Anda di halaman 1dari 7

TUGAS REVIEW

MATA KULIAH POLITIK INDONESIA KONTEMPORER

Di Susun Oleh :

RISKI ANDRIANTO (4115115859)

Jurusan Ilmu Sosial Politik

Program Studi Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan

Universitas Negeri Jakarta

2013
Rabu, 4 september 2013

Materi Politik Indonesia Kontemporer II

Politik yaitu proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang
dimana berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya yang menyangkut masalah negara.
Sistem dapat diartikan sebagai suatu kesatuan yang terbentuk dari beberapa unsur (elemen).
Unsur, komponen, atau bagian yang banyak ini satu sama lain berada dalam keterikatan yang
kait-mengkait dan fungsional. Jadi sistem politik yaitu berbagai macam kegiatan dan proses
dari struktur dan fungsi yang bekerja dalam suatu unit atau kesatuan, kesatuan yang di
maksudkan dapat berupa negara atau masyarakat.

Ciri-ciri Sistem Politik :


1. Ciri identifikasi :
a. Unit Sistem Politik : tindakan pol (pembentuk peranan-peranan)
b. Batas : semua tindakan terkait dampaknya

2. Input dan output :


- Studi Sistem Politik konsekuensi penting masyarakat (output)
- Input &output : idetifikasi yang dikerjakan Sistem Politik
Perilakur Sistem Politik adalah respon terhadap :
> Struktur kebutuhan internal
> Variabel-variabel eksternal

Diferensiasi yaitu pembagian kerja minimal (SP kerjakan macam-macam pekerjaan


dalam waktu yang sama), sedangkan Integrasi ialah diferensiasi potensial rusak sistem
(kerjasama minimal dengan paksaan).

Tuntutan menjadi isu politik.

> Isu politik : tuntutan yg dianggap penting dibahas, faktor yang mempengaruhi ialah
siapa, waktu, suasana pikir masyarakat, saluran komunikasi dsb.
> Tuntutan : input utama mencangkup bahan dasar, sumber perubahan, pengaruhi perilaku
sistem.

STRUKTUR DAN FUNGSI

Sistem Politik adalah organisasi melalui mana masyarakat rumuskan dan capai tujuan
bersama.

STRUKTUR

Almond :

- Sistem : orgnisasi dan institusi ubah dan memelihara struktur politik dan laksana fungsi
sosial,rekrutment, komunikasi politik.

- Proses : kelompok kepentingan, parpol media masa dan lain sebagainya dan juga
laksanakan fungsi artikulasi, agregasi , pembuatan dan implemntasi kebjakan.

- Aspek-aspek Kebijakan.

Struktur politik :

- Infra struktur (yang mempengaruhi cara kerja aparat dengan salurkan dan terjemhkan via
tuntutan)

- struktur pol masyarakat; suasana kehidupan pol masyarakat; sektor pol masyarakat.

- Supra struktur (mesin politik yang identifikasi masalah; menentukan dan melaksanakan
keptusan)

- sektor pemerintahan, suasana pemrintahan; struktur pol pemertintahan

1. Fungsi Politik : menentukan bekerjanya Sistem Politik, tetapi tidak langsung


terlibat

> sos pol; rekrtmen pol dan komunikasi politik

2. Fungsi Pemerintahan : buat dan laksankan kebijakan

> artikulasi kepentingan; agregasi kepentingan; pembuatan kebijakan; penerapan dan


penyesuaian (adjudication)
Analisa struktural-fungsional.

KAPABILITAS SP

- terkait kinerja dan perubahan

> Kapabilitas : - ekstraktif

- regulatif

- distributif

- simbolik

- responsif

> Kapabilitas SP = persoalan input; output dan Lingkungan internasional.

BUDAYA POLITIK

Pahami struktur bekerja = pahami struktur, fungsi dan budaya pol

membentuk tujuan -tujuan dan prosedur

Sikap unik : kebutuhan ekonomi, kebebasan individu, efisiensi dan rasionalitas,


harmoni dengan korbankan rasionl dan efisiensi dsb.

Struktur pol dan budaya (konteks kultural) saling pengaruhi.

Budaya politik :

- partisipan : kesadaran hak dan kewajiban, terlibat

- parokhial : orientasi kewilayahan, diferensiasi minim sehingga multi peran

- subyek : orientasi pada output; sispol dan pasif


Rabu 11 September 2013

Diskusi Kelompok: Sistem Politik Indonesia


Sistem politik menurut David Easton dikenal sebagai teoritisi politik pertama yang
memperkenalkan pendekatan sistem dalam ilmu politik.Dia mengartikan sistem politik
sebagai Seperangkat interaksi yang diabstraksi dari totalitas perilaku sosial, melalui mana
nilai-nilai disebarkan untuk suatu masyarakat.
Aspek yang menyangkut Sistem Politik yang kurang siknifikan :

1. REFORMASI POL

- political will maksudnya adalah penegakkan tindakan tertentu

- political decissions ( dasar legtimasi refromasi)

- political awareness (dasar legitimasi pemilu), kesadaran politik yang manifestasinya


adalah :

pemilu sehat, dan pencerdasan politik,


penetapan kebjk publik pro rakyat;
parpol representatif,
minimalisir penyalahgunan keuangaan indisipliner dsb.

Partai politik berkarakter negara :

Menjadi representasi kepentingan elit


.Untuk itu Negara ini perlu menegakkan:

DEMOKRASI IDEAL :
1. Partsipasi, kualitas demokrasi terlihat dari :
- Hasil ( respon pemerintah terhadap kepentingan masyarakat dan pemerintahan;
bahwa hasil dari demokrasi itu haru memberi kepuasan kepada rakyat)
- Isi ( kesetaraan politik dan kesempatan nilai kinerja) maksudnya adalah bahwa
demokrasi itu harus mempunyai nilai, tidak hanya elite politik yang mengurusi
tentang politik di negara kita, tetapi rakya juga seharusnya boleh terlibat dalam
masalah politik dengan menyumbangkan aspirasi aspirasinya.
- prosedur (prinsip rule of law; partisipsi; akuntabilitas; kompetisi), jadi di sini
demokrasi juga harus ada prosedur yang mengatur agar demokrasi yang di
pakai di Negara kita ini ada batasan batasan yang mengaturnya, karena
Negara kita juga di landasi oleh hokum untuk itu harus ada prosedur yang
mengatur.

2. Prinsip dasar demokasi :


- kontrol masyarakat terhadap kebijakan publik dan dampaknya
- kesetaraan masyarakat terhadap publik politik
keduanya lahirkan unsur norma demokrasi :
partisipasi; representasi; akuntabiltas; transparansi; responsiveness; solidaritas.

II. REFORMASI HUKUM


- Law enforcement
- adalah dasar legalitas formal pol. Will, bahwa refomasi Hukum menjadi dasar
legalitas kebijakan politik yang akan di laksanakan di Negara kita.
- Perlindungan dan kepastian hukum masyarakat
Reormasi di Indonesia masih belum memiliki dampak, ini di lihat dengan adanya
praktek korupsi yang menimbulkan:
- hak-hak masyarakat terampas
- penikmatan segelintir orang/kelompok
- menambah hutang
- membebani negara/pemerintah dan rakyat
- hambat kemajuan Negara dsb
Pemberantasan korupsi yang masih lemah diantaranya adalah:
- komitmen elit rendah; pendekatan sporadis tidak komprehensif(maksudnya adalah
pendekatan tidak menyeluruh); kualitas moral elit dan birokrasi rendah
Korupsi : civilazation fallacies, individu dan masyarakat
Good governance tidak di tegakkan:
- state weakness : kepemimpinan lemah dorong pemerintahan bersih dan
berwibawah
- accoun weakness : Sumber daya yang tidak bertanggung jawab dengan
melakukan praktek KKN
- respon weakness : konsensus maju maksudnya bahwa dalam mengambil
keputusan, seringkali pemerintahan Indonesia hanya memanfaatkan kepentingan
kelompok tidak kepentingan bersama .
III. REVITALISASI KEBIJAKAN PUBLIK :
Keadaan publik politik :
- Self destroying politics : instant dan transaksi keptingan ( ekoniomi-politik); rancu
dan overlap; ketidakharmonisan antar sektor.
minus implemntasi evaluasi ( siklusitas dan nilai transformasi minim)

Hari, Rabu 18 September 2013