Anda di halaman 1dari 4

Bab 2 Visi dan Misi Bisnis

Setiap organisasi memiliki tujuan dan alasan keberatan. Keunikan ini harus

tercermin dalam pernyataan visi dan misi dapat direpresentasikan dalam keunggulan kompetitif atau kekerangan perusahaan. Organisasi mencapai sensitifitas atas tujuan bila penyusunan strategis, manajemen, dan karyawan mengembangkan dan mengomunikasikan visi dan misi bisnis yang jelas. Visi dan misi yang jelas adalah tanggung jawab utama para penyusun strategis. Pernyataan visi seharusnya dapat menjawab pernyataan mendasar, apa yang ingin kita capai?. Visi yang jelas memberikan dasar untuk mengembangkan pernyataan nilai yang komprehensif. Sedangkan misi merupakan pernyataan jangka panjang tentang tujuan yang membedakan suatu organisasi dengan organisasi serupa, pernyataan misi adalah deklarasi tentang alasan keberadaan sebuah organsisai. Pernyataan misi yang jelas adalah penting dalam perumusan tujuan dan formulasi strategis yang efektif. Berikut ini merupakan alasan-alasan yang digunakan 1. Untuk memastikan tujuan dasar organisasi. 2. Untuk memberikan basis, atau standar untuk mengalokasikan sumber daya organisasi. 3. Untuk menciptakan kondisi atau iklim organisasi yang umum. 4. Untuk menjadi titik utama bagi individu dalam mengindentifikasikan tujuan dan arah organisasi, serta mencegah mereka yang tidak sejalam untuk partisipasi lebih jauh dalam aktivitas organisasi. 5. Untuk memfasilitasi penerjemahan tujuan menjadi struktur kerja yang melibatkan penugasan hingga elemen tanggung jawab dalam organisasi. 6. Untuk memberikan tujuan dasar organisasi dan kemudian untuk menerjemahkan tujuan dasar ini menjadi tujuan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga parameter waktu, biaya, dan kinerja dapat dievaluasi dan dikontrol. perusahaan untuk mengembangkan pernyataan misi menurut King dan Cleland, antara lain :

Pernyataan misi yang baik mengungkapkan pelanggan, produk atau jasa, pasar, teknologi, perhatian akan keberlangsungan, pertumbuhan dan profitabilitas, filosofi, konse diri, perhatian akan citra publik, dan perhatian akan karyawan. Sembilan komponen dasar ini menjadi kerangka kerja praktis dalam mengevaluasi dan menulis pernyataan misi. Sebagai tahap pertama dalam manajemen strategiss, pernyataan visi dan misi memberikan arah untuk semua aktivitas perencanaan. Pernyataan visi dan misi yang didesain dengan baik adalah penting untuk formulasi, implementasi, dan evaluasi strategis. Mengembangkan dan mengumunikasikan visi dan misi bisnisnya yang jelas adalah pekerjaan yang sering kali dilupakan dalam manajemen strategis. Tanpa pernyataan visi dan misi yang jelas tindakan jangka pendek perusahaan dapat membahayakan kepentingan jangka panjang. Pernyataan visi dan misi harus selalu dapat diubah, namun jika disiapkan dengan matang, mereka akan sangat jarang membutuhkan perubahan. Organisasi biasanya mengevaluasi pernyataan visi dan misi mereka setiap tahun. Pernyataan misi yang baik bertahan dalam jangka waktu yang lama adalah alat yang penting bagi penyusun strategis.

Bab 4 Penilaian Internal


Dalam hakikat audit internal, tujuan dan strategis perusahaan ditetapkan dengan maksud untuk memanfaatkan kekuatan internal dan mengatasi kelemahan. Kunci kekuatan internal pada perusahaan adalah kekuatan perusahaan itu sendiri yang tidak dapat dengan mudah disamakan atau ditiru oleh pesaing mereka. Ini biasa disebut dengan kompetensi yang unik (distinctive competencies). menciptakan kompetensi yang unik melibatkan pemanfaatan kompetensi yang unik pula. Pentingnya audit internal sebagai dari proses manajemen strategis dengan membandingkannya dengan audit eksternal. Proses menjalankan audit internal sangat beriringan dengan proses menjalankan audit eksternal. Proses menjalankan audit internal memberikan lebih banyak peluang untuk pihak yang berpartisipasi guna memahami bagaimana pekerjaan, departemen dan divisi mereka merupaka bagian dari perusahaan secara keseluruhan. Ini merupakan manfaat yang besar karena manajer dan karyawan bekerja dengan lebih baik ketika mereka mengerti bagaiman pekerjaan mereka mempengaruhi aktivitas dan area lain dalam perusahaan. Menjalankan audit internal membutuhkan pengumpulan, asimilasi, dan evaluasi infirmasi tentang operasi perusahaan. Faktor-faktor penentu keberhasilan terdiri atas kekuatan dan kelemahan. Manajemen strategis adalah proses yang sangat interaktif yang membutuhkan koordinasi efeketif antara manajer manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan (litbang), dan sistem informasi manajemen menunjukan operasi utama dari kebanyakan bisnis. Kunci untuk keberhasilan organisasi adalah koordinasi yang efektif dan pengertian antarmanajer dari seluruh area fungsional. Audit manajemen strategis dari operasi internal perusahaan adalah vital untuk kesehatan organisasi. Banyak perusahaan masih lebih suka dinilai dengan berdasarkan kinerja laba yang mereka hasilkan. Tetapi semakin banyak organisasi yang berhasil

menggunakan audit internal untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dibandingkan perusahaan pesaing. Pendekatan RBV (Resource Based View) atau pandangan berbasis sumber daya tentang keunggulan kompetitif menyatakan bahwa sumber daya internal adalah lebih penting untuk perusahaan dibandingkan faktor eksternal dalam mencapai dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Teori RBV menekankan bahwa sumber daya adalah apa yang sebenarnya membantu perusahaan mengeksploitasi peluang dan menetralisasi ancaman. Teori ini menekankan adalah berguna bagi perusahaan untuk menjalankan strategi yang saat ini belum diimplementasi oleh perusahaan pesaing manapun. Ketika perusahaan lain tidak mampu menduplikasi strategi tersebut, maka perusahaan utama memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, menurut pembuat teori RBV. Tetapi, agar suatu sumber daya bernilai, ia harus (1) langka, (2) sulit ditiru dan (3) tidak mudah digantikan. Sering kali disebut indikator empiris tiga karakteristik dari sumber daya ini memungkinkan perusahaan untuk mengimplementasikan strategi yang memperbaiki efisiensi dan efektivitasnya serta mengarahkan pada keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Semakin banyak sumber daya yang langka, tidak mudah ditiru, dan tidak mudah digantikan, semakin kuat keunggulan kompetitif perusahaan itu nantinya dan semakin lama ia akan bertahan. Metodologi yang sistematis untuk menjalankan evaluasi kekuatan-kelemahan tidak dikembangkan dalam literatur manajemen strategis, tetapi jelas bahwa pembuat strategis harus mengindentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan internal untuk memformulasi dan memilih strategis secara efektif.