Anda di halaman 1dari 15

TAFSIRAN IBRANI PASAL 1

Di Buat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah: EKSPOSISI PB III

OLEH:

NAMA : JECSONIUS ROBINSON

NIM : 1486208172

PRODI :S I-PAK

NAMA DOSEN : VIVI IVANA DETHAN, S.TH

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI SOE

FEBRUARI 2017

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG KITAB


Pendahuluan surat Ibrani ini sangat indah dalam pemilihan kalimatnya.
Istilah-istilah yang dipakai sangat tinggi dan halus. Pada pendahuluan ini para
pembaca langsung diperhadapkan kepada pokok tentang kemuliaan Tuhan
Yesus. Surat Ibrani ini mempunyai tujuan khusus, yaitu ditulis untuk menyapa
jemaat Yahudi yang sebagian besar berada di perantauan, agar mereka tetap
teguh dan tidak goyah imannya kepada Kristus.

Ibrani adalah sepucuk surat yang terletak di hampir akhir Kitab Suci,
judulnya: surat yang dikirimkan kepada orang Ibrani, namun judul ini bukan ada
dari awalnya. Menurut tradisi gereja, judul ini mungkin ditambahkan kemudian, jadi
judul ini tidak mempunyai keabsahan untuk membuktikan bahwa surat ini
ditujukan kepada orang-orang Ibrani. Salah satu penyebab mengapa surat ini
dianggap sebagai surat yang ditujukan kepada orang Ibrani adalah ay. 1: nenek
moyang kita telah menerima wahyu dari Tuhan, yang dimaksud nenek moyang
tentu adalah para nabi di Ibrani.

Istilah Ibrani mempunyai arti: Orang yang datang dari seberang sungai besar
sana, yaitu keturunan Abraham. Abraham dipanggil keluar oleh Tuhan dari kota Ur
yang terletak di Mesopotamia. Mesopotamia terletak di antara dua sungai: Efrat
dan Tigris. Tuhan memanggilnya keluar dari tempatnya, dari rumah bapaknya,
dari tanahnya, dari negara asalnya, untuk pergi ke tempat yang Tuhan janjikan.

Penulis darisurat Ibrani ini masih menjadi perdebatan antara para ahli yang
meneliti. Khususnya orang-orang yang mempelajari Alkitab dari abad pertama
terus memperdebatkan hal ini. Ada berbagai pendapat mengenai penulis surat
Ibrani yang dirangkum sebagai berikut:

1. Penulisnya adalah Paulus. Namun karena cara penulisannya, istilah-istilah


yang dipakainya, bentuk kalimat dan tata bahasanya, cara pembahasan dan

2
pemikirannya sama sekali berbeda dengan gaya Paulus, sehingga pendapat
ini tidak mempunyai alasan yang cukup untuk menegaskan bahwa surat ini
ditulis oleh Paulus.
2. Penulisnya adalah Barnabas yang pernah melayani bersama-sama dengan
Paulus, yang sangat mahir tentang P.L. Tapi pendapat inipun tidak memiliki
bukti yang cukup.
3. Penulisnya adalah Timotius. Tapi pendapat ini juga tidak bisa diterima,
karena surat Ibrani ada menyebut soal Timotius.
4. Penulisnya adalah Apolos, seorang yang sangat mahir dan teliti dalam
menjelaskan P.B. Memang sebelum Paulus pergi menginjili di Efesus dan
memerintahkan mereka menerima Roh Kudus, Apolos ke sana (Kis. 19).
Tapi pendapat ini juga dirasa tidak terlalu mungkin.
5. Penulisnya adalah Stefanus. Karena menurut mereka, pembahasan surat
Ibrani begitu mirip dengan cara khotbah Stefanus sebelum dia dirajam batu
sampai mati (Kis. 7). Tetapi pendapat ini pun ditolak.

Seorang bapak gereja berkata, mari kita dengan rendah hati dan terus terang
mengakui bahwa kita tidak mengetahui siapa penulis surat Ibrani, kita hanya tahu
buku ini diwahyukan oleh Tuhan melalui seseorang yang tidak menuliskan
namanya dan tidak memberitahukan kepada kita siapa dirinya. Jika kita ingin
memasuki konsepsi dan kekayaan Surat Ibrani, perlulah kita mengerti latar
belakang penulisannya. Hal ini amat sangat penting. Namun sangat sukar
memperoleh informasi mengenai Surat Ibrani ini.

Surat Ibrani ini bukan sejilid kitab yang dangakal, melainkan sangat dalam.
Walaupun surat Ibrani sendiri tidak menyebutkan kepada siapa surat itu ditujukan,
tetapi sebenarnya surat ini ditulis untuk kaum beriman Ibrani.

Oleh karena itu, di dalam pembahasan ini, saya akan menggali surat ibrani,
khususnya ibrani 1:1-14 secara mendalam, dengan menggunaan 2 buku panduan
yaitu; Tafsiran Ibrani dari Bahasa Yunani, yang ditulis oleh DAVE
HAGELBERG, M.TH, dan buku ;Yakin di dalam Kristus, yang di tulis oleh
WARREN W. WIERSBE, juga dengan Aplikasi Komputer SabDa, ditambah
dari internet.

3
BAB II

PEMBAHASAN

PASAL 1
Allah berfirman dengan perantaraan Anak-Nya (1:1-4)
Penulis melanggar bentuk penulisan surat yang biasanya dihubungkan
dengan surat-surat Perjanjian Baru dengan tidak memberikan salam atau kalimat-
kalimat pembukaan berupa salam dan pendahuluan (lihat bagian Pendahuluan).
Dia langsung kepada pokok pembahasannya, yaitu pribadi dan karya Tuhan
Yesus Kristus di dalam hubungan dengan sistem Imamat dan perjanjian yang
lama. Surat ini sangat berbeda sekali dengan surat-surat lainya yang ada dalam
PB pada umumnya. Langsung saja kita lihat apa yang di bahas dalam Pasal 1,
berikut ini penjelasannya.

Berbicara Kepada Kita Dengan Perantaraan Anak-Nya ( Ibr 1:1-2 ) (Yesus


lebih tinggi dari pada para Nabi)

Ayat 1Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai
cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,

Dalam ayat ini, penulis ingin menjelaskan kepada pembacanya bahwa


pada zaman dahulu (Setelahpada zaman dahulu, Yunani palai, terjemahan
Inggrisnya in time past sudah lama/ zaman dahulu), artinya sebelum Allah
datang sebagai Manusia didunia, Allah sudah berbicara kepada manusia sejak
dahulu kala, melalui perantaraan para Nabi-nabi secara berulang kali. Berulang
kali ( polymeros, AV at sundry times), berulang-ulang kali. Dan
Allah melakukanya dengan berbagai macam cara pesan itu disampaikan kepada
manusia, pelbagai cara polutropos, AV in divers manners
dengan berbagai cara atau dalam banyak dan berbagai cara, Allah (Jehovah)
berbicara pada zaman Perjanjian Lama melalui nabi-nabi, yang banyak di
antaranya mengisahkan di dalam tulisan mereka tentang cara bagaimana Dia
berbicara dengan mereka.

4
Ibr 1:2.maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan
perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima
segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

Allah telah berbicara kepada kita melalui seorang yang memiliki hubungan
sebagai anak sehingga memiliki wewenang penuh sebagai juru bicara. Di dalam
hubungan ini Kristus bersifat unik dan di sini dijelaskan demikian dalam pengertian
klasik, sebagai ditetapkan oleh Allah karena Ia adalah Anak. Dia adalah ahli waris
dan juga pelaku penciptaanAlam semesta. Kata yang ( hos including feminine
he. Pengucapan: hos hay, and neuter ho ho) versi Inggrisnya Whom, kata ini
bukan saja sebagai kata penghubung biasa, dalam terjemahan bahasa inggris
menggunakan kata WHOM artinya Siapa(merujuk pada seoranng pribadi), kata
siapa merujuk pada pribadi yaitu Allah. Nah kata inimenunjukkan sebuah
pengertian bahwa ada hubungan yang sangat terkait antara frase sebelum dan
sesudah kata yang, yakni Allah yang sama yang yang berbicara pada manusia
melalui perantara anak-Nya adalah juga Allah yang telah menetabkan Ia (Yesus)
sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Dalam terjemahan ibrani kalimat
maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan
perantaraan Anak-Nya, yang merupakan satu terjemahan yaitu dengan
mennggunakan kata WHOM.. dan sudah sangat pasti ini berbicara tentang
seorang pribadi yaitu Allah.

Kata Telah tithemi, mengandung arti bahwa Allah sudah melakukan


semuanya dan telah menetapkan sebelumnya bahwa anak-Nya akan menjadi ahli
waris dari segala yang ada.

Kata Oleh ( dia), versi inggrisnya throughyang berarti melalui, karena


melalui Dia segala sesuatu telah diciptakan, artinya adalah Anak didalam Dia
merupakan satu kesatuan yang juga menciptkan alam semesta.

Bandingkan dalam Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita


menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa
atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas
seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

5
elohim yaitu Allah ( penempatan kata im dalam kata elohim menunjukkan
kata itu jamak yaitu lebih dari satu, berarti mengandunng 3 pribadi), dan hal ini
dikonfirmasih pada kata selanjutnya yaitu kata Kita, kata Kita di awali dengan
huruf besar yang merujuk pada Pribadi Tritunggal yaitu Allah Bapa, Allah Anak,
Allah Roh, yang merupakan satu kesatuan. Jadi Yesus yang adalah anak juga
merupakan satu kesatuan dalam diri Allah Bapa yang menciptakan alam semesta,
kata throughmemang artinya melalui tapi dalam definisi inggrisnnya juga dapat
dipakai kata in (dalam). jadi hal ini menunjukkan bahwa Yesus merupakan satu
didalam Bapak.seperti pendapat seorang teolong yaitu Dave Hagelberg, M.Th.
Kalimat oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta memiliki makna bahwa
aspek yang kedua ini menunjuk kepada peranan Tuhan Yesus dimasa lalu,
dimana Dia bersama Allah bapa menciptakan segala sesuatu yang ada.1

Ayat 3: Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan
menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan
setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang
Mahabesar, di tempat yang tinggi,

Setelah menyediakan pengampunan dosa-dosa kita melalui kematian-Nya


di kayu salib, Kristus mengambil kedudukan yang penuh kekuasaan di sebelah
kanan Allah.

Ibrani 1:3. Cahaya Kemuliaan Yunaninya doxa of His glory sama


arti dengan Keagungan yang mengandung makna Pemancaran diri Allah sendiri
ke dunia dalam Yesus Kristus. Dia adalah wujud hakiki Allah. Demikian pula,
gambar wujudYunaninya charakter, AV express image dipakai
untuk menunjuk kepada kenyataan yang sama. Kristus merupakan stempel atau
cetakan (charakter) Allah; hakikat Allah.

Dia juga merupakan pencipta, baik sebagai "Sabda yang mencipta"


maupun sebagai Penopang yaitu yang menopang segala yang ada. Penciptaan
dan pemeliharaannya adalah oleh Allah di dalam Yesus Kristus, dan firman-Nya
yang penuh kekuasaan. Sabda dari sang Putra ialah kuasa untuk memelihara dan
menopang, namun kuasa yang mencipta ini mengubah dirinya untuk

1
Dave Hagelberg, M.Th, Tafsiran Ibrani dari bahasa Yunani, Hal 8

6
melaksanakan pelayanan yang lebih besar, yaitu pelayanan penebusan. Di dalam
melaksanakan pengudusan, atau penyucian dosa
katharismos,mengandung arti pembersihan/ pentahiran, jadi Kristus
membersihkan tumpukan dosa-dosa dan kenajisan seluruh dunia dengan
disaksikan Allah. Di dalam Kristus hukuman dosa kita sudah dihapuskan
sepenuhnya dan penyucian disediakan

IA DUDUK DI SEBELAH KANAN YANG MAHABESAR ( Ibr 1:3 )

ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,


kalimat ini , merujuk pada peranan Tuhan Yesus dimasa sekarang, duduk
kathizo merupakan kata kerja utama dalam kalimat ini, dan kata kerja ini
menyatakan Kuasa-Nya, yang tidak tertandingi, sebagai cahaya kemuliaan Allah
dan gambar wujud Allah, ia menyatakan Allah kepada manusia. Sebagai yang
menopang segala yang ada dengan Firman-Nya, Ia berkuasa atas ciptaan Allah.
Sebagai yang mengadakan penyucian dosa, Ia menyelamatkan manusia. Dengan
demikian kita dapat mengerti bahwa penulis surat ini setuju bahwa manusia tidak
dapat menyelamatkan dirinya dengan berbuat baik. Tetapi manusia dapat
diselamatkan oleh Tuhan Yesus dengan menerima Dia sebagai Juruselamatnya.2

JAUH LEBIH TINGGI DARI PADA MALAIKAT-MALAIKAT ( Ibr 1:4 )

Kalau dalam ayat sebelumnya Yesus dibandingkan dengan para nabi,


maka dalam ayat ini Yesus dibandingkan dengan para malaikat, hal ini dapat
kita lihat dari penyebutan kalimat seperti nama yang diwariskan kepada-Nya
jauh lebih indah. warisan dalam bahasa aslinya kleronomeo kata
diwarisi memiliki arti yang sama dengan kata dikaruniakan pada Tuhan Yesus.

2
Dave Hagelberg, M.Th, Tafsiran Ibrani dari bahasa Yunani, Hal 8-9

7
Kesimpulan Perikop pertama

Ayat-ayat ini memberikan tema utama surat ini; pada masa lalu Allah
memakai para nabi sebagai sarana penyataan yang utama, namun kini Ia
berbicara atau menyatakan diri-Nya kepada kita melalui Putra-Nya Yesus Kristus,
yang tertinggi di atas segala sesuatu

Tidak ada sesuatupun, baik nabi (ayat Ibr 1:1) maupun malaikat (ayat Ibr
1:4) memiliki kewenangan yang lebih besar dari pada Kristus. Ia merupakan satu-
satunya jalan kepada keselamatan kekal dan satu-satunya perantara di antara
Allah dan manusia. Penulis surat ini memperkuat keunggulan Kristus dengan
mencatat tujuh penyataan besar mengenai Dia (ayat Ibr 1:2-3).

Dalam pendahuluan ini juga Tuhan Yesus dikontraskan dengan para


nabi dan para malaikat. Kontras yang kedua yang kedua ini akan di kembangkan
dalam ayat selanjutnya dari ayat 5-14. Oleh sebab itu kesimpulan dari pasal
pertama ini berbicara tentang bahwa Anak Allah, yang akan memiliki segala
sesuatu, yang menyatakan diri Allah , dan yang menebus dosa manusia, adalah
saluran penyataan yang utama , yang lebih tinggi dari pada para malaikat dan
para nabi.

8
Perikop 2

Kristus Lebih Tinggi Darispada Malaikat (ayat 5-14)

Ayat 5 Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia


katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku
akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?"(kutib dari Mazmur 2:7)

ENGKAU TELAH KUPERANAKKAN PADA HARI INI

Tidak pernah Allah mengatakan kepada seorang malaikat bahwa ia (si


malaikat) adalah Anak-Nya: hanya kepada Kristus dan tentang Kristus hal itu
dikatakan oleh Allah (Mzm 2:7; 2Sam 7:14). Di dalam kedua nas tersebut makna
aslinya diberi arti yang lebih mulia atau lebih tinggi, sehingga kedua nas tersebut
(dan nas lainnya sesudah ini) mengandung arti tipologis. Di dalam Mzm 2:7
sebuah perayaan tahunan (Ibr 1:5a dst.) diadakan untuk berbicara tentang Kristus.
Dan kata-kata yang diucapkan mengenai Salomo pada 2 Sam 7:14 dikenakan
kepada Yesus sang Putra bahkan lebih berlaku untuk-Nya dan sangat jelas bahwa
Yesus lebih tinggi dari pada Salomo

Bapanya anak-Ku. Dalam #/TB Ibr 1:5* kata-kata ini dikenakan


kepada Kristus. Perjanjian Allah dengan Daud merupakan jaminan bahwa
tujuan-Nya mengirimkan seorang raja Yang adil untuk manusia pasti akan
digenapi. Salomo, putra dan Pengganti Daud, menggenapi langsung
sebagian dari janji tersebut. Namun, Salomo bukanlah raja adil itu yang
takhtanya akan bertahan terus untuk selama-lamanya. Putra Daud "yang
lebih besar," Yesus, merupakan Mesias yang sudah lama dinantikan dari
keturunan Daud yang sesungguhnya adalah juga Putra Allah

bandingkan dengan Matius12:42 Pada waktu penghakiman, ratu dari


Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga.
Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan
sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!". Pemakaian tipologis di
dalam hal ini benar; sebab Kristus adalah antitipenya.

9
Ia adalah anak sulung yang layak disembah Ibrani 1:6-7

Ibr 1:6.Dalam Alkitab, istilah sulung, prototokos, AV the


firstborn, artinya anak pertama, anak sulung, yang merujuk pada Yesus Kristus
yang telah ada sejak purba kala sejak dahulu kala, Dialah yang awal dan yang
akhir

Kata Sulung, tidak berarti, anak yang pertama dilahirkan. Allah yang
menjadikan Salomo(Mzm 89:28) walaupun sebenarnya Salomo terdaftar
sebagai anak yang ke-10 menurut silsilah yang resmi (1 Tawarikh 3:1-5). Sebutan
itu merupakan sebutan yang tinggi dan terhormat, karena anak sulung itu
menerima warisan dan berkat Istimewah. Kristus adalah yang sulung, lebih utama
dari segaala yang diciptakan (Kol 1:15) sebab ialah yang menciptakan segala
sesuatu dan Ialah yang lebih utama daripada semua yang dibangkitkan dari
antara orang mati (Kol 1:18). Ketika Ia datang kedunia ini, malaikat-malaikat
menyembah Dia. Allah memerintahkan mereka untuk menyembah Dia. Dan hal
ini membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Allah ; karena tidak ada seorang
pun malaikat Allah yang bersedia menyembah seorang makluk biasa.

Ia dilayani oleh para Malaikat (Ibrani 1:7)

Ayat ini merupakan kutipan dari Mzm 104:4. kata Malaikat


aggelosangeles spirit dalam Alkitab bahasa inggris, diterjemahkan menjadi
angin atau badai, dalam TB yang juga berarti malaikat. Malaikat adalah roh
ciptaan Allah; mereka tidak memiliki Tubuh, walaupun mereka dapat kelihatan
dalam bentuk manusia apabila melayani dibumi ini. Kadang-kadang malaikat
melayani Tuhan ketika Ia masih berada dibumi (Mat 4:11; Luk 22:43), dan
sekarang malaikat-malaikat itu masih tetap melayani Tuhan Yesus.

10
Ia adalah Allah yang bertakhta dan yang diurapi (8-9)

Ayat 8-9. Kristus disebut sebagai Allah dan sebagai Raja, atau sebagai
yang berdaulat. Sebagaimana disajikan di dalam Perjanjian Lama dengan Daud,
disini yang lebih besar sedang memerintah sebagai Raja, dan bersifat abadi.
Bagian ini merupakan kutipan dari :Mazmur 45:7-8(kutipan kelima) LAI TB 45:7
Takhtamu kepunyaanAllah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat
kerajaanmu adalah tongkat kebenaran. 45:8 LAI TB Engkau mencintai keadilan
dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau
dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.

Mazmur 45:7, yang diterjemahkan oleh LAI "Takhtamu kepunyaan Allah",


seharusnya diterjemahkan sesuai bahasa Ibraninya "TakhtaMu, ya Allah". tahta
thronos, singasana, tahta. Dari semua makluk yang ada baik nabi dan
malaikat , Mereka semua tidak ada yang dapat duduk ditahta itu. Kecuali Dia yaitu
Yesus

Penulis surat ini juga melanjutkan kutipan dari Maz 45 tersebut. Dengan
melanjutkan kutipan tersebut ia menekankan bahwa Tuhan Yesus layak diangkat
menjadi raja. Ia mencintai keadilan dan membenci kefasikan

Yang jelas, kutipan ini membuktikan bahwa Anak Allah sangat dimuliakan
(sebagai Dia yang bertakhta), sedangkan para malaikat-Nya disebut pelayan.

Ciri dari kepemimpinan-Nya Kebenaran, Keadilan, dan Kebencian akan


kefasikan. Sifat-sifat ini hanya mungkin dimiliki oleh suatu pemerintah yang benar.
Didalam kedudukan ini, Kristus melebihi atau unggul terhadap segala bentuk
kekuasaan yang lain, dan secara khusus terhadap malaikat. Didalam menduduki
kedudukan mulia dan terhormat ini. Allah telah mengurapi Kristus (sebagai yang
diurapi) dengan pengurapan kemenangan, yang menunjukkan bahwa Dialah
Pemenang yang memerintah selama-lamanya.

Kemudian penulis Ibrani melanjutkan kutipan ini sampai ia mencapai istilah


"teman-teman sekutuMu" (Yunani " metokhoi"). Istilah "
metokhoi" ini berarti "yang mendapat bagian dalam sesuatu" yang didalamnya
bermakna "mendapat bagian dalam kemenangan dari Kristus Sang Raja".

11
Buktinya adalah dalam Ibrani 3;14 dimana dijelaskan bahwa kita adalah
"metokhoi-Nya", asalkan kita teguh berpegang kepada iman kita.Ibrani 3:14 LAI
TB, Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh
berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.

Persyaratan "teguh berpegang", bukan persyaratan untuk pengampunan,


melainkan untuk memperoleh upah. Seorang raja, yang akan mendirikan
pemerintahannya atas suatu wilayah yang baru dikuasainya, biasanya akan
mengumpulkan beberapa teman-teman setia (sekutunya) yang cakap untuk
membantu dia dalam pemerintahannya. Tuhan Yesus menyebut hal itu dalam
Lukas 22:26, 28, juga dalam Matius 25:14-30, juga menggambarkan tentang
kebiasaan ini. Tetapi dalam Ibrani 1:9 ini dikatakan bahwa kesukaan-Nya
agalliasis(gembira) melebihi kesukaan teman-teman sekutu-Nya
yang mengelilingiNya. Ini sangat jelas karena posisi-Nya adalah paling istimewah
pastinya ia bergembiara melebihi semuanya,termasuk Ia juga bergenbira melebihi
malaikat-malaikat-Nya, yang hanya sebagai penyembah.

Ayat 10-12. Ibrani 1: mengutip dari Mazmur 102:26-28. Perlu kitatahu


bahwa Mazmur ini menekankan hari kiamat, hari Kemenangan Anak Allah.
Mazmur 102:14,16,17 dan 23 menyatakan bahwa Mazmur 102 ini menceritakan
kedatangan Kristus yang kedua. Kutipan keenam ini menunjukan, bahwa
bertentangan dengan makhluk-makhluk yang diciptakan, Kristus adalah Sang
Pencipta, Tuhan (Kurios) yang berdaulat, yang tidak berubah. Semua termasuk
malaikat akan dapat berakhir tetapi Dia tidak akan pernah berubah, Dia abadi
selamanya.

Kesimpulan dari Ibrani 1:8-12 ini adalah bahwa :Kristus duduk diatas
yang tidak akan goyah, dam tidak akan goyah, sekalipun langit dan bumi akan
binasa. Teman-teman sekutu-Nya akan menyertai Dia dalam Kerajaan-Nya, dan
mereka akan aman dalam Dia. Dalam Ibrani 12:26-29 tema ini dikembangkan
dengan mengatakan bahwa karena kita menerima yang tidak tergoncangkan,
maka kita patut mengucap syukur dan "beribadah kepada Allah menurut cara
yang berkenan kepadaNya".

12
Ayat 13-14 Puncak perbandingannya.

Akhirnya, seperti ditunjukkan dalam kutipan ketujuh ini (bandingkan dengan


Ibrani 1:3,4) Kristus unggul atas malaikat, bukan hanya karena keadaan-Nya
sebagai Allah, tapi juga karena apa yang sekarang dilakukan oleh Allah bagi-Nya
sebagai Manusia yang ditinggikan atau Mesias yang naik ke dengan pengharapan
yang pasti akan kemenangan yang sempurna. Dalam Mazmur 110:1 (kutipan
ketujuh) LAI TB, Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku:
"Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi
tumpuan kakimu."

Ayat 13, Berbeda dengan para malaikat yang tidak pernah disuruh, Kristus
kini duduk disitu sebagai penguasa dan Raja. Dia akan terus duduk dipuncak
kemenanganNya, yaitu ketika musuh-musuh-Nya dijadikan tumpuhan kaki-Nya.
Mazmur 110:1 ini sering sekali dikutip oleh penulis Ibrani ini; Seluruh surat Ibrani
menjelaskan betapa pentingnya kemenangan yang diperoleh Sang Raja ini bagi
para pembacanya.

Ayat 14, "Mereka yang harus mewarisi keselamatan". Kata yang


diterjemahkan "memperoleh" dalam terjemahan LAI TB adalah kata Yunani
" klronome" (harfiah "mewarisi"), kemudian, kata " -
stria" (keselamatan). Semua malaikat bertugas melayani. Pelayanan mereka
merupakan pelayanan suci dan melayani manusia. Jadi malaikat adalah makhluk
roh yang melayani orang-orang yang harus memperoleh keselamatan, atau orang-
orang saleh. Tersirat bahwa pelayanan malaikat ini masih berlanjut terus.

13
BAB III

PENUTUP

Setelah membahas dan mengeksposisi kitab ibrani 1 ini, dan memaparkan


data-data yang ada, saya menyimpulkan bahwa Yesus benar-benar Anak Allah
yang Maha Kuasa, dan Yesus sendiri memiliki perbedaan yang sangat menonjol
dari segala ciptaan bahkan dari malaikat sendiripun, Yesus memiliki perbedaan
yang membuktikan bahwa Diri-Nya lebih unggul, lebih awal, lebih kekal dan
seluruh ciptaan ini ada karena Diri-Nya dan untuk Diri-Nya. oleh karena itu, saya
memaparkan beberapa hal penting yang saya temukan dari pembahasan diatas,
yaitu:

1. Dalam kekekalan Kristus adalah Anak Allah


2. Kristus adalah penguasa yang bertakhta, malaikat melayani di sekitar takhta
3. Kristus adalah pencipta, malaikat adalah yang diciptakan
4. Kristus adalah pemenang, malaikat adalah roh pelayan
Dengan demikian perbandingan dan keunggulan Yesus Kristus dengan
malaikat tampak begitu jelas. Sehingga tidak perlu diragukan lagi bahwa Yesus
Kristus merupakan Firman yang hidup. Dialah Alfa dan Omega (Why. 22:13)

Ibrani pasal 1 ini menyatakan perbedaan saluran-saluran berita, hukum dan


jalan keselamatan dari Allah, dan jelas sekali bahwa cara terakhir, yaitu dengan
pengantaraan Yesus Kristus, dimana Allah sendiri yang berinkaransi(menjadi
manusia) itu jauh lebih baik daripada cara terdahulu (dengan pengantaraan para
nabi dan malaikat). Tetapi selain perbandingan yang mendasar ini kemenangan
Yesus Kristus sebagai Raja sudah dinyatakan, dan peranan orang-orang yang
beriman kepada-Nya juga sudah dinyatakan.

Keutamaan dalam surat Ibrani adalah menonjolkan Tuhan yang hadir ke


dunia di dalam Tuhan Yesus Kristus dengan segala kelebihan-kelebihanNya
dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain dalam Perjanjian Lama. Nabi mengajari
umat agar setia kepada Allah dan jika ada yang tidak setia maka Nabi akan
memberitahukan hukuman apa yang akan mereka alami. Sedangkan Yesus
menyerahkan diriNya menjadi sasaran murka Allah akibat dosa manusia. Yesus

14
mengorbankan diri-Nya dan hidup-Nya sendiri untuk menyelamatkan manusia
berdosa.

Refleksi Pribadi

Saya bersyukur diberi kesempatan mengeksposisi Ibrani pasal 1 ini, dimana


didalamnya menjelaskan bagaimana status Yesus yang sangat luar biasa dari
pada semuanya. Saya juga bersyukur saya melayani Dia dan percaya pada-Nya,
karena Dia adalah Tuhan Yesus Kristus yang sangat luar biasa dan dasyat. Satu
lagi Dia telah menyelamatkan nyawa saya dari dosa, dan memperkenalkan Bapa-
Nya kepada kita manusia. Saya akan senantiasa melayani-Nya Dia karena Kasih
Karunia-Nya.

15