Anda di halaman 1dari 10

Laporan Kimia Fisik KI-3141

PERCOBAAN G-4 ISOTERM ADSORPSI Nama : Kartika Trianita NIM : 10510007 Kelompok : 2 Tanggal Percobaan : 21 September 2012 Tanggal Laporan : 28 September 2012 Asisten : Harmaen (10508010) Nona (10509093)

Laboratorium Kimia Fisik Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung 2012

Isoterm Adsorpsi

I.

TUJUAN PERCOBAAN
Menentukan tetapan k dan n pada isoterm adsorpsi menurut Freundlich bagi proses adsorpsi asam asetat pada arang.

II.

TEORI DASAR
Adsorpsi adalah pengumpulan molekul-molekul suatu zat pada permukaan zat lain sebagai akibat daripada ketidakjenuhan gaya-gaya pada permukaan tersebut. Pada proses adsorpsi dalam larutan jumlah zat yang teradsorbsi bergantung pada beberapa faktor: 1. Jenis adsorben 2. Jenis adsorbat (zat yang teradsorbsi) 3. Luas permukaan adsorben 4. Konsentrasi zat terlarut 5. Temperatur. Untuk suatu sistem adsorpsi tertentu, hubungan antara banyaknya zat yang teradsorpsi per satuan luas atau per satuan berat adsorben dengan konsentrasi zat terlarut pada temperatur tertentu disebut isoterm adsorpsi. Oleh Freundlich dinyatakan sebagai: = k. dengan x = jumlah zat teradsorpsi (gram) m = jumlah adsorben (gram) C = konsentrasi zat terlarut dalam larutan setelah tercapai kesetimbangan adsorpsi k dan n = tetapan

Persamaan di atas dapat diubah menjadi = log k + n log C

III.

CARA KERJA

1. Arang diaktifkan dengan dipanaskan dalam cawan porselin. 2. Dalam enam labu erlenmeyer bertutup dimasukkan masing-masing larutan asam asetat dengan konsentrasi 0,5024 M; 0,2528 Ml 0,1267 M; 0,0635 M; 0,0315 M; dan 0,0157 M. 3. Dalam enam labu erlenmeyer bertutup lainnya dimasukkan masing-masing larutan HCl dengan konsentrasi 0,0160 M; 0,0320 M; 0,0620 M; 0,1241 M; 0,2465 M; dan 0,4922 M. 4. Dalam ke-12 labu erlenmeyer ini dimasukkan masing-masing 1 gram bubuk arang yang telah dipanaskan. 5. Larutan dikocok selama 1 menit dengan selang 10 menit selama setengah jam. 6. Setiap larutan disaring dengan kertas saring kering. 7. Filtrat dititrasi dengan larutan NaOH 0,1049 M. Pada 2 larutan konsentrasi paling tinggi diambil 10 ml, larutan berikutnya diambil 25 ml, dan 3 larutan konsentrasi paling rendah diambil masing-masing 50 ml.

IV.

DATA PENGAMATAN

[NaOH] = 0,1049 M T = 26oC a. Asam Asetat


m arang (gram) 1 1 1 1 C asam (M) 0,0157 0,0315 0,0635 0,1267 V NaOH (ml) V1 4,6 11,5 28,8 27 V2 26,9 V (ml) 4,6 11,5 28,8 26,95 V asam titrasi (ml) 50 50 50 25

1 1

0,2528 0,5024

22,5 43

22,7 42,5

22,6 42,75

10 10

b. HCl
m arang (gram) 1 1 1 1 1 1 C asam (M) 0,0160 0,0320 0,0620 0,1241 0,2465 0,4922 V NaOH (ml) V1 7,6 14,3 28,8 29,2 23,5 45,4 V2 29,5 25 47,5 (ml) 7,6 14,3 28,8 29,35 24,25 46,45 V asam titrasi (ml) 50 50 50 25 10 10

V.

PENGOLAHAN DATA
Data 1 (Asam Asetat) [ ][ ]

m arang (gram) 1 1 1 1

C awal (M) 0,0157 0,0315 0,0635 0,1267

V asam (ml) 50 50 50 25

V NaOH (ml) 4,6 11,5 28,8 26,95

C akhir (M) 0,0097 0,0241 0,0604 0,1131

C adsorpsi (M) 0,0097 0,0241 0,0604 0,1131

x (gram) 0,0580 0,1449 0,3628 0,6791

x/m 0,0580 0,1449 0,3628 0,6791

log x/m -1,2369 -0,8390 -0,4403 -0,1681

log Cads -2,0154 -1,6175 -1,2188 -0,9466

1 1

0,2528 0,5024

10 10

22,6 42,75

0,2371 0,4484

0,2371 0,4484

1,4236 2,6929

1,4236 2,6929

0,1534 0,4302

-0,6251 -0,3483

Grafik log x/m terhadap lg Cads

asam asetat
-3.0000 -2.5000 -2.0000 -1.5000 -1.0000 0.0000 -0.5000 0.0000 -0.2000 -0.4000 -0.6000 -0.8000 -1.0000 -1.2000 -1.4000 -1.6000 -1.8000 -2.0000

y = x + 0.7785 R = 1

log x/m

log C.ads

y = x + 0,778 log = log k + n log Cads log k = 0,778 k = 5,9979 n=1 Data 2 (HCl) [ ][ ]

m arang (gram)

C awal (M)

V asam (ml)

V NaOH (ml)

C akhir (M)

C adsorpsi (M)

x (gram)

x/m

log x/m

log Cads

1 1 1 1 1 1

0,016 0,032 0,062 0,1241 0,2465 0,4922

50 50 50 25 10 10

7,6 14,3 28,8 29,35 24,25 46,45

0,0159 0,0300 0,0604 0,1232 0,2544 0,4873

0,0001 0,0020 0,0016 0,0009 -0,0079 0,0049

0,0002 0,0073 0,0058 0,0035 -0,0288 0,0180

0,0002 0,0073 0,0058 0,0035 -0,0288 0,0180

-3,6958 -2,1370 -2,2397 -2,4612 #NUM! -1,7440

-4,2581 -2,6993 -2,8020 -3,0235 #NUM! -2,3063

Grafik log x/m terhadap lg Cads

HCl
0.5000 -5.0000 log x/m -4.0000 -3.0000 -2.0000 0.0000 -1.0000 -0.5000 0.0000 -1.0000 -1.5000 -2.0000 y = 0.8554x + 0.105 R = 0.9918 -2.5000 -3.0000 -3.5000 log C.ads -4.0000

y = mx + c y = 0,855x + 0,105 log = log k + n log Cads k = 1,2735 n = 0,885

VI.

PEMBAHASAN
Adsorpsi berbeda dengan adsorpsi. Absorpsi memperhitungkan volume, tidak memperhitungkan permukaan, sedangkan adsorpsi memperhitungkan permukaan. Pada percobaan ini pengaktivan arang dilakukan dengan memanaskan arang dalam cawan porselin. Indonesia merupakan negara yang lembab. Dimungkinkan masih ada kandungan air pada arang sehingga dilakukan pemanasan untuk menguapkan air. Dengan begitu dapat diperoleh arang murni yang permukaannya pun bersih sehingga adsorbat dapat mudah untuk terserap pada permukaan arang sehingga arang pun menjadi aktif. Keaktifan arang membuat arang mengalami perubahan sifat fisik dan kimia. Pada percobaan ini arang berperan sebagai adsorben (penyerap). Sedangkan yang berperan sebagai adsorbat atau yang terserap adalah asam, dalam percobaan ini digunakan asam asetat dan HCl. Pada percobaan ini digunakan arang berbentuk serbuk agar luas permukaannya lebih besar sehingga dapat memaksimalkan luas permukaannya. Artinya daya serapnya pun bisa menjadi lebih tinggi. Pada data pengamatan diperoleh bahwa konsentrasi asam sebelum proses adsorbsi dilakukan lebih besar daripada setelah proses adsorbsi dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa selama proses adsorpsi berlangsung terjadi peristiwa adsorben menyerap adsorbat. Pada larutan HCl 0,2465 M diperoleh C adsorpsi yang negatif. Ini dikarenakan koensentrasi asam lebih besar setelah diadsorpsi. Hal ini bisa terjadi karena ada faktor-faktor yang mempengaruhi hasil adsorpsi. Faktor-faktor tersebut dantaranya adalah penentuan titik akhir titrasi yang tidak tepat. Pada percobaan ini titrasi dilakukan oleh beberapa orang yang berbeda. Hal ini bisa mngakibatkan perbedaan dalam menentukan titik akhir titrasi pula. Selain itu, dimungkinkan terjadi perbedaan dalam perlakukan pada sampel, misalnya ketika campuran dikocok.

VII. KESIMPULAN
Asam asetat k = 5,9979 n=1 HCl k = 1,2735 n = 0,885

VIII. DAFTAR PUSTAKA


Steinbach,King. Eksperiments in Physical Chemistry. P 213-216. W. J. 1970. Laboratory Manual of Physical Chemistry P 200-202. http://mazwahyou.page.tl/KIMIA-ADSORPSI.htm (26 September 2012, pk 4.15)

IX.

LAMPIRAN

Pertanyaan 1. Apakah proses adsorpsi ini merupakan adsorbsi fisik atau khemisorpsi? 2. Apakah perbedaan kedua jenis adsorpsi ini? Berikan beberapa contohdari kedua jenis adsorpsi ini. 3. Apakah perbedaannya yang terjadi pada pengaktifan arang dengan cara pemanasan? 4. Bagaimana isoterm adsorpsi Freundlich untuk adsorpsi gas pada permukaan zat padat? Apa pembatasnya? 5. Mengapa isoterm adsorpsi Freundlich untuk adsorpsi gas pada permukaan zat padat kurang memuaskan dibandingkan dengan isoterm adsorpsi Langmuir?

Jawaban Pertanyaan 1. Proses adsorpsi ini merupakan adsorpsi fisik dikarenakan ikatan yang terlibat dalam adsorpsi ini yaitu ikatan yang lemah yang merupakan ikatan van der waals dan menggunakan panas reaksi yang rendah. 2. Adsorpsi fisika terjadi karena adanya gaya-gaya fisika. Pada jenis adsorpsi fisika ini, terjadi beberapa lapisan gas. Besarnya energi adsorpsi fisika 10 kj/mol. Molekulmolekul yang diadsorpsi secara fisika tidak terikat kuat pada permukaan, dan biasanya terjadi proses balik yang cepat (reversibel), sehingga mudah untuk diganti

dengan molekul yang lain. Adsorpsi fisika didasarkan pada gaya Van Der Waals, dan dapat terjadi pada permukaan yang polar dan non polar. Adsorpsi kimia terjadi karena adanya gaya-gaya kimia dan diikuti oleh reaksi kimia. Besarnya energi adsorpsi kimia 100 kj/mol. Adsorpsi jenis ini menyebabkan terbentuknya ikatan secara kimia sehingga diikuti dengan reaksi kimia, maka adsorpsi jenis ini akan menghasilkan produksi reaksi berupa senyawa yang baru. Ikatan kimia yang terjadi pada kemisorpsi sangat kuat mengikat molekul gas atau cairan dengan permukaan padatan sehingga sangat sulit untuk dilepaskan kembali (irreversibel). 3. Pengaktifan arang dengan metoda pemanasan merupakan metoda aktifasi fisika yang merupakan terjadinya proses pemutusan rantai karbon dari senyawa organik dengan bantuan panas, uap dan karbon dioksida. 4. Isotherm Freundlich untuk adsorpsi gas pada permukaan zat padat kurang baik atau memuaskan. Hal ini terjadi karaena pada adsorpsi Freundlich situs-situs aktif pada permukaan adsorben bersifat heterogen. Gas merupakan campuran yang homogen sehingga kurang cocok jika digunakan dalam isoterm Freundlich. Batasannya : adsorpsi Freundlich dapat digunakan untuk campuran yang heterogen. 5. Karena pada adsorpsi Freundlich situs-situs aktif pada permukaan adsorben bersifat heterogen, sedangkan adsorpsi pada Langmuir bersifat homogen. Ketika mengadsorpsi gas yang wujudnya campuran yang homogen, maka adsorpsi Freundlich kurang cocok.