Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

BIOSFER DAN MAKHLUK HIDUP


Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar
(ABKA 5121)
Dosen Pengampu :
Dr. H. SIDHARTA ADYATMA, M.Si
SELAMAT RIADI, M.Pd

Oleh :

KELOMPOK 3
NUR KHOLIPAH (1710115120016)
MUHAMMAD FAISAL MADANI (1710115110014)
APRILIA ANJANI (1710115320001)
REYNALDI SAPUTRA (1710115210021)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2017
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, penyusun dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Biosfer dan Makhluk Hidup”,
yang penyusun buat untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu alamiah dasar.
Atas selesainya penyusunan makalah ini penyusun menyampaikan ucapan
terimakasih yang tidak terhingga kepada Bapak Dr. H. Sidharta Adyatma, M.Si
dan Bapak Selamat Riadi,M.Pd., sebagai dosen pengajar mata kuliah ilmu alamiah
dasar yang telah membimbing penyusun sehingga dapat menyelesaikan makalah
ini dengan baik, serta semua pihak yang telah membantu dan memberikan
dukungan.
Penyusun berharap makalah yang cukup sederhana ini dapat bermanfaat
dan dapat dijadikan sebagai sarana informasi yang berguna bagi para generasi
muda dalam pembelajaran ilmu alamiah dasar.
Mohon maaf apabila dalam pembuatan makalah ini masih banyak
kesalahan sehingga perlu ada saran yang sifatnya membangun. Semoga dengan
adanya makalah ini dapat memberikan dampak positif bagi berbagai kalangan
baik pelajar maupun masyarakat.

Banjarmasin, 28 November 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
KATA PENGANTAR .................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... iv
BAB I : PENDAHULUAN .............................................................................. 1
A. Latar Belakang .............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................... 2
C. Tujuan ............................................................................................ 2
BAB II : PEMBAHASAN .............................................................................. 3
A. Biosfer ............................................................................................ 3
B. Evolusi Kehidupan ......................................................................... 5
C. Evolusi Manusia ............................................................................. 7
D. Isu-isu biosfer ................................................................................. 9
BAB III : PENUTUP ...................................................................................... 15
A. Kesimpulan ................................................................................... 15
B. Saran .............................................................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 16

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Gambar 1.1 Biosfer


Sumber : https://www.google.com/search?q=BIOSFER&client=firefox-b-
ab&biw=1366&bih=656&tbm=isch&source=

Semua jenis kehidupan terbatas pada lapisan tipis yang


disebut“BIOSFER”. Walaupun tipis, lapisan ini di huni oleh lebih dari
1.500.000 macam tumbuhan dan hewan. Biosfer mempunyai arti lingkungan
hidup serta lapisan pada permukaan bumi yang cocok bagi kehidupan.
Keaneka ragaman tumbuhan dan hewan pada suatu wilayah akan
berkembangdengan baik apabila memenuhi syarat-syarat tertentu, baik
biotik (fisik) maupun abiotic terpenuhi. Persebaran makhluk hidup memiliki
pengertian keberadaan makhluk hidup pada daerah tertentu, sedangkan
penyebaran makhluk hidup memiliki pengertian cara makhluk hidup itu
sampai di suatu daerah tertentu. Oleh karena itu persebaran makhluk hidup
erat kaitannya dengan daya dukung suatu daerah.

Biosfer sangat mempunyai manfaat dan pengaruh yang besar untuk


kelangsungan makhluk hidup di bumi. Biosfer juga sangat bermanfaat untuk
makhluk hidup khususnya manusia. Ilmu pengetahuan yang telah
mempelajari biosfer dan makhluk hidup sangat penting dan berguna untuk
saat ini maupun untuk kelangsungan masa depan. Dengan mempelajari

1
biosfer dan makhluk hidup manusia bisa bersikap lebih baik dalam hal
memelihara ekosistem, lingkungan hidup maupun eksperimen untuk masa
yang akan datang, agar alam ini bisa terjaga dengan baik serta bisa
dinikmati sampai masa yang akan datang.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Biosfer?
2. Bagaimana evolusi kehidupan ?
3. Bagaimana evolusi manusia?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui maksud dari Biosfer
2. Untuk mengetahui evolusi kehidupan
3. Untuk mengetahui evolusi manusia
BAB II 2

PEMBAHASAN
A. Asal-usul bumi
Biosfer disebut sebagai lapisan kehidupan di bumi, tempat dimana
makhluk hidup tinggal dan melangsungkan kegiatan hidupnya.
Lapisan ini terbagi 3 lapisan yaitu:
1. Litosfer adalah lapisan kulit bumi, tempat dimana makhluk hidup darat
tinggal dan melangsungkan kehidupannya
2. Hidrosfer adalah lapisan air, merupakan tempat hidup bagi makhluk hidup
aquatik dan merupakan sumber dari air, yang mengalami siklus untuk
terjadinya hujan
3. Atmosfer adalah lapisan udara, merupakan sumber kehidupan bagi
makhluk hidup, karena dari sanalah gas-gas yang diperlukan untuk
respirasi dan proses fotosintesis diperoleh. Bahkan unsur hara dalam
bentuk gas yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan juga diperoleh dari
atmosfer.
Lithosphere adalah akumulasi masa dari batuan-batuan padat yang
membentuk selubung yang mengelilingi bagian cair bumi yang panas (magma).
Lithosphere terdiri dari komponen primer seperti:
 Mineral
 Batuan
 Fluida

Gambar 2.1 Penampang lapisan atmosfer bumi


Sumber: images google
Atmosphere adalah lapisan udara yang mengelilingi bumi dengan
ketebalan kurang lebih 1.000 km dari permukaan bumi. Atmosphere terdiri dari:
 Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer, yaitu pada
3
ketinggian 0 - 18 km di atas permukaan bumi.
 Stratosfer adalah lapisan kedua dari atmosfer bumi, terletak diatas
troposfer dan dibawah mesosfer.
 Mesosfer Lapisan ini merupakan lapisan pelindung bumi dari jatuhan
meteor atau benda-benda angkasa luar lainnya.
 Termosfer (ionosfer). Lapisan termosfer ini disebut juga lapisan ionosfer.
 Eksosfer atau Desifasister Pada lapisan ini merupakan tempat terjadinya
gerakan atom-atom secara tidak beraturan.
Sebelum makhluk hidup muncul dipermukaan Bumi, yang ada hanya
bakal biosfer, yaitu lingkungan fisik saja. Oleh karena itu, timbullah pertanyaan
darimana dan bagaimanamakhluk hidup itu menghuni bumi itu? Berikut beberapa
teorinya, yaitu antara lain:
1. Teori Cosmozoa, yang menyatakan bahwa makhluk hidup datang dari
Bumi dari bagian lain alam semesta ini. Diperkirakan bahwa suatu benda berat
telah menyebarkan benda hidup dan benda hidup itu merupakan suatu partikel-
partikel kecil. Teori ini berdasarkan dua asumsi bahwa (1) benda hidup itu ada
atau telah ada di suatu tempat dalam alam semesta ini dan (2) hidup itu dapat
dipertahankan selama perjalanan antar benda angkasa ke Bumi.
2. Teori Pfluger, yang menyatakan bahwa Bumi berasal dari suatu materi
yang sangat panas, kemudian dari bahan itu mengandung karbon dan nitrogen
terbentuk senyawa Cyanogen (CN). Senyawa tersebut dapat terjadi pada suhu
yang sangat tinggi dan selanjutnya terbentuk zat protein pembentuk protoplasma
yang akan menjadi makhluk hidup.
3. Teorp Moore, yang menytaka bahwa hidup dapat muncul dari kondisi
yang cocok dari bahan anorganik pada saat Bumi mengalami pendinginan melalui
suatu proses yang kompleks dalam larutan yang labil. Bila fase keadaan kompleks
itu tercapai akan muncullah hidup.
4. Teori alem yang menyatakan bahwa pada saat keadaan fisis Bumi ini
seperti keadaan sekarang,beberapa reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari

4
sinar Matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan
atom dari materi-materi. Interaksi antara nitrogen, karbon, hidrogen, sulfur, dalam
genangan air dimuka bumi akan membentuk zat-zat yang difus yang akhirnya
membentuk protoplasma benda hidup.
5. Teori Transendental atau dari ciptaan yang merupakan jawaban secara
relegi babenda hidup itu diciptakan oleh Super Nature atu Tuhan Yang Maha
kuasa diluar jangkauan Sains .

B. Evolusi Kehidupan

Sebagian ahli berpendapat bahwa mahluk yang ada saat ini tidak
mempunyai hubungan dengan mahluk dahulu karena pada saat tertentu terjadi
kiamat ( Katastrophy ) sehngga mahluk yang dulu musnah, diganti dengan yang
baru. Namun, pendapat ini banyak ditinggalkan oleh para ahli dan sebagian besar
cenderung berpendapat bahwa mahluk yang ada sekarang berasal dari mahluk
dahulu yang melalui perubahan sedikit dem sedikit.

Dalam teori evolusi dikatakan bahwa makhluk yang mula-mula adalah


sangat sederhana tingkatnya, yang bersel tunggal dan hidup dari bahan anorganik
sehingga tergolong tumbuhan. Tentang mekanisme perubahan itu, Lamarck
berpendapat bahwa evolusi merupakan akibat pewarisan sifat-sifat induk kepada
keturunannya. Makhluk dalam kegiatannya mencari makanan untuk hidup
mengadakan adaptasi dengan lingkungannya dan memperoleh sifar-sifat yang
lebih cocock dan baik dengan lingkungannya. Sifat yang lebih baik itu turut
diwariskan kepada keturunannya sehingga keturunan mempunyai sifat yang
relative baik atau lebih maju daripada induknya.
Dengan demikian, suatu spesies atau jenis makhluk hidup lambat laun
berubah kearah kemajuan. Darwin tidak menyetujui teori pewarisan tersebut. Ia
juga percaya lingkungan juga punya pengaruh kepada makhluk, tetapi sifat-sifat
baru yang tidak terbawa dari kelahiran tidaklah diwariskan. Makhluk-makhluk
yang tidak sama tersebut harus berkompetensi untuk mencari makan dan hidup,
dan Darwin mengemukakan hokum seleksi alam sebagai penyebab evolusi: (1)
Semua makhluk berjuang untuk hidup dan (2) yang lestari ialah yang paling kuat.
Akibat persaingan itu, yang tertinggal hidup dan meneruskan sejarah
kehidupan adalah yang kuat-kuat dan yang baik-baik saja sehingga keturunannya
akan lebih baik. Dari keturunan ini akan terpilih lagi yang terkuat dan terbaik dan
5
seterusnya. Petunjuk evolusi dapat kita lihat dari: (1) geologi dan palaentologi; (2)
morfologi dan anatomi perbandingan; (3) reaksi fisiologis perbandingan; (4)
penyebaran makhluk di muka bumi; dan (5) embriologi. Selanjutnya, bagan
sejarah kehidupan dimuka bumi dapat kita lihat pada table berikut (table 3)
6
C. Evolusi Manusia
Gambar 2.2 Teori Evolusi
Sumber gambar: images google

Penemuan Darwin yang memberikan petunjuk bahwa manusia adalah


keturunan dari makhluk yang bukan manusia menimbulkan banyak reaksi yang
pro dan kontra di kalangan masyarakat ilmiah. Terlebih karena manusia
mempunyai persamaan-persamaan dengan kera, sedangkan persamaan-persamaan
itu menunjukkan adanya kekerabatan. Manusia adalah suatu spesies biologi.
Dengan sendirinya, manusia tidak dapat luput dari pengaruh faktor-faktor atau
kekuatan biologi. Di samping itu, manusia adalah suatu hasil perkembangan
evolusi yang lama sekali.
Bukti-bukti memberikan petunjuk bahwa manusia berasal dari makhluk
yang bukan manusia, meskipun bukti-bukti itu tidak lengkap dan hanya berbentuk
bagian yang melukiskan tahap-tahap proses yang telah berlangsung. Bukti-bukti
tentang adanya evolusi manusia yang telah berlangsung semakin banyak
dikumpulkan oleh paraahli. Lagi pula, saat ini evolusi manusia juga tengah
berlangsung dan yang lebih penting lagi biologi adalah suatu proses untuk
mengumpulkan pengetahuan yang dapat memungkinkan manusia untuk
mengontrol dan mengarahkan evolusi.
Kekuatan utama yang mengarahkan evolusi manusia adalah inteligensinya,
kemampuannya mempergunakan bahasa dengan segala macam simbolnya dan
kebudayaan yang dibina oleh manusia.
Asal-usul mausia menurut ilmu pengetahuan tidak dapat terlepas dari teori
evolusi manusia yang dikemukakan pertama kali oleh Charles Darwin pada abad
ke-19. Yang inti popok teorinya, yaitu :
7
a. Spesies yang hidup di masa sekarang berasal dari makhluk hidup di masa
lampau.
b. Evolusi terjadi karena adanya proses seleksi alam (natural selections).
Seleksi alam adalah proses seleksi / pemilihan yang dilakukan oleh alam terhadap
organisme yang hidup didalamnya. Organisme yang mampu beradaptasi maka
akan terus hidup sedangkan yang tidak mampu akan mati dan selanjutnya punah.

Ada beberapa kelemahan dari teori evolusi yang dikemukakan Darwin ,


diantaranya sebagai berikut :

 Beberapa jenis tanaman tidak mengalami evolusi/ masih dalam keadaan


tetap misalnya ganggang biru.
 Hewan jenis biawak/ komodo yang telah hidup berjuta-juta tahun hingga
sekarang masih sama / tidak berevolusi.

Kelemahan tersebut membuktikan bahwa teori yang dianggap ilmiah itu ternyata
tidak mutlak benar, karena antara teori dengan kenyataan tidak dapat dibukktikan.

1. Sifat-sifat dari Ordo Primata


Kebanyakan primate hidup di hutan dan memanjat. Ibu jari tangan dan
kaki dapat dikatupkan dengan jari-jari yang lain, suatu hal yang sangat
menguntungkan untuk hewan yang memanjat dan berlompatan dipohon-pohon.
Kebanyakan primate mempergunakan tangan dan kakinya untuk memegang
sesuatu. Gigi adalah gigi pemakan segala, seperti halnya gigi manusia. Pada
mamalia, mata terletak di kedua belah samping kepala. Di samping persama-
persamaan tersebut, banyak sifat yang membedakan manusia dari kera. Salah satu
diantaranya yang terpenting adalah volume otaknya.
2. Kera Manusia dari Afrika
Pada tahun 1924, Raymond Dart, ditemukan sebuah fosil tengkorak dari
pertambangan batu kapur Taung, Afrika Selatan dinamakan Australopithecus.
Para ahli evolusi yang terdahulu seringkali menyebut-nyebut adanya mata rantai
yang hilang. Di Afrika Timur banyak ditemukan perkakas-perkakas kuno,
perkakas-perkakas tersebut menunjukkan bahwa sudah ada kebudayaan tertentu.

8
3. Homo Erectus
Pada tahun 1920 ditemuka sisa-sisa tengkorang dan tulang paha diberi
nama Pithecantropus erectus, artinya manusia kera yang tegak. Manusia
Neanderthal Fosil-fosil manusia Neanderthal, ditemukan pertama kali pada tahun
1856. Ciri khas manusia Neanderthal ialah rahang yang kekar, dagu mangarah
kebelakang, pipi lebih lebar dengan tonjolan yang mencolok melengkung ke atas
mata sehingga membentuk wajah berkening tebal.
4. Manusia Modern
Manusia penganti manusia Neanderthal disebut manusia Cro-Magnon,
dengan ciri-ciri lebih pendek dari manusia modern, kepalanya lebih besar, dengan
dagu menonjol, hidung mancung, gigi kecil-kecil dan rata dan mukanya lebar
kuat. Dalam otaknya yang besar, mereka telah dapat menghasilkan kebudayaan
yang banyak dan jauh melebihi manusia Neanderthal.
Kebutuhan akan makanan didapat dengan mudah karena keadaan
memungkinkan, mereka akan bertambah jumlahnya, sedangkan alam tidak dapat
menyediakan kebutuhan yang semangkin meningkat itu, antara lain karena
lingkungan telah mencapai keadaan seimbang. Desa-desa yang pertama diketahui
orang ialah di sekitar delta sungai Nil yang membentang ke Palestina, Syria,
Turki, sampai ke Iran.
Demikianlah kurang lebih evolusi sebagian dari budaya manusia Cro-
Magnon,meskipun hal tersebut hanya berdasarkan dugaan yang berdasarkan atas
penemuan-penemuan benda purba.
D. Isu-Isu kepunahan biosfer

Populasi Primata Makin Menurun di Indonesia. Ini Penyebabnya…

9
Populasi primata di alam liar disinyalir jumlahnya kian menyusut. Dari 40 jenis
primata yang hidup di Indonesia, hampir seluruhnya berada pada kondisi
terancam punah. Misalnya di Jawa Barat yang memiliki luasan hutan sekitar
800.000 hektare ini menjadi habitat primata endemik seperti owa jawa (Hylobates
moloch), lutung jawa (Trachypithecus auratus), surili (Presbytis) dan kukang
jawa (Nycticebus javanicus).

Dewasa ini, keberadaan primata itu justru mengalami penurunan tajam akibat
tingginya pembukaan lahan kawasan hutan (deforestasi) serta masifnya perburuan
liar untuk dijualbelikan.

Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Primata International Animal Rescue (IAR)


Indonesia telah menerima 27 ekor kukang jawa hasil dari perdagangan online dan
sitaan oleh penegak hukum di wilayah Cirebon dan Majalengka, Jawa Barat, pada
akhir Januari 2017.

Hal itu menunjukan bahwa masih tingginya angka perburuan dan minimnya
pengetahuan masyarakat tentang primata. Padahal International Union for
Conservation of Nature (IUCN) telah merilis status kukang masuk kategori
terancam punah (critically endangered).

Kukang hasil sitaan dalam perawatan medis di Pusat Rehabilitasi Primata IAR,
Bogor. Foto: International Animal Rescue

Manager Program IAR Indonesia Robithotul Huda mengatakan, dalam beberapa


tahun terakhir populasi kukang terus mengalami penurunan. Hanya dalam kurun

10
waktu 1 tahun saja diprediksi sekitar 1000 kukang keluar dari habitatnya akibat
praktik perburuan dan perdagangan ilegal.

“Kami belum berani mengeluarkan angka populasi kukang di alam liar. Tetapi
menurut data IAR berdasarkan hasil pantauan dari perdagangan di media sosial,
pemeliharaan serta penyerahan dari masyarakat angkanya sekitar segitu. Bahkan
bisa jadi angka tersebut bertambah,” paparnya

Dia mengungkapkan, saat ini tren perdagangan kukang jawa atau javan slow loris
lebih tinggi ketimbang kukang borneo (Nycticebus menagensis) dan kukang besar
(Nycticebus coucang). Pola skema perdagangannya pun telah mengalami
perubahan yang tadinya kukang dipajang di pasar – pasar hewan, kini beralih
menggunakan media sosial.

Huda menambahkan, hasil pantauan perdagangan satwa di media Sosial Facebook


dan Instagram yang terdeteksi ada sekitar 350 grup. Tahun 2016, IAR
menemukan 550 ekor kukang diperjualbelikan di 35 grup aktif. Kondisi tersebut
menorehkan catatan kelam penurunan populasi kukang di habitatnya.

Gunung Tarak, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, merupakan hutan lindung


yang aman bagi kehidupan kukang di alam liar. Foto: IAR Ketapang

Hal senada juga dikatakan Sigit Ibrahim, Kepala Perawat Satwa Primata The
Aspinall Foundation. Menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi penurunan
populasi primata di habitat alaminya. Permasalahan terbesar konservasi primata
yaitu tingginya aktivitas perburuan. Selain itu, pembukaan lahan juga menjadi
permasalahan serius yang bisa memicu terjadinya konflik.

Sigit memaparkan, faktor dominan yang terjadi sekarang adalah alih fungsi lahan
kawasan hutan menjadi ladang pertanian palawija dan kopi sehingga berimbas
pada penyempitan kawasan habitat. primata memiliki sifat aboreal (hidup diatas
pohon) dan sangat tergantung pada keberadaan hutan yang berkanopi.

Dia menerangkan, permasalahan pembukaan lahan sering terjadi di perbatasan


11
antara hutan konservasi dengan hutan lindung dibawah Perum Perhutani. Dengan
konsep pengembangan ekonomi masyarakat, sehinga muncul program
Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM).

“Yang menjadi masalah kadang ada petani nakal yang menanam palawija dengan
lahan garapannya diperluas. Asalnya menanam dilahan milik perhutani tetapi
akhirnya malah nempel-nempel ke hutan konservasi sehingga secara tidak
langsung berpengaruh,” katanya.

Rehabilitasi Primata

Fokus utama Aspinall yakni melakukan rehabilitasi primata endemik seperti owa
jawa, lutung jawa dan surili. Saat ini, koleksi satwa yang sedang dalam proses
rehabilitasi di karantina sebanyak 48 ekor terdiri dari 3 spesies primata. Jumlah
tersebut bertambah semenjak kedatangan 15 lutung jawa dari Inggris, akhir
Desember 2016 lalu.

Sejauh ini, untuk pelepasliaran owa jawa , Aspinal masih mengutamakan kawasan
Cagar Alam (CA) Gunung Tilu seluas 8000 hektare di Ciwidey, Kabupaten
Bandung, Jawa Barat.

Dikatakan Sigit, keberadaan owa jawa yang sudah termonitor di CA Gunung Tilu
berkisar antara 40 – 45 ekor. Jumlah tersebut masih fluktuatif mengingat belum
sepenuhnya kawasan terjelajahi. Masih ditempat yang tidak begitu jauh dengan
CA Gunung Tilu, pihaknya juga sedang mengembangkan kawasan baru untuk
pelepasliaran di kawasan Situ Patengang yang secara alami telah dihuni oleh surili
dan lutung jawa.

Disinggung soal kondisi hutan di Jawa Barat, dia berujar perlu adanya kajian
kawasan secara khusus untuk mengetahuinya secara komprehensif. Contohnya,
kawasan pelepasliaran perlu di mulai dari mengamati ketersedian pakan, luasan
daerah, ekosistem lingkungan dan kondisi sosial masyarakat setempat.

Aspek – aspek itu penting dilakukan guna melancarkan proses pelepasliaran satwa
12
liar dan biasanya memakan waktu paling sebentar 3 – 6 bulan. Untuk itu, tahun
2017 pihaknya berencana akan melakukan pelepasliaran owa jawa di Taman
Nasional Halimun – Salak.

Dia menegaskan, demi terjaganya kelestarian kawasan hutan serta ekosistem yang
ada perlu menumbuhkan kembali kearifan lokal yang mulai memudar. Seperti
unsur pamali (pantangan) dikembalikan lagi sehingga masyarakat tahu kapan
harus masuk hutan dan di wilayah mana saja yang bisa dimanfaatkan.

Penyerahan Primata

Sementara itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa
Barat, sejak awal tahun 2017 telah menerima penyerahan 26 ekor primata
terancam punah dari masyarakat, terakhir penyerahaan kukang jawa berusia 2
bulan pada Minggu (05/02/2017).

Kepala BBKSDA Jawa Barat, Sustyo Iriyono, mengatakan penyerahan satwa


dilindungi dari masyarakat ke pihak yang berwenang perlu mendapat apresiasi.
Meskipun secara tidak langsung adanya indikasi bahwa masyarakat masih banyak
memelihara satwa dilindungi. Namun begitu, setidaknya ada upaya baik untuk
pelestarian dan munculnya kesadaran dari masyarakat.

Dia menerangkan, tingginya angka perdagangan dan kecenderungan rusaknya


habitat oleh banyaknya penggunaan lahan secara sporadis telah berpengaruh
terhadap keberlangsungan hidup serta penurunan populasi primata.

Dalam hal alih fungsi lahan, kata Sustyo, pemerintah daerah juga mesti
dipahamkan mengenai peraturan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Sebab
posisi pemerintah dalam RTRW sangat penting mencegah terjadinya perambahan
hutan dan pembangunan yang tidak sesuai kaidah lingkungan. Sehingga tidak
hanya kondisi konservasi tanah dan air yang terjaga tapi juga keberadaan satwa
didalamya.

Pada konteks rehabilitasi, pihak BBKSDA Jabar tidak menggelontorkan anggaran


13
khusus dikarenakan keterbatasan ABPN yang tidak mencukupi. Maka dari itu
pihaknya membangun kemitraan dengan Yayasan/LSM seperti IAR dan Aspinal
yang fokus pada penyelamatan satwa dari kepunahan.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa


Barat, berhasil menggagalkan penyelundupan 34 kukang jawa (Nycticebus
javanicus) Selasa, (18/10/2016) lalu. Foto : Humas Polda Jabar.

Sustyo menargetkan akan melakukan penguatan di sektor konservasi sekaligus


menambah kapasitas jaringan bersama kemitraan guna menjaga kelestarian habitat
dalam waktu 2 tahun kedepan. Agar upaya konservasi optimal, dia meminta
kepada penghobi satwa dilidungi agar menyerahkan kepada pihaknya agar dapat
dilepasliarkan kembali supaya kenaragaman hayati Indonesia yang kaya tetap ada
dalam keseimbangan ekosistem utuh.

“Lebih baik satwa itu hidup di alamnya. Jikalau ingin hobi memelihara, alangkah
baiknya bila merawat anak yatim karena itu jauh lebih bermanfaat dan sudah jelas
kebaikannya menurut ajaran agama,” tandasnya.

BAB III
14
PENUTUP
A. Kesimpulan

Biosfer disebut sebagai lapisan kehidupan di bumi, tempat dimana


makhluk hidup tinggal dan melangsungkan kegiatan hidupnya.
Lapisan ini terbagi 3 lapisan yaitu:
1. Litosfer
2. Hidrosfer
3. Atmosfer
Dalam teori evolusi dikatakan bahwa makhluk yang mula-mula adalah
sangat sederhana tingkatnya, yang bersel tunggal dan hidup dari bahan anorganik
sehingga tergolong tumbuhan. Tentang mekanisme perubahan itu, Lamarck
berpendapat bahwa evolusi merupakan akibat pewarisan sifat-sifat induk kepada
keturunannya. Makhluk dalam kegiatannya mencari makanan untuk hidup
mengadakan adaptasi dengan lingkungannya dan memperoleh sifar-sifat yang
lebih cocock dan baik dengan lingkungannya. Sifat yang lebih baik itu turut
diwariskan kepada keturunannya sehingga keturunan mempunyai sifat yang
relative baik atau lebih maju daripada induknya.
Asal-usul mausia menurut ilmu pengetahuan tidak dapat terlepas dari teori
evolusi manusia yang dikemukakan pertama kali oleh Charles Darwin pada abad
ke-19. Yang inti popok teorinya, yaitu :
c. Spesies yang hidup di masa sekarang berasal dari makhluk hidup di masa
lampau.
d. Evolusi terjadi karena adanya proses seleksi alam (natural selections).
Seleksi alam adalah proses seleksi / pemilihan yang dilakukan oleh alam
terhadap organisme yang hidup didalamnya.

B. Saran
Penyusun mengharapkan kajian ilmu alamiah dasar yang benar dapat
memberikan pemahaman tentang bumi secara mendalam serta dapat mengambil
pelajaran yang ada untuk dimanfaatkan secara bijak.

15

DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas. 2004. Makalah Pelatihan Dosen Mata Kuliah berkehidupan
Bermasyarakat Ilmu Kealaman Dasar (IAD). Medan: Pelatihan Nasional
Dosen Mata Kuliah Ilmu kealaman Dasar (IAD)

Hendro Darmodjo dan Yeni Kaligis. 2004. Ilmu Alamiah Dasar. Ed. Rev. Jakarta:
Universitas Terbuka.

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080724030819AAiWkTN(On
line).

http://langitselatan.com/2008/03/14/dari-manakah-asal-kehidupan-di-
bumi/(Online).

http://alumnisma4.blogspot.com/2008/10/dari-manakah-asal-kehidupan-di-
bumi.html (Online).

http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/1881934-faktor-yang-
mempengaruhi-persebaran-makhluk/

Maududi.Asal-usul Kehidupan.Ppt

Heryanto.Biosfer.ppt

materi78.co.nr

Sumarsih, Sri.Asal Mula dan Evolusi kehidupan pdf.

Sagala, Danner.Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Persebarannya pdf.

Jumhana,Nana.Makhluk Hidup dan Lingkungannya pdf.

Ruswani, Gotri. Keanekaragaman Makhluk Hidup pdf.

16