Anda di halaman 1dari 19

BUDAYA ORGANISASI PADA PERUSAHAAN

PT NESTLE
Dosen Pengampu :
Dr Rochiyati Murni, SE, MP

Disusun Oleh :
1. Diah Dwi Hastuti
2. Chuswatun Chasanah
3. Ida Nur Aini

13.0102.0060
13.0102.0070
13.0102.0083

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
TAHUN 2016
2

Latar Belakang
Nestl adalah sebuah perusahaan multinasional di Vevey, Swiss yang bergerak dalam
bidang makanan. Didirikan pada tahun 1867 oleh Henri Nestl. Perusahaan ini menghasilkan
makanan dan minuman seperti makanan bayi, susu, kopi, cokelat, dan lain-lain. Perusahaan ini
masuk dalam bursa saham SWX Swiss Exchange. Pada tahun 1842. Henry Nestle membeli salah
satu industri yang paling progresif dan lincah pada region itu pada masa tersebut.. ia juga terlibat
dalam memproduksi minyak kacang (digunakan sebagai bahan baker lampu minyak), minuman
keras, rum, dan cuka. Ia juga mulai mempruduksi dan menjual air mineral bergas dan
lemonande, meskipun pada tahun-tahun krisis dari 1845 dan 1847 Nestle menghentikan produksi
air mineralnya.
Nestle mulai tumbuh dan berkembang menjadi sebuah perusahaan makanan terbesar di
dunia, serta perusahaan makanan dan minuman yang telah di percaya oleh banyak orang di
seluruh dunia secara turun temurun hingga sekarang. Perusahaan Nestle tersebar di seluruh
mancanegara, Nestl berkomitmen untuk tetap mengembangkan produk-produk melalui inovasi
dan renovasi demi memuaskan kebutuhan konsumennya di seluruh dunia.

Visi dan Misi Nestle


Nestle mencoba memberikan dan memfasilitasi yang terbaik untuk kehidupan masyarakat
melalui cara hidup mereka di dunia dengan memenuhi kebutuhan konsumen dan memberikan
solusi

Nestle

memberikan

kontribusi

pada

kualitas

kehidupan

yang

lebih

baik.

Nestle selalu memperhatikan lingkungan sekitar dengan cara menciptakan lingkungan sehat bagi
semua orang di seluruh dunia, pihak Nestle merealisasikan keinginan nya untuk memberikan dan
menciptakan lingkungan yang sehat untuk semua orang di seluruh dunia dengan mengadakan
kerjasama dengan para ahli untuk memberikan dan mengantisipasi masalah-masalah tentang
lingkungan sehat bagi seluruh dunia.

Tujuan Nestle
Nestle berkeinginan kuat untuk memberikan produk-produk yang sehat bagi masyarakat
luas di seluruh dunia sehingga orang-orang di seluruh dunia dapat terjamin kesehatan nya dengan
hadir nya produk-produk Nestle yang terjamin kualitasnya. Selain itu Nestle mempunyai tujuan
3

seperti kebanyakan perusahaan lainnya yaitu ingin dapat bersaing dengan perusahaan lain nya
dengan persaingan yang sehat dan dapat menguasai pasar dunia. Sekarang tujuan dari perusahaan
Nestle untuk menguasai pasar dunia secara sehat sudah hampir terwujud dengan menggunakan
strategi pasar yang bagus serta kerja keras Nestle semakin kuat dan berkembang dengan pesat.

Kinerja Perusahaan
Di pasar dunia sekarang Nestle menunjukkan grafik yang sangat menanjak dari tahun ke
tahun, hal ini terbukti dengan sudah banyak nya pabrik-pabrik yang berdiri di hampir seluruh
dunia. Nestle selalu memberikan sesuatu yang baru setiap waktu ke waktu, Nestle juga
menghadirkan produk-produk yang baru dengan berbagai bentuk kemasan yang baru sehingga
harga dari produk Nestle dapat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat luas di seluruh
dunia. Selain kegiatan-kegiatan yang bersifat komersial Nestle pun mengadakan kegiatankegiatan sosial dengan memberikan santunan kepada yayasan-yayasan soial di seluruh dunia.

Jaringan Internasional
Nestle adalah bentuk usaha Joint Venture dengan menggunakan bentuk usaha ini Nestle
mempunyai keuntungan yaitu perusahaan dapat mengambil manfaat dari mitra lokalnya
mengenai pengetahuan tentang kondisi persaingan, budaya, bahasa, sistem politik dan sistem
bisnis di negara dimana perusahaan akan didirikan. Ketika perkembangan biaya dan atau risiko
pembukaan pasar luar negeri tinggi, suatu perusahaan dapat mengambil keuntungan dengan cara
berbagi biaya dan atau risiko ini dengan mitra local, Sehingga Nestle dapat berkembang dengan
cepat dan terjalin hubungan yang kuat.

Prospek Pengembangan Pasar Internasional


Pada era globalisasi perdagangan dewasa ini, kondisi persaingan semakin ketat dimana
masing-masing negara saling membuka pasarnya. Pengembangan produk Nestle selau
melakukan pengembangan produk dengan memperhatikan selera konsumen agar dapat di terima
dan bersaing di pasar internasional. Dampak krisis keuangan dunia dianalisa tidak akan
berpengaruh terhadap konsumsi produk Nestle mengingat kecilnya sharing pengeluaran rumah
tangga. Selama supply produk-produk Nestle tetap terjamin dengan harga yang masih
4

reasanable, maka kemungkinan Pengembangan industri pengolahan produk Nestle akan tetap
menarik dan pengaruh krisis financial global tidaklah signifikan.

Strategi Pasar Internasional


Nestle, perusahaan consumer goods terkemuka di dunia, berusaha keras dalam
melakukan inisiatif optimisasi biaya terutama dalam hal manufaktur, dan berhasil melakukan
penghematan sekitar CHF 10 miliar. Program efisiensi operasional yang dicanangkan oleh Nestle
berhasil mencatatkan sukses, dimana penghematan yang dilakukan melampaui target sebesar
CHF 1 miliar pada 2007. Jika dihitung dari tahun 1996, maka Cost of Goods Sold
(COGS)/Harga Pokok Penjualan (HPP) sudah menurun dari 52.1% pada 1996 menjadi kurang
dari

42%

di

tahun

2007.

Kunci

pencapaian

ini

adalah

dari

penghematan.

Kemudian strategi Nestle dalam membidik produk yang punya value-added lebih tinggi, dimana
porsi COGS lebih kecil dibandingkan dengan harga jual juga mengambil peran penting.
Peningkatan dalam COGS pada 2007, terutama berasal dari inflasi akibat membumbungnya
harga komoditas, terutama pertanian. Nestle melakukan berbagai macam bentuk strategi yaitu
dengan memberikan Inovasi dan renovasi, menjalin komunikasi dengan baik kepada konsumen.

Konsep Pemasaran Internasional


Langkah berikutnya bagi petugas pemasaran Nestle adalah menetapkan objektif untuk
volume, pangsa pasar, penjualan, dan pendapatan, mereka harus memutuskan bagaimana
mengimplementasikan usaha pemasaran. Bagaimana seharusnya Nestle mengelola dan
mengimplementasikan usaha pemasaran nya. Apakah Nestle harus melancarkan operasi
pemasaran langsung di pasar sasaran atau menggunakan agen atau perwakilan. Bila Nestle
menggunakan agen atau perwakilan, berapa banyak dukungan yang sebaiknya Nestle berikan,
dan bagaimana sebaiknya Nestle berkomunikasi dengan konsumen. Terutama, bagaimana
memastikan bahwa Nestle akan mendapatkan umpan balik pasar yang akurat dan tepat waktu
dari agen-agen Nestle, dan bagaimana.
Nestle dapat memastikan bahwa Perusahaan menyampaikan kepada semua agen dan
perwakilan informasi yang perusahaan perlukan agar dapat mewakili PT.Nestle di pasar. Rantai
nilai memberi kerangka kerja untuk memfokuskan pada tugas pemasaran. Alternatif strategi
5

untuk memasuki dan perluasan pasar harus memastikan bahwa kegiatan rantai nilai yang
diperlukan, dilaksanakan dan dipadukan.
Penyelesaian yang paling sederhana adalah melakukan konfigurasi rantai nilai di luar
negeri yang sama seperti di negara sendiri, hal ini mungkin penyelesaian yang paling efektif,
karena organisasi mungkin memiliki ketrampilan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk
melaksanakan kegiatan rantai nilai di pasar sasaran. Perusahaan Nestle mempunyai keunggulan
bersaing di pasar dunia dalam kegiatan hulu maupun hilir, proses manufaktur dan distribusi.

Konsep Multinasional
Bagi perusahaan multinasional seperti PT Nestle, Nestle mempunyai konsep
multinasional dengan mengadakan program creating shared value (CSV). CSV merupakan
kegiatan bisnis yang menciptakan keuntungan atau manfaat bagi perusaahn dan masyarakat
dalam jangka panjang. Konsep CSV di adopsi dari Chairman Nestle S.A., Peter BrabeckLetmathebahwa tantangan sesungguhnya bagi sebuah perusahaan adalah bagaimana mampu
memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang," kutipan Peter Brabeck.CSV
Nestle ini fokus pada tiga bidang, yakni nutrisi, air, dan pembangunan masyarakat perdesaan.
Alasannya, sebagai perusahaan makanan dan minuman, basis Nestle berada pada bisnis ini. Di
bidang nutrisi dan kesehatan dikembangkan program Nestle Health Zone, Dancom Parenting
Center, penyuluhan nutrisi seimbang menuju sehat, dan informasi tentang sepuluh tanda umum
anak bergisi baik. Program ini membidik siswa sekolah dasar, anak jalanan, panti asuhan,
yayasan, kader posyandu, dan aktivis lingkungan dalam pencegahan AIDS. Sejak 1994 Nestle
secara terus menerus membina petani kopi di hampir seluruh dunia. Hasil pembinaan membuat
petani terampil menghasilkan standar kopi dunia sehingga Nestle menyerap lebih dari 20.000 ton
biji kopi untuk pasar lokal dan internasional. Kemudian bermitra dengan 300 ribu peternak dan
menyerap 5500 ribu liter susu. Perangkat utama Nestle dalam mencapai efisiensi operasional
antara lain adalah GLOBE yang memungkinkan berbagai cabang Nestle di seluruh dunia
berbicara dalam satu bahasa sama, definisi sama, perangkat sama dan ukuran sama pula.
Program GLOBE menghilangkan kompleksitas yang tidak perlu dalam sebuah proses dan
menjadikan Nestle sebagai perusahaan yang saling berketerkaitan.

Nestle meluncurkan proyek GLOBE (Global Business Excellence)yang merupakan


proyek terbesar Nestle selama 135 tahun berdirinya perusahaan ini. Tujuan dari proyek GLOBE
adalah meningkatkan kinerja dan efisiensi bisnis Nestle di seluruh dunia. Proyek GLOBE ini
merupakan sistem ERP (enterprise resource planning) yang menggunakan software SAP.
Implementasi mySAP.com termasuk Workplace, SAP R/3, BW, APO, CRM, EBP dan
Knowledge Warehouse. Proyek ini terbagi menjadi empat kegiatan pokok, yaitu Business
Excellence, Data Standard&Data Management, Information Technology dan Global Template.
Globe memfasilitasi adanya fleksibilitas, sehingga Nestle bisa menggunakan berbagai model
bisnis yang berbeda, baik itu produk premium global-driven seperti Nespresso, bisnis yang
dikelola secara regional seperti PetCare dan bisnis sangat lokal seperti Culinary, bisnis yang
berdiri terpisah seperti Jenny Craig atau bisnis yang service-driven (Gerber Life). GLOBE
memungkinkan tiap bisnis untuk beroperasi dengan strukturnya yang paling optimal dan untuk
mendorong timbulnya permintaan. GLOBE terdiri dari praktik-praktik terbaik dari internal
maupun eksternal, yang kemudian diadopsi oleh seluruh penjuru organisasi dengan cepat.
Praktik ini etrdiri dari berbagai aspek organisasi, mulai dari Food Quality. Health & Safety,
Pricing- The Nestle Way, Supply Chain Management dan Marketing. Manfaat besar yang
diperoleh melalui GLOBE antara lain adalah: manajemen supply chain lebih baik dengan cara
mengurangi modal kerja dan penghematan, juga mempercepat proses peluncuran produk ke
pasar, sehingga menyediakan produk yang baru demi mendorong pertumbuhan.
Proyek GLOBE memang sudah tepat dicanangkan Nestle karena ERP sistem sekarang
sudah menjadi kebutuhan perusahaan-perusahaan global yang ingin tetap kompetitif di
persaingan bisnis global. Dengan ERP sistem ini maka perusahaan bisa mensinergikan
keseluruhan proses bisnis yang ada di perusahaan sehingga dicapai proses bisnis yang efisien dan
efektif, serta memberikan kemudahan terjadinya sharing knowledge antar masing-masing
bagian.
Praktik ini yang umumnya memang saving-driven, namun juga berfokus pada bagaimana
melayani pelanggan dengan lebih baik, dan memberikan produk yang lebih segar dan berkualitas
tinggi, yang merupakan driver utama dari permintaan. Keunggulan operasional ini merupakan
keunggulan kompetitif Nestle dibandingkan dengan lawan-lawannya. Jika pada umumnya sulit
untuk menekan biaya selagi mempertahankan value yang ada, maka Nestle mampu
7

melakukannya dengan sangat baik. Proyek GLOBE memang sudah tepat dicanangkan Nestle
karena ERP sistem sekarang sudah menjadi kebutuhan perusahaan-perusahaan global yang ingin
tetap kompetitif di persaingan bisnis global. Dengan ERP sistem ini maka perusahaan bisa
mensinergikan keseluruhan proses bisnis yang ada di perusahaan tersebut sehingga dicapai
proses bisnis yang efisien dan efektif, serta memberikan kemudahan terjadinya sharing
knowledge antar masing-masing bagian. Diversifikasi akan menambah biaya dan hambatan
bagi unit bisnis yang sudah ada. Hambatan dan biaya tersembunyi (hidden costs) yang
dibebankan kepada unit bisnis, secara terencana harus dapat dikurangi. Pemegang saham
memiliki kesiapan untuk melakukan diversifikasi sendiri dengan memilih portofolio bisnis yang
resiko dan return-nya sesuai dengan preferensi mereka.
Hal ini menandakan strategi korporasi tidak dapat sukses kecuali ia dapat memberikan
tambahan nilai bagi shareholders, dan industri di mana unit bisnis baru yang dibentuk memiliki
struktur yang mendukung dihasilkannya return yang lebih tinggi dari biaya modal. Pertimbangan
lain dalam membangun strategi korporasi adalah apakah unit bisnis baru dapat menghasilkan
keunggulan bersaing dari hubungannya dengan unit-unit bisnis lain atau dengan induk
perusahaan. Ada empat konsep strategi korporasi yang telah banyak diaplikasikan: portfolio
management, restructuring, transferring skills, dan sharing activities. Portfolio management
mendasarkan pada sejumlah asumsi vital. Diversifikasi dapat dilakukan melalui beberapa cara
seperti akuisisi, merger, atau membangun unit bisnis baru (greenfield company).
Melalui strategi restructuring, perusahaan Nestle mencari perusahaan yang tidak terlalu
maju (undeveloped), sedang sakit, atau yang sedang menghadapi kesulitan akibat perubahan
lingkungan bisnis yang tidak dapat diatasi.

Perusahaan induk Nestle melakukan intervensi

dengan mengubah tim manajemen, mengubah strategi bisnis, memasukkan (infused) teknologi
baru, atau menjual/menutup unit-unit yang tidak efisien atau yang tidak terkait langsung dengan
kompetensi inti unit bisnis terkait. Dalam transferring skills, terjadi sinergi dan proses aktif untuk
mengubah strategi atau operasional unit bisnis. Proses perubahan dalam suatu unit bisnis sebagai
sasaran transfer ketrampilan harus spesifik dan dapat dikenali. Hampir mirip dengan transferring
skills, dalam sharing activities antar unit bisnis menggunakan beberapa sumber daya dalam value
chain secara bersama. Pada tataran global, variabel penentu keunggulan bersaing sangat berbeda
dari persaingan domestik.
8

Untuk dapat sukses di arena bisnis global, pertama perusahaan Nestle perlu mengubah
diri menjadi pelaku usaha internasional (multidomestic competitor),Yang memungkinkan anakanak perusahaan Nestle (subsidiaries) dapat bersaing secara independen di berbagai pasar
domestik. Selanjutnya, perusahaan induk berevolusi menjadi organisasi global (global
competitor) yang mampu mengadu seluruh system produk dan posisi pasarnya melawan berbagai
pemain global lainnya. Tantangan bagi global competitor adalah membangun dan sekaligus
menerapkan strategi korporasi yang dilandasi oleh pemikiran: inovasi stratejik apa yang perlu
terus diupayakan sehingga perusahaan memiliki keungulan global.

Selain konsep strategi-

strategi di atas Nestle menggunakan strategi merek monolitik, dualitik atau multilitik yang
bergantung pada keseimbangan antara investasi finansial yang ditanamkan dengan manfaat
strategis dan finansial yang hendak dicapai dari investasi ini. Lantaran strategi merek monolitik
dan dualitik memakai satu nama merek yang sama untuk berbagai produk, nilai merek (brand
value) dari merek yang sukses diharapkan bisa dieksploitasi. Kapitalisasi pada nama merek bisa
menghasilkan keuntungan finansial yang signifikan terhadap pengembangan merek yang sifatnya
berkelanjutan.

Pembeli
Sebagai perusahaan multinasional Nestle mempunyai pangsa pasar yang besar ini di
tunjukkan dari banyak nya jenis-jenis produk yang di pasarkan oleh Nestle, seperti kopi, coklat,
sereal, susu dll. Dengan banyak nya produk Nestle maka akan berimbas pada banyak nya
konsumen Nestle, karena di setiap produk Nestle di keluarkan maka produk tersebut selalu
mempunyai target pasar nya sendiri. Nestle selalu menuai sukses di setiap negara karena Nestle
selalu memperhatikan kecocokan lidah dari para konsumen nya, di setiap negara produk Nestle
mempunyai rasa, kemasan dan harga yang berbeda. Ini semua Nestle lakukan karena di setiap
negara pasti selalu ada perbedaan pada selera seperti pada rasa dan harga, jadi Nestle mempunyai
komitmen untuk bisa menyesuaikan produk nya di setiap negara berbeda agar produk nya dapat
di terima serta di nikmati oleh konsumen sehingga timbul kepuasan.
Penjualan
Raksasa makanan global Nestle penjualannya dalam sembilan bulan pertama tahun ini
merosot 2,3 persen menjadi 79,5 miliar franc (52,6 miliar euro, 78,9 miliar dolar AS), akibat
9

franc Swiss yang menguat. Dampak mata uang mengambil 5,2 persen dari penjualan untuk
sembilan bulan pertama tahun ini, pertumbuhan organik termasuk dampak dari akuisisi dan
fluktuasi mata uang -- berdiri di 3,6 persen untuk periode tersebut walau pun begitu Raksasa
makanan ini sempat mencatat laba setahun penuh 18 miliar franc pada tahun 2008. Sejauh ini
penjualan produk Nestle cukup baik di seluruh dunia kita bisa mengambil contoh penjualan
produk Nestle di China. Penjualan Nestle di China telah naik 12%-13% ketimbang 2008. Tahun
lalu, Nestle China mampu membukukan penjualan hingga 2,23 miliar Swiss Franc atau US$ 2,1
miliar. Jumlah ini setara 2% penjualan Nestle global sepanjang 2008. Hal ini terjadi tiidak
terlepas dari kebijakan Pemerintah China yang memberikan sejumlah subsidi untuk menggenjot
konsumsi dalam negeri membuat penjualan Nestle S.A. melejit. Tak mengherankan, produsen
makanan dan minuman terbesar dunia ini pun menargetkan, penjualan mereka di China tahun ini
bisa naik hingga 20% dibandingkan tahun lalu. Nestle mampu memanfaatkan kebijakan populer
Pemerintah China ini dengan sangat baik. Saat ini, Nestle China mengoperasikan 21 pabrik dan
menjual berbagai produk makanan dan minuman. Kopi, bouillon, susu, dan es krim adalah
produk makanan yang paling laku di negeri semiliar penduduk itu.
Makanya, Nestle pun tak segan membangun satu pabrik bouillon terbesar di dunia. Pabrik
yang melahap investasi 320 juta yuan ini mampu memproduksi 100.000 ton bouillon per tahun.
Pembuatan pabrik bouillon adalah salah satu cara Nestle menambah kapasitas produksi produkproduk utama. Kebijakan ini sekaligus menegaskan bahwa akuisisi perusahaan makanan bukan
prioritas. Selain produk utama, Nestle pun menawarkan produk baru seperti susu cair dari bahan
tradisional China. Peluncuran produk ini dilakukan setelah Pemerintah China menemukan
kandungan melamin dalam susu cair produksi 22 perusahaan, termasuk China Mengniu Dairy
Co, produsen susu cair terbesar di China.
Pemasaran
Nestle telah membangun distribution channel sendiri yang menyediakan produk-produk
nya untuk dibeli dimanapun dan kapanpun konsumen mau membelinya. Penjualan dari
konvektorinya tergantung pada banyaknya persediaan, dengan market research menunjukan lebih
60 seluruh pembelian terlihat. Konsukuensinya, Nestle mencoba menyalurkan kesemua outlet
sebisa mungkin lalu semua penjual dan retailer channel. Selain itu Nestle mempunyai strategi
marketing mix yang bagus sehingga dalam pemasaran nya di lapangan Nestle tidak mendapatkan
10

kesulitan yang besar. Iklan membawa peran penting untuk pertumbuhan brand Nestle. Oleh
sebab itu Nestle menyebarkan iklan-iklan nya ke seluruh dunia untuk melonjakkan penjualan
produk Nestle sendiri.
Selain itu Nestle memasarkan produk nya melalui database Nestle, database ini
menggunakan satu kode produk tunggal, sehingga pembeli produk Nestle di satu negara dapat
membeli produk yang sama dari divisi Nestle di negara lain. Seluruh database Nestle
disentarlisasikan di 6 pusat data, dan dapat diakses lewat internet. Nestle juga dapat mengetahui
berapa banyak pembelian yang dilakukan oleh satu account, proses negosiasi dilakukan
tersentalisasi, sehingga memberikan volume yang lebih besar per satu purchase order, dengan
demikian lebih effisien. Pembelian lintas negara menjadi lebih mudah dikoordinasikan.
Sumber Daya Keuangan
Pengaturan sumber keuangan Nestle di atur oleh sistem informasi yang jelas, dengan
menggunakan sistem informasi yang di kembangkan oleh Nestle maka data sumber keuangan
Nestle di berbagai cabang Nestle yang tersebar di hampir seluruh dunia dapat terkontrol dengan
baik oleh kantor pusat. Laporan keuangan Nestle di laporkan oleh setiap cabang nya dalam
jangka waktu seminggu sekali, dengan di lakukan hal ini Nestle pusat dapat mengontrol dengan
baik keuangan nya dan dapat menghindari terjadi nya rentang kontrol dalam memanajemen
keuangan nya. Nestle pun selalu melakukan pemantaun-pemantauan ke setiap cabang nya
dengan terus melakukan pemantaun selain ingin mengontrol kinerja perusahaan nya tetapi juga
agar dapat menanamkan persatuan yang kuat di tiap kantor cabang Nestle yabg tersebar di
hampir bagian wilayah negara.

Deskripsi
Untuk dapat melakukan persaingan di pasar dunia sebuah perusahaan multinasional seperti
Nestle harus melakukan analisa produk nya sendiri dengan melakukan penelitian dan survey
dengan akurat, analisa-analisa tersebut meliputi SWOT (strength, weaknes, opportunities,
threats).
a) Strenght
Sangat penting untuk setiap objek pasar perusahaan adalah berkemampuan bekerjasama
dalam bisnis. Dengan menggunakan analisis SWOT yang sederhana meningkatkan
11

perusahaan dan setiap direksi yang ingin dipimpin. Kemampuan perusahaan untuk
memposisikan produknya tergantung pada kemampuan dan kepuasan konsumen dalam
kebutuhannya. Ini adalah nilai yang terkandung dalam pemasaran, termasuk penjualan
dan pembagian pasar, analisis dari kompetisi, penjualan dan keuntungan untuk masa
depan dan analisis perubahan perilaku konsumen. Nestle secara kooperatif adalah
produsen brand makanan terbesar dan terbaik. Dengan kualitas tinggi selama bertahuntahun Nestle tetap mempertahankan kualitas produknya mengahdapi kompetitor lain tapi
tetap menjaga keseimbangan dalam berbisnis.

Nama yang global bisa menjadi

penghargaan produksi dan pembelian skala ekonomi serta meningkatnya dunia travel,
secara instan dapat disadari pentingnya produk. Dengan portofolio produk termasuk
didalamnya 8 dari 30 penjualan brand konvektori, seperti Quality Street, Aero, Smarties,
Polo, dan Rowntrees fruit Pastilles, Milky Bar dan After Eight, dan sangatlah penting
bahwa objek pemasaran pada setiap produk harus kompatibel pada seluruh objek
perusahaan. Seperti kelompok atau individual, setiap produk punya karakter, kekuatan,
kelemahan dan konsekuensi, objek pemasaran dari setiap produk harus dispesialisasikan.
Keunggulan dari Nestle selama 50 tahun menjadi brand makanan terbaik dan menjadi
brand minded bagi konsumen.Ketika konsumen menikamati produk Nestle maka
strapline Have a break have Nestlet akan menjadi jaringan semantiknya. Bentuk dan
rasanya juga mengikuti di daerah mana dia diproduksi, kemudian telah berhasil selama
50 tahun masuk dalam jajaran makanan kecil favorit di dunia. Bermacam-macam variasi
diluncurkan yang membuat Nestle mencapai sukses.
b) Weakness
Produk Nestle hampir tidak ditemui kekurangannya karena selalu memeprhatikan
perubahan permintaan pasar dan selera konsumen. Mengikuti kebutuhan konsumen
merupakan hal terpenting untuk kesuksesan perusahaan. Namun jika dikaji lebih dalam
kagi kekurangan Nestle dalam segi promosi yang pada tahun 1999 yang membuat
penjualan anjlok. Dari data yang didapat dari lapangan diketahui bahwa pada masa itu
remaja kurang menyukai Nestle dan lebih menyukai brand lain yang menurut mereka
lebih cocok akan jiwa mereka. Untuk mengatasi hal ini Nestle membuat keputusan
memluncurkan produk baru yang lebih berjiwa muda. Dan setelah tahun 1999 produk ini
12

dilucurkan perubahan penjualan mengalami peningkatanan yang sangat signifikan


membuatnya kembali masuk dalam jajaran produk chocolate crispy terbaik. Berdasarkan
pengalaman itu Nestle mempromosikan produknya melaui dua media seperti yang sudah
dibahas diatas. Bagaimanapun Nestle menjadi dibawah peningkatan tekanan dengan
munculnya produk baru pesaing yang akan bertarung dalam pembagian pasar.
c) Opportunities
Perubahan pada selera konsumen memberikan peluang yang baik bagi Nestle untuk
membuat varian baru bagi konsumennya, untuk melihat peluang bisnis yang ada
dibutuhkan kepekaan membaca perubahan lingkungan eksternal. Survey lapangan
menjadi cara yang paling baik untuk mengetahui perubahan yang terjadi, konsumen
selalu ingin diperhatikan dan sifatnya variabel atau tidak tetap. Peluang ada sekarang ini
menuntut Nestle untuk terus memperbaharui produknya tapi tetap berpegangan pada
prinsipnya dengan mempertahankan keadaan atau karakter produk asli yang selalu
menjadi

cirio

khas

dari

produk

Nestle

dengan

produk

lain

nya.

Selain itu nama besar Nestle juga sudah menjadi salah satu peluang yang baik untuk
produk Nestle karena faktor brand minded konsumen itu tadi yang menyebabkan
konsumen akan tetap membeli Nestledimana dan kapan pun juga. Selalu memperhatikan
objek pasar dimana bisanya produk ini dipasarkan karena mengharapkan keuntungan
jangka panjang otomatis objek pasar tetap ada dan harus berkembang. Dengan brand
yang paten dengan strapline Have a break have a Nestle mencoba menjangkau semua
kalangan menutup segala kemungkinan pesaing untuk kelengahan dari segala aspek.
d) Threats
Pada kasus Nestle mengalami pendomplengan nama oleh Danone menyamai brand ini
dengan nama Cit Cat, ini menjadi kelengahan Nestle dan ancaman reputasi Nestle.
Kondisi ini jelas sangat mengganggu karena brand ini yang memakai duluan adalah
Nestle ini tantangan yang cukup berat sehingga dilakukan usaha pengajuan banding ke
Dirjen HAKI khususnya ke direktorat mereknya. Dalam pengajuan gugatan Cit Cat
dikenai gugatan itikad buruk memakai brand yang sama dengan milik Nestle . Ancamanancaman seperti ini yang bisa mempengaruhi usaha berusaha menyamakan brand
membuat konsumen terpengaruhi dan menjadikan kompetitor yang tidak sehat. Oleh
13

sebab itu dalam menghadapi tantangan tersebut perlu dilakukan orientasi ulang kenapa
produk Nestle bisa mempunyai kompetitor yang namanya hampir sama. Dari tinjauan
tesebut dapat diketahui bahwa begitu suksesnya Nestle sehingga kompetitor berusaha
menyamainya. Manajemen yang baik juga mendukung kekuatan dari brand itu,
perencanaan usaha yang baik akan membuat Nestle mencapai sukses dan keuntungan
maksimum. Penemuan baru akan mengembangkan suatu produk jadikan kompetitor
sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas suatu produk. Agar produk lain jauh
tertinggal digunakanlah Marketing Plan yang terarah dan terfokus sehingga jatuhnya
produk itu tepat, intinya kondisi yang ada disekitar usaha menjadi bahan cermatan dan
dipahami mencoba mengatasi tantangan itu juga bisa dihindari.
Tipe Organisasi dan Tipe Kepemimpinan
Struktur organisasi mendefiniskan cara tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan dan
dikondisikan secara formal. Terdapat 6 unsur yang ada ketika akan merancang stuktur
organisasi, antara lain adalah spesialisasi pekerjaan, departementalisasi, rantai komando,
rentang kendali, sentralisasi, desentralisasi serta formalisasi ( Robbins,2007). Struktur
organisasi yang berlaku di PT Nestl Indonesia meliputi dua bagian, yaitu struktur organisasi
di kantor pusat dan struktur organisasi di setiap pabrik. Pemegang jabatan tertinggi di PT
Nestl Indonesia adalah seorang Presiden Direktur yang mengepalai Divisi Teknikal, Divisi
Keuangan, Divisi Supply Chain, Divisi Sumber Daya Manusia, Divisi Legal and Corporate
Affairs, Divisi Penjualan, Divisi Infant Nutrition, Divisi Dairy Products, Divisi Coffee and
PPP (Popularly Position Products), Divisi Confectionery, Divisi Nestl Profesional, Divisi
Liquid Products, Divisi Pelayanan Penjualan, serta Divisi Global. Presiden direktur bersama
masing masing pimpinan divisi disebut sebagai Management Committee (Macom).
Dari Struktur Organisasi PT Nestl Indonesia cabang Cikupa, Banten, menggunakan
struktur organisasi birokrasi atau mekanistik. Struktur organisasi ini dicirikan berdasarkan
tugas tugas operasi yang sangat rutin yang dicapai melalui spesialisasi masing- masing
divisi. PT Nestl Indonesia dipimpin oleh seorang manajer pabrik yang membawahi beberapa
departemen, yaitu :

FICO (Finance and Control),

HR (Human Resource),
14

Engineering,

QA/AG (Quality Assurance/Aplication Group),

Produksi,

RPU (Resource Planning Unit),

IP-OD (Industrial Performance-Operational Development), dan

Training and SHE (Safety, Health, and Environment).


Divisi divisi tersebut melakukan pekerjaannya sesuai dengan spesialisasi masing

masing dan tugas tugas yang ada akan dikelompokkan ke dalam departemen departemen
fungsional. Berikut akan dijabarkan satu persatu fungsi dan tugas masing-masing
departemen.
1.

Tugas umum dari finance adalah menghasilkan laporan keuangan rutin, memperkuat
kontrol internal dan melindungi aset. Sedangkan fungsi khusus adalah sebagai financial
advisor untuk tim manajemen pabrik, menghasilkan laporan analisa, rekomendasi dan
keputusan terbaik untuk pabrik.

2.

Departemen Human Resource berfokus pada pelatihan dan pengembangan karyawan


melalui penyediaan fasilitas pelatihan. Selain itu, HR juga mengatur pengadaan tenaga
kerja baru baik permanen, kontrak maupun out sourcing.

3.

Engineering bertanggung jawab menjaga aset perusahaan seperti alat-alat produksi, agar
dapat berfungsi secara optimal. Departemen ini juga bertanggung jawab atas penyediaan
dan penggunaan energi selalu dalam keadaan aman efisien dan ramah lingkungan.

4.

Departemen Quality Assurance memiliki tugas pokok yaitu menjamin kualitas produk
sesuai dengan standar. Selain itu, mereka juga wajib meningkatkan tanggung jawab
seluruh karyawan pabrik terhadap sistem manajemen mutu. Departemen Aplication
Group mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan produk berupa desain
kemasan, formulasi dan jenis produk, serta optimasi proses produksi.

5.

Tanggung jawab RPU adalah mengatur rencana produksi rutin dan mengatur penyediaan
bahan baku hingga mendistribusikan produk jadi kepada para distributor.

6.

Departemen Produksi bertugas untuk menghasilkan produk sesuai rencana dengan waktu
dan biaya yang efisien serta mutu yang sesuai dengan standar.

15

7.

IP-OD memiliki tiga fungsi utama yaitu mendukung operasional, mengubah dan
memperbaiki manajemen, dan melakukan manajemen peningkatan pengetahuan dan
pengembangan karyawan.

8.

Departemen SHE memiliki tugas memastikan kondisi kerja dalam keadaan yang aman
bagi kesehatan karyawan dan menjaga lingkungan sekitar pabrik dari pencemaran dengan
mengikuti peraturan peraturan yang berlaku dari pemerintah.
Dengan struktur organisasi mekanistik ini, PT Nestl Indonesia mempunya

wewenang desentralisasi dimana anggotanya memiliki hak suara penuh dalam rapat anggota,
sehingga pemegang saham atau anggota turut menentukan jalannya perusahaan tersebut.
Struktur organisasi mekanistik juga dapat menguntungkan perusahaan karena dapat bertahan
dengan lama sebab penempatan setiap karyawan telah disesuaikan dengan peraturan, dan
relative tidak fleksibel. Selain itu juga PT Nestl Indonesia dapat menggambarkan hubungan
hubungan wewenang, kekuasaan, akuntabilitas, dan pertanggungjawaban . kekuatan utama
pada PT Nestl Indonesia yang menggunakan struktur organisasi birokras i/ mekanistik
adalah terletak pada kemampuannya menjalankan kegiatan terbakukan yang sangat efisien
dengan pengelompokkan berbagai bidang keahlian yang sama ke dalam departemendepartemen fungsional.
OUTPUT DAN OUTCOME

Indound Sales Logistic


CORE PROCESS

OUTPUT

OUTCOME
Daftar pemesanan barang

Menerima barang dari supplier


ke perusahaan

Daftar pemesanan barang

yang sesuai dengan


jumlah barang yang
diterima perusahaan

Mengidentifikasi barang yang


datang ke perusahaan dari
supplier
Mengirim barang ke
penyimpanan di gudang
perusahaan

Dokumen kedatangan barang


ke perusahaan

Jumlah barang yang terkirim


ke gudang

Dokumen sesuai dengan


jumlah barang dan
kualitasnya baik
Jumlah barang yang
terkirim sesuai dengan
kapasitas gudang
16

Outbond Sales Logistic


CORE PROCESS

OUTPUT

OUTCOME

Penyusunan pengiriman

Jadwal pengiriman dengan

Jadwal pengiriman barang

barang ke distributor

kapasitas pengiriman yang

sesuai dengan jumlah

ditentukan

ketersediaan yang ada di


gudang

Identifikasi status pengiriman

Dokumen barang yang

Daftar barang yang terkirim

barang

terkirim

sesuai dengan barang yang


dikirim

Operation
CORE PROCESS

OUTPUT

OUTCOME
Jumlah demand sesuai

Permintaan dan penawaran


barang

Jumlah demand

dengan kapabilitas
perusahaan dalam
memenuhi demand
Dokumen penerimaan

Proses administrasi barang

Dokumen penerimaan barang

barang sesuai dengan


kriteria barang yang
diterima

Proses pengendalian

Demand terpenuhi

Target penjualan tercapai

Marketing
CORE PROCESS

OUTPUT

OUTCOME
STP yang ditentukan

Analisis pasar

STP

tepat kepada pasar


sasaran
17

Penyusunan program
pemasaran

Pelaksanaan program
pemasaran

Controlling proses pemasaran

Program pemasaran
Program pemasaran

sesuai dengan STP yang


telah ditentukan
Program pemasaran

Program pemasaran terlaksana

yang terlaksana dengan


efektif dan efisien

Tercapainya goal yang sudah

Goal terlaksana dengan

ditentukan

efektif dan efisien

OUTPUT

OUTCOME

Service
CORE PROCESS

Data pelanggan yang


Pre sales services

Data pelanggan

memiliki potensi terhadap


produk
Voice of costumer yang
masuk perusahaan

After sales service

Voice of costumer

merupakan kritik dan saran


yang dapat membangun
perusahaan

Kesimpulan :
Nestle adalah perusahaan multinasional yang sangat besar serta perusahaan yang dapat merajai
pasar makanan di pasar dunia dan Berdasarkan hasil penelitian dari data-data yang di dapat,
maka penulis memberikan saran yang mungkin dapat di jadikan masukan dan perbaikan di masa
yang akan datang adalah sebagai berikut :
1. Sebaik nya perusahaan lebih meningkatkan lagi ketelitian dalam pelaksanaan manajemen
operasi pada perusahaan, terutama dalam memperhatikan pengalaman serta produk yang
di hasilkan oleh perusahaan.
2. Sebaik nya perusahaan lebih meningkatkan kinerja karyawan nya supaya dapat
mengoptimalkan potensi dari sumber daya manusia yang ada di perusahaan serta
18

menanamkan kesadaran akan tanggung jawab terhadap tugas yang di berikan


perusahaan.
3. Sebaik nya perusahaan lebih menekankan lagi peraturan-peraturan yang ada di dalam
setiap cabang-cabang perusahaan di setiap Negara sehingga dapat menjadi dasar yang
kuat untuk dapat lebih mengembangkan dan menjaga eksistensi perusahaan di pasar
dunia.

19

DAFTAR PUSTAKA

https://hennychandara.wordpress.com/2016/04/03/sim-proses-bisnis-area-fungsional-ptnesle/https://hennychandara.wordpress.com/2016/04/03/sim-proses-bisnis-areafungsional-pt-nesle/
http://princeirvan-keboonline.blogspot.com/2010/01/profile-nestle.html

20