Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PUSKESMAS DOKTER INTERNSIP

F3. UPAYA KESEHATAN REPRODUKSI DAN KELUARGA


BERENCANA PADA KELOMPOK PEKERJA WANITA DI PT INTI
DRAGON SURYATAMA

UPT PUSKESMAS BLOOTO


OKTOBER- FEBRUARI 2018

Oleh : dr. Marissa Leviani Wanamulia


Pendamping : Marta Wahyu P, Amd.Kep

Pembimbing : dr. Farida Mariana

PROGRAM DOKTER INTERNSIP


KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
BADAN PPSDM KESEHATAN
2017

1
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KEGIATAN

F3. UPAYA KESEHATAN REPRODUKSI DAN KELUARGA BERENCANA PADA


KELOMPOK PEKERJA WANITA DI PT INTI DRAGON SURYATAMA

Sebagai syarat untuk memenuhi tugas internsip

Puskesmas Blooto , Kota Mojokerto

Periode Oktober- Februari 2018

Disusun Oleh :

dr. Marissa Leviani Wanamulia

Mengetahui :

Pendamping Kepala

UPT Puskesmas Blooto

Marta Wahyu P,Amd.Kep dr. Farida Mariana

NIP. 19830302200801005 NIP. 197811042005012014

2
LATAR
BELAKANG Indonesia merupakan negara yang dilihat dari
jumlah penduduknya ada pada posisi keempat di dunia,
dengan laju pertumbuhan yang masih relatif tinggi.
Kebijakan pemerintah dalam mengatasi hal tersebut
yaitu dengan menetapkan program Keluarga Berencana
(KB) sebagai program pemerintah sejak tahun 1970
bersamaan dengan Badan Koordinasi Keluarga
Berencana Nasional dengan tujuan dapat menekan
pertumbuhan jumlah penduduk serta meningkatkan
status kesehatan reproduksi. Sasaran program KB dibagi
menjadi 2 yaitu sasaran langsung dan tidak langsung
tergantung dari usaha yang akan dicapai. Sasaran
langsungnya adalah pasangan usia subur yang bertujuan
untuk menurunkan tingkat kelahiran dengan cara
penggunaan kontrasepsi secara berkelanjutan.
Sedangkan secara tidak langsung adalah dengan
pelaksanaan dan pengolahan KB dengan tujuan
menurunkan tingkat kelahiran melalui pendekatan
kebijaksanaan kependudukkan terpadu dalam rangka
mencapai keluarga yang berkualitas dan keluarga
sejahtera.
Seperti yang disebutkan dalam UU No.10 Tahun
1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan
Pembangunan Keluarga Sejahtera, definisi KB yakni
upaya meningkatan kepedulian dan peran serta
masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan,
pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga,
dan peningkatan kesejahteraan keluarga guna
mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.
Menurut SDKI 2002-2003 Pada tahun 2003,
kontrasepsi yang banyak digunakan adalah metode

3
suntikan (49,1 %), pil (23,3 %), IUD/spiral (10,9 %),
implant (7,6 %), MOW (6,5 %), kondom (1,6 %), dan
MOP (0,7 %)
Alat kontrasepsi sangat berguna sekali dalam
program KB namun perlu diketahui bahwa tidak semua
alat kontrasepsi cocok dengan kondisi setiap orang.
Untuk itu, setiap pribadi harus bisa memilih alat
kontrasepsi yang cocok untuk dirinya. Pelayanan
kontrasepsi (PK) adalah salah satu jenis pelayanan KB
yang tersedia. Sebagian besar akseptor KB memilih dan
membayar sendiri berbagai macam metode kontrasepsi
yang tersedia.
Faktor lain yang mempengaruhi pemilihan jenis
kontrasepsi antara lain faktor pasangan (umur, gaya
hidup, jumlah keluarga yang diinginkan, pengalaman
dengan metode kontrasepsi yang lalu), faktor kesehatan
(status kesehatan, riwayat haid, riwayat keluarga,
pemeriksaan fisik, pemeriksaan panggul), faktor metode
kontrasepsi (efektivitas, efek samping, biaya), tingkat
pendidikan, pengetahuan, kesejahteraan keluarga,
agama, dan dukungan dari suami/istri. Faktor-faktor ini
nantinya juga akan mempengaruhi keberhasilan
program KB. Hal ini dikarenakan setiap metode atau
alat kontrasepsi yang dipilih memiliki efektivitas yang
berbeda-beda

PERMASALAHAN
Masih tingginya angka kelahiran di Indonesia yang
menyebabkan penurunan kualitas dan kesejahteraan
keluarga. Selain itu masih minimnya pengetahuan

4
wanita usia subur tentang kesehatan reproduksinya
maupun pemilihan dalam pemakaian alat kontrasepsi
yang tepat.

PERENCANAAN Dilakukan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi


DAN PEMILIHAN
dan keluarga berencana. Sasaran program ini adalah
INTERVENSI
wanita usia subur yang bekerja di PT Inti Dragon
Suryatama.
PELAKSANAAN Kegiatan penyuluhan “Kesehatan Reproduksi dan
Keluarga Berencana” ini dilakukan di :

Hari/tanggal : Selasa, 28 November 2017


Waktu : 09.00 – 11.30 WIB
Tempat : Ruang pertemuan PT Inti Dragon
Suryatama
Jumlah peserta : 25 orang

Pada kegiatan penyuluhan yang dilakukan, kegiatan


diawali dengan pembukaan dan pengisian daftar hadir.
Setelah itu dilakukan presentasi materi penyuluhan ke
peserta selama 30 menit. Setelah presentasi selesai,
dilanjutkan sesi tanya jawab dimana peserta boleh
menanyakan masalah seputar kesehatan reproduksi,
keluarga berencana, ataupun keluhan lainnya untuk
didiskusikan bersama.
Adapun beberapa pertanyaan yang disampaikan
peserta pada saat penyuluhan adalah sebagai berikut
a. Apakah perbedaan suntik kb hormonal 1 bulan dan 3
bulan?
b. Apakah efek samping dari kb hormonal?
c. Bagaimana ciri keputihan yang abnormal?
d. Sampai berapa lama ibu tidak menstruasi jika
menyusui?

5
e. Apakah keputihan pada pemasangan IUD berbahaya
dan kapan diharuskan melepas IUD?
f. Apakah kontraindikasi pemasangan IUD?
g. Setelah pemakaian kb hormonal saya mengalami
perdarahan selama 6 bulan apakah normal?
h. Apakah penggunaan kb hormonal dapat memicu
terjadinya kanker leher rahim?
i. Apakah setelah operasi tubektomi masih bisa hamil
lagi?
j. Apakah ada efek samping dari vasektomi?

MONITORING Antusiasme para pekerja wanita PT Inti Dragon


DAN EVALUASI
Suryatama dalam memperhatikan materi penyuluhan
cukup baik. Ketika diadakan sesi tanya jawab dan
berbagi pengalaman , ternyata masih banyak masyarakat
yang belum tahu dan mengerti tentang kesehatan
reproduksi dan pemilihan kontrasepsi yang tepat.
Sehingga setelah acara penyuluhan ini, para wanita usia
subur dapat lebih waspada tentang kesehatan
reproduksinya dan mengerti pemilihan alat kontrasepsi
yang tepat untuk mereka.

6
Lampiran 1 : Daftar Hadir Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga
Berencana

7
8
Lampiran 2 : Dokumentasi Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga
Berencana di PT Inti Dragon Suryatama