Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN

GASTRITIS

PRAKTEK KEPERAWATAN KOMUNITAS II


Disusun Oleh :
Nama

: Ragil Budi R

Kelas

: III A

NIM

: A0011025

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BHAKTI MANDALA HUSADA SLAWI
2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN


GASTRITIS
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Sasaran
Pokok Bahasan
Sub Pokok Bahasan
Tempat Pertemuan
Waktu Pertemuan
Penyuluh

:
:
:
:
:
:

Ny. S dengan penyakit Gastritis


Pencernaan
Penanganan Gastritis
Rumah Ny. S
Jumaat, 16 Mei 2014 jam 13.00 WIB
Ragil Budi R

Latar Belakang
Saat ini dengan semakin modernnya zaman, semakin banyak juga penyakit
yang timbul akibat gaya hidup manusia dan penularan bakteri. Salah satunya
adalah penyakit gastritis, yang terjadi karena inflamasi yang terjadi pada lapisan
lambung yang menjadikan sering merasa nyeri pada bagian perut. Penyakit ini
tidak bisa menular tapi biasanya bakteri Helycobacter pylori masuk ke dalam
tubuh manusia melalui makanan. Gastritis adalah proses inflamsi pada lapisan
mukosa dan sub mukosa lambung. Secara histopastologi dapat dibuktikan dengan
adanya infiltarsi sel-sel radang pada daerah tersebut.
Gastritis merupakan salah satu penyakit yang banyak dijumpai di klinik atau
ruangan penyakit dalam pada umumnya. Kejadian penyakit gastritis meningkat
sejak 5 6 tahun ini bisa menyerang semua jenis kelamin karena pola makan yang
buruk dan kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan merokok. Penyakit gastritis ini
lebih menyerang kepada usia remaja sampai dewasa sehingga butuh perawatan
khusus karena akan mengganggu masa tua kita semua, sehingga dibutuhkan
pengetahuan untuk mengobati dan lebih baik lagi untuk mencegah terjadinya
penyakit ini sejak dini.
Secara garis besar gastritis dapt dibagi menjadi beberapa macam
berdasarkan pada manifestasi klinis, gambaran histologi yang khas, distribusi
anatomi dan kemungkinan patogenesis gastritis. Berdasarkan pada manifestasi
klini, gastritis dapat dibagi menjadi akut dan kronik. Masalah yang sering timbul
pada gastritis umumnya mengalami masalah keperawatan gangguan rasa nyaman
nyeri. Penanganan penyakit gastritis membutuhkan pengawasan diet makanan

setelah pulang dari rumah sakit dan sangat mudah terkena bilatidak mematuhi
tentang penatalaksanaan diet dirumah seperti makan makanan yang teratur dan
menghindari makan yang dapat mengiritasi lambung. Berdasarkan studi
pendahuluan yang telah berlangsung sebelumnya di Universitas umpar khususnya
pada mahasiswa semester 6 di peroleh data tentang kejadian gastritis yang di
derita oleh mahasiswa sebanyak 40 % dari 128 mahasiswa dan menyerang lebih
banyak pada perempuan dibandingkan pada laki-laki. Hal ini disebabkan karena
kebiasaan pola makan yang kurang baik dan mengkonsumsi makanan yang justru
dapat menyebabkan iritasi pada lambung. Oleh karena itu penulis mengangkat
penyakit ini karena sangat menarik untuk dibahas dan sangat dekat dengan
kehidupan sehari-hari. Penyakit ini tentu bisa merusak aspek psikoliogi dan
psikososial penderita,dan diperlukan asuhan keperawatan yang holistik dan
pendidikan kesehatan untuk mencegah penyakit ini.
I.

Tujuan
a. Tujuan Instruksional Umum ( TIU)
Setelah dilakukan tindakan keperawatan (penyuluhan) selama 1 X 20
menit klien mengetahui tentang penyakit gastritis dan mengetahui
penanganan yang tepat.
b. Tujuan Instuksional Khusus ( TIK )
Setelah di lakukan tindakan keperawatan (penyuluhan) selama 1 X 20

II.

menit klien di harapkan mampu :


1. Menjelaskan tentang pengertian penyakit gastritis
2. Menyebutkan tanda dan gejala penyakit gastritis
3. Menjelaskan mengenai penyebab penyakit gastritis
4. Mengenal jenis-jenis gastritis
5. Menjelaskan penanganan yang tepat pada pasien gastritis
6. Dapat mengetahui upaya pencegahan gastritis
Materi (Terlampir)
1.
2.
3.
4.
5.

Pengertian penyakit gastritis


Tanda dan gejala penyakit gastritis
Faktor penyebab timbulnya gastritis
Jenis-jenis gastritis
Cara penanganan yang tepat pada penyakit gastritis

III. Metode yang digunakan :


1. Ceramah
2. Tanya jawab/ diskusi
IV.

Media yang digunakan :


1. Leaflet
2. Lembar balik

V.

Tempat/ setting

: Penyuluh
: Klien
: Penguji

VI.

Kegiatan Penyuluhan Kesehatan :


NO.
1.

KEGIATAN

RESPON PESERTA

WAKTU

Pembukaan
1. Salam pembuka

Menjawab salam

2.

Memperhatikan

3. Menjelaskan tujuan

Memperhatikan

4. penyuluhan

Menjawab

Perkenalan

5 menit

menanyakan kepada
klien tentang
pengetahuan penyakit
2.

gastritis
Kegiatan inti penyuluhan,

Menyimak

menyampaikan materi tentang:

danmemperhatikan

1. Pengertian penyakit gastritis

penyuluhan

10 menit

2. Gejala penyakit gastritis


3. Penyebab penyakit gastritis
4. Jenis-jenis gastritis

5. Cara penanganan yang tepat

Menanyakan

hal-hal

yang belum jelas

terhadap penyakit gastritis


6. Upaya pencegahan penyakit
gastritis
3.

Penutup
1. Memberi kesempatan
kepada klien untuk bertanya
2. Memberikan pertanyaan
kepada klien
3. memberikan reinfocment
kepada klien
4. Menyimpulkan materi yang
telah didiskusikan
5. Melakukan evaluasi
penyuluhan
6. Mengakhiri kegiatan

5 menit
-

Bersama penyuluh
menyimpulkan materi

Klien menjawab
pertanyaan materi
yang dibahas hari ini

penyuluhan dengan salam

Menjawab salam

.
VII. Evaluasi
a. Apa pengertian penyakit gastritis?
b. Sebutkan gejala dari penyakit gastritis?
c. Apa penyebab penyakit gastritis?
d. Apa penanganan yang tepat dari penyakit gastritis?
e. Jelaskan upaya pencegahan penyakit gastritis?

VIII. Referensi
Bruner dan Suddart. 2002. Edisi 8, Vol 2. Jakarta: EGC
Price, Sylvia Anderson. 2005. Patofisiologi : konsep klinis proses-proses penyakit.
Jakarta : EGC
Judith M. Wilkinson. 2006. Buku Saku Diagnosa Keperawatan dengan Intervensi
Nic dan Noc. Jakarta : EGC

IX.

LAMPIRAN MATERI
1.

Pengertian Penyakit Gastritis


Gastritis adalah suatu istilah kedokteran untuk suatu keadaan
inflamasi jaringan mukosa (jaringan lunak) lambung. Gastritis atau
yang lebih dikenal dengan mag berasal dari bahasa Yunani yaitu gastro,
yang berarti perut/lambung dan itis yang berarti inflamasi atau
peradangan. Gastritis bukan merupakan penyakit tunggal, tetapi
terbentuk dari beberapa kondisi yang kesemuanya itu mengakibatkan
peradangan pada lambung.
Pada beberapa kasus, gastritis dapat menyebabkan terjadinya
borok (ulcer) dan dapat meningkatkan resiko dari kanker lambung.
Akan tetapi bagi banyak orang, gastritis bukanlah penyakit yang serius
dan dapat segera membaik dengan pengobatan.
Gastritis merupakan gangguan yang sering terjadi dengan
karakteristik adanya anorexia, rasa penuh, dan tidak enak pada
epigastrium, nausea, muntah.
Secara umum definisi gastritis ialah inflamasi pada dinding
lambung terutama pada mukosa dan submukosa lambung. Gastritis
merupakan gangguan yang paling sering ditemui diklinik karena
diagnosisnya hanya berdasarkan gejala klinis.
Jenis-jenis Gastritis
a. Gastritis Akut
Gastritis akut adalah inflamasi akut pada sebagian besar kasus
merupakan

penyakit

yang

ringan

dan

sembuh

sempurna

(Hirlan,2001:127).
Gastritis akut adalah inflamasi mukosa lambung akibat diit
sembrono (Brunner dan Suddarth,2001: 1062). Sedangkan menurut
Silvia.A. Price dan M. Wilson (1995) Gastritis superfisial akut
merupakan penyakit yang biasa ditemukan biasanya jinak dan dapat
sembuh sendiri merupakan respon mukosa lambung terhadap
berbagai iritan lokal.
b. Gastritis Kronik

Gastritis kronik adalah inflamasi lambung yang lama yang dapat


disebabkan oleh ulkus benigna atau maligna dari lambung atau oleh
bakteri Helicobacter pylory. (Brunner dan Suddart 2001 : 1062)
Sedangkan menurut Hirlan (2001;127), bahwa Gastritis kronik
apabila infiltrasi sel-sel radang yang terjadi pada lamina ploria dan
daerah intra epitel terutama terdiri atas sel-sel radang kronik, yaitu
limfosit dan sel-sel plasma.
2.

Gejala Penyakit Gastritis


1.

Perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas yang dapat

2.
3.
4.
5.
6.
7.

menjadi lebih baik atau lebih buru ketika makan


Mual
Muntah
Kehilangan selera makan
Kembung
Terasa penuh pada perut bagian atas setelah makan
Kehilangan berat badan
Gastritis yang terjadi tiba-tiba (akut) biasanya mempunyai gejala

mual dan sakit pada perut bagian atas, sedangkan gastritis kronik yang
berkembang secara bertahap biasanya mempunyai gejala seperti sakit
yang ringan pada perut bagian atas dan terasa penuh atau kehilangan
selera. Gastritis dapat menyebabkan pendarahan pada lambung, tapi hal
ini jarang menjadi parah kecuali bila pada saat yang sama juga terjadi
borok/luka

pada

lambung.

Pendarahan

pada

lambung

dapat

menyebabkan muntah darah atau terdapat darah pada feces dan


memerlukan perawatan segera.
Sebagian besar penderita gastritis kronik tidak memiliki keluhan.
Sebagian kecil saja yang mempunyai keluhan biasanya berupa : nyeri
ulu hati, anoreksia, nausea, nyeri seperti ulkus peptik dan keluhankeluhan anemia. Pada pemeriksaan fisis sering tidak dapat dijumpai
kelainan. Kadang-kadang dapat dijumpai nyeri tekan midepigastrium
yang ringan saja. Pemeriksaan laboratorium juga tidak banyak
membantu. Kadang-kadang dapat dijumpai anemia makrositik. Uji coba
ciling tidak normal. Analisis cairan lambung kadang-kadang terganggu.

Dapat terjadi aklorhidria. Kadar gastrin serum meninggi pada penderita


gastritis kronik fundus yang berat. Antibodi terhadap sel parietal dapat
dijumpai pada sebagian penderita gastritis kronik fundus.
X.

Penyebab Gastritis
Beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan terjadinya gastritis antara
lain :
a) Infeksi Bakteri.
Sebagian besar populasi di dunia terinfeksi oleh bakteri H.
Pylori yang hidup di bagian dalam lapisan mukosa yang melapisi
dinding lambung. Walaupun tidak sepenuhnya dimengerti bagaimana
bakteri tersebut dapat ditularkan, namun diperkirakan penularan
tersebut terjadi melalui jalur oral atau akibat memakan makanan atau
minuman yang terkontaminasi oleh bakteri ini. Infeksi H. pylori sering
terjadi pada masa kanak - kanak dan dapat bertahan seumur hidup jika
tidak dilakukan perawatan. Infeksi H. pylori ini sekarang diketahui
sebagai penyebab utama terjadinya peptic ulcer dan penyebab tersering
terjadinya gastritis. Infeksi dalam jangka waktu yang lama akan
menyebabkan peradangan menyebar yang kemudian mengakibatkan
perubahan pada lapisan pelindung dinding lambung. Salah satu
perubahan itu adalah atrophic gastritis, sebuah keadaan dimana
kelenjar-kelenjar penghasil asam lambung secara perlahan rusak.
Peneliti menyimpulkan bahwa tingkat asam lambung yang rendah dapat
mengakibatkan racun-racun yang dihasilkan oleh kanker tidak dapat
dihancurkan atau dikeluarkan secara sempurna dari lambung sehingga
meningkatkan resiko (tingkat bahaya) dari kanker lambung. Tapi
sebagian besar orang yang terkena infeksi H. pylori kronis tidak
mempunyai kanker dan tidak mempunyai gejala gastritis, hal ini
mengindikasikan bahwa ada penyebab lain yang membuat sebagian
orang rentan terhadap bakteri ini sedangkan yang lain tidak.
b) Pemakaian obat penghilang nyeri secara terus menerus

Obat analgesik anti inflamasi nonsteroid (AINS) seperti aspirin,


ibuprofen dan naproxen dapat menyebabkan peradangan pada lambung
dengan cara mengurangi prostaglandin yang bertugas melindungi
dinding lambung. Jika pemakaian obat - obat tersebut hanya sesekali
maka kemungkinan terjadinya masalah lambung akan kecil. Tapi jika
pemakaiannya dilakukan secara terus menerus atau pemakaian yang
berlebihan dapat mengakibatkan gastritis dan peptic ulcer.

c) Penggunaan alkohol secara berlebihan


Alkohol dapat mengiritasi dan mengikis mukosa pada dinding
lambung dan membuat dinding lambung lebih rentan terhadap asam
lambung walaupun pada kondisi normal.
d) Penggunaan kokain
Kokain dapat merusak lambung dan menyebabkan pendarahan
dan gastritis.
e) Stress fisik
Stress fisik akibat pembedahan besar, luka trauma, luka bakar
atau infeksi berat dapat menyebabkan gastritis dan juga borok serta
f)

pendarahan pada lambung.


Kelainan autoimmune
Autoimmune atrophic gastritis terjadi ketika sistem kekebalan
tubuh menyerang sel-sel sehat yang berada dalam dinding lambung. Hal
ini mengakibatkan peradangan dan secara bertahap menipiskan dinding
lambung, menghancurkan kelenjar-kelenjar penghasil asam lambung
dan menganggu produksi faktor intrinsic (yaitu sebuah zat yang
membantu tubuh mengabsorbsi vitamin B-12). Kekurangan B-12,
akhirnya, dapat mengakibatkan pernicious anemia, sebuah konsisi
serius yang jika tidak dirawat dapat mempengaruhi seluruh sistem
dalam tubuh. Autoimmune atrophic gastritis terjadi terutama pada orang

tua.
g) Crohn's disease
Walaupun penyakit ini biasanya menyebabkan peradangan kronis
pada dinding saluran cerna, namun kadang-kadang dapat juga
menyebabkan peradangan pada dinding lambung. Ketika lambung
terkena penyakit ini, gejala-gejala dari Crohn's disease (yaitu sakit perut
dan diare dalam bentuk cairan) tampak lebih menyolok daripada gejalagejalagastritis.
h) Radiasi and kemoterapi
Perawatan terhadap kanker seperti kemoterapi dan radiasi dapat
mengakibatkan peradangan pada dinding lambung yang selanjutnya
dapat berkembang menjadi gastritis dan peptic ulcer. Ketika tubuh
terkena sejumlah kecil radiasi, kerusakan yang terjadi biasanya
sementara, tapi dalam dosis besar akan mengakibatkan kerusakan

tersebut menjadi permanen dan dapat mengikis dinding lambung serta


i)

merusak kelenjar-kelenjar penghasil asam lambung.


Penyakit bile reflux
Bile (empedu) adalah cairan yang membantu mencerna lemaklemak dalam tubuh. Cairan ini diproduksi oleh hati. Ketika dilepaskan,
empedu akan melewati serangkaian saluran kecil dan menuju ke usus
kecil. Dalam kondisi normal, sebuah ototsphincter yang berbentuk
seperti cincin (pyloric valve) akan mencegah empedu mengalir balik ke
dalam lambung. Tapi jika katup ini tidak bekerja dengan benar, maka
empedu akan masuk ke dalam lambung dan mengakibatkan peradangan

j)

dan gastritis.
Faktor-faktor lain
Gastritis sering juga dikaitkan dengan konsisi kesehatan lainnya
seperti HIV/AIDS, infeksi oleh parasit, dan gagal hati atau ginjal.

XI.

Cara Penanganan Terhadap Penyakit Gastritis


1.

Cara Penanganan Gastritis


a. Ketika sedang sakit, makanlah makanan yang lembek yang mudah
dicerna dan tidak merangsang asam lambung
b. Hindari makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung,
seperti makanan pedas, makanan yang asam, tinggi serat, zat tepung
c. Hindari minuman yang merangsang pengeluaran asam lambung
seperti teh kopi, alkohol
d. Makan secara teratur
e. Minum obat secara teratur
f. Hindari stress fisik dan psikologis

XII. Upaya Pencegahan Penyakit Gastritis


Agar kita terhindari dari penyakit gastritis, sebaiknya kita mengontrol
semua Faktor risiko yang menyebabkan terjadinya gastritis, dengan
melakukan tindakan pencegahan seperti dibawah ini:
Makan yang teratur

Hindari alkohol
Makan dalam porsi kecil dan sering
Menghindari stress
Mengunyah 32 kali
Menghindari rokok

XIII. Tujuan Diet Ini


Memberikan makanan dan cairan secukupnya yang tidak memberatkan
lambung.
Mencegah dan menetralkan asam lambung yang berlebihan.
Mengusahakan keadaan gizi sebaik mungkin.
Makanan apa saja yang dianjurkan
Beras, kentang, roti.
Lauk nabati tahu, tempe.
Sayuran rendah serat : wortel, ketimun.
Buah : pisang, melon, apel.
Makanan apa saja yang tidak dianjurkan
Ketan, jagung, ubi, singkong, talas
Daging, ikan yang diawetkan
Sayuran mentah seperti tauge, kangkung, sawi

Slawi,16 Mei 2014