Anda di halaman 1dari 55

LAPORAN PENELITIAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS


(CLASSROOM ACTION RESEARCH)

PENGGUNAAN DIAGRAM UNTUK MENINGKATKAN


KEMAMPUAN MEMAHAMI TEKS RECOUNT BAHASA INGGRIS
SISWA KELAS VII 1
SMP NEGERI 1 RANAH BATAHAN

O
L
E
H

RUSTO
N

Penelitian ditulis untuk memenuhi sebahagian


persyaratan pengusulan kenaikan pangkat/jabatan guru

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI CIHERANG


KABUPATEN PASAMAN BARAT SUMATERA
BARAT
20
05

1
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Berkomunikasi secara lisan dan tertulis dengan menggunakan
ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana
interaksional dan/atau monolog pendek terutama wacana yang
berbentuk

naratif,

deskriptif, dan

recount sederhana adalah

standar kompetensi untuk kelas IX yang dinyatakan dalam Kurikulum


2006.
Kemampuan berkomunikasi adalah

kemampuan berwacana,

yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan


dan/atau

tulis

yang

direalisasikan

dalam

empat

keterampilan

berbahasa. Membaca merupakan satu dari empat keterampilan


berbahasa yang tercakup dalam mata pelajaran Bahasa Inggris.
Keterampilan berbahasa lainnya adalah mendengar, berbicara dan
menulis.

Keempat

keterampilan

ini

sangat

penting

untuk

dikembangkan agar siswa dapat berkomunikasi secara lisan dan tulis.


Kemampuan

memahami/menghasilkan

teks

bahasa

Inggris

sangat penting dimiliki oleh siswa. Kemampuan memahami teks


lisan/tulis

dikembangkan

(listening)

dan

kemampuan

melalui

keterampilan

keterampilan

membaca

untuk mengahasilkan teks

mendengarkan

(reading).

Sedangkan

lisan/tulis dikembangkan

melalui keterampilan berbicara (speaking) dan menulis (writing).


Kemampuan memahami teks tulis sangat dibutuhkan untuk
mendapatkan informasi baik bidang ilmu pengetahuan maupun
teknologi.

Karena

itu

kemampuan

memahami

teks

tulis

ini

(kemampuan

membaca)

sangat

perlu

dikembangkan.

Dengan

kemampuan ini siswa akan dapat mengembangkan dirinya dengan


membaca teks-teks yang dicetak dalam bahasa Indonesia maupun
bahasa Inggris.
Dalam

mata

pelajaran

bahasa

Inggris

tingkat

Madrasah

Tsanawiyah, siswa dituntut untuk dapat memahami dan menciptakan


berbagai teks fungsional pendek dan monolog serta esei berbentuk
procedure, descriptive, recount, narrative, dan report.
Masing-masing jenis teks ini memiliki langkah-langkah retorika
tersendiri. Teks berbentuk recount berbeda langkah retorikanya bila
dibandingkan dengan teks descriptive, procedure, narrative, atau
report. Dengan

demikian,

cara

memahami

teks-teks

tersebut

akan berbeda pula.


Siswa sering menemui kesulitan dalam kegiatan membaca. Hal
ini disebabkan berbagai aspek: tidak memiliki strategi membaca yang
tepat, minimnya penguasaan kosakata, kurangnya minat membaca,
kurang

tersedianya

kebutuhan

dan

bahan-bahan

perkembangan

bacaan

siswa,

yang

metode

sesuai

dengan

mengajar

yang

monoton, media pembelajaran.


Faktor lain yang menyebabkan siswa sulit dalam memahami
teks bahasa Inggris adalah kurangnya pengetahuan tentang langkahlangkah

retorika

untuk

masing-masing

jenis

teks.

Pembekalan

pengetahuan kepada siswa tentang langkah-langkah retorika sangat


efektif

sebelum

diberikan

kegiatan

membaca

pemahaman.

Di

samping itu perlu juga dibekali dengan faktor-faktor pendukung


lainnya seperti kosakata, frase, dan struktur kalimat yang lazim

digunakan dalam teks tertentu.


Penelitian tindakan kelas (action research) terhadap membaca
pemahaman terutama memahami berbagai jenis teks berbahasa
Inggris untuk siswa Sekolah Menegah Pertama beserta aspek-aspek
yang berhubungan dengan membaca pemahaman sangat penting
dilakukan.

Dengan

demikian

siswa

akan

mampu

menggali

informasi apa yang terkandung dalam bahan bacaan yang dibaca


siswa. Hal ini akan membantu untuk mencapai hasil yang lebih baik
dalam proses belajar mengajar.

B. IDENTIFIKASI MASALAH
Dari latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasikan
beberapa

masalah

yang

berkaitan

dengan

kemampuan

memahami berbagai jenis teks bahasa Inggris yakni: 1) siswa


tidak

memiliki

strategi

membaca

penguasaan kosakata, 3) kurangnya


tersedianya

bahan-bahan

yang

minat

tepat,

2)

membaca,

minimnya
4)

kurang

bacaan yang sesuai dengan kebutuhan

dan perkembangan siswa, 5) metode mengajar yang monoton,6)


media pembelajaran, 7) kurangnya pengetahuan tentang langkahlangkah retorika untuk masing-masing jenis teks.

C. BATASAN MASALAH
Mengingat banyaknya faktor yang memiliki pengaruh terhadap
kemampuan memahami berbagi jenis teks bahasa Inggris, maka
penelitian ini dibatasi pada kemampuan memahami teks recount

6
dan penggunaan diagram sebagai media pembelajaran. Pembatasan
ini dilakukan karena kedua faktor ini dianggap faktor yang dominan
yang berhubungan dengan kemampuan memahami teks berbahasa
Inggris pada siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah.

D. PERUMUSAN MASALAH
Perumusan masalah penelitian ini

adalah sebagai berikut:

Apakah penggunaan diagram dapat meningkatkan kemampuan


siswa dalam memahami teks recount?

E. TUJUAN PENELITIAN
Sesuai dengan perumusan masalah di atas tujuan penelitian
adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami teks
recount dengan menggunakan diagram.

F. MANFAAT HASIL PENELITIAN


Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:
1. Guru

bahasa

Inggris

dalam

rangka

meningkatkan

kemampuan siswa untuk memahami teks recount.


2. Siswa

kelas

IX

Madrasah Tsanawiyah Negeri Ciherang

rangka meningkatkan kemampuan memahami


dengan menggunakan diagram.

teks

dalam
recount

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. KAJIAN TEORI
Ur (2000: 138) mengatakan bahwa: reading means reading and
understanding. Sedangkan Mikulecky (1990: 72) mengatakan bahwa
untuk

mendapatkan pemahaman yang

baik

dalam

membaca

suatu artikel atau esei siswa harus dapat membedakan content


words dengan function words. Function word ini adalah aspek yang
paling penting dalam pengembangan kosakata yang terdiri dari kata
ganti (pronoun), sinonim, hiponim, dan summary words sebagai
penanda hubungan antara ide-ide dari suatu teks (seperti however,
then, also, etc.).
Agustien (2004:39-40) menyatakan bahwa mengajar bahasa
Inggris atau bahasa apapun berarti mengajarkan dua ragam bahasa:

lisan dan tulis. Kita tidak dapat berasumsi bahwa jika kita telah
mengajar bagaimana membentuk kalimat dan mengenalkan kosakata
serta ucapannnya maka otomatis siswa dapat menggunakannya
dalam bahasa lisan dan tulis.
Elliott

(1996:

384)

mendefinisikan

membaca

pemahaman

sebagai:
Reading comprehension, which is the ultimate object in
any type of reading instruction, means that a reader not
only recognizes words, but understands the concepts
that the words represent. Reading a text, comprehending
it, and later recalling it involve complex strategies
(perceptual, linguistic, and conceptual operations) that
take years to develop.
Kegiatan membaca merupakan kegiatan yang kompleks dan
aktif yang membutuhkan keaktifan pembaca baik sebelum, ketika
dan sedang membaca sehingga hasil yang akan didapat dari kegiatan
membaca tersebut dapat maksimal (McWhorter, 1992: 377). Sejalan
dengan itu, Grellet (1990:3) mengatakan bahwa membaca atau
memahami teks tertulis berarti mendapatkan informasi dari teks
tersebut seefisien mungkin.
McWhorter (1986: 121-122) mengatakan bahwa bila membaca
artikel dan esei, yang pertama sekali dilakukan adalah memahami
materi bacaan. Membaca akan menjadi lebih mudah bila kita
mengenal kerangka dan jenis artikel atau esei yang dibaca. Ada lima
bagian utama dari sebuah artikel/esei yaitu 1) judul, 2) pendahuluan,
3) pernyataan utama, 4) informasi pendukung, dan 5) kesimpulan
atau ringkasan.

Selanjutnya

McWhorter

(1986:

49-50)

mengatakan

bahwa

grafik, tabel, dan gambar memberikan informasi yang sangat penting

dari sebuah bahan bacaan. Dengan memperhatikan grafik, tabel, dan


gambar

tersebut

Membuat gambar,

akan

memudahkan

mewarnai,

kita

menandai

memahami

peta,

teks.

membuat daftar

kejadian, dan/atau membuat diagram yang mengilustrasikan isi


sebuah teks merupakan kegiatan membaca yang sangat mendukung
untuk meningkatkan kemampuan memahami bahan bacaan (Ur,
2000: 146).
Hornby
gambar,

(1985: 238)

desain,

atau

mengatakan
rencana

bahwa

untuk

diagram

adalah

menerangkan

atau

mengilustrasikan sesuatu. Dengan demikian dalam pembelajaran


membaca

pemahaman

dibutuhkan

alat

bantu

yang

dapat

mempermudah siswa untuk memahami sebuah teks bahasa Inggris


salah satu di antaranya adalah diagram.

B. KERANGKA BERFIKIR
Secara skematis kerangka berfikir dalam penelitian ini dapat
digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1. Kerangka konseptual hubungan kedua variabel

C. HIPOTESIS

Berdasarkan kajian teori di atas maka hipotesis pada penelitian


ini adalah: Dengan menggunakan diagram dapat meningkatkan
kemampuan memahami teks recount bahasa Inggris siswa kelas IX A
Madrasah Tsnawiyah Negeri Ciherang.

9
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. JENIS PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang
berupaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami
teks recount dengan menggunakan diagram.

B. SUBJEK PENELITIAN
Siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri Ciherang tahun
pelajaran 2013-2014 terdiri dari 8 (delapan) rombongan belajar yang
berjumlah 360 orang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX A
yang berjumlah 42 orang. Sedangkan guru dan observer dalam
penelitian ini adalah guru bahasa Inggris yang berlatar belakang
jurusan bahasa Inggris.

C. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN


Penelitian

ini

dilakukan

di

ruang

belajar

IX A

Madrasah

Tsanawiyah Negeri Ciherang. Sedangkan pelaksanaannya

dilakukan

pada akhir semester 1 tahun pelajaran 2013-2014 yaitu dari Oktober


sampai dengan Nopember 2013 seperti terlihat pada tebel berikut :

Tabel 1. Jadwal Kegiatan Penelitian

No
1
2
3
4
5
6
7
8

Kegiatan

Bulan / Minggu keOktober


November 2013
2013
1
2
3
4
1
2
3
4
5

Penyusunan Proposal
Persiapan perangkat/
media
Pelaksanaan siklus 1 dan
refleksi
Pelaksanaan siklus 2 dan
refleksi
Penulisan laporan tiap
siklus
Penulisan laporan akhir
Seminar
Perbaikan laporan akhir

D. PROSEDUR PENELITIAN
Proses penelitian tindakan kelas ini melalui 4 (empat) tahapan
pokok yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan
refleksi.
1. Perencanaan
a. Rencana Tindakan pada Siklus I
Dalam tahap rencana tindakan pada siklus I ini kegiatankegiatan yang dilakukan sebagai berikut:
1) Menyusun persiapan mengajar.
2) Menyusun tugas-tugas yang dikerjakan oleh siswa.
3) Menyediakan kertas kerja siswa.

b. Rencana Tindakan pada Siklus II

Rencana

tindakan

yang

dilakukan

pada

tahap

ini

ditetapkan setelah refleksi tindakan pada siklus I dengan


memperhatikan kekuatan dan kelemahan yang ditemukan.
Kekuatan yang ada pada siklus I lebih dioptimalkan dan
kelemahan diminimalkan.

2.

Pelaksanaan

Kegiatan
mempersiapkan
melaksanakan

yang

dilakukan

segala
penelitian

pada

sesuatu
tindakan

tahap

yang
kelas

ini

adalah

dibutuhkan
yaitu

untuk

kesiapan

guru sebagai peneliti, siswa sebagai subjek penelitian, materi,


dan media pembelajaran. Secara lebih rinci kegiatan-kegiatan
tersebut adalah:
a. Mempersiapkan perangkat pembelajaran yang matang.
b. Menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
c. Memotivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran secara
serius tetapi tidak terpaksa dengan cara menjelaskan
tujuan pembelajaran.
d. Menyediakan kertas kerja untuk kegiatan pembelajaran.
e. Mengelola kelas dengan baik agar siswa tidak merasa
dibeda- bedakan.
f.

Siswa mengerjakan tugas-tugas sesuai dengan petunjuk


yang diberikan.

g. Semua kegiatan dilaksanakan pada saat belajar tatap


muka reguler.

3. Pemantauan
Pengamatan

dilakukan

oleh

teman

sejawat

sebagai

observer. Jenis instrumen yang digunakan adalah format/lembar


observasi yang memuat:
a. interaktif guru - siswa, siswa guru, dan siswa siswa.
b. aktivitas guru selama proses pembelajaran.
c. catatan lapangan.

4. Evaluasi dan Refleksi


Data yang diperoleh pada siklus I dijadikan sebagai bahan
pertimbangan

untuk

melakukan

tindakan

pada

siklus

II.

Sedangkan evaluasi pada siklus II dijadikan sebagai bahan untuk


penyusunan laporan penelitian tindakan kelas ini.

E. Instrumen Pengumpulan Data

1. Sumber Data

Sumber data dari penelitian ini adalah seluruh


siswa kelas VII 1 Madrasah Tsanawiyah Negeri Ciherang
Kabupaten Pasaman Barat berjumlah 30 orang dengan
latar belakang yang beragam.

2. Instumen Penelitian

Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan


data dalam penelitian ini adalah:

Lembaran observasi yang diadopsi dari Richards

(2002).

Tes yang dilakukan setiap pertemuan.

F. Teknik Pengolahan Data

Untuk mengukur kemampuan memahami teks recount


bahasa

Inggris siswa kelas VII 1 digunakan rumus:

Skor
ratarata

PR =

X 100

Skor
maksimu
m

Pencapaian

responden

dikategorikan/dikelompokkan

seperti tabel berikut (Sudjana, 1982).

Tabel 2. Kelas Ketercapaian

No

% Ketercapaian

Kategori

90 100

Sangat baik

80 89

Baik

65 79

Cukup

14

B
A
B
I
V

PELAKSANAAN DAN HASIL


PENELITIAN

Pelaksanaan
Berikut

ini

perencanaan,

tindakan

disajikan

dilakukan

pelaksanaan

implementasi

A. Siklus I

1. Perencanaan Penelitian
Drs. Ruston - PTK Bahasa Inggris SMPN 1 Ranah Batahan

tindakan

tindakan,

penelitian serta pengujian hipotesis.

14

sebanyak

yang

refleksi

siklus.
meliputi

dan

hasil

Gambar,
informasi

tabel

penting

dan

grafik

tentang

isi

dapat

memberikan

bacaan.

Dengan

memperhatikan gambar, tabel dan atau grafik sangat


membantu

dalam

memahami

sebuah

teks.

Dengan

demikian, materi bacaan berbentuk teks deskriptif pada


setiap proses pembelajaran diberikan gambar sebagai
alat bantu untuk mempermudah memahami teks.

2. Implementasi
Tindakan a.
Persiapan
Agar

pelaksanaan

tindakan

dapat

berjalan

sesuai

dengan rencana tindakan maka perlu dipersiapkan


semua aspek yang meliputi: kesiapan guru, siswa,
materi, media dan observer.

Drs. Ruston - PTK Bahasa Inggris SMPN 1 Ranah Batahan

14

15
15

Sebelum
mempersiapkan
rencana

pelaksanaan
perangkat

pelaksanaan

alat/media

tindakan,

pembelajaran:

pembelajaran,

pembelajaran,

guru

dan

silabus,
handout,

alat

penilaian

pencapaian tujuan.

b. Pelaksanaan

Alokasi waktu untuk mata pelajaran bahasa


Inggris kelas VII per minggu selama 180 menit atau 4
jam tatap muka yang dibagi menjadi 2 tatap muka.
Pelaksanaan tindakan dimulai pada minggu petama
Oktober 2005 yaitu setiap Senin dan Kamis dari jam
07.30 sampai dengan 09.00 WIB di ruang kelas VII 1.

c. Pemantauan Penelitian

Pemantauan/observasi

dilakukan

oleh

rekan

sejawat yang bertindak sebagai kolaborator sekaligus


menjadi observer. Observer memiliki latar pendidikan
Bahasa

Inggris.

Drs. Ruston - PTK Bahasa Inggris SMPN 1 Ranah Batahan

Observer

memantau

kegiatan

16

pembelajaran
belajar

secara

selama

berpedoman

langsung

proses

kepada

di

16
dalam ruang

pembelajaran.
lembar

Observer

observasi

yang

didiskusikan sehari menjelang tatap muka. Monitoring


dilakukan

setiap

tatap

muka.

Hasil

monotoring

langsung diberikan observer kepada peneliti setelah


selesai pembelajaran setiap hari.

Drs. Ruston - PTK Bahasa Inggris SMPN 1 Ranah Batahan

d. Refleksi Hasil Penelitian

Untuk

mengetahui

pencapaian

tujuan

pembelajaran, maka dilakukan tes setiap tatap muka.


Deskripsi hasil penilaian pada tes yang diberikan pada
siklus I secara umum dapat dilihat pada Tabel 3
berikut.

Tabel 3. Descriptive Statistics Siklus I

Nilai 1.1

N
30

Nilai 1.2

30

Gambaran
distribusi

Minimu Maxim
4
8
0

yang

lebih

Mean Std.
56.67
11.842
60.33

rinci

11.885

tentang

nilai masing-masing tes yang dilakukan

dapat dilihat pada tabel dan histogram berikut ini.

Tabel 4. Distribusi Frekuensi Nilai Siklus I Pertemuan 1

Cumulat
ive

Valid

40

23.

23.3

23.3

50

13.3

36.7

60

13

13.

43.3

80.0

3
Tabel 4 di atas menunjukkan bahwa frekuensi
terbanyak berada pada nilai 60 sebanyak 43,3%,
sedangkan frekuensi paling sedikit berada pada nilai
80 sebanyak 6,7%.

Berikut

ini

dapat

digambarkan

histogram

distribusi frekuensi nilai siklus I pertemuan 1 seperti


terlihat pada gambar
2 berikut.

14

12

10

Std. Dev = 11.84


Mean = 56.7

N = 30.00
40.0

0.

0.

0.

0.

Nilai 1.1

Gambar 2. Histogram Nilai Siklus I Pertemuan 1

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa


rata-rata sebesar 56,7 dan simpangan baku sebesar
11,84 serta tingkat pencapaian skor sebesar 70,88%
dari skor ideal, dan masuk ke dalam kategori cukup.

Tabel 5. Distribusi Frekuensi Nilai Siklus I Pertemuan 2

Cumulat
ive

Valid

40

6.7

6.7

6.7

50

30.0

30.0

36.7

60

30.0

30.0

66.7

70

23.3

23.3

90.0

Tabel 5 di atas menunjukkan bahwa frekuensi


terbanyak berada pada nilai 50 dan 60 sebanyak 30%,
sedangkan frekuensi paling sedikit berada pada nilai
90 sebanyak 3,3%.

Di
histogram

bawah

ini

distribusi

dapat
frekuensi

pertemuan 2 seperti terlihat


pada gambar 3.

10

pula
nilai

digambarkan
siklus

Std. Dev = 11.89


Mean = 60.3
N = 30.00

0
40.0

0.

0.

0.

0.

0.

Nilai 1.2

Gambar 3. Histogram Nilai Siklus I Pertemuan 2

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa


rata-rata sebesar 60,3 dan simpangan baku sebesar
11,89 serta tingkat pencapaian skor sebesar 67% dari
skor ideal, dan masuk ke dalam kategori cukup.

Tabel 6. Distribusi Frekuensi Nilai Siklus I Pertemuan 3

Cumulat
Valid

40

10.

10.0

ive10.0

50

16.7

26.7

60

13

16.

43.3

70.0

70

23.3

93.3

Tabel 6 di atas menunjukkan bahwa frekuensi


terbanyak berada pada nilai 60 sebanyak 43,3%,
sedangkan frekuensi paling sedikit berada pada nilai
80 dan 90 masing-masing sebanyak 3,3%.

Histogram distribusi frekuensi nilai siklus I


pertemuan 3

dapat digambarkan seperti terlihat pada gambar 4


berikut.

14

12

10

Std. Dev = 11.29


Mean = 60.3

0
40.0

0.

0.

0.

0.

0.

Nilai 1.3

N = 30.00

Gambar 4. Histogram Nilai Siklus I Pertemuan 3

20
20

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa


rata-rata sebesar 60,3 dan simpangan baku sebesar
11,29 serta tingkat pencapaian skor sebesar 67% dari
skor ideal, dan masuk ke dalam kategori cukup.

B. Siklus II

1. Perencanaan Penelitian

Berdasarkan
dilakukan

hasil

refleksi

siklus

yang

secara berkolaborasi dengan observer rekan

sejawat, hal-hal yang perlu disempurnakan


tindakan

pembelajaran

pada

siklus

dalam
II sebagai

berikut:

a. Membuat gambar dengan memberikan label pada


setiap bagian gambar.

b.

Mengalokasikan waktu yang lebih banyak untuk

21
21

mendiskusikan gambar dan bagian-bagiannya.

2. Implementasi
Tindakan a.
Persiapan
Sama halnya dengan

rencana tindakan pada

siklus I, maka pada siklus II perlu pula dipersiapkan


semua aspek yang meliputi: kesiapan guru, siswa,
materi, media dan observer.

Sebelum
mempersiapkan
rencana

pelaksanaan
perangkat

pelaksanaan

alat/media

tindakan,

guru

pembelajaran:

pembelajaran,

pembelajaran,

dan

alat

silabus,
handout,
penilaian

pencapaian tujuan.

b. Pelaksanaan

Rencana

tindakan

dilaksanakan pada ruang

pada

kelas

dan

siklus
subjek

II
serta

periode (jam pelajaran) yang sama dengan siklus I.


Alokasi waktu yang dibutuhkan untuk siklus II sama
dengan alokasi waktu siklus I yaitu 2 x 45 menit setiap
tatap muka. Namun alokasi waktu yang digunakan
untuk mendiskusikan gambar dan bagian-bagiannya
lebih banyak bila dibandingkan dengan waktu yang
dipakai pada siklus I.

c. Pemantauan Penelitian

Pemantauan/observasi

dilakukan

oleh

rekan

sejawat

yang

bertindak

sebagai

kolaborator

dan

observer pada siklus I. Observer memantau kegiatan


pembelajaran secara langsung di dalam ruang belajar
selama proses pembelajaran. Observer berpedoman
kepada lembar observasi yang diisi setiap tatap muka.
Hasil monotoring langsung diberikan observer kepada
peneliti setelah selesai pembelajaran setiap hari.

d. Hasil Penelitian

Deskripsi hasil penilaian pada tes yang


diberikan pada siklus II secara umum dapat dilihat
pada Tabel 7 berikut.
Tabel 7. Descriptive Statistics Siklus II

N
SCORE_1

29

SCORE_2

29

Gambaran
distribusi

Std

Minimu Maximu Sum Mea


50

60

yang

90

217

74.8
n

11.21
.

90

lebih

rinci

tentang

nilai masing-masing tes yang dilakukan

dapat dilihat pada tabel dan histogram berikut ini.

Tabel 8. Distribusi Frekuensi Nilai Siklus II Pertemuan 1

Cumulat
Valid

50

3.3

3.4

ive 3.4

60

16.

17.2

20.7

70

27.6

48.3

80

26.

31.0

79.3

Tabel 8 di atas menunjukkan bahwa frekuensi


terbanyak berada

pada

nilai

80

sebanyak

31%,

sedangkan frekuensi paling sedikit berada pada nilai


50 sebanyak 3,4%.

Histogram distribusi frekuensi nilai siklus II


pertemuan 1 dapat digambarkan seperti terlihat pada
gambar 5 di bawah ini.

10

Std. Dev = 11.22


Mean = 74.8
N = 29.00

0
50.0

0.

0.

0.

0.

SCORE_1

Gambar 5. Histogram Nilai Siklus II Pertemuan 1

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa


rata-rata sebesar 74,8 dan simpangan baku sebesar
11,22 serta tingkat pencapaian skor sebesar 83,11%
dari skor ideal, dan masuk ke dalam kategori baik.

Tabel 9. Distribusi Frekuensi Nilai Siklus II Pertemuan 2

Cumulat
Valid

60

70

12

80

90

16.

17.2

ive17.2

41.4

58.6

40.

31.0

89.7

10.3

100.0

Tabel 9 di atas menunjukkan bahwa frekuensi


terbanyak berada pada nilai 70 sebanyak 41,4%,
sedangkan frekuensi paling sedikit berada pada nilai
90 sebanyak 10,3%.

Berikut ini dapat pula digambarkan histogram


distribusi

frekuensi nilai siklus II pertemuan 2 seperti terlihat di


bawah ini.

14

12

10

Std. Dev = 8.97


Mean = 73.4

0
60.0

0.

0.

0.

N = 29.00

SCORE_2

Gambar 6. Histogram Nilai Siklus II Pertemuan 2

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa


rata-rata sebesar 73.4 dan simpangan baku sebesar
8,97 serta tingkat pencapaian skor sebesar 81,56%
dari skor ideal, dan masuk ke dalam kategori baik.

Tabel 10. Distribusi Frekuensi Nilai Siklus II Pertemuan


3

Cumulat
ive

Valid

60

3.3

3.3

3.3

70

20.

20.0

23.3

80

15

50.0

73.3

Tabel

10

di

atas

menunjukkan

bahwa

frekuensi terbanyak berada pada nilai 80 sebanyak


50%, sedangkan frekuensi paling sedikit berada pada
nilai 60 sebanyak 3,3%.

Histogram distribusi frekuensi nilai siklus II


pertemuan 3

dapat digambarkan seperti terlihat pada gambar 7


berikut.

16

14

12

10

Std. Dev = 9.07


2

Mean = 80.7

0
60.0

10

0.

0.

0.

0.

N = 30.00

SCORE_3

Gambar 7. Histogram Nilai Siklus II Pertemuan 3

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa


rata-rata sebesar 80,7 dan simpangan baku sebesar
9,07 serta tingkat pencapaian skor sebesar 80,7% dari
skor ideal, dan masuk ke dalam kategori baik.

C. Pengujian Hipotesis

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah


Dengan menggunakan
kemampuan

untuk

diagram

dapat

meningkatkan

memahami teks recount bahasa Inggris siswa kelas VII 1 SMP


Negeri

1 Ranah Batahan.

Secara umum perolehan setiap siswa pada tes yang


dilakukan pada siklus II lebih besar bila dibandingkan
dengan perolehan pada siklus I seperti terlihat pada tabel
berikut.

Tabel 11. Rekapitulasi Nilai Siklus I dan II

N
No.
1
urut
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

I
50
50
40
60
40
60
50
70
60
60
60
50
40

II
50
60
50
60
50
70
50
60
80
50
60
60
60

SIKLUS
III JLH
60 160
60 170
50 140
60 180
40 130
60 190
60 160
70 200
60 200
60 170
50 170
60 170
50 150

RT
53.3
56.6
46.6
60.0
43.3
63.3
53.3
66.6
66.6
56.6
56.6
56.6
50.0

L
I
80
.
50
70
60
90
80
90
70
70
70
80
60

II
80
70
70
60
60
90
80
80
70
80
60
70
60

SIKLUS
III JLH
90 250
80 150
70 190
60 190
80 200
90 270
70 230
80 250
90 230
80 230
80 210
80 230
80 200

RT
83.3
75.0
63.3
63.3
66.6
90.0
76.6
83.3
76.6
76.6
70.0
76.6
66.6

RT Sik II
30.0
18.3
16.6
3.3
23.3
26.6
23.3
16.6
10.0
20.0
13.3
20.0
16.6

14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

40
60
40
80
60
60
70
70
40
60
80
40
60
60
60
60
70

50
50
40
90
60
60
70
80
40
70
70
50
70
50
70
60
70

60
60
40
90
50
60
70
70
50
70
80
40
70
60
60
70
70

150
170
120
260
170
180
210
220
130
200
230
130
200
170
190
190
210

50.0
56.6
40.0
86.6
56.6
60.0
70.0
73.3
43.3
66.6
76.6
43.3
66.6
56.6
63.3
63.3
70.0
59,1

60
70
70
90
80
80
80
80
60
80
90
60
70
80
70
90
90

70
70
60
90
80
70
80
70
.
70
90
70
70
70
80
80
80

80
70
70
100
90
80
80
80
70
90
100
70
80
80
80
80
90

210
210
200
280
250
230
240
230
130
240
280
200
220
230
230
250
260

70.0
70.0
66.6
93.3
83.3
76.6
80.0
76.6
65.0
80.0
93.3
66.6
73.3
76.6
76.6
83.3
86.6
76,2

20.0
13.3
26.6
6.6
26.6
16.6
10.0
3.3
21.6
13.3
16.6
23.3
6.6
20.0
13.3
20.0
16.6
17,1

Pada tabel 11 kelihatan bahwa rata-rata pada siklus I


adalah

59,11. Sedangkan rata-rata pada siklus II adalah 76,22.


Terdapat selisih
yang

antara

berarti

kedua

siklus

sebesar

17,11

bahwa perolehan siswa pada siklus II lebih

tinggi dari siklus I.

Selanjutnya

persentase

ketercapaian

siswa

pada

siklus II lebih tinggi dibandingkan dengan ketercapaian pada


siklus I seperti terlihat pada tabel berikut.

Tabel

12.

Rekapitulasi

Skor

Perolehan Siswa

Siklus

Pertemuan ke

% Ketercapaian

Kategori

70,8

Cukup

Cukup

67
8
67

83,1

Baik

Cukup

81,5
Baik
1
3
80,7
Baik
6
II Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam
0
penelitian

tindakan kelas ini dapat


diterima. D. Diskusi
Berdasarkan
bahwa

hasil

penggunaan

penelitian

diagram

di

dapat

atas

ternyata

meningkatkan

kemampuan memahami teks recount. Hal ini sesuai dengan


pendapat McWhorter (1986: 49-50) mengatakan bahwa
grafik, tabel, dan gambar memberikan informasi yang
sangat

penting

mempergunakan

dari

sebuah

grafik,

tabel,

bahan
dan

bacaan.
gambar

Dengan
(diagram)

tersebut akan memudahkan siswa memahami teks.

Membuat

gambar,

mewarnai,

menandai

peta,

membuat daftar kejadian, dan/atau membuat diagram yang


mengilustrasikan

isi

sebuah

teks

merupakan

kegiatan

membaca yang sangat mendukung untuk meningkatkan


kemampuan memahami bahan bacaan (Ur, 2000: 146).

Jadi

pembelajaran dengan

menggunakan diagram

dapat meningkatkan kemampuan memahami teks recount


bahasa
Batahan.

Inggris siswa kelas VII 1 SMP Negeri 1 Ranah

29

B
A
B

KESIMPULAN DAN
SARAN

A. Kesimpulan

Bedasarkan hasil penelitian yang dikemukakan pada


BAB IV

dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Penggunaan diagram dapat meningkatkan kemampuan


siswa untuk

memahami

teks

recount dalam

mata

pelajaran bahasa Inggris.

2. Pemberian time sequence pada diagram dan didiskusikan


sebelum

kegiatan

Drs. Ruston - PTK Bahasa Inggris SMPN 1 Ranah Batahan

membaca

29

pemahaman

dapat

membantu siswa untuk memahami teks recount.

3. Penguasaan

siswa

untuk

memahami

teks

recount

dengan menggunakan diagram sebesar 68,29% dan


masuk kategori cukup. Sedangkan penguasaan dengan
menggunakan

diagram

dan

time

sequence

sebesar

81,79% dan ini masuk kategori baik.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas dapat


dikemukakan saran sebagai berikut:

1.

Diagram sebaiknya digunakan sebagai alat bantu untuk


memahami teks recount dalam mata pelajaran bahasa
Inggris.

2.

Diagram

sebaiknya

diberikan

time

sequence yang

dibutuhkan untuk lebih mudah memahami teks recount


karena siswa kelas VII

Drs. Ruston - PTK Bahasa Inggris SMPN 1 Ranah Batahan

29

30
30

masih
bahasa

3.

Agar

tergolong

pemula

dalam

mempelajari

Inggris khususnya membaca pemahaman.

kemampuan siswa

memahami

teks

recount

menjadi lebih baik, maka guru bahasa Inggris diharapkan


terus

mengembangkan

membelajarkan siswa.

Drs. Ruston - PTK Bahasa Inggris SMPN 1 Ranah Batahan

kemampuannya

untuk

DAFTAR
PUSTAKA

Agustien, Helena I.R. 2004. Materi Pelatihan Terintegrasi Bahasa


Inggris.
Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Elliott,

Stephen

N.

1996.

Educational Psychology: Effective

teaching effective learning. Maison: Brown & Benchmark


Publishers.

Grellet, Francoise. 1990. Developing Reading Skills: A Practical


Guide to Reading Comprehension Exercises. Cambridge:
Cambridge University Press.

Hornby, AS. 1985. Oxford Advanced Learners Dictinary of


Current
English. Oxford: Oxford University Press .

McWhorter, Kathleen T. 1986. Guide to College Reading.

Boston: Little
Brown and Company.

. 1992. Efficient and Flexible Reading. New York: Harper


Collins
Publishhers.

Mikulecky, Beatrice, S. 1990. A Short Coursed in Teaching Reading


Skills.
New York: Addison-Wesley Publishing Company.

Pratisto,

Arif.

2004.

Cara Mudah Mengatasi Statistik dan

Rancangan Percobaan dengan Menggunakan SPSS 12.


Jakarta: PT Elexmedia Computindo.

Richards, Jack C. 2002. Curriculum Development in Language


Teaching.
Cambridge: Cambridge University Press.
Sudjana. 1982. Teknik Analisis Korelasi dan Regresi. Bandung:
Transito. Ur, Penny. 2000. A Course in Language Teaching:
Practice and Theory.
Cambridge: Cambridge University Press.