Anda di halaman 1dari 3

BIOPSI GINJAL

Batasan Biopsy ginjal adalah prosedur untuk mengambil sebagian kecil jarinagan ginjal untuk pemeriksaan patologi anatomi yang dapat membantu menegakkan diagnosis, tata laksana dan meramalkan prognosis pasien. Biopsy ginjal dapat di lakuakan dengan biopsy terbuka melalui operasi atau biopsy perkutan. Indikasi Sindrom nefrotik dengan hematuria nyata, hipertensi, kreatinin dan ureum tinggi, atau kadar komplemen menurun Sindrom nefrotik, dependen steroid, resisten steroid Glomerulonefritis progesif cepat Glomerulonefritis akut atipikal atau nonresolving Tersangka nefritis tubule interstisial akut Sindrom hematuria rekuren Proteinuria persisten non-ortostatik Penyakit sistemik dengan gangguan gijal, seperti lupus eritematosus sistemik, nefritis henoch scholein, dll.

Kontra indikasi Absolute Relatif hidronefrosis abses perinefritik infeksi intrarenal akut gagal ginjal stadium lanjut anemia berat obesitas berat diatesis hemoragik sedang dalam pengobatan antikoagulan ginjal soliter ginjal polikistik tumor intrarenal hipertensi terdapat pielonefritis pasien tidak kooperatif

Prosedur biopsi ginjal perkutan

penjelasan kepada pasien atau orang tua mengenai penyakit pasien dan tindakan yang akan dilakukan serta kemungkinan komplikasi tindakan pasien di persiapkan baik fisis maupun psikis. Di lakukan foto polos abdomen untuk menentukan lokasi biobsi ginjal, serta pemeriksaan darah tepi, masa perdarahan, dan masa pembekuan. Foto polos perut, ditentukan titiklokasi biopsy di ginjal kiri kutub bawah pasien berbaring telungkup. Perut di ganjal dengan bantal pasir tepat di bawah tempat biopsy tentukan proyeksi titik lokasi biopsy ginjal pada kulit dengan bantuan urogram dilakukan tindakan a dan antiseptic, dilanjutkan dengan anestesi local pada daerah lokasi biopsy jarum penduga ditusukan tegak lurus pada titik yang telah ditentukan sampai mencapai ginjal yang dapat diketahui dengan menyuruh pasien menarik napas dan akan terlihat jarum mengikuti gerakan pernapasan. Jarak ginjal ke permukaan pada anak 7-8 tahun kira-kira 3-5 cm. pada anakgemuk jarak ini lebih besar. Lubang tusukan dilebarkan dengan jarum khusus. Jarum biopsy dan obturatornya diambil dan ditentukan jarak kedalaman biopsy dengan memposisikannya sedemikian rupa pada ujung jarum penduga, sehingga jarak yang di tentukan pada jarum penduga sama dengan kedalaman pada jarum biopsy Jarum biopsy beserta obturatornya ditusukkan secara perlahan ke arah ginjal. Pasien disuruh menarik napas panjang dan diamati pergerakan jarum biopsy sampai terlihat pergerakan jarum biopsy mengikuti irama pernapasan. Bila jarum biopsy belum gerak, maka jarum biopsy ditusukkan lagi lebih dalam dan diamati pergerakan jarum sampai sesuai dengan pernapasan Bila jarum biopsy mencapai ginjal, obturator di cabut dan di masukkan jarum pemotong sampai terasa tahanan dari jaringan ginjal Salah satu tangan operator memegang poros jarum pemotong kea rah ventral dengan cepat masuk ke dalam jaringan ginjal. Jarum biopsy dan jarum pemotong ditarik ke atas dengan cepat. Semua ini dikerjakan dengan gerakan cepat dan terampil. Setelah jarum di cabut, lubang tusukan ditekan selama beberapa menit. Jaringan ginjal di masukkan ke dalam larutan formalin 4% dan bila memungkinkan sebagian jaringan di masukkan dalam embedding medium dan di smpan dalam dry ice untuk pemeriksaan imunoflurensi. Bila tidak terjadi komplikasi setelah biopsy, pasien dipindahkan ke tempat tidur dalam posisi terlentang.

Pengawasan pascabiopsi Pasien berbaring ditempat tidur selama 24 jam Periksa nadi dan tekanan darah setiap jam untukk beberapa jam, kemudian dilanjutkan setiap jam selama 3 jam Urin di tamping pada 3 tempat terpisah berturut-turut untuk evaluasi perdarahan Bila urin pertama tidak menunjukkan hematuria makroskopik, tekanan darah dan nadi normal dan stabil, anak boleh bangun dan berbaring seperti biasa

Komplikasi

Hematuria makroskopik Hematoma perirenal Nyeri pada pinggang dan punggung Fistula arteriovena ginjal Pembuluh darah ginjal tertusuk Kolik akibat bekuan darah Obstruksi uretra Infeksi ginjal Sepsis Infark ginjal