Anda di halaman 1dari 4

1.

Junk food
1.1. Pengertian Junk food Istilah junk food diberikan pada makanan yang tidak memiliki nilai nutrisi yang baik atau makanan yang sebetulnya kandungan nutrisinya cukup tapi mengandung zat-zat yang tidak sehat kalau dikonsumsi terus-menerus. Karena tidak memiliki nutrisi yang baik, maka junk food tidak berguna bagi tubuh apabila dikonsumsi. Makanan junk food biasanya lebih banyak mengandung kalori, gula, garam dan lemak yang sangat tinggi. Junk food berbeda dengan fast food. Fast food atau makanan cepat saji memiliki nilai gizi dan nutrisi yang sebetulnya baik bagi tubuh. Namun apabila dikonsumsi terus-menerus maka dapat menjadi junk food. 1.2. Jenis Junk food Banyak orang yang keliru menganggap bahwa fast food merupakan junk food. Padahal sebenarnya fast food memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. Namun apabila terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi fast food, maka fast food tersebut akan menjadi junk food bagi tubuh kita. Jadi tidak semua fast food seperti fried chicken, hamburger, pizza, dan lain-lain merupakan junk food. Makanan-makanan tersebut dapat menjadi junk food apabila dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus. Karena itu bukan berarti bahwa semua restoranrestoran fast food menjual junk food. Makanan-makanan fast food yang dibuat sendiri di rumah juga akan menjadi junk food apabila dikonsumsi berlebihan. Bahkan makanan-makanan yang seharusnya menyehatkan bias berubah menjadi junk food. Berikut ini adalah 10 jenis makanan sehat yang berubah menjadi junk food setelah dikomersilkan, antara lain : a. Pizza b. Sayuran Organik komersil Banyak produk-produk organic yang beredar di pasaran adalah produk yang tidak pasti apakah produk organic tersebut menyehatkan. c. Sereal Sereal yang dijual di pasaran adalah produk gandum, oat, atau beras yang telah ditambahi gula,sirup, dan bahanbahan lain yang justru membuat sereal menjadi junk food bagi tubuh. d. Roti Tawar Roti tawar yang sehat seharusnya terbuat dari tepung, air. Sedikt garam dan ragi. Namun banyak produk roti tawar yang dipasarkan mengandung tepung dengan ggula, sirup, bahkan bahan tambahan yang tidak berguna. e. Popcorn Sebenarnya jagung itu sehat karena memiliki zat besi tinggi, rendah kalori dan sedikit gula. Namun banyak produk popcorn yang dijual di pasaran memiliki rasa yang asin karena justru kandungan gula dan garam di dalam produk popcorn yang lebih banyak sehingga tidak lagi menyehatkan. f. Kentang Russet Kentang ini adalah jenis kentang yang biasanya dipakai untuk membuat french fries. Ternyata jenis kentang ini dapat memicu terjadinya diabetes

dan obesitas karena apabila dikonsumsi maka kentang ini cepat terkonversi menjadi gula darah. Meskipun begitu banyak produsen yang menambahkan gula dan garam pada produk kentang ini, karena jenis kentang ini memiliki rasa yang hambar. g. The Hijau The hijau sebenarnya adalah minuman yang menyehatkan. Namun sekarang banyak dipasarkan the hijau dalam kemasan botol yang telah ditambahi zat-zat lain seperti gula, penambah rasa, dan pengawet yang membuat the hijau tidak lagi menjadi minuman yang sehat. h. Sup Kalengan Awalnya sup kalengan memiliki komposisi yang ideal dan sehat. Namun lama-lama banyak produsen sup kalengan yang hanya memikirkan keuntungan sehingga produk sup kalengan mereka tidak lagi mengandung komposisi yang ideal dan tidak sehat. i. Yoghurt Banyak dijumpai yoghurt-yoghurt kemasan yang dijual di pasar swalayan. Sebagian produk yoghurt tersebut biasanya mengandung banyak gula dan buah yang diproses, kemudian disamarkan menjadi produk yoghurt yang sehat. j. Nugget Ikan Nugget ikan yang ada di pasaran memang membuat praktis, namun justru menganung lebih banyak garam dan lemak sehingga tidak sehat bagi tubuh. Menurut WHO ada 10 jenis makanan yang tergolong sebagai junk food, yaitu : a. Makanan Gorengan (pada umumnya kandungan kalori, lemak/minyak dan oksidanya tinggi) b. Makanan Kaleng (baik buah maupun daging kalengan) c. Makanan Asinan (dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam yang mana dapat melewati batas sehingga menambah beban ginjal) d. Makanan Daging yang di proses (makanan golongan ini mengandung garam nitrit yang dapat menyebabkan kanker juga pengawet/pewarna yang memberatkan lever) e. Makanan dari Daging Berlemak dan Jerohan (walaupun mengandung kadar protein yang baik serta vitamin dan mineral tapi didalamnya mengandung lemak jenuh dan kolesterol sebagai pencetus penyakit jantung) f. Olahan Keju (mengkonsumsi sering olahan keju menyebabkan penambahan berat badan hingga gula darah meninggi) g. Mi Instant (makanan tinggi garam, miskin vitamin dan mineral) h. Makanan yang dipanggang/dibakar (mengandung zat penyebab kanker) i. Sajian manis beku (termasuk ice cream,cake beku)

j. Manisan kering (mengandung garam nitrat) 1.3. Kandungan Junk food Junk food sering disebut-sebut tidak sehat bagi tubuh. Hal ini dikarenakan, kandungan nutrisi junk food sangat rendah atau kalorinya terlalu tinggi dan hanya mengandalkan rasanya yang enak. Umumnya yang termasuk dalam golongan junk-food adalah makanan berkadar garam (sodium) tinggi, bergula tinggi, berlemak jenuh dan kolesterol tinggi, namun kandungan nutrisi lainnya seperti protein, vitamin dan mineral sangat sedikit. Bila jumlah ini terlalu banyak di dalam tubuh, maka akan menimbulkan banyak penyakit. Dari penyakit ringan sampai penyakit berat macam darah tinggi, stroke, jantung, dan kanker. Sodium tidak boleh kebanyakan terdapat di dalam tubuh kita. Untuk ukuran orang dewasa, sodium yang aman jumlahnya tidak boleh lebih dari 3300 miligram. Ini sama dengan 1 3/5 sendok teh. Bila sodium terlalu banyak, maka dapat meningkatkan aliran dan tekanan darah sehingga bisa membuat tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang tinggi juga akan berpengaruh munculnya gangguan ginjal, penyakit jantung, dan stroke. Satured fat berbahaya bagi tubuh karena zat tersebut merangsang organ hati untuk memproduksi banyak kolesterol. Kolesterol sendiri didapat dengan dua cara, yaitu oleh tubuh itu sendiri dan ada juga yang berasal dari produk hewani yang kita makan. Kolesterol banyak terdapat dalam daging, ayam, ikan, telur, mentega, susu, dan keju. Bila jumlahnya banyak, kolesterol dapat menutup saluran darah dan oksigen yang seharusnya mengalir ke seluruh tubuh. Tingginya jumlah satured fat akan menimbulkan kanker, terutama kanker usus dan kanker payudara. Kanker payudara merupakan pembunuh terbesar setelah kanker usus. Lemak dari daging, susu, dan produk-produk susu merupakan sumber utama dari satured fat. Selain itu, beberapa junk food juga mengandung banyak gula. Gula, terutama gula buatan, tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit gula atau diabetes, kerusakan gigi, dan obesitas. Minuman bersoda, cake, dan cookies mengandung banyak gula dan sangat sedikit vitamin serta mineralnya. Minuman bersoda mengandung paling banyak gula, sedangkan kebutuhan gula dalam tubuh tidak boleh lebih dari 4 gram atau satu sendok teh sehari 1.4. Dampak Junk food bagi Kesehatan Untuk menghasilkan cita rasa yang enak, junk food mengandung banyak lemak, garam dan gula, termasuk bahan tambahan pangan atau aditif sintetik untuk menimbulkan citarasa (seperti MSG) sehingga junk-food berpotensi menimbulkan banyak penyakit, dari yang ringan sampai berat, seperti obesitas, diabetes, rematik akibat penimbunan asam urat, tekanan darah tinggi, serangan jantung koroner, stroke dan kanker. Saat ini penyakit-penyakit degeneratif tersebut tidak hanya diderita orang tua yang sudah berumur, tetapi juga anak muda. Berdasarkan data survei WHO umur rata-rata orang yang terjangkit jantung koroner di dunia telah menurun dari 46 tahun ke 35 tahun. Junk food juga menyebabkan kecanduan. Riset membuktikan bahwa otak memberikan reaksi kecanduan yang sama terhadap junk food seperti halnya obat-obatan. Obesitas dan

kecanduan obat memiliki fondasi saraf-biologis yang sama. Setelah terbiasa makan junk food, otak menjadi ketagihan dan memerlukan lebih banyak junk food untuk memenuhi rasa senang. DAFTAR PUSTAKA Wulan Sari, Reni. 2008. Dangerous Junk Food:Bahaya Makanan Cepat Saji dan Gaya HIdup Sehat.Yogyakarta:O2