Anda di halaman 1dari 13

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan lengkap praktikum Keanekaragaman Hewan dengan judul Kelas Pisces


yang disusun oleh:

Nama : Wais Al Kurni


Nim : 105440014415
Kelas/Kelompok : D15/6
Kelmpok : 07 Mei 2017

Telah diperiksa oleh Dosen Pembimbing dan dinyatakan diterima.

Makassar, 07 Mei 2017


Dosen Pembimbing Praktikan

Hilmi Hambali, S.Pd., M.Kes Wais Al Kurni

Mengetahui,
Kordinator Laboratorium

Nurul Magfirah,S.Pd.,M.Pd
NIDN:0925048603

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau
dan wilayah laut yang luas. Didalam laut tersebut terdapat aneka ragam hayati
yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor terutama menunjang
perekonomian bangsa. Pemanfaatan hasil perikanan sebagai sumber daya laut
merupakan hal yang sangat penting sebagai sumber pangan dan komoditi
pedagangan, baik didalam negeri maupun diluar negeri. Perikanan yang
dimaksud disini dalam arti yang luas mencakup penangkapan dan budidaya
perikanan. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keragaman
spesies ikan yang tinggi, yang dapat dijadikan sumber penghasilan terutama
dalam mencukupi kebutuhan perekonomian masyarakat. Indonesia adalah
negara yang sangat strategis dibidang perikanan. Ikan adalah komoditi yang
digunakan sebagai sumber pangan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Dengan adanya pemanfaatan hasil perikanan maka diharapkan hasil perikanan
di Indonesia dapat dimatfaatkan secara optimal baik dalam pemanfaatan unutk
konsumsi maupun pemanfaatan untuk menutupi perekonomian masyarakat.
Jumlah spesies/jenis ikan adalah yang terbanyak jika dibandingkan
dengan jumlah spesies hewan vertebrata lainnya. jumlah spesies ikan lebih
dari 27,000 di seluruh duniayang terdiri dari 483 famili dan 57 ordo. Jumlah
spesies ikan yang telah diberi nama diperkirakan sekitar 15 000 17 000
jenis, dari sekitar 40 000 jenis ikan yang ada. Persentase spesies hewan
menurut Lagler et al. (1977) dari lima kelas vertebrata pisces terdiri atas 20
000 spesies (48,1%), Aves 8600 spesies (20,7%), Reptilia 6000 spesies
(14,4%), Mammalia 4500 spesies (10,8%), dan Amphibia 2500 spesies
(6,0%).
Ikan dapat ditemukan di hampir semua perairan baik air tawar, air
payau maupun air asin dan juga pada kedalaman bervariasi, dari dekat
permukaan air hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan air. Namun,
danau yang terlalu asin seperti Great Salt Lake tidak bisa menghidupi ikan.
Ada beberapa spesies ikan dibudidayakan dan dipelihara untuk hiasan
dalam akuarium, yang dikenal sebagai ikan hias.
Jenis-jenis ikan ini sebagian besar tersebar di perairan laut yaitu
sekitar 58% (13,630 jenis) dan 42% (9870 jenis) dari keseluruhan jenis ikan.
Jumlah jenis ikan yang lebih besar di perairan laut, dapat dimengerti karena
hampir 70% permukaan bumi ini terdiri dari air laut dan hanya sekitar 1%
merupakan perairan tawar.
Ikan adalah sumber makanan yang penting. Hewan air lain,
seperti moluska dan krustasea kadang dianggap pula sebagai ikan ketika
digunakan sebagai sumber makanan. Menangkap ikan untuk keperluan makan
dalam jumlah kecil atau olah raga pancing sering disebut sebagai memancing.
Hasil penangkapan ikan seluruh dunia setiap tahunnya berjumlah sekitar
100 juta ton pertahun.
Sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak,
vitamin dan mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama
protein ikan dibandingkan dengan hewan lainnya adalah kelengkapan
komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna. Karena besarnya
peranan gizi bagi kesehatan, ikan merupakan pilihan tepat untuk diet di masa
yang akan datang. Selain itu ikan juga baik dikonsumsi oleh anak-anak yang
berfungsi dalam perkembangan otaknya. Hal ini disebabkan karena beberapa
jenis ikan mengandung sumber DHA yang tinggi misalnya ikan tongkol dan
ikan kod.
Selain digunakan sebagai bahan makanan ikan juga digunakan sebagi
bahan obat-obatan. Salah satu contohnya yaitu ikan gabus. Ikan gabus
merupakan ikan ikan air tawar. Ikan gabus sangat kaya albumin, jenis protein
yang mempercepat penyembuhan pascaoperasi dan melahirkan. Zat ini juga
membantu pertumbuhan anak dan menambah berat badan orang dengan
HIV/AIDS (ODHA). Keunggulan ikan gabus adalah kandungan proteinnya
yang cukup tinggi. Kadar protein per 100 gram ikan gabus setara ikan
bandeng, tetapi lebih tinggi bila dibandingkan dengan ikan lele maupun ikan
mas yang sering kita konsumsi.
Untuk mendukung pengetahuan tentang klasifikasi dan taksonomi
diperlukan adanya identifikasi dari berbagai parameter morfologi dari bentuk
tubuh ikan. Dengan melihat morfologi ikan kita dapat mengelompokkan
ikan/hewan air. Sistem atau cara pengelompokan ini dikenal dengan istilah
sistematika atau taksonomi.
B. Tujuan
Adapun tujuan pada praktikum ini yaitu untuk mengamati struktur
morfologi dan anatomi serta mengidentifikasi system digestoria, system
cardiovascular, system musculi dan system skeleti dari Oreochromis nilaticus.
C. Manfaat
Manfaat dari praktikum ini yakni agar setiap praktikan dapat mengetahui
dan membedakan struktur morfologi dan anatomi serta mengidentifikasi
system digestoria, system cardiovascular, system musculi dan system skeleti
dari Oreochromis nilaticus.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Sebagian besar vertebrata yang tergolong ke dalam klad gnatostoma


disebut Osteichtyes, seperti banyak bnama taksonomi yang lain, nama
Osteichtyes (ikan bertulang) dicetuskan jauh sebelum perkembangan
sistematika filogenik. Ketika pertama kali didefinisikan, kelompok ini tidak
mencakup tetrapoda, namum kini kita tahu bahwa takson semacam itu akan
menjadi parafiletik. Oleh karena itu para ahli sistematika kini memasukkan
tetrapoda bersama dengan ikan bertulang ke dalam klad Osteichtyes. Jelaslah
bahwa nama kelompok ini tidak secara akurat mendeskripsikan semua
anggotanya. Tidak seperti kondriktia, hampir semua osteiktia (osteichthyan)
yang masih ada memiliki endoskeleton yang terosifikasi (bertulang) dengan
matriks kalsium fosfat yang keras. Seperti yang dibahass sebelumnya,
beberapa bukti menunjukkan bahwa nenek moyang bersama kondriktia dan
osteiktia sudah sanat terosifikasi dan bahwa kondriktia kemudian kehilangan
banyak tulangnya. Akan tetapi, beberapa saintis mempermasalahkan
kesimpulan ini, dan hingga lebih banyak fosil kondriktia dan osteiktia awal
ditemukan, pertanyaan tersebut belum terjawab (Campbell, 2008).

Osteichthyes atau ikan bertulang sejati, terdiri atas kurang lebih 25000
spesies baik dalam hal jumlah individu maupun dalam jumlah spesies. Tubuh
berukuran antara 1 cm dan lebih dari 6m, ikan bertulang keras sangat
melimpah di laut dan hampir setiap habitat air tawar dan merupakan
vertebrata yang paling sukses, dan yang berkembang menjadi vertebrata darat
atau tetrapoda (Kottelat, 1993).

Ciri-ciri Kelas Osteichthyes (Ikan Bertulang Sejati) yaitu kulit ditutupi


dengan sisik dermal yang pipih atau plat tulang, tapi kadang-kadang tidak
bersisik. Rahang merupakan struktur yang kompleks dibangun oleh sejumlah
tulang sejati terutama tulang dermal (unsur tulang rawan yang direduksi).
Pada umumnya rangka terdiri atas tulang sejati, tapi tulang rawan terdapat
pada beberapa golongan (Coelacanthiformes dan Acipenseridae). Ruang
insang ditutupi dengan tiga tulang dermal yang besar disebut operculum. Tiap
lengkung insang berfilamen (septum direduksi dan tidak melebihi panjang
filamen). Paru-paru atau gelembung renang berkembang sebagai penonjolan
keluar dari saluran pencernaan makanan (Alamsjah,1974).

Ikan termasuk hewan bertulang belakang ( vertebrata ) , bernafas


dengan insang, habitat berada pada perairan . Ikan bergerak dan menjaga
keseimbangan tubuhnya dengan menggunakan sirip sirip . Morfologi ikan
ada bermacam macam, tetapi morfologi dasar adalah terdiri dari badan,
kepala, dan juga ekor. Ikan nila adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Ikan
ini diintroduksi dari Afrika, tepatnya Afrika bagian timur, pada tahun 1969,
dan kini menjadi ikan peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar di
Indonesia. Nama ilmiahnya adalah Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa
Inggris dikenal sebagai Nile Tilapia (Wahl, 2006).

Salah satu jenis komoditas yang potensial dibudayakan di tambak


dalam rangka pemanfaatan lahan yang tidak produktif adalah ikan Nila
(Oreochromisniloticus). Keunggulan komparatif, terutama pada sifat biologis
Ikan nila memiliki beberapa kelebihan seperti mampu mencerna makanan
secara efisien, memiliki pertumbuhan yang cepat serta lebih resisten terhadap
penyakit, daya adaptasi luas dan toleransinya yang tinggi terhadap berbagai
kondisi lingkungan, sehingga ikan ini selain di air tawar, sangat cocok pula
dikembangkan di perairan payau (tambak), asin (laut) dengan kisaran salinitas
040 ppt . Selain itu Nila juga memiliki daging putih yang tebal dan kenyal,
yang mirip dengan tekstur ikan kakap merah ( Djunaedi, 2016).

Nila adalah nama khas Indonesia yang diberikan oleh pemerintah


melalui Direktur Jenderal Perikanan. Sesuai dengan nama latinnya, O.
niloticus berasal dari sungai Nil dan danau-danau yang berhubungan dengan
aliran sungai itu. Ikan nila disukai oleh berbagai bangsa karena dagingnya
enak dan tebal seperti daging ikan kakap merah. Sekarang ikan ini telah
tersebar di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis. Sedangkan di
wilayah yang beriklim dingin, ikan nila tidak dapat baik (Seeley, 2007).
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Minggu, 07 Mei 2017
Waktu : Pukul 08.00-10.00 WITA
Tempat: Laboraturium Biologi Unismuh Makassar
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Adapun alat yang digunakan pada saat praktikum adalah:
1. Papan bedah : 1 Buah
2. Pinset bedah : 1 Buah
3. Pisau bedah : 1 Buah
4. Gunting bedah : 1 Buah
5. Jarum pentul : 4 Buah
6. Kertas tissue : Seperlunya
2. Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada saat praktikum adalah:
1. Ikan nila (Oreochromis nilaticus ) : 1 Ekor
C. Prosedur kerja
Adapun prosedur kerja untuk dilakukan praktikum diantaranya sebagai
berikut:
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Meletakkan Ikan nila (Oreochromis nilaticus) diatas papan bedah.
3. Mengamati struktur morfologi Ikan nila (Oreochromis nilaticus) satu
persatu.
4. Membedah hewan dengan menggunakan gunting bedah atau scalpel
dengan hati-hati agar tidak ada bagian tubuh yang rusak.
5. Mengamati struktur anatomi tubuh hewan dengan seksama, kemudian
mengambar dan memberi keterangan pada setiap sistem organ pada
hewan.
6. Mengidentifikasi system digestoria, system cardiovascular, system
musculi dan system skeleti dari Ikan Nila (Oreochromis nilaticus).
7. Setelah melakukan pengamatan membersihkan semua alat yang telah
digunakan dan membersikan laboratorium.
A. nPembahasan
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan tentang keanekaragaman
hewan dengan kelas pisces, dapat kami jelaskan dari hasil pengamatan yang
telah kami lakukan dengan spesies ikan nila (Oreochromis nilaticus). Secara
morfologi pada ada tubuh ikan nila di bagi menjadi tiga bagian,yaitu: bagian
kepala (caput), kepala memiliki empat bagian yaitu (Rima oris, Fovea nasalis,
Organon visus) bagian badan yang terdiri dari (epidermis, squama, linea
lateralis, Dua buah lubang keluar, ekor), dan bagian ekor, ikan nila
mempunyai tipe ekor yaitu protocercal. Yang berbentuk; chorda dorsalis lurus
dan meluas pada ujung cauda, bagian dorsal dan ventral hamper terbagi sama.
Tipe ini adalah tipe yang paling primitif. Jenis kelamin (organ geneticalia
masculina), pada jenis kelamin jantan terdapat beberapa bagian,yaitu: gonade
(testis), sinus urogenitalis, porus urogenitalis, mesonephros, ductus
mesonephridicus, dan vesica urinaria.
Secara anatomi pada ikan nila terdapat beberapa sistem yakni Sistem
pencernann pada ikan nila terdiri dari dua bagian, yaitu saluran pencernaan
dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan dimulai dari mulut-rongga
mulut-faring-esofagus-lambung-pilorus-usus-rektum-anus. System organ
yakni branchia (ingsang) terletak pada bagian cranial (daeah caput), tertutup
oleh apparatus oppercularis, cor (jantung) letaknya ventro-caudal insang, agak
kek kanan, hepar (hati), bewarna merah, vesica fallea (kantung empedu),
berwarna kehijauan, gonade (kelenjar kelamin), pada yang jantan berwarna
putih kompak, intestinum (usus), sebagai pita panjang yang berkelok-kelok
dan sama besarnya. intestinum berakhir dan bermuara keluar sebagai anus, ren
(mesonephros, ginjal), berwarna merah tua, terletak di sebelah ventral
columna vertebralis, pneumatocyst (gelembung renang) atau vesica
natatoria,berwarna keputih-putihan, letaknya di bagian dorsal rongga perut,
yaitu di ventral columna vertebralis, ren, dan aorta dorsalis, serta di sebelah
dorsal dari alat-alat dalam lainnya, ductus pneumaticus, fungsi ductus
pneumaticus adalah untuk keluar masuknya udara ke dalam pneumatocyst,
lien (limpa), berwarna merah tua, terdapat di sebelah ventral lobus dorsalis
hepatis. alat ini termasuk sistema reticulo endothelial, muara gonade,letaknya
dekat dengan anus, anus, merupakan muara untuk pembuangn sisa makanan.
Sistem skeleton yng terdiri dari corpus (centrum= badan pusat),
neurapophysis, tonjolan corpus yang menuju ke dorsal (punggung). ada
sepasang dikiri, ynag berlanjut sebagai, arcus neuralis yaitu lanjutan
neurapophysis yang melengkung ke dorsal lalu bersatu membentuk lubang
yang dilalui medulla spinalis (sumsum tulang belakang), spina
neuralis,merupakan tonjolan yang meruncing ke dorsal sepeti duri, pada
persatuan arcus neuralis kanan kiri, haemapophysis, tonjolan corpus ke arah
ventral, sepasang divergen, masing-masing berlanjut sebagai lengkungan,
costa haemalis, iga-iga bersendi pada arcus haemalis. costa ini berjalan di
sebelah medial otot- otot hypaxial. Sistem muscular (susunan otot). Jika
badan ikan kita potong tegak lurus melalui tulang punggung, tampaklah otot-
ototnya tersusun menurut lingkaran-lingkaran konsentris. potongan otot yang
berupa lingkaran-lingkaran konsentris ini disebabkan karena otot-otot tersebut
tersusun dari cranial ke caudal oleh lapisan-lapisan otot yang berbentuk
kerucut. suktur daging potongan otot yang berupa lingkaran-lingkaran
konsentris ini disebabkan karena otot-otot tersebut tersusun dari cranial ke
caudal oleh lapisan-lapisan otot yang berbentuk kerucut= coni musculi yang
tersusun segmental disebut myomer. mymer yang satu dengan yang lainnya di
pisahkan oleh suatu bungkus yaitu myocommata. otot-otot pada ikan ini dapat
dibagi atas dua daerah oleh suatu septum; septum horizontale. Otak
(encephalon) terdapat di dalam cavum crani (rongga tengkorak), dibedakan
menjadi cerebrum (otak besar) dan cerebellum (otak kecil), bagiamn- bagian
dari cranial ke caudal terdiri dari bulbus olfactorious, mempunyai lanjutan
sebagai benang-benang, tractus olfactorius, lobus olfactorious, dari lobus
olfactorious keluar nervus olfactorious, procense phalon, disebelah belakang
lobus olfactorious yang mempunyai atap (pallium) dan dasar (corpus
striatum), mesencephalon, disebut juga lobus optious, cerebellum, agak
memanjang di tengah- tengah, medulla oblongata, disebelah bawah belakang
cerebellum, chiasma nervi optici, persilangan nervus opticus yang menuju ke
mata, hypophysis, di sebelah caudal chiasma nervi optici, medulla spinallis,
merupakan lanjutan dari medulla oblongata , yang berjalan di dalam canalis
vetebralis vertebrae (dalam tulang belakang).

Klasifikasi

Kingdom : Animalia

Phylum : Chordata

Class : Osteichtyes

Ordo : Perciformes

Family : Cichlidae

Genus : Oreochromis

Spesies : Oreocrhromis nilaticus (Linnaeus,1758)


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan praktikum ini adalah untuk


mengenal karakter morfologi dan anatomi ikan . Dan juga mengetahui bagian-bagian
organ dalam dan sistem-sistem pada ikan seperti jantung, lambung, hati, empedu,
otak, gelembung udara, ginjal, insang, usus, lubang, arogerital, laring, faring, dan
gonad.

B. Saran

Sebelum melakukan praktikum siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
agar menunjang kegiatan yang akan dilakuan setelah itu eksekusi terlebih dahulu
bahan yang digunakan, kemudian ketika melakukan praktikum terutama pada saat
melakukan pembedahan lakukanlah dengan penuh kehati-hatian agar terhindar dari
kecelakaan atau cidera dan agar tidak terjadi kerusakan pada hewan yang dibedah.
DAFTAR PUSTAKA

Alamsjah, Z. 1974. Ichthyologi I. Departemen Biologi Perairan. Fakultas Perikanan.


Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Campbell A.Neil, Jane B. Reece, Lis A. Urry, Michael L. Cain, Steven A. Wasserman,
Peter V. Minorsky, Robert B. Jakson. 2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 2.
Jakarta: Erlangga.

Djunaedi, Ali, dkk. 2016. Pertumbuhan ikan Nila Larasati (Oreochromis niloticus) di
Tambak dengan Pemberian Ransum Pakan dan Padat Penebaran yang
Berbeda. Jurnal Kelautan Tropis November 2016 Vol. 19(2):131-142.

Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari, and S. Wirjoatmodjo. 1993. Freshwater

Fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus Editions Limited, Hong


Kong.

Seeley, R.R., et al. 2007. Anatomy and Physiology, 8th ed. New York: McGraw-Hill
Book Co.

Wahl, I. 2006. Building Anatomy: An Illustrated Guide to How Structures Work. New
York: McGraw-Hill Book Co.