Anda di halaman 1dari 11

UGAS VALIDASI PROSES PROTOKOL VALIDASI PROSES SOLENA CREAM

Posted on | June 29, 2012 | No Comments

Disusun oleh : 1. 2. 3. 4. 5. Fuad Nasrullah Astry Adli P. Tiara Putri G. Novita Angerina (050710214) (050710278) (050710308) (050710316) Dewi Hayuningtyas S.(050710246)

VALIDASI PROSES SOLENA CREAM NAMA PRODUK ITEM No BENTUK SOLENA 20 G CREAM 0989 CREAM

Lembar Pengesahan protokol Protokol validasi proses terhadap produk solena cream telah dikaji dan disetujui untuk dilaksanakan : PRODUCTION QUALITY ASSURANCE PLANT DIRECTOR 1. LATAR BELAKANG Sidoarjo yang mengandung bahan TANGGAL TANGGAL TANGGAL

Solena cream merupakan produk dari PT. AshFarma ingelheim

aktif Na-diklofenak, dengan indikasi sebagai antiinflamasi yang digunakan secara topikal. Untuk memenuhi persyaratan dan regulasi yang telah ditetapkan oleh badan POM mengenai Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dalam setiap produk obat yang dihasilkan, maka perlu dilakukan validasi terhadap proses pembuatan solena cream. 2. TUJUAN Untuk membuktikan bahwa proses produksi solena cream secara konsisten dapat menghasilkan produk sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan dengan konsisten dan untuk dapat memberikan masukan yang diperlukan untuk perbaikan. 3. 4. Produk No. Kode Produk Bentuk Sediaan Ukuran Kemasan Ukuran Bets : Cream : 20 gram : 200 kg RUANG LINGKUP PRODUK : Solena Cream : A0989-48658143 Validasi ini terbatas pada pabrik dan mesin di PT. AshFarma ingelheim Sidoarjo, Sidoarjo.

1.

KOMPOSISI

Formula yang digunakan : Bahan Diklofenak Na Parafin liquidum Vaselin album Cera alba Cetyl alcohol Span 60 Cetomakrogol 100 Glyceriyl monostearat Nipagin Nipasol Propilen glikol BHT Tween 80 Aquades Fungsi Bahan aktif Fase minyak Fase minyak Fase minyak Fase minyak Emulgator Emulgator Emulgator Pengawet Pengawet Humektan Antioksidan Emulgator Fase air Formula % 1 15 25 10,7 5,3 0,1 0,1 10 0,05 Ad 100 % Berat (g) 0,2 3 5 2,14 1,06 0,02 0,02 2 0,01 Ad 20 g

7. DESKRIPSI PROSES Krim diisikan ke dalam tube alumunium 20 gram sesuai dengan tahap berikut : Tahap 1. 2. 3. 4. 5. 6. I. II. III. IV. V. VI. Persiapan fase air Persiapan fase minyak Pencampuran fase air dengan fase minyak Penambahan bahan aktif Emulsifikasi, pendinginan, dan homogenisasi Pengisian

Diagram alur proses Bahan Awal Air Murni Cetomakrogol Nipagin Parafin liquidum Vaselin album Glyseril monostearat Nipasol Persiapan fase minyak II Heat transfer Jacket Suhu (cross section) anchor Mixer Waktu Leleh Pemerian (kejernihan) Cemaran mikroba Tahap Pembuatan Persiapan fase air I Peralatan Parameter Kritis Titik Pengujian Cemaran mikroba

Tangki pencampuran Suhu

Fasa air Fasa minyak Bahan aktif

Pencampuran fase IV air dengan fase minyak kemudian bahan aktif dimasukan ke dalam system emulsi

Rotor/stator Mixer Cool (water in jacket)

Waktu Suhu Kecepatan pengadukan Kecepatan Homogenizer

Pemerian pH Keseragaman kadar Viskositas Cemaran mikroba Hasil Keseragaman berat Cemaran mikroba Viskositas Titik leleh Cemaran Keseragaman isi pH Hasil

Pendingin Circulating pencampuran

Krim diklofenak Na Tube alumunium 20 g

Pengisian

VI

Mesin pengisi krim

Suhu Kecepatan pengadukan Hopper Ukuran nozzle Tekanan udara

Suhu jaket hopper Pengisian

Gambar Alur Proses Pembuatan

Aduk ad terbasahi Aduk ad larut Lebur, aduk ad lebur dan aduk ad homogen

Fase minyak ditambahkan ke fase air sedikit-sedikit sambil diaduk

Diklofenak Na ditambahkan ke dalam emulsi Aduk ad homogen dan hangat

BHT Aquadest ad 100 %

8. KUALIFIKASI RUANGAN KUALIFIKASI RUANGAN PROSES PRODUKSI Kondisi Ruangan Selama Validasi Ruangan Penimbangan Pencampuran Pengemasan 50% 25 C
0

Relative Humidity

Suhu (Max 300 C)

Cemaran Bakteri di Udara (Max 100 cfu/m3)

Cemaran Partikel di Udara 0,5-5,0 m:10.000/

90 cfu/m

f3 >5,0 m:57/ f3

9. KUALIFIKASI PERALATAN KUALIFIKASI PERALATAN No 1 2 3 Nama Alat alat pencatat Timbangan meja dengan alat pencatat Tangki pengaduk (mixing tank) Kalibrasi penimbangan -Kalibrasi penimbangan -Suhu -Kecepatan Diperiksa oleh Tanggal Keterangan

Timbangan lantai dengan -Kalibrasi

pengadukan 4 5 6 7 8 Heat Transfer dan Anchor Mixer Rotor / Stator Pendingin Circulator Cool Water in Jacket pH meter Mesin pengisi krim -Suhu -Kecepatan pengadukan -Suhu -pH -Volume pengisian

10. RANCANGAN EVALUASI Evaluasi produk : IPC : EPC Supaya sistem pengawasan mutu dapat berfungsi dengan efektif, harus dibuatkan kebijaksanaan dan peaturan yang mendasar dan ini harus selalu ditaati. Pertama tujuan pemeriksaan semata-mata adalah demi mutu obat yang baik. Kedua, setiap pelaksanaan harus berpegang teguh pada standar atau spesifikasi dan harus berupaya meningkatkan standar atau spesifikasi yang telah ada (Lachman, 1994). Pemerian : Pemerian dilakukan terhadap bentuk, warna, bau, dan suhu lebur. Homogenitas Pengujian homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah pada saat proses pembuatan krim bahan aktif obat dengan bahan dasarnya dan bahan tambahan lainnya yang diperlukan tercampur secara homogen. Persyaratan homogen sehingga krim yang dihasilkan mudah digunakan dan terdistribusi merata saat pengunaan pada kulit. Alat yang digunakan untuk pengujian homogenitas adalah roller miller, colloid mill, homoginizer tipe katup. Dispersi yang seragam dari obat yang tak larut dalam basis maupun pengecilan ukuran agregat lemak dilakukan dengan melalui homoginizer atau mill pada temperatur 30-40o celcius. Krim yang harus tahan terhadap gaya gesek yang timbul akibat pemindahan produk maupun akibat aksi dari alat pengisi (Anief, 1995). Stabilitas Stabilitas dapat didefinisikan sebagai kemampuan suatu produk untuk bertahan dalam batas yang ditetapkan dan sepanjang periode penyimpanan dan penggunaan, sifat dan karakteristik sama dengan yang dimiliki pada produk yang dibuat (Dirjen POM, 1995). Tujuan pemeriksaan kestabilan obat adalah untuk menjamin bahwa setiap batch obat yang didistribusikan tetap memenuhi persyaratan yang ditetapkan meskipun sudah cukup lama dalam penyimpanan. Pemeriksaan kestabilan digunakan sebagai dasar penetuan batas kadaluarsa, cara-cara penyimpanan yang perlu dicantumkan dalam label (Lachman, 1994). pH Suhu pencampuran Viskositas Kecepatan pengadukan Waktu leleh fase minyak Lama pengadukan

Kestabilan formulasi dapat dideteksi dengan pengamatan pada perubahan penampilan fisik, warna, bau, asa, dan tekstur dari formulasi tersebut, sedangkan perubahan kimia yang terjadi hanya dapat dipastikan melalui analisis kimia(Ansel, 1989). pH Harga pH merupakan harga yang diberikan oleh alat potensiometrik (pH meter) yang sesuai, yang telah dibakukan sebagai mestinya, yang mampu mengukur pH sampai 0,02 unit pH menggunakan elektroda indikator yang peka terhadap aktifitas ion hidrogen, elektrode kaca, dan elektrode pembanding yang sesuai seperti elktrode kalomel atau elektrode perak. Pengukuran dilakukan pada suhu 25 2, kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi (Dirjen POM, 1995). Penetapan kadar zat aktif Penetapan kadar dapat dilakukan dengan cara kromatografi cair kinerja tinggi. Krim Na-diklofenak mengandung tidak kurang dari 90% dan tidak lebih dari 110% dari jumlah yang tertera pada etiket. Keseragaman sediaan Keseragaman sediaan dapat ditetapkan dengan menggunakan dua metode yaitu keseragaman bobot dan keseragaman kandungan. Persyaratan ini digunakan untuk sediaan yang mengandung suatu zat aktif dan sediaan yang mengandung dua atau lebih zat aktif. Krim Na-diklofenak mengandung 1% zat aktif. Karena zat aktif kurang dari 50% maka keseragaman sediaan ditentukan dengan keseragaman kandungan. Persyaratan keseragaman bobot untuk sediaan semisolid adalah memiliki % KV < 6%. Penandaan Penandaan berisi informasi yang lengkap dan obyektif yang dapat menjamin penggunaan obat secara tepat, rasional, dan aman. Penandaan adalah keterangan yang lengkap mengenai obat jadi, khasita, keamanan, serta cara penggunaannya, tanggal kadaluarsa bila ada, yang dicantumkan pada etiket, brosur dan kotak yang disediakan pada obat jadi. Seperti tanggal kadaluarsa merupakan waktu yang menunjukkan batas akhir obat masih memenuhi syarat baku dan dinyatakan dalam bulan dan tahun, yang harus dicantumkan pada etiket (Anief, 1999). Prosedur evaluasi Pemerian pemeriksaan dilakukan secara organoleptik yaitu terhadap bentuk, warna, dan bau. Homogenitas Prosedur: Sejumlah krim diletakkan diatas objek glass, ditekan dengan objek glass yang lain hingga rata,lalu diamatai omogenitas secara visual. PH Alat Merk Type : PH meter : Metrohm : 691 Swiss

-Ditimbang sejumlah tertentu massa krim diklofenak Na, Dimasukkan ke dalam gelas beker -ditambahkan 30 ml akuades sedikit demi sedikit, diaduk sampai larut.

Diukur PH-nya dengan pH meter yaitu dengan mencelupkan anoda dan katoda ke dalam larutan tersebut kemudian dilihat pada LCD display sampai tanda drift pada layar hilang dan catat hasilnya. STABILITAS Pemeriksaan dilakukan dengan pengamatan secara visual. KESERAGAMAN SEDIAAN Alat Merk Type : Digital analytical balance : Sartorius : AC 2118 : Dihubungkan steaker alat dengan stop kontak

Prosedur

-Dihidupkan alat dengan menekan tombol -Dibuka kaca penutup timbangan, didalamnya diletakkan piringan timbangan -Ditekan Tare untuk menolkan -Ditimbang 10 tube kosong , kemudian tube tersebut ditimbang satu persatu -Ditimbang 10 tube yang berisi krim Diklofenak Na, kemudian tube tersebut ditimbang satu persatu -Dihitung bobot rata-rata isi tube (berat netto).

SIMPANGAN BAKU RELATIF Simpangan baku relative dihitung dengan rumus : Va : 3,16: rata-rata netto x 100% Keterangan : a = jumlah (berat netto tiap tube -ratarata netto)2 n-1 n = jumlah tube

KADAR ZAT AKTIF Prosedur -Fase gerak -Pelarut : : Asetonitril-akuabides (600 ml : 1 ml) : methanol-asam asetat glacial (1000 ml : 1ml) :

Rancangan Evaluasi Awal pengisian krim No 1 2 3 4 5 6 7 Evaluasi mutu Pemerian Homogenitas Stabilitas krim pH

Syarat Krim lunak dan halus, berwarna putih dalam tube khusus 20 gram Homogen Tidak memisah 7,0 0,5 90,0 110, 0 % Rata-rata netto = 20 0,5 gram Maksimum 2 %

Hasil A B

Penetapan kadar zat aktif Keseragaman bobot Simpangan baku

LAMPIRAN 1 Tahap I Tahap Persiapan Fase Air Peralatan Tipe Kapasitas Bahan Awal . . : Tangki Pengaduk : TP 763 : 100 L : Air Murni, nipagin, cetomacrogol 1000.

Parameter Kritis: Titik Pengujian Validasi

1. Suhu maksimum 750 C 1. Cemaran mikroba, Kriteria penerimaan: Bakteri aerob ? 100 upk/ml Tidak ada Escheria coli Tidak ada Coliform Tidak ada Pseudomonas aeroginosa Tidak ada Salmonella Sp Tidak ada Staph. Aureus 2. Pemerian ( Kejernihan)

LAMPIRAN 2 Tahap II Tahap Persiapan Fase Minyak Peralatan Tipe Kapasitas Bahan Baku : Heat Transfer Jacket ( cross section), Anchor Mixer : HT 674 : 250 L : Parafin liquidum, vaselin album, gliseril monostearat, dan nipasol.

Parameter kritis:

1. Suhu maksimum 700 C . Titik Pengujian Validasi

1. Waktu leleh 2. Cemaran mikroba, kriteria penerimaan: bilangan kuman < 100 upk/g 3. Pemerian ( kejernihan)

LAMPIRAN 3 Tahap III Tahap Pembuatan Bahan Aktif Peralatan Tipe Kapasitas Bahan baku Propilen Glikol : wadah baja SS 316 dan pengaduk Anchor Mixer : AM 3123 : 20 L : Na-Diklofenac

1.

Parameter kritis : Suhu : 75 ?C Titik Pengujian Validasi : Waktu Larut Pemerian (Kejernihan)

1. 2.

LAMPIRAN 4 Tahap IV Tahap Pencampuran Fase Air dengan Fase Minyak dalam Larutan Bahan Aktif Peralatan : Rotor / Stator Mixer

Tipe Kapasitas

: RT 3205 : 250 L

1. 2. 3. Fase air 1. 2.

Parameter Kritis : Tekanan gas Nitrogen Ukuran pori saringan Suhu 75 ?C Kecepatan Pengadukan Alat homogenisasi Titik pengujian validasi 1. Pemerian (Kejernihan) : 12 rpm : Kecepatan 25 rpm : 1,5 kg/cm2 : 0,06 mm : Fase minyak 70 ?C

Larutan Bahan aktif 75 ?C

LAMPIRAN 5 Tahap V Tahap Pembuatan emulsifikasi, pendinginan dan homogenisasi Peralatan Tipe Kapasitas : Anchor mixer with Rotor/Stator Mixer, pendinginan Circulating Cool Water : AM 2125 : 250 L in Jacket

1. 2. 3. 4. 5.

Parameter Kritis : Suhu maksimum Waktu penuangan Kecepatan agitator Waktu Homogenisasi Suhu Akhir Titik Pengujian Validasi 1. 2. 3. 4. 5. Keseragaman Na-Diclofenak dalam campuran, kriteria penerimaan : 1,98mg/g 2,02 mg/g Cemaran, kriteria penerimaan Viskositas, kriteria penerimaan pH, kriteria penerimaan Titik tetes, kriteria penerimaan : maksimal 1,5% : 5-20 PA : 4,5 5,5 : 40,0 60,0 ?C : 45?C : 5 menit : 12 PTM : 10 menit : 40?C

6. 7.

Pencemaran mikroba, kriteria penerimaan : Jumlah terhitung 100 UPK/g tidak ada Staph. Aureus, Tidak ada Coliform, Tidak ada Pseudmonas aueroginosa Pemerian (hampir putih)

LAMPIRAN 6 Tahap VI Tahap Pengisian Peralatan Tipe Bahan Awal : Filling Tank : FT 231 : Krim Na-Diclofenak, tube aluminium 20g : : Maks. 45?C : 1 bar : 12 PTM : 5,0 6,0 mm

1. 2. 3. 4.

Parameter Kritis Suhu Hopper Tekanan udara

Kecepatan baku homogenizer Lebar tube yang dilipat akhir Titik Pengujian Validasi :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Keseragaman Na-Diclofenak, kriteria penerimaan Cemaran, kriteria penerimaan Viskositas, kriteria penerimaan pH, kriteria penerimaan Keseragaman bobot pengisian, kriteria penerimaan Titik tetes, kriteria penerimaan

: 1,98mg/g 2,02 mg/g : maks 1,5% : 5 20 Pa : 4,5 6,5 : 10,15 10,40 g : 40,0 50,0 ?C

Pencemaran mikroba, kriteria penerimaan : Jumlah terhitung 100 UPK/g Tidak ada Staph. Aureus, Tidak ada Coliform, Tidak ada Pseudomonas auroginosa. Pemerian : Krim, hampir putih, diisi ke dalam tube aluminium dengan tutup polyetilen berulir.

DAFTAR PUSTAKA Ansel, H.C. 1989. Pengantar Untuk Sediaan Farmasi. Edisi ke-4. Universitas Indonesia Press. Jakarta Dirjen POM Departemen Kesehatan RI. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi ke-4. Departemen Kesehatan RI, Jakarta. Lachman, Leon, dkk. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri. Edisi ke-3. University Indonesia Press, Jakarta. Rowe, R.C., Sheskey, P.J., Weller, P.J. 2006. Handbook of Pharmaceutical Excipients. 5thedition. London : The Pharmaceutical Pres