Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH KIMIA ANORGANIK SISTEM PERIODIK UNSUR

GOLONGAN VI A

Kelompok 6 :

Nada Alifianingtyas J3L217179


Rifaldy Hidayat C J3L117180
Tahnia Azhari J3L117181
Vidya Vanesha J3L217182
Faradisa Athalla J3L217183
Fitria Rizky R.Y J3L217184
Annisa Ajmal A.R

Analisis Kimia
Program Diploma
Institut Pertanian Bogor
2018
i

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-
Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Sistem Periodik Unsur
Golongan VI sebagai syarat memenuhi tugas yang diberikan kepada kami untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah Kimia Anorganik.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk
itu kami menyampaikan terima kasih kepada ibu Wina Yulianti M,Si selaku dosen
mata kuliah Kimia Anorganik dan teman-teman khususnya mahasiswa Analisis
Kimia 54.
Terlepas dari itu semua, kami menyadari bahwa masih terdapat
kekurangan baik dari susunan kalimat maupun tata bahasa yang digunakan. Oleh
karena itu, kami menerima berbagai kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya
membangun agar kami dapat memperbaiki laporan ini menjadi lebih baik.

Bogor, 14 April 2018

Penulis
ii

DAFTAR ISI

1. PENDAHULUAN 4
1.1 LATAR BELAKANG 4
1.2 TUJUAN 4
2. PEMBAHASAN 5
2.1 OKSIGEN 5
2.1.2 Sifat Fisik dan Kimia 5
2.1.2 Keberadaan di Alam 6
2.1.3 Kegunaan di Alam 6
2.1.4 Cara Pembuatan 6
2.2 BELERANG 7
2.2.1 Sifat Fisik dan Kimia 8
2.2.2 Keberadaan di Alam 9
2.2.3 Kegunaan di Alam 9
2.2.4 Cara Pembuatan 9
2.3 SELENIUM 10
2.3.1 Sifat Fisik dan Kimia 11
2.3.2 Keberadaan di Alam 11
2.3.3 Kegunaan di Alam 12
2.3.4 Cara Pembuatan 12
2.4 TELURIUM 13
2.4.1 Sifat Fisik dan Kimia 13
2.4.2 Keberadaan di Alam 14
2.4.3 Kegunaan di Alam 14
2.4.4 Cara Pembuatan 14
2.5 POLONIUM 15
2.5.1 Sifat Fisik dan Kimia 15
2.5.2 Keberadaan di Alam 16
2.5.3 Kegunaan di Alam 16
2.5.4 Cara Pembuatan 16
2.6 LIVERMORIUM 16
2.6.1 Sifat Fisik dan Kimia 17
2.6.2 Keberadaan di Alam 17
2.6.3 Kegunaan di Alam 17
2.6.4 Cara Pembuatan 17
3. PENUTUP 18
3.1. SIMPULAN 18
1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Alam semesta ini kaya akan kandungan unsur-unsur kimia. Hingga saat ini,
unsur-unsur kimia berjumlah sekitar 114 unsur. Unsur-unsur tersebut
dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya ke dalam beberapa golongan,
yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi).
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak mungkin terlepas dari unsur kimia.
Misalnya saja ketika kita meminum air, berarti kita mengkonsumsi senyawa yang
mengandung unsur 1etalloi dan oksigen, dan pada saat respirasi berarti kita
menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Selain oksigen, sulfur pun
memiliki kegunaan tersendiri yaitu dalam bidang kedokteran sebagai obat sulfat.
Begitu pula dengan selenium, 1etalloid dan polonium yang mempunyai kegunaan
masing-masingnya dalam kehidupan ini.
Dengan kata lain unsur kimia sangat dibutuhkan karena menjamin
kelangsungan hidup. Dalam makalah ini akan menjelaskan tentang unsur-unsur
kimia golongan VI A.

1.2 Tujuan

Makalah ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan unsur-unsur kimia


golongan VI A di alam. Membedakan unsur kimia berdasarkan
pengelompokan dan sifat-sifatnya. Memahami kegunaan dan bahaya dari
unsur-unsur kimia golongan VI A serta mengetahui cara pembuatan unsur-
unsur kimia golongan VI A.

2. PEMBAHASAN

Unsur kimia golongan 16 atau VI A dari tabel periodik merupakan golongan


kalkogen. Golongan ini juga dikenal sebagai golongan oksigen. Golongan ini
terdiri dari unsur Oksigen (O), Belerang (S), Selenium (Se), Telurium (Te),
Polonium (Po) dan Livermorium (Lv).

2.1 Oksigen
Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam 1etall 1etal 1etalloi yang
mempunyai 1etallo O dan nomor atom 8. Oksigen merupakan unsur golongan
kalkogen dan dapat dengan mudah bereaksi dengan 1etall semua unsur lainnya
dan berubah menjadi oksida. Pada Temperatur dan tekanan standar, dua atom
unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas 1etalloi dengan rumus
O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau.
2.1.2 Sifat Fisik dan Kimia
Tabel 1 Sifat Fisik Oksigen

Titik Leleh (°C) -218.2


Titik Didih (°C) -182.32
Volume Atom 14 cm3/mol
Massa Atom 15.9994
Radius Kovalensi 0.73 Å
Massa Jenis 1.429 g/cm3
Elektronegativitas 3.44
Bilangan Oksidasi -2
Radius Atom 0.65 Å

Oksigen tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Dalam bentuk cair
dan padat, oksigen berwarna biru pucat dan merupakan 2etalloid2c2 yang kuat.
Oksigen sangat reaktif, adalah komponen ratusan ribu senyawa 2etallo dan dapat
bergabung dengan kebanyakan unsur. Oksigen memiliki 9 isotop. Oksigen alami
adalah campuran dari 3 isotop. Oksigen berbobot aatom 18 yang terdapat di alam
bersifat stabil dan tersedia untuk keperluan komersial, seperti dalam air (H2O
dengan kandungan 2etallo 18 sebanyak 15%). Konsumsi oksigen komersial di
Amerika Serikat diperkirakan mencapai 20 juta ton per tahun dan diperkirakan
akan terus meningkat.
Pemisahan udara (destilasi) menghasilkan gas dengan kemurnian 99%,
sedangkan elektrolisis hanya 1%. Bentkuk lain dari oksigen adalah Ozon (O 3).
Merupakan senyawa yang sangat aktif, dihasilkan dari pelepasan muatan elektris
(kilat) atau penyinaran sinar Ultraviolet terhadap oksigen. Keberadaan ozon di
atmosfer (dengan jumlah yang sebanding dengan ketebalan lapisan 3 mm dengan
kondisi tekanan dan suhu yang luar biasa) mencegah sinar Ultraviolet yang
berbahaya dari matahari sebelum mencapai permukaan. Pencemaran udara di
atmosfer dapat merusak lapisan ozon ini. Ozon bersifat racun dan tidak boleh
terpapar dengan ozon melebihi kadar 0.2 mg/m (8 jam kerja rata-rata-40 jam per
minggu). Ozon yang masih pekat memiliki warna hitam kebiru-biruan dan ozon
padat berwarna hitam ungu.

2.1.2 Keberadaan di Alam


Oksigen dapat dihasilkan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Dapat
ditemukan berlimpah di sekitar matahari. Oksigen merupakan unsur gas yang
menyusun 21% volume atmosfer dan dapat diperoleh dengan cara pencairan dan
penyulingan bertingkat. Terdapat dalam kandungan 49,2% berat pada lapisan
kerak bumi. Di dalam laboratorium, oksigen dapat dibuat dengan elektrolisis air
atau dengan memanaskan KclO3 dengan MnO2 sebagai katalis.

2.1.3 Kegunaan di Alam


Oksigen memiliki banyak manfaat dalam kehidupan, diantaranya:
1. Oksigen digunakan sebagai udara pernafasan bagi manusia dan sebagian
besar makhluk hidup lainnya.
2. Oksigen berperan dalam proses pembakaran.
3. Campuran gas oksigen dan gas asetilin dapat menghasilkan suhu yang sangat
tinggi dan digunakan untuk mengelas logam.
4. Digunakan dalam tungku pada proses pembuatan baja, 3etallo, dan tekstil.
5. Sebagai pendukung kehidupan pada pesawat terbang, kapal selam,
penerbangan luar angkasa, dan penyelaman.
6. Digunakan pada proses sintesis 3etalloi dan ammonia
7. Oksigen cair digunakan sebagai bahan bakar untuk menjalankan rudal dan
roket.
8. Dalam 3etalloi, oksigen digunakan untuk membuat beberapa senyawa kimia
dan sebagai oksidator.
9. Dalam bentuk allotrop O3 (ozon) yang bersifat oksidator kuat, digunakan
sebagai desinfektan dan sebagai bahan pemutih.
10. Berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.

2.1.4 Cara Pembuatan


Pembuatan oksigen dapat dilakukan dengan beberapa percobaan, antara
lain:
1. Elektrolisis Air
◦ Elektrolisis air adalah peristiwa penguraian senyawa air (H2O) menjadi
oksigen (O2) dan hidrogen gas (H2) dengan menggunakan arus listrik
yang melalui air tersebut. Berikut adalah reaksinya
◦ 2H2O 2H2 + O2

Gambar 1 Elektrolisis air untuk pembuatan oksigen


2. Penguraian katalik hidrogen peroksida (pembuatan di laboratorium).
2H2O2(g) → 2H2O(l) + O2(g)
3. Distilasi bertingkat udara cair.
Gambar 2 Distilasi bertingkat udara cair

2.2 Belerang
Belerang atau sulfur adalah unsur non-logam 4etalloid4c, berlimpah, tidak
berasa dan tidak berbau. Belerang mempunyai nomor atom 16, massa atom 32,06
g/mol, elektronegativitas (menurut Pauling) 2,5.

Gambar 3 Belerang
2.2.13 Sifat Fisik dan Kimia

Tabel 2 Sifat Fisik Belerang


Titik Leleh (°C) 119.2
Titik Didih (°C) 444.82
Berat Molekul 32
Volume Atom 15,50 cm3/mol
Elektronegativitas 2,58
Bilangan -2, +2, +4 dan
Oksidasi +6

Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut
dalam air tapi mudah larut dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai bentuk,
baik gas, cair maupun padat, unsur belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang
lebih dari satu atau campuran. Dengan bentuk yang berbeda-beda, akibatnya
sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk alotropnya
masih belum dapat dipahami.
Pada tahun 1975, ahli kimia dari Universitas Pensilvania melaporkan
pembuatan polimer belerang 5etallo, yang memiliki sifat logam, meski tidak
mengandung atom logam sama sekali. Zat ini memiliki sifat elektris dan 5etal
yang tidak biasa. Belerang amorf atau belerang 5etallo diperoleh dengan
pendinginan dari 5etallo secara mendadak dan cepat. Studi dengan sinar X
menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan atom
pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri dari bentuk cincin dengan
delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar
X yang normal. Belerang dengan kemurnian 99.999% sudah tersedia secara
komersial.

2.2.2 Keberadaan di Alam


Belerang dapat terjadi secara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan
hutan tropis.Belerang yang berbentuk Sulfir dapat tersebar di alam sebagai pirit,
galena, sinabar, stibnite, 5etall, garam 5etal, selestit, barit dan lain-lain.Belerang
dapat dihasilkan secara bebas dari sumber mata air hingga endapan garam yang
melengkung sepanjang Lembah Gulf di Amerika Serikat yaitu dengan
menggunakan proses Frasch, ketika air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber
mata air untuk mencairkan belerang, lalu kemudian belerang tersebut terbawa ke
permukaan.Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah.

2.2.3 Kegunaan di Alam


Belerang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan, diantaranya:
1. Digunakan untuk membuat beberapa senyawa penting dalam 5etalloi, seperti
asam sulfat, asam sulfit, belerang dioksida, dan lain sebagainya.
2. Asam Sulfat (H2SO4) digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pembersih
logam, bahan baku 5etalloi dan sebagai cairan pengisi akumulato.
3. Digunakan dalam bidang kedokteran sebagai obat sulfat.
4. Digunakan dalam 5etalloi korek api, vulkanisasi karet, obat celup, dan bubuk
mesiu (bahan peledak.
5. Dicampur dengan kapur digunakan sebagai fungsiida
6. Senyawa garam natrium tiosulfat (Na2S2O3.5H2O) yang sering disebut hypo
digunakan dalam fotografi.
7. Digunakan untuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya.
8. Untuk mensterilkan alat pengasap.
9. Untuk memutihkan buah kering.

2.2.4 Cara Pembuatan


Pembuatan belerang dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
1. Cara Sisila (untuk meperoleh belerang yang ada dipermukaan tanah)
2. Cara Frash (untuk memperoleh belerang yang ada di bawah permukaan
tanah)
Pembuatan belerang pertama kali dikembangkan pada tahun 1904 oleh Frasch
yang mengembangkan cara untuk mengekstrak belerang yang dikenal dengan
cara Frasch.

Gambar 4 Cara pembuatan belerang dengan cara Frash

2.3 Selenium
Selenium adalah suatu unsur Kimia dalam 6etal 6etalloi yang memiliki
6etallo Se dan nomor atom 34. Selenium berbentuk zat padat (solid) yang
termasuk dalam bentuk non logam. Serta memiliki struktur 6etallo hexagonal.
Selenium ditemukan oleh Berzellius pada tahun 1817, yang menemukannya
bergabung bersama tellurium (namanya diartikan sebagai bumi). Selenium 6eta
didapatkan baik dalam struktur amorf maupun 6etallo. Selenium amorf 6eta
berwarna merah (bentuk serbuk) atau hitam (dalam bentuk seperti kaca).
Gambar 5 Selenium

2.3.1 Sifat Fisik dan Kimia

Tabel 3 Sifat Fisik Selenium

Titik Leleh (°C) 221


Titik Didih (°C) 685
Berat Molekul 78.96
Volume Atom 16.5 cm3/mol
Radius Kovalensi 1.16 Å
Massa Jenis 4.79 g/cm3
Elektronegativitas 2.55
Bilangan
Oksidasi (-2,+4,+6)
Radius Atom 1.4 Å

Selenium berada dalam beberapa bentuk allotrop, walaupun hanya dikenal


tiga bentuk. Selenium 7eta didapatkan baik dalam struktur amorf maupun 7etallo.
Selenium amorf 7eta berwarna merah (bentuk serbuk) atau hitam (dalam bentuk
seperti kaca). Selenium 7etallo monoklinik berwarna merah tua. Sedangkan
selenium 7etallo heksagonal, yang merupakan jenis paling stabil, berwarna abu-
abu metalik.
Selenium menunjukkan sifat fotovoltaik, yakni mengubah cahaya menjadi
listrik, dan sifat fotokonduktif, yakni menunjukkan penurunan hambatan listrik
dengan meningkatnya cahaya dari luar (menjadi penghantar listrik ketika terpapar
cahaya dengan 7etall yang cukup). Sifat-sifat ini membuat selenium sangat
berguna dalam produksi fotosel dan exposuremeter untuk tujuan fotografi, seperti
sel matahari. Di bawah titik cairnya, selenium adalah semikonduktor tipe p dan
memiliki banyak kegunaan dalam penerapan elektronik . Selenium telah dikatakan
non toksik, dan menjadi kebutuhan unsur yang penting dalam jumlah sedikit.
Namun asam selenida dan senyawa selenium lainnya adalah racun, dan reaksi
fisiologisnya menyerupai arsen.

2.3.2 Keberadaan di Alam


Selenium ditemukan dalam beberapa mineral yang cukup langka seperti
kruksit dan klausthalit. Beberapa tahun yang lalu, selenium didapatkan dari debu
cerobong asap yang tersisa dari proses bijih tembaga 8etallo. Sekarang selenium
di seluruh dunia dihasilkan dari pemurnian kembali logam anoda dari proses
elektrolisis tembaga.
Selenium terjadi secara alami dalam beberapa bentuk anorganik, termasuk
selenide, 8etalloi, dan Selenite. Dalam tanah, selenium paling sering terjadi dalam
bentuk larut seperti 8etalloi (analog dengan sulfat), yang tercuci ke sungai sangat
mudah oleh limpasan.
Selenium memiliki peran biologis, dan ini ditemukan dalam senyawa
8etallo seperti dimetil selenide, selenomethionine, selenocysteine, dan
methylselenocysteine. Dalam senyawa selenium memainkan peran analog dengan
belerang.
Selenium ini paling sering dihasilkan dari bijih 8etallo selenide di banyak,
seperti tembaga, perak, atau timah. Hal ini diperoleh sebagai hasil sampingan dari
pengolahan bijih ini, dari lumpur anoda kilang tembaga dan lumpur dari ruang
utama tanaman asam sulfat. Lumpur tersebut dapat diproses oleh sejumlah sarana
untuk memperoleh selenium gratis.
Alam sumber selenium termasuk tanah kaya selenium tertentu, dan
selenium yang telah bioconcentrated oleh tanaman tertentu. Sumber antropogenik
selenium termasuk pembakaran batubara dan pertambangan dan peleburan bijih
8etallo.Selenium juga dapat ditemukan di beberapa daging dan makanan
laut,hewan yang memakan biji-bijian atau tanaman yang tumbuh di tanah kaya
selenium memiliki tingkat yang lebih tinggi selenium dalam otot mereka. Di AS,
daging dan roti merupakan sumber selenium yang umum diet. Beberapa kacang-
kacangan juga sumber selenium.

2.3.3 Kegunaan di Alam

Menangkal radikal bebas. Tubuh setiap orang memiliki kemampuan untuk


melawan radikal bebas yang 8eta menghancurkan sel dan menimbulkan berbagai
penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung dan penuaan dini. Di dalam
tubuh, selenium bekerja sama dengan vitamin E sebagai zat antioksidan untuk
memperlambat oksidasi asam lemak tak jenuh.
Meningkatkan kekebalan tubuh. Selenium diketahui memperbaiki 8etall
imunitas (kekebalan tubuh) dan fungsi kelenjar tiroid. Hasil penelitian belakangan
ini yang memastikan bahwa selenium dapat mencegah kanker (termasuk kanker
kulit akibat paparan matahari) menambah pamornya sebagai mineral yang
bermanfaat besar untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh manusia.
Mempertahankan elastisitas. Bersama vitamin E, selenium berfungsi
mempertahankan elastisitas jaringan dan bila kadar selenium berkurang maka
tubuh akan mengalami penuaan dini, yaitu kondisi sel yang rusak sebelum
waktunya.
Selenium dapat digunakan dalam xerografi, yaitu untuk memperbanyak
salinan dokumen, surat dan lain-lain. Selenium erupakan bahan utama yang
digunakan oleh 9etalloi kaca untuk membuat kaca, berperan dalam pembuatan
lapisan email gigi yang berwarna rubi, juga digunakan sebagai tinta fotografi dan
sebagai bahan tambahan baja tahan karat.

2.3.4 Cara Pembuatan


Selenium dapat dibuat dengan beberapa cara, yaitu:
1. Selenium dapat dihasilkan dari debu cerobong asap yang tersisa dari proses
bijih tembaga sulfida.
2. Dapat dihasilkan dari pemurnian kembali logam anoda dari proses elektrolisis
tembaga.
3. Diperoleh dari memanggang endapan hasil elektrolisis dengan soda atau asam
sulfat, atau dengan meleburkan endapan tersebut dengan soda dan niter
(mineral yang mengandung kalium nitrat).

2.4 Telurium

Gambar 6 Telurium
Telurium adalah suatu unsur Kimia dalam 9etal 9etalloi yang memiliki
9etallo 9etall nomor atom 52. Merupakan zat padat (solid) yang termasuk dalam
Metaloid dengan struktur 9etallo Hexagonal. Ditemukan oleh Muller von
Reichenstein pada tahun 1782; diberi nama oleh Klaproth, yang telah
mengisolasinya pada tahun 1798.

2.4.1 Sifat Fisik dan Kimia


Tabel 4 Sifat Fisik Telurium

Titik Leleh (°C) 449.72


Titik Didih (°C) 988
Berat Molekul 127.6
Volume Atom 20.5 cm3/mol
Radius Kovalensi 1.36 Å
Massa Jenis 6.24 g/cm3
Elektronegativitas 2.1
Bilangan
(+2,+4,+6)
Oksidasi
Radius Atom 1.42 Å

Telurium memiliki warna putih keperak-perakan, dan dalam keadaan


murninya menunjukkan kilau logam. Cukup rapuh dan 10eta dihaluskan dengan
mudah. Telurium amorf ditemukan dengan pengendapan 10etalloid dari larutan
asam tellurat. Bentuk dari senyawa ini adalah amorf atau terbentuk dari 10etallo.
Pada dasarnya 10etalloid merupakan unsur yang stabil, tidak dapat larut dalam air
dan dalam asam hidroklorik tetapi dapat larut dengan baik dalam asam sitrat dan
air raja (aqua regia).
Unsur 10etalloid dapat bereaksi dengan unsur-unsur lain yang membentuk
beberapa senyawa, seperti 10etalloid diklorida (TeCl2), 10etalloid dioksida (TeO2),
10etalloid tetraklorida (TeCl4), 10etalloi telurida (H2Te), natrium telurida (Na2Te),
dan beberapa senyawa lainnya. Telurium adalah semikonduktor tipe-p, dan
menunjukkan daya hantar yang lebih tinggi pada arah tertentu, tergantung pada
sifat kerataan atom. Daya hantarnya bertambah sedikit ketika unsur ini terpapar
dengan sinar matahari. Telurium 10eta diberi dopan perak, tembaga, emas, timah
atau unsur lainnya. Di udara, 10etalloid terbakar dengan nyala biru kehijau-
hijauan, membentuk senyawa dioksida. Telurium cair mengkorosi besi, tembaga
dan baja tahan karat.

2.4.2 Keberadaan di Alam


Telurium dapat ditemukan di alam bebas yaitu dengan bentuk sebagai
senyawa 10etalloid dari emas (kalaverit) dan bergabung dengan logam
lainnya.Telurium didapatkan secara bebas dari lumpur anoda yang dihasilkan
selama proses pemurnian elektrolisis tembaga panas.

2.4.3 Kegunaan di Alam


Telurium mempunyai beberapa manfaat, antara lain:
1. Telurium memperbaiki kemampuan tembaga dan baja tahan karat untuk
digunakan dalam permesinan.
2. Penambahan 10etalloid pada timbal dapat mengurangi reaksi korosi oleh
asam sulfat pada timbal, dan juga memperbaiki kekuatan dan kekerasannya.
3. Telurium digunakan sebagai komponen utama dalam sumbat peleburan, dan
ditambahkan pada besi pelapis pada menara pendingin.
4. Telurium juga digunakan dalam keramik.
5. Bismut telurrida telah digunakan dalam peralatan termoelektrik.
6. Digunakan dalam penelitian ilmiah semikonduktor.
7. Dalam campurannya
dengan bahan-bahan
11etallo digunakan pada
proses vulkanisasi
karet sintesis.
8. Digunakan sebagai bahan
insektisida, germisida, dan
fungisida.
9. Digunakan untuk memberi
warna biru dalam proses
pembuatan kaca.

2.4.4 Cara Pembuatan


Telurium didapatkan
secara bebas dari lumpur anoda
yang dihasilkan selama proses
pemurnian elektrolisis
tembaga panas.

2.5 Polonium

Gambar 7 Polonium
Polonium adalah suatu unsur Kimia dalam 12etal 12etalloi yang memiliki
12etallo Po dan nomor atom 84. Unsur radioaktif yang langka ini termasuk
kelompok 12etalloid dengan memiliki sifat kimia yang mirip dengan Telurium dan
Bismut.
Polonium juga dikenal sebagai Radium F, adalah unsur pertama yang
ditemukan oleh Marie Curie dan Pierre Curie pada tahun ketika sedang mencari
penyebab radioaktivitas pada mineral pitchblende (mineral uranium) dari
Joachimsthal, Bohemia. Elektroskop menunjukkan pemisahannya dengan
12etallo.

2.5.1 Sifat Fisik dan Kimia

Tabel 5 Sifat Fisik Polonium

Titik Leleh (°C) 254


Titik Didih (°C) 962
Berat Molekul 210
Volume Atom 22.7 cm3/mol
Massa Jenis 9.3 g/cm3
Elektronegativitas 2
Bilangan Oksidasi (+2,+4,+6)
Radius Atom 1.67 Å

Polonium 210 memiliki titik cair yang rendah, logam yang mudah menguap,
dengan 50% polonium menguap di udara dalam 45 jam pada suhu 55C.
Merupakan pemancar alpha dengan masa paruh waktu 138,39 hari. Satu milligram
memancarkan partikel alfa seperti 5 gram radium.
Energi yang dilepaskan dengan pancarannya sangat besar (140 W/gram),
dengan sebuah kapsul yang mengandung setengah gram polonium mencapai suhu
di atas 500C. Kapsul ini juga menghasilkan sinar gamma dengan kecepatan
dosisnya 0,012 Gy/jam. Sejumlah curie (1 curie = 3.7 x 1010Bq) polonium
mengeluarkan kilau biru yang disebabkan eksitasi di sekitar gas.
Polonium mudah larut dalam asam encer, tapi hanya sedikit larut dalam
basa. Garam polonium dari asam 12etallo terbakar dengan cepat, 12etall amina
dapat mereduksinya menjadi logam.

2.5.2 Keberadaan di Alam


Polonium adalah unsur alam yang sangat jarang. Dalam bijih uranium hanya
mengandung sekitar 100 mikrogram unsur polonium per tonnya.Ketersediaan
polonium hanya sekitar 0.2% dari radium.Para ahli menemukan bahwa ketika
menembak bismut alam (209bi) dengan neutron, diperoleh 210bi yang merupakan
induk polonium.Sejumlah milligram polonium dapat dihasilkan dengan
menggunakan tembakan neutron berintensitas tinggi dalam reaktor nuklir.

2.5.3 Kegunaan di Alam


Polonium memiliki berbagai manfaat, diantarnya:
1. Digunakan untuk menghasilkan radiasi sinar alfa (α)
2. Digunakan dalam penelitian ilmiah tentang nuklir
3. Digunakan pada peralatan mesin cetak dan fotografi
4. Digunakan pada alat yang dapat mengionisasi udara untuk menghilangkan
akumulasi muatan-muatan listrik
5. Digunakan sebagai sumber panas yang ringan sebagai sumber 13etall
termoelektrik ada satelit angkasa
6. Polonium dapat dicampur atau dibentuk alloy dengan berilium untuk
menghasilkan sumber neutron

2.5.4 Cara Pembuatan


Para ahli menemukan bahwa ketika menembak bismut alam (209bi) dengan
neutron, diperoleh 210bi yang merupakan induk polonium. Sejumlah milligram
polonium dapat dihasilkan dengan menggunakan tembakan neutron berintensitas
tinggi dalam reaktor nuklir.

2.6 Livermorium
Elemen 116, Livermorium, pertama kali dibuat di Dubna tahun 2000. Karya
tersebut merupakan kolaborasi antara tim sains di Joint Institute for Nuclear
Research di Dubna dan Lawrence Livermore National Laboratory di California
yang dipimpin oleh Yuri Oganessian dan Ken Moody.
Ununheksium adalah nama sementara unsur kimia dikonfirmasi dalam tabel
periodik yang memiliki simbol Uuh sementara dan memiliki nomor atom 116.
Pada tanggal 1 Desember 2011, nama Livermorium adalah nama dari unsur kimia
dengan simbol Lv (nama sebelum Ununheksium dan nomor atom 116) diambil
dari proses persetujuan nama dalam IUPAC.

2.6.1 Sifat Fisik dan Kimia

Tabel 6 Sifat Fisik Livermorium

Titik Leleh (°C) 364-507


Titik Didih (°C) 762-862
Berat Molekul 293
Volume Atom -
Massa Jenis 12.9 g/cm3
Elektronegativitas -
Bilangan
(-2,+4,+2)
Oksidasi
Radius Atom -

2.6.2 Keberadaan di Alam


Semua unsur dengan nomor atom lebih besar dari 92 kecuali plutonium dan
neptunium tidak ada yang ditemukan secara alami di bumi. Kesemua unsur
tersebut merupakan radioaktif dengan waktu paruh lebih pendek dari umur bumi,
sehingga atom-atom dari unsur-unsur ini jika pernah ada di Bumi telah lama
meluruh. Unsur termasuk bahan radioaktif dan hanya ada selama satu detik
sebelum berubah menjadi atom-atom yang lebih ringan.Unsur-unsur transuranium
yang ditemukan di bumi sekarang ini merupakan hasil sintesis melalui 14etallo
nuklir atau pemercepat partikel.

2.6.3 Kegunaan di Alam


Livermorium dapat memantulkan sinar yang 14etall dengan panjang
gelombang dan frekuensi yang sama sehingga logam terlihat lebih
mengkilat.Dapat menghantarkan panas ketika dikenai sinar matahari, sehingga
logam akan sangat panas (terbakar). Energi panas diteruskan oleh 14etalloi
sebagai akibat dari penambahan 14etall 14etallo. Hal ini menyebabkan 14etalloi
bergerak lebih cepat. Energi panas ditransferkan melintasi logam yang diam
melalui 14etalloi yang bergerak.Meabilitas, yaitu kemampuan logam untuk
ditempa atau diubah menjadi bentuk lembaran.Duktilitas yaitu kemampuan logam
dirubah menjadi kawat dengan sifatnya yang mudah meregang jika ditarik.Dapat
menimbulkan suara yang nyaring jika dipukul, sehingga dapat digunakan dalam
pembuatan bel atau lonceng.Dapat ditarik magnet, sehingga logam disebut
14etalloid14c, misalnya besi.

2.6.4 Cara Pembuatan


Livermorium/Ununhexium merupakan logam radioaktif yang disintesis dari
kalsium-48, Ca48 , dan curium-248, Cm248. Ion kalsium yang dibentuk sinar dalam
cyclotron (partikel akselerator) dan ditembakkan ke dalam inti curium.

3. PENUTUP

3.1. SIMPULAN

Golongan VIA atau 16 merupakan golongan oksigen atau kalkogen pada


sistem periodik unsur yang terdiri dari enam unsur, yaitu Oksigen (O), Sulfur (S),
Selenium (Se), Telurium (Te), Polonium (Po), dan Livermorium (Lv). Unsur O, S,
dan Se merupakan unsur nonlogam, unsur 14etall Po merupakan unsur 14etalloid,
dan unsur Lv merupakan unsur buatan.
Golongan oksigen atau kalkogen memiliki sifat fisik dan kimia yang
berbeda-beda. Sifat fisik seperti massa atom, radius atom, volume atom, titik
didih, titik lebur, jari-jari kovalensi, dan massa jenis dalam satu golongan dari atas
ke bawah semakin bertambah. Sifat fisik seperti keelektronegatifan dalam satu
golongan dari atas ke bawah semakin berkurang. Sifat fisik seperti struktur kristal
dan bilangan oksidasi berbeda-beda setiap unsurnya.
Unsur golongan VIA atau 16 yang berada di alam secara bebas adalah
unsur O (dalam bentuk gas diatomik dan allotrop), S (dalam bentuk sulfit), dan Te
(dalam bentuk telurida). Unsur Se (dalam bentuk kruksit dan klausthalit) dan Po
(terdapat pada bijih uranium dan bismut alam) sangat jarang ditemui di alam
bebas, bahkan unsur Lv (termasuk bahan radioaktif) tidak dapat ditemui di alam
bebas.
Golongan oksigen memiliki banyak kegunaan di alam dalam berbagai
bidang, seperti industri, kedokteran, pertanian, dan lainnya. Unsur yang berguna
di alam didapat melalui tahapan pembuatan. Unsur O didapat melalui elektrolisis
air, penguraian katalik H2O2, pemanasan KclO3 dengan katalis MnO2, dan destilasi
bertingkat udara cair. Unsur S didapat melalui cara sisila dan cara frasch. Unsur
Se didapat melalui debu cerobong asap yang tersisa dari proses bijih tembaga
sulfida, pemurnian kembali logam anoda dari proses elektrolisis tembaga, dan
pemanggangan atau peleburan endapan hasil elektrolisis dengan soda atau asam
sulfat. Unsur Te didapat melalui lumpur anoda yang dihasilkan selama proses
pemurnian elektrolisis tembaga panas. Unsur Po didapat melalui penembakan
bismut alam dengan neutron berintensitas tinggi dalam reaktor nuklir. Unsur Lv
didapat melalui sintesis kalsium dalam kurium.
DAFTAR PUSTAKA