinteraksi tetapi kurang kuat dibanding UP1.
d
|  
    
(          
         '
        '
     ( '   
 ë  ë   
   
  ë  
1 -2 '      ë
  ë   ë  
         ë
  &      
 ë 
   
d

  '     Œ     Œ Œ
 
     
  
 ) 
            
   !              
'  /     03 
       
         43    '
     3  
     
 '               
       503    503  '
     503  '    
 03  ' '         
   ’     5,54  
d

            
M       6       
    '  '     0 
M          
M )   '       
  )    '      , 
            
     )      

           
 
       +     
   '      /    
   '    73   
223        )  
 '      #  
    
d

     !   

   "

    
          
#  $%    
 
        è
        
       
 
    
  
      

    è
d

a       (dua bulan hingga dua tahun)
ditandai dengan `    

 . Sekitar
50%-70% fungsi otot pulih dalam waktu 6-9 bulan
setelah fase akut. Kemudian setelah usia dua tahun,
diperkirakan tidak terjadi lagi perbaikan kekuatan otot.

a    atau dua tahun lebih sejak gejala awal


penyakit biasanya menunjukkan kekuatan otot yang
mencapai tingkat menetap dan kelumpuhan otot
permanen.