Anda di halaman 1dari 18

B. Budidaya Tambak 1.

Budidaya Ikan Bandeng


Salah satu komoditi perikanan lain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi selain udang untuk dibudidayakan di tambak adalah ikan Bandeng (Chanos chanos Forsk) baik untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri maupun diekspor ke manca negara dalam bentuk segar atau olahan. Kegiatan Budidaya ikan Bandeng di tambak telah dikembangkan cukup lama, hal ini didukung oleh potensi sumberdaya alam yang sangat baik terutama tersedianya benih ikan Bandeng (Nener) baik secara alami maupun dari hasil pembenihan di Panti Panti Pembenihan (!atchery), namun produksi dan produkti"itasnya relati# masih rendah. $endahnya produksi dan produkti"itas ini antara lain disebabkan karena masih terbatasnya pengetahuan dan ketrampilan petani tambak tentang tehnis budidaya ikan Bandeng. %kan Bandeng (Chanos chanos), dalam bahasa inggris disebut milk#ish ikan ini menetas di laut dalam, setelah &'( minggu menetas kemudian bermigrasi ketepi pantai dan bakau bakau dan kembali lagi ketengah laut untuk berkembang biak. Bentuk tubuh ikan bandeng ini adalah langsing seperti torpedo dan berenang cepat, ber)arna putih perak dan pemakan ganggang biru berupa tumbuhan plankton, lumut, klekap (!erbi"ora) yang tumbuh di dasar perairan. %kan ini dibudidayakan untuk konsumsi rumah tangga dan restoran berupa bandeng gulai, goreng, pindang, asap dan bakar. Bandeng adalah *enis ikan konsumsi yang tidak asing bagi masyarakat. Bandeng merupakan hasil tambak, dimana budidaya he)an ini mula'mula merupakan peker*aan sampingan bagi nelayan yang tidak dapat pergi melaut. %tulah sebabnya secara tradisional tambak terletak di tepi pantai. Bandeng merupakan he)an air yang bandel, artinya bandeng dapat hidup di air ta)ar, air asin maupun air payau. Selain itu bandeng relati# tahan terhadap berbagai *enis penyakit yang biasanya menyerang he)an air. Sampai saat ini sebagian besar budidaya bandeng masih dikelola dengan teknologi yang relati# sederhana dengan tingkat produkti"itas yang relati# rendah. +ika dikelola dengan sistim yang lebih intensi# produkti"itas bandeng dapat ditingkatkan hingga ( kali lipatnya. ,ari aspek konsumsi bandeng adalah sumber protein yang sehat sebab bandeng adalah sumber protein yang tidak mengandung kolesterol. Bandeng presto, bandeng asap, otak'otak adalah beberapa produk bandeng olahan yang dapat di*umpai dengan mudah di supermarket. Selama sepuluh tahun terakhir permintaan bandeng meningkat dengan -,((. rata'rata per

tahun, tetapi produksi hanya meningkat dengan (,/&.. Budidaya bandeng tidak menimbulkan pencemaran lingkungan baik air kotor maupun bau amis. Pemeliharaan bandeng yang sehat mensyaratkan air dan tambak yang bersih serta tidak tercemar.

Biologi Ikan Bandeng


%kan Bandeng digolongkan sebagai ikan pemakan tumbuhan (!erbi"ora), namun dalam pemeliharaan di tambak, ikan ini lebih suka memakan 0klekap1 yaitu kehidupan komplek yang terdiri dari ganggang kersik (Bacillariopyceae), bakteri, proto2oa, cacing dan udang renik yang sering *uga disebut 03icrobenthic Biological Comple41. Bentuk ikan Bandeng seperti torpedo dengan sirip ekor yang bercabang (sebagai pertanda bah)a itu termasuk perenang cepat), ber)arna putih keperak' perakan. Ciri'ciri lainnya antara lain 5 mulut kecil di u*ung kepala dengan rahang tanpa gigi, lubang hidung terletak di depan mata, kepala tanpa sisik dan mata diselimuti oleh selaput bening.

Habitat Ikan Bandeng


%kan bandeng mulanya hidup dilautan !india dan Fasi#ik hidup secara bergerombol disekitar pesisir dan pulau'pulau terumbu karang namun ahir'ahir ini hidup di air payau, danau mapun air ta)ar. 6ntuk budidaya pembesaran ikan bandeng lebih cocok dilakukan di tambak air payau dengan menumbuhkan pakan alami maupun pemberian pakan buatan atau pelet. Kadar tanah p! yang optimal untuk ikan bandeng antara 7'/, dengan kandungan oksigen terlaru (,8 ppm. +uga dapat menyesuaikan diri dengan perbedaan salinitas yang ekstrim. %kan Bandeng (Chanos chanos Forks) adalah se*enis ikan laut dari Famili Chanidae, 9rdo 3alacopterygii. Namun ikan ini tergolong tergolong ikan :uryhalin yaitu mempunyai daya penyesuaian (toleransi) yang cukup tinggi terhadap perubahan kadar garam (salinitas) mulai dari ; -; per mil. ,isamping itu *uga cukup tahan terhadap perubahan suhu yang tinggi sampai <; dera*at celcius. =alaupun dalam usaha mencari makan dan membesarkan diri ikan Bandeng suka berpetualang ke air payau dan air ta)ar tetapi sebagai ikan laut, mereka akan tetap kembali ke laut apabila akan berkembang biak. >nak ikan Bandeng yang lebih dikenal dengan sebutan 0Nener1 biasanya di*umpai sepan*ang pantai pada bulan tertentu.

Konstruksi Tambak
?. Bentuk dan @ata Aetak Konstruksi tambak untuk pemeliharaan ikan Bandeng biasanya berbentuk empat persegi pan*ang dengan perbandingan lebar 5 pan*ang, ? 5 & atau ? 5 ( dan setiap unit tambak terdiri dari ( *enis petakan yaitu petak peneneran, petak buyaran (penggelondongan) dan petak pembesaran selain itu diperlukan pula petak pembagi air, saluran keliling (caren) dan plataran. Auas dari petak pembesaran sebaiknya berkisar antara ? ( !a, sedangkan luas dari petak peneneran dan petak buyarannya bisa diperhitungkan berdasarkan perbandingan. Petak peneneran 5 petak buyaran petak pembesaran B ? 5 C 5 C;. +adi untuk setiap !a pembesaran diperlukan ;,;? !a petak peneneran dan ;,? !a petak buyaran. Setiap petakan dalam satu unit, mempunyai pintu air sendiri'sendiri agar pengaturan dan pengelolaan air men*adi mudah baik pada )aktu pengisian maupun pada )aktu pengeringannya. @inggi air pada *enis petakan berlainan, yaitu antara &; (; cm untuk petak peneneran, (; <; cm untuk petak buyaran dan 8; -; cm untuk petak pembesaran. Sedangkan di petakDsaluran pembagi air lebih dalam lagi. ,i sepan*ang pinggiran petakan dibuat saluran keliling yang disebut Caren yang lebarnya berkisar antara < - cm dan dalamnya <; -; cm, ber#ungsi sebagai tempat berlindung ikan dari panas terik matahari, gangguan hama serta untuk memudahkan penangkapan ikan pada )aktu panen. ,asar pelataran tambak dibuat melandai ke atas pintu air dan semaksimal mungkin dibuat rata sebagai tempat tumbuhnya makanan alami terutama klekap. Auas pelataran sekitar C; . dari luas seluruh areal tanah yang ada. &. Pematang (@anggul). ,i tambak dikenal dua macam pematang yaitu pematang utama dan pematang antara. Eang dimaksud pematang utama adalah pematang yang mengelilingi seluruh unit tambak, yang sekaligus ber#ungsi sebagai pelindung. Sedangkan pematang antara adalah pematang yang memisahkan petakan yang satu dengan petakan lainnya dalam satu unit tambak. a. Pematang utama. Pematang utama karena sekaligus pelindung maka konstruksinya harus sekokoh dengan ukuran tinggi dan lebar yang cukup. @inggi pematang utama minimal 8; cm diatas permukaan air pasang tertinggi agar aman dari luapan air pasang maupun dari ban*ir. Kemiringan sisi pematang bagian luar minimal ? 5 &, sedangkan untuk

sisi bagian dalamnya cukup ? 5 ?,8 (Fambar &). Kemiringan sisi yang kurang akan sangat berbahaya pada )aktu menghadapi tekanan air pasang yang cukup besar. b. Pematang antara. 6kuran pematang antara dapat lebih kecil dan lebih rendah dibandingkan pematang utama. Kemiringan sisi'sisinya berkisar antara ? 5 ? sampai ? 5 ?,8, tetapi sebaiknya *angan kurang dari ? 5 ? agar tidak mudah longsor. Aebar bagian atas ? & m dan tingginya antara ?,8 & m. Semua rumput, akar dan ranting' ranting harus disingkirkan karena *ika tidak, bahan'bahan tersebut akan busuk dan pematangnya akan berongga D bocor. (. Pintu air. Pintu air tambak *uga ada dua macam yaitu pintu air utama (laban) dan pintu air sekunder (tokoan). Pintu air utama ber#ungsi mengalirkan air kedalam unit tambak atau sebaliknya, sedangkan pintu air sekunder ber#ungsi untuk memasukkan air dari petak atau saluran pembagi air kedalam setiap petakan atau sebaliknya. Pintu air utama sangat penting artinya dalam sistim pengaturan air tambak, oleh karenanya harus dibuat dengan ukuran yang cukup memadai. ,asar pintu air utama harus sedikit lebih rendah atau setidaknya se*a*ar dengan garis surut terendah. 6ntuk mengairi tambak seluas ?; !a, lebar mulut ;,/ ?,& m sudah cukup baik. Pintu air utama dapat dibuat dari beton atau kayu yang bermutu baik seperti kayu besi, kayu *ati, kayu kelapa dan kayu nibung yang cukup tua. Pintu air sekunder, konstruksinya sama dengan pintu air utama hanya sedikit lebih sederhana. Bahannyapun bisa dari bahan yang lebih murah, sedangkan ukurannya lebih kecil dari ukuran pintu utama.

Teknik Pemeliharaan
?. Pengolahan tanah. Aangkah a)al yang dilakukan dalam persiapan tambak untuk pemeliharaan ikan bandeng di tambak adalah kegiatan pengolahan tanah. !al ini sangat penting dilakukan agar dapat meningkatkan produksi dan produkti"itas tambak. Setelah air tambak dikuras habis, kemudian dikeringkan. Aumpur yang terlalu tebal harus dikeluarkan, kalau ada kebocoran pada tanggul ditutup semua dan permukaan tanah atau pelataran tambak diratakan. Setelah semuanya selesai tambak diratakan. Setelah semuanya selesai tambak harus di*emur sampai kering dan kalau perlu telah ada retak'retaknya, tetapi tidak sampai men*adi debu (kadar air ?/ &; .). 6ntuk

mengetahui bah)a pengeringan tanah dasar tamba dasar tambak telah memadai adalah bila tanah tersebut diin*ak maka akan turun sedalam ? & cm. Persiapan tanah dasar dapat dilakukan & kali setahun terutama pada saat setelah dilakukan panen sebelum tambak digunakan kembali untuk pemeliharaan ikan bandeng. 3an#aat pengeringan dasar tambak antara lain untuk membasmi hama dan penyakit, mempercepat proses penguraian bahan'bahan organik men*adi mineral, menghilangkan sisa'sisa bahan beracun seperti asam sul#ida (!&S) dan ammonia (N!(), serta merangsang pertumbuhan klekap (lumut dasar) yang men*adi makanan alami ikan bandeng di tambak. @anah tambak yang terus menerus terendam air semakin lama semakin bersuasana anaerob (kurang oksigenDtidak beroksigen) sehingga proses mineralisasi yang memerlukan suasana aerob (cukup oksigen) men*adi terhambat. &. Pemberantasan hama. >pabila persiapan tambakDpengolahan tanah telah dilakukan dengan sempurna maka pada dasarnya peker*aan pemberantasan hama telah sekaligus diker*akan karena pada pengeringan dasar tambak secara total hama ikan yang ada didalamnya akan mati. Namun pada kondisi dimana dasar tambak tidak bisa dikeringkan secara total, maka pemberantasan hama ikan buas (pemangsa) dan ikan penyaing (kompetitor) dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida bi*i teh (Saponin) atau akar tuba ($atonin). ,osis pemberian Saponin antara &; &; ppm, bergantung kepada kondisi kadar garam (salinitas air tambak). Semakin rendah salinitas, semakin tinggi dosis saponin yang digunakan. ,i pasaran saponin di*ual dalam bentuk lempeng atau tepungDbungkil. Cara pemakaian yang berbentuk lempeng harus dihancurkanD ditumbuk terlebih dahulu, dimasukkan kedalam )adahDember, kemudian direndam lebih kurang ?& *am selan*utnya siap dipercikan kedalam tambak. Penggunaan akar tuba bisa dalam bentuk segar, akar kering atau yang sudah berbentuk tepung. 6ntuk akar tuba yang masih segar dosis pemakaiannya &; <; kgD!a, dalam bentuk kering < - kgD!a, sedangkan dalam bentuk tepung dosisnya adalah 8 ppm. Cara pemakaiannya akar tuba segar adalah dengan memotong akar tuba tersebut dan mencincangnya kecil'kecil kemudian direndam lebih kurang ?& *am, lalu tumbuk dan kocok'kocok dalam air tambak. Sedangkan penggunaan akar tuba dalam bentuk tepung, direndamDdilarutkan terlebih dahulu dalam ember baru kemudian dipercikkan kedalam tambak secara merata.

(. Pemupukan. @u*uan pemupukan tambak adalah untuk menyuburkan pertumbuhan klekap yang hidupnya menempel pada tanah dasar tambak. Karena kehidupan klekap yang menempel pada tanah dasar tambak tersebut maka pemupukan lebih ditu*ukan pada pemupukan tanah dasar. <. Penebaran benih (nener). Kalau yang akan ditebarkan pertama adalah benih ikan bandeng yang berukuran kecil (nener), baik yang berasal dari penangkapan di alam maupun dari hatchery, maka penebaran pertama dilakukan di petak peneneran dengan padat tebar ?8 &; ekor per meter persegi dengan masa pemeliharaan ? & bulan sehingga mencapai benih gelondongan. Penebaran dilakukan pada pagi hari atau sore hari, pada saat suhu sudah kembali se*uk. Sebelumnya dilakukan dulu aklimatisasi (penyesuaian diri) terhadap suhu dan salinitas air tambak, terutama karena kemungkinan ter*adinya perbedaan yang besar antara kondisi selama penangkapan dan tempat asal dengan suhu dan salinitas air dalam tambak yang akan ditebarkan benihnya. Cara aklimatisasi, pertama'tama kantong plastik yang berisi nenerDbenih diapungkan dalam tambak yang akan ditebar lebih kurang ?8 menit agar suhu air selama pengangkutan men*adi seimbang dengan suhu air tambak. @andanya yang dapat dilihat adalah apabila telah ter*adi pengembunan di sekitar permukaan plastik. Setelah dilan*utkan dengan penyesuaian salinitas yaitu dengan membuka kantong plastik, masukkan air tambak sedikit demi sedikit ke dalam kantong plastik sampai kantong penuh berisi dengan air tambak, kemudian baru dilepaskan semuanya. Ciri'ciri nener yang sehat adalah 5 a. 3empunyai kebiasaan berenang yang bergerombol menu*u satu arah mengikuti *arum *am atau sebaliknya. b. 3emiliki daya renang yang lebih lincah D agresi#. Ferakan yang lamban dan tersendat'sendat menunukkan bah)a nener kurang sehat. c. Cepat bereaksi apabila ada ke*utan pada )adah pengangkutannya. 6ntuk penggunaan D penebaran langsung benih gelondongan maka adaptasi seperti di atas tetap dilakukan, namun padat penebaran benih yang digunakan lebih rendah yakni antara &.8;; 8.;;; ekorD!a. 6ntuk masa pemeliharaan < 8 bulan, maka akan dihasilkan ikan bandeng konsumsi dengan berat indi"idu antara (;; <;; gr D ekor.

8. Pemberian makananDpakan. 3akanan utama ikan bandeng di tambak adalah klekap, oleh karenanya pertumbuhan klekap di tambak harus di*aga berlangsung terus menerus. !al ini dapat dilakukan dengan memberikan pupuk ulangDsusulan secara berkala setiap & minggu sekali menggunakan pupuk 6rea dan @SP dengan perbandingan & 5 ? sebanyak &8 kg, selain itu dapat diberikan pakan tambahan berupa dedak halus dengan dosis 8 . berat badan per hari. -. Pengelolaan tambak dan kualitas air. Selama masa pemeliharaan kualitas lingkungan tambak harus diperhatikan dan dira)at untuk men*aga agar kondisi tambak selalu baik antara lain menanggulangi kebocoran'kebocoran kecil pada tanggul dan pintu air. ,isamping itu diperlukan suplai air yang cukup, kualitas air yang baik dan memenuhi persyaratan bagi berlangsungnya kehidupan dan pertumbuhan baik ikan bandengnya maupun klekap sebagai organisme makanan alaminya.

Panen dan Pasca Panen


6ntuk penebaran benih bandeng dalam ukuran nener, maka pemanenan baru dapat dilakukan setelah masa pemeliharaan 8 - bulan dimana berat ikan yang dipanen akan mencapai (;; <;; grDekor. Sedangkan kalau penebaran benih dalam bentuk benih gelondongan, hanya memerlukan masa pemeliharaan < 8 bulan untuk mencapai ukuran panen yang sama. 3etoda pemanenan ikan bandeng dari tambak dapat dilakukan dengan & cara, yaitu 5 a. ,engan memasukkan air. Cara ini *uga dikenal dengan istilah sistim nyerang, dilakukan pada tambak yang mempunyai petakan lengkap dimana petak pembagi air diman#aatkan sebagai petak penampung. Beberapa saat sebelum pasang tiba, semua pintu yang berhubungan dengan petakan ini dibuka, sehingga air pasang dengan mudah masuk ke petakan pembagi kemudian ke petakan yang akan dipanen. Ferombolan ikan akan berusaha keluar ke petak pembagi air dengan terbukanya pintu air petakan yang akan dipanen dan selan*utnya tinggal dilakukan pemanenen.

b. ,engan pengeringan total. 6ntuk tambak yang tidak ter*angkau oleh pasang surut air laut misalnya karena lokasinya *auh dari pantai atau tambak tersebut tidak dilengkapi dengan petak pembagiDpetak penagkapan, maka pemanenen dilakukan dengan cara pengerngan. Caranya adalah dengan *alan pengeringan tambakDmembuka pintu air pada saat air surut sampai pelataran kering total dan ikan yang akan dipanen akan turun ke caren yang masih ada airnya. Selan*utnya ikan yang sudah berkumpul pada caren digiring dengan menggunakan caren kearah pintu air untuk mempersempit ruang geraknya, kemudian ditangkap dengan menggunakan seser dan alat tangkap lainnya. Pada )aktu penangkapan diusahakan agar tidak mati sebelum ditangkap. %kan yang terlalu banyak bergerak sebelum mati atau yang mati perlahan'lahan dapat mempengaruhi mutu kesegarannya, oleh karenanya diupayakan agar ikan'ikan dapat ditangkap dalam keadaan hidup dan segar. Kalaupun kemudian mati, mutunya masih cukup baik. Setelah ikan mati, segera dicuci bersih dengan es sambil dipisahkan menurut *enis dan ukurannya, setelah itu barulah disusun dalam )adah pengangkut yang diberi lapisan es secara berselang seling dimana perbandingan berat ikan dengan berat es antara ? 5 ? sampai ? 5 &.

%kan Bandeng

2. Budidaya Udang
6dang adalah binatang yang hidup di perairan, khususnya sungai, laut, atau danau. 6dang dapat ditemukan di hampir semua 0genangan1 air yang berukuran besar baik air ta)ar, air payau, maupun air asin pada kedalaman ber"ariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di ba)ah permukaan. 6dang biasa di*adikan makanan laut (sea#ood). ,alam bahasa Ban*ar disebut hundang.

Jenis- enis Udang Budidaya


?. 6dang Putih 6dang putih sering disebut sebagai udang *erbung dengan karakteristik yakni kulitnya tipis dan licin, )arna putih kekuningan dengan bintik hi*au dan ada yang ber)arna kuning kemerahan. 6dang putih atau udang *erbun memiliki banyak *enis antara lain 5 6dang Peci, dengan karakteristik yakni )arna kulitnya lebih gelap dan berbintik hitam. 6dang ini memiliki nama dagang =hite Shrimp. 6dang Bambu, dengan karakteristik yakni )arna kulitnya kuning berbercak merah seperti bamboo.Nama dagang udang ini adalah Bamboo Shrimp. 6dang Banana , dengan karakteristik yakni )arna kulitnya kuning seperti kulit pisang dengan nama dagang Banana Shrimp.

Sentra pengembangan budidaya udang putih terdapat di pro"insi +a)a barat, kalimantan timur, sumatera utara, *a)a tengah dan *a)a timur.

&. 6dang =indu 6dang ini dikenal sebagai black tiger atau tiger pra)n. 9rang inggris menyebutnya sebagai tiger karena karakteristik dari corak tubuhnya yang berupa 6dang ini kulitnya tebal dan keras, ber)arna hi*au kebiruan dengan garis melintang yang lebih gelap, ada *uga yang ber)arna kemerah'merahan dengan garis melintang coklat kemerahan. Nama dagang @iger Shrimp. =indu adalah *enis udang yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. 6dang )indu memiliki nama ilmiah Penaeus monodon. =alaupun sempat ambruk akibat serangan hama penyakit. 6dang )indu perlahan bangkit dan saat ini mulai berkembang sangat

baik di berbagai daerah di %ndonesia. Budidaya udang )indu terdapat hampir di semua )ilayah %ndonesia. Sentra budidaya udang )indu sendiri terletak di pro"insi Sumatera selatan, *a)a barat dan sula)esi selatan. (. 6dang Gannamei 6dang "annamei dikenal memiliki nama ilmiah yakni Penaeus "annamei. 6dang *enis ini memiliki & gigi pada tepi rostrum pada bagian "entral dan / C gigi pada bagian tepi rostrum bagian dorsal. Penaeus "annamei memiliki toleransi salinitas yang lebar, yaitu dari & <; ppt, tapi akan tumbuh cepat pada salinitas yang lebih rendah, saat lingkungan dan darah isoosmotik. 6dang "annamei adalah *enis udang yang pada a)al kemunculannya di %ndonesia dikenal sebagai udang yang dapat dibudidayakan denga tingkat ketahanan yang tinggi terhadap serangan hama penyakit. Namun se*ak tahun akhir &;;/, udang "annamei *uga terkena serangan hama penyakit yang menyebabkan *atuhnya produksi udang secara nasional. 6dang "annamei yang memiliki nama ilmiah Aitopenaeus "annamei ini sentra lokasi budidayanya terdapat pada pro"insi Aampung, +a)a timur, nusa tenggara barat dan sumatera selatan. <. 6dang rostris 6dang rostris memiliki nama ilmiah Aitopenaeus stylirostris. 6dang *enis ini dapat dibudidayakan pada sistem tertutup pada kelas pembesaran secara intensi#. 6dang rostris memiliki tubuh ber)arna biru, mempunyai rostrum bergigi 7 di bagian dorsal dan ? gigi lunak di bagian "entral, duri kecil ditemukan pada tepi posterior segmen abdomen kelima. 6dang *enis telah dapat dilakukan pembenihan oleh BBPB>P +epara. ,aerah budidaya udang rostris terdapat di pro"insi >ceh dan Nusa @enggara Barat. 8. 6dang api'api 6dang api'api termasuk salah satu *enis udang yang sudah dapat dilakukan pembudidayaannya. 6dang *enis ini memiliki ukuran tubuh yang tidak besar. 6dang api'api memiliki nilai ekonomis penting dan mempunyai peranan penting dalam siklus rantai makanan dan trans#er energi. Sentra budidaya udang api'api terletak di pro"insi *a)a barat, *a)a tengah, *a)a timur dan pro"insi sula)esi selatan.

-. 6dang Barong 6dang barong memiliki nama ilmiah Panulirus sp. 6dang ini biasa pula disebut sebagai udang karang. Sebagian orang menyebut pula udang *enis ini dengan sebutan lobster laut. 6dang barong akti# mencari makan pada malam hari. Pada siang hari, udang ini lebih suka tinggal di dalam lubang. 6dang ini seperti udang sikat tetapi ukurannya ada yang besar dan kulitnya keras. =arnanya ada bermacam'macam, ada yang hi*au, coklat, coklat kemerahan dan hitam kebiruan, biasanya berbintik'bintik putih, merah atau coklat. Perkembangan budidaya udang barong belum begitu pesat. !anya beberapa daerah sa*a yang terpantau melalui data statistic perikanan budidaya mengusahakan budidaya lobster laut ini. @otal produksi lobster laut ini secara nasional mencapai (?? ton pada tahun &;?;. Produksi nasional yang sebesar tersebut berasal dari pro"insi Sumatera 6tara, +a)a @imur, Bali, N@B Sula)esi @enggara dan Kalimantan @imur. Sebagian besar produksi udang barong berasal dari Sula)esi @enggara. 7. 6dang Falah 6dang ini adalah udang air ta)ar. Karakteristik udang *enis ini yakni memiliki pan*ang maksimal tubug hingga (; cm, )arnaynya bermacam'macam, ada yang hi*au kebiruan, hi*au kecoklatan, kuning kecoklatan dan berbercak seperti udang )indu tetapi bentuknya lebih bulat. 6dang galah lebih menyukai untuk hidup di hilir sungai. Perkembangan produksi udang galah hasil budidaya cukup baik. 6dang galah dapat dibudidakan di kolam dan saat ini mulai dikembangkan budidaya udang galah dengan mengintegrasikan dengan tanaman padi atau biasa disebut dengan budidaya minapadi. Produksi udang galah pada tahun &;?; berada pada kisaran ?.<;; ton yang sebagian besar berasal dari budidaya kolam. Sentra produksi udang galah sebagian besar terletak di pulau +a)a yakni +a)a Barat, +a)a @engah, ,% Eogyakarta dan +a)a @imur. ,i luar *a)a udang galah dibudidayakan di pro"insi Bali dan Nusa @enggara Barat. Bali ditahun &;?; merupan penyumbang terbesar produksi udang galah nasional dengan total produksinya pada tahun &;?; sebesar 7<& ton. /. Aobster >ir @a)ar Aobster air ta)ar memiliki ciri' ciri mor#ologi tubuh terbagi dalama & bagian, yakni kepala (chepalothora4) dan badan (abdomen). >ntara kepala bagian depan

dan bagian belakang dikenal dengan nama sub'chepalothora4. Cangkang yang menutupi kepala disebut karapak (carapace) yang berperan dalam melindungi organ tubuh, seperti otak, insang, hati, dan lambung. Karapak berbahan 2at tanduk atau kitin yang tebal dan merupakan nitrogen polisakarida yang disekresikan oleh kulit epidermis dan dapat mengelupas saat ter*adi pergantian cangkang tubuh (molting). Perkembangan budidaya lobster air ta)ar di %ndonesia belum maksimal. !al ini disebabkan sulitnya memperoleh benih yang bersumber dari alam. 9leh karenanya tidak banyak daerah yang mampu memproduksi udang galah. ,ata tahun &;?; menggambarkan bah)a hanya pro"insi beberapa daerah sa*a yang mengusahakannya dan secara nasional produksi lobster air ta)ar hanya / ton selama tahun &;?; yang lalu. C. 6dang lar (3acrobrachium lar) Pan*ang tubuh dapat mencapai sekitar ?8 cm, kerucut kepala sangat pendek, )arna hi*au kekuning'kuningan, habitatnya didaerah hilir sungai yang bermuara ke laut yang memiliki salintas tinggi. ?;. 6dang palemon merah (Palaemon styli#erus) Pan*ang tubuh dapat mencapai sekitar ?; cm, kerucut kepala melengkung ke atas dan pan*ang, )arna kuning pias transparan, habitatnya di muara sungai yang berhubungan langsung dengan laut ??. 6dang muara (3acrobrachium eHuidens) Pan*ang tubuh dapat mencapai sekitar C cm, kerucut kepala melengkung ke atas, )arna kuning cerah dan ada titik'titik hitam, habitatnya di muara sungai ?&. 6dang ragang (3acrobrachium sintangense) Pan*ang tubuh dapat mencapai sekitar 7 cm, kerucut kepala lurus ke depan, )arna kuning'kehi*au'hi*auan, habitatnya di sungai yang arus airnya lamban ?(. 6dang palemon bening (Palemon concinnus) Pan*ang tubuh dapat mencapai sekitar - cm, kerucut kepala melengkung ke atas, )arna kuning bening, habitatnya di dekat muara sungai ?<. 6dang beras (caridina gracillirostris) Pan*ang tubuh dapat mencapai ( cm, kerucut kepala pan*ang melebihi kepala, )arna kuning'*ingga, habitatnya di sungai dan danau.

!ara Budidaya Udang


Syarat @eknis Aokasi yang cocok untuk tambak udang yaitu pada daerah pantai yang mempunyai tanah bertekstur liat atau liat berpasir yang mudah dipadatkan sehingga mampu menahan air dan tidak mudah pecah. >ir yang baik yaitu air payau dengan salinitas ;'(( ppt dengan suhu optimal &- ' (;;C dan bebas dari pencemaran bahan kimia berbahaya.

3empunyai saluran air masukDinlet dan saluran air keluarDoutlet yang terpisah. 3udah mendapatkan sarana produksi yaitu benur, pakan, pupuk , obat'obatan dan lain'lain. Pada tambak yang intensi# harus tersedia aliran listrik dari PAN atau mempunyai Fenerator sendiri.

@ipe Budidaya. @ambak :kstensi# atau tradisional. Petakan tambak biasanya di lahan pasang surut yang umumnya berupa ra)a bakau. 6kuran dan bentuk petakan tidak teratur, belum meggunakan pupuk dan obat'obatan dan program pakan tidak teratur.

@ambak Semi %ntensi#. Aokasi tambak sudah pada daerah terbuka, bentuk petakan teratur tetapi masih berupa petakan yang luas (?'( haDpetakan), padat penebaran masih rendah, penggunaan pakan buatan masih sedikit. @ambak %ntensi#. Aokasi di daerah yang khusus untuk tambak dalam )ilayah yang luas, ukuran petakan dibuat kecil untuk e#isiensi pengelolaan air dan penga)asan udang, padat tebar tinggi, sudah menggunakan kincir, serta program pakan yang baik.

Benur Benur yang baik mempunyai tingkat kehidupan (Sur"i"al $ateDS$) yang tinggi, daya adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang tinggi, ber)arna

tegasDtidak pucat baik hitam maupun merah, akti# bergerak, sehat dan mempunyai alat tubuh yang lengkap.

Pengolahan Aahan Pengangkatan lumpur. Pembalikan @anah.


Pengapuran. Pengeringan. Perlakuan pupuk @9N (@ambak 9rganik Nusantara).

Pemasukan >ir Setelah dibiarkan ( hari, air dimasukkan ke tambak. Pemasukan air yang pertama setinggi ?;'&8 cm dan biarkan beberapa hari, untuk memberi kesempatan bibit'bibit plankton tumbuh setelah dipupuk dengan @9N. Setelah itu air dimasukkan hingga minimal /; cm. Perlakuan Saponen bisa dilakukan untuk membunuh ikan yang masuk ke tambak. 6ntuk menyuburkan plankton sebelum benur ditebar, air dikapur dengan ,olomit atau Ieolit dengan dosis -;; kgDha. Penebaran Benur. @ebar benur dilakukan setelah air *adi, yaitu setelah plankton tumbuh yang ditandai dengan kecerahan air kurang lebih (;'<; cm. Penebaran benur dilakukan dengan hati'hati, karena benur masih lemah dan mudah stress pada lingkungan yang baru. @ahap penebaran benur adalah 5 >daptasi suhu. >daptasi udara.

>daptasi kadar garamDsalinitas. Pengeluaran benur.

Pemeliharaan Pada a)al budidaya, sebaiknya di daerah penebaran benur disekat dengan )aring atau hapa, untuk memudahkan pemberian pakan. Sekat tersebut dapat diperluas sesuai dengan perkembangan udang, setelah ? minggu sekat dapat dibuka.

Pada bulan pertama yang diperhatikan kualitas air harus selalu stabil. Penambahan atau pergantian air dilakukan dengan hati'hati karena udang masih rentan terhadap perubahan kondisi air yang drastis. 6ntuk men*aga kestabilan air, setiap penambahan air baru diberi perlakuan @9N dengan dosis ? ' & botol @9NDha untuk menumbuhkan dan menyuburkan plankton serta menetralkan bahan'bahan beracun dari luar tambak. 3ulai umur (; hari dilakukan sampling untuk mengetahui pekembanghan udang melalui pertambahan berat udang. 6dang yang normal pada umur (; hari sudah mencapai si2e (*umlah udangDkg) &8;'(;;. 6ntuk selan*utnya sampling dilakukan tiap 7'?; hari sekali. Produksi bahan organik terlarut yang berasa dari kotoran dan sisa pakan sudah cukup tinggi, oleh karena itu sebaiknya air diberi perlakuan kapur Ieolit setiap beberapa hari sekali dengan dosis <;; kgDha. Pada setiap pergantian atau penambahan air baru tetap diberi perlakuan @9N. 3ulai umur -; hari ke atas, yang harus diperhatikan adalah mana*emen kualitas air dan kontrol terhadap kondisi udang. Setiap menun*ukkkan kondisi air yang *elek (ditandai dengan )arna keruh, kecerahan rendah) secepatnya dilakukan pergantian air dan perlakuan @9N ?'& botolDha. +ika konsentrasi bahan organik dalam tambak yang semakin tinggi, menyebabkan kualitas airDlingkungan hidup udang *uga semakin menurun, akibatnya udang mudah mengalami stres, yang ditandai dengan tidak mau makan, kotor dan diam di sudut'sudut tambak, yang dapat menyebabkan ter*adinya kanibalisme. Panen 6dang dipanen disebabkan karena tercapainya bobot panen (panen normal) dan karena terserang penyakit (panen emergency). Panen normal biasanya dilakukan pada umur kurang lebih ?&; hari, dengan si2e normal rata'rata <; ' 8;. Sedang panen emergency dilakukan *ika udang terserang penyakit yang ganas dalam skala luas (misalnya S:3BGDbintik putih). Karena *ika tidak segera dipanen, udang akan habisDmati. 6dang yang dipanen dengan syarat mutu yang baik adalah yang berukuran besar, kulit keras, bersih, licin, bersinar, alat tubuh lengkap, masih hidup dan segar. Penangkapan udang pada saat panen dapat dilakukan dengan *ala tebar atau *ala tarik dan diambil dengan tangan. Saat panen yang baik yaitu malam atau dini hari, agar udang tidak terkena panas sinar matahari sehingga udang yang sudah mati tidak cepat men*adi merahDrusak. Pakan 6dang

Pakan udang ada dua macam, yaitu pakan alami yang terdiri dari plankton, siput'siput kecil, cacing kecil, anak serangga dan detritus (sisa he)an dan tumbuhan yang membusuk). Pakan yang lain adalah pakan buatan berupa pelet. Pada budidaya yang semi intensi# apalagi intensi#, pakan buatan sangat diperlukan. Karena dengan padat penebaran yang tinggi, pakan alami yang ada tidak akan cukup yang mengakibatkan pertumbuhan udang terhambat dan akan timbul si#at kanibalisme udang. Kebutuhan pakan a)al untuk setiap ?;;.;;; ekor adalah ? kg, selan*utnya tiap 7 hari sekali ditambah ? kg hingga umur (; hari. 3ulai umur tersebut dilakukan cek ancho dengan *umlah pakan di ancho ?;. dari pakan yang diberikan. =aktu angkat ancho untuk si2e ?;;;'?-- adalah ( *am, si2e ?--'-- adalah &,8 *am, si2e --'<; adalah &,8 *am dan kurang dari <; adalah ?,8 *am dari pemberian. 6ntuk meningkatkan pertumbuhan udang, perlu penambahan nutrisi lengkap dalam pakan. 6ntuk itu, pakan harus dicampur dengan G%@:$N> Plus dan P9C N>S> yang mengandung mineral'mineral penting, protein, lemak dan "itamin dengan dosis 8 ccDkg pakan untuk umur dib)ah -; hari dan setelah itu ?; ccDkg pakan hingga panen.

Penyakit.
Beberapa penyakit yang sering menyerang udang adalah 5 ?. Bintik Putih. Penyakit inilah yang men*adi penyebab sebagian besar kegagalan budidaya udang. ,isebabkan oleh in#eksi "irus S:3BG (Systemic :ctodermal 3esodermal Baculo Girus). Serangannya sangat cepat, dalam beberapa *am sa*a seluruh populasi udang dalam satu kolam dapat mati. Fe*alanya 5 *ika udang masih hidup, berenang tidak teratur di permukaan dan *ika menabrak tanggul langsung mati, adanya bintik putih di cangkang (Carapace), sangat peka terhadap perubahan lingkungan. Girus dapat berkembang biak dan menyebar le)at inang, yaitu kepiting dan udang liar, terutama udang putih. Belum ada obat untuk penyakit ini, cara mengatasinya adalah dengan diusahakan agar tidak ada kepiting dan udang'udang liar masuk ke kolam budidaya. Kestabilan ekosistem tambak *uga harus di*aga agar udang tidak stress dan daya tahan tinggi. Sehingga )alaupun telah terin#eksi "irus, udang tetap mampu hidup sampai cukup besar untuk dipanen. 6ntuk men*aga kestabilan ekosistem tambak tersebut tambak perlu dipupuk dengan @9N.

&. Bintik Hitam"Black #$ot. ,isebabkan oleh "irus 3onodon Baculo Girus (3BG). @anda yang nampak yaitu terdapat bintik'bintik hitam di cangkang dan biasanya diikuti dengan in#eksi bakteri, sehingga ge*ala lain yang tampak yaitu adanya kerusakan alat tubuh udang. Cara mencegah 5 dengan selalu men*aga kualitas air dan kebersihan dasar tambak. (. Kotoran Putih"mencret. ,isebabkan oleh tingginya konsentrasi kotoran dan gas amoniak dalam tambak. Fe*ala 5 mudah dilihat, yaitu adanya kotoran putih di daerah po*ok tambak (sesuai arah angin), *uga diikuti dengan penurunan na#su makan sehingga dalam )aktu yang lama dapat menyebabkan kematian. Cara mencegah 5 *aga kualitas air dan dilakukan pengeluaran kotoran dasar tambakDsiphon secara rutin. <. Insang %erah. ,itandai dengan terbentuknya )arna merah pada insang. ,isebabkan tingginya keasaman air tambak, sehingga cara mengatasinya dengan penebaran kapur pada kolam budidaya. Pengolahan lahan *uga harus ditingkatkan kualitasnya.
5. &ekrosis. ,isebabkan oleh tingginya konsentrasi bakteri dalam air tambak.

Fe*ala yang nampak yaitu adanya kerusakanDluka yang ber)arna hitam pada alat tubuh, terutama pada ekor. Cara mengatasinya adalah dengan penggantian air sebanyak'banyaknya ditambah perlakuan @9N ?'& botolDha, sedangkan pada udang dirangsang untuk segera melakukan ganti kulit (3olting) dengan pemberian saponen atau dengan pengapuran.

Penyakit pada udang sebagian besar disebabkan oleh penurunan kualitas kolam budidaya. 9leh karena itu perlakuan @9N sangat diperlukan baik pada saat pengolahan lahan maupun saat pemasukan air baru.

%an'aat Budidaya Udang


Permintaan untuk pasar luar negeri (ekspor'red) cukup besar. Proses budidaya udang dapat dilakukan dengan teknologi sederhana maupun super intensi#.

Kebutuhan modal baik untuk in"estasi maupun operasional tidak begitu tinggi. 3enyerap tenaga ker*a dan merupakan usaha yang menguntungkan.

Faktor kelima atau terakhir adalah ketersediaan lahan yang memenuhi syarat cukup luas.

6dang