P. 1
Neraca Bahan Makanan

Neraca Bahan Makanan

4.0

|Views: 10,946|Likes:
Dipublikasikan oleh raipan_ms

More info:

Published by: raipan_ms on Mar 23, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2015

pdf

text

original

Dengan metode Pola Pangan Harapan ini dapat dinilai mutu pangan berdasarkan

pangan (detary score). Skor pangan ini diperoleh dari hasil perkalian antara tingkat kontribusi

energi kelompok pangan dengan bobotnya. Bobot untuk setiap kelompok pangan didasarkan

kepada konsentrasi kalori, kepadatan kalori, zat gizi esensial, zat gizi mikro, kandungan serta,

volume pangan dan tingkta kelezatannya. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka bobot

setiap kelompok bahan pangan adalah sebagai berikut :

1). Padi-padian, umbi-umbian, buah/biji berminyak dan gula diberi bobot/rating 0,5

2). Lemak dan minyak diberi bobot 1

3). Pangan hewani, kacang-kacangan, sayuran dan buah diberi bobot 2

4). Kelompok lainnya diberi bobot 0

Tahapan penilaian skor Pola Pangan Harapan aktual adalah sebagai beikut :

1. Pengelompokan Pangan

Pangan dikelompokkan mejadi sembilan kelompok, yaitu :

a. Padi-padian : beras, jagung, gandum

b. Umbi-umbian : ubi kayu, ubi jalar, kentang, talas dan sagu

c. Pangan hewani : daging, ikan, telur dan susu

d. Minyak dan lemak : minyak kelapa, minyak sawit, margarin dan lemak hewani

e. Buah/biji berminyak : kelapa

f. Kacang-kacangan : kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kacang merah dan kacang

lainnya

g. Gula : gula pasir dan gula merah

h. Sayur dan buah : sayur segar dan buah segar

i. Lain-lain : teh, kopi terasi dan bumbu lainnya.

NERACA BAHAN MAKA
NERACA BAHAN MAKA
NERACA BAHAN MAKA

NERACA BAHAN MAKANAN 2008 DAN POLA PANGAN HARAPAN 2008
NAN 2008 DAN POLA PANGAN HARAPAN 2008
NAN 2008 DAN POLA PANGAN HARAPAN 2008

NAN 2008 DAN POLA PANGAN HARAPAN 2008 ---- 2020 KOTA TARAKAN
2020 KOTA TARAKAN
2020 KOTA TARAKAN

2020 KOTA TARAKAN 44

2. Konversi jenis dan Satuan

Untuk menyesuaikan kelompok pangan Neraca Bahan Makanan dan SUSENAS kedalam

kelompok pangan Pola Pangan Harapan perlu dilakukan konversi satuan dan jenis

komoditas menjadi satuan dan jenis komoditas yang disepakati.

3. Menghitung Ketersediaan/Konsumsi energi menurut kelompok pangan

Yaitu menghitung jumlah energi setiap kelompok pangan dari Neraca Bahan Makanan

4. Menghitung Kontribusi Energi dari Setiap Kelompok Pangan (dalam persen)

Yaitu dengan cara membagi masing-masing energi kelompok pangan dengan total energi

dikalikan 100 persen.

5. Menghitung Kontribusi Energi dari Setiap Kelompok Pangan terhadap AKG

Yaitu dengan cara membagi masing-masing energi kelompok pangan dengan AKG tingkat

ketersediaan atau tingkat konsumsi.

6. Menghitung Skor Pola Pangan Harapan Aktual

Yaitu dengan cara mengalikan persentase kontribusi energi aktual dengan bobot.

7. Menghitung Skor Pola Pangan Harapan Aktual berdasarkan AKG

Yaitu dengan cara mengalikan persentase kontribusi energi berdasarkan AKG dengan

bobot.

8. Menentukan Skor Pola Pangan Harapan

Yaitu dengan membandingkan skor AKG dengan skor maksimum. Jika skor AKG lebih

tinggi dari skor maksimum, maka yang diambil adalah skor maksimum. Sedangkan jika

skor AKG lebih rendah dari skor maksimum maka yang diambl adalah skor AKG.

NERACA BAHAN MAKA
NERACA BAHAN MAKA
NERACA BAHAN MAKA

NERACA BAHAN MAKANAN 2008 DAN POLA PANGAN HARAPAN 2008
NAN 2008 DAN POLA PANGAN HARAPAN 2008
NAN 2008 DAN POLA PANGAN HARAPAN 2008

NAN 2008 DAN POLA PANGAN HARAPAN 2008 ---- 2020 KOTA TARAKAN
2020 KOTA TARAKAN
2020 KOTA TARAKAN

2020 KOTA TARAKAN 45

D. Konsep dan Definisi

Beberapa konsep dasar dalam pengumpulan data produksi panagn, distribusi dan

penyediaan pangan antara lain :

a. Produksi adalah jumlah hasil produksi komoditi pertanian menurut jenis bahan

makanan yang dihasilkan (tanaman pangan, peternakan, perikanan, perkebunan dan

kehutana/perburuan) sebagai bahan mentah, baik yang belum mengalami tingkat

pengolahan dan atau yang telah mengalami proses pengolahan.

b. Impor atau yang masuk ke Kota Tarakan adalah sejumlah bahan makanan menurut

jenisnya yang didatangkan dari luar wilayah Kota Tarakan baik yang belum

mengalami proses pengolahan maupun yang telah mengalami proses pengolahan.

c. Neraca Bahan Makanan (NBM) adalah suatu neraca yang menggambarkan pola umum

dari susunan bahan makanan yang tersedia, lokal maupun impor dalan memenuhi

kebutuhan akan dikonsumsi baik kalori, protein maupun lemak dan berbagai mineral.

d. Bahan makanan yang tersedia adalah sejumlah bahan makanan baik produksi lokal

maupun impor (antar pulau) yang siap untuk digunakan atau untuk memenuhi

konsumsi, pakan ternak, bibit, diolah untuk makanan atau industri dan sebagainya.

e. Konsumsi pangan adalah sejumlah bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi

untuk memenuhi kebutuhan akan jasmani dirumah maupun diluar rumah.

f. Distribusi pangan adalah upaya mengalokasikan pangan secara merata kepada seluruh

laspisan masyarakat/rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar lahiriah.

NERACA BAHAN MAKA
NERACA BAHAN MAKA
NERACA BAHAN MAKA

NERACA BAHAN MAKANAN 2008 DAN POLA PANGAN HARAPAN 2008
NAN 2008 DAN POLA PANGAN HARAPAN 2008
NAN 2008 DAN POLA PANGAN HARAPAN 2008

NAN 2008 DAN POLA PANGAN HARAPAN 2008 ---- 2020 KOTA TARAKAN
2020 KOTA TARAKAN
2020 KOTA TARAKAN

2020 KOTA TARAKAN 46

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->