Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN

FISIOLOGI TUMBUHAN
NUTRISI PADA TUMBUHAN
Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Fisiologi Tumbuhan
yang dibimbing oleh Ibu Nugrahaningsih
Offering H
Kelompok 1

Chairil Akmal

(150342602536)

Rina Fiji Lestari

(150342608273)

Siti Rayhanah

(150342605454)

Yasinta Swastika A

(150342607572)

Zauhara F.W

(150342605971)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
BIOLOGI
Oktober 2016

A. JUDUL
: NUTRISI PADA TUMBUHAN
B. TUJUAN
Dari praktikum ini diharapkan dapat:
a. mengetahui elemen-elemen yang dibutuhkan oleh suatu tumbuhan
b. membedakan pengaruh defisiensi suatu elemen terhadap pertumbuhan tanaman
C. DASAR TEORI
Nutrisi tanaman mempelajari tentang unsur hara yang diperlukan oleh
tanaman serta fungsi unsur-unsur tersebut pada kehidupan tanaman. Sebagai sains,
nutrisi tanaman berhubungan dengan fisiologi tumbuhan. Proses fisika, kimia,
fisiologi serta biokimia ini berkaitan dengan interaksi tanaman dengan kimia
medianya, dimana tahap awal adalah memperoleh unsur-unsur kimia, serta
distribusinya dalam tanaman. Hal ini merupakan bidang nutrisi tanaman (Hakimah
dkk, 2002). Suatu tanaman dapat tumbuh, berkembang dan berproduksi sampai
menyelesaikan suatu siklus hidup dengan sempurna biasanya membutuhkan enam
belas unsur esensial. Keenambelas unsur hara tersebut terbagi kedalam dua bagian
besar yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro terdiri dari 9
unsur sedangkan unsur mikro atau trace element terdiri dari 7 unsur. Unsur hara
makro biasanya dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang lebih besar atau lebih banyak
dibandingkan unsur hara mikro yaitu dalam satuan gram-kg/tanaman (Dwijoseputro,
1983).
Yang tergolong unsur makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg dan S) adalah unsur
esensial dengan konsentrasi 0,1 % (1000 ppm) atau lebih; sedangkan unsur dengan
konsentrasi kurang dari 0,1 % digolongkan sebagai unsur mikro (Cl, Fe, B, Mn, Zn,
Cu dan Mo). Kekurangan unsur hara akan menyebabkan terjadinya hambatan dalam
pertumbuhan dan gejala-gejala lain yang dapat mengganggu mutu pertumbuhan
tanaman dan pada akhirnya menurunkan produksi yang dihasilkan (Filter, 1991).
Beberapa unsur mikro (logam non esensial) yang merupakan kelompok logam berat
yang tidak mempunyai fungsi biologik bagi tubuh, bahkan sangat berbahaya karena
dapat menyebabkan keracunan (toksisitas), yaitu Pb, Hg, As, Cd dan Al (logam
ringan) (Mulyaningsih, 2010). Unsur mikro sendiri dibutuhkan sekitar mg
gram/tanaman saja. Kenyataan yang sering kita jumpai dilapang, petani kadang hanya
memberikan unsur hara makro saja sedangkan pemberian unsur hara mikro itu sendiri
sering dilupakan. Hal ini dimungkinkan karena masyarakat kita seringkali
berpendapat bahwa penggunaan pupuk konvensional sudah cukup memberikan nutrisi
bagi perkembangan maupun pertumbuhan tanaman. Memang tak dapat dipungkiri
bahwa selama ini masyarakat petani merasa tanamannya telah diberikan nutrisi yang

cukup dengan pemupukan konvensional tersebut. Dengan penggunaan dosis yang ada,
mereka merasa sudah cukup karena produksi yang dihasilkan tidak begitu
mengecewakan (Dartius, 1991).
D. ALAT dan BAHAN
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
- Botol berwarna - Kertas Label
gelap
- Kapas
- Labu takar
- Gelas Ukur
- Batang Pengaduk
- Beaker Glass

- NaCl

- Tanaman Percobaan
- KNO3
- MgSO4.7H2O
- KH2PO4
- CaCl2

- FeEDTA
- Benang Bol
- Mistar

E. PROSEDUR KERJA
a. Membuat larutan hidroponik
Larutan hidroponik yang dibuat adalah larutan Sach, dengan komposisi per Liter medium
adalah sebagai berikut
- KNO3
- MgSO4
- KH2PO4
- CaCl2
- NaCl

= 1,00 g
= 0,50 g
= 0,50 g
= 0,50 g
= 0,25 g

- FeEDTA
= 0,01 g
- Akuades s.d volume 1L

larutan hidroponik dibuat dengan kandungan elemen mineral sesuai dengan tabel
berikut.
Macam Garam
Mineral
KNO3
MgSO4
KH2PO4
CaCl2
NaCl
FeEDTA
Akuades

Larutan
Lengkap

Mg

Defisiensi
P

Ca

Fe

disimpan masing-masing larutan yang telah anda buat dalam botol berwarna gelap yang
telah diberi label nama agar tidak tertukar. botol tersebut ditutup dengan baik.

a. Menanam tanaman dalam larutan hidroponik

dikecambahkan biji kacang merah atau kacang hijau pada kapas atau pasir basah sampai
muncul daun pertama

Siapkan 6 buah botol berwarna gelap dengan volume 150 ml (botol bekas fit up dan
sejenisnya). Isi masing-masing botol dengan 140 ml larutan Sach dalam berbagai macam
defisiensi mineral dan beri label setiap botol sesuai dengan defisiensi garam mineralnya.

Batas atas larutan ditandai dengan spidol.

diambil 6 tanaman kacang merah atau kacang hijau dan diukur dan dicatat tinggi setiap
tanaman, rata-rata panjang akar, jumlah akar, lebar dan panjang daun, dan jumlah daun,
serta catat juga warna daun dan keadaannya. dimasukkan data pada tabel pengamatan.
diusahakan pilih tanaman dengan ukuran yang relatif sama.
dimasukkan masing-masing tanaman dalam botol berisi larutan Sach dalam berbagai
macam defisiensi mineral dan ganjal tanaman dengan kapas yang juga berfungsi sebagai
penutup botol.
Letakkan botol pada tempat yang cukup mendapat sinar. Amati pertumbuhan tanaman
setiap 2 hari sekali selama 3 minggu dan catat data yang anda peroleh dalam tabel data.

Bila jumlah larutan dalam botol berkurang, harus segera ditambah dengan akuades
sampai batas tanda spidol yang telah anda buat. Ganti larutan Sach setiap 10 hari.

F. HASIL PENGAMATAN
Har

Perlakua

Panjan

Jumla

Panjan

Jumla

Leba

Panjan

Warna

Keadaan

i ke-

g akar

h akar

h daun

g daun

daun

daun

batang

daun

Lengkap
-N
-Mg
-P
-Ca
-Fe
Lengkap
-N
-Mg
-P
-Ca
-Fe
Lengkap
-N
-Mg
-P
-Ca
-Fe
Lengkap
-N
-Mg

9cm
12cm
7cm
7cm
3,5cm
3,2cm
9.1cm
12.3cm
7.1cm
7cm
3.5cm
4cm
9.2 cm
11.5cm
7.5cm
7.4cm
3.8cm
4.8cm
9.5cm
11.5cm
7.5cm

25
18
20
15
13
15
27
19
21
15
15
15
28
20
23
16
16
15
28
20
20

27cm
28cm
30.5cm
27.5cm
28cm
29cm
27.5cm
29cm
30.5 cm
34.2cm
32.7cm
33cm
27.5cm
29.2cm
32cm
36cm
39cm
38cm
27.5cm
30cm
32cm

-P
-Ca
-Fe
Lengkap
-N
-Mg

7.7cm
4cm
5cm
9.7cm
12cm
7.5cm

16
18
15
29
21
22

40cm
40cm
41cm
27.6cm
30.6cm
34cm

-P
-Ca
-Fe
Lengkap
-N
-Mg

8.9cm
4.1cm
5.9cm
10cm
12.3cm
8cm

19
18
17
29
23
24

48.7cm
45.3cm
41.3cm
28cm
31cm
33cm

-P
-Ca
-Fe

10.8cm
4.1cm
7cm

20
20
19

55.3cm
49cm
42cm

Grafik Perandingan

2
2
2

4,2cm
3cm
3.3cm
4.5cm
3.5cm
5cm
4.7cm
3.7cm
3.3

4.5 cm
3.5cm
3.5cm
5cm
4cm
5cm
5.5cm
5cm
3.5cm

Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau

segar
segar
segar
segar
segar
segar
segar
segar
segar

cm
4.6cm
4cm
5.2cm
4.8cm
4.5cm
3.3cm
4.9cm
4.8cm
5.6cm
5cm
4.5cm
2cm

5.4cm
4.3cm
5,6cm
5.7cm
5cm
3.5cm
5.5cm
4.8cm
6.4cm
6cm
6cm
2,3cm

Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
klorosi

segar
segar
segar
segar
segar
segar
segar
segar
segar
segar
segar
menggulug

5
5
2

5cm
5cm
6cm
5.2cm
4.8cm
2cm

5.5cm
5.5cm
7cm
6.2cm
5.3cm
2cm

s
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
klorosi

segar
segar
segar
segar
segar
menggulun

5
5
2

5.1cm
5cm
6.5cm
5.5cm
5cm
1.8cm

5.8cm
5.6cm
7.2cm
6.5cm
5.7cm
1.9cm

s
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
klorosi

g
segar
segar
segar
segar
segar
menggulun

5.4cm
5.1cm
7.6cm

6.1cm
5.8cm
7.8cm

s
Hijau
Hijau
Hijau

g
segar
segar
segar

2
2
2

5
5
2

5
5
2

PANJANG AKAR
14
Lengkap

12

-N

10

Axis Title

-Mg

-P

-Ca
-Fe

4
2
0
Hari 1

Hari 2

Hari 3

Hari 4

Hari 5

Hari 6

JUMLAH AKAR
35
Lengkap

30

-N

25

Axis Title

-Mg

20

-P

15

-Ca
-Fe

10
5
0
Hari 1

Hari 2

Hari 3

Hari 4

Hari 5

Hari 6

PANJANG BATANG
60
50

Lengkap

40

-Mg

-N
-P

Axis Title 30

-Ca
-Fe

20
10
0
Hari 1

Hari 2

Hari 3

Hari 4

Hari 5

Hari 6

LEBAR DAUN
8

Axis Title

Lengkap

-N

-Mg
-P

-Ca

-Fe

2
1
0
Hari 1

Hari 2

Hari 3

PANJANG DAUN
Lengkap
10
8
6
Axis Title 4
2
0
Hari 1

G. ANALISIS

-N
-Mg
-P
-Ca
-Fe

Hari 4

Hari 5

Hari 6

Pada percobaan Nutrisi pada tanaman, diberikan berbagai macam larutan


dengan kandungan yang berbeda-beda. Diberikan 6 perlakuan, perlakuan pertama
yakni dengan menempatkan biji kacang merah pada larutan lengkap (berisi campuran
-Mg, -N. -P,-Ca dan -Fe. Perlakuan kedua dengan menempatkan biji kacang merah
pada larutan -N. Perlakuan ketiga dengan menempatkan biji kacang merah pada
larutan -Mg. Perlakuan keempat dengan menempatkan biji kacang merah pada larutan
-Ca, dan yang terakhir yakni perlakuan keenam dengan menempatkan biji kacang
merah pada larutan -Fe. Pengamatan dalam percobaan Nutrisi pada Tanaman ini
dilakukan dalam kurun waktu 1 minggu, hingga biji kacang merah tumbuh tinggi.
Setiap 2 hari sekali praktikkan mengukur panjang akar, jumlah akar, panjang batang,
jumlah daun, lebar daun , dan panjang daun. Selain itu praktikkan juga mencatat
perubahan warna daun dan keadaan daun pada tumbuhan mulai dari hari pertama
hingga hari ke 6. Berikut analisis data mengenai hasil pengamatan nutrisi pada
tumbuhan yang dilakukan selama 1 minggu.
Larutan Lengkap Hari 1 Sampai Hari Ke 6
Pada hari pertama, biji kacang merah yang diletakkan dalam larutan lengkap
memiliki panjang akar 9cm, dengan jumlah akar 25. Panjang batang didapatkan
sebesar 27 cm. Jumlah daun sebanyak 2 dengan lebarnya 4,2cm dan panjangnya
4,5cm. Warna daun pada hari pertama ini berwarna hijau dengan keadaannya yang
segar. Pada hari kedua, panjang akar naik 0,1 cm menjadi 9,1cm dengan jumlah akar
yang bertambah menjadi 27. Panjang batang naik menjadi 27,5 cm. Jumlah daun pada
hari kedua tidak bertambah namun lebar dan panjang daun meningkat menjadi 4,7cm
untuk lebarnya dan 5,5 cm untuk panjangnya. Warna dan keadaan daun pada hari
kedua masih hijau dan segar. Pada pengamatan hari ke tiga panjang akar naik 0,1cm
menjadi 9,2cm dengan jumlahnya menjadi 28. Panjang batang pada hari ketiga tidak
mengalami kenaikan, yakni tetap 27,5cm. Jumlah daun pada hari ketiga bertambah
menjadi 5 daun dengan lebar daun 4,8cm dan panjangnya 5,7cm. Keadaan dan warna
daun pada hari ketiga ini masih segar dan berwarna hijau. Pada hari ke empat panjang
akar bertambah 0,3cm menjadi 9,5cm dengan jumlah daun 28. Panjang batang tidak
mengalami peningkatan, yakni tetap 27,5cm. Jumlah daun tetap yakni berjumlah 5
dengan lebarnya menjadi 5cm dan panjangnya 6cm. Keadaan dan warna daun pada
hari ke 4 hijau dan terlihat segar. Pada hari kelima, panjang akar bertambah 0,2cm
menjadi 9,7cm dengan jumlah akar 29. Panjang batang naik 0,1 cm menjadi 27,6cm.
Jumlah daun tidak mengalami pertambahan namun untuk lebar dan panjang daunnya

mengalami pertambahan ukuran. Lebar daun menjadi 5,2cm dengan panjang daun
6,2cm. Keadaan dan warna daun pada hari ke lima ini masih segar dan berwarna
hijau. Pada hari keenam, panjang akar naik 0,3cm menjadi 10cm dengan jumlah akar
tetap tidak bertambah. Panjang batang naik 0,4 cm menjadi 28cm. Jumlah daun tidak
mengalami pertambahan, namun lebar daun dan panjangnya mengalami pertambahan
ukuran menajdi 5,5cm untuk lebarnya dan 6,5 cm untuk panjangnya. Keadaan daun
pada hari terakhir pun masih tetap segar dan berwarna hijau.
Larutan -N Hari Ke 1 Sampai Hari Ke 6
Pada hari pertama, biji kacang merah yang diletakkan pada larutan -N
memiliki panjang akar 12cm dengan jumlah akarnya 18. Panjang batangnya pada hari
pertama sebesar 28 cm. Untuk jumlah daun sebanyak 2 dengan lebarnya 3cm dan
panjangnya 3,5cm. Keadaan daun dan warna daun pada hari pertama masih realatif
segar dan berwarna hijau. Pada hari kedua, panjang akar mengalami pertambahan
ukuran sebesar 0,3 cm jadi panjangnya menjadi 12,3cm dengan jumlah akarnya 19.
Panjang batang pada hari kedua naik 1cm menjadi 29cm. Jumlah daun tidak
mengalami pertambahan jumlah namun lebar daun dan panjangnya mengalami
pertambahan ukuran menjadi 3,7cm untuk lebarnya dan 5cm untuk panjang daunnya.
Keadaan dan warna daun pada hari kedua masih relatif segar dan berwarna hijau.
Pada hari ketiga panjang akar mengalami penurunan menjadi 11,5cm, namun
jumlahnya bertambah menajdi 20. Panjang batang bertambah 0,2cm menjadi 29,2cm.
Dengan jumlah daun 5. Lebar daun mengalami pertambahn menjadi 4,5cm namun
panjangnya tetap 5cm. Keadaan daun dan warna daun pada hari ketiga ini dan jumlah
daunnya tidak bertambah (tetap 20). Pada hari keempat, panjang akar tidak
mengalami pertambahan ukuran (tetap 11,5 cm) begitu juga dengan jumlah daun tidak
bertambah. Panjang batang naik 0,8 cm menjadi 30cm. Lebar daun tidak mengalami
pertambahan namun panjangnya bertambah menjadi 6cm. Keadaan daun dan warna
daun masih segar dan berwarna hijau. Pada hari kelima, panjang akar naik 0,5cm
menjadi 12cm dan jumlah akar bertambah 1 menjadi 21. Batang pada hari kelima
mengalami pertambahan panjang sebanyak 0,6cm sehingga panjang batangnya
menjadi 30,6cm. Jumlah daun tidak mengalami pertambahan. Namun lebar daun
bertambah 0,3 cm menjadi 4,8cm. Panjang daun pada hari kelima mengalami
pengurangan panjang menjadi 5,3 cm . keadaan daun dan warna daun pada hari
kelima masih segar dan berwarna hijau. Pada hari keenam, panjang daun bertambah
menjadi 12,3cm dan jumlah akar bertambah menjadi 23. Untuk panjang batang

bertambah 0,4 cm menjadi 31cm dan jumlah daun tidak mengalami pertambahan
jumlah. Untuk lebar daun bertambah lebarnya 0,2 cm menjadi 5cm dan panjangnya
bertambah 0,4cm menjadi 5,7cm.
Larutan Mg Hari Ke 1 Sampai Hari Ke 6
Pada hari pertama, biji kacang merah diletakkan pada larutan Mg. Panjang
akar 7cm dengan jumlah akar 20. Panjang batang yakni 30,5 cm. Jumlah daun
sebanyak 2 dengan lebar daun 3,3cm dan panjangnya 3,5cm. Keadaan daun warna
daun pada hari pertama segar dan berwarna hijau. Pada hari kedua, panjang akar naik
0,1 cm menjadi 7,1cm dan jumlah daun bertambah menjadi 21. Panjang batang tidak
mengalami perubahan (30,5cm).jumlah daun tidak bertambah (tetap 2) demikian pula
dengan ukuran lebar dan panjang daun yang tidak mengalami perubahan yakni 3,3cm
untuk lebarnya dan 3,5cm untuk panjangnya. Keadaan dan warna daun pada hari
kedua segar dan berwarna hijau. Pada hari ketiga, panjang naik 0,4 cm menjadi 7,5cm
dan jumlah akar bertambah menjadi 23. Panjang batang juga mengalami
pertaambahan ukuran menjadi 32cm. Jumlah daun tetap berjumlah 2 begitu juga
dengan lebar dan panjangnya yakni 3,3cm untuk lebarnya dan 3,5cm untuk
panjangnya. Keadaan daun dan warna daun pada hari ketiga segar dan berwarna hijau
pada hari keempat, panjang akar tidak mengalami pertambahan ukuran yakni tetap
7,5cm. Namun jumlah akar berkurang menjadi 20. Panjang batang tidak bertambah
(tetap 32cm). Jumlah daun tetap yakni 2. Dan lebar serta panjang mengalami
penyusutan menjadi 2cm untuk lebarnya dan 2,3cm untuk panjangnya. Keadaan daun
pada hari keempatini mengalami klorosis dengan keadaan daun yang menggulung.
Pada hari kelima, panjang akar tetap 7,5cm. Jumlah daun bertambah menjadi 22.
panjang batang bertambah 2cm menjadi 34 cm. Jumlah daun tetap 2. Lebarnya 2cm
dan panjangnya menyusut menjadi 2cm. Keadaan daun pada hari kelima ini
menggulung dan daun mengalami klorosis. Pada hari keenam, panjang akar
bertambah 0,5cm menjadi 8cm dengan jumlah daun bertambah menjadi 24. Panjang
batang mengalami penyusutan 1cm menjadi 33cm. Jumlah daun 2. Lebar dan panjang
daun mengalami penyusutan, yakni 1,8cm untuk lebarnya dan 1,9cm untuk
panjangnya. Keadaan daun pada hari keenam ini menggulung dan mengalami
klorosis.
H. PEMBAHASAN
Lengkap (N, Mg, Ca, P, dan Fe)

Larutan lengkap yang dimaksud adalah larutan yang mengandung unsur


Nitrogen (N), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), dan Phospor (P). Unsur-unsur ini
merupakan unsur esensial dan termasuk dalam unsur makronutrient. Sesuai dengan
(Campbell et al, 2010) menyatakan bahwa unsur esensial makronutrien merupakan
komponen utama senyawa-senyawa organik yang membentuk struktur tumbuhan
yaitu Karbon (C), Oksigen (O2), Hidrogen (H), Nitrogen (N), Fosfor (P), Sulfur (S),
Kalium (K), Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Sedangkan unsur Besi (Fe)
merupakan unsur mikronutrient.
Pada perlakuan tanaman yang diberi larutan lengkap dapat diamati perbedaan
pertumbuhan dari hari ke-1 sampai ke-6. Panjang akar, panjang batang, panjang daun
dan lebar daun terus mengalami peningkatan, serta jumlah akar dan jumlah daun terus
bertambah. Sesuai dengan (Campbell et al, 2010) menyatakan bahwa Unsur esensial
(essential element) merupakan unsur kimiawi yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk
menyelesaikan siklus hidupnya dan menghasilkan generasi yang lain.
Unsur esensial berperan spesifik yang tidak bisa diganti oleh unsur lain,
sehingga apabila terjadi difisiensi salah satu unsur maka akan terjadi kerusakan atau
terhambatnya pertumbuhan. Misalnya difisiensi magnesium. Salah satu komponen
klorofil, akan menyebabkan klorosis pada daun. Sesuai dengan (Campbell et al, 2010)
magnesium berfungsi sebagai komponen klorofil, dan mengaktivasi berbagai macam
enzim.
Nitrogen (N)
Nitrogen adalah unsur hara keempat yang paling melimpah pada tanaman.
Merupakan unsur esensial dari protein, asam nukleat, hormon, klorofil, dan berbagai
fungsi penting lainnya dan konstituen tanaman sekunder (Hopkins, 2014). Nitrogen di
ambil oleh tumbuhan dalam bentuk NO 3- dan NH4+. Nitrogen dapat dipecah oleh
bakteri pemfiksasi yang dapat mengubah gas Nitrogen (N 2) menjadi NH3 (Campbell
et al, 2010).
Pada perlakuan tanaman yang diberi larutan nitrogen dapat diamati perbedaan
pertumbuhan dari hari ke-1 sampai ke-6. Hari ke dua mengalami peningkatan panjang
akar, panjang batang, lebar daun dan panjang daun jumlah akar pun bertambah. Hal

ini karena masih terdapat unsur-unsur lain yang dapat menggantikan fungsi nitrogen.
Menurut (Campbell et al, 2010) menyatakan fungsi (N) adalah sebagai komponen
asam nukleat, protein, hormon, klorofil dan koenzim. Fungsi-fungsi ini dapat
digantikan oleh keempat unsur yang lainnya seperti klorofil dan pengaktivan enzim
dapat digantikan oleh (Mg), asam nukleat dan koenzim di gantikan oleh (P).
Tanaman yang kekurangan nitrogen anakannya sedikit dan pertumbuhannya
kerdil. Daun berwarna hijau kekuning-kuningan dan mulai mati dari ujung kemudian
menjalar ke tengah helai daun (Patti et al, 2013). Namun tanaman yang kelebihan
nitrogen pun akan mengalami kerusakan karena setiap tanaman mempunyai batasbatasnya tersendiri. Sesuai dengan (Sonbai et al, 2013). Menyatakan bahwa kelebihan
unsur hara nitrogen dapat meningkatkan kerusakan akibat serangan hama dan
penyakit, dan tanaman lebih mudah rebah.
Magnesium (Mg)
Magnesium (Mg) di ambil oleh tumbuhan dalam bentuk Mg 2+ (Campbell et al,
2010). Mg merupakan satu-satunya ion logam yang terdapat dalam molekul klorofil
dan merupakan inti klorofil. Banyak enzim yang ikut serta dalam metabolisme
karbohidrat membutuhkan Mg sebagai aktivator (Anhar, 2006).
Pada pengamatan tumbuhan yang diberikan larutan Mg dari hari ke-1 sampai
hari ke-6 hanya panjang daun dan lebar daun yang menurun. Pada perlakuan ini daun
juga semakin hari semakin mengalami klorosis. Hal ini mungkin disebabkan karena
kurangnya konsentrasi Mg sehingga daun mengalami klorosis. Sesuai dengan
(Campbell et al, 2010) yang menyatakan fungsi magnesium sebagai komponen
klorofil dan mengaktivasi berbagai macam enzim. Apabila kekurangan magnesium
berarti akan mempengaruhi kadar klorofilnya. Jadi, apabila kadar klorofil sedikit,
akan mempengaruhi proses fotosintesis. Proses fotosintesis tidak akan berjalan
dengan baik. Sesuai dengan (Anhar, 2006) menyatakan bahwa Kekurangan unsur ini
akan menyebabkan klorosis pada tanaman dan menghambat reaksi gelap pada proses
fotosintesis.

Fosfor (P)
Tanaman menyerap fosfor dalam bentuk ion ortofosfat (H2PO4-) dan ion
ortofosfat sekunder (HPO4-). Unsur P masih dapat diserap dalam bentuk lain, yaitu
bentuk pirofosfat dan metafosfat, bahkan kemungkinan unsur P diserap dalam bentuk
senyawa oraganik yang larut dalam air, misalnya asam nukleat dan phitin. (Filter,
1991).
Pada perlakuan -P dapat diamati perbedaan pertumbuhan dari hari ke-1 sampai
ke-6. Untuk pertumbuhan akar, batang maupun daun mengalami pertumbuhan yang
baik, yaitu mengalami kenaikan secara signifikan. Jumlah daun maupun jumlah akar
juga mengalami pertambahan. Menurut Thompson dan Troeh (1978) bahwa fosfat
dibutuhkan oleh tanaman untuk pembentukan sel pada jaringan akar dan tunas yang
sedang tumbuh.. Tidak adanya unsur fosfor disini tidak mempengaruhi pertumbuhan
tanaman, karena unsur fosfor disini dapat digantikan oleh unsur lain misalnya N yang
fungsinya sama yaitu dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Didukung oleh
pernyataan Sarief (1985) ketersediaan unsur N pada tanaman dapat membantu
pembentukan klorofil dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Nitrogen
sangat diperlukan dalam pembentukan bagian bagian vegetativ seperti daun, batang
dan akar. Namun kemungkinan tetap saja bekerjanya kurang optimal karena setiap
unsur memiliki peran yang spesifik. Selain itu adanya unsur-unsur lain juga
mempengaruhi pertumbuhan tanaman juga baik. Kesalahan dalam praktikum juga
dapat mempengaruhi data misalnya kesalahan pengukuran, kesalahan dalam
menghitung jumlah akar dll. Warna daun dan keadaan daun dari hari ke-1 sampai ke6 berwarna hijau dan keadaannya masih segar, hal ini menunjukkan bahwa tanaman
ini tidak kekurangan nutrisi fosfor. Menurut Hopskin (2004) Karakteristik utama
defisiensi adalah berkurangnya warna hijau pada daun. Terkadang, pigmen biru dan
ungu terakumulasi sehingga memberikan warna daun hijau keunguan dan
menyebabkan titik nekroses. Pada beberapa kasus, pigmen biru dan ungu juga
terakumulasi. Tidak terjadinya klorosis juga kemungkinan disebabkan fosfor tidak
berperan dalam pembentukan klorofil namun hanya berperan dalam pertumbuhan
system perakaran dan organ generative. Didukung oleh pernyataan Cahyono (1998)
menyatakan bahwa peranan zat hara fosfat pada tanaman adalah untuk pertumbuhan akar,
pembentukan bunga, pembentukan buah dan biji, meningkatkan daya tahan terhadap

penyakit, dan meningkatkan hasil dan mutu. Diperkuat oleh pendapat Terry dan Ulrich
(1993) unsur pembentuk klorofil adalah N, Mg, Fe.

Kalsium (Ca)
Kalsium diambil dalam bentuk kation divalent (Ca2+). Kalsium banyak
terdapat di tanah dan jarang mengalami kekurangan. Kalsium penting karena berperan
dalam mitosis spinle selama pembelahan sel dan membentuk kalsium di lamela
tengah dai sel. Kalsium juga dibutuhkan untuk intregitas fisik dan messenger kedua
pada bebrapa hormon dan respon lingkungan (Hopkins, 2004).
Pada perlakuan -Ca dapat diamati perbedaan pertumbuhan dari hari ke-1
sampai ke-6. Untuk pertumbuhan akar, batang maupun daun mengalami pertumbuhan
yang baik, yaitu mengalami kenaikan secara signifikan. Jumlah daun maupun jumlah
akar juga mengalami pertambahan. Menurut Rosmarkam dan Yuwono (2002) fungsi
kalsium bagi tanaman adalah merangsang pertumbuhan bulu-bulu akar, pembuatan
protein atau bagian aktif dari tanaman, memperkeras batang tanmaan dan sekaligus
merangsang pembentukan biji, menetralisir asam-asam organic yang dihasilkan pada
saat metabolism dan kalsium yang terdapat dalam batang dan daun dapat menetralisir
senyawa atau suasana keasaman tanah. Tidak adanya unsur Ca disini tidak
mempengaruhi pertumbuhan tanaman karena dapat digantikan oleh unsur lain yang
menyebabkan pertumbuhan tanaman tetap baik. Namun kemungkinan tetap saja
bekerjanya kurang optimal karena setiap unsur memiliki peran yang spesifik.
Kesalahan dalam praktikum juga dapat mempengaruhi data misalnya kesalahan
pengukuran, kesalahan dalam menghitung jumlah akar dll.Warna daun dan keadaan
daun dari hari ke-1 sampai ke-6 berwarna hijau dan keadaannya masih segar, hal ini
menunjukkan bahwa tanaman ini tidak kekurangan nutrisi kalsium. Menurut Filter
(1991) Defisiensi unsur Ca meyebabkan terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran,
selain akar kurang sekali fungsinyapun demikian terhambat, gejala-gejalanya yang
timbul tampak pada daun, dimana daun-daun muda selain berkeriput mengalami
perubahan warna, pada ujung dan tepi-tepinya klorosis (berubah menjadi kuning) dan
warna ini menjalar diantara ujung tulang-tulang daun, jaringan-jaringan daun pada
beberapa tempat mati. Kuncup-kuncup yang telah tumbuh mati. Tidak terjadinya
klorosis juga kemungkinan disebabkan kalsium tidak berperan dalam pembentukan
klorofil namun hanya berperan dalam pertumbuhan organ vegetative dan metabolism

tumbuhan. Didukung oleh pernyataan Hopkins et al., (2009).menyatakan Kalsium


memiliki peran yang baik untuk menyokong pertumbuhan. Kalsium juga memiliki
peran dalam fungsi membran serta memiliki peran penting dalam regulasi dan
aktivitas beberapa enzim. Diperkuat oleh pendapat Terry dan Ulrich (1993) unsur
pembentuk klorofil adalah N, Mg, Fe.
Besi (Fe)
Besi diambil oleh tanaman dalam bentuk ion ataupun dalam bentuk garamgaram kompleks organik (chelate) dan dapat juga diabsorpsi oleh daun apabila besi
sulfat atau kompleks Fe organik diberikan melalui daun. Walaupun Fe3+ dapat
diabsorpsi oleh tanaman, tetapi dalam proses metabolisme ion Fe 2+ yang aktif. Kadar
Fe sebesar 50 250 ppm dalam tanaman dinilai cukup (Filter, 1991).
Pada perlakuan -Fe dapat diamati perbedaan pertumbuhan dari hari ke-1
sampai ke-6. Untuk pertumbuhan akar, batang maupun daun mengalami pertumbuhan
yang baik, yaitu mengalami kenaikan secara signifikan. Jumlah daun maupun jumlah
akar juga mengalami pertambahan. Menurut Rosmarkam dan Yuwono (2002) fungsi
besi bagi tanaman adalah pembentukan zat hijau daun (klorofil), pembentukan
karbohidrat, lemak dan protein, berperan dalam perkembangan kloroplas. Tanpa
adanya unsur Fe disini tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman, karena unsur Fe
disini dapat digantikan oleh unsur lain misalnya N yang fungsinya sama yaitu
pembentukan klorofil dan pembentukan protein. Didukung oleh pernyataan Filter dan
Hay (1991) Nitrogen merupakan bagian dari klorofil, pigmen hijau dari tanaman yang
bertanggung jawab untuk fotosintesis, serta dalam pembentukan protein dan asam
nukelat Namun kemungkinan tetap saja bekerjanya kurang optimal karena setiap
unsur memiliki peran yang spesifik. Selain itu adanya unsur-unsur lain juga
mempengaruhi pertumbuhan tanaman juga baik. Kesalahan dalam praktikum juga
dapat mempengaruhi data misalnya kesalahan pengukuran, kesalahan dalam
menghitung jumlah akar dll. Warna daun dan keadaan daun dari hari ke-1 sampai ke-6
berwarna hijau dan keadaannya masih segar, hal ini menunjukkan bahwa tanaman ini
tidak kekurangan nutrisi Fe. Menurut Filter (1991).Defisiensi zat besi sesungguh-nya
jarang sekali terjadi. Gejala-gejala yang tampak pada daun muda, mula-mula secara
setempat-tempat berwarna hijau pucat atau hijau kekuningan-kuningan, sedang
tulang-tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringan-jaringannya tidak mati.

Selanjutnya pada tulang-tulang daun terjadi klorosis yang tadinya berwarna hijau
berubah menjadi warna kuning dan ada pula yang menjadi putih. Gejala selanjutnya
yang paling hebat terjadi pada musim kemarau, daun-daun muda yang banyak yang
menjadi kering dan berjatuhan. Tidak terjadinya klorosis disini karena masih adanya
unsur N dan Mg sebagai pembentuk klorofil. Didukung oleh pendapat Terry dan
Ulrich (1993) unsur pembentuk klorofil adalah N, Mg, Fe.

Antar elemen saling melengkapi satu sama lain, dalam satu nutrisi yang
disebut nutrisi esensial. Nutrisi esensial adalah nutrisi yang paling banyak dibutuhkan
oleh tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan (Salisbury et al., 1995).
Sembilan unsur esensial disebut makronutrien (macronurient) karena tumbuhan
memerlukan unsur tersebut dalam jumlah besar. Enam diantaranya adalah komponen
utama senyawa organik yang membentuk struktur tumbuhan, yaitu Karbon, Oksigen,
Hidrogen, Nitrogen, Fosfor, dan Sulfur. Ketiga makronutrien yang lain adalah
Kalium, Kalsium, dan Magnesium. Delapan unsur esensial lainnya disebut
mikronutrien (micronutrient) karena tumbuhan membutuhkan unsur tersebut dalam
jumlah kecil. Yang termasuk mikronutrien adalah Klorin, Besi, Mangan, Boron, Seng,
Tembaga, Nikel, dan Molibdenum (Campbell, 2008). Fungsi dari elemen makro dan
mikro saling melengkapi. Jika kekurangan salah satu elemen akan berdampak pada
metabolism sel tumbuhan tersebut. Setiap elemen memiliki fungsi spesifik.

I. KESIMPULAN
Elemen-elemen penting yang dibutuhkan oleh tumbuhan adalah unsur esensial
terutama unsur makronutrien. Karena dibutuhkan dalam jumlah banyak. Dari
prektikum ini unsur makronutrien adalah Nitrogen (N), Kalsium (Ca), Fosfor (P) , dan
Magnesium (Mg), sedangkan unsur mikronutriennya berupa Besi (Fe).
kekurangan nutrisi fosfor. Menurut Hopskin (2004) Karakteristik utama
defisiensi adalah berkurangnya warna hijau pada daun. Terkadang, pigmen biru dan
ungu terakumulasi sehingga memberikan warna daun hijau keunguan dan
menyebabkan titik nekroses. Tidak adanya unsur Ca disini tidak mempengaruhi
pertumbuhan tanaman karena dapat digantikan oleh unsur lain yang menyebabkan
pertumbuhan tanaman tetap baik. Namun kemungkinan tetap saja bekerjanya kurang
optimal karena setiap unsur memiliki peran yang spesifik. Defisiensi zat besi
sesungguh-nya jarang sekali terjadi. Gejala-gejala yang tampak pada daun muda,
mula-mula secara setempat-tempat berwarna hijau pucat atau hijau kekuningankuningan, sedang tulang-tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringan-jaringannya
tidak

mati.

Tanaman

yang

kekurangan

nitrogen

anakannya

sedikit

dan

pertumbuhannya kerdil. Daun berwarna hijau kekuning-kuningan dan mulai mati dari
ujung kemudian menjalar ke tengah helai daun. Kekurangan unsur magnesiun ini
akan menyebabkan klorosis pada tanaman dan menghambat reaksi gelap pada proses
fotosintesis.

DAFTAR RUJUKAN
Anhar, S. 2006. Kandungan Magnesium Pada Biomassa Tanaman Acacia Mangium Willd
Dan Pada Podsolik Merah Kuning Di Hphti Pt Musi Hutan Persada, Sumatera
Selatan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Cahyono. 1998. Tembakau Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta: Kanisius
Campbell, N.A. & Reece, J.B. 2010. Biologi edisi delapan jilid dua. Jakarta: Erlangga.
Campbell, Reece, et al. 2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Dartius. 1991. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. USU-Press. Medan.
Dwijoseputro, D. 1983. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia: Jakarta.
Filter, A. H. dan R. K. M. Hay. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman. UGM Press.
Yogyakarta.
Fitter A.H. dan Hay, R.K.M. (1991), Fisiologi Lingkungan Tanaman. Yogyakarta: Universitas
Gajah Mada.
Hakimah Halim, dkk. 2002. Buku Ajar Nutrisi Tanaman. Banjarbaru: Universitas Lambung
Mangkurat Fakultas Pertanian.
Hopkins, W. dan Hiiner, N. 2009. Introduction to Plant Physiology Fourth Edition. Western
Ontario: John Wiley & Sons, Inc.
Hopkins, W.G. 2004. Introduction to Plant Physiology. 3rd.Huner NPA. USA: Jhon Wiley
dan Sons.
Mulyaningsih, 2010. Analisis Unsur Toksik Dan Makro-Mikro Nutrien Dalam Bahan
Makanan Dengan Metode Analisis Aktivasi Neutron. Jurnal Iptek Nuklir Ganendra.
13 No. 1. ISSN 1410-6957
Patti, P.S., Kaya, E., & Silahooy, C. 2013. Analisis Status Nitrogen Tanah Dalam Kaitannya
Dengan Serapan N Oleh Tanaman Padi Sawah Di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu,
Kabupaten Seram Bagian Barat. Agrologia, Vol. 2, No. 1, 2013, Hal. 51-58.
Rosmarkam, A. dan N. W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Yogyakarta : Kanisius.
Salisbury, dan Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan. ITB Press. Bandung.
Sarief, 1985. Ilmu Tanah Pertanian. Pustaka Buana. Bandung

Sonbai, J.H.H., Prajitno, D., & Syukur, A. 2013. Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Pada
Berbagai Pemberian Pupuk Nitrogen Di Lahan Kering Regosol. Ilmu Pertanian Vol.
16 No.1, 2013: 77-89.
Terry N, A Ulrich. 1993. Effect of Phosporus Deviciency on the Photosinthesis and
Respiration of Leaves in Sugar Beat. Plant Physiologi. 51 : 43-47
Thompson, L.M. and F.R. Troeh. 1978. Soil and Fertility. New York, Mc Graw-Hill Book
Company. 368 p.

LAMPIRAN

HARI PERTAMA (-N & LENGKAP)

HARI KE-2 (-N)

HARI KE-2 (LENGKAP)

HARI KE-2 (-Mg)