Anda di halaman 1dari 7

TASAWUF FALSAFI, TOKOH DAN PEMIKIRANNYA

Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah: Akhlak Tasawuf

Oleh: Sirojuddin

Dosen pembimbing FAKULTAS SYARI`AH JURUSAN AHWAL ASY-SYAKHSYIY INSTITUT KEISLAMAN HASYIM ASYAH
TEBUIRENG JOMBANG

BAB I PENDAHULUAN

Tasawuf terbagi menjadi beberapa aliran, seperti tasawuf akhlaqi, tasawuf irfani dan tasawuf falsafi. Adapula yang membagi tasawuf ke dalam tasawuf Amali, tasawuf Falsafi dan tasawuf Ilmi. Akan tetapi dalam makalah kecil ini hanya akan dibahas secara lebih khusus mengenai tasawuf falsafi saja. Tasawuf Falsafi adalah tasawuf yang kaya dengan pemikiran-pemikiran filsafat, sehingga dalam konsep-konsep tasawuf falsafi lebih mengedepankan asas rasio dengan pendekatan-pendekatan filosofis yang sulit diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.Perenungan ketuhanan kelompok sufi dapat dikatakan sebagai reaksi terhadap corak pemikiran teologis pada masa itu. Di sisi lain, para filosof yang bertujuan menjembatani dan al-hadits. Oleh karena itu, penulis memandang perlu mempelajari aliran ini sebagai sebuah perbandingan dengan aliran filsafat lainnya, dengan harapan dapat menemukan kebenaran mengenai tasawuf yang paling sesuai dengan syari`at Islam. Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
1.

antara

agama

dengan

filsafat,

terpaksa

menjustifikasi pemikiran-pemikiran mereka dengan al-qur`an

Apakah pengertian tasawuf falsafi?


2

2.

Siapakah tokoh-tokohnya yang terkenal beserta gagasan-gagasan mereka mengenai tasawuf falsafi?

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Tasawuf Falsafi Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional pengasasnya. Berbeda dengan tasawuf akhlaqi, tasawuf falsafi menggunakan terminologi filosofis dalam pengungkapannya. Menurut atTaftazani, tasawuf falsafi muncul dengan jelas dalam khazanah Islam sejak abad keenam hijriyah, meskipun tokohnya baru dikenal seabad kemudian. Tasawuf falsafi tidak bisa hanya dipandang sebagai filsafat karena ajaran dan metodenya didasarkan pada rasa (dzauq), tetapi tidak dapat pula dikategorikan sebagai tasawuf dalam
3

pengertian yang murni, karena ajarannya sering diungkapkan dalam bahasa filsafat dan lebih berorientasi pada panteisme. Dalam tasawuf falsafi, terdapat pemikiran-pemikiran mengenai bersatunya Tuhan dengan makhluknya, setidaknya terdapat beberapa term yang telah masyhur yaitu:
1)

Hulul, merupakan salah satu konsep di dalam tasawuf falsafi yang berimplikasi kepada bersemayamnya sifatsifat ke-Tuhanan ke dalam diri manusia. Paham hulul ini disusun oleh Al-Hallaj. Wahdah Al-wujud, dapat berarti penyatuan eksistensi atau penyatuan dzat. Sehingga yang ada atau segala yang wujud adalah Tuhan. Ittihad, kata ini berasal dari kata wahd atau wahdah yang berarti satu atau tunggal. Jadi ittihad artinya bersatunya manusia dengan Tuhan, berdasarkan keyakinan bahwa manusia adalah pancaran Nur Illahi. Tokoh pembawa faham ittihad adalah Abu Yazid Al-Busthami. Itulah kaum sufi falsafi, mereka meyakini bahwasannya

2)

3)

alam semesta hanyalah bayangan fatamorgana dan biasan dari zat Allah. Semua yang ada adalah wujud Allah & jelmaan Allah. Jika demikian faktanya, seyogyanya kita merenungi sebuah riwayat, ketika Rasulullah saw. memarahi Umar Ibn al-Khattab ra karena kedapatan membawa sobekan taurat, Rasulullah bersabda:
4

Apa yang kamu bawa ini, bukankah aku telah membawa (alQuran) yang jelas dan jernih? Kalau seandainya saudaraku Musa as. hidup pada zamanku, tentu beliau tidak akan susahsusah lagi, kecuali mengikutiku. (HR. Al-Amidi) Dalam hadits ini dapat dipahami, umat Muhammad saw wajib mengikuti tuntunan Rasulullah saw dan al-Quran. Artinya umat Islam dilarang mengambil sumber pemikiran dari peradaban lain jika perkara tersebut sudah terdapat dalam sumber hukum Islam. Karena itu, dari aspek sumber pemikiran, tasawuf falsafi seringkali dianggap melakukan kesalahan, karena mengambil sumber teori tasawuf
dengan dalil qur`an atau hadits. dari filsafat non-islam, meskipun para tokohnya pada akhirnya selalu mencoba menjustifikasi teori falsafinya

BAB III KESIMPULAN Tasawuf falsafi menurut At-Taftazani muncul dengan jelas dalam khazanah islam abad ke-6 hijriyah meskipun para tokohnya baru dikenal seabad kemudian. Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang ajaran-ajarannya yang menggunakan terminologi filosofis dalam pengungkapannya serta berasal dari bermacammacam ajaran filsafat yang telah mempengaruhi para tokohnya. Tasawuf falsafi adalah sebuah konsep ajaran tasawuf yang

mengenal tuhan (marifat) dengan pendekatan rasio (filsafat) hingga menuju ketingkatan tasawuf yang lebih tinggi, bukan hanya mengenal tuhan saja (marifatullah) melainkan yang lebih tinggi dari itu yaitu Wahdatul Wujud (kesatuan wujud). Bisa juga dikatakan tasawuf falsafi yakni tasawuf yang kaya dengan pemikiran-pemikiran filsafat.