Anda di halaman 1dari 63

PENGARUH SIKAP ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS I DI SMK AL HIDAYAH I JAKARTA SELATAN

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Persyaratan Untuk Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan

dan Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan NAMA NIM JURUSAN PROGRAM STUDI OLEH : : :

NAMA NIM JURUSAN PROGRAM STUDI

OLEH :

:

: 06101170393 : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) : PDU/ Administrasi Perkantoran

ACHMAD SOFYAN

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN & ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PURNAMA JAKARTA

2008

ABSTRAK

ACHMAD SOFYAN. Pengaruh Sikap Orang Tua Mendidik Anak Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas I SMK Al-Hidayah I Jakarta. Skripsi. Jakarta :

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PURNAMA Jakarta, 2008.

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data yang sahih ( valid ), benar dan dapat dipercaya untuk membuktikan apakah Adakah Pengaruh Sikap Orang Tua Mendidik Anak Terhadap Prestasi belajar siswa Kelas I SMK Al-Hidayah I di Jakarta.

Data diperoleh dengan angket, studi dokumen dan wawancara dari sample sebanyak 44 orang siswa di SMK AlHidayah I Jakarta, yang diambil secara acak/random. Data dianalisis menggunakan Rumus Pearson Product Moment menghasilkan r sebanyak 0,9 yang lebih besar dari r table sebesar 0,304 pada df 42 dengan taraf signifikan 0,05.

Sedangkan dengan uji t diperoleh t hitung sebesar 15,1 yang jauh lebih besar dari r table 2,021 pada df 42 dengan taraf signifikan 0,05. Dengan demikian baik dengan rumus Korelasi Product Moment maupun uji t, Ho yang berbunyi : “Tidak ada pengaruh yang signifikan sikap orang tua dalam mendidik anak terhadap prestasi belajar siswa” ditolak. Dengan demikian, Ha diterima. Jadi “Ada pengaruh yang signifikan sikap orang tua dalam mendidik anak terhadap prestasi belajar siswa”.

Penelitian menghasilkan pokok-pokok kesimpulan antara lain : Ada pengaruh yang signifikan dan positif serta berkadar sangat kuat sikap orang tua dalam mendidik anak terhadap prestasi belajar sisiwa kelas I SMK Al- Hidayah I Jakarta.

PERSETUJUAN UJIAN

Skripsi ini disusun oleh

Nama Mahasiswa

NPM

Jurusan

Program Studi

Judul Skripsi

:

: ACHMAD SOFYAN

: 06101170393

: Ilmu Pengetahuan Sosial

: Pendidikan Dunia Usaha / Administrasi

Perkantoran

: Pengaruh Sikap Orang Tua Dalam Mendidik

Anak Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas I Di

SMK Al-Hidayah I Jakarta.

Telah diperiksa dan disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Purnama Jakarta.

Mengetahui

Koordinator Perkuliahan

Drs. Edy Sutikno. MM

Jakarta,

Oktober 2008

Pembimbing Skripsi

Dra. Cahyaningsih

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah

SWT, karena rahmat dan hidayahnya skripsi dengan judul : Pengaruh Sikap Orang

Tua Dalam Mendidik Anak Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas I di SMK Al-

Hidayah I Jakarta, ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang diharapkan.

Penulis skripsi ini dimaksudkan sebagai salah satu persyaratan untuk

mendapatkan gelar sarjana pendidikan pada Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu

Pendidikan ( STKIP ) Purnama Jakarta.

Dalam penulisan skripsi ini, banyak pihak yang telah membantu penulis.

Oleh karena itu sepantasnyalah penulis menyampaikan terima kasih kepada :

1. DR. H. Gatot Suradji,M.Sc., selaku Ketua STKIP Purnama Jakarta

2. Drs. Edy Sutikno. MM., selaku Koordinator Perkuliahan

3. Dra. Cahyaningsih, selaku Dosen Pembimbing

4. Bapak / Ibu Dosen STKIP Purnama pada umumnya, dan Bapak / Ibu

dosen dilokasi perkuliahan

5. Kepala

SMK

Al

Hidayah

melaksanakan penelitian

I

yang

telah

memberikan

izin

untuk

6. Seluruh rekan-rekan mahasiswa STKIP Purnama

7. Seluruh Pihak-pihak baik secara langsung maupun tidak langsung yang

telah memberikan bantuan maupun perhatiannya, yang pada kesempatan

ini tidak mungkin penulis sebut satu persatu.

Penulis

menyadari

bahwa

penulisan

skripsi

ini

tidak

luput

dari

ketidaksempurnaan. Oleh karena itu segala saran maupun kritik yang sifatnya

membangun akan diterima dengan segala hati.

Akhir kata, penulis mengharapkan kiranya skripsi ini dapat bermanfaat

bagi yang membacanya.

Jakarta

Oktober2008

PENULIS

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ……………………………………………………………….

i

PERSETUJUAN UJIAN …………………………………………………

ii

LEMBAR PENGESAHAN ………………………………………………

iii

KATA PENGANTAR ……………………………………………………

iv

DAFTAR ISI ……………………………………………………………

vi

DAFTAR TABEL ……………………………………………………….

viii

DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………. BAB I PENDAHULUAN

ix

A. Latar Belakang Masalah ………………………………………….

1

B. Identifikasi Masalah ……………………………………………… 3

C. Pembatasan Masalah ……………………………………………

4

D. Perumusan Masalah ………………………………………………

4

E. Tujuan Penelitian …………………………………………………

4

F. Manfaat Penelitian ……………………………………………

5

G. Sistematika Penulisan …………………………………………….

5

BAB II LANDASAN TEORITIK, KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN

A. Landasan Teoritik ……………………………………………….

7

1. Pengertian Sikap ………………………………………….

7

2. Pembentukan Sikap Sosial …………………………………9

3. Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak…………………

11

4. Tugas dan Fungsi Orang Tua Dalam Mendidik Anak …

12

B. Kerangka Konseptual ……………………………………………

14

C. Hipotesis Penelitian ……………………………………………

14

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian ……………………………………

16

B. Metode Penelitian ………………………………………………

17

C. Populasi Dan Sampel ……………………………………………

18

D. Tekhnik Pengumpulan Data …

……………………………………

20

E. Teknik Analisis Data

……………………………………………

23

F. Keterbatasan Penelitian …………………………………………

26

BAB IV ANALISIS DATA, PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

A. Data Uji Validitas dan Realibitas Angket ………………………… 27

B. Analisis Korelasi Variabel X dengan Variabel Y…………………. 28

C. Pengujian Hipotesis ………………………………………………. 29

29

D. Pembahasan ………………………………………………………

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

32

B. Saran–saran ………………………………………………………… 33

A. Kesimpulan …………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel

1

Rincian Kegiatan Penelitian……………………………….…….17

Tabel

2

Kisi – kisi Angket ………………………………………

…….

20

Tabel

3

Interpretasi r ………………………………………………

….

25

Tabel

4

Angket Pertanyaan

…………….……………………………. 39

Tabel

5

Tabulasi Data Uji Realibitas Angket …………………………

43

Tabel

6

Perhitungan Korelasi Uji Realibitas Angket………………

 

44

Tabel

7

Tabulasi Data Hasil Angket Variabel X……………………

46

Tabel

8

Data Prestasi Belajar Siswa

……

………………………….

48

Tabel

9

Analisis Korelasi Variabel X dengan Variabel Y………

….

 

49

Tabel

10

Analisis Data………

…………………………

……

…….

51

Tabel

11 Tabel Nilai-nilai r Product Moment…………………… … ….54

Tabel

12 Nilai-nilai Distribusi t…………….……………………………. 55

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran

1

Surat Keterangan Penelitian Kampus……………………

37

Lampiran

2

Surat Keterangan SMK …………………………………

38

Lampiran

3

Angket Pertanyaan

……

…………………………….

39

Lampiran

4

Tabulasi Data Uji Realibitas Angket …

……………….

43

Lampiran

5

Perhitungan Korelasi Uji Realibitas Angket…

……….

44

Lampiran

6

Tabulasi Data Hasil Angket Variabel X…………………. 46

Lampiran

7

Data Prestasi Belajar Siswa……………………………

48

Lampiran

8

Analisis Korelasi Variabel X dengan Variabel Y……….

49

Lampiran

9

Analisis Data………

…………………………….…….

51

Lampiran

10

Tabel Nilai-nilai r Product Moment…………………….

54

Lampiran

11

Nilai-nilai Distribusi t………………………………

….

55

Lampiran

12

Daftar Riwayat Hidup…………………………………

56

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Keluarga

sebagai

lembaga

pendidikan

pertama

dan

utama

bagi

perkembangan anak, karena orang tua adalah orang yang pertama dekat

dengan anak sejak lahir.

Bermacam macam corak kehidupan dalam keluaraga sejalan dengan

beragamnya bentuk pendidikan dalam keluarga tersebut, antara lain sikap

orang tua yang terlalu melindungi (over protective). Orang tua yang selalu

memaksakan

kehendaknya

dengan

kekerasan,

kebanyakan

justru

mengakibatkan kegagalan pada diri anak. Sebaliknya, orang tua yang selalu

melindungi pun akan menimbulakan dampak yang kurang baik pada diri anak.

Anak menjadi sangat tergantung, tidak mandiri dan kurang memiliki rasa

tanggung jawab.

Sikap

rang

tua

dalam

mendidik

anak

harus

mengikuti

irama

perkembangan

anak

yang

didasarkan

atas

usia.

Anak

yang

sedang

memperoleh pendidikan SMK yang rata - rata usianya berkisar antara 16 -18

tahun, sedang dalam masa puberitas.

Masa puberitas pada anak merupakan masa yang harus disikapi oleh

setiap orang tua dengan bijak karena pada masa tersebut, keinginan untuk

menentang,

melawan

atas

tindakan-tindakan

yang

tidak

sesuai

dengan

keinginanya akan timbul dan tidak jarang menyebabkan anak menjadi tidak

betah dirumah, ingin melarikan diri dari rumah.

Jadi jelas bahwa orang tua/ keluargalah yang membentuk kepribadian

dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan serta keteladanan pada anak. Anak

menerimanya

dengan

peniruan,

sekalipun

ia

belum

memahami

apa

maksudnya, apa tujuannya. Kebiasaan-kebiasaan tersebut akan dibawanya

keluar rumah dimana ia bergaul seperti disekolah, dilingkungan ia bermain

dan dimasyarakat.

Sikap orang tua yang wajar, tidak belebihan dalam memberi perhatian,

pemahaman, maupun penerapan aturan-aturan, membuat anak merasa dirinya

dipercaya, dihargai. Tidak tertekan dan memiliki rasa aman dan nyaman.

Hal tersebut akan mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin diri

sehingga dapat mengatasi rasa segan, rasa malas untuk melakukan tugasnya,

khususnya belajar.

Apabila hal tersebut diatas terlaksana dengan baik, maka hamper dapat

dipastikan bahwa :

1. Anak akan merasakan adanya dorongan dalam belajar.

2. Anak akan selalu bersemangat untuk belajar, baik di rumah maupun di

sekolah.

3. Anak

akan

masalahnya.

merasa

nyaman

untuk

lebih

terbuka

menyampaikan

4. Anak akan selalu berusaha meningkatkan prestasinya.

Kemungkinan-kemungkinan

tersebut

terutama

yang

terakhir

perlu

dibuktikan kebenarannya melalui penelitian.

Yang menjadi pertnyaan bagi peneliti, Adakah Pengaruh Sikap Orang

Tua Dalam Mendidik Anak Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas I SMK Al-

Hidayah I Jakarta, Walaupun keberhasilan belajar tidk hanya ditentukan oleh

sikap orang tua saja, sebab banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti

bakat, minat, kemampuan, latihan, lingkungan serta komitmen dari para guru

yang mengajar itu sendiri.

Dengan alasan tersebut diatas itulah maka penulis memilih judul

tersebut unutuk dikembangkan melalui penelitian yang sistematis, logis dan

ilmiah.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan

latar

belakang

yang

dikemukakan

di

atas,

maka

dapatlah

diidentifikasi beberapa masalah yaitu sebagai berikut:

a. Bagaimanakah sikap orang tua dalam mendidik anak?

 

b. Bagaimanakah keadaan prestasi belajar siswa?

 

c. Adakah

pengaruh

sikap

orang

tua

dalam

mendidik

anak

dengan

prestasi belajar siswa?

d. Seberapa besar kadar pengaruh sikap orang tua dalam mendidik anak

dengan prestasi belajar siswa?

e. Hambatan-hambatan

apa

yang

dihadapi

orang

tua

siswa

dalam

mendidik anak dan bagaimana cara mengatasinya ?

C. Pembatasan Masalah

Dengan mengacu kepada identifikasi masalah tersebut, masalah penelitian dibatasi pada :

a. Bagaimana sikap orang tua dalam mendidik anak khususnya yang

berkaitan dengan bimbingan terhadap anak dalam belajar di rumah.

b. Adakah pengaruh bimbingan orang tua terhadap anak dalam belajar di

rumah terhadap prestasi belajar anak?

D. Perumusan Masalah

Mengkaji pada pembatasan masalah diatas, perumusan masalah

yang dapat di kemukakan:

a. Adakah pengaruh atau bimbingan orang tua terhadap anak dalam

belajar dirumah terhadap nilai raport?

b. Adakah hambatan-hambatan dalam memberikan bimbingan belajar di

rumah?

E. Tujuan Penelitian

Penelitian ini diarahkan untuk mencapai tujuan sebagai berikut :

a. Untuk

memperoleh

bukti

ada/

tidaknya

pengaruh

atau

hubungan

bimbingan orang tua terhadap anak belajar dirumah terhadap nilai

raport?

b. Untuk memperoleh informasi tentang ada/tidaknya hambatan dalam

membimbing anak dalam bidang akademik?

c.

Guna

memenuhi

syarat

terakhir

untuk

memperoleh

gelar

Sarjana

Pendidikan di STKIP Purnama Jakarta

 

F. Manfaat Penelitian

 
 

Dengan

penelitian

yang

telah

dilakukan,

penulis

berharap

penelitian ini mempunyai banyak kegunaan yang di peroleh antara lain:

a. Bagi STKIP Purnama kiranya ini ada manfaatnya untuk menambah

koleksi hasil penelitian dan sekaligus memberikan kontribusi bagi

pengembangan akademik.

b. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi peneliti sendiri guna

meningkatkan profesionalisme di bidang penelitian

c. Hasil penelitian ini berguna untuk memenuhi tugas dan persyaratan

untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan.

G. Sistematika Penulisan

Untuk dapat memberikan gambaran mengenai penelitian ini dapat

disusun sistematika penulisan sebagai berikut :

BAB

I

PENDAHULUAN

berisi

tentang

Latar

Belakang

Masalah,

Identifikasi

masalah,

Pembatasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat

Penelitian,

Kerangka Berpikir

Sistematika Penulisan.

dan Perumusan Hipotesis dan

BAB

II

LANDASAN TEORITIK, KERANGKA KONSEPTUAL DAN

HIPOTESIS PENELITIAN

Bab ini menguraikan deskripsi teoritik, kerangka konseptual dan

hipotesis penelitian

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

Bab ini menguraikan tentang tempat dan waktu penelitian, populasi

dan

sample,

metode

penelitian,

teknik

pengumpulan

data,

instrument penelitian dan teknis analisa data.

BAB IV

ANALISIS DATA, PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

Bab

ini

menguraikan

tentang

deskripsi

teoritik,

pengujian

persyaratan statistic,

pengujian

hipotesis

dan

interpretasi

hasil

penelitian

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

Bab ini berisi kesimpulan dari seluruh uarian dari bab terdahulu

dan saran yang bisa menunjang peningkatan dari permasalahan

yang dilakukan penelitian.

BAB II

LANDASAN TEORITIK, KERANGKA KONSEPTUAL DAN

HIPOTESIS PENELITIAN

A. Teori dan Konsep Tentang Sikap Orang Tua

1. Pengertian Sikap

Masalah

sikap

akan

kita

dapati

adanya

bermacam-macam

pendapat, pada bagian terdahulu penulis telah memberikan gambaran

mengenai sikap dari pendapat beberapa ahli psikologi. Untuk memperoleh

gambaran mengenai sikap, dapat dipandang sebagai suatu tingkatan efek,

baik bersifat positif maupun negative dalam hubungannya dengan obyek-

obyek psikologi, efek positif atau efek senang, sedang efek negatifnya

adalah sebaliknya, yaitu dengan sikap menolak.

Dengan

demikian

maka

obyek-obyek

itu

dapat

menimbulkan

berbagai tanggapan dari individu, dan dapat menimbulkan perbedaan.

Tingkatan

efektif

seseorang

baik

positif

maupun

negative

didalam

menanggapi suatu obyek-obyek psikologi seseorang dapat mempunyai

tingkatan tertentu mengenai efek tersebut, didalam hal ini akan timbul

sejauh

obyek

tersebut

yang

berhubungan

dengan

perhatian

serta

kepentingan seseorang terhadap masalah atau obyek yang dihadapi.

Sedangkan New Comb mengemukakan bahwa dipandang dari segi

kognitif, suatu sikap

yaitu tingkah laku yang mewakili pengetahuan

tingkatan kognitif. Dari titik pandang secara motivasi suatu sikap mewakili

pernyataan yang siap untuk penigkatan motivasi.” 1

Pendapat tersebut menghubungkan antara sikap mdengan kognitif.

Sikap merupakan kesiapan atau

keadaan siap untuk timbulnya motif,

sikap merupakan suatu keadaan yang memungkinkan timbulnya suatu

tingkah laku. Jadi apabila seseorang tidak mempunyai suatu sikap tertentu

terhadap suatu kejadian atau masalah yang ada di luar dirinya, maka orang

tersebut tidak bergerak motifnya untuk suatu tindakan / perbuatan. Akan

tetapi apabila seseorang memiliki sikap tertentu maka segala sesuatunya

yang menyangkut masalah atau kejadian tersebut akan merupakan motif

yang dapat menimbulkan tingkah laku perbuatan tertentu dari seseorang

tersebut.

Hubungan

sikap

dengan

Gerungan sebagai berikut:

motif

juga

dikemukakan

oleh

W.A

Pengertian attitude dapat kita artikan dengan kala sikap terhadap

obyek tertentu, yang dapat merupakan sikap pandangan atau perasaan. Jadi

attitude diartikan sebagai sikap dan kesediaan beraksi terhadap suatu hal

atau obyek.2

Berdasarkan pendapat diatas terlihat adanya hubungan yang erat

antara sikap dengan tindakan, atau motif yang mendorong seseeorang

untuk bertindak sesuai dengan sikap yang ada padanya. Menurut Krech

1 Ibid. Hal 25 2 W.A. Gerungan.Psikologi Sosial. ( Bandung. PT. Eresco. 1986 ). Hal.80

dan Crustfield sikap diartikan sebagai kelanjutan dari pengaturan motivasi,

emosional, persepsi dan proses kognitif.

Pendapat tersebut memandang sikap adalah merupakan keadaaan

dalam

diri

manusia

yang

berhubungan

dengan

proses

motif.emosi,

persepsi dan kognisi dalam hubungannya dengan beberapa aspek. Dari

pendapat itu dapat kita kemukakan bahwa sikap itu adalah keadaan dalam

diri

manusia

yang

menggerakanya

untuk

bertindak

dengan

perasaan

tertentu didalam menanggapi obyek tertentu dan terbentuk atas dasar

pengalaman-pengalaman.

Disini

jelas

betapa

pentingnya

sikap

dalam

kehidupan sehari-hari atau dalam situasi sosial, didalam hubungannya

dengan orang lain atau obyek-obyek lain.

Dengan demikian sikap merupakan tenaga pendorong atau motif

seseorang untuk timbulnya suatu perbuatan atau tindakan. Munculnya

sikap

dalam

situasi

dan

nilai

bagi

seseorang

sifatnya subyektif dan

berdasarkan obyek yang dihadapi sama. Dengan demikian dapat dikatakan

betapa pentingnya sukap dalam kehidupan sehari-hari atau dalam situasi

sosial, dan sikap setiap individu akan mewarnai atau memberikan corak

tertentu dari invidu sendiri.

2. Pembentukan sikap sosial

Faktor pengalaman individu sangat menetukan terbentuknya sikap

dari individu tersebut karena sikap terbentuk tidak dengan sendirinya

melainkan berlansung dalam situasi interaksi manusia dengan obyek

tertentu. Namun demikian pengaruh luar itu sendiri cukup meyakinkan

untukdapat menimbulkan atau membentuk sikap tersebut, sekalipun faktor

pengalaman

sebagai

faktor

terpenting.

Faktor

individu

sendiri

turut

menentukan terbentuknya sikap, misalnya perhatian, norma-norma skap

yang telah ada memegang peranan penting dalam menentukan apakah

sesuatu dari luar itu bias diterima atau tidak.

Menurut W.A Gerungan bahwa : “Dalam pembentukan dan dan

perubahan attitude itu terdapat faktor-faktor intern dan faktor ekstern

pribadi

individu

yang

memegang

peranannya”.

faktor

intern

yaitu

:

individu menanggapi dunia luar bersifat selektif, apa yang diterima tidak

semua begitu saja akan diterimanya, tetapi individu mengadakan seleksi,

mana saja akan diterima dan mana yang akan ditolak.

Hal ini berhubungan erat dengan bahan apersepsi yang ada pada

individu sendiri, cara-cara yang digunakan individu dalam mengadakan

tanggapan terhadap suatu obyek. Hal ini akan menentukan apakah sesuatu

yang datang dari luar atau obyek itu dapat diterima atau tidak. Oleh karena

itu faktor individu justru sebagai penentu apakah sesuatu dari luar dapat

diterima atau tidak.

Dalam pembentukan dan perubaha sikap selain faktor intern, faktor

eksternal pun sama pentingnya, faktor luar atau ekstern yaitu hal-hal atau

keadaan diluar individu yang merupakan rangsangan atau stimulus untuk

membentuk sikap. Menurut M. Sherif, faktor ekstern pada garis besarnya

sikap dapat dibentuk atau diubah yaitu :

1.

Dalam interaksi kelompok, disana terdapat hubungan timbale balik

yang langsung antara manusia.

2. komunikasi

Karena

dimana

terdapat

pengaruh-pengaruh

atau

hubungan

langsung darisalah satu pihak”. 3

 

3. Peran orang tua dalam mendidik anak

Dalam rangka pelaksanaan pendidikan nasional, peranan orang

tua semakin jelas dan penting terutama dalam penanaman sikap dan

nilai

atau

norma

norma

hidup

bertetangga

dan

bermasyarakat,

pengembangan bakat dan minat srta pembinaan bakat dan kepribadian.

Sebagaimana dijelaskan oleh Singgih D. Gunarsa sebagi berikut :

Hubungan antar pribadi dalam keluarga sangat dipengaruhi oleh

orang tua (ayah dan ibu) dalam pandangan dan arah pendidikan yang

akan

mewujudkan

suasana

keluarga.

Masing-masing

pribadi

diharapkan tahu peranannya didalam keluarganya dan memerankan

dengan

baik

agar

keluarga

menjadi

perkembangan secara wajar”. 4

wadah

yang

memungkinan

Peranan ayah dan ibu dalam mendidik anak dijelaskan sebagai

berikut:

a. Peran ayah dalam mendidik anak

Ayah dalam keluarga sangat penting terutama bagi ank laki-

laki, ayah menjadi model teladan untuk pesannya kelak menjadi

3. Ibid. Hal. 33 4. Singgih D. Gunarsa. Psikolog Praktis Anak, Remaja dan Keluarga. ( Jakarta. PT. BPK Gunung Mulia. 1995 ). Hal. 83

dewasa, bagi perempuan sebagai pelindung atau tokoh yang tegas

bijaksanan, mengasihi keluarga, dengan sikapnya yang tegas dan

penuh

wibawa

menanamkan

pada

anak-anak

patuh

terhadap

peraturan dan disiplin. Dalam memberi tugas ayah perlu mengetahui

kemampuan anak untuk menyelesaikannya.

menjadi

wasit

dalam

memelihara

suasana

Peran ayah kadang

keluarga,

sehingga

mencegah timbulnya keributan dalam keluarga.

b. Peran ibu dalam mendidik anak

Ibu

berperan

dalam

mendidik

dan

mengembangkan

kepribadian anak serta membentuk sikap anak. Seorang ibu perlu

memberi contoh teladan yang dapat diterima dan menanamkan rasa

tanggung jawab anak pada usia dini, sebaiknya sudah mengenal

adanya peraturan-peraturan. Adanya disiplin dalam keluarga akan

memudahkan

pergaulan

dimasyarakat

kelak,

ibujuga

harus

memberikan rangsangan sosial dengan pendekatan dan percakapan.

Setelah masuk sekolah ibu harus dapat menciptakan suasana belajar

yang menyenangkan agar anak senang belajar dirumah, anak akan

belajar

giat

bila

merasa

nyaman.

Peran

ibu

sebagai

istri

memantapkan pengertian dan partisipasi suami dalam tugas merawat,

memelihara dan mendidik anak .

Jadi jelaslah orang tua mempunyai peranan penting dalam

tugas dan tanggung jawabnya yang besar terhadap semua anggota

keluarga yaitu lebih bersifat pembentukan watak dan budi pekerti,

latihan keterampilan dan ketentuan rumah tangga, dan sejenisnya.

Orang tua sudah selayaknya sebagai panutan atau model yang selalu

ditiru dan dicontoh anaknya.

4. Tugas dan fungsi orang tua dalam mendidik anak

Tugas dan fungsi orang tua secara alamiah dan kodratnya harus

melindungi dan menghidupi serta mendidik anaknya agar dapat hidup

dengan layak dan mandiri setelah menjadi dewasa. Oleh karena itu

tidak cukup hanya memberi makan minum dan pakaian saja kepada

anak-anakya saja tetapi harus berusaha agar anaknya menjadi baik,

pandai dan berguna bagi kehidupannya dimasyarakat kelak. Orang tua

dituntut mengembangkan potensi yang dimiliki anaknya agar secara

jasmani dan rohani dapat berkembang dengan selaras dan seimbang

secara maksimal.

Tugas dan tanggung jawab tersebut tidaklah mudah terutama

dalam mendidik anak. Minimnya pendidikan kepribadian, mental dan

perhatian orang tua akibatnya dapat terbawa arus hal-hal negative

seperti penyalah gunaan obat-obat terlarang yang saat ini sedang

berkembang dikota besar bahkan sampai kekampung-kampung yang

akinbatnya akan merusak mental dan masa depan anak, khususnya

para pelajar yang diharapkan untuk menjadi generasi penerus bangsa

yang sangat potensial dan produktif. Tanggung jawab pendidikan yang

perlu disadarkan dan dibina oleh kedua orang tua terhadap anak. H.

Fuad Hasan mengungkapkan sebagai berikut :

1.

Memelihara dan membesarkanya . Tanggung jawab ini merupakan

dorongan

alami

yang

dilaksanakan,

karena

akan

memerlukan

makan.

Minum

dan

perawatan

agar

ia

dapat

hidup

secara

berkelanjutan.

2. Melindungi dan menjamin kesehatannya, baik secara jasmaniah

maupun rohaniah dari berbagai penyakit atau bahaya lingkungan

yang dapat membahayakan dirinya”. 5

B. Kerangka Konseptual

Keberhasilan siswa dalam belajar yang di tandai oleh prestasi

belajar yang dicapainya tidak hanya dipengaruhi oleh proses pendidikan

yang dilakukan oleh pihak sekolah, faktor lain pendukung yang sangat

penting adalah sikap orang tua dalam mendidik anak khususnya dalam

bimbingan belajar dirumah. Keadaan kondusif dalam keluarga setidaknya

berdampak positif terhadap prestasi belajar anak.

Berdasarkan perumusan dan pembatasan masalah, maka dapat

dikembangkan

kerangka

berpikir.

Dimana

berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.

sikap

orang

tua

sangat

Dengan demikian dapat

dikatakan bahwa sikap orang tua turut menentukan prestasi belajar siswa.

C.

Hipotesis Penelitian

 

Berdasarkan

kerangka

berpikir

tersebut,

hipotesis

yang

dapat

diajukan:

Ha :

“Terdapat

pengaruh

yang

signifikan

sikap,

orang

tua

dalam

mendidik anak terhadap prestasi belajar.

Ho :

Tidak ada pengaruh

yang signifikan sikap orang tua dalam

mendidik anak terhadap prestasi belajar.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat

Penelitian ini menentukan tempat di SMK Al-Hidayah I

Jakarta

Selatan. Tempat ini dipilih dengan pertimbangan bahwa sekolah ini cukup

berkualitas dan dikenal oleh masyarakat sehingga layak untuk diteliti. Di

samping itu, penulis sebagai penanggung jawab atau kepala sekolah dari

sekolah

ini

sehingga

penulis

memahami

dengan

baik

karakteristik-

karakteristik

sekolah

ini

dan

dengan

mudah

memperoleh

data

yang

dibutuhkan sebab sumber data sangat mudah dihubungi. Hal ini menjamin

terwujudnya efektivitas dan efisien dalam penelitian.

2. Waktu

Penelitian ini dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, terhitung dari

bulan Juli 2008 sampai dengan bulan September 2008, dengan rincian:

Tabel. 1

Minggu

Kegiatan

Keterangan

Bulan

Juli 2008

Agustus 2008

September 2008

1 dan 2

3

3

dan 4

1

2

dan 4

1

2

3 - 4

Persiapan Pengajuan Judul Studi Pendahuluan

-

-

Penyusun Istrumen

Uji Coba Instrumen

Pengumpulan Data

Analisis Data

Penyusunan Rancangan Skripsi

dan

Konsultasi dengan Dosen Pembimbing Penyempurnaan skripsi per bab

Penyusunan Skripsi

B. Metode Penelitian

Yang dimaksud variabel adalah “segala sesuatu yang akan menjadi

obyek pengamatan penelitian” 6 .

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yakni variabel bebas yang

diberi kode X yakni Sikap Orang Tua dalam mendidik anak dan variabel

terikat yang diberi kode Y yakni Prestasi Belajar Siswa.

Yang dimaksud dengan sikap orang tua adalah mendidik anak pada

penelitian ini adalah segala upaya sadar dari orang tua yang dapat diambil

dalam

mendidik

anak

mencakup

penelitian

hubungan

penetapan

peraturan

(disiplin,

pemberian,

kesempatan,

dalam

keluarga,

penanaman

rasa

percaya diri, bimbingan dalam belajar di rumah, dan pembangkitan motivasi/

6 Sumadi, Suryabrata. Metodologi Penelitian . (Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 1993), hlm. 72

dorongan). Sedangkan prestasi belajar diartikan sebagai hasil belajar yang

dapat diamati pada angka raport dan dokumen lainnya.

Hubungan antar variabel diartikan sebagai hubungan searah yakni

variabel X yang mempengaruhi variabel Y atau sikap orang tua dalam

mendidik anak berhubungan searah atau mempengaruhi prestasi belajar.

Oleh karena itu, sifat bimbingan ini dapat digambarkan pada diagram

berikut:

Variabel X

Sikap Orang Tua dalam mendidik anak

C. Populasi dan Sampel

Yang dimaksud dengan

Variabel Y

Prestasi Belajar Anak

populasi adalah : “Obyek/ Subyek

yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya” 7 . Sedangkan variabel

adalah “Bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi

tersebut”. 8 Penarikan variabel dapat dipilih tehnik yang sesuai bergantung

pada karakteristik populasi dan tujuan penelitian berkaitan dengan penelitian

ini berturut-turut disajikan populasi dan variabel.

1.

Populasi

7 Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis, (Bandung, Alfabeta Bandung, 1999), hlm. 72

8 Ibid, hlm. 73

Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas I

SMK Al-Hidayah I Jakarta Selatan Tahun Pelajaran 2007/ 2008 sebanyak

2.

48 orang siswa.

Sampel

Sampel

penelitian

ini

ditentukan

sebanyak

44

orang,

sesuai

pendapat Issac dan Michael yang antara lain memberikan acuan “Dalam

penentuan sampel dari populasi sejumlah 110 atau kurang dapat diambil

sampel 90% - 100% dari jumlah populasi” 9 .

Sedangkan tehnik yang digunakan dalam pengambilan sampel

adalah random sampling (sampel acak) dengan cara memberikan undian

pada populasi berupa nomor urut 1 - 44. Sampel acak digunakan dengan

pertimbangan

sifat

populasi

homogen

atau

sejenis

dalam

hal

ini

kemampuan, kelas dan tingkat umur. Sampel uji coba instrumen diambil

10 siswa diluar sampel penelitian berasal dari siswa Kelas I SMK lain.

D.

Tehnik Pengumpulan Data / Instrumen Penelitian

Tehnik

pengumpulan

data

adalah

cara

yang

digunakan

dalam

pengumpulan data dengan menggunakan alat pengumpul data (instrumen

penelitian). Dalam penelitian ini dilaksanakan beberapa cara pengumpul data

dan penggunaan instrumen yang tepat, yakni:

1. Penyebaran Angket/ Quesioner:

Angket ini digunakan untuk memperoleh data yang berkaitan

dengan sikap orang tua dalam mendidik anak. Agar angket tersebut

representatif terhadap permasalahan yang diteliti maka angket tersebut

didasarkan atas kisi-kisi yang diambil dari batasan operasional sikap orang

tua dalam mendidik anak. Adapun format kisi-kisi tersebut tergambar pada

tabel berikut:

Tabel. 2

No.

Urut

Variabel

Indikator

No. Item

1

Sikap orang tua dalam mendidik anak

Hubungan dalam keluarga Penetapan peraturan/ disiplin Pemberian kesempatan Penanaman rasa percaya diri Bimbingan dalam belajar Pembangkitan motivasi / dorongan

1, 2, 3, 4

5, 6,

9, 10, 11, 12, 13, 14 15, 16, 17 18, 18, 20

7, 8

Adapun format atau bentuk angket berupa pernyataan berskala

gradasi yakni: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS), Tidak

Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS), dan berbentuk tertutup.

Hal tesebut sesuai dengan pendapat Likert

yang menyatakan:

“Subyek dapat memberikan respon/ menunjukkan apakah ia sangat setuju,

setuju, tidak mempunyai pilihan, tidak setuju atau sangat tidak setuju

terhadap setiap pernyataan” 10 .

Angket yang penulis susun untuk gradasi yang ketiga diubah

menjadi kurang setuju, sebab tidak mempunyai pilihan kurang tepat

digunakan salah satu gradasi untuk skor yang bertingkat. Selain itu gradasi

tidak mempunyai pilihan pada skala Likert memperoleh skor 0 yang dalam

penelitian ini tidak digunakan (lihat lampiran 2).

Dalam

hal

pemberian

skor

terhadap

jawaban

angket

yang

semuanya pernyataan positif agar siswa mudah mengisinya, pernyataan SS

diberi skor 5, S diberi skor 4, KS diberi skor 3, TS diberi skor 2, dan STS

diberi skor 1, hasil angket ditabulasi dalam bentuk tabulasi data hasil

angket.

Agar

angket

yang

digunakan

memenuhi

persyaratan

angket

tersebut lebih dulu diuji validitas dan reabilitasnya.

 

Untuk

uji

validitas

dilakukan

uji

validitas

isi

yakni

membandingkan isi angket dengan seperangkat indicator yang ada dalam

kisi-kisi angket. Selain itu, angket juga dikonsultasikan dengan subyek

yang

memiliki

pengetahuan

yang

memadai

penelitian ini dalam bidang pendidikan.

dalam

bidangnya

(untuk

10 Donald Ary dkk, Penelitian Dalam Penelitian, (Surabaya, Usaha Nasional, 1992), hlm. 266

Sedangkan uji reliabilitas digunakan tehnik sipil half method yakni

membelah

instrumen

menjadi

dua

yang

seimbang,

bagian

1

untuk

kelompok nomor ganjil dan bagian untuk kelompok nomor genap. Skor

hasil kedua belahan dicari dengan rumus Korelasi Product Moment dan

Speramen Brown. Hal ini sesuai dengan pendapat : “Untuk mengubah

korelasi dua menjadi digunakan reliabilitas yang cocok untuk keseluruhan

tes, maka digunakan rumus ramalah Spearman - Brown”. 11

Data hasil angket kami anggap sudah memenuhi syarat normalitas

dan homogenitasnya, sebab cara pengisian angket diamati cermat, diberi

penjelasan secara gambling dan siswa sebagai responden juga bersifat

homogen.

Dengan

demikian

uji

normalitas

dan

homogentitas

secara

statistik.

2. Pengkajian Dokumen

Dalam penelitian ini dokumen yang digunakan adalah rapor siswa

sample yang akan dikaji angka rata-rata dari setiap siswa sampel. Data dari

dokumen ini adalah data prestasi belajar siswa. Data yang berupa nilai

rapor bersifat resmi dan standar serta seragam sehingga tidak perlu diuji

normalitas dan homogentitasnya.

3. Wawancara

Untuk

melengkapi

data

hasil

angket

dan

kajian

dokumen

digunakan wawancara untuk memantapkan data yang diperoleh disamping

11 Ibid, hlm. 305

itu data hasil wawancara ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hasil

pengujian hipotesis, subyek yang diwawanarai adalah guru Kelas I.

4. Pengkajian Buku / Bahan Tulis

Yang keduanya sebagai acuan untuk mengadakan studi lapangan

(Filed Research).

E. Tehnik Analisa Data

Data

hasil

uji

coba

instrumen

(untuk

uji

reliabilitas)

dan

hasil

penelitian untuk menguji korelasi antara variabel X (sikap orang tua dalam

mendidik anak) dengan variabel Y (Prestasi Belajar Siswa) digunakan rumus

korelasi Product Moment.

r xy

n

XY



X



.

Y

n    X 2     X    2

n

X

2

X



2

.

n

n    X 2     X    2 .
n    X 2     X    2 .
n    X 2     X    2 .

Y

2

Y

2

Y 2     Y 2   r x y X Y XY

r xy

X

Y

XY

∑X

∑Y

N

 

=

Angka Indeks Korelasi Product Moment

=

Jumlah Skor X

=

Jumlah Skor Y

=

Jumlah Skor Perkalian X dengan Y

2

=

Jumlah Skor yang dikuadratkan dalam sebaran X

2

=

Jumlah Skor yang dikuadratkan dalam sebaran Y

=

banyaknya sampel

Untuk

menganalisa

data

hasil

uji

instrumen

guna

mengetahui

reliabilitasnya,

setelah

ditentukan

skor

korelasi

antara

skor

belahan

pernyataan nomor ganjil dan nomor genap, kemudian dicari reliabilitasnya

keseluruhan pernyataan dengan rumus Spearman Brow sebagai berikut:

2 r 1 1 r  2 2 11 1  r 1 1 2
2 r
1
1
r
2 2
11
1  r
1 1
2
2
Dimana :
=
r 11
1 ½
½
=

Koefisien korelasi keseluruhan pernyataan (item)

Koefisien korelasi antara kedua belahan

Kemudian r 11 dikonsultasikan ke table r (lihat lampiran 10) dengan

taraf signifikan 0,05 atau 0,01 pda df n-2.

Selanjutnya

dilaksanakan:

untuk

menguji

hipotesis

penelitian

berturut-turut

1. Analisis Korelasi Perason Product Moment

Rumus yang digunakan seperti yang telah dipaparkan di atas. Hasil

analisis ini berupa skor korelasi (r hitung ) dibandingkan dengan table r pada

df: n-2 untuk menguji taraf signifikansinya (lihat lampiran 10).

2. Analisis dengan uji t

Guna memperoleh taraf signifikan yang lebih mantap digunakan uji t

dengan rumus sebagai berikut 12

r n  2 t  1  r 2 Keterangan :
r
n  2
t 
1  r
2
Keterangan :

t hitung

=

Distribusi Student, dengan kebebasan (dk) = n - 2

12 Husin Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnism,

r

=

Koefisien Korelasi

n

=

Jumlah Sampel

kriteria

pengujian :

- Terima H 0 apabila t hitung < t tabel

- Tolak H o apabila t hitung > t tabel

Selanjutnya

untuk

mengetahui

seberapa

besar

kontribusi

variabel

X

terhadap variabel Y digunakan uji koefisien determinasi dengan rumus KD

= r 2 x 100%. Setelah itu menginterpretasikan r xy yang diperoleh dari

perhitungan tersebut dengan melihat tabel berikut 13 .

Tabel 2

Interpretasi r

Besarnya Nilai „r‟

Interpretasi

0,00 - 0,20

Korelasi antara variabel X dan Variabel Y sangat lemah (dianggap tidak ada korelasi antara X dan Y)

0,20 - 0,40

Korelasi antara variabel X dan variabel Y lemah atau rendah

0,40 - 0,70

Korelasi antara variabel X dan variabel Y sedang atau cukup

0,70 - 0,90

Korelasi antara variabel X dan variabel Y kuat atau tinggi

0,90 - 1,00

Korelasi variabel X dan Y sangat kuat

Data yang diperoleh melalui wawancara dianalisis dengan tehnik

non statistik berupa analisis logika induktif yakni mengambil kesimpulan

dari data/ informasi yang khusus-khusus sehingga akan tergambar pada

bagan.

13 Anas Sudjono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Press, 1991), hlm. 180

Khusus

Khusus Khusus Khusus Khusus

Khusus

Khusus

Khusus

Khusus Khusus Khusus Khusus Kesimpulan Umum F. Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian skripsi ini, penulis

Kesimpulan

Umum

Khusus Khusus Khusus Khusus Kesimpulan Umum F. Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian skripsi ini, penulis

F. Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian skripsi ini, penulis menyadari adanya keterbatasan-

keterbatasan penelitian yang membuat penyusunan dan penulisan skripsi ini

jauh dari sempurna, penulis dapat kemukakan keterbatasan yang dihadapi

yaitu adanya keterbatasan mengenai tenaga, waktu, biaya dan pengetahuan

penulis. Keterbatasan lainnya adalah dalam hal metode pengumpulan data

yaitu pembuatan angket yang sederhana dimana bentuk pertanyaan yang

diberikan kepada responden dengan alternatif jawaban yang hampir sama.

Selain itu keberlakuan penelitian ini terbatas pada Kelas I SMK Al-

Hidayah

I Jakarta Tahun

Pelajaran

2007/

2008.

Oleh

karena itu,

hasil

penelitian ini belum tentu menggambarkan hal-hal yang ada di tempat lain

(SMK dan kelas dan pada waktu yang berbeda).

BAB IV

Analisis Data

A. Data Uji Validitas dan Reliabilitas Angket

1. Uji Validitas Angket

Angket sebanyak 20 pernyataan dikaji validitasnya isinya dengan

cara mencocokan butir-butir pernyataan dengan indicator yang terdapat

pada kisi-kisi angket. Selanjutnya angket tersebut dikonsultasikan dengan

dosen pembimbing yang kebetulan seorang Sarjana Ilmu Pendidikan

lulusan tahun 1973 dari IKIP Yogyakarta. Hasil konsultasi dinyatakan

angket memenuhi syarat validitas isi.

2. Uji Reliabilitas Angket

Pengujian reliabilitas angket digunakan tehnik belah dua (Split

Half Technique).

Hasil uji reliabilitasnya terhadap 10 sampel diperoleh r 11 (Korelasi

Spearman Brown) sebesar 0,9 yang lebih besar4 dari table r Spearman

0,7818 untuk n = 10 pada taraf signifikansi 5% (lihat lampiran 6).

Dengan demikian angket memenuhi syarat reliabilitas. Oleh karena

itu kedua syarat instrumen/ angket yakni validitas dan reliabilitas telah

dipenuhi.

B. Analisis Korelasi Variabel X dengan Variabel Y

(Sikap Orang Tua Dalam Mendidik Anak dengan Prestasi Belajar Siswa)

1. Hasil Analisis Korelasi Product Moment

Dari analisis yang dilakukan (lihat lampiran 9) dihasilkan r hitung

sebesar 0,9 yang lebih besar dari r tabel 0,304 pada df 42 dengan taraf

signifikansi 5% atau 0,005, sehingga 0,9 > 0,304. Dengan demikian H 0

ditolak dan H a diterima.

2. Hasil Analisis dengan Uji t

Dari lampiran 9 juga diperoleh t hitung sebesar 15,1 yang lebih besar

dari t tabel 2,021 pada df 42 dengan taraf signifikansi 0,05 atau 5%, sehingga

t hitung > t tabel (15,1 >2,0210).

3. Melalui Perhitungan KD (Koefisien Determinasi)

Ditemukan KD sebesar 0,81. Dengan demikian kontribusi variabel

X

terhadap

variabel

Y

sebesar

81%

kontribusi faktor-faktor lain.

dan

19%

lainnya

merupakan

4. Kadar Hubungan/ Pengaruh Variabel X terhadap Variabel Y yang

berada pada 0,9 adalah sangat kuat atau sempurna.

C.

Pengujian Hipotesis

Dari hasil analisis Product Moment terbukti H o ditolak dan H a diterima.

Demikian pula dari analisis dengan uji t terbukti H o ditolak dan H a diterima.

Dengan

demikian

H o

yang

berbunyi

“tidak

ada

pengaruh

yang

signifikan sikap orang tua dalam mendidik anak terhadap prestasi belajar

siswa” ditolak. Dan hipotesis alternatif (H a ) yang berbunyi “ada pengaruh

yang signifikan sikap orang tua dalam mendidik anak terhadap presatasi

belajar siswa” diterima.

Hasil

pengujian

hipotesis

diperkuat

oleh temuan

dari

wawancara

terhadap guru Kelas I yang antara lain mengatakan:

1. Orang tua sangat berperan dalam mendidik anak termasuk pendorong dan

membiasakan anak untuk belajar dan menyediakan fasilitas belajar yang

diperlukan di rumah.

2. Dari pengalaman guru yang mengajar Kelas I, siswa yang memperoleh

perhatian yang baik dari orang tuanya ternyata memiliki prestasi belajar

yang memuaskan.

D. Pembahasan

Dari analisis yang telah disajikan di depan ditemukan ada pengaruh

yang signifikan sikap orang tua dalam mendidik anak terhadap prestasi belajar

anak, khususnya di Kelas I SMK Al-Hidayah I. Hal ini menunjukkan bahwa

sikap yang positif pula terhadap prestasi belajar anak.

Dan sebaliknya bila

sikap orang tua negatif dalam mendidik anak maka berpengaruh negatif pula

terhadap prestasi belajar anak bersangkutan.

Temuan ini sangat relevan dengan dasar teori yang menyatakan bahwa

orang

tua

sangat

berperan

perkembangan

pribadi

anak

dalam

antara

mendidik

anak

dalam

segala

aspek

lain

dalam

hal

sikap,

kebiasaan,

kedisiplinan, cara belajar dan sebagainya. Hal inipun lebih ditegaskan lagi

oleh pendapat para ahli yang menyatakan bahwa orang tua berperan sebagai

pendidik utama dan pertama. Pemberian predikat ini betapa pentingnya bagi

anak-anak usia SMK. Agar bangunan pribadi siswa benar-benar kokoh dan

kuat

Oleh karena itu, sikap yang positif dari orang tua dalam mendidik anak

antara lain teladan-teladan yang ditunjukkan kepada anak sangat dibutuhkan

Dan temuan juga diperoleh kontribusi sikap orang tua dalam mendidik anak

terhadap prestasi belajar sebesar 81%. Hal ini jelas menunjukkan kontribusi

yang berat dari sikap orang tua terhadap prestasi belajar anak. Temuan ini

sangat berharga dan positif sebab bila orang tua tidak peduli terhadap anak di

rumah, maka hal tersebut akan merugikan anak. Apalagi anak usia SMK pada

masa menjelang remaja, mereka sangat memerlukan perhatian, dan tentu saja

cinta kasih dari kedua orang tuanya.

Dari penelitian juga ditemukan kadar hubungan/ pengaruh yang tinggi

yakni 0,9 yang mendekati +1. Temuan inipun menunjukkan bahwa orang tua

benar-benar sebagai tokoh panutan bagi anak-anak nya. Hal ini kemudian akan

menjadi berkurang bila anak-anak telah menginjak masa dewasa, sebab pada

masa remaja dia lebih dekat dan bangga terhadap teman sebayanya atau teman

kelompoknya.

Prestasi belajar siswa yang secara signifikan dan positif dipengaruhi

oleh sikap orang tua dalam mendidik anak kiranya dapat dijadikan motivasi

atau dorongan bagi orang tua dalam mendidik anak.

Upaya-upaya positif yang dapat dilakukan orang tua antara lain,

memberikan perhatian yang penuh, menyediakan fasilitas belajar, melakukan

komunikasi yang efektif dan penuh hasil dengan anak, komunikasi dengan

pihak sekolah, menciptakan suasana keluarga yang harmonis dan hangat serta

sejuk dan memberikan contoh-contoh / teladan yang baik bagi mereka.

A. Kesimpulan

BAB V

PENUTUP

Dari hasil dan pembahasan yang diperoleh dari penelitian berikut ini

disajikan pokok-pokok kesimpulan :

1. Ada pengaruh yang signifikan dan positif serta berkadar sangat kuat sikap

orang tua dalam mendidik anak terhadap prestasi belajar siswa Kelas I

SMK Al-Hidayah I.

2. Pengaruh sikap orang tua yang bersifat positif dapat diartikan bahwa

semakin tinggi atau semakin baik sikap orang tua dalam mendidik anak

akan memungkinkan semakin tinggi pula prestasi belajar siswa.

3. Pengaruh pendidikan yang dilakukan oleh orang tua dalam mebantu

perkembangan anak khsusnya dalam aspek akademis sangat besar dan

sangat dibutuhkan bagi perkembangan anak selanjutnya.

4. Prestasi

belajar

siswa

yang

mencapai

rata-rata

=

328

:

44

=

7,5

menunjukkan

prestasi

belajar

yang

cukup

memuaskan.

Temuan

itu

mengindikasikan keberhasilan pendidikan di SMK Al-Hidayah I Jakarta.

Hal tersebut di samping keberhasilan dari usaha siswa, juga dipengaruhi

oleh peran orang tua dan bimbingan menyeluruh dari Kepala Sekolah.

B. Saran-saran

Dari kesimpulan-kesimpulan yang telah disajikan di atas, penulis

menyampaikan beberapa saran berikut:

1. Diharapkan orang tua murid lebih meningkatkan perhatian pada kegiatan

anak

dalam

belajar

di

rumah

antara

lain

mengikuti

perkembangan

kemampuan

anak,

cara

belajar

dan

potensi

yang

menonjol

untuk

membimbing perkembangan potensi-potensi mereka.

2. Komunikasi orang tua dengan sekolah dapat lebih ditingkatkan melalui

pertemuan rutin dan akan lebih baik menggunakan media cetak yang

dibuat sekolah untuk didistribusikan kepada orang tua siswa.

3. Proses pendidikan bagi anak harus mendapat prioritas utama khususnya

disarankan untuk orang tua murid sebab anak merupakan aset yang paling

berguna untuk kelangsungan generasi penerus. Kegagalan anak berarti

juga kegagalan orang tua dan keberhasilan anak berarti keberhasilan orang

tua.

DAFTAR PUSTAKA

Parmono, Ahmadi. 1976. Pengukuran dan Penelitian Pendidikan. Yogyakarta:

Lembaga Pembina UGM.

Ary, Donald, dkk. 1992. Penelitian dalam Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.

Djamarah,

Syaiful,

Bakri.

1994.

Surabaya: Usaha Nasional.

Prestasi

Belajar

dan

Kompetensi

Guru.

Idris, Zahara, H dan Jamal, Lisma, H. 1992. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT.

Gramedia Widiasrana.

Ihsan Fuad, H. 1997. Dasar-dasar Kependidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Gerungan, W.A. 1986. Psikologi Sosial. Bandung: PT. Eres Co.

Gunarsa, Singgih, D. 1995. Psikologi Praktis: Anak, Remaja dan Keluarga.

Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.

Kartini,

Kartono.

1992.

Peranan

Keluarga

Terapan I. Jakarta: CV. Rajawali Pres.

Memandu

Anak

Seri

Psikologi

Nasution Thamrin dan Nasution, Nurhalijah. 1989. Peranan Orang Tua Dalam

Meningkatkan Prestasi Belajar Anak. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.

Nasution, S. 1986. Didaktik Azas-azas Mengajar. Bandung: Jemmars.

Roestiyah, N. K. 1989. Ilmu Keguruan. Jakarta: Bina Aksara.

Purwanto, Ngalim M. 1979.Tehnik Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Nasco.

Sudjana, Anas. 1991. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.

Suryabrata, Sumadi. 1993. Psikologi Pendidikan. Jakarta: CV. Rajawali.

---------------. 1993. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. 1999. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfaebta Bandung.

Umar, Husin. 2001. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta:

PT. Raja Grafindo Persada.

Lampiran 3

Anak-anak yang baik,

Agar ibu guru tahu bagaimana ayah/ ibu kalian dalam membimbing kalian

belajar di rumah, coba baca dengan baik pernyataan no. 1 s/d 20.

Berikan tanda √ (cek) pada kolom jawaban yang kalian pilih.

Catatan :

SS

:

Sangat Setuju

TS

:

Tidak Setuju

 

S

:

Setuju

STS

:

Sangat Tidak Setuju

 

KS

:

Kurang Setuju

 

Tabel 4

NO.

 

Pernyataan

   

Alternatif Jawaban

 

SS

S

KS

TS

STS

1.

Ayah dan Ibu sangat menyayangi saya

           

2.

Saya juga sayang kepada kakak dan adik saya

         

3.

Setiap mau meninggalkan rumah saya selalu minta izin kepada ayah dan ibu

         

4.

Ayah dan ibu selalu menanyakan kegiatan saya di sekolah

         

5.

Setiap pagi saya harus membereskan kamar tidur saya

         

6.

Sebelum berangkat ke sekolah saya memeriksa perlengkapan belajar saya

         

7.

Saya tidak diijinkan bermain / menonton tv sebelum mengerjakan tugas dari sekolah

         

8.

Walau hari libur saya tetap harus bangun pagi

         

9.

Ayah dan Ibu mengijinkan saya mengikuti olah

         
 

raga kegemaran saya

10.

Tiap malam libur saya diijinkan untuk tidak belajar

11.

Saya boleh mengatur sendiri uang saku yang diberikan Ayah/ Ibu

12.

Saya selalu diijinkan untuk memilih sepatu atau baju yang saya inginkan

13.

Setiap menyelesaikan pekerjaan saya dilarang bertanya sebelum mencobanya

14.

Ayah ibu selalu mengingatkan agar saya tidak mudah terpengaruh oleh orang lain

15.

Walau sibuk ayah/ ibu selalu menyempatkan diri menemani saya belajar

16.

Pada waktu-waktu luang tidak jarang ayah/ ibu membuat soal untuk saya kerjakan sebagai latihan

17.

Ayah ibu selalu mengingatkan agar saya selalu berdoa sebelum mengerjakan sesuatu

18.

Setiap saya mendapat nilai bagus saya selalu berdoa sebelum mengerjakan sesuatu

19.

Ketika saya mendapat nilai kurang bagus, saya tidak, tapi dinasihati

20.

Biasanya setelah ulangan umum saya diajak ayah ibu ke luar kota

Lampiran 4

PEDOMAN WAWANCARA

DENGAN GURU KELAS I SMK Al-Hidayah I

A. Pertanyaan

1. Bagaimanakah keadaaan prestasi belajar siswa kelas I yang tergambar

pada angka rapor?

2. Bagaimana tanggapan siswa pada umumnya terhadap rapor mereka?

3. Bagaimana tanggapan orang tua pada waktu dipanggil sekolah untuk

mengambil rapor?

4. Bagaimana

cara

dengan sekolah?

mendorong

orang

tua

agar

bersedia

berkomunikasi

5. Hambatan apa saja yang dijumpai dalam melakukan komunikasi dengan

orang tua dan bagaimana mengatasinya?

B. Hasil Wawancara

1. Prestasi belajar siswa dicapai yang dicapai kelas I pada rata-rata lebih dari

7, menunjukkan prestasi yang memuaskan.

2. Siswa cukup bersemangat dan senang menerima rapor mereka.

3. Sebagaian besar orang tua bersedia datang ke sekolah mengambil rapor

anaknya.

4. Cara mendorong orang tua dengan memberikan undangan tertulis, pesan

secara lisan dan sebagainya.

5. Hambatan yang berat tidak ada.

Lampiran 5

A. Tabulasi data uji Reliabilitas Angket

1. Nomor item ganjil

Tabel 5

Kode

 

Skor Item Ganjil (Skor X)

 

Jumlah

Subyek

1

3

5

7

9

11

13

15

17

19

A

3

3

3

2

3

3

3

3

2

2

27

B

3

4

4

3

3

3

3

3

3

2

31

C

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

29

D

3

3

4

4

3

3

3

3

3

3

32

E

2

2

3

3

2

3

3

2

3

3

26

F

3

3

3

2

3

3

2

3

3

2

26

G

3

2

3

3

2

2

3

2

3

3

27

H

3

4

3

3

3

3

3

3

2

3

31

I

3

4

3

4

3

3

3

2

2

3

30

J

3

3

3

2

3

2

2

2

3

2

26

2.

Nomor Item Genap

 

Kode

 

Skor Item Ganjil (Skor X)

 

Jumlah

Subyek

2

4

6

8

10

12

14

16

18

20

A 4

 

4

5

5

5

4

4

4

5

5

45

B 3

 

5

5

5

4

5

4

4

5

4

44

C 5

 

4

5

5

4

4

4

5

5

4

45

D 5

 

4

5

5

4

5

5

4

5

5

47

E 5

5

4

5

5

4

5

5

5

5

48

F 4

5

5

5

4

5

5

4

5

5

47

G 5

4

5

5

4

4

4

5

4

5

45

H 5

4

5

5

4

4

4

5

5

4

45

I 4

4

4

5

5

5

4

4

4

5

44

J 5

5

5

3

4

4

5

5

4

4

44

Lampiran 6

Perhitungan korelasi uji reliabilitas angket

Tabel 6

Kode

     

2

 

2

 

Subyek

X

Y

X

Y

XY

 

A 27

45

729

2025

1215

 

B 31

44

961

1936

1364

 

C 29

45

841

225

135

 

D 32

47

1024

2209

1504

 

E 26

47

676

2304

1248

 

F 26

47

676

2209

1222

 

G 27

45

729

2025

1215

H 31

 

45

961

2025

1395

 

I 30

44

900

1936

1320

 

J 26

44

676

1936

1144

N = 10

∑X = 285

∑Y = 454

∑X 2 = 8173

∑Y 2 = 20630

∑XY = 12932

RUMUS :

1144 N = 10 ∑X = 285 ∑Y = 454 ∑X 2 = 8173 ∑Y 2
1144 N = 10 ∑X = 285 ∑Y = 454 ∑X 2 = 8173 ∑Y 2
1144 N = 10 ∑X = 285 ∑Y = 454 ∑X 2 = 8173 ∑Y 2
1144 N = 10 ∑X = 285 ∑Y = 454 ∑X 2 = 8173 ∑Y 2
1144 N = 10 ∑X = 285 ∑Y = 454 ∑X 2 = 8173 ∑Y 2
1144 N = 10 ∑X = 285 ∑Y = 454 ∑X 2 = 8173 ∑Y 2

Dilanjutkan dengan rumus Spearman Brown

Dilanjutkan dengan rumus Spearman Brown
Dilanjutkan dengan rumus Spearman Brown
Dilanjutkan dengan rumus Spearman Brown
Dilanjutkan dengan rumus Spearman Brown

Lampiran 7

Tabulasi Data Hasil Angket Variabel X

Tabel 7

Kode

 

SKOR ITEM

 

Suby

1

2

3

4

5

6

7

8

9

                     

ek

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

A

5

5

5

5

4

5

5

5

5

4

4

5

5

5

5

4

5

5

4

5

B

5