Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
A. Pengertian
Disintegrasi adalah keadaan tidak bersatu padu yang menghilangnya keutuhan
atau persatuan serta menyebabkan perpecahan.

Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau
keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur
yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan
masyarakat yang memilki keserasian fungsi.

Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-


kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas
masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.
Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu :

 Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial
tertentu
 Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu
BAB II

PEMBAHASAN

A. Disentegrasi
Disintegrasi di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa gejala misalnya :
1. Tidak adanya persamaan pandangan (persepsi) antara anggota masyarakat mengenai
tujuan yang semula dijadikan patokan oleh masing-masing anggota masyarakat.
2. Perilaku para warga masyarakat cenderung melawan/melanggar nilai-nilai dan
norma-norma yang telah disepakati bersama.
3. Kerap kali terjadi pertentangan antara norma-norma yang ada di dalam masyarakat
4. Nilai-nilai dan norma-norma yang ada di masyarakat tidak lagi difungsikan dengan
baik dan maksimal sebagaimana mestinya.
5. Tidak adanya konsistensi dan komitmen bersama terhadap pelaksanaan sanksi bagi
mereka yang melanggar norma-norma yang ada di masyarakat.
6. Kerap kali terjadinya proses-proses sosial di masyarakat yang bersifat disosiatif,
seperti persaingan tidak sehat, saling fitnah, saling hasut, pertentangan antarindividu
maupun kelompok, perang urat syaraf, dan seterusnya

Dari hasil penelitian Poetranto (2003) beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya
disintegrasi bangsa :
a. Geografi. Letak Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau dan kepulauan memiliki
karakteristik yang berbeda-beda. Daerah yang berpotensi untuk memisahkan diri
adalah daerah yang paling jauh dari ibu kota, atau daerah yang besar pengaruhnya dari
negara tetangga atau daerah perbatasan, daerah yang mempunyai pengaruh global yang
besar, seperti daerah wisata, atau daerah yang memiliki kakayaan alam yang berlimpah.
b. Demografi. Pengaruh (perlakuan) pemerintah pusat dan pemerataan atau penyebaran
penduduk yang tidak merata merupakan faktor dari terjadinya disintegrasi bangsa,
selain masih rendahnya tingkat pendidikan dan kemampuan SDM.
c. Kekayaan Alam. Kekayaan alam Indonesia yang sangat beragam dan berlimpah dan
penyebarannya yang tidak merata dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya
disintegrasi bangsa, karena hal ini meliputi hal-hal seperti pengelolaan, pembagian
hasil, pembinaan apabila terjadi kerusakan akibat dari pengelolaan.
d. Ideologi. Akhir-akhir ini agama sering dijadikan pokok masalah didalam terjadinya
konflik di negara ini, hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman terhadap agama
yang dianut dan agama lain. Apabila kondisi ini tidak ditangani dengan bijaksana pada
akhirnya dapat menimbulkan terjadinya kemungkinan disintegrasi bangsa, oleh sebab
itu perlu adanya penanganan khusus dari para tokoh agama mengenai pendalaman
masalah agama dan komunikasi antar pimpinan umat beragama secara
berkesinambungan.
e. Politik. Masalah politik merupakan aspek yang paling mudah untuk menyulut berbagai
ketidak nyamanan atau ketidak tenangan dalam
bermasyarakat dan sering mengakibatkan konflik antar masyarakat yang berbeda
faham apabila tidak ditangani dengan bijaksana akan menyebabkan konflik sosial di
dalam masyarakat. Selain itu ketidak sesuaian kebijakan-kebijakan pemerintah pusat
yang diberlakukan pada pemerintah daerah juga sering menimbulkan perbedaan
kepentingan yang akhirnya timbul konflik sosial karena dirasa ada ketidak adilan
didalam pengelolaan dan pembagian hasil atau hal-hal lain seperti perasaan pemerintah
daerah yang sudah mampu mandiri dan tidak lagi membutuhkan bantuan dari
pemerintah pusat, konflik antar partai, kabinet koalisi yang melemahkan ketahanan
nasional dan kondisi yang tidak pasti dan tidak adil akibat ketidak pastian hukum.
f. Ekonomi. Krisis ekonomi yang berkepanjangan semakin menyebabkan sebagian besar
penduduk hidup dalam taraf kemiskinan. Kesenjangan sosial masyarakat Indonesia
yang semakin lebar antara masyarakat kaya dengan masyarakat miskin dan adanya
praktek KKN.
g. Sosial Budaya. Pluralitas kondisi sosial budaya bangsa Indonesia merupakan sumber
konflik apabila tidak ditangani dengan bijaksana. Tata nilai yang berlaku di daerah
yang satu tidak selalu sama dengan daerah yang lain. Konflik tata nilai yang sering
terjadi saat ini yakni konflik antara kelompok yang keras dan lebih modern dengan
kelompok yang relatif terbelakang.

v
h. Pertahanan Keamanan. Kemungkinan disintegrasi bangsa dilihat dari aspek
pertahanan keamanan dapat terjadi dari seluruh permasalahan aspek asta gatra itu
sendiri. Dilain pihak turunnya wibawa TNI dan Polri akibat kesalahan dimasa lalu
dimana TNI dan Polri digunakan oleh penguasa sebagai alat untuk mempertahankan
kekuasaannya bukan sebagai alat pertahanan dan keamanan negara.

B. Integrasi

Menurut pandangan para penganut fungsionalisme struktur sistem sosial senantiasa


terintegrasi di atas dua landasan berikut :

1. Suatu masyarakat senantiasa terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus (kesepakatan)


di antara sebagian besar anggota masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang
bersifat fundamental (mendasar)
2. Masyarakat terintegrasi karena berbagai anggota masyarakat sekaligus menjadi
anggota dari berbagai kesatuan sosial (cross-cutting affiliation). Setiap konflik yang
terjadi di antara kesatuan sosial dengan kesatuan sosial lainnya akan segera
dinetralkan oleh adanya loyalitas ganda (cross-cutting loyalities) dari anggota
masyarakat terhadap berbagai kesatuan sosial.

Faktor factor pendorong

1. Faktor Internal :

 kesadaran diri sebagai makhluk sosial


 tuntutan kebutuhan
 jiwa dan semangat gotong royong

2. Faktor External :

 tuntutan perkembangan zaman


 persamaan kebudayaan
 terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama
 persaman visi, misi, dan tujuan
 sikap toleransi
 adanya kosensus nilai
 adanya tantangan dari luar

3. Homogenitas Kelompok

Dalam masyarakat yang kemajemukannya rendah, integrasi sosial akan

4. Besar Kecilnya Kelompok


Dalam kelompok kecil integrasinya lebih mudah.

5. Mobilitas Geografis
adaptasi sangat diperlukan mempercepat integrasi.

6. Efektivitas Komunikasi
Komunikasi yang efektif akan mempercepat integrasi.
BAB III
KESIMPULAN

Syarat integrasi dapat berhasil jika,

i. Untuk meningkatkan Integrasi Sosial, Maka pada diri masing-masing harus


mengendalikan perbedaan/konflik yang ada pada suatu kekuatan bangsa dan bukan
sebaliknya.
ii. Tiap warga masyarakat merasa saling dapat mengisi kebutuhan antara satu dengan
yang lainnya.

Cara penanggulannya disitegrasi adalah

1. Membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak untuk


bersatu.
2. Menciptakan kondisi yang mendukung komitmen, kesadaran dan kehendak untuk
bersatu dan membiasakan diri untuk selalu membangun konsensus.
3. Membangun kelembagaan (Pranata) yang berakarkan nilai dan norma yang
menyuburkan persatuan dan kesatuan bangsa
4. Merumuskan kebijakan dan regulasi yang konkret, tegas dan tepat dalam aspek
kehidupan dan pembangunan bangsa, yang mencerminkan keadilan bagi semua
pihak, semua wilayah
5. Upaya bersama dan pembinaan integrasi nasional memerlukan kepemimpinan
yang arif dan efektif.