Anda di halaman 1dari 16

werist_nevelity@yahoo.

com

Secara garis besar, virus dibagi menjadi dua bagian, yaitu virus
DNA dan virus RNA.

Virus DNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang
berbentuk rantai ganda berpilin. Di dalam sel inangnya, DNA pada virus akan mengalami
replikasi menjadi beberapa DNA dan juga akan mengalami transkripsi menjadi mRNA.
mRNA akan mengalami translasi untuk menghasilkan protein selubung virus. Masih di
dalam sel inang, DNA dan protein virus mengkonstruksikan diri menjadi virus – virus
baru. mRNA juga akan membentuk enzim penghancur (Lisozim) sehingga sel inang lisis
(hancur) dan virus – virus keluar untuk menginfeksi sel inang lainnya. Contoh Virus ini :

1. Papiloma
2. Poliloma
3. Parvovirus B19
4. Adenovirus
5. Herpes simpleks I (luka di sekeliling mulut)
6. Herpes simpleks II (perlukaan genital)
7. Varicella zoster (cacar air)
8. Virus Epstein-Barr
9. Cytomegalovirus
10. Vaccinia
11. Roseola
12. Cacar sapi
13. Cacar
14. Bakteriofag
15. Hepatitis B virus
16. Smallpox virus
17. Transfusion Transmitted Virus
18. JC virus (progressive multifocal leukoencephalopathy)
19. Anellovirus
20. Salterprovirus

Virus RNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang
berbentuk rantai tunggal atau ganda tidak berpilin. Di dalam sel inangnya, RNA pada
virus akan mengalami transkripsi balik menjadi Hibrid RNA-DNA dan akhirnya
membentuk DNA. Selanjutnya DNA virus akan masuk ke inti sel inangnya, menyisip ke
dalam DNA inangnya. DNA virus akan merusak DNA inangnya dan membentuk mRNA.
mRNA akan mengalami translasi untuk menghasilkan protein selubung virus untuk
menbentuk virus – virus baru. Contoh Virus ini :

1. HIV AIDS
2. Influenza

http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com

3. Virus Hepatitis E
4. Poliovirus
5. Paramyxovirus Paramyxovirus
6. Virus enterik
7. Virus rubella
8. Virus demam kuning
9. Virus ensefalitis
10. Virus tumor RNA
11. DHF (demam berdarah)
12. Rabies
13. Campak
14. Rhinovirus (demam dan pilek)
15. Reovirus (diare)
16. Gondong
17. Rotavirus
18. Enterovirus
19. Hepatovirus
20. Virus ebola

Human Papilloma Virus (HPV)


Jika virus ini memasuki vagina anda, maka ada kemungkinan virus ini
menyebabkan kerusakan sel dalam vagina anda tersebut sehingga pertumbuhannya
menjadi tidak normal (displasia). Kondisi tidak normal ini bisa berubah menjadi kanker
serviks (cervical cancer). Kebiasaan merokok dapat menyebabkan perubahan sel
abnormal menjadi sel kanker ini semakin cepat. Begitu juga dengan tidak rutin
memeriksakan kesehatan vagina (Pap smear test), pemeriksaan ini penting minimal dua
tahun sekali untuk mengetahui adakah sel yang tidak normal dalam rahim. Anjuran
pemeriksaan kesehatan bukan hanya pada wanita, pada pria yang sering melakukan
hubungan seksual berganti-ganti pasangan pun perlu memeriksakan kesehatan kulit
sekitar kemaluan/penis. Jika seorang pria nantinya menikah, kemudian istrinya suatu saat
mengalami kanker serfiks maka ada kemungkinan si suami (yang dulu atau sekarang
masih sering berganti-ganti pasangan itulah) yang membawa HPV ke dalam vagina
istrinya. Jadi jangan hanya bisa menyalahkan istri, kadang suami juga perlu introspeksi.

http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com

gambaran artis HPV

HPV menimbulkan kutil pada anggota tubuh khususnya tangan dan kaki karena
kedua bagian inilah yang sering bersentuhan dengan kulit pasangan seksnya. Jika pada
penis ditemukan kutil maka sebaiknya diperiksakan ke dokter karena ada kemungkinan
itu adalah displasia akibat HPV tadi. HPV juga bisa menyebabkan kerusakan sel pada
mulut dan bibir. Hal ini akan semakin parah pada seseorang yang mengidap HIV/AIDS
(ODHA) yaitu memunculkan luka pada daerah yag terinfeksi karena kekebalan tubuh
ODHA tersebut sangat lemah.
Ada sekitar seratus jenis virus yang digolongkan sebagai HPV. Kebanyakan
menular karena bersentuhan kulit antara pembawa virus dengan orang yang sehat.
Sesama pembawa pun akan bisa bertukar jenis virus. Sehingga efeknya akan semakin
bertambah pada sel tubuh. Virus ini bisa dengan mudah menular pada hubungan seksual.
Diperkirakan 75% orang yang aktif secara seksual yang berusia 15-50 tahun di AS
mengalami sedikitnya satu jenis infeksi HPV. Oleh sebab itu sebaiknya kita menghindari
berhubungan seks dengan siapapun kecuali hanya pada satu pasangan seks kita. Sekali
lagi, kondom tidak bisa mencegah penularan virus ini.
Tidak ada gejala khusus pada orang yang telah terinfeksi virus ini, bisa saja seorang
wanita yang memiliki displasia/kutil pada vaginanya tidak berubah menjadi kanker
serfiks karena memang daya tahan tubuhnya kuat.
Belum ada obat yang bisa memberantas HPV. Hanya kekebalan tubuh kita lah yang
bisa melakukannya, namun kekebalan tubuh setiap orang berbeda-beda, jika memang
bagus maka penyakit ini akan cepat bisa dihilangkan atau dilemahkan dari tubuh kita
(bagi pengidap HIV/AIDS virus yang lemah ini bisa menjadi kuat kembali jika kekebalan
tubuhnya sangat rendah). Displasia dan kutilnya dapat dicabut. Ada beberapa cara untuk
melakukan ini: Ditembak dengan laser, membekukannya dengan nitrogen cair,
memotongnya/ bedah, dan mengobatinya dengan zat kimia tertentu. Sekali lagi hal ini
hanya untuk menghilangkan kutil/displasia saja bukan menghilangkan virus yang
mungkin sudah tersebar ke sekitar daerah terinfeksi atau ke tempat lain melalui peredaran
darah. Jadi jagalah kondisi tubuh anda tetap sehat supaya kekebalan tubuh anda pelan-
pelan bisa memberantas virus ini sehingga tidak membahayakan tubuh anda.

http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com

Herpes simpleks
Herpes simpleks
Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal

Gambar mikroskopis virus Herpes simpleks.

ICD-10 A60., B00., G05.1, P35.2


ICD-9 054.0, 054.1, 054.2, 054.3, 771.2
DiseasesDB 5841 33021
eMedicine med/1006
MeSH D006561

Herpes yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) adalah sejenis penyakit
yang menjangkiti mulut, kulit, dan alat kelamin. Penyakit ini menyebabkan kulit melepuh
dan terasa sakit pada otot di sekitar daerah yang terjangkit. Hingga saat ini, penyakit ini
masih belum dapat disembuhkan, tetapi dapat diperpendek masa kambuhnya.

Virus varicella zoster (VZV)


Virus varicella zoster (VZV) merupakan salah satu dari lapan virus herpes yang
diketahui menjangkiti manusia (dan haiwan vertebrat). Ia biasanya menyebabkan cacar

http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com

air pada kanak-kanak dan kedua-dua kayap dan neuralgia lepas herpes pada orang
dewasa. Waktu terdedah sampai kena penyakit adalah dalam tempoh 2 sampai 3 minggu.

Isi kandungan:
1. Gejala
2. Waktu kuarantin yang disarankan
3. Pencegahan
4. Pengubatan

Virus varicella zoster

Mikrograf VZV
Pengelasan virus
Group: Kumpulan I (dsDNA)
Famili: Herpesviridae
Subfamili: Alphaherpesvirinae
Genus: Varicellovirus
Spesies
• Human herpesvirus 3 (HHV-3)

1. Gejala
Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa
lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih
berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian
timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di
sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.
Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding
tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak
sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng
(krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap
(hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu
kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk
lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri
terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan
menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau
dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.

http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com

Hepatitis B
Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh "Virus Hepatitis B"
(VHB), suatu anggota famili Hepadnavirus[1] yang dapat menyebabkan peradangan hati
akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati
atau kanker hati.[2] Mula-mula dikenal sebagai "serum hepatitis" dan telah menjadi
epidemi pada sebagian Asia dan Afrika.[3] Hepatitis B telah menjadi endemik di Tiongkok
dan berbagai negara Asia.[4]
Penyebab Hepatitis ternyata tak semata-mata virus. Keracunan obat, dan paparan
berbagai macam zat kimia seperti karbon tetraklorida, chlorpromazine, chloroform, arsen,
fosfor, dan zat-zat lain yang digunakan sebagai obat dalam industri modern, bisa juga
menyebabkan Hepatitis. Zat-zat kimia ini mungkin saja tertelan, terhirup atau diserap
melalui kulit penderita. Menetralkan suatu racun yang beredar di dalam darah adalah
pekerjaan hati. Jika banyak sekali zat kimia beracun yang masuk ke dalam tubuh, hati
bisa saja rusak sehingga tidak dapat lagi menetralkan racun-racun lain.[5]

Cacar air atau Varicella simplex


Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang disebabkan
oleh infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini disebarkan secara aerogen.

Masa inkubasi

http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com

Waktu terekspos sampai kena penyakit dalam tempo 2 sampai 3 pekan. hal ini bisa
sitandai dengan badan yang terasa panas dingin.

Gejala
Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa
lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih
berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian
timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di
sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.
Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding
tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak
sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng
(krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap
(hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu
kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk
lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri
terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan
menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau
dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.

Waktu karantina yang disarankan


Selama 5 hari setelah ruam mulai muncul dan sampai semua lepuh telah
berkeropeng. Selama masa karantina sebaiknya penderita tetap mandi seperti biasa,
karena kuman yang berada pada kulit akan dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena
cacar air. Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang sebaiknya
menghindari pecahnya lenting cacar air. Ketika mengeringkan tubuh sesudah mandi
sebaiknya tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras. Untuk menghindari gatal,
sebaiknya diberikan bedak talk yang mengandung menthol sehingga mengurangi gesekan
yang terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi. Untuk yang memiliki kulit
sensitif dapat juga menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung mentol.
Pastikan anda juga selalu mengkonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses
penyembuhan penyakit itu sendiri. Konsumsi buah- buahan yang mengandung vitamin C
seperti jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice.

http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com

Influensa
Flu

• Influensa
• Virus
• Flu burung
• Flu babi
• Flu musiman
• Riset
• Vaksin
• Perawatan

• Pandemik

Influenza

http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com

Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal

TEM dari virus influensa, diperbesar kurang lebih 100.000 kali lipat.
ICD-10 J10., J11.
ICD-9 487
DiseasesDB 6791
MedlinePlus 000080
eMedicine med/1170 ped/3006
MeSH D007251

Influensa, biasanya dikenali sebagai flu di masyarakat, adalah penyakit menular


burung dan mamalia yang disebabkan oleh virus RNA dari famili Orthomyxoviridae
(virus influensa). Penyakit ini ditularkan dengan medium udara melalui bersin dari si
penderita. Pada manusia, gejala umum yang terjadi adalah demam, sakit tenggorokan,
sakit kepala, hidung tersumbat dan mengeluarkan cairan, batuk, lesu serta rasa tidak enak
badan. Dalam kasus yang lebih buruk, influensa juga dapat menyebabkan terjadinya
pneumonia, yang dapat mengakibatkan kematian terutama pada anak-anak dan orang
lanjut usia.

REOVIRIDAE

http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com

Reoviridae merupakan golongan virus yang yang mempunyai virion tak


berselubung dengan simetris ikosahedral yang berdiameter 60-80 nm mempunyai genom
RNA untai ganda, bersegmen. Golongan virus tersebut memiliki meliputi 3 genus yaitu :

(1) Reovirus, terdiri dari 3 serotipe


(2) Rotavirus, terdiri dari 2 serotipe
(3) Orbivirus, terdiri dari beberapa serotype (golongan demam caplak Colorado dan
Kemerovo) yang bersifat lintas artropoda (arthropoda-borne)

Sifat-sifat dari Reoviridae :

Ukuran diameter virion 60-80 nm dan memiliki dua kulit kapsid yang terpusat
(kosentris), dimana tiap virion berbentuk ikosahedral (rotavirus mempunyai tiga lapisan).
Rotavirus mempunyai 132 kapsomer, dan tidak beramplop. Partikel virus ini berkulit
tunggal dan tidak mempunyai kapsid luar berdiameter 50-60 nm. Core bagian dalam dari
partikel berdiameter 30-40 nm. Partikel berkulit ganda merupakan bentuk infeksi virus
yang sempurna.

Genom mengandung RNA untai ganda dalam 10-12 segmen tersendiri dengan
ukuran total 16-27 kbp, tergantung genusnya. Rotavirus mengandung 11 segmen genom,
dimana orthoreovirus dan orbivirus masing-masing memiliki sepuluh segmen dan
coltivirus mempunyai 12 segmen. Segmen RNA individual memiliki ukuran yang
beragam mulai dari 680 bp (rotavirus) sampai 3900 bp (orthoreovirus). Core virion
mengandung beberapa enzim yang dibutuhkan untuk transkripsi dan capping RNA virus.
Reovirus biasanya tidak stabil terhadap panas, pH 3,0-9,0 dan pelarut lemak, tetapi dapat
di inaktivasi oleh ethanol 95%, fenol, dan chlorin. Sedikit perlakuan dengan enzim
proteolitik akan menambah infektivitasnya.

• Virion
Berbentuk ikosahedral yang berdiameter 60-80 nm, memiliki dua kulit kapsid yang
terpusat atau konsentris
• Komposisi
RNA 15% dan Protein 85%
• Genom
Genom mengandung RNA untai ganda dalam 10-12 segmen tersendiri dengan total
genom 16-17 kbp
• Protein
Memiliki sembilan protein struktural, core berisi beberapa enzim
• Amplop
Tidak ada amplop atau amplop semu transien (transistent pseudoenvelope) struktur
tersebut terdapat selama terjadi morfogenesis partikel.

http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com

Hepatovirus
Hepatitis A

Electron micrograph of hepatitis A virions.


Virus classification
Group: Group IV ((+)ssRNA)
Order: Picornavirales
Family: Picornaviridae
Genus: Hepatovirus
Type species
Hepatitis A

http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com

Species
Hepatitis A
Unclassified Hepatovirus

Hepatitis is a genus of viruses belonging to the family Picornaviridae. It encompasses the


Hepatitis A with one unclassified virus.[1]

Ebola
?Ebola

Virus Ebola dilihat menggunakn mikroskop elektron


Klasifikasi virus
Kelas: Kelas V ((-)ssRNA)
Ordo: Mononegavirales
Famili: Filoviridae

http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com

Genus: Ebolavirus
Tipe spesies
Zaïre virus
Species
Ivory Coast ebolavirus
Reston ebolavirus
Sudan ebolavirus

Ebola virus disease


Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal
ICD-10 A98.4
ICD-9 065.8
DiseasesDB 18043
MedlinePlus 001339
eMedicine med/626
MeSH D019142

Ebola adalah sejenis virus dari genus Ebolavirus, familia Filoviridae, dan juga
nama dari penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. Penyakit Ebola sangat
mematikan. Gejala-gejalanya antara lain muntah, diare, sakit badan, pendarahan dalam
dan luar, dan demam. Tingkat kematian berkisar antara 50% sampai 90%. Asal katanya
adalah dari sungai Ebola di Kongo.

Penyakit Ebola dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan tubuh atau
kulit. Masa inkubasinya dari 2 sampai 21 hari, umumnya antara 5 sampai 10 hari. Saat ini
telah dikembangkan vaksin untuk Ebola yang 100% efektif dalam monyet, namun vaksin
untuk manusia belum ditemukan.

Campak

http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com

Penyakit Campak (Rubeola,


Campak 9 hari, measles) adalah
suatu infeksi virus yang sangat
menular, yang ditandai dengan
demam, batuk, konjungtivitis
(peradangan selaput ikat
mata/konjungtiva) dan ruam kulit.
Penyakit ini disebabkan karena
infeksi virus campak golongan
Paramyxovirus.

Penularan infeksi terjadi


karena menghirup percikan ludah
penderita campak. Penderita bisa
menularkan infeksi ini dalam waktu
2-4 hari sebelum rimbulnya ruam
kulit dan 4 hari setelah ruam kulit
ada.

Sebelum vaksinasi campak


digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-
anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka
seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

DEMAM BERDARAH

http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com

Gambaran Klinis
Demam yang akut, selama 2 hingga 7 hari, dengan 2 atau lebih gejala ? gejala berikut :
nyeri kepala, , nyeri otot, nyeri persendian, bintik-bintik pada kulit sebagai manifestasi
perdarahan dan leukopenia.
Kriteria Untuk Diagnosa Laboratorium
Satu atau lebih dari hal-hal berikut :
Isolasi virus dengue dari serum, plasma, leukosit ataupun otopsi.
Ditemukannya anti bodi IgG ataupun AgM yang meningkatkan tinggi titernya mencapai
empat kali lipat terhadap satu atau lebih antigen dengue dalam spesimen serta
berpadangan.
Dibuktikan adanya virus dengue dari jaringan otopsi dengan cara immunokimiawi atau
dengan cara immuno-flouresens, ataupun didalam spesimen serum dengan uji ELISA
Dibuktikan dengan keberadaan gambaran genomic sekuen virus dari jaringan otopsi,
sediaan serum atau cairan serebro spinal (CSS), dengan uji Polymerase Chain Reaction
( PCR).

Klarifikasi Kasus
Dicurigai sebagai kasus : Yaitu kasus yang jelas dengan melihat gejala klinisnya.
Kemungkinan sebagai Kaus : ialah kasus yang menunjukkan gejala klinis dan didukung
oleh satu atau lebih dari ;
Uji serologi berupa munculnya titer anti bodi dengan hemaglutinasi ? inhibisi 1280 atau
lebih yang sebanding dengan titer positif IgG dengan uji ELISA, ataupun titer positif zat
anti bodi IgM pada fase akhir yang akut pada fase konvalesens.
Munculnya kasus DD lain dilokasi dan waktu yang sama
Kasus yang Pasti : ialah kasus yang secara klinis benar, serta didukung pula
kebenarannya secara laboratoris.
Kriteria Untuk Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Sindrom Syok Dengue (SSD)
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah kasus tersangka ataupun kasus yang pasti dari
dengue dengan kecenderungan perdarahan disertai adanya satu atau lebih dari hal ? hal
berikut :

Tes Tourniquet yang positif.


Adanya perdarahan dalam bentuk petekiae, ekimosis atau purpura.
Perdarahan selaput lendir mukosa, alat cerna gastrrointestinal, tempat suntikan atau
ditempat lainnya.
Hematemesis atau melena
Dan trombositopenia ( < 100.000 per mm3)
Dan perembesan plasma yang erat hubungannya dengan kenaikan permiabilitas dinding
pembuluh darah, yang ditandai dengan munculya satu atau lebih dari :
Kenaikan nilai 20 % (hematokrit atau lebih tergantung umur dan jenis kelamin)
Menurunnya nilai hematokrit dari nilai dasar 20 % atau lebih sesudah pengobatan.
Tanda ? tanda perembesan plasma ( yaitu, efusi pleura, asites, hipoproteinaemia

2. Sindrom Syok Dengue (SSD)


Mencakup semua kriteria DBD diatas ditambah lagi dengan munculnya gangguan
sirkulasi darah dengan tanda-tanda denyut nadi menjadi lemah dan cepat, menyempitnya

http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com

tekanan nadi (20 mmHg atau kurang) atau hipotesi berdasar umur, kedinginan, keringat
dingin dan gelisah.

virus demam kuning


Demam kuning adalah penyakit demam akut yang ditularkan oleh nyamuk.
Demam ini dikenali sebagai penyakit untuk pertama kalinya pada abad ketujuh belas,
namun baru pada tahun 1900 sampai 1901 Walter Reed dan rekan-rekannya menemukan
hubungan antara virus demam kuning dengan nyamuk Aedes aegypti dan penemuan ini
membuka jalan bagi pengendalian penularan penyakit demam kuning ini.
Demam kuning merupakan penyakit yang gawat di daerah tropika. Selama lebih
dari 200 tahun sejak diketahui adanya perjangkitan di Yukatan pada tahun 1648, penyakit
ini merupakan salah satu momok terbesar di dunia. Pada tahun 1905, New Orleans dan
kota-kota pelabuhan di Amerika bagian Selatan terjangkit epidemi demam kuning yang
melibatkan sekurang-kurangnya 5000 kasus dan menimbulkan banyak kematian.

http://www.myspace.com/nevelityofficial