0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan4 halaman

Bio Hati

Enzim katalase berperan dalam menguraikan hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Percobaan menunjukkan bahwa katalase bekerja optimal pada pH netral dan rusak pada kondisi asam atau basa, sehingga dapat menetralkan racun dalam tubuh.

Diunggah oleh

Alfina Nurpiana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan4 halaman

Bio Hati

Enzim katalase berperan dalam menguraikan hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Percobaan menunjukkan bahwa katalase bekerja optimal pada pH netral dan rusak pada kondisi asam atau basa, sehingga dapat menetralkan racun dalam tubuh.

Diunggah oleh

Alfina Nurpiana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM ENZIM KATALASE

KELOMPOK 2

Cindy

Inzagi Rafsanjani

Kharizqamir Dwitilli E

Natasya Puspita Sari

Tanggal Praktikum : Jumat , 04 Agustus 2017

Tempat : Laboratorium Biologi SMAN 84 Jakarta

KELAS XII MIPA 3


ENZIM KATALASE
1. Tujuan : - Untuk memahami tentang enzim katalase.
- Untuk memahami fungsi dari enzim katalase.
- Untuk memahami di mana saja tempat pembentukan enzim katalase.
- Untuk memahami pengaruh KOH, HCl, dan suhu terhadap kerja enzim katalase.

2. Alat :
- Tabung reaksi 10 buah
- Lampu spiritus, kasa, kaki tiga
- Mortar dan penumbuk 1 buah
- Cawan peri 2 buah

3. Bahan :
- Hati dan jantung ayam
- HCl
- NaOH
- H2O2

4. Langkah kerja :
- Beri label A,B,C,D,E pada kelima tabung reaksi dan beri label 1,2,3,4,5 pada tabung
reaksi berikutnya.
- Masukkan 2-3 tetes hidrogen peroksida ke dalam tabung 1,2,3,4,5
- Masukkan 1 ml ekstrak hati pada tabung A
- Masukkan 1 ml ekstrak hati + 5 tetes HCl pekat pada tabung B
- Masukkan 1 ml ekstrak hati + 5 tetes NaOH pada tabung C
- Masukkan 1 ml ekstrak hati lalu panaskan pada tabung D
- Masukkan 1 ml ekstrak jantung pada tabung E

Perhatian !

Tuangkan tabung 1 ke tabung A


Tuangkan tabung 2 ke tabung B
Tuangkan tabung 3 ke tabung C
Tuangkan tabung 4 ke tabung D
Tuangkan tabung 5 ke tabung E

Pada waktu mereaksikan, tutuplah tabung reaksi pada ibu jari, dan amati pembentukkan
gelembung gas, kemudian masukkan bara api pada tabung tersebut, amati keadaan bara api
tersebut.
- Catat hasil pengamatan. Masukkan ke dalam tabel pengamatan

No Perlakuan Gelembung Gas Bara Api


1 Hati + H2O2 +++ Nyala
2 Hati + HCl + H2O2 + Padam
3 Hati + NaOH + H2O2 ++ Padam
4 Hati + panaskan + H2O2 - Padam
5 Jantung + H2O2 ++ Nyala

Keterangan:
- = Bila tak ada gelembung
+ = Sedikit gelembung
++ = Sedang
+++ = Banyak

Pembahasan
1. Hati ditambah H2O2 (hidrogen peroksida)
Saat ekstrak diberi H2O2 terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak. Hal ini
membuktikan bahwa enzim katalase yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2
menjadi H2O (air), sedangkan pada waktu dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul
nyala api. Hal ini membuktikan bahwa H2O2 juga diuraikan menjadi oksigen (O2).
2. Hati ditambah HCl dan H2O2
Pertambahan HCl disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu asam.
dihasilkan gelembung dalam kategori sedikit namun bara api juga menyala dalam intensitas
sedang. Hal tersebut menunjukkan bahwa enzim katalase dalam hati tidak bekerja, karena
tidak dipecahkannya senyawa H2O2 menjadi air dan oksigen. Hal tersebut disebabkan karena
terjadinya denaturasi. Denaturasi merupakan rusaknya bentuk tiga dimensi enzim yang
menyebabkan enzim tidak dapat lagi berikatan dengan substratnya sehingga aktivasi enzim
menurun atau hilang. Denaturasi enzim perlakuan ini disebabkan oleh penambahan HCl yang
merubah kondisi di sekitar molekul menjadi kondisi asam. Derajat keasaman (pH) sangat
mempengaruhi aktivitas enzim, sehingga kondisi asam tersebut merusak enzim katalase yang
bekerja pada pH netral. Hal ini menunjukkan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja dalam
kondisi terlalu asam.

3. Hati ditambah NaOH dan H2O2


Penambahan NaOH disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu basa.
Kemudian ditambah H2O2 ternyata terbentuk gelembung udara yang sedang, tetapi saat bara
api dimasukkan ke dalamnya tidak terjadi nyala api. Hal ini membuktikan bahwa enzim
katalase tidak dapat bekerja secara optimal dalam kondisi terlalu basa.
4. Hati dididihkan kemudian ditambah H2O2
Ekstrak yang dididihkan kemudian ditambah H2O2, ternyata tidak timbul gelembung udara
dan saat bara api dimasukkan ke dalamnya juga tidak timbul nyala api. Hal ini disebabkan
karena protein di dalam enzim katalase yang terdapat di ekstrak telah rusak sehingga tidak
dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2.
5. Jantung ditambah H2O2
Hasilnya sama seperti pada ekstrak hati ayam, tetapi terbentuknya gelembung sedikit lama.
Pertanyaan
1. Pada perlakuan mana, pembentukan gas paling banyak, gas apa yang dibentuk?
Jawab : Percobaan yang membentuk gelembung gas paling banyak adalah percobaan nomor
1 ( hati ayam + H2O2) karena enzim katalase dalam hati masih bekerja, karena berhasil
dipecahkannya senyawa H2O2 menjadi air dan oksigen. Gas yang terbentuk adalah O2.
Karena enzim katalase berfungsi memecah larutan H2O2 menjadi H2O dan gas O2.

2. Di dalam sel hidup dihasilkan H2O2, dari peristiwa apakah zat tersebut terbentuk?
Jawab : H2O2 dihasilkan pada proses ekskresi, apaila tidak ada enzim katalase maka racun di
dalam tubuh tidak akan terurai yang mengakibatkan racun akan tertimbun di dalam tubuh
dan akan menyebabkan berbagai macam penyakit.

3. Apa yang terjadi di dalam tubuh jika banyak tertimbun H2O2 ?


Jawab : Bila dalam tubuh tertimbun H2O2, sel-sel dalam tubuh terutama organ hati dapat
rusak karena H2O2 bersifat racun dalam tubuh. Apabila hati rusak, maka hati tidak dapat
menghasilkan enzim yang dapat menetralkan racun. Sehingga dapat terserang penyakit dan
gangguan seperti Vitiligo, rambut beruban, dll.

4. Bagaimana usaha tubuh untuk menetralisirnya?


Jawab : usaha tubuh dalam menetralisir racun adalah dengan mereaksikan racun tersebut
dengan enzim katalase yang ada didalam hati,yang kemudian akan menghasilkan gas yang
akan memperkaya oksigen didalam hati.

5. Tuliskan reaksi kimianya!


Jawab : 2 H2O2 2 H2O + O2

6. Apa kesimpulannya?
Jawab : Dari percobaan yang telah kami lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa enzim katalase
berperan dalam penguraian racun dari H2O2 menjadi H2O2 dan O2 , dimana kerjanya dipengaruhi
oleh beberapa faktor, salah satunya pH. dimana enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral.
Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya gelembung dan nyala bara api.
Dimana semakin banyak gelembung gas dan semakin terang nyala bara api berarti kerja enzim
katalase akan semakin cepat dan begitu pula sebaliknya karena salah satu kerja enzim yaitu sebagai
katalisator/pemercepat reaksi.

7. Apa variabel kontrolnya?


Jawab : Konsentrasi H2O2.

8. Apa variabel terikatnya?


Jawab : Munculnya gelembung gas dan nyala api.

Anda mungkin juga menyukai