Anda di halaman 1dari 26

TUGAS AKHIR INDIVIDU

Industry and Competitive Analysis Analisa Game Theory Pada PT. Indosat, tbk untuk paket Blackberry Gaul Bulanan

M. Edhie Purnawan, Ph.D

Dosen:

Aldi Purwandi
30E1103 11/325723/PEK/16200

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA JAKARTA 2012

Ringkasan Kasus Dunia Telekomunikasi di Indonesia berkembang sangat pesat. Teknologi yang semakin canggih, membuat para pemain di industri ini terus berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Cara yang ditempuh pun bermacam-macam, mulai dari harga yang murah hingga menambahkan fitur-fitur yang melimpah untuk suatu produknya. Berikut adalah beberapa perusahaan yang bergerak di industri telekomunikasi di Indonesia : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dengan produknya yaitu Prabayar (simPATI dan kartuAs) Pascabayar (kartuHALO) serta Telkomsel Flash. PT. Indosat (Indosat) dengan produknya yaitu Prabayar (Mentari dan IM3) dan Pascabayar (Matrix). PT. XL Axiata (XL) dengan produknya yaitu kartuXL PT. Hutchision dengan produknya yaitu Three (3) PT. Natrindo Telepon Seluler dengan produknya yaitu Axis PT. Telkom dengan produknya yaitu Telkom Flexi PT. Bakrie Telecom dengan produknya yaitu Esia PT. Smart Telcom dengan produknya yaitu SmartFren

Saat ini makna berkelanjutan dalam dunia bisnis telekomunikasi adalah melibatkan 3 aspek kinerja, yaitu kinerja finansial, sosial, dan lingkungan, atau apa yang disebut oleh triple bottom line. Dimana Indosat sejak awal telah berkomitmen untuk mencapai kinerja terbaik di semua aspek, dengan terus bertumbuh selaras dengan harapan dan tuntutan dari para pelanggan, pegawai masyarakat dan lingkungan hidup. Melalui kinerja di semua aspek itulah yang akan menjamin pertumbuhan berkelanjutan dari Indosat. Dalam paper ini, akan menganalisa strategi penetapan PT. Indosat untuk pake Blackberry Gaul Bulanan dengan menggunakan Game Theory, dan akan menghasilkan Nash Equilibrium. Untuk mengkomparasi, akan digunakan PT. XL Axiata karena sebagai kompetitor yang paling dekat ( Apple to Apple). Blackberry di Indonesia berkembang sangat pesat dan masih menguasai pasar, untuk itu paket data Blackberry masih sangat menjanjikan di Indonesia dan marketshare masih dapat terus bertumbuh.

BAB I PENDAHULUAN

Industry and Company Dukungan dari dunia telekomunikasi sangatlah besar terhadap perkembangan teknologi saat ini. Hal tersebut dikarenakan teknologi sangat berkaitan erat dengan dunia telekomunikasi. Salah satu contohnya adalah pentingnya faktor telekomunikasi dalam sebuah perangkat teknologi atau perangkat elektronik. Berkembangnya dunia telekomunikasi di dunia juga turut memberikan andil yang cukup besar bagi perkembangan dunia telekomunikasi di Indonesia. Sejarah perkembangan dunia telekomunikasi di Indonesia dimulai pada tahun 1984. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang pertama mengadopsi teknologi seluler versi komersial. Di Indonesia layanan jasa telekomunikasi telah dilakukan oleh perusahaan milik negara mulai tahun 1961. Seperti halnya negara berkembang lainnya, pengembangan dan modernisasi atas infrastruktur telekomunikasi menjadi faktor penting dalam pembangunan ekonomi secara umum di Indonesia. Disamping itu jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan telah menimbulkan permintaan yang tinggi akan layanan telekomunikasi. Kenyataan ini mendorong pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informatika untuk berperan aktif dalam menciptakan pertumbuhan bisnis telekomunikasi yang

berkesinambungan dengan menerapkan seperangkat kebijakan, kewenangan dan fungsi pengawasan sebagaimana tertuang dalam perundang undangan dan peraturan di bidang telekomunikasi.

Paper

ini

bertujuan

untuk

memberikan

paparan

mengenai

perkembangan

dunia

telekomunikasi di Indonesia dan pengaruhnya terhadap beberapa bidang diantaranya adalah seperti ekonomi, politik, sosial budaya, dan lainnya.

Indonesia Telecomunication Industry Landscape

Gambar 1: Landscape

Dengan begitu banyaknya populasi rakyat Indonesia, makin berkembang pula dunia telekomunikasi di Indonesia. Mengingat seiring dengan berkembangnya teknologi yang semakin cepat dan membuat segalanya menjadi semakin mudah. Kebutuhan akan komunikasi untuk saat ini dinilai sudah menjadi kebutuhan Primer atau kebutuhan utama, maka industri telekomunikasi ini sangat menarik untuk diperbincangkan.

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

Sejarah dan Profil Perusahaan Indosat PT Indosat Tbk. (dahulu bernama PT I ndonesian Satellite Corporation Tbk) didirikan sebagai perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) di bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi internasional di Indonesia pada tahun 1967 dan mulai beroperasi sejak tahun 1969. Pada tahun 1980, Pemerintah Indonesia mengambil alih seluruh saham Indosat, sehingga sejak itu Indosat beroperasi sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bersifat monopoli untuk penyelenggaraan jasa telekomunikasi Internasional. Pada tahun 1994, Indosat melakukan penjualan saham perdana (IPO) dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta, Bursa Efek Surabaya, dan Bursa Efek New York (New York Stock Exchange NYSE), menjadikan Indosat sebagai BUMN pertama yang sahamnya tercatat di pasar modal Indonesia dan Amerika Serikat atau dikenal dengan istilah Dual Listing. Memasuki abad ke-21 dan sesuai denga n trend di dunia, Pemerintah Indonesia melakukan deregulasi industri telekomunikasi nasional dengan membuka peluang terhadap persaingan pasar yang lebih bebas.

Berdasarkan UU No.3 Tahun 1989 mengenai Telekomunikasi, secara bertahap hak eksklusivitas (monopoli) penyelenggaraan telekomunikasi internasional tersebut dih ilangkan.

Indosat segera menangkap peluang ini dengan mengembangkan bisnis selular, diawali pada melalui pendirian perusahaan operator selular yaitu PT Indosat Mu lti Media Mobile (IM3) pada tahun 2001, dan diikuti dengan akuisisi penuh PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) di tahun 2002, menjadikan Indosat Group sebagai penyelenggara selular terbesar kedua di Indonesia. Pada akhir tahun 2002, Pemerintah Indonesia melakukan divestasi saham Indosat yang dimilikinya sebesar 41,94% kepada Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd. melalui perusahaan holding Indonesia Communications Limited (ICL). Dengan demikian, status Indosat kembali menjadi perusahaan. Pada tanggal 20 November 2003, sebagai langkah penting untuk menjadi penyedia jaringan dan jasa telekomunikasi terpa du berfokus seluler, Indosat melakukan konsolidasi semua bisnis selulernya, ya itu dengan penggabungan PT. Satelindo, PT. IM3, dan Bimagraha ke dalam PT Indosat Tbk. Perusahaan menjadi Full Network Service Provider (FNSP). Untuk menyelaraskan kepentingan karyawan dengan pemegang saham, Indosat meluncurkan program kepemilikan saham atau ESOP (Employee Stock Option Program) dalam 2 tahap sepanjang tahun 2004 dan 2005 yang diambil dari saham portepel sebanyak 5%. Program ESOP ini terbuka bagi seluruh Komisaris, Direksi, dan karyawan tetap Indosat serta anak-anak perusahaannya. Komposisi saham per 31 Desember 2006 (setelah periode penebusan ESOP tutup) menjadi 14,29% milik Pemerintah Indonesia, 40,81% milik STT, 3 orang Direktur memiliki masing-masing 0,01%, dan lainnya (kepemilikan dibawah 5%) sebesar 44,89%. Pada tanggal 1 Maret 2007 STT menjual kepemilikan saham Indosat sebesar 25% di Asia Holdings Pte. Ltd. ke Qatar Telecom. Setelah itu pada 31 Desember 2008, saham Indosat dimiliki oleh Qatar telecom Q.S.C. (Qtel) secara tidak langsung melalui Indonesia Communication Limited

(ICLM) dan Indonesia Communications Pte Ltd (ICLS) sebesar 40,81%, sementara Pemerintah Republik Indonesia dan Publik memiliki masing-masing 14,29% dan 44,90%. Pada tahun 2009 Qtel memiliki 65% saham Indosat melalui tender offer (memiliki tambahan 24,19% saham seri B dari publik).

Visi dan Misi Indosat Secara Umum Visi Indosat adalah menjadi penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi terpadu berfokus selular/ nirkabel yang terkemuka di Indonesia. Untuk mencapai visi tersebut, maka misi Indosat adalah sebagai berikut: Menyediakan dan mengembangkan produk, layanan, dan solusi inovatif dan berkualitas untuk memberikan manfaat. Meningkatkan shareholders value secara terus menerus. Mewujudkan kualitas kehidupan stakeholders yang lebih baik.

Pembahasan Visi dan Misi Indosat Lebih Detail Visi Saat Indosat akan go public ke bursa saham dunia pada tahun 1994, dilakukan redefinisi visi perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan trend global dalam sektor telekomunikasi dan memperhitungkan strategi dari perusahaan telekomunikasi kelas dunia. Indosat mendefinisikan

tujuan yang hendak diraih yang tertuang dalam visi perusahaan yang lebih detail yaitu sebagai berikut: Mempertahankan kepemimpinan pasar dalam jasa telekomunikasi internasional di Indonesia Dengan masuknya pemain baru seiring berakhirnya monopoli sebagai penyedia jasa telekomunikasi internasional, Indosat harus berjuang untuk memimpin pasar dengan : mempertahankan pangsa pasar dominan, dan menyediakan jasa yang terbaik, baik dalam kualitas dan jangkauan produk dan jasa. Memperkuat posisinya sebagai perusahaan telekomunikasi berkelas dunia

Adanya kecendrungan di sektor telekomunikasi menuju swastanisasi perusahaan negara dan dibukanya pasar dunia, yang mengakibatkan masuknya pemain asing dalam industri domestik, menuntut Indosat untuk dapat bersaing dengan perusahaan multinasional. Dengan strategi untuk memasuki pasar global diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui ekspansi bisnis , dan meningkatkan citra perusahaan yang memperkuat posisinya di Indonesia. Menjadi pemain global dalam industri telekomunikasi dunia dalam rangka mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dan menjadi pemain global, Indosat menaikkan standard sesuai dengan standard yang digunakan oleh perusahaan telekomunikasi multinasional, sebagai operator telekomunikasi global. Indosat berharap bisa mendunia atau memasuki pasar global. Tentunya akan sungguh-sungguh berusaha untuk menjadi yang terbaik di masa depan. Tidak hanya dalam bidang telekomunikasi, tetapi dalam bidang penyedia informasi dengan seluruh divisi yang dipunyai. Indosat tidak puas hanya menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua setelah telkomsel. Dengan pertumbuhan pelanggan dan dukungan pelanggan bersama para investor, Indosat berusaha untuk menjadi yang terbaik di bidang penyediaan informasi dan telekominikasi.

Misi Setelah Pemerintah Indonesia mengambil alih kepemilikan seratus persen saham PT. Indosat dari the American Cable and Television Corporation (ITT/ACR) pada tanggal 31 Desember 1980, kemudian dirumuskanlah misi baru Indosat pada tahun 1981, yang didasarkan pada suatu pandangan untuk mentransformasikan Indosat menjadi Badan Usaha

Milik Negara yang bersih dan sukses. Indosat mendefinisikan misi perusahaan tersebut sebagai berikut: Menyediakan jasa terbaik pada konsumen Memberikan hasil terbaik kepada pemegang saham Mempertahankan dan meningkatkan citra terbaik perusahaan

Apabila dijabarkan dengan lebih komprehensif, maka penjabaran misi Indosat adalah sebagai berikut: Menyediakan dan mengembangkan produk, layanan dan solusi inovatif dan berkualitas untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pelanggan. Meningkatkan shareholder value secara terus menerus. Mewujudkan kualitas kehidupan stakeholder yang lebih baik. Menyediakan dan mengembangkan produk, layanan dan solusi inovatif dan berkualitas untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pelanggan dengan teknologi terbaik

Meningkatkan shareholder value secara terus menerus. Mewujudkan kualitas kehidupan stakeholder yang lebih baik. Mengedepankan kualitas dan layanan karyawan dalam segala lini Memberikan pelayanan dengan semangat dan jiwa muda.

Dengan misi ini, Indosat ingin menekankan pentingnya memberikan yang terbaik bagi para pelanggan dengan inovasi dan diversifikasi produk yang ditawarkan untuk tetap menjaga kontinuitas sejalan dengan kesetiaan pelanggan yang telah maupun akan bergabung dengan indosat.

Misi Indosat tetap akan menyasar segmen usia muda, dengan tentunya memberikan pelayanan dengan semangat dan jiwa muda. tidak lupa akan memberikan suatu brand image bahwa indosat tidak hanya memberikan jasa telekomunikasi tetapi jua sebagai penyedia layanan informasi.

Filosofi Perusahaan Perkembangan jasa telekomunikasi internasional di Indonesia yang cepat, seiring pertumbuhan permintaan pada jasa dan jangkauan jasa telekomunikasi, menuntut dipenuhinya kepuasan pelanggan sebagai kunci sukses dalam era kompetisi. Untuk memenuhi hal tersebut, Indosat menerapkan suatu filosofi yang dikenal dengan Kami Lebih Peduli atau lebih populer dengan We Care More.

BAB III PEMBAHASAN

Perubahan lingkungan yang cepat dalam telekomunikasi telah menjadi critical factor bagi Indosat. Peningkatan kompetisi, perubahan teknologi, dan aliansi strategi global , di antara kesemuanya, sedang membentuk pasar telekomunikasi yang akan datang. Dalam menanggapi tantangan-tantangan baru tersebut Indosat telah membangun cetak biru pertumbuhan, dikenal sebagai Grand Strategy Indosat 2000: Jasa Telekomunikasi Internasional Dasar akan tetap menjadi core business Indosat Peranan regional dan internasional yang telah meningkat sejak 1994

Jasa selular dan sistem satelit bergerak saat ini sedang diperluas melalui perusahaan selular lokal dan konsorsium internasional

Jasa bernilai-tambah yang meliputi telekomunikasi pada saat ini, integrasi sistem dan informasi multimedia dan hiburan yang melengkapi dan menambah nilai dari jasa core Indosat

Growth Strategy Indosat berusaha mempertahankan keberadaannya sebagai pemimpin pasar untuk jasa telekomunikasi internasional di Indonesia, memposisikan dirinya sebagai perusahaan telekomunikasi berkelas-dunia, dan menjadi pemain global dalam industri telekomunikasi dunia. Hal ini dicapai dengan Membangun jasa telekomunikasi internasional melingkupi central core business Lalu-lintas telekomunikasi internasional Indosat di transmisikan melalui satelit internasional, sistem kabel bawah laut, dan sambungan gelombang mikro, yang kesemuanya menggunakan teknologi digital mutakhir termasuk protokol multimedia canggih. Indosat mengoperasikan empat gerbang internasional di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Batam dimana lalu-lintas melewati dari Indonesia ke seluruh dunia, dan sebaliknya. Setelah membangun akses ke satelit yang cukup melalui sembilan stasiun bumi di empat lokasi gerbang melintang Indonesia, Indosat pada saat ini memperluas aksesnya ke kabel serat optik digital bawah laut dengan bergabung ke konsorsium kabel regional dan dunia. Ini semua adalah bagian dari program perluasan yang didesain untuk meningkatkan kapasitas, memperbaiki kualitas, dan menyediakan jasa baru untuk memenuhi perubahan permintaan konsumen. Partisipasi dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi domestik

Indosat memandang investasinya pada infrastruktur telekomunikasi domestik selain sebagai alat untuk memperluas pasar jasa telekomunikasi internasional, juga sebagai sumber pendapatan baru

untuk perusahaan. Dua ventura utama Indosat pada lapangan ini adalah PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia sebagai pemegang lisensi operator telekomunikasi di daerah Jawa Tengah, PT Pramindo Ikat Nisantara di Sumatra, dan PT Telekomunikasi Selular Indonesia (Telkomsel), perusahaan join-ventura jasa GSM selular bergerak. Meningkatkan peranannya dalam telekomunikasi regional dan internasional

Indosat memulai proyek internasional, melibatkan join-ventura dengan mendasarkan sebagaimana membangun carriers telekomunikasi internasional. Tujuan utamanya adalah meningkatkan lalu-lintas internasional melalui gerbang perusahaan, memperoleh pendapatan langsung dari proyek dan mendapatkan tambahan keahlian dari pembukaan internasional. Mengambil diversifikasi terbatas pada bisnis komplementer, Indosat juga mencoba untuk mendiversifikasi pada daerah di mana keahlian perusahaan dalam telekomunikasi dapat dipergunakan untuk mengoptimumkan efek seperti pada jasa yang bernilai tambah yang dapat melengkapi bisnis core perusahaan. Jasa jasa ini tersedia melalui anak perusahaan dan pada saat ini meliputi beberapa jasa pertukaran data elektronik seperti E-Banking, multimedia , dan internet. Setelah menganalisis data-data dan informasi yang telah dijelaskan diatas, maka bisa ditarik beberapa kesimpulan mengenai manajemen strategi Indosat, yaitu: 1. Strategi yang tepat diperlukan dalam menghadapi persaingan yang sangat ketat dalam industri telekomunikasi, yang tingkat persaingannya tidak lagi domestik, tetapi bersifat internasional. 2. Indosat mempunyai kinerja yang cukup baik dalam menghasilkan keuntungan, namun mempunyai posisi yang rentan menyangkut likuiditasnya. 3. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia mempunyai dampak yang cukup dirasakan oleh Indosat, walaupun tidak mempengaruhi kenaikan pendapatan namun mengalami penurunan.

4. Indosat cukup tepat dalam memilih strategi bisnis menghadapi krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada saat ini, yang sesuai dengan strategi jangka panjang Indosat seperti yang tertuang dalam Grand Strategy dan Growth Strategy untuk mewujudkan Indosat sebagai perusahaan yang merupakan penyedia jasa penuh dan pemimpin bisnis multimedia. Jumlah Pemain Bidang Telekomunikasi Selular Seperti telah diutarakan di bagian I, terdapat kurang lebih 16 perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi. Dari 16 perusahaan tersebut, perusahaan yang bemain di bidang telekomunikasi selular diantaranya : 9. PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dengan produknya yaitu Prabayar (simPATI dan kartuAs) Pascabayar (kartuHALO) serta Telkomsel Flash. 10. PT. Indosat (Indosat) dengan produknya yaitu Prabayar (Mentari dan IM3) dan Pascabayar (Matrix). 11. PT. XL Axiata (XL) dengan produknya yaitu kartuXL 12. PT. Hutchision dengan produknya yaitu Three (3) 13. PT. Natrindo Telepon Seluler dengan produknya yaitu Axis 14. PT. Telkom dengan produknya yaitu Telkom Flexi 15. PT. Bakrie Telecom dengan produknya yaitu Esia 16. PT. Smart Telcom dengan produknya yaitu SmartFren

Tabel berikut memuat rangkuman informasi sampai dengan 31 Desember 2011 mengenai persaingan market share beberapa operator telekomunikasi di Indonesia.

*Persenta Gambar 2 : Jumlah pelanggan Operator Telekomunikasi Selular s/d akhir 2011

Tabel Operator Telepon Seluler GSM Berlisensi Tingkat Nasional di Indonesia Operator Telkomsel Tanggal peluncuran Bandwidth berlisensi (GSM 900 dab 1800) Bandwidth berlisensi (2,1 GHz) Cakupan Lisensi Cakupan Layanan Nasional Nasional Papua Papua Nasional Nasional frekuensi 3G 10 MHz 10 MHz 5 MHz frekuensi 2G 30 MHz 30 MHz 15 MHz Mei 1995 Indosat November 1994 XL Axiata Oktober 1996

Nasional kecuali Nasional kecuali

Jumlah

pelanggan

per 103,2 juta 42,6 juta 20% 38,8 juta 18%

akhir Des 2011 % Market share


Sumber : dihimpun dari berbagai sumber Gambar 3 : Tabel Jumlah pelanggan

48%

Saat ini makna berkelanjutan dalam dunia bisnis telekomunikasi adalah melibatkan 3 aspek kinerja, yaitu kinerja finansial, sosial, dan lingkungan, atau apa yang disebut oleh triple bottom line. Dimana Indosat sejak awal telah berkomitmen untuk mencapai kinerja terbaik di semua aspek, dengan terus bertumbuh selaras dengan harapan dan tuntutan dari para pelanggan, pegawai masyarakat dan lingkungan hidup. Melalui kinerja di semua aspek itulah yang akan menjamin pertumbuhan berkelanjutan dari Indosat.

Perilaku Pasar Kita ketahui bahwa struktur pasar biasanya akan mempengaruhi perilaku pelaku pasar. Ada beberapa indikator perilaku pasar yang sering digunakan selama ini, antara lain penetapan harga, jumlah produk yang dijual, investasi, iklan, reaksi terhadap inisiatif pesaing, penerapan teknologi baru dan inovasi. Semakin tingginya persaingan karena semakin banyaknya pelaku usaha, seperti dalam industri telekomunikasi, mengakibatkan meningkatnya kegiatan periklanan, penurunan harga, dan munculnya berbagai ragam layanan yang ditawarkan operator, sehingga pengguna menikmati rendahnya harga, kualitas layanan yang lebih baik, dan beragam pilihan jasa.

Gambar 4: Kurva Pasar Oligopoli

Tarif promosi yang ditawarkan luar biasa murahnya, demikian iklan yang gencar banyak dilakukan oleh operator. Perkembangan akhir-akhir ini bahkan menunjukkan bahwa persaingan dengan menawarkan pulsa ataupun SMS gratis dengan kondisi tertentu juga terjadi. Hal ini wajar pada tahap awal perkembangan pasar yang masih mencari keseimbangannya. Apalagi untuk industri telekomunikasi yang sarat teknologi dan sangat dinamis merupakan hal yang wajar bagi perusahaanperusahaan untuk menguji pasar, mengukur reaksi pesaing, dan mengubah tingkah laku mereka untuk menyesuaikan dengan strategi dan kondisi pesaing (Nathan & Atmitra 2007). Gambaran tersebut mengindikasikan bahwa industri telekomunikasi baik untuk jaringan tetap tanpa kabel dan seluler di Indonesia pada saat ini telah memasuki situasi perang tarif, sementara para operator baru berusaha memaksimalkan kapasitas jaringan yang dimilikinya. Oleh karena itu perang tarif nampaknya akan tetap terjadi sampai dengan kapasitas jaringan digunakan secara penuh (Nathan & Atmitra). Perkembangan akhir-akhir ini bahkan menunjukkan perang tarif yang semakin gencar sehingga banyak operator yang menawarkan berbagai keuntungan seperti roaming gratis, tarif telepon interlokal sama dengan tarif lokal, bonus pulsa, dan lain-lainnya. Adanya perang tarif antar operator tersebut menyebabkan tarif telepon seluler cenderung mengalami penurunan.

Kecenderungan turunnya tarif seluler sebagai akibat perang tarif antar operator mengindikasikan bahwa persaingan antar operator seluler semakin ketat.

BAB IV ANALISA GAME THEORY DAN KESIMPULAN

Definisi Teori permainan adalah pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan dan konflik antara berbagai kepentingan.Teori ini dikembangkan untuk menganalisa proses pengambilan keputusan dari situasi-situasi persaingan yang berbeda-beda dan melibatkan dua atau lebih kepentingan. Kepentingan-kepentingan yang bersaing dalam permainan disebut para pemain (players). Model-model teori permainan dapat diklasifikasikan dengan sejumlah cara, seperti jumlah pemain, keuntungan dankerugian dan jumlah strategi yang digunakan dalam permainan. Sebagai

contoh, bila jumlah pemain adalah dua, permainan disebut sebagai permainan dua-permain. Begitu juga, bila jumlah pemain adalah N permainan disebut N-pemain. Dalam studi formal tentang konflik dan kooperasi konsep teori permainan dapat diterapkan ketika setiap kegiatan dari objek pelaku adalah saling bergantung satu dengan yang lainnya. Objek pelaku ini dapat berupa individu, group, perusahaan, atau kombinasinya. Konsep teori permainan menyediakan sebuah bahasa untuk memformulasi, menstruktur, menganalisa dan mengerti skenario strategi. Ide dasar dari teori permainan adalah tingkah laku strategis dari pemain atau pengambil keputusan (player or decision maker). Setiap pemain dianggap mempunyai suatu seri rencana atau model tingkah laku darimana dia bisa memilih, kalau kita memiliki suatu himpunan strategi. Perlu diperhatikan disini bahwa teori permainan menekankan tidak hanya menekankan strategi atau gerakan-gerakan yang diambil bagi pengambil keputusan (pemain) yang tunggal, akan tetapi tindakan yang dilakukan dalam situasi dimana pemain lainnya sebagai lawannya juga berbuat sesuatu untuk melakukan gerakan-gerakan sesuai dengan strategi yang dipilihnya. Lebih lanjut tindakan seorang pemain akan mempengaruhi gerakan pemain lawannya secara langsung. Dengan perkataan lain, setiap pemain berada dalam lingkukan yang dinamis bukan statis. Kegunaan dari teori permainan adalah metodologi yang disediakannya untuk menstruktur dan menganalisa masalah pemilihan strategi. Untuk menggunakan teori permainan, maka langkah pertama adalah menentukan secara eksplisit pemain, strategi yang ada, dan juga menentukan preferensi serta reaksi dari setiap pemain. Tujuan dari teori permainan adalah menentukan suatu strategi yang memenuhi kriteria Nash equilibrium sehingga setiap pemain dalam suatu permainan tidak dapat mengambil keuntungan dengan cara mengubah strateginya secara sepihak.

Simulasi Game Theory PT. Indosat pada Paket Blackberry Gaul Bulanan Pada penulisan ini, yang akan dibahas adalah komparasi harga dan target jumlah pelanggan untuk layanan Blackberry paket GAUL bulanan antara PT. Indosat dengan PT. XL Axiata. XL Axiata digunakan sebagai pembanding karena XL adalah kompetitor terdekat dari Indosat. Dikutip dari situs ini (http://m.tribunnews.com/2012/10/23/indosat-targetkan-lebih-dari-10-ribu-pelangganbaru), Indosat menargetkan akan menambah lebih dari 10 ribu pelanggan untuk kuartal 3 2012, dimana pada kuartal 2 2012, pelanggan Indosat Blackberry sudah mencapai 2 juta pelanggan. Layanan BlackBerry Gaul mempunyai fitur-fitur seperti : Social networking (Facebook, Myspace dan aplikasi sejenis lainnnya), Chatting (Blackberry Messanger, Yahoo Messenger, Google Talk, MSN, ICQ dan aplikasi sejenis) Akses WAP.

Fitur browsing, email, google-map dan semua fitur turunan lain yang mempergunakan konektivitas network GPRS/EDGE/3G tidak bisa digunakan. Penggunaan feature WAP akan dikenakan charging data sesuai tarif yang berlaku. Berdasarkan website yang telah dituliskan diatas, maka akan diasumsikan bahwa dengan harga yang saat ini berlaku untuk paket Blackberry GAUL dari Indosat yaitu 45 ribu per bulan, Indosat akan mendapat sekitar 10 ribu pelanggan baru, dan XL Axiata juga diasumsikan akan mendapatkan jumlah pelanggan yang sama yaitu 10 ribu pada harga paket saat ini yaitu 40 ribu per bulan. Berikut adalah tabel harga untuk Blackberry pake Gaul bulanan per September 2012.

*Untuk Operator Axis, paket termasuk layanan email Gambar 5 : Tabel harga paket Blackberry Gaul Bulanan

Player 1 dalam simulasi game theory ini adalah PT. Indosat dan Player 2 adalah PT. XL Axiata. Angka pada tabel merupakan angka jumlah target pelanggan (dalam ribu) dari masingmasing harga yang ditetapkan untuk Paket Blackberry Gaul Bulanan.

Game Theory Analysis Untuk Target Jumlah Pelanggan Blackberry Gaul Bulanan Antara PT. Indosat dengan PT. XL Axiata

Player 2 : XL Axiata 50 rb 50 rb Player 1 : Indosat 45 rb 40 rb 7 , 10 10 , 7 15 , 5 45 rb 5 , 12 9,9 10 , 5 40 rb 4 , 15 5 , 10 7,7

*angka dalam ribu (.000)


Gambar 6 : Tabel target jumlah pelanggan

Nash Equlibrium

Player 2 : XL Axiata 50 rb Player 1 : Indosat 50 rb 45 rb 40 rb 7 , 10 10 , 7 15 , 5 45 rb 5 , 12 9,9 10 , 5 40 rb 4 , 15 5 , 10 7,7

*angka dalam ribu (.000)


Gambar 6 : Tabel target jumlah pelanggan dan posisi Nash Equilibrium

Gambar 8 : Diagram posisi equilibrium

Kesimpulan Apabila dilakukan analisa dengan menggunakan Game Theory, maka Nash Equilibrium akan berada pada harga 40 ribu untuk kedua perusahaan (7,7) dan diasumsikan kedua perusahaan akan mendapatkan jumlah pelanggan baru yang sama yaitu 7000. Dalam harga 45 ribu pada kedua perusahaan juga terlihat jumlah pelanggan yang sama yaitu 9000, namun titik nash equlibrium tidak terjadi di titik ini, karena nash equilibrium adalah Best Response of Best Response. Industri telekomunikasi di Indonesia adalah industri yang sangat rentan dengan kompetisi. Hal ini terjadi karena switching cost yang sangat rendah bagi para pengguna telepon selular. Pada paket Blackberry ini contohnya, range harga untuk pake Blackberry Gaul bulanan ini adalah antara

40 ribu sampai 60 ribu. Apabila ada harga yang diatas harga maksimal, maka kecil kemungkinan untuk menambah marketshare, karena Masyarakat akan memilih harga yang lebih rendah untuk mendapatkan pelayanan dan fitur yang sama. Penetapan harga jual merupakan salah satu poin penting di dalam manajemen harga. Pada prinsipnya, harga jual merupakan angka yang sudah menutupi biaya produksi secara utuh dan ditambahkan dengan laba atau keuntungan dalam jumlah yang wajar. Kemampuan untuk menentukan harga jual yang tepat akan sangat menentukan nasib penjualan produk di pasaran. Pada kenyataannya saat ini, harga yang ada di titik nash equlibrium berbeda. Seperti yang ada pada gambar 5 diatas, harga Indosat untuk paket gaul adalah 45 ribu per bulan dan XL adalah 50 ribu per bulan. Indosat dan XL akan memperoleh jumlah pelanggan yang sama yaitu +-7000 pelanggan apabila menetapkan harga Blackberry Gaul Bulanan di harga 40 ribu.

Indosat dapat menggunakan beberapa asumsi dibawah ini untuk meraih dan meningkatkan marketshare : Memberikan Paket gratis untuk 3 bulan kedepan apabila mengisi pulsa lebih dari 150 ribu rupiah setiap bulannya. Menjamin bahwa paket Blackberrynya tidak pernah error dan menjamin seluruh service yang diberikan selalu lancar Customer service yang selalu siap selama 24 jam Memberikan bonus pulsa atau bonus lainnya apabila keluhan yang dimiliki pelanggan tidak teratasi selama estimasi waktu yang ditentukan (misalnya maksimal 2 hari)

Industri telekomunikasi harus sangat memperhatikan customer relationship. Karena hal ini dapat membuat pelanggan menjadi loyal dan sangat percaya terhadap suatu provider tertentu. Pelanggan akan pindah operator apabila harga yang diberikan murah namun service yang diberikan sangat buruk dan pelanggan tidak dikelola dengan baik.