Anda di halaman 1dari 14

1

BAB I
PENDAHULUAN

Neurofibromatosis adalah sekelompok kondisi heterogen. Menurut National
Institutes of Health (NIH) hanya dua jenis neurofibromatosis didefinisikan:
neurofibromatosis tipe 1 (NF1) juga disebut penyakit von Recklinghausen ini, dan
neurofibromatosis tipe 2 (NF2) atau bilateral saraf sindrom schwannomas
kedelapan. Definisi "perifer" dan "pusat" neurofibromatosis, yang disebut di masa
lalu untuk NF1, dan NF2 masing-masing, kini telah ditinggalkan sejak dua
kondisi sering memiliki manifestasi pusat dan perifer bersama-sama.
Neurofibromatosis tipe 1 dapat mengenai beberapa organ, salah satunya
adalah kulit. Kelainan kulit berupa nodul multipel dengan berbagai ukuran, cafe
au lait spot yang khas pada NF1, freckling atau bintik-bintik kecil yang
didapatkan di aksila atau inguinal
1
. Mereka dapat muncul di mana saja, dan
biasanya meningkat dengan usia. Bintik-bintik muncul pada daerah pangkal paha
dan ketiak. Gejala penyerta dapat bervariasi seperti dalam bentuk gangguan
pendengaran, sakit kepala, vertigo, dan tuli. Pertumbuhan ini biasanya mulai
muncul setelah masa pubertas dan bisa dirasakan dibawah kulit sebagai benjolan
kecil.
Kejadian neurofibromatosis ini sangat langka. Pada NF 1 terjadi 1 : 3500
kelahiran, sedangkan NF2 terjadi 1 : 40.000 kelahiran. Perjalanan menjadi
malignant memang sangat jarang hanya sekitar 10%, tetapi progresif menjadi
kanker mungkin saja terjadi. Oleh sebab itu untuk mencegah progrsifitas, perlu
mengetahui tentang neurofibromatosis itu sendiri.
2


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Neurofibromatosis
Neurofibroma terdiri dari kata neuro berarti saraf dan fibroma adalah
tumor yang terjadi pada jaringan ikat (fibrosa). Tumor ini pertama kali ditemukan
pada tahun 1882 seorang porfesor dari jerman bernama Friedrich Daniel von
Recklinghausen. Neurofibroma sendiri dapat didefinisikan sebagai tumor yang
berasal dari jaringan ikat pembungkus saraf tepi, yang diturunkan secara
autosomal dominan, dengan insidensi pria sama dengan wanita.

2.2 Epidemiologi
Penderita NF kebanyakan mendapatkan penyakit ini dari faktor
keturunan, namun sekitar 30% kasus ternyata tidak ada riwayat keluarga yang
memiliki penyakit NF yang serupa. Artinya penyakit ini mereka dapatkan karena
mereka mengalami mutasi gen dan tidak selalu bawaan lahir. Apabila salah satu
orang tua menderita kelainan NF ini. maka sekitar 50 % kemungkinan
keturunannya menderita penyakit ini .
keadaan ini bisa mempengaruhi semua ras, semua kelompok etnis dan semua
jenis kelamin. Neurofibromatosis tipe 1, juga dikenal sebagai penyakit
Reclkingshausen Von, memiliki insiden 1:3500. NFM tipe II memiliki kejadian
1:40.000.



3


2.3 Etiologi
Penyebab neurofibroma diketahui karena adanya mutasi pada tumor
suppressor gen yang diturunkan secara autosomal dominan. Ini terjadi setelah
mutasi pada kromosom neurofibromin 17q11.2. Neurofibromin adalah tumor
supresor gen yang berfungsi untuk menghambat onkoprotein p21 ras. Tidak
adanya kontrol penghambatan onkoprotein ras. Proliferasi seluler tidak menentu
dan tidak terkendali, yang mengakibatkan proliferasi seluler tidak seimbang dan
perkembangan tumor. Penyebab neurofibroma diketahui karena adanya mutasi
pada tumor suppressor gen yang diturunkan secara autosomal dominan.
Sedangkan neurofibroma tipe 2 disebabkan oleh mutasi pada gen
kromosom 22 yang mengatur produksi merlin / schwnnomin protein yang
berfungsi sebagai penekan tumor penekan tumor. Kondisi ini mengikuti pola
pewarisan autosomal dominan. Sekitar 50% dari kasus Neurofibroma tipe 2
diwariskan dan sekitar 50% adalah karena mutasi baru pada gen NF2.


Pedigree pewarisan neurofibroma


4


2.3 Patofisiologi
Neurofibromatosis tipe 1 (penyakit von Recklinghausen) disebabkan
oleh mutasi kromosom 17q11.2. Gen tersebut berfungsi mengkode protein
neurofibromin sebagai tumor supressor. Protein ini termasuk dalam guanosine
triphosphatase (GTPase) yang akan mengaktifkan protein (GAP). Protein GAP
ini akan meregulasi konversi Rasguanosine triphosphate (GTP) to Ras
guanosine diphosphate (GDP). Apabila terjadi mutasi gen tersebut, maka tidak
ada protein yang dihasilkan untuk menekan pertumbuhan tumor
2
.
Neurofibroma merupakan pertumbuhan dari sel Schwann (penghasil
selubung saraf atau mielin) dan sel lainnya yang mengelilingi dan menyokong
saraf-saraf tepi.


5


2.5 Manifestasi Klinis Neurofibroma

Neurofibroma tipe 1 (penyakit von Recklinghausen), ditandai dengan adanya
minimal 2 manifestasi berikut:
1. Caf au lait spot (makula oval coklat muda berbatas tegas pada
permukaan kulit). Enam atau lebih cafe au lait spots >0,5 cm saat
pubertas, atau >1,5 cm saat dewasa

Gambar
Cafe-au-lait spots

2. Dua atau lebih Neurofibroma pada atau di bawah kulit atau satu
neurofibroma plexiform (sekelompok besar tumor yang melibatkan
beberapa saraf); Neurofibroma adalah benjolan bawah kulit yang
merupakan ciri khas dari penyakit.von Recklinghausen


Gambar
Neurofibroma
6



3. Freckling (di bawah ketiak dan daerah lipatan kulit seperti
selangkangan). Freckling biasanya tidak jelas pada saat lahir tetapi
sering muncul selama awal masa kanak-kanak

Gambar
Freckles in skin

4. Lisch nodul (tumor kecil pada iris mata)
Didapatkannya 2 atau lebih reddish brown spots di bagian bawah iris
mata yang disebut Lisch nodule sebagai akibat dari proliferasi dari
melanosit dan fibroblas. Lisch nodule jarang terjadi di bawah usia 10
tahun
3
.


Gambar
Lisch nodules in iris
7



5. Optic Glioma (terdeteksi memlalui pemeriksaan MRI)


6. Dispasia skeletal
Permasalahan yang sering terjadi biasanya adalah displasia tulang,
erosi tulang, demineralisasi, nonossifying fibromas, dan skoliosis.
Tulang yang mengalami displasia termasuk costae yang posisinya
miring, anomali vertebrata, hipoplasia mandibula, dan pseudarthrosis.
Kejadian pseudarthrosis mengenai 3% pasien dan biasanya terjadi
pada bagian tibia dan fibula. Erosi atau demineralisasi disebabkan
karena adanya tekanan dari neurofibroma plexiform
3
.

Dysplasia tibia dan fibula.. Computed tomography scan dysplasia dari thoracic vertebra.

7. Riwayat keluarga menderita Neurfibrom
8


Tabel . Perbedaan NF1 dan NF2

NEUROFIBROMATOSIS TIPE 1 NEUROFIBROMATOSIS TIPE
II
Bercak kecoklatan di kulit
(caf-au-lait spots )

Neurofibroma

Bintik bintik di ketiak dan
selangkangan
Hamartoma di iris (nodul Lisch)
Tumor di nervus opticus yang dapat
mempengaruhi penglihatan ( optic
nerve gliomas)
Skoliosis
Deformitas tulang
Gangguan fungsi intelektual (
ADHD )
Kejang
Berupa neuroma akustik di
nervus vestibulokoklearis yang
menyebabkan hilangnya
pendengaran biasanya pada usia
20 tahun.
Pusing
Gangguan keseimbangan
Vertigo
Paralysis nervus VII
Tinitus
9



2.6 Diagnosa Banding
Beberapa penyakit yang memiliki tanda klinis sama dengan
neurofibromatosis tipe 1, tertuang dalam dalam sebagai berikut:



2.7 Penatalaksanaan
Belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan neurofibromatosis, tetapi
beberpa penelitian melakukan eksperiment dengan pirfenidone,obat antifibrotik ,
dan tipifarnib, a farnesyltransferase inhibitor terhadap targets Ras.efek . Benjolan
biasanya dapat dibuang melalui pembedahan.
10


Bedah
Bedah / reseksi lesi plexiform dilakukan untuk kebutuhan kosmetik
(estetika), apabila lesi menimbulkan nyeri, atau terjadi gangguan fungsi.
Pembedahan dapat membantu memperbaiki beberapa kelainan tulang. Bedah
tulang dapat dianjurkan untuk memperbaiki skoliosis. Operasi juga dapat
digunakan untuk mengangkat tumor, namun tumor bisa tumbuh kembali
3
.
Kemoterapi
Dilakukan apabila neurofibromatosis berkembang menjadi kanker. Namun
kasus ini sangat jaranng sekitar 10 %
Radiasi
Sebaiknya tidak dilakukan karena dikhawatirkan sinar radiasi akan
mempercepat pertumbuhan neurofibroma menjadi malignant dan
mempercepat pertumbuhan lesi plexiform.

11



2.8 Komplikasi
Neurofibromatosis dapat menimbulkan komplikasi, antara
lain adalah:
2,3,5
Kar di ovas kul ar : Congeni t al Hear t Di s eas e
( CHD) dan hi per t ens i pada anak - anak
Gastroenterologi : Dispepsia, konstipasi, dan diare.
Pulmonari : Pulmonary stenosis
Kutaneus : Neurofibroma yang dapat berkembang
menjadi keganasan.
Skeletal: Osteoporosis dini.

1.9 Pencegahan
Neurofibromatosis merupakan penyakit keturunan, apabila salah satu orang
tua menderita kelainan NF ini , maka 50 % kemungkinan anaknya menderita
penyakit ini. Oleh karena itu dianjurkan untuk melakukan konsultasi genetik pada
penderita yang merencanakan untuk memiliki keturunan
.
Untuk mencegah komplikasi, mengurangi komorbiditas dan meningkatkan
kualitas hidup. Pasien harus dikonsultasikan kepada:
Seorang ahli saraf untuk memberikan informasi mengenai perubahan status
neurologis
Seorang ahli bedah saraf untuk mengidentifikasi dan mengobati tulang
belakang atau tumor otak.
Opthalmologist untuk mendapatkan ketajaman informasi mengenai visual,
cacat bidang atau penampilan dari nodul lisch.
Ahli ortopedi untuk mengevaluasi kelainan terkait tulang.
Tekanan darah harus sering diperiksa dan hipertensi harus segera diobati
jika terdeteksi. Setiap perubahan yang mungkin terjadi dalam pemeriksaan
sensoris atau motoris (seperti inkontinensia) harus didokumentasikan dan
dievaluasi dengan hati-hati.
.
12



2.10 Prognosis
Pada NF1 memiliki prognosis yang baik karena sangat kecil kemungkinan
menjadi keganasan. Namun demikian, NF1 dapat memiliki prognosis yang buruk
apabila komplikasi neurofibroma sudah mengenai ke berbagai organ-organ
dalam.























13


BAB III
KESIMPULAN


Neurofibroma adalah benjolan (tumor) yang berisi jaringan saraf dan bersifat
jinak,biasanya neurofibroma muncul pada kulit dan bagian tubuh lainnya.
Penyakit ini diturunkan secara autosomal dominan. Pada NF1 terjadi mutasi gen pada
lengan panjang kromosom 17, sedangkan NF2 terjadi mutasi gen pada kromosom 22.
Gangguan ini dapat menyerang semua ras, semua kelompok etnis dan jenis
kelamin. Neurofibromatosis tipe 1, juga dikenal sebagai penyakit
Reclkingshausen Von, memiliki insiden 1:3500. NFM tipe II memiliki kejadian
1:40.000. Apabila salah satu orang tua menderita kelainan ini , maka sekitar 50 %
kemungkinan keturunannya menderita penyakit ini .
Diagnosa klinis ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik
sesuai dengan manifestasi klinis yang ditimbulkan dari jenis neurofibromatosis.
penatalaksanaan yang diberikan dapat berupa pembedahan serta kemoterapi untuk
kasus yang sudah mengalami keganasan.
Karena penyakit ini merupakan penyakit yang berhubungan dengan
herediter maka pencegahannya dapat berupa konsultasi genetik pada penderita
yang merencanakan untuk memiliki keturunan.





14


DAFTAR PUSTAKA

1. Genetics in Family Medicine: The Australian Handbook for General
Practitioners. Neurofibromatosis. 2007.
2. MD, Amy Theos; PhD, Bruce R. Korf,MD. Pathophysiology of
Neurofibromatosis Type 1 (review). American College of Physician. 2006.
3. MD, James H. Tonsgard. Clinical Manifestations and Management of
Neurofibromatosis Type 1. Elsevier. 2006.
4. Neurofibromatosis, Inc.http://www.nfinc.org/
5. Neurofibromatosis. http://www.patient.co.uk/doctor/Neurofibromatosis.htm
What Is Neurofibromatosis. http://www.news-medical.net/health/What-is-
Neurofibromatosis-(Indonesian).aspx