Anda di halaman 1dari 17

Tugas dan Wewenang MPR

Berikut tugas dan wewenang dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Mengubah serta menetapkan UUD.

Melantik Presiden serta Wakil Presiden berdasarkan hasil Pemilu


dalam sidang paripurna MPR.

Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi


untuk memberhentikan Presiden dan atau Wakil Presiden dalam
masa jabatannya setelah Presiden dan atau Wakil Presiden diberi
kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam sidang
paripurna MPR.

Melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden


mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan
kewajibannya dalam masa jabatannya.

Memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden


apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa
jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari.

Memilih Presiden serta Wakil Presiden apabila keduanya berhenti


secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon
presiden serta wakil presiden yang diusulkan oleh partai politik atau
gabungan partai politik yang paket calon presiden serta wakil
presidennya meraih suaraterbanyak pertama serta kedua dalam
pemilihan sebelumnya, sampai habis masa jabatannya selambatlambatnya dalam waktu 30 hari.

Menetapkan peraturan tata tertib serta kode etik MPR.

Dasar Hukum MPR


Dasar hukum lembaga negara Majelis Permusyawaratan Rakyat
adalah Pasal 2 UUD RI 1945 dan Pasal 3 UUD RI 1945.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Tugas dan Wewenang DPR


Berikut tugas dan wewenang dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Membentuk undang-undang yang dibahas dengan Presiden untuk


mendapat persetujuan bersama.

Membahas dan memberikan atau tidak memberikan persetujuan


terhadap peraturan pemerintah pengganti undang-undang.

Menerima dan membahas usulan Rancangan Undang-Undang (RUU)


yang diajukan oleh DPD yang berkaitan dengan bidang otonomi
daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan, pemekaran,
dan penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan
sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan
perimbangan keuangan pusat dan daerah dan mengikutsertakan
dalam pembahasannya dalam awal pembicaraan tingkat I.

Mengundang DPD untuk melakukan pembahasan RUU yang


diajukan oleh DPR maupun oleh pemerintah sebagaimana dimaksud
pada huruf c, pada awal pembicaraan tingkat I.

Memperhatikan pertimbangan DPD atas RUU Anggaran Pendapatan


dan Belanja Negara (APBN) dan RUU yang berkaitan dengan pajak,
pendidikan, dan agama dalam awal pembicaraan tingkat I.

Membicarakan APBN bersama presiden dengan memperhatikan


pertimbangan DPD

Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan


oleh DPD terhadap pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi
daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah,
hubungan pusat dan daerah, sumber daya alam dan sumber daya
ekonomi lainnya, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan, dan agama.

Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan


memperhatikan pertimbangan DPD.

Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas


pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh
Badan Pemeriksa Keuangan.

Mengajukan, memberikan persetujuan, pertimbangan / konsultasi,


dan pendapat.

Menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi


masyarakat.

Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang ditentukan dalam


Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan
undang-undang.

Membentuk UUD yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat


persetujuan bersama peraturan pemerintah pengganti UUD
menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPD yang
berkaitan dengan bidang tertentu dalam pembahasan.

Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan


pertimbangan DPD.

Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU, APBN, serta


kebijakan pemerintah.

Memilih anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD.

Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas


pertanggungjawaban keuangan Negara yang disampaikan oleh
BPK.

Memberikan persetujuan kepada Peresiden atas pengangkatan dan


pemberhentian anggota.

Membentuk Undang-Undang yang dibahas dengan Presiden untuk


mendapat persetujuan bersama.

Memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pemberian


amnesti dan abolisi.

Memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam hal mengangkat


duta besar dan menerima penempatan duta besar negara lain.

Memilih anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD

Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas


pertanggung jawaban keuangan negara yang disampaikan oleh
BPK.

Memberikan persetujuan kepada Presiden atas pengangkatan dan


pemberhentian anggota Komisi Yudisial.

Memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi


Yudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden.

Memilih tiga orang hakim konstitusi dan mengajukannya kepada


Presiden untuk diresmikan dengan keputusan Presiden.

Dasar Hukum DPR


Dasar hukum lembaga negara Dewan Perwakilan Rakyat antara lain :

Pasal 20 ayat (1) dan (2) UUD RI 1945,

Pasal 22 ayat (2) UUD RI 1945,

Pasal 23 ayat (2) UUD RI 1945,

Pasal 22D ayat (3) UUD RI 1945,

Pasal 22E ayat (2) UUD RI 1945,

Pasal 24B ayat (3) UUD RI 1945,

Pasal 24A ayat (3) UUD RI 1945,

Pasal 14 ayat (2) UUD RI 1945, dan

Pasal 11 ayat (2) UUD RI 1945.

Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

Tugas dan Wewenang DPD


Berikut tugas dan wewenang dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Mengajukan kepada DPR Rancangan Undang-Undang yang


berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah,
pembentukan dan pemekaran, dan penggabungan daerah,
pengelolaan sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi lainnya
serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan
daerah. DPR kemudian mengundang DPD untuk membahas RUU
tersebut..

Memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU APBN dan RUU


yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama

Memberikan pertimbangan kepada DPR dalam pemilihan anggota


Badan Pemeriksa Keuangan.

Melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang


mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran, dan
penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, pengelolaan
sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan
APBN, pajak, pendidikan, dan agama.

Menerima hasil pemeriksaan keuangan negara dari BPK untuk


dijadikan bahan membuat pertimbangan bagi DPR tentang RUU
yang berkaitan dengan APBN

Dasar Hukum DPD


Dasar hukum lembaga negara Dewan Perwakilan Daerah antara lain :

Pasal 22D ayat (1), (2), dan (3) UUD RI 1945, dan

Pasal 23F ayat (1) UUD RI 1945.

Presiden/Wakil Presiden

Tugas dan Wewenang Presiden


Berikut tugas dan wewenang dari Presiden.

Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD.

Memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat


(AD),Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).

Mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) kepada Dewan


Perwakilan Rakyat (DPR). Presiden melakukan pembahasan dan
pemberian persetujuan atas RUU bersama DPR serta mengesahkan
RUU menjadi UU.

Menetapkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang


(dalam kegentingan yang memaksa).

Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri.

Menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan


negara lain dengan persetujuan DPR.

Membuat perjanjian internasional lainnya dengan persetujuan DPR

Menyatakan keadaan bahaya.

Mengangkat duta dan konsultan. Dalam mengangkat duta, Presiden


memperhatikan pertimbangan DPR.

Menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan


pertimbangan DPR.

Memberi grasi, rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan


Mahkamah Agung.

Memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan


DPR.

Memberi gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan lainnya yang


diatur dengan UU.

Meresmikan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dipilih


oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan
Daerah (DPD).

Menetapkan hakim agung dari calon yang diusulkan oleh Komisi


Yudisial (KY) dan disetujui DPR.

Menetapkan hakim konstitusi dari calon yang diusulkan Presiden,


DPR, dan Mahkamah Agung.

Mengangkat dan memberhentikan anggota Komisi Yudisial dengan


persetujuan DPR.

Dasar Hukum Presiden


Dasar hukum lembaga negara Presiden antara lain :

Pasal 4 ayat (1) UUD RI 1945,

Pasal 5 ayat (1) dan (2 UUD RI 1945),

Pasal 11 ayat (1) UUD RI 1945,

Pasal 12 UUD RI 1945,

Pasal 13 ayat (1) UUD RI 1945,

Pasal 14 ayat (1) dan (2) UUD RI 1945,

Pasal 15 UUD RI 1945,

Pasal 16 UUD RI 1945,

Pasal 17 ayat 2 UUD RI 1945,

Pasal 20 ayat (2) UUD RI 1945,

Pasal 24A ayat (3) UUD RI 1945, dan

Pasal 24C ayat (3) UUD RI 1945.

Mahkamah Agung (MA)

Tugas dan Wewenang MA


Berikut tugas dan wewenang dari Mahkamah Agung.

Mengadili pada tingkat kasasi.

Menguji peraturan perundang-undangan dibawah undang-undang


terhadap undang-undang.

Memberikan pertimbangan hukum kepada presiden dalam hal


permohonan grasi dan rehabilitasi.

Mengajukan tiga orang anggota hakim konstitusi.

Dasar Hukum MA
Dasar hukum lembaga negara Mahkamah Agung antara lain :

Pasal 24 ayat (2) UUD RI 1945,

Pasal 24A ayat (1) UUD RI 1945, dan

Pasal 24C ayat (3) UUD RI 1945

Mahkamah Konstitusi (MK)

Tugas dan Wewenang MK


Berikut tugas dan wewenang dari Mahkamah Konstitusi.

Berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang


keputusannya bersifat final untuk menguji Undang-Undang
terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa
kewewenangan lembaga Negara yang kewewenangannya diberikan
oleh UUD1945, memutus pembubaran partai politik, dan memutus
perselisihan tentang hasil Pemilihan Umum.

Wajib memberi keputusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat


mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden atau Wakil Presiden
menurut UUD 1945.

Menguji undang-undang terhadap UUD 19451.

Memutus sengketa kewenangan antar lembaga negara yang


kewenangannya diberikan oleh UUD 1945.

Memutus pembubaran partai politik.

Memutus perselisihan tentang hasil pemilu.

Dasar Hukum MK
Dasar hukum lembaga negara Mahkamah Agung adalah Pasal 24C ayat (1)
dan (2) UUD RI 1945.
Komisi Yudisial (KY)

Tugas dan Wewenang KY


Berikut tugas dan wewenang dari Komisi Yudisial.

Mengawasi perilaku hakim.

Mengusulkan nama calon hakim agung.

Dasar Hukum KY
Dasar hukum lembaga negara Komisi Yudisial antara lain :

Pasal 24A ayat (3) UUD RI 1945, dan

Pasal 24B ayat (1) UUD RI 1945.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Tugas dan Wewenang BPK


Berikut tugas dan wewenang dari Badan Pemeriksa Keuangan.

Berwenang mengawasi dan memeriksa pengelolaan keuangan


negara (APBN) dan daerah (APBD) serta menyampaikan hasil
pemeriksaan kepada DPR dan DPD dan ditindaklanjuti oleh aparat
penegak hukum.

Mengintegrasi peran BPKP sebagai instansi pengawas internal


departemen yang bersangkutan ke dalam BPK.

Dasar Hukum BPK

Dasar hukum lembaga negara Badan Pemeriksa Keuangan antara lain :

Pasal 23E, 23F, 23G UUD RI 1945,

UU RI No. 15 tahun 2006 tentang badan pemeriksa keuangan


sebagai pengganti UU RI No. 5 tahun 1973 tentang badan
pemeriksa keuangan.

UU RI No. 15 tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan


tanggung jawab keuangan negara.

UU RI No. 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara.

UU RI No. 17 tahun 2003 tentang keuangan negara.

Bank Indonesia (BI)

Tugas dan Wewenang BI


Berikut tugas dan wewenang dari Bank Indonesia.

Melaksanakan dan menetapkan kebijakan moneter.

Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.

Mengatur dan mengawasi bank-bank.

Dasar Hukum BPK


Dasar hukum lembaga negara Bank Indonesia adalah Pasal 23D UUD RI
1945.

Lembaga Pemerintah Nonkementerian disingkat (LPNK), dahulu bernama


Lembaga Pemerintah Nondepartemen (LPND) adalahlembaga
negara di Indonesia yang dibentuk untuk melaksanakan tugas pemerintahan tertentu
dari presiden. Kepala LPNK berada di bawah dan bertanggung jawab langsung
kepada presiden melalui menteri atau pejabat setingkat menteri yang
mengoordinasikan.[1]

Daftar Lembaga Nonkementerian[sunting | sunting sumber]


Saat ini terdapat 30 LPNK [2] yakni :
1. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)
2. Badan Ekonomi Kreatif (BEK)
3. Badan Informasi Geospasial (BIG)
4. Badan Intelijen Negara (BIN)
5. Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla)[3]
6. Badan Kepegawaian Negara (BKN)
7. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
8. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
9. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
10.Badan Narkotika Nasional (BNN)
11. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
12.Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
13.Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
Indonesia (BNP2TKI)
14.Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
15.Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten)
16.Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)
17.Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
18.Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)

19.Badan Pertanahan Nasional (BPN)


20.Badan Pusat Statistik (BPS)
21.Badan SAR Nasional (Basarnas)
22.Badan Standardisasi Nasional (BSN)
23.Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan)
24.Lembaga Administrasi Negara (LAN)
25.Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
26.Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
27.Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas)
28.Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan)
29.Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg)
30.Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas)

Lihat pula[sunting | sunting sumber]


Lembaga Nonstruktural (disingkat LNS) adalah lembaga yang dibentuk melalui
peraturan perundang-undangan tertentu guna menunjang pelaksanaan fungsi
negara dan pemerintah, yang dapat melibatkan unsur-unsur pemerintah, swasta dan
masyarakat sipil, serta dibiayai oleh anggaran negara. LNS tidak diatur dalam
Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, namun dalam
dinamika penyelenggaraan negara dan pemerintahan terdapat tugas dan fungsi lain
yang dinilai harus diselenggarakan, sehingga perlu dibentuk lembaga independen.
Dinamika dimaksud melahirkan bermacam varian LNS dengan tugas dan fungsi
masing-masing, seperti mempercepat proses terwujudnya penegakan dan kepastian
hukum, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan juga pengembangan kehidupan
sosial budaya di Indonesia.[1]

Daftar lembaga nonstruktural[sunting | sunting sumber]


Berikut adalah daftar LNS yang ada di Indonesia hingga saat ini

[2]

1. Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia


2. Badan Amil Zakat Nasional
3. Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional
4. Badan Nasional Pengelola Perbatasan
5. Badan Nasional Sertifikasi Profesi
6. Badan Olahraga Profesional
7. Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal
8. Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo
9. Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
10.Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas
11. Badan Pengawas Pemilihan Umum
12.Badan Pengelola Dana Abadi Umat
13.Badan Pengembangan Wilayah Surabaya - Madura
14.Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas
Batam
15.Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas
Bintan
16.Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas
Karimun
17.Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas
Sabang

18.Badan Perlindungan Konsumen Nasional


19.Badan Pertimbangan Kepegawaian
20.Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
21.Badan Pertimbangan Perfilman Nasional
22.Badan Restorasi Gambut
23.Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan
24.Dewan Energi Nasional
25.Dewan Jaminan Sosial Nasional
26.Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam
27.Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan
28.Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Karimun
29.Dewan Kelautan Indonesia
30.Dewan Ketahanan Nasional
31.Dewan Ketahanan Pangan
32.Dewan Koperasi Indonesia
33.Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus
34.Dewan Nasional Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas
35.Dewan Nasional Perubahan Iklim
36.Dewan Pengupahan Nasional
37.Dewan Pers
38.Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah

39.Dewan Pertimbangan Presiden


40.Dewan Riset Nasional
41.Dewan Sumber Daya Air Nasional
42.Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional
43.Kantor Staf Presiden
44.Komisi Banding Merek
45.Komisi Banding Paten
46.Komisi Informasi Pusat
47.Komisi Kejaksaan
48.Komisi Kepolisian Nasional
49.Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan
50.Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
51.Komisi Nasional Lanjut Usia
52.Komisi Pemberantasan Korupsi
53.Komisi Pemilihan Umum
54.Komisi Penanggulangan AIDS Nasional
55.Komisi Pengawas Haji Indonesia
56.Komisi Pengawas Persaingan Usaha
57.Komisi Penyiaran Indonesia
58.Komisi Perlindungan Anak Indonesia
59.Komite Akreditasi Nasional

60.Komite Inovasi Nasional


61.Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur
62.Komite Nasional Keselamatan Transportasi
63.Komite Nasional Pengendalian Flu Burung (Avian Influenza) dan
Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza
64.Komite Olah Raga Nasional Indonesia
65.Komite Pengarah Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Pulau
Batam, Pulau Bintan, dan Pulau Karimun
66.Komite Privatisasi Perusahaan Perseroan
67.Komite Standar Akuntansi Pemerintahan
68.Komite Standar Nasional untuk Satuan Ukuran
69.Konsil Kedokteran Indonesia
70.Lembaga Kerja Sama Tripartit
71.Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban
72.Lembaga Produktivitas Nasional
73.Lembaga Sensor Film
74.Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan
75.Ombudsman Republik Indonesia
76.Otoritas Jasa Keuangan
77.Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
78.Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan

Lembaga nonstruktural yang telah dibubarkan[sunting | sunting


sumber]
1. Badan Kebijaksanaan dan Pengendalian Pembangunan Perumahan dan
Permukiman Nasional
2. Badan Koordinasi Keamanan Laut
3. Badan Pengawas Pasar Tenaga Listrik
4. Badan Pengembangan Kawasan Pengembagan Ekonomi Terpadu
5. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)
6. Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk Aceh dan Nias (BRR Aceh-Nias)
7. Dewan Buku Nasional
8. Dewan Gula Indonesia
9. Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional Republik Indonesia
10.Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia
11. Komisi Hukum Nasional
12.Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk
Untuk Anak
13.Komite Antar Departemen Bidang Kehutanan
14.Lembaga Koordinasi dan Pengendalian Peningkatan Kesejahteraan Sosial
Penyandang Cacat
15.Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R)
16.Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian
Pembangunan (UKP-PPP/UKP4)