Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan
membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu
hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan
sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok ataupun organisasi selalu terdapat
bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok
yang terdiri dari atasan dan bawahannya.

Komunikasi tidak hanya penting untuk manusia tetapi juga penting untuk sistem pengendalian
manajemen yang merupakan alat untuk mengarahkan, memotivasi, memonitor atau mengamati
serta evaluasi pelaksanaan manajemen perusahaan yang mencoba mengarahkan pada tujuan
organisasi dalam perusahaan agar kinerja yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan
dapat berjalan lebih efesien dan lancar, yang dimonitor atau yang diatur dalam sistem
pengendalian manajemen adalah kinerja dari perilaku manajer di dalam mengelola perusahaan.

1.2 Rumusan Masalah

a) Bagaimana hubungan komunikasi dalam suatu organisasi?

b) Apa saja pola komunikasi yang ada dalam suatu organisasi?

c) Bagaimana membedakan berbagai pola komunikasi yang ada dalam suatu organisasi?

d) Bagaimana mengelola komunikasi?

e) Bagaimana meningkatkan keterampilan komunikasi?

1.3 Tujuan Penulisan

1
Agar mahasiswa dapat mengetahui maksud dari komunikasi dan organisasi dalam bisnis dan
dapat menjadi referensi pembelajaran dalam matakuliah komunikasi bisnis.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Hubungan Komunikasi

Dalam Masyarakat terdapat berbagai macam brntuk organisasi yang berskala kecil,menengah,
maupun yang besar. Keberhasilan komunikasi dalam suatu organisasi merupakan aset penting
bagi pencapaian sasaran atau tujuan perusahaan. Keberhasilan komunikasi yang tercermin dalam
efektivitas dan efisiensinya merupakan alat perekat organisasi, yang juga mempengaruhi nama
baik (goodwill) organisasi tersebut. Organisasi adalah kelompok masyarakat yang saling bekerja
sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu, dan komunikasi adalah perekat yang memungkinkan
kelompok masyarakat tersebut secara bersama-sama melakukan fungsinya dengan baik.

Hubungan komunikasi yang terjalin baik anatara manajer yang satu dengan manajer
lainnya, antara manajer dengan karyawan atau antara karyawan yang dengan karyawan lain,
merupakan salah satu kunci keberhasilan manajer dalam mencapai tujuan organisasi yang telah
ditetapkan.

Peran Manajerial

Manajer pada semua level dalam suatu organisasi bisnis memiliki peran strategis bagi
pengembangan organisasi ke depan. Menurut Mintzberg, terdapat tiga peran manajerial yang
dapat di terapkan oleh seorang menajer dalam suatu organisasi, yaitu: peran antarpribadi
(interpersonal roles), peran informasional (informational roles), dan peran keputusan (decisional
roles). Masing-masing peran manajerial tersebut tidak dapat dilepaskan dengan betapa
pentingnya kegiatan komunikasi dalam dunia bisnis. Melalui masing-masing peran tersebut
seorang manajer harus mampu mengomunikasikan ide, gagasan atau informasi kepada para
karyawannya, sehingga mereka dapat memahami peran yang telah disampaikan dengan baik dan
efektif. Peran manajerial dalam suatu organisasi dijelaskan pada Peraga 3.1

3
(Peraga 3.1)

a. Peran Antarpribadi

Peran antarpribadi menunjukkan bahwa seorang manajer harus mampu memerankan dirinya
sebagai seorang tokoh figure (figurehead role), pemimpin (leader role), dan penghubung (liaison
role).

Seorang manajer dalam suatu organisasi harus dapat memerankan dirinya sebagai
seorang tokoh figure. Sebagai contoh, ia dapat berperan sebagai perwakilan atau yang dituakan
dalam suatu organisasi. Ia memberikan sambutan pada acara-acara seremonial (upacara) yang
diselenggarakan oleh pihak internal maupun eksternal organisasi atau acara-acara tertentu yang
bersifat informal, misalnya pada acara lomba sepeda santai, resepsi pernikahan, atau peristiwa
duka cita yang dialami salah satu karyawan di organisasi yang di pimpinnya.

Selain berperan sebagai seorang tokoh figure, seorang manajer juga harus mampu
menyampaikan pesan-pesan bisnis dengan baik kepada karyawannya, sehingga pesan yang
disampaikan tersebut efektif dan dapat dipahami dengan baik pula. Sebagai contoh, seorang
manajer suatu organisasi menyampaikan kebijakan yang berkaitan dengan penetapan standar gaji
baru bagi para karyawan. Pesan tersebut dapat disampaikan secara lisan dan tertulis. Poin
penting dari kebijakan baru tersebut dapat disampaikan secara lisan, sedangkan penjelasan yang
lebih rinci sebaiknya disampaikan dalam bentuk tertulis.

Peran manajerial lain adalah kemampuan dalam memimpin suatu organisasi bisnis
maupun nonbisnis. Seorang manajer harus mampu memotivasi dan melakukn control terhadap
karyawannya. Sedangkan, peran penghubung menunjukkan hubungannya denga orang-orang

4
yang berada di luar organisasi, misalny dalam kaitannya dengan pelanggan, pemasok, klien dan
pemerintah.

b. Peran Informasional

Peran informasional mencakup peran pemantauan (monitor role), peran penyebar informasi
(disseminator role), dan peran juru bicara (spokesperson role).

Peran pemantauan/monitoring adalah peran yang harus dilakukan oeleh seorang


manajer untuk mengawasi bawahan (para karyawannya) agar pekerjaan mereka sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

Selanjutnya, peran penyebar informasi adalam peran manajer untuk menyebarkan atau
menyampaikan informasi secara menyeluruh kepada para karyawannya agara mereka dapat
memahami dengan baik berbagai kebijakan organisasi tersebut. Penyebarluasan informasi ini
lebih berorientasi kepada kepentingan internal suatu organisasi, misalnya kebijakan pakaian
seragam yang baru bagi semua karyawan, kebijakan jumlah jam lembur yang baru, kebijakan
pemberian standar gaji karyawan yang baru, dan kebijakan disiplin kerja yang baru.

Peran informasional lainnya adalah peran sebagai seorang juru bicara. Seorang manajer
harus dapat memerankan dirinya sebagai seorang juru bicara yang baik, khususnya yang
berkaitan dengan penyampaian informasi tentang berbagai kebijakan penting organisasinya
kepada pihak lain (ekternal informasi), misalnya kebijakan organisasi yang berkaitan dengan
pembukaan kantor cabang, kebijakan peluncuran prosuk baru, dan kebijakan promosi baru.

c. Peran Keputusan

Peran keputusan (decisional role) mencakup tiga peran penting yaitu : peran wirausahha
(entrepreneur role), peran pemecah masalah (disturbance bandler role), dan peran pengalokasi
sumber daya (resource allocator role), dan peran negosiator (negotiator role).

Seorang mnajer harus dapat memernakan dirinya sebagai seorang wirausaha yang jujur,
dinamis, ulet, kreatif, inovatif, responsive bertanggung jawab, berani mengambil risiko, dan
berwawasan luas.

5
Peran berikutnya adalah peran memecah masalah. Seorang manajer harus dapat
memerankan dirinya sebagai salah seorang yang memilki kemampuan dalam mengatasi berbagai
permasalahan yang dihadapi oleh suatu organisasi, misalnya masalah terlambatnya
pendistribusian barang, masalah pelayanan pelanggan yang kurang baik, masalah kualitas yang
masih rendah, dan masalah penyediaan bahan baku yang kurang lancer.

Peran keputusan yang lain adalah peran pengalokasian sumber daya. Seorang manajer
harus dapat memrankan dirinya sebagai orang yang mampu pengoptimalkan sumber daya yang
dimilki secara baik, misalnya pengelolaan secara baik sumber daya keuangan, sumber daya
manusia, sumber daya informasi, dan sumber daya alam yang dimilkinya.

Peran keputusan terakhir adalah peran negosiator. Seorang manajer harus dapat
memerankan dirinya sebagai seorang yang mampu bernegosiasi dengan baik, alias menjadi
negosiator yang handal. Kemampuan ini sangat diperlukan oleh sorang manajer ketika
berhubungan dengan pihak ekternal organisasi, seperti munculnya tuntunan (unjuk arah) para
karyawan tentang perbaikan kesejahteraan.

Kegiatan Pertukaran Informasi

Pencapaian tujuan suatu organisasi memerlukan proses komunikasi. Proses komunikasi


memungkinkan anggota organisasi bertukar informasi dengan menggunakan suatu bahasa atau
simbol-simbol yang biasa (umum) digunakan. Secara umum, komunikasi mempunyai dua fungsi
penting dalam organisasi :

1. Komunikasi memungkinkan orang-orang untuk saling bertukar informasi

2. Komunikasi membantu menghubungkan sekelompok anggota dalam organisasi yang


terpisah dari anggota lainnya.

Pada umumnya, organisasi sannagt bergantung pada komunikasi untuk mencapai tujuannya.
Sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Sporoul menunjukkan bahwa, orang-orang dalam
organisasi menggunakan 69 persen dari hari-hari kerja mereka dengan menggunakan komunikasi
verbal baik itu berbicara, mendengarkan, menulis, ataupun membaca. Namun, itu tidak berarti
bahwa bentuk komunikasi yang lain, yaitu komunikasi nonverbal, tidak penting bagi suatu

6
organisasi. Berikut ini adalah beberapa kegiatan organisasi yang berkaitan dengan pertukaran
informasi:

A. Menetapkan suatu tujuan

Kebanyakan organisasi mempunyai berbagai macam tujuan, yang bersifat formal maupun
nonformal. Untuk menetapkan suatu tujuan, mereka yang terlibat dalam organisasi baik staf
manajemen puncak, manajemen menengah, manajemen bawah, maupun karyawan, perlu
melakukan berbagai pembahasan yang serius dan cukup matang.

Tujuan organisai dapat didefinisikan dalam arti keuangan (finansial), mutu prosuk,
penguasaan pasar, kepuasan karyawan, atau memberikan pelayanan bagi pelanggan. Dalam
menetapkan berbagai macam tujuan organisasi tersebut sangat diperlukan pertukaran
informasi atau komunikasi antara unit-unit yang ada dalam organisasi tersebut.

B. Membuat dan Melaksanakan Keputusan

Tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi dapat tercapai bila orang-orang dalm
organisasi tersebut membuat berbagai keputusan yang mendukung terlaksananya tujuan, serta
mematuhi keputusan yang telah disepakati. Untuk membuat keputusan-keputusan yang
mendukung tujuan organisasi, mereka harus mengumpulkan fakta-fakta agar dapat
melakukan penilaian terhafap berbagai pilihan/alternative yang ada, dengan cara membaca,
bertanya kepada orang lain, dan sebagainya. Bila telah diambil, suatu keputusan harus
dilaksanakan dan hal ini memerlukan lebih banyak komunikasi.

C. Mengukur Prestasi Kerja

Saat keputusan telah dilaksanakan, manajemen perlu melakukan pengukuran untuk


mengetahui apakah hasil yang diharapkan telah tercapai. Pengukuran prestasi kerja
mencakup beberapa factor, antara lain: biaya, penjualan, pangsa pasar, produktivitas, tingkat
perputaran karyawan, dan tingkat persediaan yang ada.

Pada perusahaan berskala besar, semua data tersebut diproses dengan computer, dan hal ini
dapat mempercepat perolehan hasil laporan. Pada perusahaan yang berskala kecil,
pengolahan data dilakukan secara manual, sehingga waktu yang diperlukan lebih lama.

7
Namun disisi lain, data-data yang terdapat dalam perusahaan besar bias jadi berklai lipat
banyaknya dari pada yang terdapat dalam perusahaan kecil, dan hal ini dapat membuat waktu
yang diperlukan untuk mrnganalisisnya menjadi lebih lama.

Oleh karena itu, untuk mengukur prestasi kerja organisasi secara menyeluruh sangat
diperlukan terjalinnya komunikasi yang baik antarunit yang ada dalam organisasi tersebut.

D. Merekrut dan Mengembangkan Staf

Jik ingin merekrut seseorang, suatu perusahaan harus mengumumkan secara terbuka,
meneliti resume, dan melakukan wawancara dengan pelamar sehingga dapat ditentukan
orang yang benar-benar cocok menduduki jabatan yang tersedia. Selanjutnya, karyawan perlu
diperkenalkan dengan staf organisasi.

Sebagai orang baru dalam suatu organisasi, dia juga perlu diberi umpan balik (feedback) atas
prestasi yang telah dicapai, baik dalam bentuk penghargaan, pengakuan, maupun tanggung
jawab yang lebih tinggi. Dalam kaitan ini, komunikasi akan lebih banyak diperlukan dan
menjadi penting artinya.

E. Pelayanan Pelanggan

Semua organisasi akan berhubungan dengan cara customer atau pelanggan (internal mauapun
ekternal) dengan menggunakan komunikasi, baik dalam bentuk formal maupun noformal.
Harga yang tertera pada suatu produk, nama kelompok produk yang tertulis dalam rak-rak,
dan berbgai macam bnrtuk symbol seperti dilarang merokok, arah panah, dan sejenisnya juga
merupakan bentuk komunikasi yang mungkin digunakan oleh suatu organisasi dalm
berhubungan dengan pelanggan atau konsumennya.

Penggunaan nota penjualan, brosur, iklan, telepon bebas pulsa, dan berbagai bentuk promosi
lainnya adalah bentuk komunikasi yang digunakan oleh organisasi sebagai sarana untuk
merangsang keinginan para pelanggan agar menggunakan produknya.

Dalam kaitannya dengan pelayanan pelanggan (customer service), komunikasi juga


mempunyai peranan penting misalnya pada bagian pengecekan kredit,tagihan-tagihan,
menjawab telepon dari konsumen,maupun penanganan masalah-masalah yang berkaitan

8
dengan pengaduan dari konsumen. Kegiatan-kegiatan tersebut dengan sedirinya
menggunakan banyak komunikasi.

F. Negoisasi dengan Pemasok

Untuk mendapatkan harga produk yang baik, manajemen dalam suatu perusahaan perlu
mengadakan negosiasi baik dengan pemasok maupun dengan pemberi pinjaman. Setelah
mendapatkan laporan perkembangan perusahaannya kepada pihak-pihak yang terkait.

Melakukan negosiasi dengan berbagai pihak dan menyampaikan laporan perkembangan


suatu perusahaan kepada pihak lain yang berkepentingan, tentu saja memerlukan komunikasi
yang dapat memuaskan kedua belah pihak yang sedang bernegosiasi.

G. Memproduksi Produk

Untuk menuangkan ide atau gagasan mengenai prosuk baru, kemudian menempatkannya
dalam proses produksi, sampai akhirnya menjadi suatu produk yang siap dipasarkan,
diperlukan komunikasi. Seorang perancang mendesain rencana produk, pemasar melakukan
penelitian pasar, dan manajer penjualan melakukan kampanye penjualan. Kegiatan-kegiatan
ini diatas memerlukan banyak komunikasi, baik komunikasi antara manajer dengan
karyawan, antara karyawan yang satu dengan yang lain, atau antara bagian pemasaran
dengan pelanggan. Dengan kata lain, proses produksi erat kaitannya dengan komunikasi

H. Berinteraksi dengan Peraturan yang Ada

Komunikasi bukan saja terjadi dalm tubuh perusahaan, tetapi juga antara perusahaan dengan
pemerintah. Sebagai wakil masyarakat, pemerintah sudah seharusnya melindungi
kepentingan masyarakat.

Intuk itulah, pemerintah menyusun peraturan yang bertujuan untuk memberi perlindungan
bagi masyarakat luas dari tindakan sewenang-wenang perusahaan, misalnya peraturan yang
berkaitan dengan perlindungan keselamaatan kerja, jaminan hari tua, penentuan upah
minimum regional (UMR), penentuan waktu (lamanya) jam kerja, pencemaran lingkungan,
dan penentuan lokasi usaha. Kegiatan-kegiatan tersebut juga memerlukan komunikasi.

9
2.2 Pola Komunikasi

Meskipun semua organisasi haru melakukan komunikasi dengan berbagai pihak dalam mencapai
tujuannya, perlu diketahui bahwa pendekatan yang dipakai antara satu organisasi dengan
organisasi yang lain dapat bervariasi atau berbeda-beda. Bagi perusahaan berskala kecil yang
hanay memilki beberapa karyawan, penyampaian informasi dilakukan secara langsung kepada
karyawan tersebut. Lain halnya dengan perusahaan besar yang memilki ratusan karyawan bahkan
ribuan karyawan, penyampaian informasi kepada mereka merupakan suatu pekerjaan yang cukup
rumit.

Secara umum, pola komunikasi dapat dibedakan menjadi saluran komunikasi formal (formal
communications channel) dan saluran komunikasi nonformal (informal communications
channel)

Saluran Komunikasi Formal

Dalam garis struktur organisasi,fungsional, maupun matriks, akan tampak berbagai macam posisi
atau kedudukan masing-masing sesuai dengan batas tanggung jawab dan wewenang. Dalam
kaitannya dengan proses penyampaian informasi dari manajer kepada bawahan ataupun dari
manajer ke karyawan, pola transformasi informasinya dapat berbentuk komunikasi dari atas ke
bawah (top down atau downward communications), komunikasi dari bawah ke atas (bootom-up
atau upward communications), komunikasi horizontal (horizontal communications), dan
komunikasi diagonal (diagonal communications)

Bentuk-bentuk komunikasi formal:

Ø Komunikasi dari Atas ke Bawah

Transformasi informasi dari manajer dalam semua level ke bawahan merupakan komunikasi dari
atas ke bawah (top-down atau downward communications).

Komunikasi tersebut, dapat berbentuk lisan (oral communications) maupuun tertulis (written
communications).

Salah satu kelemahan saluran komunikasi ini adalah kemungkinan terjadinya penyaringan
ataupun sensor informasi penting yang ditunjukkan ke para bawahannya.

10
Dengan kata lain, pesan yang diterima para bawahan bisa jadi tidak selengkap aslinya.
Ketidaklengkapan pesan yang diterima disebabkan oleh saluran komunikasi yang cukup panjang
mulai dari manajer puncak hingga ke karyawannya. Oleh karena itu, dalam penyampaian pesan,
perlu diperhatikan panjangnya saluran komunikasi yang digunakan dan kompleksitas pesan yang
inginn disampaikan kepada karyawannya.

Ø Komunikasi dari Bawah ke Atas

Dalam struktur organisasi, komunikasi dari bawah ke atas(bottom-up atau upward


communications) berarti alur pesan yang disampaikan berasal dari bawah (karyawan) menuju ke
atas (manajer).

Untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam suatu organisasi dan mengambil
keputusan secara tepat, sudah sepantasnya bila manajer memperhatikan aspirasi yang berasal dari
bawah. Keterlibatan karyawan (bawahan) dalam proses pengambilan keputusan merupakan salah
satu cara yang positif dalam upaya membantu pencapaian tujuan organisasi.

Kelemahan komunikasi ini adalah kemungkinan bawahannya hanya menyampaikan informasi


(laporan) yang baik-baik saja (ABS/Asal Bapak Senang), sedangkan informasi yang agaknya
mempunyai kesan negative atau tidak disenangi manajer cenderung disimpan dan tidak
disampaikan. Hal itu terjadi karena para bawahan beranggapan bahwa dengan hannya
melaporkan hal yang baik-baik saja, ia dapat menjaga atau menyelamatkan posisinya serta
mendapatkan rasa aman dalam suatu organisasi tersebut.

11
Ø Komunikasi Horizontal

Komunikasi horizontal (horizontal communications), atau sering disebut dengan


istilah komunikasi lateral (lateral communications), adalah komunikasi yang terjadi antara
bagian-bagian yang memiliki posisi sejajar/sederajat dalam suatu organisasi. Tujuan komunikasi
ini untuk melakukan persuasu, mempengaruhi dan memberikan informasi kepada bagian atau
departemen yang memiliki kedudukan sejajar.

Komunikasi ini bersifat koordinatif di antara mereka yang memiliki posisi sederajat, baik di
dalam satu depertemen maupun di antara beberapa departemen.

Komunikasi horizontal menjadi penting artinya manakala setiap bagian atau departeman dalam
suatu organisasi memiliki tingkat saling ketergantungan yang cukup besar.

12
Ø Komunikasi Diagonal

Komunikasi diagonal (diagonal communications) melibatkan komunikasi antara dua


tingkat (level) organisasi yang berbeda. Bentuk komunikasi ini menyimpang dari bentuk-bentuk
komunikasi tradisional yang ada. Dalam suatu studi penelitian, komunikasi lateral maupun
komunikasi diagonal, lebih banyak diterapkan dalam suatu organisasi berskala besar yang
terdapat saling ketergantungan (interdependence)antarbagian atau antardepartemen yang ada
dalam organisasi tersebut.

Keuntungan komunikasi ini:

· Penyebaran informasi bisa menjadi lebih cepat ketimbang bentuk komunikasi tradisional.

· Memungkinkan individu dari berbagai bagian atau departemen ikut membantu menyelesaikan
masalah dalam organisasi.

Kelemahan komunikasi ini :

· Dapat menggangu jalur komunikasi yang rutin dan telah berjalan normal.

· Sulit dikendalikan dalam suatu organisasi besar.

13
Ø Keterbatasan Komunikasi Formal

Komunikasi formal kurang menguntungkan dari sudut pandang individual maupun


perusahaan. Dari sudut pandang individual (perseorangan, komunikasi formal sering membuat
frustasi atau menjengkelkan bagi pihak tertentu, khususnya mengenai keterbatasan untuk masuk
ke dalam proses pengambilan keputusan. Dari sudut pandang perusahaan, masalah terbesar dari
komunikasi formal adalah kemungkinan munculnya distorsi atau gangguan penyampaian
informasi ke level yang lebih tinggi, karena setiap keterkaitan (link) dalam jalur komunikasi
berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Mengatasi hal tersebut yaitu salah satu caranya dengan mengurangi jumlah
tingkatan (level) dalam struktur organisasi. Semakin sedikit kaitan dalam jalur komunikasi,
semakin sedikit kemungkinan terjadinya kesalahpahaman. struktur organisasi yang
mendatar (flat) dengan tingkatan organisasi yang lebih sedikit, dan lebih banyak tentang
kendalinya (span of control) akan dapat membantu mengurangi terjadinya distorsi.

Saluran Komunikasi Informal

Dalam jaringan komunikasi informal, orang-orang yang ada dalam suatu organisasi, tanpa
memedulikan jenjang hierarki, pangkat badan kedudukan/jabatan, dapat berkomunikasi secara
luas. Jaringan ini dapat digunakan oleh para manajer untuk memonitor para karyawannya dalam
melakukan organisasi.

14
2.3 Cara Mengelola Komunikasi

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola komunikasi, yaitu :

v Bagaimana menangani pesan-pesan yang bersifat rutin

v Bagaimana menangani krisis komunikasi

Penanganan Pesan-pesan Rutin

Untuk dapat memaksimumkan manfaat dan meminimkan biaya tersebut, seorang manajer
perlu memperhatikan berbagai hal berikut.

a. Mengurangi Jumlah Pesan

b. Instruksi yang Jelas

c. Mendelegasikan Tanggung Jawab

d. Melatih Petugas

15
Penanganan Krisis Komunikasi

Cara penanganan krisis di suatu perusahaan akan berbeda dengan perusahaan lzin. Namun,
munculnya krisis dalam suatu perusahaan dapat mempunyai pengaruh terhadap masa depan
produk maupun reputasi perusahaan bersangkutan.

Dalam kaitannya dengan krisis komunikasi tersebut, ada dua falsafah dalam komunikasi
yaitu(1) bersikap diam, tidak mengatakan sesuatu atau; (2) katakana apa yang terjadi dan segera.

Namun, beberapa ahli hubungan masyarakat (public relation) menyarankan agar perusahaan
menangkis rumor yang beredar dalam masyarakat dengan cara menjelaskan apa yang menjadi
masalahnya secara terbuka tanpa ditutup-tutupi kepada public (masyarakat umum) dan
karyawan-karyawannya. Pada saat yang sama, perusahaan harus mencari sumber masalahnya
dan berusaha mengendalikannya. Satu hal yang paling penting dalam menangani setiap kasus
adalah mengusahakan agar pikiran tetap dalam kondisi tenang, kalem, tidak gegabah. Tenang
dalam artian bahwa penanganansuatu kasus perlu pemikiran jernih dan tidak dalam kondisi
emosional. Suatu tanggapan yang rasional akan membantu memberikan inspirasi untuk
mempertinggi rasa percaya diri.

Dalam situasi krisis ekonomi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti :

ü Siapkan tim yang terampil atau cekatan dalam penanganan bkrisis.

ü Usahakan agar manajemen puncak segera bertindak pada saat krisis terjadi.

ü Ciptakan sebuah pusat informasi sebagai representasi perusahaan yang dilengkapi dengan
berbagai peralatan elektronik komunikasi.

ü Ceritakan suatu kejadian secara menyeluruh, terbuka dan jujur. Jika memang ada yang salah,
segera mohon maaf.

ü Tunjukkan keseriusan perusahaan, bukan saja dalam pernyataan tetapi dalam wujud nyata.

16
2.4 Meningkatkan Keterampilan Komunikasi

Komunikasi merupakan suatu keterkaitan antara individu-individu dengan organisasi.


Kemampuan untuk memahami apa yang sedang terjadi sangat tergantung pada kepekaan sebagai
komunikator. Bila tahu dinamika komunikasi, akan dapat membaca secara akurat apa yang
sedang terjadi dalam suatu organisasi. Pada saat yang sama, dapat menyesuaikan pesan-pesan
sendiri dengan menggunakan jaringan komunikasi untuk mendapatkan manfaat yang terbaik.

Di samping itu, keterampilan komunikasi, kemampuan membaca, menulis, mendengar dan


berbicara, adalah sangat penting dan diutamakan oleh para manajer suatu perusahaan.
Keterampilan dalam berkomunikasi akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam dunia
bisnis.

Beberapa keterampilan khusus yang diperlukan dalam komunikasi bisnis adalah :

§ Membaca

§ Mendengarkan

§ Membuat percakapannya menarik

§ Melakukan wawancara

§ Berdiskusi dengan kelompok-kelompok kecil

§ Berpidato dan presentasi

§ Menulis surat, memo dan laporan

Tempat terbaik untuk melakukan perbaikan program adalah menilai diri pribadi secara jujur.
Setiap orang berkeinginan untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi. Cara terbaik
untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi adalah melalui latihan-latihan atau praktik-
praktik.

17
STUDI KASUS

Pada PT Cahaya Mitra Utama , bergerak dalam bidang Furniture mengalami permasalahan
antara perusahaan dengan karyawan. Permasalahan ini terjadi yang disebabkan oleh adanya miss
communication antara atasan dengan karyawannya. Adanya perubahan kebijakan dalam
perusahaan mengenai penghitungan gaji kerja karyawan, namun pihak perusahaan belum
memberitahukan para karyawan, sehingga karyawan merasa diperlakukan semena-mena oleh
pihak perusahaan. Para karyawan mengambil tindakan agar gaji mereka di bayarkan sesuai
perjanjian awal yaitu dengan mendemo perusahaan, Namun tindakan ini berujung pada PHK
besar-besaran yang dilakukan perusahan PT Cahaya Mitra Utama yang bergerak pada bidang
futniture.
Perusahaan manapun pasti pernah mengalami permasalahan internal. Mulai dari tingkat
individu, kelompok, sampai unit. .Mulai dari derajat dan lingkup permasalahan yang kecil
sampai yang besar. Yang relatif kecil seperti masalah adu mulut tentang pribadi antarkaryawan,
sampai yang relatif besar seperti beda pandangan tentang strategi bisnis di kalangan manajemen.
Contoh lainnya dari permasalahan yang relatif besar yakni antara karyawan dan manajemen.
Secara kasat mata kita bisa ikuti berita sehari-hari di berbagai media. Disitu tampak
permasalahan dalam bentuk demonstrasi dan pemogokan.

Penjelasan kasus :

Dunia kerja memang Indentik dengan kesalahan penyampaian komunikasi di suatu lingkungan
kerja atau perusahaan antara individu. Sehingga cara mengatasi masalah dalam perusahaan harus
benar-benar dipahami management inti dari perusahaan, untuk meminimalisir dampak yang
timbul. Permasalahan atau konflik yang terjadi antara karyawan atau karyawan dengan atasan
yang terjadi karena masalah komunikasi harus di antisipasi dengan baik dan dengan system yang
terstruktur. Karena jika masalah komunikasi antara atasan dan bawahan terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan, misalnya kerja tidak maksimal, mogok kerja atau bahkan sampai demo besar
besaran.

18
Dari Kasus di atas dapat di pecahkan atau diselesaikan dengan solusi sebagai berikut :

 Jalinlah komunikasi yang baik dengan sesame karyawan terlebih dahulu hingga jika ada
informasi tidak hanya diterima oleh beberapa karyawan saja tapi juga semua kraywan dan
informasi tersebut tidak simpag siur kebenarannya.
 Membentuk suatu system informasi yang terstruktur, agar tidak terjadi kesalahan dalam
komunikasi. Misalnya, dengan membuat papan pengumungan atau pengumuman melalui
loudspeaker.
 Membuat komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan menjadi lancer dan harmonis,
misalnya dengan membuat rapat rutin, karena dengan komunikasi yang dua arah dan
intens akan mengurangi masalah di lapangan.
 Beri pelatihan dalam hal komunikasi kepada atasan dan karyawan, pelatihan akan
memberikan pengetahuan dan ilmu baru bagi setiap individu dalam organisasi dan
meminimalkan masalah dalam hal komunikasi Biasanya masalah timbul karena
lingkungan yang kurang kondusif di suatu perusahaan. Misalnya, kondisi cahaya yang
kurang, atau sirkulasi yang kurang baik, dan temperature ruangan yang tinggi sangat
mungkin untuk meningkatkan emosi seseorang, jadi kondisi dari lingkungan juga harus di
perhatikan.

19
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Pada dasarnya komunikasi sangat diperlukan didalam kehidupan sehari-hari dalam aspek
apapun, baik itu dalam kegiatan berorganisasi atau dalam kehidupan sehari-hari, dalam kegiatan
berorganisasi, komunikasi diperlukan dengan tujuan agar sebuah system atau komunikasi yang
ada bisa terjalin dengan sempurna dan lebih baik.

Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan atau informasi diantara
beberapa orang. Karenanya komunikasi melibatkan seorang pengirim, pesan atau informasi
saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik kepada pengirim untuk
menyatakan bahwa pesan telah diterima.

Komunikasi sangat penting dalam kehidupan manusia adalah makhluk social yang saling
membutuhkan antara satu dengan yang lain. Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki
dasar yang akan menjadi patokan seseorang tersebut dalam berkomunikasi. Dalam proses kita
juga harus ingat bahwa terdapat banyak hambatan-hambatan dalam berkomunikasi.

Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa
yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam
bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi, yaitu verbal dan nonverbal,
komunikasi verbal atau tertulis dan komunikasi nonverbal atau bahasa (gerak tubuh).
Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman pesan dilakukan san mendapatkan umpan balik.
Seseorang dalam berkomunikasi pasti dapat merasakan timbale balik antara pemberi informasi
serta penerima informasi sehingga terciptanya suatu hubungan yang mutualisme antara
keduanya.

20
3.2 SARAN

Dengan disusunnya makalah ini, maka pembaca dapat mengerti dan memahami pentingnya arti
komunikasi dalam organisasi, didalam kehidupan berorganisasi atau di kehidupan sehari-hari
yang membutuhkan komunikasi.

Semoga makalah ini dapat diterima dan dimengerti serta berguna bagi pembaca. Dalam makalah
ini penulis mohon maaf jika ada tulisan atau bahasa kurang berkenan, dengan demikian penulis
mengharapkan kritik dan saran atas makalah ini agar bisa membangun dan memotivasi penulis
agar membuat tulisan jauh lebih baik lagi.

21