Anda di halaman 1dari 23

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kerja talang merupakan suatu pekerjaan yang sangat penting dalam sebuah
kontruksi. Musim hujan selalu identik dengan penyakit kronis atap bocor bagi
sebagian besar penghuni rumah di negeri ini. Maka kerja talang atap diperlukan
untuk membuat suatu konstruksi pada bangunan yaitu saluran air hujan dan lainlain yang sering digunakan dalam konstruksi gedung agar tidak mengalami
cipratan air ke konstruksi lain.
Pada pekerjaan ini bahan pokok yang digunakan adalah pelat seng. Dalam
pengerjaan talang atap ini banyak menggunakan berbagai macam sambungan dan
untuk menyambung pelat seng tersebut menggunakan drep, paku keling pop, paku
tinmen, patri dan lain sebagainya.
Bangunan memainkan peranan penting dalam kehidupan masyarakat dan
sering kali mempengaruhi suasana hidup bagi setiap individu. Agar hal tersebut
tidak menjadi masalah dan tidak terjadi kesalahan, maka penulis melaksanakan
praktek ini guna mencari solusi atas kesalahan-kesalahan yang terjadi di lapangan.
1.2

Tujuan Penulisan
Tujuan utama dalam penulisan laporan kerja Talang ini adalah sebagai

salah satu syarat yang harus penulis selesaikan sebagai salah satu tugas setelah
selesai praktek kerja Talang di bengkel teknik sipil negeri lhokseumawe, serta
sebagai salah satu bahan penilaian oleh dosen pembimbing atau instruktur.
1.3

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, maka

yang

akan diteliti ialah bagaimana cara menghindari terjadinya korusi pada

plat/seng dan kesalahan-kesalahan apa yang terjadi sehingga menyebabkan


bocornya talang, saluran pembuangan air hujan dan bocornya saluran AC (Air

Condisioner) pada rumah-rumah, Perkantoran, Supermarket atau Rumah sakit,


sehingga masalah-masalah tersebut dapat ditangani sebagaimana mestinya.
1.4

Ruang Lingkup Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah, maka tujuan

penulis melakukan praktek ialah:


1.

Agar korusi pada pelat/seng dapat dihindari, sehingga tidak mudah


bocor dan cepat berkarat.

2.

Mencegah pemborosan pemakaian pelat/seng karena salah


pembentukan.

3.

Mencari penyebab terjadinya kebocoran pada saluran talang atap


dan mahir dalam membuat talang atap dan saluran-saluran air hujan
lainnya.

1.5

Kegunaan Praktek
Kegunaan praktek kerja talang atap ini sangatlah banyak, baik untuk para

mahasiswa yang melakukan praktek maupun masyarakat.Diantaranya bagi para


mahasiswa yang melakukan praktek kerja talang yaitu memperoleh ilmu
pengatahuan dan dapat menerapkannya dilapangan. Sedangkan bagi masyarakat
yaitu dapat mempergunakan bangunan dengan tanpa rasa was-was terjadinya
kebocoran pada saat musim hujan tiba.

BAB II
DASAR - DASAR TEORI

2.1

PengertianTalang Atap
Talang atap adalah tempat pengaliran air hujan yang berasal dari atap

bangunan dan diteruskan ke pipa pembuangan.Padaumumnya talang atap dikenal


dengan talang bakadalah suatu konstruksi talang yang dipasang di belakang papan
lisplank atau tersembunyi, sehingga tidak terlihat dari luar. Talang luar adalah
suatu konstruksi talang yang dipasang di luar atau di depan papan lisplank atau
yang langsung terlihat dari luar. Konstruksi talang luar tidak tergantung pada
konstruksi lainnya seperti kemiringan atap misalnya, akan tetapi tergantung pada
keinginan pemakainya. Bentuk talang luar bermacam-macam, tapi yang sering
digunakan adalah bentuk segi empat, trapezium dan setengah lingkaran.
Bahan talang atap biasanya dibuat dari baja galuanis, plat seng, lembaran
tembaga, lembaran plat besi tuang dan asbes semen.

2.1.1

2.1.2

Jenis - Jenis Talang Atap


1. Seng

5. Asbes

2. Stangless

6. Besi / Baja

3. Beton

7. Genteng

4. PVC

8. Metal, dll

Bentuk - Bentuk Talang Atap


1. Talang segi empat
Berguna untuk pengaliran air hujan yang berasal dari talang
atap ke saluran pembuangan atau ke tangki penyimpanan / bak

air. Pipa pembuang segi empat selain dibuat dari bahan


sembaran plat seng (BJLS) dapat juga dibuat dari bahan
lembaran pelat alumunium.

2. Talang lingkaran / bulat


Seperti halnya pada talang segi empat, pipa pembuang bulat
juga dimaksudkan

untuk

mengalirkan

air

hujan

yang

berasalkan dari talang atap ke saluran pembuangan atau ke


tangki penampungan.
Pipa pembuang bulat dapat dibuat dari lembaran pelat seng
alumunium dan sekarang telah diproduksi dan diperdagangkan
dengan bentuk bulat dari bahan PVC, asbes semen, dan
tembaga.

3. Talang setengah lingkaran


Talang setengah lingkaran sering digunakan pada bangunan
rumah tinggal atau pabrik-pabrik, karena disamping bentuknya
yang artistik, pembuatannya pun tidak sulit.Talang ini dipasang
pada papan lis atau kaso-kaso dengan mempergunakan
penggulung / penahan.
Apapun bentuk dan ukuran talang, yang harus di ingat adalah
turunnya air hujan harus dihalaman sendiri dan bukan dihalaman tetangga.
Supaya air hujan tidak terbuang sia-sia sebaiknya membuat bak kontrol,
cukup dengan menggali tanah ukuran 30 cm x 30 cm dengan kedalaman
30 cm,. Air hujan akan meresap ke tanah dan tidak langsung terbuang ke
selokan.

2.2

Fungsi Talang Atap


Fungsi talang untuk menyalurkan air hujan dari atap menuju ke tanah,

sehingga air hujan bias turun secara baik dan teratur melalui talang tersebut
sehingga tidak menimbulkan cipratan air kemana-mana. Jika tidak dirancang
dengan benar, air yang meluap akan merusak konstruksi lain, bahkan rumah akan
bocor .air hujan harus didistribusikan dengan baik ketanah agar rumah tetap aman
dan nyaman.
Salah satu musuh talang adalah sampah yang jatuh ke atap atau sampah
yang dibawa tikus. Daun yang berkumpul di lubang talang akan menutup jalannya
air hujan dan menyebabkan air tergenang di talang. Luapan air yang tidak mampu
ditampung berpotensi menimbulkan kebocoran atau rembesan air di dinding.
Pencegahannya hanya satu, bersihkan talang dari daun atau plastik, lubang-lubang
pembuang yang arahnya vertikal harus dipastikan dipasangi penutupbentuk
saringan.
Umumnya ada dua jenis talang yang biasa disebut talang horizontal yang
menampung air dari genting dan arahnya mendatar.Ada lagi talang vertikal yang
menyalurkan air sampai ke tanah.
2.2.1

Talang horizontal
Terletak dibibir penutup atap, fungsinya untuk menyalurkan air

hujan agar sampai ke tanah dengan baik. Dengan kata lain, talang ini memastikan
tidak terjadinya cipratan tanah akibat air hujan yang jatuh langsung dari
permukaan bidang atap ke atas tanah.
2.2.2

Talang vertikal
Aliran air talang horizontal yang dialirkan menuju talang vertikal

yang langsung mencapai tanah. Agar dapat berdiri kokoh, talang vertikal harus
ditempelkan dengan cara diklem pada dinding. Selanjutnya pada ujung pipa ini
dibuat lengkungan ke arah bak kontrol atau selokan terbuka. Ujung talang ini bisa

berupa selokan terbuka karena yang disalurkan adalah air hujan yang tidak
beracun, berbau dan berwarna.

2.3

Alat - Alat Yang Digunakan


Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktek kerja talang atap dan

fungsi dari masing-masing alat tersebut.


2.3.1

Alat Penjepit
1. Tang Kombinasi
Untuk mencengkram benda kerja yang akan disambung
agartidak tergeser.
2.Tang Penjepit
Untuk memegang /menjepit benda kerja yang sedang panas
akibat penyodelan.

2.3.2

Alat Penggunting
1.

Gunting Kombinasi
Untuk memotong lembaran pelat lurus, lengkung dan
lingkaran bagian bagian luar.

2.

Gunting Bentuk
Untuk memotong sisi luar maupun sisi dalam suatu bengkokan
atau lengkungan yang sulit.

2.3.3

Alat Pemukul
1.

Palu Karet
Untuk meratakan pelat seng yang telah rusak / salah akibat
pembentukan yang dilakukan oleh pekerja.

2.

Palu Konde
Untuk membuat pembentukan jamur pada paku tinmen dan
untuk meratakan pelat.

2.3.4

Alat Penggaris
1.

Mistar Baja
Untuk mengukur garis lurus, batas-batas ukuran dan untuk
melukis garis lurus pada lembaran pelat.

2.

Jangka Tusuk
Untuk menggores lingkaran dan garis lengkung pada
permukaan pelat benda kerja, memindahkan suatu ukuran dari
mistar baja, mengukur suatu jarak antara titik-titik dan
membandingkan dengan skala mistar baja sebagai ukuran.

2.3.5

Alat Menandai
1.

Penggores
Untuk menarik garis-garis gambar pada permukaan benda
kerja yang akan dikerjakan selanjutnya.

2.

Penitik
Untuk Menitik atau menandai batas ukuran yang akan
dikerjakan selanjutnya.

2.3.6

Alat Menyodel
1.

Bord Patri
Untuk menyodel benda kerja dengan menggunakan bahan
perekat berupa timah.

2.3.7

Alat Pembersih

1.

Sikat Kawat
Untuk membersihkan bord patri sebelum dan sesudah
digunakan dalam penyodelan.

2.3.8

Alat Pelubang
1.

Mesin Bor
Untuk melubangi pelat agar dapat memasukkan paku keling
pop dan paku tinmen.

2.3.9

Alat Penghalus
1.

Kikir
Untuk menghaluskan / menumpulkan sisi - sisi benda kerja
bekas potongan yang tajam.

2.4 Macam-macam bahan penyambung

10

1.

Paku keling pukul (Tin Men)


Ada beberapa macam tipe dan bentuk paku keling pukul yang sering
digunakan untuk menyambung pelat.
a.

Tinmens

b.

Round head

c.

Flat head

d.

Panhead

e.

Countersunk

2. Paku keling tekan (paku keling pop)


Paku keling tekan dibuat dari campuran aluminium, tembaga, monel
dan baja lunak. Ada beberapa macam tipe dan bentuk paku keling
tekan.
a.

Break head

b.

Break stem

c.

Countersunk plug rivet

d.

Blind rivet
3. Timah patri
Timah patri terdiri atas campuran timah putih dan timah hitam dengan
berbagai komposisi sesuai dengan bahan yang akan disambung. Pada
umumnya, angka yang ditulis pertama pada perbandingan campuran
menunjukkan jumlah potensi timah putihnya. Contoh 40/60 berarti
patri yang mempunyai komposisi 40% timah putih dan 60% timah
hitam

11

BAB III
MACAM - MACAM SAMBUNGAN
3.1

Tujuan Pekerjaan
Setelah melakukan pekerjaan ini, mahasiswa di harapkan dapat :
1. Menyebutkan macam-macam sambungan pelat seng dengan benar.
2. Membuat berbagai sambungan pelat seng dengan sempurna.
3. Menjelaskan cara mengatasi kesulitan yang timbul dalam pekerjaan ini
dengan tepat.

3.2

Dasar Teori
Dalam pekerjaan pelat, tidak akan lepas dari pekerjaan penyambungan.
Hal ini disebabkan karena bentuk-bentuk konstruksi pekerjaan plat yang
bervariasi. Selain perlu diperhitungkan macam sambungan yang akan
dipergunakan harus sesuai dengan kegunaanya.
Berbagai macam sambungan yang sering dipergunakan dalam pekerjaan
pelat yaitu sambungan lipatan, sambungan paku keling dan sambungan
patri.

Sambungan Lipat
Sambungan lipat digunakan apabila sambungan patri atau sambungan
paku keeling tidak dapat dipergunakan. Pada dasarnya sambungan lipat
merupakan sambungan yang sederhana yaitu dengan mengaitkan lipatan satu

12

dengan lainnya melalui tahap persiapan antara lain menekuk, melipat sisi dan
melipat alur.
Sambungan lipat dibedakan atas beberapa macam:
1. Sambungan lipat memanjang
2. Sambungan lipat sudut (menyiku)
3. Sambungan lipat tegak (bidang alas)
4. Sambungan lipat datar (bidang alas)
5. Sambungan lipat tegak (bidang datar)
6. Sambungan lipat mantel (untuk pipa)
Pemasangan sambungan lipat diartikan sebagai pemasangan/penyambungan
dari dua pelat benda kerja yang satu sama lain lipatan mendapatkan tekanan(press)
dari besi perapat lipat. Setelah mendapatkan tekanan dari besi perapat lipat
material tersebut adalah satu sama lainnya menjadi suatu ikatan yang tidak dapat
dilepas lagi.
Sambungan Paku keling
Penyambungan antara dua plat atau lebih adalah penyambungan dengan
sambungan paku keling. Ada dua macam cara untuk menyambungkan plat dengan
paku keling yaitu cara keling pukul dan cara keling tekan.
Dalam pengerjaan sambungan paku keling melalui tahapan antara lain:
1. Memajalkan

4. Merapatkan

2. Meluruskan

5. Mengeling

3. Mengebor/melubangi
3.3

Alat dan Bahan


3.3.1

Alat yang digunakan :


1. Mistar baja

7. Mesin bor

2. Penggores

8. Tang klem

3. Penitik

9. Hand grover

4. Palu besi

10. Sikat kawat

13

3.3.2

5. Palu karet

11. Kikir

6. Gunting lurus

12. Bord patri

Bahan yang digunakan :


1. Pelat BJLS
2. Paku keling Tin men
3. Paku keeling pop
4. Timah patri
5. Pasta patri
6. Batang besi 4 mm

3.4

Keselamatan Kerja
1. Pakailah selalu pakaian kerja selama bekerja.
2. Hati-hati menggunakan palu karet terhadap lipatan.
3. Hati-hati menggunakan palu besi terhadap sambungan paku keling, ja
jangan sampai memukul pelat kerja.
4. Jangan memukul tarlalu keras, yang dapat menyebabkan benda kerja
rusak.
5. Pusatkan pikiran dan perhatian pada pekerjaan dan ikuti petunjuk
instruktur.
6. Sebelum bekerja, periksa sama dan bahan yang akan dipergunakan
dalam keadaan baik dan aman.

3.5

Langkah Kerja
1. Pakailah pakaian kerja selama bekerja.
2. Pelajari gambar kerja yang akan dikerjakan.
3. Siapkan pelat BJLS untuk semua sambungan menurut ukuran masingmasing benda kerja.
4. Ratakan pelat seng dengan palu atau palu karet, luruskan dan kontrol
ukurannya.
5. Tandai / lukis pelat benda kerja denga penggores atau penitik sesuai
dengan ukuran pada gambar kerja.
6. Potong benda kerja yang sudah dilukis atau di ukur sesuai gambar.

14

7. Mulailah

membuat

pekerjaan

lipatan

tepi,

sambungan

patri,

sambungan paku keling Tin men dan terakhir adalah sambungan paku
keling pop dengan diameter 10 mm.
Cara Membuat Gulungan Pelat Dengan Diameter 10 mm
1. Siapkan peralatan dan bahan, periksa peralatan tersebut supaya
saat dipergunakan aman.
2. Garis pelat tersebut dengan ukuran 18 mm dari pinggiran plat.
3. Mulai gulungan dari pinggir plat dengan bantuan batang besi
polos berdiameter 4 mm menggunakan palu karet atau tang
jepit.
4. Kontrol kelurusan gulungan dan kerapatan batang besi dengan
pelat.
Cara Membuat Sambungan Lipat Tunggal
1. Siapkan peralatan dan bahan, periksa peralatan tersebut supaya
saat dipergunakan aman.
2. Garis kedua pelat tersebut dengan ukuran 5 mm dari pinggiran
pelat.
3. Lipat kedua pelat tersebut satu persatu pada landasan sampai
membentuk sudut 1800 dan hubungkan kedua pelat yang telah
dilipat tadi.
4. Rapatkan sambungan yang telah di hubungkan tadi dengan
menggunakan palu karet.
5. Bentukkan sambungan tersebut dengan pembentuk (Hand
Grover) dengan cara dipukul dengan palu besi sambil digeser
sedikit demi sedikit.
6. Kontrol kelurusan lipatan yang telah dikerjakan tadi.
Cara Membuat Sambungan Lipat Ganda
1.

Siapkan peralatan dan bahan, periksa peralatan tersebut

2.

supaya saat dipergunakan aman.


Garis kedua pelat tersebut dengan ukuran 10 mm dari
pinggiran pelat dan dibagi 2 masing-masing 5 mm.

15

3.

Lipat kedua pelat tersebut satu persatu pada landasan


sampai membentuk sudut 1800 dan hubungkan kedua pelat

yang telah dilipat tadi.


4. Rapatkan sambungan yang telah di hubungkan tadi dengan
5.

menggunakan palu karet sehingga menjadi lipat ganda.


Bentukkan sambungan tersebut dengan pembentuk
(Hand Grover) dengan cara dipukul dengan palu besi sambil

digeser sedikit demi sedikit.


6.
Kontrol kelurusan lipatan yang telah dikerjakan tadi.
Cara Membuat Sambungan Paku Keling Tin Men
1. Siapkan peralatan dan bahan, periksa peralatan tersebut supaya
saat dipergunakan aman.
2. Garis kedua pelat tersebut dengan ukuran 10 mm dari pinggiran
pelat.
3. Tandai salah satu pelat dengan jarak di bagi 5 bagian.
4. Hubungkan kedua pelat tersebut sebatas garis tadi, kemudian
jepit kedua pelat dengan menggunakan tang klem. Pastikan
kedua pelat tersebut tidak berubah posisinya. Ingat, pelat yang
telah ditandai sebelah atas.
5. Lubangi tanda tersebut dengan menggunakan mesin bor.
6. Masukan paku keling tin men kedalam lubang yang telah dibor
tadi, kemudian balik pelat tersebut dan pukul paku tin men
sampai membentuk jamur dengan menggunakan palu besi.
Lakukan langkah ini sampai kelima lubang telah terpaku.
Usahakan diantara kedua pelat tersebut tidak ada celah.
Cara Membuat Sambungan Paku Keling Pop
1. Siapkan peralatan dan bahan, periksa peralatan tersebut supaya
saat dipergunakan aman.
2. Garis kedua pelat tersebut dengan ukuran 10 mm dari pinggiran
pelat.
3. Tandai salah satu pelat dengan jarak di bagi 5 bagian.

16

4. Hubungkan kedua pelat tersebut sebatas garis tadi, kemudian


jepit kedua pelat dengan menggunakan tang klem. Pastikan
kedua pelat tersebut tidak berubah posisinya.
5. Lubangi tanda tersebut dengan menggunakan mesin bor.
6. Masukan paku keling pop kedalam lubang yang telah di
lubangi

tadi,

kemudian

tarik

tangkai

paku

dengan

menggunakan Pop Riever. Lakukan langkah ini sampai kelima


lubang telah terpaku. Usahakan kedua pelat tidak ada celah.
Cara Membuat Sambungan Patri
1. Siapkan peralatan dan bahan, periksa peralatan tersebut supaya
saat dipergunakan aman.
2. Bersihkan permukaan sambungan yang akan dipatri dengan
3.
4.
5.
6.

kain pembersih / kain lap.


Oleskan pasta secukupnya pada bagian yang akan di patri.
Panaskan bord patri dengan menggunakan kompor pemanas.
Letakkan kedua pelat yang akan dipatri pada posisi yang benar.
Ambil bord patri dari kompor dan bersihkan dengan

menggunakan sikat kawat.


7. Mulailah penguncian sambungan pada ujung sambungan.
Sentuhkan ujung batang timah dengan bord patri, sehingga
timah mencair dan jatuh tepat diatas sambungan. Pastikan
kedua pelat tersebut tidak akan berubah posisinya.
8. Letakkan bord patri diatas sambungan beberapa saat, hingga
timah patri mencair dan meresap ke celah-celah sambungan
sambil menekan sambungan tersebut dengan menggunakan
kayu atau alat bantu lainnya supaya sambungan merapat
sampai cairan timah mengeras.
9. Dinginkan sambungan dan bersihkan sambungan dengan kain
lap basah untuk menghilangkan pasta dan kotoran setelah
dipatri.

17

Cara Membuat Lipatan Tepi


1. Siapkan peralatan dan bahan, periksa peralatan tersebut supaya
saat dipergunakan aman.
2. Mula-mula garis pelat dengan penitik sesuai ukuran gambar
dengan ukuran 5 mm dari pinggiran pelat.
3. Letakkan benda kerja pada landasan kemudian lipat sesuai
garis tersebut sampai mencapai sudut 1800.
4. Ratakan lipatan tersebut dengan menggunakan palu karet
sampai rapat.
5. Kontrol kelurusan lipatan yang telah dibuat pada benda kerja.
Melakukan peyoderan atau membuang sambungan dengan
mengunakan bahan timah yang dipanasi dengan kompor.
6. Dan tiap-tiap dari hasil sambungan dipukul dengan martil
supya melekat dan tidak bergeser.
7. Bersihkan benda kerja sebelum diperiksakan pada instruktur.
8. Bersihkan peralatan kerja serta tempat kerja dari bekas
guntingan plat seng.

3.6

Gambar Kerja

18

BAB IV
MEMBUAT TALANG BULAT SUDUT 120

19

4.1

Tujuan Pekerjaan
Setelah melakukan pekerjaan ini, mahasiswa di harapkan dapat :
1. Menjelaskan cara membuat sudut pipa pembuang segi empat dengan
benar.
2. Membuat sudut pipa pembuang segi empat dengan sempurna.
3. Menjelaskan cara mengatasi kesulitan yang timbul dalam pembuatan
sudut pipa pembuang segi empat dengan tepat.

4.2

Dasar Teori
Sudut pipa pembuang dipergunakan untuk mengubah arah aliran atau
mendistribusikan air dari pipa pembuang atau talang atap yang besar ke
suatu tempat pembuangan.
Besar sudut sambungan sudut pipa pembuang segi empat adalah
bervariasi, tergantung pada penggunaannya. Untuk membuat sudut pipa
pembuang segi empat atau bulat, maka langkah kerja di bawah ini perlu
diperhatian :
1. Memilih alat-alat yang akan dipergunakan.
2. Ukur besarnya sudut pipa pembuang yang akan dibuat, dengan
menggunakan siku goyang.
3. Buat gambar sket /

lukis pada lembaran pelat seng untuk

dipakai sebagai mal.


4.3

Alat dan Bahan


4.3.1

Alat yang digunakan :


1. Penitik

7. Palu Karet

2. Penggores

8. Bord patri

3. Rol baja

9. Perlangkapan patri

4. Gunting pelat

10. Hand grover

5. Busur derajat

11. Sikat kawat

6. Palu besi

12. Kikir

20

4.3.2

Bahan yang digunakan :


1. Pelat seng
2. Timah patri
3. Pasta patri

4.4

Keselamatan Kerja
1. Pakailah selalu pakaian kerja selama bekerja.
2. Agar tidak melukai tangan saat bekerja, bekas potongan harus selalu
dihaluskan.
3. Pusatkan pikiran dan perhatian pada pekerjaan dan ikuti petunjuk dari
instruktur.
4. Sebelum bekerja, periksa semua peralatan dan bahan yang akan
digunakan dalam keadaan baik dan aman.

4.5

Langkah Kerja
1. Siapkan semua peralatan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini.
2. Pelajari gambar kerja dan buat mal pada kertas karton untuk
mempermudah melukis pada pelat.
3. Potong pelat ukuran yang telah ditentukan, yaitu sesuai ukurn
4. Lukis pelat berdasarkan mal yang dibuat dengan penggores.
5. Potong pelat tersebut berdasarkan garis yang telah dilukis pada mal
dengan gunting pelat dan ratakan pelat seng dengan menggunakan palu
karet, luruskan dan kontrol ukurannya.
6. Haluskan sisi - sisi yang telah dipotong yang masih tajam dengan kikir
halus dan ratakan dengan palu karet.
7. Lakukan lipatan pada masing - masing garis dengan sudut 450 dengan
menggunakan landasan atau mesin lipat pelat Setelah berbentuk bulat
hubungkan sambungan lipatan.
8. Bentuk sambungan lipatan tunggal dengan alat pembentuk dan
rapatkan sambil dipukul dengan palu. Untuk mempermudah saat
pemukulan gunakan pipa besi atau pelat besi tebal.
9. Hubungkan pipa membentuk sudut 1200 dan solder / patri sambungan
tersebut dengan timah solder, usaha tidak ada celah saat menyoder
karena dapat mengakibatkan kebocoran.

21

10. Bersihkan benda kerja yang telah digunakan hingga bersih.


11. Serahkan pada instruktur bila pekerjaan telah selesai.
12. Bersihkan peralatan dan meja kerja serta tempat kerja dari sisa-sisa
guntingan pelat seng.

4.6

Gambar Kerja

22

BAB V
PENUTUP
5.1

Simpulan
Dari praktek kerja talang atap yang telah dilakukan, penulis dapat menarik

beberapa simpulan :
1. Lembaran kerja (job sheet) harus dipelajari dengan baik sebelum
memulai pekerjaan.
2. Pada saat penyambungan pelat harus mengetahui dulu berapa ukuran
pelat yang akan dikerjakan, sehingga tidak terjadi masalah pada saat
mengerjakannya.
3. Untuk memperoleh hasil yang sempurna, ketelitian dan kesabaran
yang harus diutamakan dalam pekerjaan.

23

4. Praktek kerja talang atap sangat penting dalam sebuah bangunan untuk
menjaga konstruksi yang lain terhindar dari cipratan air hujan.
5.2

Saran
Dari pengalaman yang telah kami lakukan pada pekerjaan talang atap,

penulis mengharapkan kepada instruktur / dosen pembimbing beberapa hal :


1. Kami mengharapkan pembimbing dapat selalu mengawasi kami pada
saat praktek.
2. Bila instruktur dalam keadaan sibuk dan tidak bisa mendampingi kami
pada saat bekerja, kami mengharapkan supaya instruktur dapat
melakukan pengecekan beberapa kali, sehingga bila dapat kesalahan
kami dapat memperbaikinya dengan cepat.
3. Kami berharap peralatan yang ada dibengkel harus layak dipakai
semua, agar tidak terjadi kesalahan pada waktu pengerjaannya.

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.

Murtiyono.1996 petunjuk kerja pelat. Bandung


Khamistan, ST. 2009. Job Sheet praktek kerja talang atap :
Politeknik Lhokseumawe