Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN 1.

Latar Belakang Spanyol dan Portugis menjadi kolonialis yang paling dominan di Amerika Latin ketimbang Inggris di Amerika Utara semenjak kedatangan Hernando Cortez,1485. Kedatangan mereka tidak membuat kemajuan yang signifikan, malah kondisi semakin memburuk ketika rakyat mulai tertindas dan ketidakadilan merajalela di daerah jajahan selama 3 abad. Pajak yang tinggi dan dibebankan oleh orang-orang pribumi serta monopoli perdagangan yang menguntungkan golongan tertentu, semakin membuat sakit hati rakyat Amerika Latin. Hasrat untuk memerdekakan diri atau keluar dari belenggu kolonial mulai muncul, dimulai tidak serentak di berbagai wilayah jajahan akan tetapi bertahap dan hal ini menjadi efek domino yang kemudian meluas, sehingga membentuk 22 negara diantaranya republik dan commonwealth. Revolusi Amerika serikat dan Perancis justru menjadi inspirasi yang menggugah semangat mereka menemukan hak-hak asasi yang tidak terpenuhi selama proses penjajahan. Sebab ektern ini di tambah lagi dengan Serangan Napoleon dan Portugal pada 1808, memberikan kesempatan baik kepada rakyat Amerika Latin untuk melepaskan diri dari negara-negara induk. Munculah Haiti sebagai negara pelopor kemerdekaan pada 1 Januari 1804 yang di ikuti negara Amerika Latin lainnya, seperti Mexico, Negara-negara Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Proses transisi wilayah yang terjajah menjadi sebuah negara yang baru lahir dan mandiri, berdaulat serta konstitusional yang di kehendaki oleh rakyat Amerika Latin merupakan awal yang berat bagi mereka. Permasalahan baru, baik politik, ekonomi maupun sosial harus mereka hadapi dalam konsep bernegara. Proses ini cukup panjang, sehingga mereka benar-benar mampu mengelola sebuah negara yang merdeka. 2. Rumusan Masalah 1. Bagaimana latar belakang dan munculnya negara-negara republik di Amerika Latin? 2. Bagaimanakah keadaan negara-negara Amerika Latin pasca merdeka (politik, ekonomi, dan sosial)?

BAB II PEMBAHASAN Munculnya republik-republik di Amerika Latin Secara garis besar tujuan dan alasan negara kolonial menjajah wilyah-wilyah di Amerika Latin diantaranya adalah mengeksploitasi kekayaan alam setempat seperti barangbarang hasil tambang. Selain itu juga negara jajahan media untuk memperkuat perdagangan dunia yang berfungsi sebagai market forces yang baru; mencari tenaga yang murah bagi kepentingan ekonominya yaitu dengan sistem perbudakan dan pemerasan.1 Hal-hal yang demikian tersebut akhirnya menyebabkan ketidak puasan berbagai lapisan masyarakat yang tertindas oleh kaum penjajah dan mencoba melepaskan diri dan menjadi negara yang merdeka serta memiliki kedaulatan sendiri. Selain faktor dari dalam ada faktor-faktor lain yang menyebabkan negara-negara di Amerika Latin ingin merdeka diantaranya revolusi oleh Amerika dan Perancis. Sejarah Amerika Latin antara 1791 hingga tahun 1824 adalah sejarah perjuangan untuk mempertahankan hak-hak azasi manusia bagi rakyat Amerika Latin terhadap cengkeraman negara-negara penjajah. Selain sebab tersebut diatas, yang menjadi latar belakang rakyat Amerika Latin ingin merdeka adalah pertama, karena diskriminasi golongan dimana golongan Peninsulares menikmati semua hak politik dan sosial ekonomi serta memandang rendah golongan Creol, Mestizo dan Indian. Orang-orang Creol meski kaya dan terpelajar namun tetap tidak mendapat kedudukan yang tinggi di daerah jajahan, yang kemudian golongan ini bersatu dengan golongan Mestizo dan Indian untuk menentang golongan Peninsulares yang berkuasa. Kedua, monopoli perdagangan yang hanya memperkaya orang-orang Spanyol menimbulkan sakit hati rakyat Amerika Latin. Ketiga, pajak dan bea yang berat hanya debebankan kepada orang-orang Creol, Mestizo dan Indian dalam berbagai jenis pajak. Keempat, tradisi revolusi yang telah dimiliki orang-orang Indian sejak abad ke 16 yaitu ketika orang Spanyol menginjakkan kakinya di Amerika. Kelima, pengaruh revolusi Amerika serikat dan Perancis. Berhasilnya kedua revolusi ini mendorong mereka untuk bangun merebut kembali kemerdekaan mereka dari tangan Spanyol dan Portugal serta Perancis. Keenam, serangan Napoleon atas Spanyol dan Portugal dalam tahun 1808 memberikan peluang yang baik bagi rakyat Amerika Latin untuk lepas dari negaranegara induk.2
1 Hidayat Mukmin, Pergolakan di Amerika Latin Dalam Dasawarsa Ini, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1981, hlm. 23 2 D.K. Kolit, Sedjarah Amerika Latin, Ende: Nusa Indah, 1973, hlm 35

Di Amerika Latin ada dua puluh negara republik merdeka di Amerika Latin, yaitu:3 1. Argentina, merdeka sejak 9 Juli 1816 oleh perjuangan San Martin 2. Bolivia, merdeka pada tanggal 15 Juni 1813 oleh Simon Bolivar 3. Brazilia, merdeka pada tanggal 7 September 1822 oleh Dom Pedro I 4. Chile, merdeka pada tanggal 2 Februari 1817 oleh San Martin 5. Colombia, merdeka pada tanggal 15 Juni 1813 oleh Simon Bolivar 6. Costa Rica, merdeka pada tanggal 15 September 1821 oleh Pastor Jose Simon Canas 7. Cuba, merdeka pada tanggal 10 Desember 1898 oleh Perjanjian Paris 8. Dominica, merdeka sejak tahun 1844 oleh Juan Pablo Duarto 9. Ecuador, merdeka pada tanggal 15 Juni 1813 oleh Simon Bolivar 10. El Salvador, merdeka pada tanggal 15 September 1821 oleh Pastor Jose Simon Canas 11. Guatemala, merdeka pada tanggal 15 September 1821 oleh Pastor Jose Simon Canas 12. Haiti, merdeka pada tanggal 1 Januari 1804 oleh Jean Jacques Dessalines 13. Honduras, merdeka pada tanggal 15 September 1821 oleh Pastor Jose Simon Canas 14. Mexico, merdeka pada tanggal 24 Agustus 1821 dalam perjanjian Cordoba antara Spanyol dan Jenderal Iturbide 15. Nacaragua, merdeka pada tanggal 15 September 1821 oleh Pastor Jose Simon Canas 16. Panama, merdeka tahun 1903 seteleh Colombia di paksa AS untuk mengakui kemerdekaan Panama 17. Paraguay, merdeka tahun 1816 oleh Dr. Jose Gaspar Rodriguez 18. Peru, merdeka pada tanggal 28 Juli 1821 oleh San Martin the protector of Peru 19. Uruguay, merdeka tahun 1816 oleh Jose de Artigas 20. Venzuela, merdeka pada tanggal 5 Juli 1811 oleh Miranda Ke-20 negara tersebut memperoleh kemerdekaan dan menjadi negara republik karena berbagai faktor baik dari dalam maupun luar. Perlu diketahui juga bahwa yang menjadi pelopor negara republik yang merdeka adalah Haiti yang lepas dari belenggu penjajahan Perancis, di pelopori oleh seorang negro Toussaint d Ouverture. Keadaan Amerika Latin Pasca Merdeka Negara-negara Amerika Latin memandang perlu adanya kerjasama kawasan (regional cooperation) untuk bersama-sama mengkonsolidasikan hasil-hasil perang kemerdekaan dan revolusi. Mereka memandang penting adanya kerjasama dalam membangun masyarakat di

3 Ibid., hlm. 36-37

Amerika Latin, walaupun masing-masing pemerintah akan menetapkan polanya sendiri.4 Setelah perang kemerdekaan, Amerika Latin masih harus menghadapi berbagai persoalan dalam negeri baik persoalan politik, sosial maupun ekonomi. Pada umumnya perjuangan merebut kemerdekaan di Amerika Latin baru berarti emansipasi politik, belum disertai dengan emansipasi sosial.5 Dibidang politik, keadaannya sama juga halnya seperti negara-negara yang baru merdeka sesudah perang dunia II, baik di Asia maupun di Afrika. Para pemimpin tidak pernah mendapatkan latihan dalam bidang pemerintahan selama masa penjajahan dan rakyat sendiri belum menyadari akan tanggung jawab dari suatu bangsa yang telah merdeka. Para caudillos (pemimpin suku) mempergunakan kesempatan yang masih kacau setelah merdeka untuk menjadi diktator.6 Sehingga dalam sejarah Amerika Latin pasca kemerdekaan banyak berkutat pada timbul tenggelamnya kekuasaan kediktatoran. Dibidang ekonomi, sebagian besar dikuasai oleh negara asing sepertu AS, Inggris, Jerman, dan Perancis. Karena ekonomi yang belum stabil sehingga pihak asing bisa dengan mudah dapat menguasai sendi-sendi ekonomi negara-negara di Amerika Latin. Dibidang sosial. Golongan dalam masyarakat berubah dimana golongan Peninsulares tidak lagi mempunyai kedudukan yang tinggi dalam masyarakat dan pemerintahan. Yang lebih tampil diatas panggung masyarakat adalah golongan Creol sebagai golongan pertama diikuti Mestizo dan kemudian Negro sebagai golongan terakhir. Rakyat Amerika Latin pada umumnya masih buta huruf, miskin tidak tahu apa-apa mengenai pendidikan, kebersihan, kesehatan apalagi mengenai demokrasi. Seperti yang telah disebutkan salah satu masalah bagi Amerika Latin setelah merdeka adalah pendidikan, yang sebagian besar masyarakatnya buta huruf. Pemerintah telah mencoba melakukan usaha untuk mengatasi hal-hal tersebut tetapi terbentur masalah biaya. Masalah kepemilikan tanah juga menjadi masalah yang penting untuk mencapai keadilan sosial di Amerika Latin. Sejak masa revolusi perjuangan kemerdekaan bahkan hingga sekarang, masalah pemilikan tanah masih menjadi satu masalah yang rumit bagi Amerika Latin. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa keadaan Amerika Latin pasca kemerdekaan masih mengalami masa-masa yang suram dengan berbagai persoalan dalam berbagai bidang, yang kemudian menimbulkan perang saudara dan menuntut adanya revolusi. BAB III
4Hidayat Mukmin, Op. cit., hlm. 53 5 D.K. Kolit., Op. cit., hlm. 45 6 Hidayat Mukmin, Op. cit., hlm. 45

PENUTUP Diskriminasi dan pajak yang berlebihan membuat rakyat Amerika Latin geram. Alhasil niatan untuk melakukan revolusi pun terlaksana oleh mereka yang tergerak dengan jiwa dan raga.Revolusi ini telah menewaskan ratusan bahkan ribuan nyawa dalam prosesnya sehingga terbentuk negara-negara dikawasan Amerika Latin yang sebelumnya adalah sebuah wilayah koloni yang sarat akan eksploitasi. Pengorbanan tersebut tidaklah sia-sia ketika kata merdeka menjadi tujuan utama mereka yang harus digapai. Menjadi sebuah negara republik merupakan awal yang sulit bagi mereka. Tak ayal berbagai usaha dilakukan oleh seorang pemimpin negara dan pemerintahannya. Akan tetapi dalam perjalanannya kedepan, banyak hambatan dan permasalahan dan harus menemukan alternatif solutif setelah ditinggalkan dari bentuk kolonisasi. Sehingga negara-negara di Amerika Latin mampu berdiri sendiri serta mandiri tanpa ada tendensi dari pihak asing.

Daftar Pustaka

Kolit, D.K.. Sedjarah Amerika Latin, Ende: Nusa Indah, 1973 Mukmin, Hidayat. Pergolakan di Amerika Latin Dalam Dasawarsa Ini, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1981