Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH KEPEMIMPINAN

KEPEMIMPINAN KHARISMATIK

DISUSUN OLEH KELOMPOK 3 :

DECKY CANDRA D. 145030201111113

YUSUFADI WICAKSONO 145030201111114

TAUFIK HIDAYAT 145030201111120

ERICO GUSTA MAULANA 145030201111004

RIVAL PRAYUDIA 145030207111008

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

ILMU ADMINISTRASI BISNIS

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2016
1. Teori Awal

Kharisma

Pemimpin adalah pribadi yang memiliki kecakapan khusus dengan atau tanpa
pengangkatan resmi untuk dapat memengaruhi kelompok yang dipimpinnya untuk
melakukan usaha bersama yang mengarah kepada sasaran-sasaran tertentu.

Kharisma adalah suatu kata yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti anugerah.
Kekuatan yang tidak bisa dijelaskan secara logika disebut kekuatan kharismatik. Sementara
kharismatik itu sendiri mempunyai pengertian pancaran wibawa yang terpancar dari dalam
diri seseorang. Pemimpin kharismatik adalah seorang pemimpin yang memancarkan aura
wibawa yang mampu menarik perhatian bawahannya atau orang-orang yang dipimpinnya
dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan.

Teori kepemimpinan kharismatik amatlah terpengaruh oleh ide-ide dari ahli sosial awal
bernama Max Weber. Kharisma adalah kata dalam bahasa Yunani yang berarti berkat yang
terinspirasi secara agung, seperti kemampuan untuk melakukan keajaiban atau memprediksi
peristiwa masa depan. Weber (1947). Menggunakan istilah itu untuk menjelaskan sebuah
bentuk pengaruh yang bukan didasarkan pada tradisi atau otoritas formal tetapi atas persepsi
bahwa pemimpin diberkati dengan kualitas yang luar biasa. Menurut Weber, kharisma terjadi
saat terdapat sebuah krisis sosial, seorang pemimpin muncul dengan sebuah visi radikal yang
menawarkan sebuah solusi untuk krisis itu, pemimpin menarik pengikut yang percaya pada
visi itu, mereka mengalami beberapa keberhasilan yang membuat visi itu terlihat dapat
dicapai, dan para pengikut dapat mempercayai bahwa pemimpin itu sebagai orang yang luar
biasa.

Indikator dari Kharisma Bukti dari kepemimpinan kharismatik diberikan oleh hubungan
pemimpinpengikut. Seperti dalam teori awal oleh House (1977), seorang pemimpin yang
kharismatik memiliki pengaruh yang dalam dan tidak biasa pada pengikutnya. Para pengikut
merasa bahwa keyakinan pemimpin adalah benar, mereka bersedia mematuhi pemimpin,
mereka merasakan kasih sayang terhadap pemimpin, secara emosional mereka terlibat dalam
misi kelompok atau organisasi, mereka memiliki sasaran kinerja yang tinggi, dan mereka
yakin bahwa mereka dapat (Seperti dikutip oleh Gary Yukl, Kepemimpinan dalam Organisasi
(2010)) berkontribusi terhadap keberhasilan dari misi itu. Atribusi dari kepemimpinan yang
luar biasa kepada pemimpin amatlah mungkin.
2. Pengertian kepemimpinan kharismatik

Karima / Karismatik dalam bahasa Yunani berarti "karunia diinspirasi ilahi. Orang-orang
yang karismatik memiliki daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang ada di sekitamya
sehingga membuat orang-orang yang ada di sekitamya secara tidak sadar mengikuti orang
yang karismatik tersebut. Kharisma terjadi bilamana terdapat suatu krisis sosial, yang pada
krisis itu, seorang dengan kemampuan pribadi yang luar biasa tampil dengan sebuah visi yang
radikal yang memberi suatu pemecahan terhadap krisis tersebut, dan pemimpin tersebut
menarik perhatian para pengikut yang percaya pada visi itu dan merasakan bahwa pemimpin
tersebut luar biasa (Trice & Beyer, 1993).

Pemimpin karismatik adalah pemimpin yang mewujudkan atmosfir motivasi atas dasar
komitmen dan identitas emosional pada visi, filosofi, dan gaya mereka dalam diri
bawahannya (Ivancevich, dkk, 2007:209). Sedangkan menurut Soekarso, Pemimpin
karismatik adalah pemimpin yang memiliki ciri kepribadian istimewa atau wibawa yang
tinggi, sehingga mempunyai pengaruh yang besar terhadap bawahan/pengikut.

3. Karakteristik utama pemimpin Kharismatik


1. Percaya Diri; Benar-benar percaya akan penilaian dan kemampuan
2. Suatu Visi; merupakan tujuan ideal masa depan yang lebih baik daripada status quo
3. Kemampuan untuk mengungkapkan visi dengan gambling; mampu memperjelas dan
menyatakan visi dalam kata-kata yang dapat dipahami orang lain
4. Keyakinan kuat mengenai visi; pemimpin kharismatik berkomitmen kuat, dan
bersedia resiko pribadi yang tinggi, melibatkan diri dalam pengorbanan untuk
mencapai visi
5. Perilaku yang diluar aturan; dengan kharisma ikut serta dalam perilaku yang dipahami
sebagai baru dan berlawanan dengan norma-norma. Bila berhasil, ini menimbulkan
kejutan dan kekaguman para pengikut.
6. Agen perubahan; pemimpin karismatik dipahami sebagai agen perubahan yang
radikal bukannya sebagai pengasuh status quo.
7. Kepekaan lingkungan; mampu membuat penilaian yang realistis terhadap lingkungan
dan sumberdaya yang diperlukan untuk menghasilkan perubahan.
4. Kepemimpinan yang melakukan transformasi

Kebanyakan teori terbaru dari kepemimpinan transformasional amatlah terpengaruh oleh


James McGregor Burns. Burns membedakan antara kepemimpinan yang melakukan
transformasi dengan kepemimpinan transaksional. Kepemimpinan transformasional
menyerukan nilai-nilai moral dari para pengikut dalam upayanya untuk meningkatkan
kesadaran mereka untuk mereformasi institusi. Kepemimpinan yang melakukan transaksi
memotivasi para pengikut dengan menyerukan kepentingan pribadi mereka. Proses dimana
para pemimpin menyerukan nilai dan emosi para pengikut merupakan sebuah fitur sentral
dalam teori saat ini mengenai kepemimpinan transformasioanal dan menurut visi dalam
organisasi. Teori ini menjelaskan kepemimpinan sebagai sebuah proses mempengaruhi
komitmen untuk sasaran bersama dan memberikan wewenang para pengikut untuk
mencapainya.

5. Sisi Gelap dari Kharisma

Optimisme dan keyakinan diri amat penting untuk mempengaruihi orang lain agar
mendukung visi dari pemimpin, tetapi optimisme yang berlebihan akan menyulitkan sang
pemimpin untuk mengenali kekurangan dalam visi itu. Pengalaman akan keberhasilan dan
pemujaan bawahan dapat mengakibatkan pemimpin percaya bahwa penilaiannya tidak bisa
salah. Dalam pencarian yang tekun untuk mencapai visi itu, seorang pemimpin kharismatik
dapat mengabaikan dan menolak bukti bahwa visinya tidak realistis dan mengarah pada
kegagalan. Dan para pemimpin yang percaya akan pemimpin itu akan terhalang untuk
menunjukkan kekurangan atau menyajikan perbaikan.

Di pihak lain, perilaku impulsive dan tidak konvensional yang menyebabkan beberapa
orang memandang seorang pemimpin yang kharismatik akan tersinggung dan melawan orang
lain yang memandang perilaku itu sebagai hal yang mengganggu dan tidak tepat. Pendirian
yang kuat dari pemimpin terhadap ideology yang tidak tradisional akan mengasingkan orang
yang tetap teguh pada cara-cara tradisional dalam melakukan berbagai hal. Konsekuensi dari
kharisma yang negatif dapat diringkaskan dalam tabel berikut:

Beberapa Konsekuensi Negatif dari Pemimpin Kharismatik

a) Keinginan akan penerimaan oleh pemimpin menghambat kecaman dari pengikut


b) Pemujaan oleh pengikut menciptkan khayalan akan tidak dapat berbuat kesalahan
c) Keyakinan dan optimisme yang berlebihan membutakan pemimpin dari bahaya nyata
d) Penolakan akan masalah dan kegagalan mengurangi pembelajaran organisasi
e) Proyek risiko yang terlalu besar akan besar kemungkinannya utnuk gagal
f) Mengambil pujian sepenuhnya atas keberhasilan akan mengasingkan beberapa pengikut
yang penting
g) Perilaku impulsif yang tidak tradisional menciptakan musuh dan juga orang-orang yang
percaya
h) Kebergantungan kepada pemimpin akan menghambat penerus yang kompeten
i) Kegagalan untuk mengembangkan penerus menciptakan krisis kepemimpinan pada
akhirnya

6. Sisi Terang dari Kharisma

Kharisma juga memiliki sisi yang terang. Oleh Yukl (2001) sisi terang dari kharisma atau
pengaruh dari kharisma positif antara lain disebutkan bahwa para pengikut akan jauh lebih
baik bila bersama dengan pemimpin kharismatik yang positif ketimbang pemimpin
kharismatik yang negatif. Bersama pemimpin kharismatik positif, para pengikut memiliki
potensi mengalami pertumbuhan psikologis dan perkembangan kemampuan mereka dan
organisasi akan lebih dapat beradaptasi terhadap sebuah lingkungan yang dinamis,
bermusuhan dan kompetitif. Pemimpin yang kharismatik positif biasanya mampu
menciptakan ssebuah budaya yang berorientasi keberhasilan (Harrison, 1987 dalam Yukl,
2010), sistem kinerja yang tinggi (Vail, 1978 dalam Yukl, 2010). Di sini, dapat dikatakan
bahwa organisasi telah memahami misi yang mewujudkan nilai-nilai sosial dan bukan hanya
keuntungan atau pertumbuhan, para anggota dari semua tingkatan juga diberikan kewenangan
untuk membuat putusan penting bagaimana menerapkan strategis dan melakukan pekerjaan
mereka, komunikasinya terbuka dan informasi dibagikan, dan struktur dan sistem organisasi
mendukung misinya.

7. Strategi pemimpin kharismatik

Mempengaruhi para pengikut/ bawahan adalah sebagai berikut :


a) Menciptakan suatu visi;
Mengutarakan dengan gamblang suatu visi yang menarik. Visi ini memberikan suatu
rasa kesinambungan bagi para pengikut dengan menautkan masa kini dengan masa
depan yang lebih baik bagi organisasi.
b) Mengkomunikasikan harapan akan kinerja yang tinggi;

Mengungkapkan keyakinan bahwa para pengikut dapat mencapai harapan itu. Ini
meningkatkan harga diri dan percaya diri para pengikut.

c) Menghantarkan lewar kata dan tindakan;

Suatu perangkat baru dari nilai-nilai dan dengan perilakunya, menunjukkan suatu
contoh atau keteladanan untuk ditiru oleh para pengikut.

d) Pengorbanan diri;

Melibatkan dalam perilaku yang tidak konvensional untuk memperlihatkan


keberanian dan keyakinan mengenai visi itu.

Sebuah badan riset mengemukakan mengenai efek pemimpin karismatik pada para
pengikutnya; yaitu menunjukkan adanya korelasi yang mengesankan antara
pemimpin karismatik serta kinerja dan kepuasan yang tinggi di kalangan
pengikutnya. Orang-orang yang bekerja untuk pemimpin karismatik termotivasi
untuk mengeluarkan upaya kerja ekstra, dan karena mereka menyukai pemimpin
mereka, mengungkapkan kepuasan yang lebih besar.

8. Bagaimana menjadi pemimpin kharismatik?

Beberapa pengarang mengemukakan bahwa seorang dapat belajar menjadi karismatik


dengan mengikuti suatu proses tiga langkah sebagai berikut :
a. Mengembangkan aura kharisma;

Dengan memelihara suatu pandangan yang optimis, menggunakan keinginan besar


sebagai katalisator untuk menimbulkan kegairahan (entusiasme), dan berkomunikasi
dengan seluruh tubuh, bukan hanya dengan kata-kata belaka.

b. Menarik orang lain masuk dengan menciptakan suatu ikatan yang mengilhami yang
lain-lain untuk mengikuti.
c. Membangkitkan potensial dalam diri para pengikut dengan menyadap emosi mereka.

9. Contoh Pemimpin Kharismatik

Kepemimpinan karismatik mungkin tidak selalu diperlukan untuk mencapai tingkat


kinerja karyawan yang tinggi, mungkin paling tepat bila tugas dari pengikut memiliki
suatu komponen ideologis. Oleh karena itu pemimpin karismatik lebih besar kemungkinan
muncul dalam; politik, agama, waktu perang, perusahaan memperkenalkan produk baru,
suatu krisis yang mengancam kehidupan.

Contoh:
a. F.D Roosevelt dengan visinya berhasil mengeluarkan Amerika dari depresi besar.
b. Bung Karno dengan visinya berhasil memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

10. Tipe Pemimpin Kharismatik

Pemimpin karismatik dikelompokkan menjadi dua tipe yaitu karismatik visioner dan
karismatik di masa krisis (Ivancevich, 2007:211). Pemimpin karismatik visioner
mengekpresikan visi bersama mengenai masa depan. Melalui kemampuan komunikasi,
Pemimpin karismatik visioner mengaitkan kebutuhan dan target dari pengikutnya dengan
targaet atau tugas dari organisasi. Mengaitkan para pengikut dengan target dari pengikut
dengan visi, misi, dan tujuan organisasi akan lebih mudah jika mereka merasa tidak puas
atau tidak tertantang dengan keadaan pada saat ini. Pemimpin karismatik visioner
memiliki kemampuan untuk melihat sebuah gambar besar dan peluang yang ada para
gambar besar tersebut.

Tipe pemimpin karismatik di masa krisis akan menunjukkan pengaruhnya ketika


system harus menghadapi situasi dimana pengetahuan, informasi, dan prosedur yang ada
tidak mencukupi. Pemimpin jenis ini mengkomunikasikan dengan jelas tindakan apa yang
harus dilakukan dan apa konsekuensi yang dihadapi.
DAFTAR PUSTAKA

Teori Kepemimpinan Kharismatik Yukl, Gary. Kepemimpinan Dalam Organisasi.


2010. Jakarta: PT Indeks.

Ivancevich,dkk.2007. Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta. Erlangga.


Soekarso, dkk. 2010. Teori Kepemimpinan.Jakarta. Mitra Wacana Media.