Anda di halaman 1dari 10

PEMBAHASAN KHASUS

PELAPORAN KORPORAT

IMBALAN KERJA

KELOMPOK 1

KADEK LINDA KUSNITA 1607612001


PUTU ADI PRAWIRA CHANDRA 1607612002

PROGRAM PROFESI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

2017

Pembahasan Kasus
1. PT Royal memiliki kebiasaan untuk membagi bonus kepada karyawan tiap tahun. Bonus
tersebut biasanya dihitung sebesar 3% dari laba bersih. Bonus atas suatu tahun ditetapkan
pada RUPS dalam rangka pengesahan Laporan Keuangan tahunan tersebut. RUPS
biasanya dilakukan 5 bulan setelah tanggal pelaporan, yaitu bulan Mei tahun berikutnya.
Prakiraan laba bersih tahun 2015 adalah Rp 200.000.000.000. Hitunglah beban dan
liabilitas atas bonus yang diakui PT Royal tahun 2015.

Diketahui:
Laba bersih 2015 = 200.000.000.000
Nilai bonus 2015 = 3% dari laba bersih
RUPS dilakukan pada bulan mei 2016

Pertanyaan :
Hitung beban dan liabilitas atas bonus yang diakui tahun 2015

Pembahasan :
Jumlah bonus yang dibagi = laba bersih x 3%
= 200.000.000.000 x 3%
= 6.000.000.000
Beban bonus karyawan dan liabilitas yang diakui per 2015 = 6.000.000.000

Jurnal:
a. Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2015:
Beban bonus karyawan 6.000.000.000
Hutang bonus pembagian laba 6.000.000.000
b. Pada saat bonus dibayar:
Hutang bonus pembagian laba 6.000.000.000
Kas 6.000.000.000
2. PT Lazy memiliki 50 orang karyawan. Pada tahun 2015 mulai memberikan program cuti
berimbalan untuk karyawannya. Setiap karyawan berhak atas 5 hari cuti berimbalan
dalam 1 tahun dan dapat diakumulasikan pada tahun-tahun berikutnya. Setiap karyawan
yang cuti akan mendapatkan imbalan sebesar Rp 800.000 per hari. Pada tahun 2015, ada
35 karyawan sudah mengambil penuh hak cuti berimbalan, sedangkan 15 karyawan
sudah mengambil 3 hari. Hitunglah beban dan liabilitas atas cuti berimbalan yang diakui
PT Lazy tahun 2015.

Diketahui :
Jumlah karyawan : 50 Orang
Hak cuti berimbalan : 5 Hari
Jumlah imbalan : 800.000/hari
Yang mengambil cuti : 35 Orang (5 Hari)
15 Orang (3 Hari)

Pertanyaan :
Hitunglah beban dan liabilitas atas cuti berimbalan yang diakui PT Lazy pada tahun 2015

Pembahasan :
Perhitungan beban cuti berimbalan
= ([35 Orang x 5 Hari] + [15 Orang x 3 Hari]) x 800.000
= (175 + 45) x 800.000
= 220 x 800.000
= 176.000.000
Beban cuti berimbalan dan liabilitas yang diakui tahun 2015 = 176.000.000

Jurnal :
a. Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2015:
Beban cuti berimbalan 176.000.000
Hutang cuti berimbalan 176.000.000
b. Pada saat bonus dibayar:
Hutang cuti berimbalan 176.000.000
Kas 176.000.000
3. Pada tahun 2015 PT Pensiun berkomitmen melakukan PKK atas 20 orang karyawan
dengan jumlah pesangon keseluruhan senilai Rp 1.500.000.000. Selain itu, PT Pensiun
juga menawarkan kepada 15 orang karyawan lainnya untuk berhenti secara sukarela.
Setiap karyawan akan menerima pesangon masing-masing Rp 80.000.000 jika menerima
tawaran tersebut. PKK direncanakan efektif dilakukan awal tahun 2016. Dalam kasus ini
PT Pensiun sudah memiliki komitmen yang jelas untuk melakukan PKK dan biaya
terkait restrukturisasi telah diakui. Untuk PKK secara sukarela, PT Pensiun mengestimasi
2/3 karyawan akan menerima tawaran PKK tersebut. Berapa beban pesangon PKK yang
harus diakui PT Pensiun tahun 2015?

Diketahui :
Jumlah pesangon PKK : 1.500.000.000 (20 Orang)
Jumlah pesangon PKK sukarela : 80.000.000/orang (15 Orang estimasi 2/3)
PKK efektif per awal 2016

Pertanyaan :
Berapa beban pesangon PKK yang harus diakui PT Pensiun tahun 2015?

Pembahasan :
Beban pesangon yang diakui hanya sebatas pada PKK yang pasti terjadi, yaitu
1.500.000.000
4. Berikut adalah data yang berhubungan dengan program imbalan pasti bagi karyawan PT
Jompo:
1 Januari 2015 31 Desember 2015

Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti 3.100.000.000 3.400.000.000

Nilai Wajar Aset Program 2.900.000.000 3.100.000.000

Penghasilan Komprehensif Lain (kredit) 352.000.000 394.000.000

Berdasarkan kasus pada PT Jompo, berapakah nilai liabilitas yang timbul di Laporan Posisi
Keuangan (Neraca) PT Jompo per 31 Desember 2015? Berapakah imbalan pasca kerja yang
harus diakui dalam Laporan Laba Rugi PT Jompo tahun 2015, jika iuran yang dibayarkan
tahun 2015 sebesar Rp 50.000.000? Berapakah keuntungan (kerugian) aktuarial yang diakui
PT Jompo melalui Penghasilan Komprehensif Lain tahun 2015?

Diketahui :
Nilai kini kewajiban imbalan pasti : 3.400.000.000
Nilai wajar aset program : 3.100.000.000
Penghasilan komprehensif lain : 394.000.000
Iuran yang dibayarkan tahun 2015 : 50.000.000

Pertanyaan :
1. Nilai liabilitas pada neraca per 31 desember 2015 ?
2. Imbalan pasca kerja dalam L/R tahun 2015 ?
3. Berapakah keuntungan (kerugian) aktuarial yang diakui melalui Penghasilan
Komprehensif Lain tahun 2015?

Pembahasan :
Keuntungan / kerugian aktuaria Penghasilan Komprehensif Lain :
= 352.000.000 - 394.000.000
= (42.000.000)

Kerugian aktuaria atas Penghasilan Komprehensif Lain = 42.000.000


Perhitungan imbalan pasca kerja (Program Pensiun Manfaat Pasti) :

nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal pelaporan 3.400.000.000


keuntungan / (kerugian) aktuarial yang tidak diakui (42.000.000)
3.358.000.000
biaya jasa lalu yang belum diakui (50.000.000)
3.308.000.000
nilai wajar aset program pada tanggal pelaporan (3.100.000.000)
208.000.000
imbalan pasca kerja yang diakui di Laba / Rugi = 208.000.000

Nilai liabilitas pada neraca :


Utang pensiun : 208.000.000
5. PT Purnabakti memiliki program iuran pasti dengan iuran jatuh tempo tiap akhir bulan
sebesar Rp 4.000.000. Iuran bulan November 2015 telah dibayar sejumlah Rp 3.000.000
pada pertengahan Desember 2015, sedangkan iuran bulan Desember telah dibayar
seluruhnya pada awal Januari 2016. Hitung liabilitas yang diakui PT Purnabakti pada 31
Desember 2015 terkait program iuran pasti.

Diketahui :
Iuran bulanan jatuh tempo tiap akhir bulan
Nilai iuran bulanan = 4.000.000
Iuran november dibayar 3.000.000 pada pertengahan desember 2015
Iuran desember dibayar lunas pada awal januari 2016

Pertanyaan :
Berapa liabilitas yang diakui PT Purnabakti pada 31 Desember 2015 terkait program iuran
pasti ?

Pembahasan :
program iuran pasti diakui sebagai liabilitas (beban terakru), setelah dikurangi dengan iuran
yang telah dibayar. Jika iuran tersebut melebihi iuran terutang untuk jasa sebelum akhir
periode pelaporan, maka entitas mengakui kelebihan tersebut sebagai aset (beban dibayar di
muka) sepanjang kelebihan tersebut akan mengurangi pembayaran iuran di masa depan atau
dikembalikan.
Total iuran pasti tahun 2015 = iuran bulanan x 12
= 4.000.000 x 12
= 48.000.000
Sudah terbayar selama 2015
Jan okt = 40.000.000
Nov = 3.000.000
Total terbayar 2015 = 43.000.000
Belum terbayar = 48.000.000 43.000.000
= 5.000.000

liabilitas yang diakui PT Purnabakti pada 31 Desember 2015 terkait program iuran pasti
adalah 5.000.000
6. Pada tahun 2015, PT Haritua memiliki saldo terkait program Imbalan Pasti adalah
sebagai berikut:
Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti awal tahun 2015 225.000.000
Nilai Wajar Aset Program Awal tahun 2015 175.000.000
Penghasilan komprehensif lain (kredit) awal tahun 2015 10.070.000
Biaya Jasa Kini 18.000.000
Tingkat Diskonto 10%
Iuran yang dibayarkan perusahaan pada Dana Pensiun 25.000.000
Imbalan pensiun yang dibayarkan oleh Dana Pensiun 12.000.000
Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti Akhir tahun 2015 260.000.000
Nilai Wajar Aset Program Akhir tahun 2015 205.000.000

Diminta:
1. Hitung beban imbalan pasti tahun 2015 dan liabilitas di Laporan Posisi Keuangan
(Neraca) PT Haritua per 31 Desember 2015.
2. Buat ayat jurnal yang diperlukan PT Haritua terkait Program Imbalan Pasti tahun
2015.

Pembahasan :
Biaya bunga = 10% x NKKIP awal tahun 2015
= 10% x Rp 225.000.000
= Rp 22.500.000

Pendapatan bunga = 10% x NWAP awal tahun 2015


= 10% x Rp 175.000.000
= Rp 17.500.000

Liabilitas- awal = Rp 10.070.000 + 225.000.000 - 175.000.000


= Rp 60.070.000 (D)

Liabilitas tahun berjalan = Rp 23.000.000 + 7.000.000 - 25.000.000


= Rp 5.000.000 (K)
Liabilitas akhir = Rp 60.070.000 - Rp 5.000.000
= Rp 55.070.000

Jurnal yang dicatat PT Haritua pada tahun 2015 terkait program Imbalan Pasti yaitu :

Beban Rp 23.000.000
Penghasilan Komprehensif Lain 7.000.000
Kas Rp 25.000.000
Liabilitas 5.000.000