Anda di halaman 1dari 15

CRITICAL BOOK REPORT

Fisika Teknik
Ir.Firdaus, M.Kes.

D
i
s
u
s
u
n
Oleh :
Nama : Astoni Sinambela
Nim : 5171121001

FAKULTAS TEKNIK
PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
KATA PENGANTAR

Pertama-tama saya mengucapkan Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena telah memberikan rahmat dan karunianya serta kesehatan kepada saya,
sehingga mampu menyelesaikan tugas CRITICAL BOOK REPORT. Tugas ini di
buat untuk memenuhi salah satu mata kuliah saya yaitu Fisika Teknik. Tugas Critical
Book Report ini disusun dengan harapan dapat menambah
pengetahuan dan wawasan kita semua khusunya dalam mata kuliah fisika teknik. Saya
menyadari bahwa tugas Critical Book Report ini masih jauh dari kesempurnaan. Apabila
dalam tugas ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, Saya
mohon maaf karena sesungguhnya pengetahuan dan pemahaman saya masih terbatas,
karena keterbatasan ilmu dan pemahaman saya yang belum seberapa. Karena itu saya
sangat menantikan saran dan kritik dari pembaca yang sifatnya membangun
guna menyempurnakan tugas ini. Saya berharap semoga tugas Critical Book Report ini
dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi saya khususnya. Atas perhatiannya saya
mengucapkan terimakasih.

Medan, 10 Oktober 2017

ASTONI SINAMBELA
NIM : 5171121001

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .......................................................................................................................................... i


Daftar Isi ...................................................................................................................................................... ii

BAB I : Pendahuluan

A. Latar Belakang ........................................................................................................................... 1


B. Tujuan .......................................................................................................................................... 1
C. Manfaat ........................................................................................................................................ 1

BAB II : Pembahasan

A. Identitas Buku ............................................................................................................................. 2


B. Ringkasan isi Buku .................................................................................................................... 3
C. Kelebihan ...................................................................................................................................... 9
D. Kekurangan.......................................................................................................................................10

BAB III : Penutup

A. Kesimpulan .................................................................................................................................. 11
B. Saran ............................................................................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................... 12

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada dasarnya semua buku yang telah ditulis oleh para penulis
memiliki keunikan masing-masing, namun ada juga diantara mereka yang
masih memiliki kekurangan, hingga buku tersebut belum begitu sempurna
untuk dipelajari, sehingga dibutuhkan buku lain untuk melengkapi
kekurangan buku yang satu tadi. Tapi seharusnya, kita harus sangat
berterimakasih kepada para penulis buku, karena mereka telah
memberikan ilmu mereka untuk kita sehingga kita dapat belajar dari buku-
buku mereka.
Oleh karena itu, saya membuat Critical Book ini, untuk melihat
perbedaan dan persamaan dari kedua buku yang berbeda penulisnya
tentang suatu materi pembelajaran dan juga untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Fisika Teknik.

B. Tujuan penulisan CBR

1) Untuk mengetahui Perbedaan sebuah buku.


2) Untuk mengetahui macam-macam dari jenis buku
3) Untuk mengetahui pengaplikasian Fisika teknik.

C. Manfaat CBR

1) Untuk memenuhi tugas Critical Book Report pada mata kuliah Fisika
Teknik.

2) Untuk menambah Pengetahuan Tentang Fisika Teknik.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Identitas Buku

Buku pertama

Judul Buku : Fisika Umum II

Penulis :Prof.Drs.Motlan,M.sc.,Ph.D

Drs.Jurubahasa Sinuraya,M.Pd

Kota Terbit :Medan

Tahun Terbit :2015

Edisi :-

Jumlah halaman : 30 halaman

Buku Pembanding

Judul Buku : Fisika Dasar

Penulis :Prof.Dr. Peter Soedojo,B.Sc.

Kota Terbit :Yogya karta

Tahun Terbit :1999

Edisi :Edisi 2

Jumlah halaman : 9 halaman

2
B. Ringkasan Isi Buku.

Buku Pertama.

1. Pendahuluan:
Medan Magnetik
Kemagnetan berhubungan dengan fenomena-fenomena yang menghasilkan
gaya yang bekerja pada muatan karena gerakan dari muatan tersebut. Gaya magnet
yang bekerja pada muatan yang sedang bergerak biasanya dijelaskan sebagai medan
magnet, seperti halnya gaya yang bekerja pada muatan yang diam dalam medn
listrik.
Pada bab ini aka dibahas antara lain: garis-garis medan magnet, medan
magnetic, medan magnetic disekitar arus listrik, gaya magnetic, dan prinsip-prinsip
keelektromagnetan yang ditunjukkan oleh persamaan Maxwell.

Listrik Bolak-Balik
Gerak bolak balik dari muatan listrik dan timbale- balik dari gerakan listrik dan
medn berhubungan dengan osilasi dari elektromagnet.Muatan listrik mungkin
digerkkan oleh sumber energi untuk berosilasi di dalam suatu rangkaian listrik yang
terdiri dari hambatan kapasitor, dan indicator listrik.Kita akan melihat bagaimana
osilasi medan listrik dan medan magnet yang dihasilkan oleh muatan yang berosilasi
dan bagaimana radiasi elektromagnetik dapat dijelaskan dalam medn osilasi.

2. Deskripsi isi buku:


Medan Magnetik

Gejala kemagnetan dan sifatnya


Gejala kemagnetan pertama sekali ditemukan dikota kuno asia kecil bernama
Magnesia, dan diobatkan dengan magnet.Setiap magnet memiliki dua kutub yaitu
kutub utara dan kutub selatan, Jika kedua kutub yang di dekatkan akan terjadi tolak
menolak, dan jika kedua kutib yang berbeda didekatkan akan terjadi tarik- menarik.
3
Garis garis Medan Magnet dan Kuat Medan Magnetik
Gagasan menggunakan garis medan untuk melukiskan medan magnetic,
pertama kali diperkenalkan garis- garis medan itu Fluks magnetic (fluks berarti
aliran). Faraday membayangkan fluks megnetik sebagai aliran garis gaaris medan
magnetic.
Medan Magnet di sekitar Arus Listrik
a) Hukum Biot- savart
Tinjauan sebuah kawat pengahntar sangat panjang si aliri arus listrik
melalui percobaan yang dilakukan Bio- savart bahwa besarnya induksi
magnetic di titik P (dB) yang ditimbulkan elemen kawat dl, adalah
Sebanding dengan kuat arus, I
Sebanding dengan panjang elemen kawat, dI
sebanding dengan sinus sudut yang dibentuk arah arus dengan garis
penghubung elemen kawat dengan titik P, sin
Berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara elemen kawat dengan
titik P,
b) Induksi Magnetik di sekitar pengantar lurus berarus
Cara penggunaan kaidah tangan kanan tersebut adalah bila kita
mengenggam pengahantar berarus listrik dengan tangan kanan sedemikian,
arah ibu jari menunjukkan arah arus listrik, arah lipatan keempat jari lainnay
merupakan arah putaran garis-garis gaya magnetic.
c) Induksi Magnetik oleh kawat Melingkar yang berarus
Dengan menggunakan kaidah tangan kanan, arah induksi magnet yang
ditimbulkan oleh kawat melingkar yang berarus listrik.
d) Induksi Magnet Oleh Solenoida yang Berarus
Solenoida adalah gulungan kawat yang digulung dengan garis medan
seperti spiral. Bila kedalam solenoida dialirkan arus listrik , di dalam solenoid
terjadi medan magnet. Garis garis medan magnet yang dihasilkan oleh
solenoida yang membawa arus serupa madan magnet sebuah magnet batang.
e) Induksi Magnetik oleh Toroida Yang Berarus

4
Suatu kumparan (solenoida) yang dilengkungkan sehingg berbentuk
lingkaran disebut toroida. Untuk menentukan besar induksi magnetic di sumbu
toroida analog dengan solenoida. Hanya perlu memperhatikan batas-batas
integrasi. Bayangan toroida dibentuk dengan melengkungkan solenoid.

Gaya Magnet

Suatu muatan listrik positif yang bergerak di daerah medan magnet akan
mengalami gaya magnet yang disebut gaya Lorentz.

Muatan listrik dengan kecepatan trgak lurus terhadap arah medan magnet
menghasilkan gerak melingkar, kecepatan yang sejajar dengan arah medan magnet
menhasilkan gerak lurus beraturan, sedangkan kecepatan dengan arah sembarang
terhadap arah medan magnet menghasilkan gerak spiral.

Gaya Intraksi Antara dua Penghantar Sejajar berarus

Pada bagian terdahulu telah dijelaskan bahwa arus listrik menghasilkan medan
magnet. Bila suatu kawat berarus terdapat kawat lain yang juga dialiri arus listrik, maka
kedua kawat akan memberikan gaya satu sama lain.

kawat lurus sejajar dialiri arus yang arahnya sama, kedua kawat saling tarik
menarik dan tolak menolak jika dialiri arus yang berlawanan arah.

Induksi Elektromagnetik

1) Hukum Faraday

Arus listrik yang dihasilkan disebut arus listrik induksi. Gejala induksi
magnetic ini dapat didefenisikan sebagai proses perubahanenergi
mekanik(energi kinetic)menjadi energi listrik. Michael faraday melakukan
percobaan untuk menyelidiki hubungan antara ggl induksi yang pada ujung-
ujung kumparan dengan laju perubahan fluks magnetic.

ggl induksi yang timbul antara ujung ujung kawat kumparan


berbanding lurus dengan perubahan fluks magnetic yang dilingkupi kawat
kumparan tersebut.

5
2) Ggl Induksi pada konduktor Bergerak
Pada kawat U dipasangkan kawat PQ yang dapat bergerak bebas ke kiri
dan ke kanan. Misal kawat PQ yang panjang L digerakkan ke kanan dengan laju v
dengan arah memotong tegak lurus medan magnet B.

3) Generator AC (arus bolak balik)


Generator merupakan salah satu penerapan induksi elektromagnetik
kaset. Generator terdiri atas magnet yang menghasilkan fluks magnetic dan rotor
terdiri dari kumparan kumparan lembaga, ujung ujung kumparan
dihubungkan dengan cincin luncur kumparan dan cincin berputar terhadap
sumbu.

LISTRIK BOLAK BALIK (AC)

Arus dan Tegangan Bolak balik

Arus bolak balik adalah arus yang mempunyai arah yang berubah ubah
secara periodic, Prinsip generator arus bolak balik adalah kumparan yang di putar
dalam medan magnetic dan menghasilkan gaya gerak listrik (GGl) induksi yang
berbentuk sinusoida dan besarnya bergantung pada:

jumlah lilitan dari kumparan (N)


induksi magnetic (B)
luas penampang kumparan (A)

Nilai efektif

Nilai efektif kuat arus / tegangan AC (Alternating current = arus bolak balik)
ialah kuat arus / tegangan AC yang dianggap setara dengan kuat arus / tegagan DC
(direct current = arus searh ) yang menghasilakan jumlah kalor yang sama ketika
melalui suatu penghantar dalam waktu yang sama.

6
Hambatan (R), Induktor (L) dan Kapasitor (C)

a. Rangkaian hambatan (R) dengan tegangan bolak balik


b. Rangkaian inductor L dengan tegangan bolak balik
c. Rangkaian kapasitor C dengan tegangan bolak balik
d. Rangkaian seri RLC pada tegangan bolak balik

Daya pada arus bolak balik

Besar daya sesungguhnya adalah besarnya daya atau usaha listrik tiap satuan
waktu yang di ubah menjadi panas didalam tahanan ohm saja, tidak termasuk reaktansi
induksi.

Ringkasan Buku Kedua

Medan Magnet Arus listrik

Dari pengamatan ternyata bahwa disekeliling arus listrik timbul medan magnet
yang garis gayanya melingkar arus listrik itu.

Teori rangkaian arus Bolak Balik

Arus bolak balik adalah arus listrik yang arahnya bolak balik secara periodic
yang secara matematik dinyatakan bernilai positip lalu negative lalu positif lagi dan
seterusnya berselang seling.

Meskipun variasi periodic itu kebanyakan tidak harmonic namun menurut


fourier, sembarang variasi periodic asalkan bernilai tunggal, selalu dapat di uraikan
menjadi komponen komponen periodic.

2. Deskripsi isi buku

7
Medan magnet Arus Listrik

a. Rumus Bio- savart


Kuat medan magnet arus listrik tentunya merupakan jumlahan dari
kontribusi masing- masing bagian atau elemen panjang arus listrik itu.Lebih
lanjut Bio dan Savart berpendapat bahwa kuat medan magnet itu berbanding
terbalik dengan kuadrat jaraknya dari elemen arus dengan arah menyilang tegak
lurus arah elemen arus tersebut. Kecuali sebanding dengan kuat arus juga
sebanding dengan panjang elemen arus sebagaimana keliahatan dari tempat
mana kuat medan magnet itu di tinjau.
b. Untai Ampere
Medan magnet adalah medan gaya yang konservatif, sebagaimana usaha
oleh muatan magnet yang bergerak dari satu titik ke titik lainnya tak tergantung
lintasa yang ditempuhnya, khususnya usaha dari satu titik kembali ketitik iru
lagi, adalah nol .
Tetapi menurut hasil diatas usaha sepanjang garis gaya sekeliling arus
listrik tidaklah nol melainkan sama dengan arus yang disekilingnya. Hal ini tentu
disebabkan oleh sifat rotasional garis gaya medan magnet arus listrik. Namun
demikian, menurut Ampere, Karena sifat konservatif medan magnet , usaha dari
satu titik ketitik itu lagi, meskipun tidak sepanjang garis gaya, akan sama degan
arus yang dikelilinginya.
c. Maxwell IV
Untuk arus listrik yang terdistribusi dengan rapat arus j yang
didefenisikan sebagai total kuat arus persatuan luas penampang yang tembus
distribusi arus itu, total arus yang dicakup lintasan integral jarak dalam teorema
untai ampere akan sebanding dengan rapat arus di daerah luasan integrasi.
d. Medan magnet kumparan solenoidal dan kumpran toroidal

kumparan solenoidal adlah deretan seri lilitan melingkar kawat yang


sewaktu dialiri arus listrik akan menjadi sumber medan magnet seperti yang
dihasilkan oleh batang magnet yang berbentuk silinder memanjang.

8
Sedankan kumparan toroidal seperti solenoidal hanya saja dilengkungan melingkar
sehingga ujung- ujungnya bertautan.Kumparan yang tak berujung pangkal demikian
boleh dikatakan sebagai solenoidal yang tak terhingga panjangnya.

Rangkaian Arus Listrik Bolak Balik

a). Impendansi

Kita tinjau rangkaian listrik R-L-C, yaitu yang terdiri atas kumparan atau
induktansi dirinya L,tahanan atau reistansi yang besra tahanannya R, kondensator
atau kapasitor yang kapasitansinya C, dipasang seri.

b). Tenaga didalam rangkaian arus bolak balik

Adapun cos merupakan faktor yang memperkecil daya oleh adanya


beda sudut fase , yang kalau impedansinya berupa reaktansi saja maka =
sehingga cos = 0, yangberarti tiada desipasi tenaga, sebaliknya, jika impedansinya
berupa resistansi saja, maka = 0 sehingga cos = 1, yang berarti tenaganya
maksimum.

C. Kelebihan buku

Buku Pertama

Fisika Umum II ini sangatlah jelas dan materinya sangat lengkap dan kata- kata yang di
gunakan mudah dipahami, dan disetiap matei selalu ada contoh soal, sehingga
mempermudah pembaca unruk menerapkannnya.

Buku Pembanding

Buku fisika dasar ini langsung menjelaskan ke inti dan menjelaskan materi dengan
singkat dan padat.Dan menjelaskan rumus secara detail.

9
D. Kekurangan buku

Buku Pertama

Buku fisika umum II ini terlalu banyak contoh soalnya, dan sub judulnya terlalu banyak,
jadi pembahasan materi jadi berbelit- belit. Sehingga akan membuat pembaca bosan
untuk membaca buku ini.

Buku Pembanding

Buku fisika ini sangat terlalu ringkas menjelaskan setiap materi, karena terlalu
ringkasnya menjelaskan materi sipembaca menjadi sulit untuk memahami materi
buku ini.

10
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari kedua buku yang sudah dikritik dapat disimpulkan:


1. Walaupun memiliki judul buku yang sama kedua buku memiliki perbedaan dalam
pembahasan materinya
2. Buku utama lebih lengkap pembahasannya dibandingkan dengan buku pembanding
3. Kelemahan dari kedua buku adalah tidak menampilkan biografi pengarang

B. Saran

Berdasarkan hasil Critical Book Report yang sudah di review, periview menyarankan supaya
fisika teknik dipelajari dan dipahami semua lapisan baik guru, mahasiswa sehingga
meningkatkan prestasi mahasiswa dalam berfisika teknik di dalam perkuliahan.

11
DAFTAR PUSTAKA

Buku Fisika Umum II Pengarang Prof.Drs.Motlan,M.sc.,Ph.D Dan Drs.Jurubahasa


Sinuraya,M.Pd .

Buku Fisika Dasar Pengarang Prof.Dr. Peter Soedojo,B.Sc.

12