Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN

PRAKTEK LABOR REFRIGERASI

Oleh:

Nama

: Roni Saputra

No. BP

: 1301011025

Program Studi

: D III Teknik Mesin

Konsentrasi

: Maintenance

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


POLITEKNIK NEGERI PADANG
JURUSAN TEKNIK MESIN
PADANG
2016

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas
segala rahmat dan karunia-Nya

sehingga penulis dapat menyelesaikan kerja

praktek pada labor refrigerasi yang ditandai dengan selesainya penulisan laporan
ini. Penulisan laporan praktek kerja ini merupakan persyaratan akademis yang
wajib dipenuhi oleh setiap mahasiswa Program Studi DIII Teknik Mesin
Politeknik Negeri Padang.
Selama pelaksanaan praktek kerja labor refrigerasi serta penulisan laporan,
penulis memperoleh banyak arahan serta bimbingan dari berbagai pihak. Maka
dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih, khususnya
kepada: Bapak Ir. Isnanda.,MT yang telah membimbing penulis dalam proses
praktek refrigerasi.
Penulis berharap laporan kerja praktek refrigerasi ini tidak menjadi sesuatu
yang sia-sia karena penulis berharap agar kerja praktek ini dapat menjadi bekal
untuk kedepannya. Kritik dan saran membangun sangat diharapkan untuk
perbaikan di kemudian hari.
Akhir kata semoga hasil penulisan laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis
khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Padang, 15 Maret 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Perkembangan ilmu dan teknologi pada era sekarang sangatlah pesat dari

peningkatan kemampuan, keterampilan dan profesionalisme sumber daya


manusia. Berbagai usaha peningkatan telah dilakukan pada semua bidang
termasuk dalam bidang otomotif. Perkembangan teknologi pada bidang otomotif
berperan cukup besar terhadap kemajuan bidang-bidang lainnya. Untuk itu perlu
adanya tenaga-tenaga ahli dalam bidang ini, apalagi menghadapi serbuan negaranegara produsen otomotif dengan pemasaran produk mereka memasuki era pasar
bebas.
Pada masa era globalisasi ini kenyamanan pada mobil sangatlah diperlukan,
industri berlomba-lomba menciptakan inovasi baru untuk menambah kenyamanan
mobil yang mereka produksi salah satunya dengan pengaturan suhu, kelembaban
udara, dan kebersihan didalam ruangan.
Sistem AC dipergunakan untuk mempertahankan kondisi udara baik suhu dan
kelembabanya dengan cara sebagai berikut:
1. Pada saat suhu ruangan tinggi AC akan menyerap panas dari lingkungan
sehingga suhu di ruangan itu akan turun dan sebaliknya saat suhu ruangan
rendah AC akan melepaskan panas ke udara sehingga suhu akan naik.
2. Bersamaan dengan hal itu, kelembaban udara berkurang sehingga
kelembaban udara di pertahankan pada tingkat yang nyaman.
Prinsip dasar AC adalah proses penyerapan dan pelepasan panas dengan
menggunakan suatu zat yang mudah menyerap (refrigerant). Kondisi refrigerant di
pengaruhi oleh pengatur dan tekanan yang diberikan kepadanya.
1.2

Tujuan
Tujuan penulis menyusun makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui dan memahami komponen-komponen pada sistem AC
mobil dan fungsinya.
2. Mengetahui dan memahami prinsip kerja sistem AC mobil.
3. Mengetahui dan memahami apa itu refrigerant dan persyaratan untuk
refrigerant dan oli pelumas pada sistem AC mobil.

4. Mengetahui dan mampu melakukan pengurasan dan pengisian kembali


refrigerant kedalam sistem AC.
5. Mengetahui dan memahami bagaimana cara merawat AC mobil.
1.3

Manfaat
Manfaat yang dapat diberikan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai

berikut:
1. Laporan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih
tentang sistem AC mobil.
2. Sebagai sumber pengetahuan dan pembelajaran untuk dapat memahami
dan mempelajari fungsi komponen-komponen dan prinsip kerja sistem
AC mobil, persyaratan refrigerant dan pelumas yang digunakan.
3. Sebagai sumber pengetahuan dan pembelajaran untuk dapat memahami
dan mempelajari bagaimana cara merawat AC mobil.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengetahuan Dasar tentang Air Conditioner (AC)


Air Conditioner (AC) merupakan suatu perlengkapan yang memelihara
dan mengkondisikan kualitas udara di dalam kendaraan agar temperatur/suhu,
kebersihan dan kelembabannya menyenangkan serta nyaman. Apabila di dalam
ruangan temperaturnya tinggi, maka panas yang diambil agar temperatur turun
disebut pendinginan. Sebaliknya, ketika temperatur di dalam ruangan rendah,
maka panas yang diberikan agar temperatur naik disebut pemanasan.
Kebanyakan bangunan berukuran sedang dan besar, energi panas dipindahkan
dengan menggunakan udara, air dan kadang-kadang refrigerant. Perpindahan
energi panas ini seringkali dengan membawa energi tersebut dari suatu ruangan
ke suatu penyerap kalor sentral (unit refrigerasi) atau membawa kalor dari
sumber kalor (pemanas atau ketel) ke ruangan. AC pada mobil pada umumnya
terdiri dari cooler dengan pembersih embun (moisture remover) dan pengatur
aliran udara.
Pendingin (cooler) akan mendinginkan dan mengurangi kelembaban udara
di dalam kendaraan sehingga dihasilkan kondisi udara yang nyaman. Prinsip
dasar pendinginan adalah proses penyerapan dan pelepasan panas suatu media
dengan menggunakan zat yang mudah menguap (refrigerant). Kondisi
refrigerant dipengaruhi oleh temperatur dan tekanan yang diberikan kepadanya.
Prinsip pemindahan dan penyerapan panas tersebut secara sederhana dapat
dicontohkan pada hal seperti berikut:
1. Seseorang akan merasa dingin saat mengoleskan alkohol, alkohol tersebut
menyerap panas dan terjadi penguapan.
2. Seseorang akan merasa dingin setelah berenang meskipun saat siang hari.
Hal ini disebabkan air di badan menyerap panas dan menguap.

Gambar . Prinsip Pemindahan dan Penyerapan Panas


Dalam air conditioner, penyerapan ada pemindahan panas dengan
menggunakan refrigerant dapat berfungsi sebagai penyerap dan pemindah
panas.
2.2 Prinsip Kerja dan Komponen-Komponen Sistem AC Mobil
1. Prinsip Kerja Sistem AC Mobil
Prinsip kerja sistem AC pada mobil dapat dijelaskan pada gambar siklus
kerja sistem AC sebagai berikut:

Gambar . Siklus Kerja Sistem AC

a. Kompresor mengkompresikan gas/uap refrigerant yang bertemperatur


tinggi dan bertekanan tinggi karena menyerap panas dari evaporator
ditambah panas yang dihasilkan saat langkah pengeluaran (discharge).
b. Gas refrigerant mengalir ke dalam kondensor, di dalam kondensor gas
refrigerant dikondensasikan menjadi cairan atau terjadi perubahan
keadaan yaitu pengembunan refrigerant.
c. Cairan refrigerant mengalir ke dalam receiver untuk disaring antara
cairan refrigerant dengan oli sampai evaporator memerlukan refrigerant
untuk diuapkan.
d. Katup ekspansi menurunkan tekanan dan temperatur/suhu cairan
refrigerant yang bertekanan dan bertemperatur tinggi menjadi rendah.
e. Gas refrigerant yang dingin dan berembun ini mengalir ke dalam
evaporator. Refrigerant menguap dan menyerap panas dari udara luar
atau terjadi pengkabutan udara sehingga suhu di luar akan dingin.

Gambar . Siklus Kompresi Uap Sistem AC

1 2 Cairan refrigeran dalam evaporator menyerap panas dari sekitarnya,


biasanya udara, air atau cairan proses lain. Selama proses ini cairan

merubah bentuknya dari cair menjadi gas, dan pada keluaran evaporator
gas ini diberi pemanasan berlebih/superheated gas.

2 3 Uap yang diberi panas berlebih masuk menuju kompresor dimana


tekanannya dinaikkan. Suhu juga akan meningkat, sebab bagian energi
yang menuju proses kompresi dipindahkan ke refrigeran.

3 4 Superheated gas bertekanan tinggi lewat dari kompresor menuju


kondensor.

Bagian

awal

proses

refrigerasi

menurunkan

panas

superheated gas sebelum gas ini dikembalikan menjadi bentuk cairan.


Refrigerasi untuk proses ini biasanya dicapai dengan menggunakan udara
atau air. Penurunan suhu lebih lanjut terjadi pada pekerjaan pipa dan
penerima cairan, sehingga cairan refrigeran didinginkan ke tingkat lebih
rendah ketika cairan ini menuju alat ekspansi.

4 - 1 Cairan yang sudah didinginkan dan bertekanan tinggi melintas


melalui peralatan ekspansi, yang mana akan mengurangi tekanan dan
mengendalikan aliran menuju kondensor harus mampu membuang panas
gabungan yang masuk evaporator dan kondensor.

2. Komponen-Komponen Sistem AC Mobil


Sistem AC mobil terdiri dari beberapa komponen, yaitu sebagai berikut:
a. Kompresor
Kompresor adalah alat yang digunakan untuk menaikan tekanan
refrigerant dengan mengkompresikan dalam bentuk gas/uap, akibatnya
temperatur refrigerant juga ikut naik. Panas yang timbul kemudian akan
dikondensasikan melalui kondensor.

Gambar . Kompresor Mobil


Energi mekanik pada motor penggerak diubah menjadi energi
pneumatis oleh kompresor sehingga zat pendingin bersedar dalam
instalasi systemAC.
Kompresor AC perlu diberi pelumas. Fungsi utama pelumas pada
kompresor adalah untuk bantalan pada komppresor dan sebagai pelumas
pada bagian yang bergesekan. Oli yang digunakan pada kompresor bukan
sembarang oli, tetapi oli khusus karena oli tersebut akan beredar dalam
pendingin.
Jika salah satu komponen rusak pada saat pendinginan bekerja, maka
sebagian oli kompresor akan tertinggal di dalam siklus refrigerant.
Apabila komponen tersebut diganti maka oli perlu ditambah untuk
mengganti oli yang tertinggal dalam komponen yang rusak. Banyaknya
oli tergantung dari dari komponen yang diganti.
b. Magnetic Clutch
Magnetic Clutch digunakan untuk melepaskan dan menghubungkan
kompresor dengan putaran mesin. Komponen utamanya terdiri dari :
stator, rotor, dan plat penekan. Prinsip kerja magnetic clutch adalah
melekatkan dua keping logam besi karena gaya elektromagnet, dua
keping logam tersebut adalah penekan drive pulley.

Gambar 10. Magnetic Clutch


c. Kondensor
Kondensor berfungsi untuk pengembunan gas/uap refrigerant.
Semakin besar jumlah panas yang di lepaskan oleh kondensor maka

semakin besar pula efek pendinginan yang di peroleh evaporator.


Kondensor di letakan di bagian depan kendaraan agar proses
pendinginanya sempurna.
Pada kondensor terjadi perubahan wujud refrigeran dari uap superheated (panas lanjut) bertekanan tinggi ke cairan sub-cooled (dingin
lanjut) bertekanan tinggi. Agar terjadi perubahan wujud refrigeran (dalam
hal ini adalah pengembunan/ condensing), maka kalor harus dibuang dari
uap refrigeran.
Kalor/panas yang akan dibuang dari refrigeran tersebut berasal dari :
1. Panas yang diserap dari evaporator, yaitu dari ruang yang didinginkan
2. Panas yang ditimbulkan oleh kompresor selama bekerja

Gambar. Kondensor
d. Receiver (Filter/Dryer)
Berfungsi untuk menampung sementara refrigerant, dalam bentuk
cairan, kemudian disalurkan sesuai dengan beban pendinginan. Dalam
receiver, terdapat filter, desiccant, receiver, dan dryer, juga sight glass
pada bagian atas untuk melihat kondisi aliran refrigerant.

Keterangan
1. Tutup pengaman
2. Saklar tekanan
3. Kaca pengontrol
4. Filter penyaring
5. Sel silika

Gambar . Receiver (Filter/Dryer)


e. Katup Ekspansi
Katup ekspansi digunakan untuk menurunkan tekanan dan
temperatur/suhu serta menginjeksikan refrigerant melalui orifice,
sehingga refrigerant yang keluar menjadi bertemperatur dan bertekanan
rendah.

Gambar . Katup Ekspansi


Katup ekspansi terdiri dari beberapa jenis, di antaranya adalah:
1) Pipa Kapiler (Capillary Tube)
Katup ekspansi yang umum digunakan untuk sistem refrigerasi
rumah tangga adalah pipa kapiler. Pipa kapiler adalah pipa tembaga
dengan diameter lubang kecil dan panjang tertentu. Besarnya tekanan
pipa kapiler bergantung pada ukuran diameter lubang dan panjang
pipa kapiler.

Gambar 14. Pipa Kapiler


2) Katup Ekspansi Otomatis
Katup ekspansi otomatis menjaga agar tekanan hisap atau tekanan
evaporator besarnya tetap konstan. Bila beban evaporator bertambah
maka temperatur evaporator menjadi naik karena banyak cairan
refrigeran yang menguap sehingga tekanan di dalam saluran hisap (di
evaporator) akan menjadi naik pula. Akibatnya bellow akan
bertekan ke atas hingga lubang aliran refrigeran akan menyempit dan
ciran refrigeran yang masuk ke evaporator menjadi berkurang.
Keadaan ini menyebabkan tekanan evaporator akan berkurang dan
bellow akan tertekanan ke bawah sehingga katup membuka lebar
dan cairan refrigeran akan masuk ke evaporator lebih banyak.
Demikian seterusnya.

Gambar 15. Katup Ekspansi Otomatis

3) Katup Ekspansi Termostatik


Katup ekspansi termostatik adalah satu katup ekspansi yang
mempertahankan besarnya panas lanjut pada uap refrigeran di akhir
evaporator tetap konstan, apapun kondisi beban di evaporator.

Gambar . Katup Ekspansi Termostatik


f.

Evaporator
Evaporator ini berfungsi untuk menguapkan gas/uap refrigerant yang
bertemperatur dan bertekanan rendah. Bila udara melewati evaporator
menjadi dingin sampai temperatur tekanan dibawah pengembunan, uap
air akan mengembun dan menempel pada sirip evaporator dalam bentuk
tekanan air. Bila pada saat ini temperatur sirip sampai dibawah 0 C,
tetesan air akan berubah menjadi es.

Gambar . Evaporator

g. Blower
Blower digunakan untuk menghisap udara segar atau udara yang
telah disirkulasikan ke dalam ruangan. Blower terdiri dari motor dan
kipas (fan).
h. Thermostat
Bila mesin pendingin bekerja terus-menerus maka suhu ruang akan
turun tak terkendali. Oleh karena itu, diperlukan suatu peralatan kontrol
yang dapat mengontrol siklus operasi sistem AC, yaitu thermostat. Pada
unit tertentu penggunaan thermostat dilkombinasikan dengan pengontrol
waktu (timer switch).
Thermostat dapat diletakkan di dalam ruang atau di dalam duct
untuk mendeteksi suhu udara dan dapat pula diletakkan di dalam pipa
untuk mendeteksi suhu air (chilled water). Bila thermostat diletakkan di
dalam ruang maka ketinggiannya kurang lebih 4 atau 5 kaki dari lantai.

BAB III
ALAT DAN BAHAN

3.1

Alat Praktek
Adapun peralatan yang diguanakan pada saat pelaksaan praktek refrigerasi

ialah :
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
3.2

Gelas ukur untuk pelumas


Manifold gauge
Mesin ACS-142-PAC
Obeng
Motor vacum
Alat pembengkok pipa
Alat pengecek kebocoran refrigerant
AC mobil beserta kelengkapanya
Bahan Praktek
Adapun bahan yang diguanakan pada saat pelaksaan praktek refrigerasi

ialah :
1)
2)
3)
4)

Pelumas kompresor
Refrigerant
Pipa
gas

BAB IV
LANGKAH KERJA

Pada saat melakukan praktek di labor refrigerasi, nanti kita akan


melakukan pengisian refrigeran sesuai dengan yang telah dipelajari dalam

perkuliahan teori. Didalam praktek yang dilakukan di labor pengisian refrigeran


ada dua cara, yaitu :
1.

Pengisian refrigeran secara manual


Sebelum melakukan proses pengisian refrigeran tentunya kita harus

melakukan beberapa langkah kerja sebelum refrigeran di isi, adapun langkah kerja
tersebut yaitu :
a. Proses Pemacuman
Adapun langkah kerja untuk proses vacum adalah sebagai berkut :
-

Hubungkan kabel low pressure guage (biru) ke discharge kompresor.

Hubungkan kabel high pressure gauge (merah) ke suction kompresor.

Buang sisa-sisa refrigeran yang ada ke udara bebas melalui selang


kuning, kemudian buka katub low pressure gauge dan katub high
pressure gauge.

Kemudian hubungkan selang kuning pada motor, dan hidupkan motor


untuk proses pemacuman dan tunggu sekitar 30 menit (dengan
keadaan kran merah dan biru dalam keadaan terbuka ).

b. Pengisian Oli
Dalam pengisian oli kompresor dalam keadaan motor vacum hidup,
kemudian tutup katub low pressure gauge dan buka katub high pressure
gauge dan buka selang biru dan masukkan ujung selang pada gelas ukur
yang berisi oli supaya oli dihisap oleh selang low pressure gauge dan
tunggu sekitar 5 menit.
c. Pengisian refrigeran
Adapun langkah kerja untuk pengisian refrigeran adalah sebagai berikut :
-

Tutup kedua katub low pressure gauge dan high pressure gauge

Hubungkan selang kuning pada tabung freon, buka katub freon dan
buka selang kuning untuk mengeluarkan udara yang ada pada
sepanjang selang kuning.

Lakukan pengisian refrigerant terlebih dahulu pada saat AC dalam


keadaan mati dengan kapasitas pengisiannya hingga 4-6 psi ampere
pada low pressure gauge.

Kemudian melakukan pengisian refrigerant pada saat kondisi AC


hidup dengan menutup katub high pressure gauge dan membuka katub
low pressure gauge dengan berkisar 2-3 psi ampere pada low pressure
gauge.

Atau kita dapat melihat pada saiglass apakah refrigerant sudah terlihat
jernih dan driyer terasa panas.

2.

Pengisian refrigerant dengan mesin ACS-142-VAC


Persiapkan sebelum unit ACS ON, dengan menghubungkan selang low

pressure gauge ke discharge kompresor dan high pressure gigh ke suction


kompresor. Setelah itu lakukan langkah kerja untuk proses pemacuman dan
pengisian refrigerant dengan langkah kerja sebagai berikut :
1. Hidupkan mesin ON kemudian tunggu beberapa detik sampai display
terbaca 0 gram
2. Pilih menu tekan (-) dan nanti akan pilihan menu recovery, vacum/charge
(isi), vacum, calibration, language.
3. Dan dalam praktek ini kita menggunakan menu vacum/charge kemudian
ENTER buka 2

buah katub vacun kran (H atau L) dan tutup kran

refrigerant/freon di ACS unit.


4. Tekan kembali ENTER dan disini kita memilih program yang belum ready
dan akan kita buat ready dengan mengisi program memory pada mesin
unit ACS.

5. Kemudian ENTER, isi waktu lamanya proses pemacuman dengan kisar


waktu 30 menit.
6. Tekan ENTER dan isi tentukan kembali waktu untuk leak test time
(mengetes kebocoran) berkisar waktu 5 menit.
7. Tekan kembali ENTER dan tentukan jumlah freon yang akan dimasukkan
pada saat pengisian, contohnya 100 gram.
8. Kemudian ENTER, dan proses pemacuman dan pengisian ready dan
hidupkan motor vacum. Kemudian tekan START satu kali dan tunggu
proses pemacuman dan pengetesan kebocoran sesuai dengan program
yang telah dimasukkan tadi. Dan apabila proses pemacuman dan
pengetesan kebocoran selesai nanti alarm penanda akan berbunyi.
9. Tekan ENTER, dan jangan lupa untuk menutup kran vacum yang dibuka
tadi, matikan motor vacum, persiapkan tabung freon pada timbangan yang
telah disediakan.
10. Kemudian buka kran masuk refrigerant pada unit ACS dan pada tabung
freon.
11. Kemudian ENTER, dan tunggu proses pengisian refrigerant sampai selesai
sesuai dengan jumlah refrigerant yang dimasukkan pada program.
12. Dan setelah refrigerant terisi penuh maka langkah terakhir tekan STOP dan
ESC sekaligus.

BAB V
PENUTUP
5.1

Kesimpulan
Air Conditioner merupakan sebagian yang penting untuk menambah

kenyamanan pada satu mobil. Kerusakan pada satu bagian komponen dari
sistem Air Conditioner akan membuat kerja dari sistem itu tidak sempurna.
Berdasarkan uraian sistem AC mobil di atas, maka dapat diambil beberapa
kesimpulan yaitu:
1. Komponen-komponen Air Conditioner dan fungsinya adalah sebagai
berikut:
a. Kompresor untuk mengkompresikan gas/uap refrigerant yang bertekanan
dan bertemperatur tinggi.
b. Magnetic Clucth untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan
kompresor ke mesin/motor listrik.
c. Kondensor untuk mengkondensasikan atau pengembunan gas/uap
refrigerant sehingga menjadi cair.
d. Receiver (filter/dryer) untuk menyaring antara refrigerant dengan oli.
e. Katup ekspansi untuk menurunkan tekanan dan suhu.
f. Evaporator untuk penguapan refrigerant dan pengkabutan udara sehingga
suhu di luar dingin.
g. Blower digunakan untuk menghisap udara segar atau udara yang telah
disirkulasikan ke dalam ruangan.
h. Thermostat merupakan suatu peralatan kontrol yang dapat mengontrol
siklus operasi sistem AC.
2. Prinsip kerja sistem AC adalah:

a. Kompresor mengkompresikan gas/uap refrigerant yang bertemperatur


tinggi dan bertekanan tinggi karena menyerap panas dari evaporator
ditambah panas yang dihasilkan saat langkah pengeluaran (discharge).
b. Gas refrigerant mengalir ke dalam kondensor, di dalam kondensor gas
refrigerant dikondensasikan menjadi cairan atau terjadi perubahan
keadaan yaitu pengembunan refrigerant.
c. Cairan refrigerant mengalir ke dalam receiver untuk disaring antara
cairan refrigerant dengan oli sampai evaporator memerlukan refrigerant
untuk diuapkan.
d. Katup ekpansi menurunkan tekanan dan temperatur/suhu cairan
refrigerant yang bertekanan dan bertemperatur tinggi menjadi rendah.
e. Gas refrigerant yang dingin dan berembun ini mengalir ke dalam
evaporator. Refrigerant menguap dan menyerap panas dari udara luar
atau terjadi pengkabutan udara sehingga suhu di luar akan dingin.
3. Pada umumnya refrigerant ialah suatu zat yang berupa cairan yang mengalir
di refrigerator dan bersirkulasi melalui komponen fungsionalis untuk
menghasilkan efek mendinginkan dengan cara menyerap panas melalui
ekspansi dan evaporasi (penguapan). Kelompok refrigeran yang banyak
digunakan dan mempunyai aspek lingkungan yang penting adalah refrigeran
halokarbon, yaitu refrigeran dengan molekul yang memiliki atom-atom
halogen (fluor atau khlor) dan karbon.
4. Oli pelumas mesin refrigerasi bersirkulasi hanya untuk melumasi bagianbagian kompresor yang saling bergesekan. Sebagaian dari oli pelumas itu
bercampur dengan refrigeran dan masuk ke dalam kondensor dan
evaporator. Oleh karena itu, oli pelumas mesin refrigerasi herus memiliki
sifat, selain sebagai pelumas yang baik, juga tidak menyebabkan gangguan
atau kerusakan refrigeran dan bagian-bagian yang dilaluinya. Di samping
itu, oli pelumas mesin refrigerasi harus tahan temperatur tinggi, karena gas
refrigerasi pada akhir langkah kompresi di dalam silinder bertemperatur
tinggi.
5. Secara umum masalah yang sering terjadi pada sistem AC mobil yaitu bau
busuk dari AC, AC kurang dingin tali penggerak (belt) kendor, suara berisik

dekat kompresor, sirip kondensor dan evaporator tertutup debu/kotoran,


saringan udara tersumbat, noda oli dapat terlihat pada sambungan siklus
pendinginan, dan suara berisik dekat blower.

A. Saran
1. Mengingat pentingnya sistem AC, maka setiap pemilik mobil yang
berfasilitas AC harus merawat setiap komponen AC secara teratur.
2. Dalam pengisian refrigerant diusahakan menggunakan refrigerant yang
ramah lingkungan yaitu R-134a, yang tidak mempunyai sifat perusak ozon
dan juga tidak mengandung racun (karena tidak mengandung clor).