Anda di halaman 1dari 9

TUGAS

INSTRUMEN ELEKTRONIK

DAN PENGUKURAN

MATERI

METER DAN JEMBATAN ARUS SEARAH

DOSEN PEMBIMBING

Drs. Hufri M.Si

Oleh

YOGI AULIA PUTRA

17033172

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

PENDIDIKAN FISIKA

2017
GALVANOMETER

1. Jenis Jenis Galvanometer


a. Galvanometer Balistik

Galvanometer adalah alat untuk mendeteksi dan mengukur arus listrik yang
kecil. Galvanometer juga adalah alat yang digunakan untuk menentukan arah,
dan kekuatan dari arus listrik dalam konduktor. Galvanometer ditemukan
oleh Hans C. Oersted bahwa jarum magnetik dibelokkan oleh adanya arus
listrik dalam konduktor terdekat. Ketika arus listrik melewati konduktor, jarum
magnetik cenderung berbelok di sudut kanan ke konduktor sehingga arah
paralel ke garis induksi di sekitar konduktor dan yang poin Kutub Utara ke arah
di mana garis-garis iniinduksi mengalir. Secara umum, sejauh mana jarum
ternyata tergantung pada kekuatan saat ini.

Untuk mengukur fluksi maknit digunakan galvanometer balistik, dimana


galvanometer ini bekerja menggunakan prinsip d Arsonval dan dirancang
khusus untuk pemakaian selama 20 30 sekon dengan kepekaan tinggi.Pada
pengukuran balistik ini, kumparan menerima suatu impuls arus sesaat,
mengakibatkan kumparan berayun ke satu sisi dan kemudian kembali berhenti
dalam gerakan berosilasi.

Jika impuls arus berlangsung singkat, maka defleksi mula-mula dari posisi
berhenti berbanding lurus dengan kuantitas pengosongan muatan listrik
melalui kumparan. Nilai relatif impuls arus yang diukur dalam defleksi sudut
mula-mula dari kumparan adalah :

Dimana:

Q = muatan listrik ( coulomb )

K = kepekaan galvanometer ( coulomb / radian defleksi )

= defleksi sudut kumparan ( radian )

Harga kepekaan galvanometer ( K ), dipengaruhi oleh redaman dan besarnya


diperoleh secara eksperimental, melalui pemeriksaan kalibrasi pada kondisi
pemakaian yang nyata.

b. Galvanometer Astatic

Galvanometer Astatic dikembangkan oleh Leopoldo Nobili tidak seperti


galvanometer kompas jarum, galvanometer astatic memiliki dua jarum
magnetik sejajar satu sama lain, tetapi dengan kutub magnet terbalik.
Perakitan jarum ditangguhkan oleh benang sutra dan tidak memiliki momen
dipol magnetik. Hal ini dipengaruhi oleh medan magnet bumi, jarum yang lebih
rendah di dalam kumparan akan dibelokkan oleh medan magnet yang
diciptakan oleh arus yang lewat.
c. Galvanometer Supensi

Pengukuran-pengukuran arus searah sebelumnya menggunakan galvanometer


sistem gantungan, yang merupakan pelopor instrumen kumparan putar,
sebagai dasar pada umumnya instrumen penunjuk arus searah yang dipakai
secara luas saat ini. Dengan beberapa penyempurnaan, Galvanometer
suspensi masih digunakan untuk pengukuran-pengukuran laboratorium
sensitivitas tinggi tertentu, jika keinda-han instrumen bukan merupakan
masalah dan portabilitas bukan menjadi prioritas.

Galvanometer suspensi adalah jenis alat ukur yang merupakan cikal bakal atau
dasar dari alat-alat ukur arus searah yang menggunakan kumparan gerak
(moving coil) bagi sebagian besar alat-alat ukur arus searah yang digunakan
hingga saat ini.

2. Prinsip Dasar Galvanometer


Galvanometer pada umumnya dipakai untuk arus tetapi dalam mengukur kuat
arus listrik galvanometer bekerja berdasarkan prinsip bahwa sebuah kumparan
yang dialiri arus listrik galvanometer bekerja berdasarkan prinsip bahwa
sebuah kumparan yang dialiri arus listrik dapat berputar ketika diletakkan
dalam suatu daerah medan magnetik. Pada dasarnya kumparan terdiri dari
banyak lilitan kawat. Sebuah galvanometer yang digantungkan pada kumparan,
kopel magnetik akan memutar kumparan, kumparan hanya dapat berputar
maksimal seperempat putaran kedudukan kumparan tegak lurus terhadap
medan magnet. Cara kerja galvanometer sama dengan motor listrik, tapi
karena dilengkapi pegas, maka kumpurannya tidak berputar. Karena muatan
dalam magnet dapat berubah, dimana adanya arus listrik yang mengalir di
dalamnya. Galvanometer pada umumnya dipakai untuk arus searah tetapi
prinsipnya menggunakan konstruksi kumparan putar, yaitu berputarnya
kumparan karena munculnya dua gaya Lorentz sama besar tetapi berlawanan
arah yang dimana bekerja pada dua sisi kumparan yang saling berhadapan.
Kawat tembaga di lilitkan pada inti besi lunak berbentuk silinder membentuk
satu kumparan, dan diletakkan pada kutub-kutub sebuah magnet permanen.
Arus listrik memasuki dan meninggalkan kumparan melalui pegas spiral yang
terpasang dibawah dan diatas kumparan, maka sisi kumparan yang dekat
kutub utara dan kutub selatan mengalami gaya Lorentz yang sama tetapi
berlawana arah, yang akan menyebabkan kumparan berputar jarum untuk
menunjukkan pada skala tertentu. Angka yang ditunjukkan oleh skala
menyatakan besar arus listrik yang diukur.

Oleh karena itu galvanometer adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk
mengukur kuat arus dan beda potensial listrik yang relative kecil.
Galvanometer tidak dapat digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda
potensial listrik yang relatif besar, karena komponen-komponen internalnya
yang tidak mendukung.

3. SENSITIVITAS GALVANOMETER
Untuk menyatakan sensitivitas sebuah galvanometer,umumnya digunakan tiga
definisi,
yaitu :

1. Sensitivitas arus (current sensitivity)


2. Sensitivitas tegangan ( Voltage sensitivity)
3. Sensitivitas mega-ohm (megahm sensitivity)

Sensitivitas arus (current sensitivity) sebagai perbandingan


penyimpangan(defleksi) galvanometer terhadap arus yaing menghasilkan
defleksi tersebut.biasanya arus dalam mikroamper dan defleksi dalam
milimeter,defleksi dinyatakan dalam bagian skala, Sensitivitas arus adalah :

St =

d = defleksi galvanometer dalam bagian skala atau mm


i = Arus glavanometer dalam
Sensitivitas tegangan ( voltage Sensitivity) sebagai perbandigan defleksi
galvanometer terhadap tegangan yang menghasilkannya oleh karena itu

Sv=

d = defleksi galvanometer dalam bagian skala atau mm


V = tegangan galvanometer dalam mV

Sensitivitas mega-ohm (megahm sensitivity) sebagai tahanan(dalam mega-


ohm) dihubungkan secara seri dengan galvanomtr agar menghasilkan defleksi
sbsar satu bagian skala bila tegangan 1V dimasukan ke rangkaian .arus yang
dimasukkan praktis sama dengan 1/R dan menghasilkan defleksi sebesar
satu bagian (divisi).mega ohm sama dengan sentivitas arus, sehingga.

SR= =SI

d = defleksi galvanometer dalam bagian skala atau mm


I = arus galvanometer dalam

Bentuk sentivitas keempat ditmukan pada galvanometer balistik. Hal ini


disebut sensitivitas balistik ( ballistic sensitivity )dan didefinisikan sebagai
perbandingan defleksi maksimal galvanometer, dm terhadap jumlah muatan, Q
di dalam satu pulsa tunggal yang menghasilkan defleksi tersebut. Maka
dm
SQ =

dm = defleksi galvanometer dalam bagian skala atau mm


Q = kuantitas listrik dalam

contoh : E = 1,5V
R1 = 1,0
R2 = 2500
R3 variabel

Degan membuat R3 pada 450 ,dfleksi galvanomter adalah 150mm, dan


untuk R3=950 ,defleksi menjadi 75mm.tentukan (a). Tahanan
galvanometer,(b)sentivitas arus galvanometer .

Jawab : (a) Bagian dari arus total IT yang diambil oleh galvanometer
adalah
1
IG = X IT
1+3+

Karena deflksi untuk R3 = 450 adalah 150mm dan untuk R3=960


adalah 75mm, arus IG dalam hal kdua ini adalah setegah arus
pertama.
1,0 1.0
IG1 = 2IG1 atau =2
1,0+450+ 1.0+950+

Dengan RG diperoleh RG = 40
(b) dengan melihat gambar di atas bahwa tekanan total adalah
1(3+)
RT = R2 + 2500
1+2+

Sehingga
1,5
IT = = 0,6 mA
2500

Untuk R3 = 450 arus galvanometer IG adalah


1
IG1 = IT
1+3+

1,0
= X 0,6mA =1,2
1,0+450+49

150
Dan SI = = 125mm/
1,2
DAFTAR PUSTAKA

1. Jevuska : FungsiGalvanometer, Ampere DC, Listrik, Magnet, Voltmeter DC,


(2007)

2. Weni Sri Yunita : Pengukuran Listrik Galvanometer, Universitas Hasnuddin


(2013)

3. Bartholomew,Davis,electrical Measurements and Instrumentation, bab 4.


Boston : Allyn and Bacon,Inc,1963

4. Stout, Melville B., Basic Electrical Measurements, edisi kedua,bab 4,5,17.


Englewood Clifs,N.J. : Prentice-Hall,Inc,1960

5. The Instrument sketchbook. Weston Instruments,Inc, Newark, NJ.,1966

6. . Anhar, ST. MT : Pengukuran Listrik 3, Instrumen Penunjuk Arus Searah


(2012-2013)