Anda di halaman 1dari 21

EKOLOGI DASAR

MAKALAH

KOMUNITAS HUTAN

DISUSUN OLEH :

1. Ummul Harizah ( 163112620120042 )


2. Reita Syaraswari ( 163112620120073 )
3. Muhammad Nurwahid ( 163112620120029 )
4. Windi Prasetyani (163112620140003 )
5. Muhammad Ilham (163112620120039 )
6. Anak Agung Inten P S (1631126201200103)
7. Nurul Mentari (162112620120110)
8. Ummu Ilma Fadhilah (163112620120026 )
9. Nurjump Sangadji (163112620120031)
10. Shofi Hanifa Rahmani (163112620120090)

Program Studi S1 Biologi


Jurusan Biologi Medik
Universitas Nasional
2016
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang komunitas hutan ini
dapat bermanfaat bagi masyarakat dan memberikan manfaat maupun inpirasi
terhadap pembaca.

Jakarta, 27 september 2016

Tim penyusun

1
DAFTAR ISI
hal

KATA PENGANTAR........................................................................................ 1

DAFTAR ISI..................................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN ............................................................................................ 4
B. PROSES KESEIMBANGAN DALAM HUTAN............................................... 5
C. JENIS-JENIS HUTAN................................................................................... 6
D. PEMBAGIAN HUTAN BERDASARKAN FUNGSI......................................... 8
E. MACAM-MACAM HUTAN BERDASARKAN FUNGSINYA........................... 9
F. PELESTARIAN HUTAN................................................................................ 14
G. PERANAN HUTAN BAGI MASYARAKAT..................................................... 15
H. MANFAAT EKOSISTEM HUTAN.................................................................. 16

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN


A. KESIMPULAN ............................................................................................. 19
B. SARAN ........................................................................................................ 19

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 20

2
BAB I

PENDAHULUAN

Hutan merupakan salah satu elemen terpenting pendukung kehidupan planet


ini, tanpa adanya hutan mustahil rasanya terjadi keseimbangan alam. Dalam
pengertiannya hutan adalah suatu wilayah yang memiliki banyak tumbuh-tumbuhan
lebat yang berisi antara lain pohon, semak, paku-pakuan, rumput, jamur dan lain
sebagainya serta menempati daerah yang cukup luas. Hutan berfungsi sebagai
penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus
hidrologika, dan pelestari tanah serta merupakan salah satu aspek biosfer bumi
yang paling penting. Hutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia.

Didalam hutan tersebar banyak sekali makhluk hidup dari bermacam-macam


jenis yang terbentuk menjadi suatu komunitas. Komunitas ialah kumpulan dari
berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling
berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat
keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.
Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara
komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.

Di dalam komunitas selalu ada interaksi, baik antaranggota spesies yang


sama, maupun interaksi antarpopulasi yang berlainan. Iklim di suatu daerah yang
berinteraksi dengan komponen biotik di dalamnya akan menghasilkan satuan
komunitas yang besar, bahkan menghasilkan komunitas dominan suatu vegetasi.

Hutan memiliki banyak jenis seperti hutan tropis, hutan bakau, hutan sabana,
hutan rawa dan masih banyak lagi. Jenis hutan tersebut juga mempengaruhi
komunitas yang terdapat didalamnya.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian
Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada
suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi
satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks
bila dibandingkan dengan individu dan populasi. Dalam komunitas, semua
organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling
berhubungan melalui keragaman interaksinya.
Di dalam komunitas selalu ada interaksi, baik antaranggota spesies
yang sama, maupun interaksi antarpopulasi yang berlainan. Iklim di suatu
daerah yang berinteraksi dengan komponen biotik di dalamnya akan
menghasilkan satuan komunitas yang besar, bahkan menghasilkan komunitas
dominan suatu vegetasi.
Ekosistem hutan merupakan ekosistem yang cakupan wilayahnya
adalah berupa hutan. Dapat dikatakan bahwa ekosistem hutan ini merupakan
hubungan antara kumpulan beberapa populasi (baik itu populasi binatang
maupun tumbuh- tumbuhan) yang hidup di permukaan tanah dan berada di
pada suatu kawasan hutan. Ekosistem hutan ini membentuk suatu kesatuan
ekosistem yang berada dalam keseimbangan yang bersifat dinamis dan
mengadakan interaksi baik langsung maupun tidak langsung dengan
lingkungannya antara satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan.
Menurut undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan,
pengertian hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan
berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam
persekutuan alam lingkungan, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat
dipisahkan. Definisi hutan yang disebutkan di atas, terdapat unsur-unsur yang
meliputi:
a. Suatu kesatuan ekosistem
b. Berupa hamparan lahan
c. Berisi sumberdaya alam hayati beserta alam lingkungannya yang tidak
dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.
d. Mampu memberi manfaat secara lestari.

4
Menurut spurr (1973), hutan dianggap sebagai persekutuan antara
tumbuhan dan binatang dalam suatu asosiasi biotis. Asosiasi ini bersama-
sama dengan lingkungannya membentuk suatu sistem ekologis dimana
organisme dan lingkungan saling berpengaruh di dalam suatu siklus energi
yang kompleks. Hutan merupakan suatu masyarakat tumbuh tumbuhan dan
hewan yang hidup dalam lapisan dan permukaan tanah, yang terletak pada
suatu kawasan dan membentuk suatu ekosistem yang berada dalam keadaan
keseimbangan dinamis.
Dalam hutan pohon tidak dapat dipisahkan dari hutan, karena
pepohonan adalah vegetasi utama penyusun hutan tersebut. Pohon sendiri
adalah tumbuhan cukup tinggi dengan masa hidup bertahun-tahun. Suatu
kumpulan pepohonan dianggap hutan jika mampu menciptakan iklim dan
kondisi lingkungan yang khas setempat, yang berbeda daripada daerah di
luarnya.

B. Proses Keseimbangan Dinamis Pada Hutan

Keseimbangan dinamis pada hutan berkaitan dengan proses-proses yang


berhubungan dengan:

1. Hidrologi

Hindrologis artinya hutan merupakan gudang penyimpanan air dan


tempat menyerapnya air hujan maupun embun yang pada akhirnya akan
mengalirkannya ke sungai-sungai yang memiliki mata air di tengah-tengah
hutan secara teratur menurut irama alam.

2. Iklim

Iklim artinya komponen ekosistem alam yang terdiri dari unsur-unsur


hujan (air), sinar matahari (suhu), angin dan kelembaban yang sangat
mempengaruhi kehidupan yang ada di permukaan bumi, terutama iklim
makro maupun mikro.

3. Kesuburan tanah

Kesuburan tanah artinya tanah hutan merupakan pembentuk humus


utama dan penyimpan unsur-unsur mineral bagi tumbuhan lain.

5
4. Keanekaragam genetic

Keragaman genetic artinya hutan memiliki kekayaan dari berbagai


jenis flora dan fauna.

5. Sumber daya alam

Sumber daya alam artinya hutan mampu memberikan sumbangan


hasil alam yang cukup besar bagi devisa negara, terutama di bidang
industri. Selain itu hutan juga memberikan fungsi kepada masyarakat
sekitar hutan sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

6. Wilayah wisata alam

Artinya hutan mampu berfungsi sebagai sumber inspirasi,nilai estetika,


etika dan sebagainya.

C. Jenis - Jenis Hutan

1. Hutan bakau

Hutan bakau adalah hutan yang tumbuh di daerah pantai berlumpur.


Kominutas yang terdapat di dalam hutan bakau adalah tumbuhan dan
hewan yang hidup di lumpur dan sekitar akar tanaman bakau seperti
kepiting, ikan payau, ataupun burung-burung laut yang bersarang diatas
ranting pohonnya. Contoh : pantai timur kalimantan, pantai selatan
cilacap, dll.

2. Hutan sabana

Hutan sabana adalah hutan padang rumput yang luas dengan jumlah
pohon yang sangat sedikit dengan curah hujan yang rendah. Tumbuhan
yang hidup sihutan sabana adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi
dengan lingkungan yang cukup panas seperti bangsa rumput-rumputan
binatang seperti kuda, dan lain-lain. Contoh : nusa tenggara.

3. Hutan rawa

Hutan rawa adalah hutan yang berada di daerah berawa dengan


tumbuhan nipah tumbuh di hutan rawa. Beragam binatang dan hewan

6
yang tinggal disini yang membentuk komunitas seperti binatang buaya,
ikan rawa, dan tumbuhan air. Contoh : papua selatan, kalimantan, dsb.

4. Hutan hujan tropis

Hutan hujan tropis adalah hutan lebat / hutan rimba belantara yang
tumbuh di sekitar garis khatulistiwa / ukuator yang memiliki curah turun
hujan yang sangat tinggi. Hutan jenis yang satu ini memiliki tingkat
kelembapan yang tinggi, bertanah subur, humus tinggi dan basah serta
sulit untuk dimasuki oleh manusia. Hutan ini sangat disukai pembalak
hutan liar dan juga pembalak legal jahat yang senang merusak hutan dan
merugikan negara trilyunan rupiah. Contoh : hutan kalimantan, hutan
sumatera, dsb.

5. Hutan musim

Hutan musim adalah hutan dengan curah hujan tinggi namun punya
periode musim kemarau yang panjang yang menggugurkan daun di kala
kemarau menyelimuti hutan. Terdapat di daerah yang mempunyai musim
kering dan musim hujan. Pada hutan musim pohon-pohonnya lebih
sedikit, tidak terlalu tinggi dan jumlah spesiesnya tidak begitu banyak,
sehingga sinar matahari mudah untuk sampai ke tanah.

6. Hutan taiga

Hutan taiga adalah hutan pohon pinus yang daunnya seperti jarum.
Pohon-pohon yang terdapat di hutan taiga misalnya konifer, terutama
pohon spruce (picea), alder (alnus), birch (betula), dan juniper (juniperus).
Daerah taiga merupakan bioma yang hanya terdiri atas satu spesies
pohon. Taiga kebanyakan terdapat di belahan bumi bagian utara (siberia
utara, rusia, kanada tengah dan utara), dengan masa pertumbuhan pada
musim panas berlangsung antara 3 sampai 6 bulan. Penyebaran fauna
atau hewan darat terutama binatang menyusui
banyak ditentukan oleh rintangan alam dan sebagian adanya hubungan
antara daratan-daratan.

C. Pembagian Hutan Berdasarkan Fungsinya

7
Pembagian hutan berdasarkan fungsinya dapat di bagi menjadi 4 yaitu :

1. Hutan wisata

Hutan wisata adalah hutan yang dijadikan suaka alam yang ditujukan
untuk melindungi tumbuh-tumbuhan serta hewan / binatang langka agar
tidak musnah / punah di masa depan. Hutan suaka alam dilarang untuk
ditebang dan diganggu dialih fungsi sebagai buka hutan. Biasanya hutan
wisata menjadi tempat rekreasi orang dan tempat penelitian.

2. Hutan cadangan

Hutan cadangan merupakan hutan yang dijadikan sebagai lahan pertanian


dan pemukiman penduduk. Di pulau jawa terdapat sekitar 20 juta hektar
hutan cadangan.

3. Hutan lindung

Hutan lindung adalah hutan yang difungsikan sebagai penjaga ketaraturan


air dalam tanah (fungsi hidrolisis), menjaga tanah agar tidak terjadi erosi
serta untuk mengatur iklim (fungsi klimatologis) sebagai penanggulang
pencematan udara seperti c02 (karbon dioksida) dan c0 (karbon
monoksida). Hutan lindung sangat dilindungi dari perusakan penebangan
hutan membabibuta yang umumnya terdapat di sekitar lereng dan bibir
pantai.

4. Hutan produksi / hutan industri

Hutan produksi yaitu adalah hutan yang dapat dikelola untuk


menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi. Hutan produksi dapat
dikategorikan menjadi dua golongan yakni hutan rimba dan hutan
budidaya. Hutan rimba adalah hutan yang alami sedangkan hutan
budidaya adalah hutan yang sengaja dikelola manusia yang biasanya
terdiri dari satu jenis tanaman saja. Hutan rimba yang diusahakan
manusia harus menebang pohon denga sistem tebang pilih dengan
memilih pohon yang cukup umur dan ukuran saja agar yang masih kecil
tidak ikut rusak.

D. Macam - Macam Hutan


8
Ada berbagai jenis hutan. Pembedaan jenis-jenis hutan ini pun
bermacam-macam pula.diantaranya adalah :

1. Menurut asal.

Hutan menurut asalnya dibedakan menjadi : hutan yang berasal dari


biji, tunas, serta campuran antara biji dan tunas.

a. Hutan yang berasal dari biji disebut juga ‘hutan tinggi’ karena
pepohonan yang tumbuh dari biji cenderung menjadi lebih tinggi
dan dapat mencapai umur lebih lanjut.

b. Hutan yang berasal dari tunas disebut ‘hutan rendah’.

c. Hutan campuran, oleh karenanya, disebut ‘hutan sedang’.

Penggolongan lain menurut asal adalah .

a. Hutan perawan (primer)

Merupakan hutan yang masih asli dan belum pernah dibuka oleh
manusia.

b. Hutan sekunder

Adalah hutan yang tumbuh kembali secara alami setelah ditebang atau
kerusakan yang cukup luas.

2. Menurut cara permudaan (tumbuh kembali)

Hutan dapat dibedakan sebagai hutan dengan permudaan alami,


permudaan buatan, dan permudaan campuran.

a. Hutan dengan permudaan alami

Berarti bunga pohon diserbuk dan biji pohon tersebar bukan oleh
manusia, melainkan oleh angin,air, atau hewan.

b. Hutan dengan permudaan buatan

Berarti manusia sengaja menyerbukkan bunga serta menyebar biji


untuk menumbuhkan kembali hutan.

c. Hutan dengan permudaan campuran

Berarti campuran kedua jenis sebelumnya.

9
3. Menurut susunan jenis

Berdasarkan susunan jenisnya, kita mengenal hutan sejenis dan hutan


campuran.

4. Menurut umur

Kita dapat membedakan hutan sebagai hutan seumur (kira-kira


berumur sama) dan hutan tidak seumur. Hutan alam atau hutan
permudaan alam biasanya merupakan hutan tidak seumur. Hutan
tanaman boleh jadi hutan seumur atau hutan tidak seumur.

5. Berdasarkan letak geografisnya

a. Hutan tropika, yakni hutan-hutan di daerah katulistiwa. Terletak di


wilayah yang mempunyai iklim tropis

 Pohon- pohon di hutan ini biasanya berukuran tinggi dan mencapai


beberapa meter

 Daun- daun pohon di hutan ini sangat lebat, saking lebatnya hingga
terkadang menghalangi cahaya matahari yang masuk dan membuat
tanah di bawahnya lembab

 Tumbuhan yang hidup di hutan ini terdiri dari berbagai jenis

 Mendapatkan curah hujan yang sangat cukup sepanjang tahun

b. Hutan temperatur, hutan-hutan di daerah empat musim (antara garis


lintang 23,5º – 66º).

 Terletak di wilayang yang mempunyai 4 musim, yakni musim


panas, musim gugur, musim semi, dan musim semi

 Biasanya wilayah tersebut mempunyai iklim sub tropis

 Mendapatkan curah hujan yang tidak sebanyak hutan tropis

a. Hutan boreal, hutan-hutan di daerah lingkar kutub.karena letak hutan ini


yang berada di wilayah lingkaran kutub bumi, maka wilayah hutan ini
akan ditutupi oleh es atau salju. Hutan ini juga disebut sebagai bioma
taiga. Beberapa ciri yang dimiliki oleh hutan ini adalah sebagai berikut:

10
 Terletak di antara daerah yang memiliki iklim sub tropis dengan
daerah iklim kutub atau iklim dingin

 Terdapat perbedaan variasi suhu yang sangat mencolok, yakni


antara musim panas dan juga musim dingin

 Pertumbuhan tanaman terjadi ketika musim panas, yakni selama 3


hingga 6 bulan

 Ditumbuhi flora atau tumbuhan yang bersifat homogen atau


berseragam

 Tumbuhan yang dominan tumbuh disana adalah tumbuhan yang


memiliki daun runcing seperti jaru (tumbuhan konifer), yang
tampak selalu hijau sepanjang tahunnya

 Dihuni oleh berbagai fauna khas, yakni srigala, burung, beruang


hitam, moosem ajak, dan lynx.

6. Berdasarkan sifat - sifat musimannya:

a. Hutan hujan (rainforest), dengan banyak musim hujan.

b. Hutan selalu hijau (evergreen forest)

c. Hutan musim atau hutan gugur daun (deciduous forest)

d. Hutan sabana.(savannah forest), di tempat-tempat yang musim


kemaraunya panjang.

7. Berdasarkan ketinggian tempatnya:

a. Hutan pantai (beach forest)

b. Hutan daratan rendah (lowland forest)

c. Hutan pegubungan bawah (sub-mountain forest)

d. Hutan peguungan atas (mountain forest)

e. Hutan kabut (mist forest)

f. Hutan elfin (alpine forest)

8. Berdasarkan keadaan tanahnya:


11
a. Hutan rawa – air tawar atau hutan rawa (freshwater swamp-forest)

b. Hutan rawa gambut (peat swamp-forest)

c. Hutan rawa bakau, atau hutan bakau(mangrove forest)

d. Hutan kerangas (heath forest)

e. Hutan tanah kapur (limestone forest), dan lainnya

9. Berdasarkan jenis pohon yang dominan:

a. Hutan jati (teak forest), misalnya dijawa timur.

b. Hutan pinus (pine forest), di aceh.

c. Hutan dipterokarpa (dipterocarp forest), di sumatra dankalimantan.

d. Hutan ekaliptus (eucalyptus forest) dinusa tenggara. Dll.

10. Berdasarkan sifat-sifat pembuatannya:

a. Hutan alam (natural forest)

b. Hutan buatan (man-made forest), misalnya:

11. Berdasarkan tujuan pengelolaannya:

a. Hutan produksi

b. Hutan lindung, dikelola untuk melindungi tanah dan tata air

c. Hutan suaka alam, dikelola untuk melindungi kekayaan


keanekaragaman hayati atau keindahan alam

d. Hutan konversi, yakni hutan yang dicadangkan untuk penggunaan lain,


dapat dikonversi untuk pengelolaan non-kehutanan.

12. Berdasarkan kondisi tanah

Kondisi tanah juga termasuk salah satu hal yang membedakan ekosistem
hutan. Berdasarkan kondisis tanah, ekosistem hutan dibedakan menjadi:

a. Hutan tanah kapur atau limestone forest, adalah jenis hutan yang
memiliki jenis tanah berupa tanah kapur atau tanah gamping. Tanah
kapur bukan merupakan tanah yang mudah ditumbuhi pepohonan.
Maka dari itu jenis pepohonan yang tumbuh di hutan kapur ini

12
merupakan pepohonan tertentu. Biasanya jenis pohon yang dapat
bertahan di tanah kapur adalah pohon jati.

b. Hutan rawa gambut atau peat swamp- forest, adalah jenis hutan yang
tanahnya berupa rawa gambut. Hutan ini mempunyai ciri- ciri khusus
yang hanya dapat kita temui pada hutan ini. Untuk mengenal lebih jauh
mengenai hutan ini, baca ciri- ciri hutan rawa gambut.

c. Hutan rawa air- tawar atau hutan rawa yang dikenal sebagai freshwater
swamp- forest.

d. Hutan kerangas atau hutan health forest.

13. Berdasarkan pepohonan yang mendominasi

Pepohonan yang ada di dalam suatu hutan merupakan komponen utama.


Jenis hutan juga dapat dilihat dari pepohonan yang tumbuh mendominasi
dalam hutan tersebut. Berdasarkan pepohonan yang mendominasi, jenis
hutan ini contohnya adalah:

a. Hutan pinus (pine forest)

b. Hutan jati

c. Hutan ekaliptus

d. Hutan dipterokarpa, dan lain sebagainya.

Itulah beberapa jenis hutan dilihat dari berbagai macam kategori. Kategori
hutan ini bisa terjadi pada satu hutan saja. Artinya, satu hutan bisa masuk
ke dalam lebih dari satu kategori. Hutan ini merupakan kekayaan alam
harus dijaga kelestariannya.

E. Pelestarian Hutan

Tingkat hilangnya hutan primer meningkat pesat, mencapai 840 ribu


hektar per tahun pada 2012 -- hampir dua kali lipat tingkat deforestasi
Brazil. Gambar-gambar satelit menunjukkan bahwa hutan-hutan
Indonesia, yang kaya akan keanekaragaman hayati dan merupakan
pembatas melawan perubahan iklim, telah mengecil jauh lebih cepat dari
yang diperkirakan, menurut para ilmuwan Senin (30/6). Antara 2000 dan
13
2012, Indonesia kehilangan sekitar 5,02 juta hektar hutan primer, sebuah
wilayah yang hampir seukuran Sri Lanka, menurut mereka. Hutan primer
atau purbakala berbeda dari hutan yang dikelola, yang pohonnya
ditumbuhkan untuk kayu dan kertas.

Para peneliti menemukan bahwa tingkat hilangnya hutan primer


meningkat pesat dalam periode pengamatan, mencapai 840 ribu hektar
per tahun pada 2012 -- hampir dua kali lipat tingkat deforestasi Brazil,
yaitu 460 ribu hektar pada tahun yang sama. "Hutan-hutan Indonesia
mengandung keanekaragaman hayati flora dan fauna yang tinggi,
termasuk 10 persen dari tanaman dunia, 12 persen dari mamalia dunia, 16
persen dari reptil-amfibi dunia dan 17 persen dari spesies burung dunia,"
menurut studi tersebut, yang dimuat dalam jurnal Nature Climate Change.
"Penebangan pohon di hutan primer Indonesia yang ekstensif
menyebabkan hilangnya habitat dan punahnya tanaman dan tumbuhan."
Pohon-pohon tua menyimpan lebih banyak emisi karbon dari atmosfer
dibandingkan yang baru, dan untuk periode yang lebih lama, sehingga
menanggulangi pemanasan global.

Riset tersebut, dipimpin oleh ahli geografi Belinda Margono dari


University of Maryland, melihat gambar-gambar satelit jangka panjang.
Selama 2000-2012, tutupan hutan di Indonesia berkurang 15,79 juta
hektar, dimana 6,02 juta hektar diantaranya atau 38 persen adalah hutan
primer.

Mengingat fungsi hutan yang sangatlah penting hutan harus digaga


kelestariannya demu kelangsungan kehidupan banyak spesies.
Memelihara pelestarian hutan dapat dilakukan dengan cara :

1. Reboisasi

Reboisasi yaitu menanami kembali hutan-hutan yang telah gundul.


Contohnya reboisasi di gunung kidul, reboisasi dilampung, reboisasi di
lebak, dll

2. Melakukan tebang pilih

14
Yang dimaksud melakukan tebang pilih yaitu menebang pohon dengan
kriteria-kriteria tertentu. Contohnya: menebang pohon jati yang
diameternya sudah 75 cm.

3. Menghindari kebakaran hutan

4. Menetapkan daerah perlindungan alam, contoh daerah perlindungan alam


di indonesia :

 Taman hutan raya dan hutan wisata

 Cagar alam

 Taman nasional

5. Merehabilitasi satwa langka

F. Peranan Hutan Bagi Masyarakat

Hutan memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Salah


satunya adalah meningkatkan ekonomi masyarakat. Peranan hutan dalam
rangka peninngkatan ekonomi masyarakat di realisasikan dalam bentuk antara
lain :

1. Hutan kemasyarakatan

Berdasarkan keputusan menteri kehutanan dan perkebunan nomor.


677/kpts-ii/1998, hutan kemasyrakatan adalah hutan negara yang
dicadangkan atau detetapkan oleh menteri untuk di kelola oleh masyrakat
yang tinggal di dalam dan disekitar hutan dengan tujuan pemempaatan
secara lestari sesuai dengan fungsinya dan menitik beratkan kepentingan
mensejaterakan masyrakat.

2. Hutan rakyat

Hutan rakyat adalah hutan yang tumbuh di atas tanah milik dengan luas
minimal 0.25 ha. Penutupan tanjuk didominasi oleh tanaman perkayuan, dan
atau tanaman tahun pertama minimal 5000 batang ( dephutbun, 1999 ).
Penanaman pepohonan di tanah milik masyrakat oleh pemiliknya,

15
merupakan salah satu butir kearipan masyrakat dalam rangka memenuhi
berbagai kebutuhan hidupnya.

G. Manfaat Ekosistem Hutan

Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya hutam mempunyai


peranan yang sangat penting. Hutan sangat berperan untuk menjaga
keseimbangan alam. Maka dari itulah hutan ini juga dinamakan sebagai
“paru-paru bumi”. Selain menjaga keseimbangan alam, ada banyak lagi
fungsi yang dapat kita dapatkan dari hutan, diantaranya sebagai berikut:

1. Sebagai sarana hidrologis.

Fungsi pertama yang akan kita dapatkan dari hutan adalah hutan sebagai
sarana hidrologis. Sarana hidrologis yang dimaksud ini adalah tempat
menyimpan air. Hutan ini menyimpan air hujan dan air embun di dalam
tanah, dan akan mengalirkannya ke sungai melalui mata air yang terdapat
di kawasan hutan tersebut. Karena hal inilah maka air hujan yang jatuh ke
hutan tidak terbuang sia- sia, dan bisa menjadi persediaan apabila musim
kemarau datang melanda.

2. Sebagai pengunci tanah

Ekosistem hutan adalah ekosistem yang sangat penting keberadaannya.


Salah satu manfaat dari ekosistem hutan adalah sebagai pengunci tanah.
Fungsi ekosistem hutan sebagai pengunci tanahini akan menghindarkan
hutan maupun daerah di sekitarnya dari berbagai macam bencana alam
yang beresiko terjadi, seperti tanah longsor dan juga erosi tanah.

3. Sebagai tempat memproduksi flora dan fauna

Hutan juga mempunyai fungsi yang sangat sental, yakni sebagai tempat
memproduksi flora dan juga fauna. Seperti yang kita ketahui bersama
bahwa flora dan fauna merupakan kekayaan dan juga keanekaragaman
hayati. Flora dan fauna ini sangat bermanfaat bagi manusia. Dan hutan

16
adalah tempat yang sangat tepat untuk memproduksi embrio flora dan juga
fauna.

4. Sebagai tempat hidup bermacam- macam flora dan fauna

Selain sebagai tempat yang tepat untuk memproduksi embrio baru dari
flora dan fauna, hutan juga tempat yang sangat tepat sebagai habitat dari
berbagai macam flora dan fauna. Maka dari itulah hutan ini adalah rumah
bagi mereka dan bisa menjaga kelestarian hidup mereka (yakni flora dan
fauna).

5. Sebagai sumber makanan bagi manusia

Masih satu rangkaian dengan fungsi hutan sebagai tempat tinggal dari
berbagai flora dan fauna, hutan ini juga otomatis merupakan sumber
makanan bagi manusia. Manusia bisa mendapatkan makanan dari flora
dan fauna yang terdapat di dalam hutan ini.

6. Merupakan dapur alami

Yang dimaksud sebagai dapur alami adalah adalah dapur bagi tumbuh-
tumbuhan. Hutan merupakan tempat untuk pepohonan memasak barbagai
unsur hara yang kemudian dialirkan ke sekitarnya. Bahkan aliran energi
yang dihasilkan bisa sampai ke berbagai tumbuhan yang ada di perairan,
misalnya tumbuhan yang ada di danau atau sungai.

7. Sebagai sumber oksigen

Selama ini kita mengetahui bahwasannya oksigen diproduksi oleh tumbuh-


tumbuhan dari proses fotosintesis dengan mengubah karbondioksida da
mengubahnya menjadi oksigen. Hutan merupakan sumber hidup dari
pepohonan yang jumlahnya sanhat banyak, sehingga pepohonan di hutan
ini akan menyerap karbondioksida (termasuk dari hasil pernafasan
manusia) dan mengubahnya menjadi oksigen yang merupakan sumber
pernafasan manusia. Maka dari itulah keberadaan hutan ini sangatlah
penting bagi manusia.

8. Mengurangi polusi yang ada di udara

Masih berkaitan dengan fungsi hutan sebagai penghasil oksigen, hutan ini
juga sangat bermanfaat untuk menetralkan kondisi udara terlebih udara
17
yang telah tercemar banyak polusi. Oleh karena itulah kita sering
merasakan bahwasannya udara di tempat yang banyak memiliki pohon
lebih terasa segar daripada di tempat yang mempunyai hanya sedikit
pohon.

18
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Komunitas hutan adalah kumpulan dari populasi (baik populasi hewan


maupun tumbuh-tumbuhan) yang hidup pada suatu kawasan hutan. Hutan
merupakan persekutuan antara tumbuhan dan hewan dalam suatu asosiasi
biotis. Asosiasi ini bersama-sama dengan lingkungannya membentuk suatu
sistem ekologis dimana organisme dan lingkungan saling berpengaruh di dalam
suatu siklus energi yang kompleks. Hutan membutuhkan keseimbangan dinamis
yang meliputi proses hidrologis, iklim, kesuburan tanah, keanekaragaman flora
dan fauna. Hutan dapat dibagi berdasarkan jenis-jenis tumbuhan yang dominan,
fungsi, asal, cara permudaan (tumbuh kembali), letak geografis, sifat-sifat
musiman, ketinggian tempat, keadaan tanah, sifat pembuatan, tujuan
pengelolaan, dan kondisi tanahnya.

Hutan memiliki banyak manfaat dan peran dalam kehidupan manusia


diantaranya sebagai sarana hidrologis, resapan air, pelestarian flora dan fauna,
sumber makanan manusia, sumber oksigen dan mengurangi polusi udara.

SARAN

Hutan dan komunitas yang terbentuk di dalamnya sangat berperan penting


bagi kehidupan manusia, sehingga kita harus menjaga kelestarian hutan, bisa
dengan cara reboisasi, melakukan tebang pilih, tidak melakukan tindakan yang bisa
menyebabkan kebakaran hutan, membatu pelestarian flora dan fauna dalam hutan
dengan tidak berburu secara liar.

19
DAFTAR PUSTAKA

Admin, 2015, persebaran flora dan fauna di indonesia,


http://www.softilmu.com/2015/11/persebaran-flora-dan-fauna-di-indonesia.html,
diakses 24 september 2016
Admin, 2015, ekosistem hutan, http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/ekosistem-
hutan, diakses 24 september 2016
Admin, 2016, pengertian hutan, http://ilmuhutan.com/pengertian-hutan/,
diakses 24 september 2016
Admin.2015. Ekosistem Hutan, http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/ekosistem-hutan
Admin.2015. Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia,
http://www.softilmu.com/2015/11/Persebaran-Flora-Dan-Fauna-Di-Indonesia.html
Admin.2016. Pengertian Hutan, http://ilmuhutan.com/pengertian-hutan/
Arifin Arief.2001.Hutan dan Kehutanan. Yogyakarta:Kanisius.
Habibi, 2012, hutan, https://uwityangyoyo.wordpress.com/2012/08/25/hutan/,
diakses 24 september 2016
Habibi.2012. Hutan, http://uwityangyoyo.wordpress.com/2012/08/25/hutan
Michael.2001.Tropical Rainforest.
Soegimo Dibyo dan Ruswanto. GEOGRAFI untuk SMA/MA Kelas XI.

20