Anda di halaman 1dari 8

INISIASI 6

Pendapatan Nasional, Konsumsi, Tabungan, dan Investasi

A. Pendapatan Nasional
Lingkaran Aktivitas Ekonomi
Aktivitas ekonomi dapat kita bedakan kedalam dua golongan, yaitu aktivitas
yang terjadi di Rumah Tangga Konsumen (RTK) dan aktivitas ekonomi yang
terjadi di Rumah Tangga Produksi (RTP).
Pada Rumah tangga konsumsi (konsumen masayarakat) lebih banyak
dilakukan aktivitas konsumsi dari pada aktivitas produksi. Sebaliknya pada rumah
tangga produksi (firma, perusahaan) lebih banyak dilakukan aktivitas produksi
dari pada aktivitas konsumsi. Kedua rumah tangga tersebut saling pengaruh
mempengaruhi satu sama lain.
Rumah tangga produksi mengambil nilai-nilai yang berupa faktor-faktor
produksi dari rumah tangga konsumsi dan memberikan niali-nilai baru yang
berupa barang yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi tersebut kepada rumah
tangga konsumsi. Sebaliknya rumah tangga konsumsi memberi nilai yang berupa
faktor-fakor produksi kepada rumah tangga produksi, dan mengambil nilai berupa
berang-barang jadi yang dibuat rumah tangga produksi. Jadi kedua rumah tangga
tersebut saling memerlukan dan melengkapi satu sama lain.
Untuk dapat memproduksi barang-barang dan jasa-jasa rumah tangga
produksi (RTP) membutuhkan faktor-faktor produksi yang berasal dari alam
(tanah, bahan, dan sebagainya) dalam contoh tanah, tenaga kerja, modal, dan skill.
Faktor-faktor produksi tersebut dimiliki oleh rumah tangga konsumsi (RTK,
masyarakat). Sebagai balas jasa untuk pemakaian faktor produksi tersebut, rumah
tangga produksi memberikan rente/sewa untuk pemakaian tanah, upah untuk
pemakaian tenaga kerja, bunga untuk pemakaian tenaga kerja, bunga untuk
pemakaian bunga untuk pemakaian modal dan skill dalam pengertian yang
mengorganisasi faktor lainnya dalam proses produksi memperoleh sisanya yang
berupa profit (laba). Balas jasa diberikan oleh rumah tangga produksi maka bagi
rumah tangga konsumsi (masyarakat) adalah merupakan pendapatan.

B. Pengertian Pendapatan Nasional


Pendapatan nasional mula-mula dicoba dirumuskan oleh Boisgillebert di
Prancis dan William Petty di Inggris pada abad ke 17. Pandangan mereka tentang
pendapatan nasional berkisar pada nilai wang, barang dan jasa yang dihasilkan
dan dikonsumsikan.
Pendapatan Nasional atau produk nasional bruto merupakan gagasan yang
menyatakan bahwa kemakmuran sesuatu negara tidak diukur dari banyaknya
logam mulia yang dimilikinya, tetapi banyaknya barang dan jasa yang d ihasilkan
oleh masyarakatnya.
Produk Nasional Bruto sebagai indikator kemamkmuran material yang
banyak digunakan di negara-negara yang menggunakan sistem ekonomi liberal
maupun ekonomi campuran, namun tidak berarti ekonomi tidak berarti bahwa
indikator sudah sempurna benar-banar mampu menggambarkan seluruh kegiatan
ekonomi yang dilakukan oleh para anggota masyarakat.
Aktivitas ekonomi yang tidak dihitung dalam Produk Domestik Bruto
(PDB) adalah :
1. Aktivitas ekonomi yang bersifat illegal, seperti produksi dan maupun
perdagangan narkoba, penyelundupan, dan lain-lain.
2. Keuntungan atau kerugian barang modal karena inflasi
3. Pembayaran yang bersifat transfer : pensiun, subsidi, maupun berbagai
bantuan atau hadiah.
4. Kegiatan-kegiatan produktif yang tidak melalui pasar : produk atau jasa
yang dihasilkan sendiri untuk dipakai sendiri.

Produk Domestik Bruto (PDB) meliputi produk akhir yang dihasilkan setiap
orang atau perusahaan (nasional maupun asing) yang ada dalam wilayah sesuatu
negara. Produk Nasional Bruto meliputi semua produk akhir yang dihasilkan oleh
setiap warga negara atau perusahaan nasional sesuatu negara, baik yang berada di
dalam maupun di luar negeri.
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menghitung PDB.
1. Produk yang dihasilkan dinilai menurut harga pasar
2. Produk yang dinilai hanya meliputi produk akhir (final goods). Caranya
dengan menjumlahkan nilai tambah (value added) dari setiap tahapan
produksi

PDB Nominal adalah PDB dimana produk akhir yang dihasilkan dinilai
menurut harga berlaku. Karena itu, PDB Nominal sering disebut juga disebut PDB
menurut harga berlaku. Sedangkan yang dimaksud dengan PDB riil adalah PDB
dimana produk-produk akhir akhir yang dihasilkan dinilai menurut harga konstan
pada tahun tertentu. Karena itu, istilah lain untuk PDB riil adalah PDB menurut
harga konstan.
Produk Nasional Buto (PNB) sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya,
memang diakui merupakan ukuran yang sangat berguna dan akurat untuk menilai
kinerja ekonomi (economic performance) dari suatu negara. Namun demikian
PNB tidak pernah dimaksudkan untuk mengukur indeks kesejahteraan sosial atau
ekonomi dari penduduk suatu negara. PNB hanya mengukur volume tahunan dari
kegiatan yang ditujukan ke pasar (market oriented).

C. Metode/Pendekatan Perhitungan Pendapatan Nasional


Perhitungan pendapatan nasional dikenal ada tiga pendekatan pengeluaran
(expenditure aproach), pendekatan pendapatan (income aproach) dan pendekatan
produksi (production aproach)
Pendekatan pengeluaran adalah suatu pendekatan dimana produk
nasional atau produk domestik bruto diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai
pasar dari seluruh permintaan akhir (final demand) atas output yangdihasilkan
didalam perekonomian. Diukur pada harga pasar yang berlaku. Dengan kata lain,
produk nasional atau produk domestik bruto adalah penjumlahan nilai pasar dari
permintaan sektor rumah tangga untuk barang-barang dan jasa (C), pengeluaran
sektor bisnis untuk barang-barang investasi (I), pengeluaran pmerintah untuk
barang-barang dan jasa-jasa (G), dan pengeluaran sektor luar negeri untuk ekspor
dan impor (X-M). Secara matematis, dapat dirumuskan sebagai berikut :

Y = C + I + G + (X-M)
Dimana:
Y = pendapatan nasional (GNP atau GDP)
C = nilai pasar pengeluaran konsumsi barang-barang dan jasa-jasa oleh rumah tangga
I = nilai pasar pengeluaran investasi barang-barang modal
G = nilai pasar pengeluaran pemerintah untuk barang-barang dan jasa-jasa
(pemerintah pusat, daerah I dan II)
X = nilai pasar pengeluaran atas barang-barang dan jasa-jasa yang diekspor
M = nilai pasar pengeluaran untuk barang-barang dan jasa-jasa yang diimpor

Pendekatan Pendapatan (income aproach) adalah suatu pendekatan


dimana pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan
dari berbagai faktor produksi yang mnyumbang terhadap proses produksi. Dalam
hubungan ini pendapatan nasional adalah penjumlahan dari unsur-unsur dan jenis-
jenis pendapatan kompensasi pekerja, keuntungan perusahaan, pendapatan uasaha
perseorangan, pendapatan sewa, dan bunga netto. Secara matematis, pendapatan
nasional berdasarkan pendekatan pendapatan dapat dirumuskan sebagai berikut :
NI = Yw + Yr + Yi + Yr + Yr
Dimana Yw menunjukkan pendapatan dari upah, gaji, dan pendapatan lainnya
sebelum kena pajak (compensation of employees), Yr adalah pendapatan bersih
dari sewa (rental income), Yi pendapatan dari bunga (net interest), Yr, Yr
adalah pendapatan dari keuntungan perusahaan dan pendapatan lain sebelum
pengenaan pajak.
D. Pendekatan produksi (production aproach) produk nasional atau produk
domestik bruto diperoleh dengan menjumlahkan nilai pasar dari seluruh barang
dan jasa yang diahasilkan berbagai sektor didalam perekonomian. Dengan
demikian, GNP atau GDP menurut pendekatan roduksi ini adalah merupakan
penjumlahan dari harag masing-masing barang dan jasa dikalikan dengan jumlah
atau kuantitas barang dan jasa yang dihasilkan. Hal ini secara matematis dapat
dinyatakan sebagai berikut :
n
Y = Pi Q i
i=1

Dimana :
Y = Produk nasional atau produk dometik bruto (GNP atau GDP)
P = harga barang dari unit ke-1 hingga unit ke-n
Q = jumlah barang dari jenis ke-1 hingga jenis ke-n

D. KONSUMSI DAN TABUNGAN

Motif berkonsumsi menurut Teori Keymes adalah teori tentang permintaan


agregat. Permintaan agregat menentukan besarnya aras (tingkat) pendapatan
nasional. Jadi jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat pada suatu
periode tertentu dan atas pengerjaan (employment).Karena itu untuk memahami
perubahan-perubahan yang terjadi pada tingkat pendapatan nasional serta tingkat
pengerjaan perlu dipelajari lebih adhulu variabel-variabel yang mempengaruhi
pendapatan agregat.

E. Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan.


Keynes berpendapat bahwa pengeluaran untuk konsumsi ditentukan atau
dipengaruhi oleh pendapatan, seperti juga konsumsi seseorang yang sangat
dipengaruhi oleh besar tingkat pendapatan.Semakin tinggi tingakat pendapatan,
semakin tinggi pula tingkat konsumsinya.Sejalan dengan konsep itu maka dapat
dimengerti pula bahwa semakin tinggi tingkat semakin tinggi pula tingkat
tabungannya. Karena tabungan tidak lain sisa pendapatan yang tidak di konsumsi
atau konsumsi yang ditunda. Hubungan fungsonal antara konsumsi dan
pendapatan dan antara tabungan dan pendapatan secara matematis dapat ditulis
sebagai berikut :
C = f(Y)
S = f(Y)
Apabila perubahan Y selalu diikuti oleh perubahan C secara proporsional
maka C = bY. Tetapi dalam jangka pendek konsumsi dapat terjadi walaupun tidak
ada pendapatan. Artinya, pada tingkat pendapatan nol, konsumsi selalu lebih besar
dari pada nol. Dalam jangka pendek orang dapat berkonsumsi dengan
menggunakan tabungan yang telah lau, sehingga kalau hal ini terjadi dikatakan
orang tersebut telah melakukan tabungan negative (dissaving). Dengan demikian
secara matematis fungsi konsumsi tersebut dapat ditulis sebagai berikut :

C = a + bY
C = pengeluaran untuk konsumsi
a = besarnya konsumsi pada saat pendapatan tidak ada (sama dengan nol) dan
disebut konsumsi otonom
b = besarnya tambahan konsumsi yang disebabkankarena tambahan pendapatan dan
disebut hasrat berkonsumsi marginal (marginal propensity to consume = MPC)
C
dan ditulis secara matematis : Y Y = pendapatan nasional (makro) jika C

adalah pengeluaran agregat untuk


konsumsi. Atau pendapatan untuk rumah taangga individu (mikro), jika C
adalah pengeluaran rumah tangga individu untuk konsumsi.

F. Investasi
Investasi adalah pengeluaran untuk membeli barang modal riil. Barang riil
ini berbentuk:
[

1. Alat-alat produksi seperti pabrik, mesin-mesin dan perlengkapan


produksi lainnya
2. Rumah untuk tempat tinggal
3. Perubahan barang cadangan
Keseluruhan alat-alat produksi yang digunakan dalam proses produksi
perusahan-perusahaan dalam ekonomi disebut alat stok kapital tetap. Bagi satu
rumah tangga perusahaan, keputusan untuk melakukan pengeluaran investasi akan
bergantung pada stok kapitalnya. Kalau stok kapitalnya sudah optimal, perusahaan
itu hanya akan melakukan pengeluaran investasi sebesar depresiasi. Tetapi kalau
stok kapitalnya belum optimal, perusahaan akan berusaha menambah stok
kapitalnya dengan melakukan investasi dengan besarnya suku bunga, tetapi
dengan stok kapitalnya.

G. Teori Produksi
1. Pengertian Fungsi Produksi
Produksi merupakan hasil akhir dari proses atau kegiatan ekonomi dengan
memanfaatkan beberapa input. Dengan pengertian ini dapat dipahami bahwa
kegiatan produksi adalah mengombinasikan berbagai input untuk
menghasilkan output. Hubungan antara jumlah output (Q) dengan jumlah input
yang dipergunakan dalam proses produksi (X1, X2, X3,XZ). Secara
matematis dapat dituliskan sebagai berikut : Q = f(X1, X2, X3,XZ).
dimana, Q = Output dan X = input.
Apabila input yang dipergunakan dalam proses produksi hanya terdiri dari
modal (K) dan tenaga kerja (L) maka fungsi produksi yang dimaksud dapat
diformulasikan menjadi: Q = f(K,L)
Dimana :
Q = output
K = input modal
L = input tenaga kerja

Fungsi produksi tersebut menunjukkan maksimum output yang dapat


diproduksi dengan menggunakan kombinasi alternatif dari modal dan tenaga
kerja.

2. Isoquant
Isoquant merupakan kurva yang menunjukkan kombinasi input yang dipakai
dalam proses produksi, yang mengahsilkan outpun tertentu dalam jumlah yang
sama.
Isoquant mempunyai ciri-ciri yang sama dengan kurva indiferen dalam analisis
perilaku konsumen, yaitu :
a. Turun dari atas ke kanan bawah
b. Cembung ke arah titik origin
c. Tidak saling berpotongan , dan
d. Kurva di atas menunjukkan jumlah output yang lebih banyak, artinya
perubahan produksi digambarkan dengan pergeseran isoquant.

3. The Elasticity of Technical Substitution


Apabila salah satu input dapat digantikan dengan input lain, maka yang jadi
pertanyaan berikutnya adalah seberapa mudah input itu saling
menggantikan.Konsep yang digunakan untuk menjelaskan hal ini adalah
dengan elastisitassubstitusi (The Elasticity of Technical Substitutional).
Elastisitas substitusi dapat dirumusksan berikut :
K
perubahan( )
L
=
%perubahan( MRTS)

4. Isocost
Isocost adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi antara dua input
yang berbeda yang dapat dibeli oleh produsen pada tingkat biaya yang sama.
Secara umum dapat ditulis :
TC = PK . K + PL . L
Dimana :
TC = total cost
PK = Harga capital K = kapital
PL = Harga tenaga kerja L = labor

Sedangkan slope dari isocost dapat diturunkan dari persamaan di atas yaitu :
TC / PK TC PL P L
atau . =
TC / PL PK TC P K

5. Keseimbangan Produsen
Keseimbangan produsen akan digambarkan dengan persinggungan antara
isocost dan isoquant. Persinggungan tersebut akan menggambarkan pilihan
produsen disebut Least Cost Combination (LCC), yang menunjukkan
kombinasi input terbaik. Pada titik singgung ini, slope isocost sama dengan
slope isoquant, berarti :
MP L P L
=
MP K P K
Apabila input produksi hanya tenaga kerja (L) dan modal (K), maka P L/PK
dapat digantikan dengan w/r karena harga tenaga kerja (P L) adalah tingkat upah
(w), sedangkan harga dari modal (PK) adalah balas jasa atas modal, yaitu
tingkat bunga (r).