Anda di halaman 1dari 9

5/2/2011

PSORIASIS
PENYEBAB
?
DERMATOSIS GENETIK HLA B13, B17, Cw 6, B27
ERITROSKUAMOSA 1 ORTU PSORIASIS INSIDEN 15%-28%
2 ORTU PSORIASIS INSIDEN 50%-65%
EPIDEMIOLOGI
0,3% - 2% POPULASI
SEMUA USIA, PUNCAK 20-30 TAHUN
PRIA = WANITA

DERMATOSIS
PSORIASIS
ERITROSKUAMOSA
DEFINISI ETIOLOGY : TIDAK JELAS, AUTOIMMUNE?
PENYAKIT KULIT YG DITANDAI DG ERITEMA PATOFISIOLOGI
DAN SKUAMA TURN OVER EPIDERMIS MENINGKAT ( 3-4 HARI)
CONTOH FAKTOR PENCETUS
DERMATOFITOSIS/TINEA INFEKSI FOKAL STREP. B HEMOLITIKUS
(PSORIASIS GUTATA)
PSORIASIS, PARAPSORIASIS
TRAUMA FISIK, STRESS EMOSIONAL
PITIRIASIS ROSEA
PERUBAHAN HORMONAL
ERITRODERMA
OBAT
DERMATITIS SEBOROIK SITEMIK GLUCOCORTICOID, LITHIUM, BETA
LUPUS ERITEMATOSUS BLOCKER, ACE INHIBITOR, ANTI MALARIA

PSORIASIS Clinical Presentations


MERUPAKAN PENYAKIT KRONIK 1.Psoriasis Vulgaris
RESIDIF, TIDAK INFEKSIUS 2.Psoriasis Guttata
DITANDAI ADANYA PLAK 3.Psoriasis Pustulosa:- PalmoPlantar
ERITEMATOSA DG SKUAMA KASAR, ( Barber)
TRANSPARAN DAN BERLAPIS
-Generalisata Acute
FENOMENA TETESAN LILIN
(Von Zumbusch)
FENOMENA AUSPITZ
4.Psoriasis Inversa/flexural
FENOMENA KOEBNER

1
5/2/2011

CLINICAL CONT KLINIS PSORIASIS


5.Psoriasis Seborrhoic PSORIASIS VULGARIS

6.Psoriasis Exudativa
7.Psoriatic Erythroderma

KLINIS PSORIASIS Psoriasis Vulgaris


Silver Scales
FENOMENA TETESAN LILIN FENOMENA KOEBNER
Squama tebal putih perak
FENOMENA AUSPITZ

KLINIS PSORIASIS
PSORIASIS VULGARIS PSORIASIS VULGARIS
PADA KEPALA
TEMPAT TRAUMA >

2
5/2/2011

Scalp Psoriasis Plaques on Circumcised Penis


Scales does not form
when the penis is
covered by a foreskin

KLINIS PSORIASIS Psoriasis of the nails


PSORIASIS SEBOROIK ERITRODERMA PSORIATIK
(SEBORIASIS)
Pitting
Oil Spot
Onycholysis
Subungual debris
Deformity

KLINIS PSORIASIS Psoriatic Nail


PSORIASIS GUTATA PSORIASIS INVERSA Onycholysis
Oil spot

3
5/2/2011

Psoriatic Nail Psoriasis Guttata

Pitting Nail

KLINIS PSORIASIS Psoriasis Guttata


PSORIASIS PADA KUKU

KLINIS PSORIASIS KLINIS PSORIASIS


PSORIATIC ARTHRITIS INSIDEN 5-8% PSORIASIS PUSTULOSA PSORIASIS PUSTULOSA
PALMOPLANTAR (BARBER) GENERALISATA AKUT (VON
POLIARTIKULAR ZUMBUSCH)

> SENDI
INTERFALANG
DISTAL

Pus Steril

4
5/2/2011

Pustular Psoriasis Early Change


Pus yang mengering

DIAGNOSA BANDING PSORIASIS Fully developped lesion


DERMATOFITOSIS
SIFILIS SEKUNDER
DERMATITIS SEBOROIK
PITIRIASIS ROSEA

DIAGNOSA PSORIASIS PENATALAKSANAAN PSORIASIS


KLINIS PENJELASAN TENTANG PSORIASIS
HISTOPATOLOGI PENCEGAHAN TRAUMA DAN OBAT
hiperkeratosis dan parakeratosis PENCETUS
papilomatosis (pemanjangan, PEMILIHAN OBAT TERGANTUNG
pembesaran papilla dermis dan dilatasi Luas lesi, umur, perencanaan kehamilan,
kapiler), kondisi kesehatan, tipe psoriasis, riwayat
edema dermis dan ditemukan sel2 pengobatan psoriasis sebelumnya,
limfosit pada dermis dan epidermis, harapan penderita
bisa ditemukan mikroabses Munro pada
epidermis

5
5/2/2011

PENGOBATAN SISTEMIK
PENATALAKSANAAN PSORIASIS
PSORIASIS
1. SITOSTATIKA METROTREKSAT
JENIS PENGOBATAN DOSIS 7,5 MG-25 MG PER MINGGU
TOPIKAL KONTRA INDIKASI : KELAINAN HATI, GINJAL,
HEMATOPOETIK, KEHAMILAN, INFEKSI AKTIF,
SISTEMIK ULKUS PEPTIKUM
PENYINARAN HARUS BIOPSI HATI SETIAP MENCAPAI 1
GRAM
LUAS LESI <10% DIANJURKAN 2. RETINOID : ETRETINAT/ACITRETIN ( NEO
PENGOBATAN TOPIKAL TIGASON) 1-1,5 MG/KG BB/HARI
3. SIKLOSPORIN 5-6 MG/ KG BB/HARI
4. KORTIKOSTEROID
5. Antibiotika untuk infeksi primer pada Psoriasis
Guttata

Treatment PENYINARAN PSORIASIS


Tidak ada pengobatan pilihan yang pasti 1. PUVA (TOPIKAL/ORAL PSORALEN +
karena penyebabnya masih belum jelas. ULTRA VIOLET A)
Pilihan utama adalah terapi topikal dan DOSIS 8 MOP 0,6-0,8 MG/KG BB (ORAL) 2
terapi sinar ultra violet JAM SEBELUM PENYINARAN
Terapi Topikal bila tidak kurang respons 2. NARROW BAND UVB ( 311 nm )
atau sudah terlalu luas , baru mulai terapi 3. Excimer light (308 nm)
sistemik, karena efek potensi terjadi efek 4. Excimer laser 308 nm
samping 5. PENGOBATAN GOECKERMAN:
Injeksi Immunomodulator COAL TAR + UVB

PENGOBATAN TOPIKAL
Prognosis
PSORIASIS
1. TER (COAL TAR) 2-5% + ASAM
SALISILAT 3-5% Kronik Residif
2. KORTIKOSTEROID Menggangu penampilan
3. DITHRANOL 0,2-0,8% 15-30 MENIT/ Patient menderita lebih dari pada lesinya,
HARI kerena psikologis sangat terganggu
4. CALCIPOTRIOL: SINTETIK VIT D3
5. Sinar Ultra Violet
6. Retinoid : Tazarotene

6
5/2/2011

PENATALAKSANAAN
PARAPSORIASIS
PARAPSORIASIS
MENYERUPAI PSORIASIS OBSERVASI
KRONIK DAN PERSISTEN K/P BIOPSI
ETIOLOGI BELUM DIKETAHUI KORTIKOSTEROID TOPIKAL
KADANG2 BERKAITAN DG ANTI HISTAMIN (BILA GATAL)
KEGANASAN UNTUK PARAPSORIASIS EN PLAQUE
PENYINARAN DENGAN PUVA / UVB

KLINIS PARAPSORIASIS PITYRIASIS ROSEA


PARAPSORIASIS GUTATA PARAPSORIASIS GUTATA LESI ERITRO-PAPULOSKUAMOSA
AKUT (MUCHA HABERMAN) KRONIK (PITYRIASIS
LICHENOIDES KRONIKA) OVAL
SKUAMA COLLARETTE
AKUT, TIDAK TERLALU GATAL
PADA DAERAH YG TERTUTUP
PAKAIAN
SEMBUH SENDIRI DLM 4-8 MINGGU
TIDAK INFEKSIUS
>DIDAHULUI FLU LIKE SYMPTOM
HANYA 2% RELAPS

KLINIS PARAPSORIASIS PITYRIASIS ROSEA


DIGITATE DERMATOSIS
(PARAPSORIASIS PARAPSORIASIS EN
VARIGETA) PLAQUE
PENYEBAB
BELUM PASTI
DIDUGA VIRUS HERPES 7
EPIDEMIOLOGI
PRIA = WANITA
>USIA 15-40 TAHUN

7
5/2/2011

PENATALAKSANAAN PITYRIASIS
KLINIS PITYRIASIS ROSEA
ROSEA
lesi sejajar SIMPTOMATIK
dengan pelipatan KORTIKOSTEROID TOPIKAL
kulit / tulang
CALAMINE LOTION
rusuk, Christmas
tree ANTI HISTAMIN ORAL

KLINIS PITYRIASIS ROSEA ERITRODERMA


MOTHER PATCH LESI OVAL DG keradangan kulit
COLLARETTE SCALE yang ditandai
dengan adanya lesi
eritematosa yang
mencapai 80-90%
dari luas permukaan
tubuh

predileksi : bagian tubuh


yang tertutup pakaian (badan,
lengan atas dan paha)

DIAGNOSA BANDING
PENYEBAB ERITRODERMA
PITYRIASIS ROSEA
TINEA dermatitis 40%
PSORIASIS psoriasis
25%
PITYRIASIS VERSIKOLOR
limfoma & leukemia (sindroma Sezary)
SIFILIS STADIUM 2 15%
ALERGI OBAT alergi obat 10%
(gol penisilin, sulfonamid, analgetic,
allopurinol, carbamazepin, hydantoin,
captopril, INH)
lain2 10%

8
5/2/2011

PENYULIT ERITRODERMA
adanya dilatasi vaskuler heat loss
hypothermia (gangguan pengaturan suhu)
penguapan dehidrasi gagal jantung
pelepasan skuama protein loss
(hipoproteinemia )
edema
gangguan mitosis rambut dan kuku hair
loss dan distrofi kuku
infeksi sekunder
penurunan keadaan umum

PENATALAKSANAAN
ERITRODERMA
cari kausa dari anamnesa pemeriksaan klinis
pemeriksaan lab DL/UL, hapusan darah tepi,
elektrolit, EKG
pemeriksaan histopatologi
perawatan keadaan umum
pengobatan sesuai kausa
bila penyebabnya bukan alergi obat, beri
antibiotika untuk mencegah infeksi sekunder
(seperti eritromisin oral)
emolien/pelembab, anti histamin oral