Anda di halaman 1dari 8

PERCOBAAN I

PEMBUATAN SIMPLISIA
A. TUJUAN PRAKTIKUM
Tujuan dari percobaan ini adalah mahasiswa dapat mengetahui cara pembuatan
sampel atau simplisia yang baik
B. TINJAUAN PUSTAKA
Simplisia adalah bahan alamiah (bahan tumbuhan, bahan hewani atau bahan
mineral) yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun
juga dan kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan (FI III,1979).
Simplisia adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum
mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dikatakan lain, berupa bahan yang
telah dikeringkan. Simplisia dibedakan atas simplisia nabati, simplisia hewani, dan
simplisia pelican (mineral). Untuk menjamin mutu keseragaman senyawa aktif,
keamanan, maupun kegunaannya, maka simplisia harus memenuhi persyaratan
minimal. Pada umumnya pembuatan simplisia melalui tahapan sebagai berikut:
pengumpulan bahan baku, sortasi basah, pencucian, perajangan, pengeringan, sortasi
kering, pengepakan, penyimpanan dan pemeriksaan mutu (Rahayu, 2009).
Kebenaran pemilihan simplisia merupakan aspek penting untuk pengembangan
obat tradisional. Simplisia merupakan bahan alami yang merupakan bahan dasar
untuk pembuatan obat tradisional. Identifikasi simplisia dilakukan sebagai
identifikasi awal untuk menentukan adanya komponen seluler yang spesifik dari
tanaman

itu

sendiri

dan

dapat

digunakan

sebagai

pedoman

standarisasi

bahan/simplisia. Identifikasi simplisia meliputi pengamatan makroskopis dan


mikroskopis. Pengamatan makroskopis bertujuan untuk melihat karakter dari bagian
tanaman itu sendiri. Uji mikroskopis bertujuan untuk mengamati fragmen pengenal
yang merupakan komponen spesifik untuk mengindentifikasi tanaman tersebut
(Partiwisari, 2013).

Teknik penanganan pascapanen tanaman obat terdiri dari sortasi,


pencucian, penirisan, perajangan, pengeringan, dan pengolahan lebih lanjut

menjadi berbagai macam produk (simplisia, serbuk, minyak atsiri, ekstrak


kental/kering, kapsul, tablet, dan minuman). Pengeringan merupakan salah
satu cara untuk pengawetan pascapanen dari tanaman obat karena dapat
menjaga kualitas dari produk yang dihasilkan. Pengeringan secara alami, yaitu
menggunakan sinar matahari langsung tidak membutuhkan cost energy, tetapi
hanya bisa digunakan untuk skala kecil. Tahap awal proses pengeringan,
terjadi penguapan yang cepat pada ikatan fisik air (Hernani dan Nurdjanah,
2009).

C. ALAT DAN BAHAN

Alat
Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah :
- Ayakan
- Blender
- Ember
- Gunting
- Oven
- Pisau
2 Bahan
Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah:
- sereh (Cymbopogon nardus (L.) Rendle.)
- Air suling

D. PROSEDUR KERJA
Sereh

Dicuci bersih bahan yang digunakan


Dihitung bobot basahnya
Dirajang
Dikeringkan dengan cara di anginanginkan atau di jemur langsung pada
sinar matahari atau dimasukkan ke
dalam oven.
- Di blender
- Diayak dengan pengayak nomor 4/18
atau yang setara dengan ukuran
tersebut
- Disimpan dalam wadah yang sesuai
Hasil
pengamatan

E. HASIL PEMBAHASAN
1. Hasil pengamatan

F. PEMBAHASAN

Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang


belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali diyatakan lain
simplisia merupakan bahan yang dikeringkan. Simplisia dapat berupa
simplisia nabati, simplisia hewani dan simplisia pelikan atau mineral.
Praktikum ini menggunakan tanaman sereh (Cymbopogon nardus (L.)
Rendle.) sereh adalah tumbuhan anggota suku rumput-rumputan yang dimanfaatkan
sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan makanan.

Sereh merupakan tanama

herbal dari keluarga rumput Poaceae. Sereh adalah jenis rumput yang tinggi berasal
dari daerah tropis Asia. Tanaman sereh berbatang kasar, berumbai dengan daun
tengah yang tumbuh pada tandan yang tebal. Sereh tumbuh dengan tandan yang, dan
tingginya sekitar sekitar 3 meter .Manfaat sereh untuk kesehatan seperti dapat
membantu mengurangi gangguan lambung, insomnia, gangguan pernafasan, demam,
nyeri, infeksi, rematik dan edema. Pertahanan Antioksidan ramuan sereh akan
membantu untuk mempertahankan tingkat kolesterol, kesehatan selular, sistem saraf,
kulit yang sehat dan sistem kekebalan tubuh. Sereh juga efektif dalam mengobati
diabetes tipe 2, kanker, obesitas dan membantu detoksifikasi. Hal ini banyak
digunakan dalam aromaterapi dan membantu untuk mengurangi kelelahan,
kecemasan dan bau badan.

Untuk menjamin keseragaman senyawa aktif, keamanan maupun


kegunaannya, maka simplisia harus memenuhi persyaratan minimal. Dan
untuk memenuhi persyarata minimal tersebut, ada beberapa faktor yang
berpengaruh, antara lain adalah Bahan baku simplisia, Tanaman obat yang
menjadi sumber simplisia nabati, merupakan salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi mutu simplisia. Sebagai sumber simplisia, tanaman obat dapat
berupa tumbuhan liar atau berupa tanaman budidaya. Tumbuhan liar adalah
tumbuhan yang tumbuh dengan sendirinya di hutan atau tempat lain, atau
tanaman yang sengaja ditanam dengan tujuan lain, misalnya sebagai tanaman
hias, tanaman pagar, tetapi bukan dengan tujuan untuk memproduksi
simplisia. Tanaman budidaya adalah tanaman yang sengaja ditanam untuk
tujuan produksi simplisia. Selanjutnya Proses pembuatan simplisia termasuk
cara penyimpanan bahan baku simplisia. Pada umumya pembuatan simplisia

melalui tahapan sebagai berikut yaitu yang pertama Pengumpulan Bahan


Baku dimana Waktu panen sangat erat hubungannya dengan pembentukan
senyawa aktif di dalam bagian tanaman yang akan dipanen. Senyawa aktif
terbentuk secara maksimal di dalam bagian tanaman atau tanaman pada
umur tertentu kedua Sortasi Basah Sortasi basah dilakukan untuk memisahkan
kotoran-kotoran atau bahan-bahan asing

lainnya dari bahan

simplisia.

Misalnya pada simplisia yang dibuat dari akar suatu tanaman obat, bahanbahan asing seperti tanah, kerikil, rumput, batang, daun, akar yang telah
rusak, serta pengotor lainnya harus dibuang. Ketiga pencucian Pencucian
dilakukan untuk menghilangkan tanah dan pengotor lainnya yang melekat
pada bahan simplisia. Pencucian dilakukan dengan air bersih, misalnya air
dari mata air, air sumur atau air PAM. Keempat Perajangan dapat dilakukan
dengan pisau, dengan alat mesin perajang khusus sehingga diperoleh irisan
tipis atau potongan dengan ukuran yang dikehendaki. Kelima Pengeringan
Pengeringan simplisia dilakukan dengan menggunakan sinar matahari atau
menggunakan suatu alat pengering. Hal-ha1 yang perlu diperhatikan selama
proses pengeringan adalah suhu pengeringan, kelembaban udara, aliran udara,
waktu pengeringan dan luas permukaan bahan yang keenam Sortasi setelah
pengeringan sebenarnya merupakan tahap akhir pembuatan simplisia. Tujuan
sortasi untuk memisahkan benda-benda asing seperti bagian-bagian tanaman
yang tidak diinginkan dan pengotor-pengotor lain yang masih ada dan
tertinggal pada simplisia kering. Dan yang terakhir Penyimpanan dan
Pengepakan.

G. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan


bahwa cara pembuatan sampel atau simplisia yang baik terdiri dari tahapan
pengumpulan bahan baku, sortasi basah, pencucian, perajangan,
pengeringan, sortasi kering, dan pengepakan atau penyimpanan.

DAFTAR PUSTAKA

Ditjen POM, 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Departemen


Kesehatan Republik Indonesia
Hernani, dan Nurdjanah, R., 2009, Aspek Pengertian Dalam
Mempertahankan Kandungan Metabolit Sekunder Pada
Tanaman Obat, Perkembangan Teknologi TRO, Vol. 21 (2).
Partiwisari, N.P.E., Astuti, K.W., Ariantari, N.P. 2013. Identifikasi Simplisia
Kulit Batang
Cempaka Kuning (Michelia champaca L.)
secara Makroskopis Dan Mikroskopis.
Rahayu,W.S. Dwi Hartanti. Nasrun. 2009. Pengaruh Metode Pengeringan
TerhadapKadar Antosian Pada Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus
sabdariffa L.). Jurnal PHARMACY. Vol.06(2).