No.
Data Etiologi Masalah
Keperawatan
1. DS: Klien mengeluh Faktor resiko (usia, jenis kelamin, Nyeri Akut
nyeri pada luka post op riwaya DM, kebiasaab nerokok sejak
amputasi, dan nyeri kaki remaja, dan jarang kontrol)
ketika digerakan.
DO: Hiperglikemia
- Skala nyeri 5 saat
digerakan
- Wajah murung Osmolalitas plasma meningkat
- Lemah
- Posisi berbaring
di tempat tidur Aliran darah lambat
- Nadi: 123x/menit
- RR: 21 x/menit
Trombosis
Penurunan sirkulasi vaskuler
Komplikasi mikrovaskuler
Lemah, lemas, dan wajah tampak
murung
Neuropati
Terkena puntung rokok ± 2 bulam
Amputasi
Dirawat sendiri dengan kassa dan
betadine
Tidak kunjung sembuh, dan inflamasi
Nyeri Akut
Diagnosa keperawatan Nyeri Akut b.d. agen cedera fisik d.d. klien mengeluh nyeri pada luka
post op amputasi, dan nyeri kaki ketika digerakan.
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam nyeri yang dirasakan pasien
berkurang dan klien dapat merasa nyaman.
Hasil: Sesuai Indikator
NOC: Tingkat Nyeri
No. Indikator 1 2 3 4 5
1. Nyeri yang dilaporkan
2. Ekspresi nyeri wajah
3. Frekuensi nafas
4. Denyut nadi radial
Keterangan:
1: Berat
2: Cukup Berat
3: Sedang
4: Ringan
5: Tidak ada
NOC: Kontrol Nyeri
No. Indikator 1 2 3 4 5
1. Menggunakan tindakan pencegahan
2. Menggunakan tindakan pengurangan tanpa analgesik
3. Tindakan penggunaan analgesik yang direkomendasi
4. Melapor perubahan gejala nyeri pada profesional kesehatan
Keterangan:
1: Tidak pernah menunjukan
2: Jarang menunjukan
3: Kadang-kadang menunjukan
4: Sering menunjukan
5: Secara konsisten menunjukan
NIC: Manajemen Nyeri
1. Gali bersama pasien faktor-faktor yang dapat menurunkan atau memperberat nyeri.
2. Berikan informasi mengenai nyeri, seperti penyebab nyeri, lama nyeri dirasakan, dam
antisipasi dari ketidaknyamanan akibat prosedur.
3. Kendalikan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi respon pasien terhadap
ketidaknyamanaan.
4. Pertimbangkan keinginan pasien untuk berpartisipasi, kemampuan berpartisipasi,
kecendrungan, dukungan dari orang terdekat terhadap metode dan kontradiksi ketika
memilih strategi penurunan nyeri.
5. Pilih dan implementasikan tindakan yang beragam (mis. Farmakologi, nonfarmakologi,
interpersonal) untuk menfasilitasi penurunan nyeri sesuai dengan kebbutuhan.
6. Dorong pasien untuk memonitor nyeri dan menangani nyerinya dengan tepat.
7. Periksa tingkat ketika nyeman bersama pasien, catat perubahan dalam catatan medis
pasien, informasikan petugas kesehatan lain yang merawat pasien.