Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN

KUNJUNGAN INDUSTRI
BUDIDAYA UNGGAS BEBEK

Penyusun : Dhea Mutiara


Kelas : X. IPS 3

SMA NEGERI 5 METRO

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam

1
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan
sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini
sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki
sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Metro, Maret 2017


Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Sampul..................................................................................................................i
Kata Pengantar ....................................................................................................................ii
Daftar Isi .............................................................................................................................iii

2
BAB I PENDAHULUAN
A. Sejarah Perkembangan Bebek/Itik....................................................................1
B. Jenis Bebek/Itik yang Dibudidayakan..............................................................1
BAB II BUDIDAYA BEBEK
A. Memilih Bibit Bebek Unggul...........................................................................4
B. Memilih Tipe Kandang.....................................................................................4
C. Pakan Bebek.....................................................................................................5
D. Pencegahan Penyakit........................................................................................6
BAB III ANISISIS USAHA
A. Bebek Petelur....................................................................................................8
B. Bebek Pedaging................................................................................................9
C. Penetasan Bibit Bebek......................................................................................10
BAB IV PENUTUP
A. Pesan.................................................................................................................11
B. Saran.................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................12

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Sejarah Perkembangan Bebek/Itik


Itik atau yang lebih dikenal dimasyarakat disebut bebek ( bahasa jawa ), golongan
terdahulunya merupakan itik liar atau anas moscha yang berasal dari amerika utara. Dengan
berkembangnya waktu, itik terus di dibudidayakan oleh manusia sampai akhirnya terbentuk
beranekan ragam jenis itik yang sampai sekarang dipelihara dan diternakan. Dan akhirnya itik
dikenal sebagai itik ternak (anas domesticus ) dan itik manila tau entog (anas muscovy ).
Itik merupakan jenis unggas yang penyebarannya terbilang sangat luar ini karena itik dapat
hidup normal baik didaerah suntropis ataupun daerah tropis. Maka tidak heran jika itik liar
dapat berimigrasi sampai ke negara afrika dan asia seperti Indonesia, malaysia, fhilipina dan
vietnam.
Di Indonesia sendiri itik diperkenalkan pada abad VII oleh orang india. Sebenarnya
orang-orang india ini merupakan tukang bangunan yang sengaja didatangkan oleh Raja
Syailendra untuk membangun candi-candi hindu dan budha di indonesia. Ada beberapa mitos
bahwa yang mendorong itik untuk dibudidayakan adalah ritual keagamaan seperti yang
dilakukan masyarakat bali yang menggunakan itik sebagai salah satu sajian pelengkap
upacara keagaman.
Sejarah perkembangan itik sangat pesat terutama pada jaman keemas kerajaan
majapahit. Nah itulah yang menjadi awal penyebaran itik mulai dikenal luas diindonesia
seperti dikalimantan, sumatra, sulawesi dan bali. Bahkan pemerintah belanda pun ikut andil
dalam penyebaran itik-itik di indonesia, melalui kuli-kuli kontrak yang mereka mukimkan di
sumatra pada tahun 1920 khususnya di daerah lampung dan deli.
Saat ini itik banyak dibudidayakan didaerah sumatra ( NAD ), sumatra utara, sumtra
utara, pulau jawa yang meliputi (cirebon, jawa barat, brebes, tegal jawa timur dan mojosari
jawa timur ), kalimantan, sulawsei selatan dan bali.

B. Jenis Bebek/Itik yang Dibudidayakan


1. Itik Local Jantan
Saat ini, daging itik lokal banyak digemari oleh konsumen karena rasanya yang
gurih berbeda dengan unggas pedaging lainnya. Dari pengalaman dan informasi dari
peternak dan pembibitan ternyata permintaan anak itik jantan dan itik lokal sangat
tinggi.

1
Kekurangan itik lokal jantan adalah pertumbuhan badan maupun bulunya lambat serta
kurang efisien dalam penggunaan pakan.

2. Entok
Dari segi pertumbuhan dan besarnya badan, sebenarnya entok lebih banyak
menghasilkan daging dibandingkan dengan itik lokal. Bobot badan entok jantan dapat
mencapati 1.5- 2 kali bobot entok betina. Laju perkembangan entok agak lambat karena
telur yang dihasilkan sedikit serta proses penetasan yang lebih lama dibanding dengan
itik (35 hari).

3. Mandalung dan Tiktok


Mandalung adalah hasil persilangan itik dan entok dan pada umumnya untuk
menghasilkan mandalung dilakukan secara alami, yaitu dengan menggunakan itik
sebagai pejantan dan entok betina. Hal ini dilakukan karena perbedaan berat antara
entok dan itik. Tapi dari segi produksi, cara ini kurang efisien karena telur yang
dihasilkan entok betina jumlahnya tidak sebanyak itik. Selanjutnya setelah entok betelur
antara 15 20 butir, entok harus mengerami telur tetas selama 35 hari dan baru mulai
betelur lagi setelah 2 bulan kemudian. Untuk menghasilkan mandalung dalam jumlah
yang besar, perkawinan silang alami dilakukan dengan menggunakan entok sebagai
penjantan dan itik betina. Tetapi perbedaan bentuk badan merupakan permasalah yang
timbul sehingga proses perkawinan silang secara alami sulit untuk dilakukan. Untuk
mengantisipasi hal tersebut di atas, dapat ditempuh dengan melakukan proses
perkawinan silang melalui cara kawin suntik atau inseminasi buatan (IB).

4. Itik Raja
Itik raja merupakan itik hibrida jantan hasil perkawinan silang antara itik mojosari
dan itik alabio yang dikembangkan oleh Balitnak Ciawi Bogor dengan BPTU Kambing
Domba dan Itik Pelaihari, Kalimantan Selatan. Itik ini memiliki keunggulan
pertumbuhan yang lebih cepat dibanding dengan itik lokal serta memiliki daging yang
lebih tebal. Di samping itu, itik raja tahan terhadap penyakit dan tahan stress serta
mudah beradaptasi dengan lingkungan. Dengan menerapkan sistem pemeliharaan secara
intensif, dalam waktu 6 minggu, bobot badan itik raja dapat mencapai berat antara 1,2
1,4 kg dengan persentase karkas 60 65 %. Dengan melihat keunggulan itik raja maka
sudah selayaknya itik raja ini menjadi pilihan bagi peternak yang akan menekuni usaha
ternak itik lebih khususnya usaha itik pedaging.

5. Itik PMp

2
Bibit Itik Pedaging Unggulan Lokal Itik PMp merupakan bibit itik tipe pedaging
baru yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Ternak di Ciawi-Bogor. Bibit itik ini
secara genetis mengandung kombinasi darah itik Peking dan itik Mojosari putih, dan
diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen dari tingkat bawah sampai atas dan
dapat diproduksi lokal. Itik ini dapat digunakan untuk menghasilkan karkas ukuran
sedang ataupun besar, sesuai permintaan konsumen, dengan kualitas daging itik yang
tinggi. Adanya bibit itik yang baru ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan itik
tipe petelur dalam penyediaan daging itik yang dapat berakibat pada terjadinya
pengurasan sumberdaya genetik itik petelur. Selain itu, dalam upaya memenuhi
kebutuhan daging itik, adanya itik PMp ini juga merupakan substitusi daging itik impor.

3
BAB II
BUDIDAYA BEBEK

A. Memilih Bibit Bebek Unggul


Penentu kualitas itik/bebek adalah ditentukan dalam pemilihan bibit. Bibit yang unggul
akan menghasilkan itik/bebek yang unggul. Sebagian peternak menganggap bahwa itik/bebek
petelur yang baik dan unggul itu diperoleh dari pemeliharaan sejak masa tua bebek/itik. Pada
umumnya itik/bebek bertelur pada umur 6 bulan. Bila itu yang dipilih, hendaknya kita atau
peternak mempelajari kualitas masa tua bebek yang baik. Pertama ,kita perhatikan postur
tubuhnya. Biasanya bebek yang baik itu berbadan tegap,kaki dan paruhnya besar serta tidak
cacat. Hindarilah memilih masa tua bebek/itik yang memiliki ciri coklat kehitaman,paruh
hitam kelam,suaranya agak serak dan memiliki wajah angker. Dan lebih pastinya lihat
keelokannya bebek/itik ini memiliki penis,berarti dia jantan.
Untuk masa tua bebek betina memiliki ciri-ciri biasanya bebulu cokleat
kemerahan,paruh hitam keputihan, memiliki suara yang nyaring dan mukanya manis.
Ternyata bebek betina sebelum mencapai kedewasaan dia melewati tahapan
pertumbuhan,misalnya itik/bebek Mojosari tahapannya,bebek masa tua (meri) 1 bulan
(seret)- 2 bulan (tepel )- 3 bulan (ngebung )- 4 bulan( cemong cukup)- 5 bulan (brahi)- 6 bulan
(copot sikut) 7 bulan (melong ). Dalam fase melonglah itik/bebek siap telur.
Pilihlah bibit siap telur yang baik biasanya berbulu mulus,berkepala kecil,matanya
besar, paruhnya pipih,panajang dan lebar dan memiliki badan yang ramping. Bibit itik siap
telur tidak berarti langsung bertelur setelah sapai di kandang. Dibutuhkan waktu 20 30 hari
untuk memulihkan kondisinya. Selama itu biasakan dalam pemeberian pakan harus diberi
yang baru dan dilakukan secara dinamis (dinaikan) dan tidak dianjurkan untuk berganti-ganti
pakan. Untuk mepercepat pbebek bertelur,berilah rangsangan dengan memberikan protein
hewani dalam pakan. Jika terjadi bulu belakang rontok berarti menjelang masabertelur yang
pertama.

B. Memilih Tipe Kandang

Pemilihan tipe kandang sangat terkait dengan ketersediaan sumber daya seperti,
lokasi, luas lahan, tenaga kerja dan modal. Berikut hal yang perlu dipertimbangkan
dalam memilih tipe kandang.

4
Bila lahan yang tersedia cukup luas bisa dipertimbangkan kandang tipe pekarangan.
Kandang ini memerlukan lahan yang luas, tetapi investasi untuk pembuatan kandang
bisa ditekan karena aktivitas bebek akan dihabiskan di pekarangan. Kandang
pekarangan cocok diterapkan pada terak bebek semi intensif.
Bila lahan yang tersedia terbatas, bisa dipertimbangkan tipe kandang terkurung atau tipe
baterai. Kandang tipe ini relatif tidak memerlukan lahan luas, namun biaya pembuatan
kandangnya cukup besar. Kandang tipe ini cocok untuk budidaya intensif.
Pertimbangkan pula tujuan ternak bebek. Bila fokus pada produksi telur dan daging,
sistem tekurung dan baterai bisa digunakan. Tetapi bila bertujuan untuk
pembibitan/reproduksi, sebaiknya pertimbangkan tipe pekarangan atau kandang
terkurung, dimana di dalamnya disediakan fasilitas kolam untuk berenang.

C. Pakan Bebek

Ternal bebek baik untuk tujuan peterlur atau pedaging perlu pakan yang
berkualitas. Pada bebek petelur, kualitas telur yang dihasilkan tergantung dengan jenis
pakan yang diberikan. Berikut ini jenis-jenis pakan bebek.

1. Jenis pakan
Terdapat dua jenis pakan ternak bebek, yakni pakan alami dan pakan konsentrat
(pabrikan). Pakan alami bisa berupa keong dan kepaa udang. Sedangkan pakan
konsentrat dapat di beli dipabrik, atau untuk menghemat bisa diramu sendiri.
Bila kita membeli pakan dari pabrik, setidaknya terdapat tiga jenis pakan untuk masing-
masing fase pertumbuhan. Fase awal diperuntukan bagi bebek berumur 0-8 minggu,
fase grower untuk umur 8-18 minggu dan fase layer umur 18-27 minggu. Pakan fase
awal setidaknya memiliki kandungan protein 20-22%, fase grower 17-19% dan fase
layer 15-17%.
Pakan konsentrat bisa diramu dari berabagi bahan. Syaratnya ramuan tersebut
memenuhi kandungan protein minimal dan cocok untuk pakan unggas. Berikut salah
satu contoh pakan konsentrat yang diramu sendiri.
Bahan baku Awal (%) Grower (%) Layer (%)
Jagung giling 25 20 15
Dedak halus 40 50 60

5
Ubi kayu 5 5 5
Tepung ikan 20 15 10
Bungkil kelapa 5 5 5
Bungkil kedelai 5 5 5

Sumber: Cahyo Saparinto (2013), Grow your own animal farm.

2. Cara Pemberian Pakan


Cara memberikan pakan pada bebek yang baru netas hingga berumur 21 hari
sebaiknya disajikan dalam baki pakan (tray feeder). Sedangkan untuk bebek di atas 21
hari bisa disebar dilantai dan diberikan secara terus menerus. Demikian juga dengan
pembrian air minum, untuk anak bebek 0-7 hari sebaiknya tambahkan vitamin pad air
minum. Selanjutnya air minum disediakan dalam wadah khsus di dalam kandang secara
terus menerus. Berikut ini tabel jumlah pakan ternak bebek:
Umur (minggu) Jumlah (gram) Umur (minggu) Jumlah (gram)
1 15 12 76
2 30 13 76
3 40 14 70
4 60 15 70
5 65 16 80
6 70 17 80
7 70 18 85
8 72 19 90
9 74 20 90
10 74 21 90
11 75 22 100
Sumber: Cahyo Saparinto (2013), Grow your own animal farm.

D. Pencegahan Penyakit
Melakukan pencegahan penyakit adalah lebih baik dari pada mengobatinya dan perlu
diingat bahwa setiap penyakit belum tentu menyebabkan kematian, tetapi mungkit hanya
menurunkan produksinya saja. Beberapa jenis penyakit yang biasa menyerang itik
diantaranya.
1. Salmonellosis (Pullorum + Berak kapur)
Penyebabnya bakteri Salmonella pullorum, bila menyerang itik umur 3-15 hari
berakibat kematian tinggi. Tanda penyakit yang nampak adalah adanya kotoran warna

6
putih lengket seperti pasta dan menempel pada dubur, tubuh lemah, lesu dan mengantuk
kedinginan, cepat terengahengah, bulu kusam, sayap menggantung kadang terjadi
kelumpuhan. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang serta
makanan dan minum, isolasi itik yang sakit. Pengobatan dengan obat jenis sulfa dan
antibiotik.

2. Penyakit Cacing
Penyebabnya terbagi jenis cacing menyerang pada itik yang dilepas. Tanda penyakit
adalah nafsu makan berkurang, mencret, bulu kusam, kurus dan produksi turun.
Pencegahan harus dijaga kebersihan kandang jaga kelembabannya, sanitasi kandang dan
makan, minum. Pengobatan dengan memberikan obat cacing minimal 3 bulan sekali.

3. Penyakit Botulismus
Penyebabnya adalah racun yang dihasilkan oleh kuman Clostridium botulinum, yang
sering ditemukan pada bangkai hewan dan tanaman busuk. Itik yang digembalakan
sering memakannya Tanda penyakit adalah itik lesu, lemah, lumpuh, pada leher kaki
dan sayap, nampak mengantuk, kadang-kadang tidak dapat berdiri tegak dan kalau
berjalan sempoyongan, bulu mudah rontik. Pencegahan dengan menjaga kebersihan
makanan dan hindari makanan basi/sudah membusuk dan tercemar, makanan harus
bersih dan baru atau kalau hijauan yang masih segar. Pengobatan dapat dicoba dengan
obat laxanitia.pencahar (garam espon).

4. Lumpuh
Penyebab : Kekurangan vitamin B.Tanda-tanda : Kaki bengkak dibagian persendian,
jalan pincang dan lumpuh, kelihatan ngantuk, kadang-kadang keluar air mata berlebihan

BAB III

ANALISIS USAHA

7
A. Bebek Petelur

Peluang usaha bertenak bebek semakin menjanjikan keutungan yang besar seiring
dengan perkembangan ekonomi negara penggemar daging bebek, telur asin bebek di
kota-kota besar semakin meningkat permintaanya.

Jika dilihat dari pangsa pasar yang kian tahun meningkat akan menjadi peluang
bisnis yang bisa di tekuni untuk menjadi pengusaha ternak bebek maupun penjual terlur
bebek, keuntugan dari usaha ini bisa di jadikan sebagai sampingan karena dengan
perawatan yang mudah.

Analisa Investasi

Kandang p 10 m x L 6 m : Rp. 7.000.000

Bibit Unggul Rp. 35.000/ekor x 150 : Rp. 5.250.000 (Siap Telur)

Total : Rp. 12.250.000


Masa Manfaat Investasi
Kandang 5 tahun 1/60 x 7.000.000 : Rp. 167.000
Bebek 1 tahun 1/12 x 5.250.000 : Rp. 437.500
Total : Rp. 604.500

Biaya produksi dalam tiap bulan untuk pakan 1 kg Rp. 7.000 dalam saru hari setiap ekor
150 gr untuk bebek petelur. jumlah bebek petelur 150 ekor x 150 gr : 22.5 kg konsumsi
pakan bebek setiap hari.

Biaya Oprasonal setiap bulan

Pakan 22,5 kg x 7.000 x 30 Rp. 4.725.000

8
Listrik dan air Rp. 700.000

Karyawan Rp. 900.000

Vaksin Rp. 1.000.000

Total Rp. 7.325.000/ bulan

Masa produksi telur yang ideal adalah selama 1 tahun. Produksi telur rata-rata bebek
lokal berkisar antara 200-300 butir per tahun dengan berat rata-rata 70 gram. Bahkan,
bebek alabio memiliki produktivitas tinggi di atas 250 butir per tahun dengan masa
produksi telur hingga 68 minggu. Akan tetapi untuk saat ini sudah banyak yang sukses
ternak bebek potong 40 hari dengan menggunakan pola hcs maupun hibrida.

Analisa Pendapatan Tiap Bualan

Bebek 150 ekor x 16 butir : 240/ hari x 30 : 72.000butir/ bulan Dengan Harga jual 1
butir Rp.2000
Total keuntungan penjualan telur 72.000 butir x Rp. 2.000 : Rp. 144.000.000
Keuntungan bersih Rp. 144.000.000 7.325.000 604.500 : Rp. 133.071.000

B. Bebek Pedaging
Analisis Usaha Budidaya 100 Ekor Bebek Pedaging
DOD jantan 100 ekor 7500 Rp 750.000
Pakan BR 511 @ 2 sack Rp 750.000
Pakan buatan sendiri Rp 600.000
Suplemen organic cair/soc hcs Rp 70.000 untuk mitra hcs
Vitamin dan antibiotic Rp 15.000
Total pengeluaran Rp 2.190.000

Pendapatan / keuntungan :

9
Kita asumsi dari 100 ekor yang mati 10 % jadi yang hidup tinggal 90 ekor
Harga 1 kg daging bebek sekitar 25 ribu ,dan kita kira-kira pelihara bebek pedaging dalam
waktu 45 hari 1,5 kg sampai 2,5 ,kita rata-rata kan sekitar 2 kg
90 ekor x 50.000 : 4.500.000
Jadi keuntungan yang kita peroleh sekitar :
4.500.000 2.190.000 = Rp. 2.310.000

Keuntungan di atas bisa makin tinggi jika kita budidaya bebek/itik pedaging lebih
banyak dan angka kematiannya sedikit 2-5 % .Dan agar kita bisa mencapai hasil yang
maksimal tentunya kita harus memelihara dengan baik,pemberian pakan secara teratur
,pembersihan kandang dan masih banyak lagi factor yang lain.

C. Penetasan Bibit Bebek


Peluang usaha di bidang penetasan telur itik cukup terbuka. Itik atau bebek merupakan
hewan unggas yang sudah cukup populer di masyarakat kita. Tidak hanya telur asin saja yang
dapat dibuat dari telur itik, ada banyak aneka makanan yang dibuat dengan bahan dasar telur
itik. Selain telur itik yang dimanfaatkan sebagai aneka makanan, daging itik juga cukup
banyak digemari oleh masyarakat. Diantara makanan dari daging itik adalah bebek goreng,
bebek bakar, rica-rica bebek kremes dan lain sebagainya. Dengan demikian peluang usaha
dari unggas ini cukup terbuka lebar bagi pengusaha yang berminat menggelutinya. Tidak
hanya dari sektor pengolahan hasil ternakan itik saja tetapi juga dari bisnis-bisnis lainnya,
diantaranya penyediaan bibit itik yang berkualitas. Meskipun ini adalah hitung-hitungan kasar
tetapi bisa dipergunakan untuk menganalisa gambaran usaha penetasan telur itik ini.
Diasumsikan kita akan menetaskan telur itik sejumlah 100 butir. Telur itik akan menetas
dalam waktu 28 hari.

Biaya Yang dikeluarkan:


* 100 butir telur @Rp 1000 = Rp 100.000
* Listrik 28 Hari = Ro 15.000
* Operasional = Rp 15.000
* Total Pengeluaran = Rp 130.000
10
Hasil Yang diperoleh:
DOD Menetas diasumsikan 75% atau 75 ekor anakan itik (DOD) dari 75 ekor tersebut 38
Betina dan 37 Jantan.
* 38 ekor DOD Betina @Rp 5000 = Rp 190.000
* 37 ekor DOD Jantan @Rp 1500 = Rp 55.500
* Total hasil = Rp 245.500

Keuntungan yang diperoleh dari 100 butir telur itik selama sebulan Rp 245.500 130.000 =
Rp 115.500. Jika jumlah telur yang dierami 1000 butir keuntungan yang bisa diperoleh juga
10 kali lipat dari itu yaitu Rp 1.115.500.

BAB IV
PENUTUP

A. Pesan
Budidaya bebek petelur memiliki beberapa keuntungan. Pertama, dari segi
pemeliharaan, beternak bebek memang lebih mudah dibandingkan dengan beternak
ayam,selain itu juga bebek memiliki pertahanan tubuh yang kuat jika dibandingkan dengan
ayam. Di samping kegiatan yang dilakukan lebih sedikit, beternak bebek juga tidak
dipusingkan dengan jadwal vaksin yang harus dilakukan terhadap unggas.

B. Saran
Dalam beternak bebek/itik perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Letak tempat peternakan itik
Sarana dan prasarananya harus memadai
Kandang harus sesuai dengan jumlah ternak
Bibit harus benar-benar bagus
Kebersihan harus dijaga supaya terhindar dari penyakit

11
DAFTAR PUSTAKA

http://alamtani.com/panduan-umum-ternak-bebek.html
https://ilmupengetahuanpeternakan.blogspot.co.id/2016/12/budidaya-bebek-petelur-lokal.html
http://ternak-bebek-petelur.blogspot.co.id/2016/10/makalah-budidaya-itikbebek-lengkap.html
http://yaminsemayong.blogspot.co.id/2011/03/makalah-ternak-itik.html

12