Anda di halaman 1dari 21

Analisis Strategi Pemasaran PT.

Sidomuncul

Tugas Akhir Manajemen Strategi

Oleh :
Ahmad Febri Yogi
2010 / 56486

Program Studi Manajamen


Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Padang
2014

A. Analisis IFE dan EFE matrik


1. Profil
PT. SidoMuncul bermula dari sebuah industri rumah tangga pada
tahun 1940, dikelola oleh Ibu Rahkmat Sulistio di Yogyakarta, dan dibantu
oleh tiga orang karyawan. Banyaknya permintaan terhadap kemasan jamu
yang lebih praktis, mendorong beliau memproduksi jamu dalam bentuk yang
praktis (serbuk), seiring dengan kepindahan beliau ke Semarang , maka pada
tahun 1951 didirikan perusahan sederhana dengan nama SidoMuncul yang
berarti "Impian yang terwujud" dengan lokasi di Jl. Mlaten Trenggulun.
Dengan produk pertama dan andalan, Jamu Tolak Angin, produk jamu buatan
Ibu Rakhmat mulai mendapat tempat di hati masyarakat sekitar dan
permintaannyapun selalu meningkat.
Dalam perkembangannya, pabrik yang terletak di Jl. Mlaten
Trenggulun ternyata tidak mampu lagi memenuhi kapasitas produksi yang
besar akibat permintaan pasar yang terus meningkat, dan di tahun 1984 pabrik
dipindahkan ke Lingkungan Industri Kecil di Jl. Kaligawe, Semarang. Guna
mengakomodir demand pasar yang terus bertambah, maka pabrik mulai
dilengkapi dengan mesin-mesin modern, demikian pula jumlah karyawannya
ditambah sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan ( kini jumlahnya
mencapai lebih dari 2000 orang ). Untuk mengantisipasi kemajuan dimasa
datang, dirasa perlu untuk membangun unit pabrik yang lebih besar dan
modern, maka di tahun 1997 diadakan peletakan batu pertama pembangunan
pabrik baru di Klepu, Ungaran oleh Sri Sultan Hamengkubuwono ke-10 dan

disaksikan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan saat itu, Drs.
Wisnu Kaltim.
Pabrik baru yang berlokasi di Klepu, Kec. Bergas, Ungaran, dengan
luas 29 ha tersebut diresmikan oleh Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan
Sosial Republik Indonesia, dr. Achmad Sujudi pada tanggal 11 November
2000. Saat peresmian pabrik, SidoMuncul sekaligus menerima dua sertifikat
yaitu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara
Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan sertifikat
inilah yang menjadikan PT. SidoMuncul sebagai satu-satunya pabrik jamu
berstandar farmasi. Lokasi pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas
7 hektar, lahan Agrowisata ,1,5 hektar, dan sisanya menjadi kawasan
pendukung lingkungan pabrik.

2. Visi dan Misi Perusahaan Sido Muncul


-

Visi
Menjadi industri jamu yang dapat memberikan manfaat pada masyarakat
dan lingkungan

Misi
Meningkatkan mutu pelayanan dibidang herbal tradisional
Mengembangkan

research,

penelitian

yang

berhubungan

dengan

pengembangan pengobatan dengan bahan-bahan alami. Meningkatkan


kesaedaran masyarakat akan pentingnya membina kesehatan melalui pola
hidup sehat, pemakaian bahan-bahan alami dan pengobatan secara

tradisional. Ikut mendorong pemerintah/instansi resmi agar lebih berperan


dalam pengembangan pengobatan tradisional.

3. Analisis Lingkungan Internal PT. Sido Muncul


a. Produk
Sido Muncul memproduksi berbagai macam produk yang beredar
dipasaran, diantaranya; jamu, jamu instan, food suplement dll.
b. Price / harga
Harga produk-produk sidomuncul sangat terjangkau pleh semua
lapisan masyarakat.
c. Place / tempat
Tempat produksi produk-produk Sido Muncul berada di pabrik Sido
Muncul yang berlamat di jalan Soekarno Hatta km 26 kecamatan
Bergas Klepu Semarang, Indonesia. Distribusi produk-produk Sido
Muncul terjangkau di seluruh Indonesia di perkotaan maupun
perdesaan.
d. Promosi
Sido Muncul melakukan promosi dengan melakukan :
-

Publikasi, lewat audio, visual, audio visual

Promosi penjualan dengan memberikan diskon

Bantuan sosial

Seminar kesehatan

Sponsor dari berbagai macam acara. Contoh di acara Inbox,


Thomas Cup dan Ubercup.

e. Professional
Perusahaan sido muncul mempunyai tenaga ahli dari berbagai disiplin
ilmu, konsultan yang ahli dibidangnya. Perusahaan tidak ingin
menghasilkan limbah yang merusak alam, untuk menangani limbah
air limbah dapat diolah menjadi air yang biasa digunakan untuk
menyiram tanaman. Sedangkan limbah padat dari buangan sisa
ektraksi akan diolah menjadi pupuk organik.
f. Karyawan
Dalam meningkatkan produknya PT Sidomuncul didukung oleh
karyawan

yang

mempunyai

keahlian.

Untuk

meningkatkan

kemampuan para karyawannya diberikan kesempatan mengikuti


pelatihan kursus maupun seminar.
g. Public/ masyarak sekitar
Diharapkan masyarakat dapat memberikan kritik saran untuk
mengembangkan produk-produk Sido Muncul.
h. Power/ Kekuatan
Perusahaan Sido Muncul memiliki fasilitas pabrik yang lengkap.
Failitasnya antara lain; Laboratorium, kebun percobaan dan budaya
tanaman obat, extraction centre, pengelolaan air bersih, pengelolaan
air limbah, perpustakaan, klinik holistic.
i. Pleasure
Penghargaan yang diterima Sido Muncul Golden Brand Award untuk
prodik kuku bima tahun 2005, penghargaan merk dagang unggulan

Indonesia 2003, penghargaaan the indonesia best Brand Award


(IBBA) 2013.

j. Performance
Perusahaan Sido Muncul menghasilkan produk higienis dan produkproduk Sido Muncul telah dikenal oleh masyarakat.

4. Analisis Lingkungan Eksternal


1. Lingkungan Mikro
a. Pemasok
PT Sido Muncul, mendapatkan bahan baku diperoleh dari pemasok
luar/pengumpul dalam bentuk kering yang berasal dari Wonogiri,
Purwokerto, Purworejo, Ambarawa dan Jawa Timur. Bentuk bahan baku
berupa daun atau rimpang. Proses pembelian dilakukan setiap panen raya.
b. Perusahaan
Perusahaan-perusahaan pesaing perusahaan Sido Muncul antara lain :
- PT Air Mancur
Produsen jamu dan kosmetika air mancur
- PT Industri jamu Borobudur
- PT jamu Iboe Jaya
- PT Industri jamu Jago
- PT jamu Indonesia Simona
- Dan lain-lain perusahaan farmasi.

c. Perantara
Perusahaan Sido Muncul mempunyai banyak distributor untuk memasarkan
produknya kepada konsumen seperti : Toko obat, Apotik, Toko klontong,
Swalayan, Warung jamu, Kasongan dan toko kecil lainnya
d. Pelanggan
Perusahaan Sido Muncul telah mempunyai pelanggan dari masyarakat kelas
atas menengah dan kebawah karena biasanya masyarakat lebih memilih
produk herbal atau alami dari pada obat-obatan yang mengandung zat kimia
karena pada obat-obatan zat kimia akan menimbulkan efek samping terhadap
tubuh.
e. Publik
Jamu biasanya lebih banyak di konsumsi oleh masyarakat pedesaan atau
masyarakat tradisional karena jamu dibuat berdasarkan pengalaman dari
nenek moyang yang turun menurun. Sehingga perusahaan Sido Muncul
mengambil pengalaman tersebut kemudian memproduksi berbagai jenis jamu
yang dapat bermanfaat menyembuhkan penyakit tanpa menimbulkan efek
samping.

2. Lingkungan Makro
a. Lingkungan ekonomi
1) Ketidak seimbangan pasar terhadap harga bahan baku menyebabkan
produksi jamu tidak dapat memproduksi maju mundurnya suatu usaha.

2) Besar kecilnya pajak yang wajib dikeluarkan berdasarkan industri yang


dibangun sangat mempengaruhi maju mundurnya suatu usaha. Pajak yang
dikenakan atas industri ini berupa PPh, PBB, Bea Cukai dan lain-lain.
3) Beban biaya yang dikeluarkan claim dari pajak antara lain retribusi, beban
penggunaan listrik bagi industri, beban angkut dan lain-lain.
b. Lingkungan alam
1) Bangkitnya gerakan lingkungan
2) Mengolah limbah menjadi limbang ramah lingkungan
c. Lingkungan tehnologi
Tegnologi yang dimiliki perusahaan Sido Muncul sangat mempengaruhi
produk produk yang dihasilkan. Perusahaan Sido Muncul di pasaran
mempunyai tempat yang bagus sehingga Sido Muncul sangat mempengaruhi
peredaran jamu di Indonesia.
d. Lingkungan politik
Setiap perusahaan pasti diatur oleh undang-undang. Perusahaan sido muncul
sebagai satu-satunya pabrik jamu yang berstandar farmasi UU RI no 7 tahun
1963 tentang farmasi, pasal 4 tentang produksi dan distribusi perbekalan di
bidang farmasi di tetapkan dengan peraturan. Perundang-undangan misalkan
tentang perihal impor/ekspor penyedia obat-obatan ditetapkan dengan
peraturan

pemerintah.

Hal-hal

mengenai

konsumsi

dan

pekerjaan

kerfarmasian diatur dengan peraturan menteri kesehatan.


e. Lingkungan kulturan
Perusahaan Sido Muncul dalam pembuatan produk-produknya menggunakan
bahan-bahan alami atau herbal dan mengolahnya dengan tradisional.

B. Analisis SWOT
Mengembangkan kemampuan, pada waktu-waktu tertemtu kepada karyawan
diberikan kesempatan mengikuti pelatihan, kursus, maupun seminar. Untuk
mendukung pengembangan, PT.Sido Muncul juga merekrut konsultan yang ahli
dibidangnya, misalnya: apoteker, dokter umu, dokter gigi dan spesialis.
Dari kasus yang ada pada PT. Sido Muncul tersebut dapat dirumuskan analisis
SWOT sebagai berikut:
Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kekuatan
(Strength)
Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Produk yang terjangkau

0,23

0,69

Distribusi tersebar di seluruh Indonesia

0,18

0,54

Didukung oleh SDM yang handal

0,18

0,54

Fasilitas pabrik yang lengkap

0,18

0,54

Merupakan perusahaan jamu terbesar di


Indonesia

0,23

0,92

17

16

3,23

Total
Ukuran pembobotan :

Ukuran Rating Kekuatan :

1 = Sedikit Penting

1 = Sedikit Kuat

2 = Agak Penting

2 = Agak Kuat

3 = Penting

3 = Kuat

4 = Sangat Penting

4 = Sangat Kuat

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kelemahan


(Threath)
Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Belum mempunyai alat pengering bahan baku

0,5

-3

-1,5

Proses produksi bergantung pada pasokan

0,5

-2

-1

bahan baku pengepul


6

Total
Ukuran pembobotan :

Ukuran Rating Kelemahan :

1 = Sedikit Penting

1= Sedikit Lemah

2 = Agak Penting

2= Agak Lemah

3 = Penting

3= Lemah

4 = Sangat Penting

4= Sangat Lemah

-5

-2,5

Kuesioner Eksternal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Peluang


(Opportunity)
Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Kebutuhan tekonologi yang canggih untuk


proses produksi

0,4

1,2

Selera masyarakat

0,3

0,9

Menjadi sponsor dalam berbagai promosi


kesehatan

0,3

0,9

10

3,0

Total
Ukuran pembobotan :

Ukuran Rating Peluang :

1 = Sedikit Penting

1= Sedikit Berpeluang

2 = Agak Penting

2= Agak Berpeluang

3 = Penting

3= Berpeluang

4 = Sangat Penting

4= Sangat Berpeluang

Kuesioner Eksternal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Ancaman


(Threath)
Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Permintaan produk herbal terus meningkat

0,3

0,9

Pembiayaan proses produksi mahal

0,3

0,9

Bahan baku produksi tidak stabil

0,3

0,6

0,9

11

2,4

Total

Ukuran pembobotan :

Ukuran Rating Ancaman :

1 = Sedikit Penting

1 = Sedikit Mengancam

2 = Agak Penting

2 = Agak Mengancam

3 = Penting

3 = Mengancam

4 = Sangat Penting

4 = Sangat Mengancam

Dari hasil tabel diatas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Skor Kekuatan = 3,23


2. Skor Kelemahan = -2,5
3. Skor Peluang
4. Skor Ancaman

= 3,0
= -2,4

C. Analisis Matriks Space PT. Sidomuncul

Vektor arah perusahaan berlokasi di kuadran agresif (kuadran kanan


atas) dari Matriks SPACE, organisasi berada pada posisi yang baik untuk
menggunakan kekuatan internalnya guna

(1) memanfaatkan peluang eksternal,


(2) mengatasi kelemahan internal, dan

(3) menghindari ancaman eksternal.


Dengan demikian, penetrasi pasar, pengembangan pasar,
pengembangan produk, integrasi ke belakang, integrasi ke depan,
integrasi

horizontal,

konsentrik,

diversifikasi

diversifikasi

horizontal,

konglomerat,
atau

strategi

diversifikasi
kombinasi

semuanya bisa layak digunakan, tergantung pada kondisi spesifik


yang dihadapi perusahaan.

D. Analisis BCG
Matriks BCG adalah perangkat strategi untuk memberi pedoman pada
keputusan alokasi sumber daya berdasarkan pangsa pasar. Matriks BCG
merupakan empat kelompok bisnis, yaitu:
1. Bintang (Star)
Mewakili peluang jangka panjang terbaik untuk pertumbuhan dan
profitabilitas bagi organisasi. Divisi dengan pangsa pasar relatif yang tinggi
dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi seharusnya menerima investasi
yang besar untuk mempertahankan dan memperkuat posisi dominan mereka.
Kategori ini adalah pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan
arus kas ositif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang
untuk memenangkan pasar dan mengantisipasi para pesaingnya.
2. Tanda tanya (Question Mark)
Memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing
dalam industri ang bertumbuh pesat. Bisnis ini disebut tanda tanya karena
organisasi harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini dengan

menjalankan strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau


pengembangan produk) atau menjualnya.
3. Sapi perah (Cash Cow)
Memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri yang
pertumbuhannya lambat. Disebut sapi perah karena menghasilkan kas lebih
dari yang dibutuhkanya, mereka seringkali diperah untuk membiayai untuk
membiayai sektor usaha yang lain. Banyak sapi perah saat ini adalah bintang
di masa lalu, divisi sapi perah harus dikelola unuk mempertahankan posisi
kuatnya selama mungkin.
4. Anjing (Dog)
Dari organisasi memiliki pangsa pasar relatif yang rendah dan bersaing dalam
industri yang pertumbuhannya rendah atau tidak tumbuh. Mereka adalah
anjing dalam portofolio perusahaan. Karena posisi internal dan eksternalnya
lemah, bisnis ini seringkali dilikuidasi, divestasi atau dipangkas dengan
retrenchment. Ketika sebuah divisi menjadi anjing, retrenchment dapat
menjadi strategi yang terbaik yang dapat dijalankan karena banyak anjing
yang mencuat kembali, setelah pemangkasan biaya dan aset besar-besaran,
menjadi bisnis yang mampu bertahan dan menguntungkan.
Analisis BCG Pada PT Sido Muncul
Lingkungan dimana perusahaan beroperasi berubah dengan cepat,
baik politik, sosial, ekonomi maupun tekhnologi. Perubahan lingkungan
tersebut akan membuat pelaku industri untuk mengevaluasi rencana bisnis
dan menurut perusahaan untuk mampu merencanakan bisnisnya dengan baik
agar dapat bertahan, tumbuh dan berkembang. Memasuki millenium ketiga,

tantangan dan hambatan yang dihadapi dunia industri semakin besar.


Persaingan dunia industri di Indonesia semakin ketat, sehingga setiap
perusahaan diharuskan meningkatkan kemampuannya untuk bersaing dalam
perekonomian global.
Industri besar dan global mulai masuk ke berbagai industri makanan
dan minuman, sebagai contoh adalah Air Mancur dan Nyonya Meneer.
Kondisi ini menuntut setiap perusahaan untuk mengetahui posisinya dalam
persaingan, sehingga perusahaan dapat merencanakan strategi pemasarannya.
Berdasarkan data hasil olahan Departement Perindustrian dan
Perdagangan menunjukan bahwa perusahaan yang terlibat dalam industri
jumlahnya meningkat dari waktu ke waktu. Pada tahun 2008 tercatat 2673
perusahaan dan berkembang menjadi 2924 perusahaan pada tahun 2009. Data
tersebut memperlihatkan terjadinya pertumbuhan industri sebesar 4,48 %. Hal
ini menunjukan perusahaan harus memperhatikan perencanaan dalam
menjalankan usahanya, karena persaingan yang terjadi dalam perusahaan
dapat mengakibatkan ancaman maupun peluang bagi setiap perusahaan.
Persaingan industri semakin ketat seiring dengan terus meningkatnya
laju pertumbuhan industri. Persaingan ini mengakibatkan setiap industri lebih
jeli dalam merumuskan strategi pemasaran perusahaannya. PT Sido Muncul
merupakan industri jamu tradisional yang berada pada skala industri besar.
Saat ini pertumbuhan pasar industri sebesar 16,67 % sedangkan pangsa pasar
relatif terhadap pesaing utama adalah 0,07. Matriks Boston Consulting Group
menytakan adalah perusahaan berada dalam posisi tanda tanya.

E. Matriks IE PT. Sidomuncul


Tinggi
3,0-4,0
Tinggi
3,0-4,0

Sedang
2,0-2,9

Rendah
1,0-1,99

I
Pertumbuhan
(konsentrasi
melalui
intergrasi
vertikal)

IV
Stabilitas
(hati-hati)

VII
Pertumbuhan
(diversifkasi
konsentrik)

Rata-rata
2,0-2,99

II
Pertumbuhan
(konsentrasi melalui
intergrasi Horizontal)

Lemah
1,0-1,99
III
Penciutan
(TurnAround)

V
VI
Stabilitas/pertumbuhan
Penciutan
(tidak ada perubahan (Captive Company atau
profit
Divestment)
strategi/konsentrasi
melalui integrasi
horizontal)

VIII
Pertumbuhan
(Diversifikasi
Konglomerat)

IX
Liquidasi
(Bangkrut/Liquidasi)

Berdasarkan nilai IFE dan EFE yang telah dianalisis yaitu IFE bernilai
2,74 dan EFE bernilai 2,45, maka PT Sido Muncul termasuk ke
dalam
kuadran
V.
Kuadran
V
merupakan
daerah
Stabilitas/Pertumbuhan atau dapat juga diartikan bahwa perusahaan
tersebut sudah mencapai stabilitas perusahaan sehingga harus
dijaga, namun di sisi lain perusahaan tersebut masih dapat terus
tumbuh dan mengembangkan diri.
Melalui analisis Matriks I - E dan hasil identifikasi masingmasing faktor strategis eksternal dan internal melalui Matriks
SWOT, diperoleh beberapa alternatif strategi yang sesuai untuk
pengembangan usaha PT Sido Muncul, yaitu :
Strategi penetrasi pasar

Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar produk susu


olahan PT Sido Muncul melalui usaha-usaha pemasaran yang maksimal dan
lebih gencar d a r i s e b e l u m n y a , s e p e r t i m e n a m b a h t e n a g a
p e n j u a l a n , m e m p e r k u a t j a r i n g a n distribusi dan meningkatkan
promosi
Strategi Pengembangan Pasar
Strategi ini dilaksanakan dengan cara memperkenalkan produk olahan
jamu y a n g d i h a s i l k a n o l e h P T S i d o M u n c u l k e w i l a y a h
g e o g r a f i s b a r u y a n g b e l u m tercakup jaringan distribusi terdahulu
atau dengan menambah segmentasi pasar kekonsumen anak-anak dan remaja.
Strategi pengembangan produk
Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan
p a n g s a p a s a r d e n g a n c a r a memperbaiki atau memodifikasi
produk yang dihasilkan oleh PT Sido Muncul. Selain itu juga
memungkinkan
untuk
menghasilkan
produk
baru
yang
memiliki potensi pasar besar.
Strategi pengembangan kemitraan
Strategi
ini
dimaksudkan
untuk
mengembangkan
kemampuan perusahaanyang memiliki sumberdaya terbatas
melalui kerjasama dengan pemasok bahan baku jamu, lembaga
keuangan/investor, distributor, maupun dengan pe rusahaansejenis
lain.
Strategi pengembangan sumberdaya manusia
Strategi
ini
bertujuan
untuk
m e n i n g k a t k a n k u a l i t a s d a n k u a n t i t a s sumberdaya
manusia PT Sido Muncul. Pengembangan secara kualitas
dilakukanmelalui pelatihan dan pendidikan, sedangkan secara
kuantitas dilakukan melalui p e r e k r u t a n t e n a g a k e r j a b a r u
y a n g d i s e s u a i k a n d e n g a n k e b u t u h a n d i m a s i n g - masing bagian
perusahaan.

F. Grand strategi matrik (Matrik Strategi Umum) PT. Sidomuncul


Matrik strategi umum menjadi alat analisa yang terkenal dalam
membuat strategi alternatif. Prinsipnya adalah memposisikan SBU-SBU
kedalam salah satu dari keempat kuardan yang dibentuk oleh garis horizontal
(melukiskan posisi persaingan) dan vertikal (menggambarkan tingkat

prtumbuhan pasar). Setelah posisi SBU dapat diketahui maka pimpinan


perusahaan dapat memilih beberapa strategi alternatif yang cocok dengan
posisi tersebut.
Penjualan produk PT Sido Muncul diprediksikan selama tahun ini
meningkat sekitar 25% dibandingkan dengan tahun lalu, sedangkan nilainya
akan naik 35%, terkait dengan kenaikan harga sejumlah produk.
Permintaan dari pasar dalam negeri yang cukup baik membuat
persentase ekspor produk Sido Muncul turun yakni hanya sebanyak 5% dari
seluruh produk yang dijual. Namun, dari segi volume, kinerja ekspor selama
tahun ini justru naik dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu."Pasar
ekspor masih bagus, tetapi permintaan di pasar domestik juga masih
bertumbuh dengan baik, sehingga kami tetap memfokuskan pasar lokal."
Untuk menarik konsumennya, PT Sido Muncul mengeluarkan beberapa
macam kemasan yang mudah dikenali dan diingat oleh masyarakat. Di
samping itu kemasan dari produk produk PT sidomuncul sangatlah praktis
untuk di gunakan oleh konsumenya. Dengan adanya variasi warna pada
kemasan bungkus produk mereka, masyarakat lebih antusias untuk
mengkonsumsi produk mereka.
PT sidomuncul menawarkan berbagai macam produk dengan harga
yang bervariasi dan terjangkau. Dan dapat dinikmati oleh berbagai konsumen.
Dengan harga yang terjangkau tentu saja Produk-Produk dari PT sidomuncul
dapat di temukan di mana saja. Karena produk mereka lebih menekankan
kepada produk tradisional (jamu) namun di kelola secara modern.

G. Matriks QSPM PT. Sidomuncul


Kerangka Analisis dan Perumusan Strategi dibagi dalam 3 tahap:
1. Tahap Input
Berisi informasi input dasar yang dibutuhkan dalam merumuskan strategi
terdiri atas:

Matrik Evaluasi Faktor Eksternal (EFE)

Matrik Evaluasi Faktor Internal (IFE)

Matrik Profil Kompetitif (CPM)

2. Tahap Pencocokan
Berfokus pada penciptaan strategi alternatif yang masuk akal meliputi:

Matrik Kekuatan-Kelemahan-Peluang-Ancaman (StrenghtsWeaknessOpportunities-Threats - SWOT)

Matrik Posisi Strategis dan Evakuasi Tindakan (Strategic Position And


Action Evaluation - SPACE)

Matrik Boston Consulting Group (BCG)

Matrik Strategi Besar (Grand Strategic Matrix).

3. Tahap Keputusan
Melibatkan satu teknik saja yakni:

Matrik Perencanaan Strategi Kuantitatif ( Quantitative Startegic Planning


Matrix - QSPM) .

Tahap Keputusan
Adalah tahap ketiga dari kerangka tiga tahap dalam pemilihan strategistrategi alternatif. Analisis dan intuisi menjadi landasan bagi pengambilan
keputusan perumusan strategi setelah melalui teknik-teknik pada tahap
pencocokan (matching stage). Teknik matrik ini secara objektif menunjukkan
strategi mana yang terbaik. QSPM strategi menggunakan analisis input dari tahap
1 dan hasil pencocokan dari analisis tahap 2 untuk secara objectif dijalankan
diantara strategi-strategi alternatif. QSPM adalah alat yang memungkinkan para

penyusun strategi mengevaluasi berbagai strategi alternatif berdasarkan faktorfaktor keberhasilan penting eksternal dan internal yang telah diindentifikasi
sebelumnya. Seperti halnya alat analitis strategi yang lain, QSPM membutuhkan
penilain intuitif yang baik.

Kelebihan matriks QSPM


1. Serangkaian strateginya dapat diamati secara berurutan atau bersamaan
2. Mendorong para penyusun strategi memasukkan factor-faktor eksternal dan
internal yang relevan kedalam proses penyusunan
3. Memperkecil kemungkinan terlewatnya atau diberi bobot secara berlebihan.
Kekurangan matriks QSPM
1. Qspm membutuhkan penilaian intuitif dan asumsi yang mendasar
2. Qspm hanya akan baik dan bermanfaat sepanjang informasi prasyarat dan analisis
pencocokan yang menjadi dasrnya.
Langkah-langkah yang diperlukan dalam mengembangkan QSPM:
a. Langkah 1
Buatlah daftar berbagai peluang/ancaman eksternal dan kekuatan/kelemahan
internal utama dikolom kiri QSPM.
b. Langkah 2.
Berilah bobot pada setiap faktor eksternal dan internal utama tersebut.
c. Langkah 3.
Cermatilah matrik-matrik Tahap 2 (pencocokan) dan mengindentifikasi berbagai
strategi alternatif yang dipertimbangkan.
d. Langkah 4.
Tentukan Skor Daya Tarik (Attractiveness Score-AS).
skor daya tarik:
1= tidak memiliki daya tarik
2 = daya tarik rendah
3 = daya tarik sedang
4 = daya tarik tinggi.

e. Langkah 5.
Hitunglah Skor Daya Tarik Total (Total Attractiveness Score - TAS).
Didefinisikan sebagai hasil kali antara Langkah 2 dan Langkah 4. Semakin tinggi
skor daya tarik totalnya semakin menarik pula skor alternatifnya.
f. Langkah 6.
Hitunglah jumlah keseluruhan Daya Tarik Total. Jumlah Keseluruhan Skor Daya
Tarik Total (Sum Total Attractiveness Score - STAS) menunjukkan strategi yang
paling yang paling menarik disetiap rangakaian alternatif.