Anda di halaman 1dari 34

3.

10

Turbin Bantu

Afanda Dwi Ragil Risnavian (04211640000023)


Dodi Fasha (04211640000063)
Feizar Fahreza (04211640000090)
Marfen Nugraha (04211640000091)
Departemen Teknik Sistem Perkapalan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111

1. Introduction
Pada pembangkitan listrik tenaga uap, umumnya menggunakan turbin uap sebagai
penggerak utama pada turbin bantunya seperti yang terdapat di generator listrik, pompa
umpan dan juga pada pompa minyak di kapal tanker. Banyak prinsip dasar dari turbin uap
baik desainnya maupun konstruksinya yang diaplikasikan secara umum pada unit yang
lebih kecil, namun kriteria desain harus disesuaikan karena kaitannya pertimbangan
dengan output daya yang direduksi dan kaitannya pertimbangannya dengan tingkat
ekonomis. Beberapa pertimbangan penting yang akan dijelaskan di bawah.

2. Generator Turbin Kapal


Generator turbin layanan kapal menyediakan tenaga listrik untuk pengoperasian motor,
penerangan, komunikasi, dan layanan hotel. Kapasitas pembangkit listrik yang dibutuhkan
untuk kapal tertentu bergantung pada jenis, ukuran, dan daya propulsinya, namun dalam
kebanyakan kasus persyaratan tenaga listrik dapat dipenuhi dengan pemilihan unit dari
serangkaian penilaian standar, yaitu sebagai berikut : 500, 600, 750, 1000, 1250, 1500, 2000,
dan 2500 kW. Peringkat ini telah dipilih untuk tujuan standardisasi, karena meminimalkan
jumlah ukuran bingkai yang harus ditawarkan oleh produsen dan dengan demikian
mengurangi biaya pengembangan. Tentu saja, adalah mungkin untuk merancang dan
membangun unit yang tidak standar dengan ukuran apa pun yang mungkin diperlukan,
baik di atas maupun di bawah kisaran standar ini. SSTG khas terdiri dari turbin kondensasi
bertingkat berkecepatan tinggi yang menggerakkan generator melalui peralatan reduksi
tunggal. Komponen ini dipasang pada seprei bersama dengan penguras turbin, minyak
pelumas, segel kelenjar, dan sistem pembuangan kelenjar untuk membentuk unit integral.
Turbin dapat dilepas ke kondensor utama atau ke kondensor pembantu. Bila kondensor
tambahan didukung oleh alas bedak, unit generator-generator-kondensor turbin disebut
“unit kemasan”. Tabungan dalam biaya awal dapat direalisasikan dengan pemasangan
turbin multi-stage untuk layanan normal dan tekanan balik satu tahap -tipe turbin untuk
layanan siaga sebagai pengganti dua unit multistage. Kondisi uap dan vakum untuk SSTG
2 Turbin Uap

biasanya sama dengan pabrik propulsi. Casing tunggal, generator turbin kondensasi
multistage memiliki efisiensi yang lebih rendah daripada unit utama terutama karena nilai
output jauh lebih kecil. Turbin SSTG umumnya terdiri dari lima sampai delapan tahap
impuls dan beroperasi pada 8000 sampai 12000 rpm.

Dalam perkembangannya turbine mengalami banyak perubahan dan juga modifikasi,


seperti kalasifikasi turbin berdasarkan prinsip kerja ada dua yaitu turbin impulse dan turbin
reaksi. Dimana pengertian turbine impulse adalah turbin sederhana berotor satu atau
banyak (gabungan) yang mempunyai sudu-sudu pada rotor itu. Sedangkan turbin reaksi
adalah turbin dengan proses ekspansi (penurunan tekanan) yang terjadi baik didalam baris
sudu tetap maupun sudu gerak, energy termal uap diubah menjadi energy kinetik disudu-
sudu penghantar dan sudu-sudu jalan, dan kemudian gaya reaksi dari uap akan
mendorong sudu-sudu untuk berputar. Seperti penjelasan pada gambar dibawah ini.

Sedangkan berdasarkan tingkatannya turbin diklasifikasikan menjadi dua tingkatan yaitu


single stange (turbin tunggal) dan multi stage (turbin bertingkat). Dimana pengertian dari
turbin single stage adalah kombinasi antara nosel dan sudu gerak dalam turbin paling
sederhana adalah turbin satu tingkat (single stage) digunakan pada kebutuhan khusus, dan
dapat dikenali dengan uap yang keluar yang masih memiliki banyak energy. Sedangkan
turbin bertingkat adalah disini sudu-sudu turbin dibuat bertingkat, biasanya cocok untuk
daya besar. Pada turbin bertingkat terdapat deretan sudu 2 atau lebih, sehingga turbin
tersebut terjadi distribusi kecepatan atau tekanan.

Kontrol kecepatan yang akurat sangat penting untuk menjaga frekuensi konstan dan benar
dalam sistem kelistrikan ac. Kontrol kecepatan dilakukan dengan mengatur aliran uap ke
unit seperti yang diarahkan oleh sistem kontrol yang menggunakan input dari sensor
kecepatan. Meskipun ada beberapa jenis sensor dan sistem, dalam setiap kasus, peraturan
arus dicapai dengan pengoperasian katup kontrol nosel yang memasok uap ke tahap
pertama turbin.

Sistem mekanis sederhana di mana rakitan flyweight merasakan kecepatan poros. Dua
bobot terbang dipasang di piring, yang mengubah sumbu vertikal yang digerakkan oleh
poros turbin melalui worm dan gear. Gaya sentrifugal melemparkan beban ke luar dan
kemudian memampatkan pegas stasioner, sehingga mengangkat batang vertikal dan
memindahkan kait dan katup kontrol sampai posisi ekuilibrium tercapai yang sesuai
dengan kecepatan. Pengaturan kecepatan harus diubah dengan penyesuaian speed changer.
Bentuk governor sederhana ini digunakan untuk turbin penggerak mekanis kecil namun
tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengoperasikan katup kontrol uap yang besar.
Untuk mengatasi kesulitan ini. batang vertikal mengoperasikan katup pendorong untuk
mengakui (atau mengalirkan) minyak bertekanan tinggi ke (atau dari) soket servomotor
pegas. Sebagai piston servomotor merespon, ia cenderung mengembalikan katup pilot ke
posisi netral. Dalam beberapa kasus, katup pilot berlapis ganda, dan minyak bertekanan
tinggi diarahkan ke bagian atas atau bawah piston servomotor sesuai kebutuhan.
Turbin Bantu 3

Gambar 1. Turbin Generator


4 Turbin Uap

Dengan pengaturan sebelumnya, kecepatannya akan sedikit berbeda dengan beban.


Perbedaan kecepatan antara pengenal beban dan tidak ada beban dibagi dengan kecepatan
pengenal disebut "peraturan" atau "droop kecepatan" dan biasanya sekitar 3 sampai 4%.
Jumlah gesekan dalam mekanisme itu penting. Perubahan kecepatan di atas dan di bawah
rata-rata yang dibutuhkan untuk menghasilkan tindakan korektif disebut "band mati" dan
merupakan ukuran "kepekaan". Ketika perubahan tiba-tiba terjadi dan pendengaran
governor diikuti oleh undercorrection, mungkin berlanjut untuk beberapa osilasi, tindakan
tersebut disebut "hunting." Sejumlah peraturan sangat penting untuk meminimalkan
perburuan. Karena kedua regulasi dan gesekannya dikurangi, kepekaannya meningkat,
namun stabilitasnya menurun, sehingga kompromi biasanya diperlukan, dengan peraturan
yang dipelihara sekecil mungkin pertimbangan stabilitas atau kebebasan dari berburu. Bila
set generator ac dioperasikan secara paralel, perlu agar setiap governor kecepatan
disesuaikan dengan peraturan kecepatan yang sama jika masing-masing rangkaian
mengambil bagian yang sama dari muatan tanpa memperhatikan variasi muatan.
Turbin Bantu 5

Gambar 2. Rata-rata Uap Turbin-Generator

Selain tipe bobot terbang atau tipe mekanik dari sensor kecepatan, pompa hidrolik yang
digerakkan dari poros turbin dapat digunakan dalam sistem hidrolik. Pompa ini bisa
berupa jenis perpindahan positif atau tipe sentrifugal dan sistemnya mungkin serupa
dengan governor yang membatasi kecepatan untuk unit penggerak utama.
6 Turbin Uap

Gambar 3. Sistem Governing


Turbin Bantu 7

Gambar 4. Governor Elektrik


8 Turbin Uap

Dengan tipe dasar ketiga governor, kontrol kecepatan atau frekuensi dilakukan dengan
kombinasi komponen listrik dan hidrolik. Sinyal kecepatan diperoleh dari frekuensi
alternator magnet permanen kecil yang digerakkan oleh turbin rotor atau pickup magnetik
penginderaan cepat; Impuls tegangan acnya diubah menjadi tegangan dc, yang sebanding
dengan kecepatan. Sebuah tegangan dc merujuk pada polaritas berlawanan, yang
merupakan representasi dari kecepatan operasi yang diinginkan, dibentuk dengan
penyesuaian manual dari potensiometer pengaturan kecepatan. Kedua voltase ini
dihubungkan ke input penguat elektronik. Jika dua voltase sama dan berlawanan, seperti
yang terjadi selama operasi steady state, mereka membatalkan dan tidak ada masukan
voltase pada amplifier dan, oleh karena itu, tidak ada perubahan pada tegangan outputnya.

Tegangan keluaran penguat menggerakkan transduser elektro-hidrolik, yang mengarahkan


aliran minyak ke servomotor yang menyesuaikan katup uap governor untuk
mempertahankan turbin pada kecepatan yang sesuai dengan posisi potensiometer
pengaturan kecepatan. Jika kecepatan turbin berubah, frekuensi sinyal kecepatan dan, oleh
karena itu, tegangan yang dipasok ke amplifier berubah. Perbedaan antara tegangan ini dan
tegangan referensi dipasok ke amplifier. Penguat kemudian memasok tegangan keluaran ke
transduser elektro-hidrolik, yang menyebabkan katup uap menaikkan atau menurunkan
aliran uap untuk mengembalikan kecepatan turbin ke nilai yang ditetapkan.

Gambar 5. Rata-rata Uap pada Turbin Bantu Tahap-Satu


Turbin Bantu 9

Stabilitas dicapai dengan penundaan waktu pada umpan balik negatif di sekitar amplifier.
Karena hanya ada satu kecepatan di mana sinyal kecepatan dan tegangan referensi sama
dan berlawanan, jenis kontrol ini "isochronous"; Artinya, ia mempertahankan kecepatan
turbin yang sama terlepas dari variasi muatan. Sebuah sensor beban yang mengukur arus di
masing-masing timbal generator digunakan untuk mengantisipasi perubahan kecepatan
dan dengan demikian memperbaiki respons dinamis dari sistem kontrol. Sensor beban
beberapa unit serupa yang beroperasi secara paralel dapat saling berhubungan untuk
memastikan pembagian beban yang sama dengan operasi isochronus. Operasi secara paralel
dengan bus tak terbatas atau governor yang berbeda dimungkinkan dengan penggunaan
komponen elektronik, yang mengenalkan karakteristik droop sesuai kebutuhan.

3. Turbin Bantu Satu-Tahap


Turbin bantu satu-tahap, yang kadang-kadang disebut drive mekanis atau turbin tujuan
umum, dapat digunakan untuk mengemudikan pompa, kipas angin, blower, dan generator
pembangkit siaga. Kebutuhan akan turbin kecil telah menghasilkan ukuran standar hingga
1500 hp dengan diameter roda 12 sampai 36 inci. Kecepatan putaran bervariasi dari 600
sampai 7200 rpm; kecepatan yang lebih rendah berlaku untuk ukuran roda yang lebih besar
yang digunakan dengan turbin terhubung langsung dan kecepatan yang lebih tinggi ke
roda yang lebih kecil terkait dengan unit yang disesuaikan.

Efisiensi umumnya meningkat dengan kecepatan blade yang meningkat, seperti yang
ditunjukkan pada Gambar 60. Biasanya ada penurunan energi yang besar dengan turbin
bantu, yang paling baik ditangani dalam tahap dua baris dengan menggunakan nozel jenis
yang meluas. Katup tangan individu dapat diberikan untuk memungkinkan pembukaan
dan penutup nozel untuk mengakomodasi perubahan beban yang besar.
10 Turbin Uap

Gambar 6. Turbin Uap Satu-Tahap


Sumber : http://www.mcraeeng.com/single-stage-turbine/turbines/products.html
Turbin Bantu 11

Kecepatan putaran sering dipasang pada poros turbin dan bertindak langsung melalui tuas
untuk menggerakkan katup masuk, biasanya katup throttle satu kursi yang seimbang.
Pengaturan kecepatan umumnya berkisar antara 5 sampai 6%. Turbin penggerak mekanis
dirancang sebagai unit lengkap yang disusun untuk digabungkan ke unit penggerak.
Sebuah jenis pompa turbin terpadu yang digabungkan, yang terdiri dari turbin uap satu
tahap dan pompa sentrifugal satu atau dua tahap yang dipasang pada poros yang sama,
telah banyak digunakan untuk layanan pembersihan umpan, api, dan tangki. Unit kemasan
dari tipe ini dilengkapi dengan sistem pelumas paksa paksa, kontrol kecepatan untuk
regulasi tekanan konstan atau berbeda, governor pembatas kecepatan, dan tekanan balik.

4. Condensate Extraction Pump (CEP) / Pompa Ekstraksi


Kondensat

Gambar 7. Pompa Ekstraksi Kondensat


Sumber : https://www.brighthubengineering.com/marine-engines-machinery/46135-feed-water-
extraction-pump-explained/#imgn_1

Pompa Ekstraksi Kondensat lebih dikenal dalam bahasa inggris dengan nama Condensate
Extraction Pump (CEP). Pompa ini menjadi salah satu pompa yang keberadaannya sangat
penting di siklus water-steampembangkit listrik tenaga uap.
12 Turbin Uap

CEP secara sederhana berfungsi untuk mensupply air kondensat yang berasal dari
kondensor menuju ke proses selanjutnya, yaitu deaeratordan feed water tank. Uap air yang
selanjutnya berubah fase menjadi air di dalam kondensor memiliki besar tekanan nol atau
vakum. Untuk itulah dibutuhkan CEP untuk menaikkan head air sehingga dapat tersupply
ke deaerator yang letaknya di ketinggian tertentu.

Pompa Ekstraksi Kondensat berjenis pompa sentrifugal dengan sumbu / shaft vertikal dan
multistage. Digunakannya pompa sentrifugal karena cocok dengan kebutuhannya pada
kondisi yang bertekanan dan volume tinggi, serta hanya dibutuhkan suction headyang
minimum untuk beroperasi.

Semisal saya ambil contoh pompa vertikal, sentrifugal, tiga stage seperti pada gambar di
bawah ini. Setiap stage memiliki impeler tersendiri, jadi total ada tiga impeler. Air
kondensat yang keluar dari kondensor, memiliki temperatur hangat (sekitar 40-50 derajat
celcius) dengan tekanan vakum. Kondensat tersebut masuk ke pompa menuju stage
pertama dan dinaikan tekanannya. Selanjutnya masuk ke stage dua dan tiga dan tepat di
titik outlet dari stage terakhir tekanan masih hampir mendekati tekanan yang diinginkan.
Selanjutnya kondensat keluar dari pompa tersebut melewati difuser, yang secara desain
akan mendorong air menuju volute casing dan menaikkan tekanan kondensat sesuai
dengan yang diinginkan.
Turbin Bantu 13

Gambar 8. Pompa Ekstraksi Kondensat


Sumber : http://artikel-teknologi.com/pompa-ekstraksi-kondensat-condensate-extraction-pump/
Pompa ekstraksi kondensat amat rentan mengalami kavitasi. Hal ini disebabkan karena air
inletnya memiliki tekanan yang vakum dan temperatur yang masih hangat, dan berpotensi
terbentuknya gelembung uap air pada CEP. Kavitasi adalah sebuah fenomema
terbentuknya gelembung-gelembung uap air pada pompa yang dapat menimbulkan suara
bising pada pompa dan bahkan dapat menghasilkan tekanan nol pada outlet pompa. Untuk
menghindari kavitasi pada CEP, maka level ketinggian air kondensat di dalam kondensor
dijaga pada level tertentu. Ketinggian kondensat di dalam kondensor menjadi positive
suction head dari CEP. Untuk itu level ketinggian dari kondensat tersebut menjadi salah
satu input proteksi untuk pompa CEP. Apabila level kondensat turun pada nilai tertentu,
pompa CEP yang sedang bekerja akan "dihentikan" oleh sistem otomatis nya untuk
menghindari kerusakan yang lebih parah akibat terjadinya kavitasi.

308APKD Ingersoll – Dresser’s adalah sebutan untuk pompa kondensat. Pompa kondensat
menarik kondensat dari kondensor hotwell di bawah vakum dan mengalami tekanan yang
cukup untuk mengatasi heater dan gesekan pipa ditambah deaerasi tekanan heater
ditambah panas statis dari tingkat kondensor hotwell untuk deaerating heater inlet.

Ingersoll-Dresser Pump Company Model 308APKD-5 digunakan oleh PLTU Suralaya Unit 5
sampai 7 di Suralaya, Indonesia. Dipasang secara vertikal, lima tahap, pompa impeller
tertutup secara khusus dirancang untuk operasi jangka panjang pada condenser condensate
dimana net possitive suction head (NPSH) terbatas.

Tahap pertama adalah volute ganda, desain double suction, untuk mengurangi NPSH yang
diperlukan oleh first stage impeller. Tahap kedua, ketiga, tahap keempat, dan kelima adalah
desain single suction. Unsur-unsur pompa dipasang di shell, yang membentuk intake
dengan baik. Suction nozzle, merupakan bagian integral dari shell, yang terletak di bawah
pompa. Discharge nozzle terletak di atas pompa. Pompa digerakkan secara vertikal, high
thrust , solid shaft, electric motor melalui kopling kaku yang disesuaikan. Sistem monitoring
getaran terhubung dengan motor.

Condensate Extarction Pump ( CEP ) adalah suatu alat yang berfungsi untuk memompakan
air condensate dari hot wel menuju Deaerator,dengan melewati preheater atau pemanas
awal yang ada di gland steam kondensator dan low pressure heate ( LPH ).

Pompa Ekstraksi Kondensat lebih dikenal dalam bahasa inggris dengan nama Condensate
Extraction Pump (CEP). Pompa ini menjadi salah satu pompa yang keberadaannya sangat
penting di siklus water-steampembangkit listrik tenaga uap. CEP secara sederhana
berfungsi untuk mensupply air kondensat yang berasal dari kondensor menuju ke proses
selanjutnya, yaitu deaeratordan feed water tank. Uap air yang selanjutnya berubah fase
menjadi air di dalam kondensor memiliki besar tekanan nol atau vakum. Untuk itulah
dibutuhkan CEP untuk menaikkan head air sehingga dapat tersupply ke deaerator yang
letaknya di ketinggian tertentu.Pompa Ekstraksi Kondensat berjenis pompa sentrifugal
dengan sumbu / shaft vertikal dan multistage.

Digunakannya pompa sentrifugal karena cocok dengan kebutuhannya pada kondisi yang
bertekanan dan volume tinggi, serta hanya dibutuhkan suction headyang minimum untuk
14 Turbin Uap

beroperasi.Semisal saya ambil contoh pompa vertikal, sentrifugal, tiga stage seperti pada
gambar di bawah ini. Setiap stage memiliki impeler tersendiri, jadi total ada tiga impeler.
Air kondensat yang keluar dari kondensor, memiliki temperatur hangat (sekitar 40-50
derajat celcius) dengan tekanan vakum. Kondensat tersebut masuk ke pompa menuju stage
pertama dan dinaikan tekanannya. Selanjutnya masuk ke stage dua dan tiga dan tepat di
titik outlet dari stage terakhir tekanan masih hampir mendekati tekanan yang diinginkan.
Selanjutnya kondensat keluar dari pompa tersebut melewati difuser, yang secara desain
akan mendorong air menuju volute casing dan menaikkan tekanan kondensat sesuai
dengan yang diinginkan.

Pompa ekstraksi kondensat amat rentan mengalami kavitasi. Hal ini disebabkan karena air
inletnya memiliki tekanan yang vakum dan temperatur yang masih hangat, dan berpotensi
terbentuknya gelembung uap air pada CEP. Kavitasi adalah sebuah fenomema
terbentuknya gelembung-gelembung uap air pada pompa yang dapat menimbulkan suara
bising pada pompa dan bahkan dapat menghasilkan tekanan nol pada outlet pompa.

Untuk menghindari kavitasi pada CEP, maka level ketinggian air kondensat di dalam
kondensor dijaga pada level tertentu. Ketinggian kondensat di dalam kondensor menjadi
positive suction head dari CEP. Untuk itu level ketinggian dari kondensat tersebut menjadi
salah satu input proteksi untuk pompa CEP. Apabila level kondensat turun pada nilai
tertentu, pompa CEP yang sedang bekerja akan "dihentikan" oleh sistem otomatis nya untuk
menghindari kerusakan yang lebih parah akibat terjadinya kavitasi.

5. Pemanas Air Umpan


Feed water heater merupakan suatu heat exchanger yang berfungsi untuk memanaskan air
kondensat (dari kondensator ) ya ng dipompakan ke dalam boiler dengan mem nfaatkan
panas dari ekstraksi uap turbine. Air konde nsat dari kondensator ini dipanaskan dengan
tuj uan agar beban pada steam generator tidak terlalu berat. Pada Feed water heater
terdapat 2 tipe utama, yaitu tipe OpenFeed water heater dan tipe Closed Feed Water Heater.

Pada open FWH tipe, antar a air kondensate dengan uap panas bercampur menjadi satu.
Salah satu kekurangan dari Open FWH adalah minyak pelumas pada pelumas pada bagian
exhaust ikut bercampur dengan FWH menuj u ke Boiler. Sedangkan padaclosed FWH, air d
ilewatkan pada pipa kecil yang terdapat dalam semacam steam chamber (ruang uap).
Kekurangan dari closed FWH ini adalah terdapat tambahan pipa t embaga kecil yang rentan
terhadap kebocoran.
Turbin Bantu 15

Gambar 9. Skema Pemanas Air Umpan


Sumber : ...
16 Turbin Uap

Gambar 10. Pemanas Air Umpan


Sumber : https://levelandflowsolutions.magnetrol.com/2012/12/11/the-impact-of-feedwater-heater-
operation-on-fuel-costs-level-control-considerations/
Turbin Bantu 17

Dilihat dari gambar di atas, konstruksi dari feed water heater (closed type) secara umum
terdiri dari 2 (dua) laluan fluida (air sebagai fluida dingin dan uap sebagai fuida panas).
Part yang ditunjuk dengan anak panah hijau merupakan tube yang melingkar membentuk
suatu busur setengah lingkaran. Tube ini dit opang oleh baffles.

Air masuk melalui feed water inlet yang kemudian dialirkan ke tube. Sedangkan uap masuk
melalui steam inlet. Di dalam t ubeterdapat air sebagai fluida dingin dan pada shell
terdapat uap sebagai fluida panas. Karena terdapat perbedaan temperatur antara kedua
fluida ini maka akan terjadi perpindahan panas. An ak panah berwarna merah
menunjukkan ar ah aliran dari uap. Sedangkan anak panah berwarn a biru merupakan arah
aliran dari air. Panas dari uap di dalam feed water heater akan ditransferkan kepada air.
Sehingga temperatur dari air naik dan temperatur dar i uap akan turun. Uap saat keluar
dari feed water heater berwujud sub cold. Air yang sudah naik te mperaturnya dikeluarkan
melalui feed water outlet.

Konstruksi dari feed water heater didesain agar uap dapat bergerak membentuk olakan
melewati baffles. Pada uap masuk feed water heater melalui steam inlet, uap masih dalam
kondisi superheated. Kemudian uap ma suk ke dalam desuperheating zone. Adanya p
erbedaan temperatur yang cukup besar antara air den gan uap di dalam desuperheating
zone ini, meny ebabkan uap berada dalam kondisi mendekati uap jenuh (saturated vapour).
Proses perpindahan panas berlangsung terus hingga uap berubah wuj ud menjadisub cold
(air). Air ini kemudian dikeluarkan melalui drains outlet.

7. High Pressure Heater (HPH) / Pemanas Tekanan Tinggi


Adalah sebuah alat penukar panas yang berfungsi untuk memanaskan air umpan sebelum
didistribusikan ke Boiler denga n cara melakukan pertukaran panas antara steam hasil
ekstraksi HP Turbine dengan feedwater yang berasal dari feed water pump. Untuk tipe
Open HPH, uap panas yang diambil dari HP turbin digunakan untuk memanaskan air. Air
bercampu r dengan dengan uap secara langsung, sehingga terja di pertukaran panas dari
uap ke air. Uap terkondensasi menjadi air, sedangkan air menajadi semakin panas dan siap
diuapkan kembali di Boiler.
18 Turbin Uap

Gambar 11. Skema Pemanas Tekanan Tinggi


Sumber : https://konversienergi-haga.blogspot.com/2013/12/peralatan-air-pengisi-pada-pltu.html

Pada tipe closed HPH, di dalam HPH merupakan komponen shell and tube. Tube berisi air
kondensat. Sedangkan shell berisi uap panas dari HP Turbine. Antara shell and tube terjadi
perpindahan panas. Uap aka n terkodensasi menjadi air dan air akan mengalami kenaikan
temperatur. Air yang sudah panas (belum mendidih) dibawa ke Boiler. S edangkan
uap yangterkondensasi dipompakan ke kondensator.

8. Low Pressure Heater (LPH) / Pemanas Tekanan Rendah


Secara konsep, LPH hampir sama fungsinya dengan High Pressure Heater. Perbedaannya
adalah pada fluida panasnya. Uap panas yang diambil pada LPH adalah dari uap
ekstraksidari Low Pressure Turbine.

Gambar 12. Skema Pemanas Tekanan Rendah


Sumber : https://konversienergi-haga.blogspot.com/2013/12/peralatan-air-pengisi-pada-pltu.html
Turbin Bantu 19

8. Deaerator
Deaerator berasal dari kata deaerasi. Proses deaerasi pemanasan adalah pro ses pemisahan
yang dilakukan dengan menggunakan peralatan mekanik yang telah dirancang se demikian
rupa yang digunakan untuk proses kerja s esuai dengan yang diinginkan. Prinsip dasar d
ari deaerasi dengan sistem pemanasan adalah apabila temperatur dinaikkan pada air maka
kelarut n dari gas-gas akan berkurang atau turun. Jadi syar at-syarat terjadinya deaerasi
secara maksimal i tu sangat tergantung pada temperatur. Jika temperatur tidak sesuai
dengan yang seharusnya, maka de aerasi tersebut tidak berjalan baik.

Gambar 13. Skema Deaerator


Sumber : ...

Deaerator adalah suatu kom ponen dalam Sistem Tenaga Uap yang berfungsi untuk
mereduksi oksigen atau gas-gas terlarut lainnya pada feed water sebelum masuk kedalam
Boiler. Berfungsi juga sebagai tempat penyimpan an air yang menyuplai air ke dalam Boiler.
Oksigen dan gas-gas terlarut lain dalam feedwater perlu dihilangkan karena dapat
menyebabkan korosi pada pipa logam dan peralatan logam lainnya dengan membentuk
senyawa oksida (karat).

Air apabila bereaksi dengan karbon dioksida terlarut juga akan membentuk senyawa asam
karbonat yang dapat menyebabkan korosi lebih lanjut. Proses deaerasi dilakukan dengan
memanf aatkan sebagian uap sebelum masuk steam turbine untuk dipakai sebagai pemanas
air yang masuk ke dalam deaerator.
20 Turbin Uap

Bahan kimia yang bisa mengurangi kadar oksigen sangat sering ditambahkan kedalam
feedwater yang telah dideaerasi untuk mengurangi kadar oksigen yang tidak dapat dibuang
oleh deaerator. Zat pelarut oksigen yang biasa digunakan adalah Natrium Sulfit (Na2 SO3).
Hal ini sangat efektif dan cepat bereaksi dengan sisa-sisa oksigen untuk membentuk
Natrium Sulfat (Na2SO4). Selain Natrium Sulfit zat pelarut oksigen yang juga sering
digunakan adalah Hidrazin (N2H4). Zat pelarut lain yang juga digunakan adalah 1,3
-diaminourea (juga dikenal sebag ai carbohydrazide), diethylhidroxylamine (DEHA) , asam
nitrioacetic (NTA),hydroquinon dan juga asam ethylendiaminetetraacetic (EDTA).

Deaerator terdiri dari dua d rum dimana drum yang lebih kecil merupaka n tempat
pemanasan pendahuluan dan pembuangan ga s-gas dari bahan air boiler. Sedangkan drum
ya ng lebih besar adalah merupakan tempat penampungan bahan air boiler yang jatuh dari
drum di atasnya.

Pada drum yang lebih kecil terdapat spray nozzle yang berfungsi untuk m enyemprot
bahan air kondensat menjadi butiran-butiran air halus (droplet) agar proses pemanasan dan
pembuangan gas-gas dari bahan air ketel lebih mudah dan lebih sempurna. Pada drum
yang lebih kecil disediakan satu saluran vent agar gas-gas dapat te rbuang (bersama steam)
ke atmosfer. Unsur utam a dalam menentukan keberhasilan dari proses ini adalah kontak
fisik antara bahan air boiler dengan anas yang diberikan oleh uap.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada proses deaerator adalah :


a) Jumlah aliran air kondensat.
b) Jumlah aliran bahan air untuk boiler.
c) Tekanan dalam deaerator.
d) Level air dalam deaerator.

Jika deaerator tidak dapat bek erja dengan baik dapat berpengaruh buruk terhadap sistem
feed water, sistem kondensat dan juga menaikkan pemakaian bahan kimia yang lebih
tinggi. Untuk mencapai efisiensi yang optimal, ada beber apa hal yang perlu diperhatikan
yaitu :
a) Pertahankan suhu dan tekanan yang sesuai dengan rancangannya.
b) Pastikan steam outlet (u ap keluar) yang keluar dari deaerator hanya oksigen dan gas-gas
yang tidak terkondensasi ikut keluar.
c) Lakukan inspeksi bagi an dalam deaerator untuk memastikan sem a komponen tidak
mengalami kerusakan.

Bagian-Bagian Utama Deaerator


Untuk menunjang kerjaa deaerator, maka pada deaerator tersebut perl u dilengkapi dengan
instrumen pengkuran, yang berguna untuk me-monitoring operasi atau ke rja dari
deaerator itu sendiri. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. Bagian-bagian u tama
dari deaerator dan beberapa instrumen pe ngukuran yang melengkapinya.
Turbin Bantu 21

Gambar 14. Bagian Utama Deaerator


Sumber : http://www.carsatdfw.com/category/spray-type-deaerator/

Jenis-Jenis Deaerator
Adapun jenis-jenis deaerator yang sering dijumpai adalah :
a) Deaerator type Spray .
Deaerator ini digunakan apabila air umpan perlu dipanaskan lebih dahulu dengan
mempergunakan uap sebagai pemanas. Seperti dibawah ini, uap yang masuk kedalam
deaerator aliran memecahkan air menja di serpihan-serpihan kecil yang mengakibatkan gas-
gas yang larut dalam air dipasa keluar sehingga konsentrasi oksigen dalam air turun.
22 Turbin Uap

Gambar 15. Deaerator Tipe Spray


Sumber : http://www.carsatdfw.com/category/spray-type-deaerator/

b) Deaerator Vakum
Mekanisme kerja deaerator vakum adalah gas-gas yang larut dalam air dihilangkan dengan
mempergunakan ejector uap atau atau dengan pompa vakum. Untuk memperoleh vakum
yang diperlukan, mekanisme deaerator vakum dapat dilihat pada gambar di bawah.
Besarnya vakum tergantung pada suhu air, akan tetapi biasanya ±730 mmHg.
Turbin Bantu 23

Gambar 16. Deaerator Vakum


Sumber : ...

c) Deaerator type Tray


Pada deaerator tipe tray seperti yang terlihat pada gambar di bawah, memaksimalkan
sekat-sekat (Tray) sebagai media untuk memperbesar ruang jatuh dari pada air sehingga
molekul-molekul air akan saling terpisah satu dengan yang lainnya, jadi traypada deaerator
jenis ini adalah untuk memaksa molekul air untuk menyebar sehingga mempermudah
pelepasan udara.
24 Turbin Uap

Gambar 17. Deaerator Tipe Tray


Sumber : http://cleanboiler.org/learn-about/boiler-efficiency-improvement/deaerator

9. Kondensor
Kondensor merupakan alat penukar panas yang digunakan untuk mengkon densasikan uap
yang diekspansikan dari steam turbine. Proses kondensasi ini menggunakan fluida
pendingin. Air laut biasanya dipilih sebagai fluida pendingin. Hal ini dikarenakan air laut
ada dalam jumlah besar. Agar kondensator yang digunakan lebih efisien, maka tekanan di
kondensator harus dibuat vacum agar uap yang telah diekspansikan dari steam turbine
dapat dengan mudah men galir ke kondensator.
Turbin Bantu 25

Gambar 18. Kondensor


Sumber : http://www.info-elektro.com/2017/06/cara-kerja-kondensor-pada-turbin-pltu.html

Air hasil kondensasi dari turbin dinamakan air condensate. Air condensate masih
mengandung sedikit O2. Air ditampung di ho twell kemudian dialirkan kembali ke
siklusnya. Udara dan gas-gas yang tidak terkondensasi dikelu arkan oleh Steam Jet Air
Ejector agar tidak ada udara yang terbawa saat air condensate ini dialirkan ke feed water
pump.

Kondensor adalah suatu alat yang terdiri dari jaringan pipa dan digunakan untuk
mengubah uap menjadi zat cair (air). dapat juga diartikan sebagai alat penukar kalor
(panas) yang berfungsi untuk mengkondensasikan fluida. Dalam penggunaanya kondensor
diletakkan diluar ruangan yang sedang didinginkan supaya panas yang keluar saat
pengoprasiannya dapat dibuang keluar sehingga tidak mengganggu proses pendinginan.

Prinsip kerja kondensor tergantung dari jenis kondensor tersebut, secara umum terdapat
dua jenis kondensor yaitu surface condenser dan direct contact condenser. Berikut klasifiksi
kedua jenis kondesor tersebut:

1. Kondensor Permukaan
Cara kerja dari jenis alat ini ialah proses pengubahan dilakukan dengan cara mengalirkan
uap kedalam ruangan yang berisi susunan pipa dan uap tersebut akan memenuhi
permukaan luar pipa sedangkan air yang berfungsi sebagai pendingin akan mengalir di
dalam pipa (tube side), maka akan terjadi kontak antara keduanya dimana uap yang
memiliki temperatur panas akan bersinggungan dengan air pendingin yang berfungsi
26 Turbin Uap

untuk menyerap kalor dari uap tersebut, sehingga temperatur steam (uap) akan turun dan
terkondensasi. Surface condenser terdiri dari dua jenis yang dibedakan oleh cara masuknya
uap dan air pendingin, berikut jenis-jenisnya:
a. Kondensor tipe horizontal
Pada type kondesor ini, air pendingin masuk melalui bagian bawah, kemudian
masuk kedalam pipa (tube) dan akan keluar pada bagian atas, sedangkap uap akan
masuk pada bagian tengah kondensor dan akan keluar sebgai kondensat pada
bagian bawah.
b. Kondensor tipe vertikal
Pada jenis kondensor ini, tempat masuknya air pendingin melalui bagian bawah
dan akan mengalir di dalam pipa selanjutnya akan keluar pada bagian atas
kondensor, sedangkan steam akan masuk pada bagian atas dan air kondesat akan
keluar pada bagian bawah.

2. Kondensor Kontak Langsung


Cara kerja dari kondensor jenis ini yaitu proses kondensasi dilakukan dengan cara
mencampurkan air pendingin dan uap secara langsung. Jenis dari kondensor ini disebut
spray condenser, pada alat ini proses pencampuran dilakukan dengan menyemprotkan air
pendingin ke arah uap. Sehingga steam akan menempel pada butiran-butiran air pendingin
tersebut dan akan mengalami kontak temperatur, selanjutnya uap akan terkondensasi dan
tercampur dengan air pendingin yang mendekati fase saturated (basah).

Perlu kita ketahui, bahwa setiap industri terkadang memiliki cara kerja pertukaran panas
yang berbeda-beda, misalnya saja pada industri migas, fraksi yang panas akan mengalir
melalui pipa sedangkan minyak mentah (dingin) akan mengalir diluar pipa. Hal ini
dikarenakan fraksi yang mengalir di dalam pipa merupakan hasil yang telah diolah pada
menara destilasi sehingga memiliki temperatur yang panas, panas dari fraksi inilah yang
dimanfaatkan untuk memanaskan miyak mentah yang akan dimasukkan kedalam kolom
destilasi.

Air pendingin dalam kondensor sangat memiliki peranan penting dalam proses kondensasi
uap menjadi condensat water. Bahan baku air pendingin biasanya didapatkan dari danau
dan air laut (sea water, dalam proses pengambilannya biasanya digunakan alat sejenis
jaring yang berfungsi untuk menjaring kotoran serta benda-benda padat lainnya agar tidak
terikut kedalam hisapan pompa yang tentunya dapat mengganggu kinerja kondensor
bahkan kerusakan pada peralatan.

Kondensor sangat rentan terhadap gangguan-gangguan yang dapat menghambat


kinerjanya, berikut masalah-masalah yang sering terjadi pada kondensor:

1. Non Condesable Gases (gas yang tidak dapat terkondensasi).


Gas ini dapat meneyebabkan kenaikan pressure terhadap kondensor dan menyelimuti
permukaan tube-tube yang dapat menghambat transfer panas antara uap dengan cooling
water, sehingga gas-gas ini harus dikeluarkan atau dibuang dari dalam kondensor. Cara
untuk mengeluarkan udara tersebut biasanya dilakukan dengan bantuan venting pump dan
primming pump yang merupakan pompa vakum.

2. Terjadi Fouling Terhadap Kondensor.


Turbin Bantu 27

Fouling atau endapan sangat mungkin terjadi pada kondensor, endapan yang mengotori
tube-tube kondensor ini berasal dari sumber pengambilan bahan baku air pendingin.
Seperti yang kita ketahui tempat pengambilan air pendingin berasal dari laut dan
kemungkinan besar air tersebut mengandung endapan-endapam kotoran yang ikut masuk
dan mengendap pada tube-tube kondensor, hal ini dapat menyebebakan menurunnya laju
perpindahan panas pada kondensor, sehingga kualitas air pendingin sangat diperlukan
agar mengurangi penyebab fouling pada kondensor. Cara untuk mengeluarkan kotoran
tersebut biasanya dilakukan dengan cara:
a. backwash kondensor, yaitu dengan membalikkan arah aliran air pendingin dengan
tujuan membuang kotoran yang masuk ke dalam waterbox inlet yang menghalangi
proses perpindahan panas pada kondensor, proses ini dilakukan dengan cara
membalikkan arah aliran inlet dan outlet.
b. Ball Cleaning, proses pembersihan dengan cara ini dapat dilakukan dengan bola
sebgai alat untuk membersihkan tube kondensor. Cara kerjanya yaitu bola akan
dimasukkan pada inlet mengikuti aliran kondensor dan keluar pada waterbox
outlet.

10. Turbin Uap Pada Generator Listrik


Berbagai perusahaan, alat transportasi, dan pembangkit tenaga listrik saat ini banyak yang
memakai turbin uap sebagai mesin penggerak utama (prime mover engine), baik sebagai
pembangkit tenaga untuk menghasilkan listrik, maupun sebagai mesin penggerak mesin-
mesin yang lainnya. Mulai dari daya yang kecil sampai daya yang besar, menggunakan
turbin uap sebagai penggerak utama. Karena itu, banyak perusahaan, alat transportasi, dan
pembangkit tenaga listrik yang memanfaatkan turbin uap sebagai penggerak utama.

Keuntungan yang diperoleh dari turbin uap dibanding dengan penggerak utama yang lain
ialah, pada umumnya turbin uap berjalan stabil karena tidak ada gerak bolak-balik atau
translasi, pemakaian uap lebih rendah dibandingkan dengan pemakaian uap pada mesin
uap, untuk daya yang sama ukuran turbin uap lebih kecil dibanding dengan mesin uap
torak.

Turbin uap sudah lama sekali ada, kira-kira tahun 120 S.M. Hero di Alexandra membuat
prototip turbin yang pertama yang bekerja berdasarkan prinsip reaksi. Kemajuan yang
besar pada pengembangan dan konstruksi turbin uap dirasakan pada akhir abad ke-19.
Pada tahun 1890, ahli teknik berkebangsaan Swedia.

Carl Gustaf Patrik de Laval membuat sebuah turbin uap cakram tunggal dengan kapasitas 5
daya kuda, dengan poros fleksibel dan cakram yang kekuatannya sama. Turbin-tubin
impuls satu-tingkat yang berukuran kecil dibuat dengan kepesatan yang tinggi. Turbin jenis
ini yang pertama dibuat oleh de Laval beroperasi pada 30.000 rpm dan kecepatan keliling
360 m/s. Pada turbin tersebut dilengkapai dengan roda gigi reduksi untuk memindahkan
momen putar ke mekanisme yang digerakkan (misalnya generator listrik, dan lain-lain).

Pengembangan prinsip impuls turbin de Laval yang lebih lanjut menuju ke pemunculan
turbin-turbin impuls nekatingkat pada tahun 1900. Pada tahun 1900, Charles G Curtis
28 Turbin Uap

menjelaskan sebuah turbin dengan satu tingkat tetapi dengan dua atau tiga tingkat
kecepatan. Bersama dengan turbin aksial, pada perempat abad ke-20, juga dibuat turbin-
turbin radial, yang arah aliran uapnya diperoleh dalam arah tegak lurus terhadap
sumbunya yakni arah radial.

Turbin uap adalah suatu mesin penggerak utama (prime mover engine) yang mengubah
energi potensial uap menjadi energi kinetik dan energi kinetik ini selanjutnya diubah
menjadi energi mekanis dalam bentuk putaran poros turbin. Poros turbin langsung atau
dengan bantuan roda gigi reduksi dihubungkan dengan mekanisme yang digerakkan.
Tergantung pada jenis mekanisme yang digerakkan, turbin uap dapat digunakan pada
berbagai bidang industri, untuk pembangkit tenaga listrik, dan transportasi.

Dimensi turbin uap semata-mata tidak dinyatakan pada besarnya daya yang dihasilkan
seperti pada mesin torak, namun dimensi turbin uap sangat tergantung pada banyak hal,
diantaranya pemilihan rotor, banyaknya tekanan, jumlah penurunan kalor, kecepatan uap
dan lain sebagainya. Untuk menilai macam atau jenis turbin uap sebaiknya harus
diperhatikan hal-hal atau syarat-syarat pokok, yaitu:
a. Efisiensi tinggi
b. Biaya pembuatan rendah
c. Keamanan kerja yang dapat diandalkan

11. Turbin Uap Pada Pembangkitan Listrik


Pembangkit listrik tenaga uap adalah pembangkit listrik dimana generator listrik
digerakkan uap. Air dipanaskan lalu berubah menjadi uap dan memutar turbin uap yang
menggerakkan generator listrik. Setelah melewati turbin, uap dikondensasikan dalam
kondensor. Variasi terbesar dalam desain pembangkit listrik tenaga uap adalah karena
sumber bahan bakar yang berbeda.

Gambar 19. Pembangkitan Listrik Tenaga Uap


Turbin Bantu 29

Sumber : https://www.sepulsa.com/blog/pembangkit-listrik-tenaga-uap

Hampir semua pembangkit listrik menggunakan tenaga batubara, nuklir, panas bumi, solar
termal, pabrik insinerasi limbah serta banyak pembangkit listrik tenaga gas alam adalah uap
listrik.

Gas alam sering dibakar di turbin gas maupun boiler. Panas buangan dari turbin gas dapat
digunakan untuk menaikkan uap, dalam siklus gabungan tanaman yang meningkatkan
efisiensi secara keseluruhan. Di seluruh dunia, kebanyakan tenaga listrik diproduksi oleh
pembangkit listrik tenaga uap, yang menghasilkan sekitar 86% dari semua pembangkit
listrik.

Satu-satunya jenis pembangkit listrik lain yang saat ini memiliki kontribusi signifikan
adalah pembangkit listrik tenaga air dan turbin gas, yang dapat membakar gas alam atau
diesel. Panel fotovoltaik, turbin angin dan pembangkit panas bumi biner juga listrik non-
uap, namun saat ini tidak menghasilkan banyak listrik.

Mesin uap reciprocating telah digunakan untuk sumber tenaga mekanik sejak abad ke-18,
dengan perbaikan penting yang dilakukan oleh James Watt. Pusat pembangkit listrik
komersil komersial pertama di New York dan London, pada tahun 1882, juga menggunakan
mesin uap reciprocating. Sebagai ukuran generator meningkat, akhirnya turbin mengambil
alih karena efisiensi yang lebih tinggi dan biaya konstruksi yang lebih rendah. Pada tahun
1920 setiap stasiun pusat yang lebih besar dari beberapa ribu kilowatt akan menggunakan
penggerak utama turbin.

Pembangkit uap / termal menggunakan energi panas yang dihasilkan dari pembakaran
batubara untuk menghasilkan energi listrik. Jenis pembangkit listrik ini banyak digunakan
di seluruh dunia.

Pembangkit listrik ini menggunakan siklus Rankine. Ini adalah siklus uap yang dihasilkan
di boiler, lalu dibawa ke turbin uap (prime mover). Dari turbin uap didinginkan kembali ke
air di Kondensor, air yang dihasilkan dimasukkan kembali ke dalam boiler untuk
mengulangi siklusnya.

Karena banyaknya bahan bakar (batu bara), pembangkit listrik semacam ini bisa digunakan
untuk menghasilkan sejumlah besar energi listrik. Di kebanyakan negara, pembangkit listrik
ini digunakan sebagai pembangkit listrik beban dasar. Ini karena pembangkit tenaga uap
lambat untuk memulai dan tidak dapat digunakan untuk memenuhi beban puncak yang
umumnya terjadi dalam waktu singkat.

Pembangkit listrik ini (bersama dengan PLTN) terus berjalan sangat dekat dengan efisiensi
penuh selama 24 jam sehari (kecuali jika dipelihara). Mereka memiliki kehidupan khas 30
sampai 40 tahun (walaupun kebanyakan pemerintah telah mengurangi angka ini menjadi 35
tahun).

PLTU menggunakan fluida kerja air uap yang bersirkulasi secara tertutup. Siklus tertutup
artinya menggunakan fluida yang sama secara berulang-ulang. Urutan sirkulasinya secara
singkat adalah sebagai berikut :
30 Turbin Uap

Pertama air diisikan ke boiler hingga mengisi penuh seluruh luas permukaan pemindah
panas. Di dalam boiler air ini dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran bahan bakar
dengan udara sehingga berubah menjadi uap.
Kedua, uap hasil produksi boiler dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk
memutar turbin sehingga menghasilkan daya mekanik berupa putaran.

Ketiga, generator yang dikopel langsung dengan turbin berputar menghasilkan energi
listrik sebagai hasil dari perputaran medan magnet dalam kumparan, sehingga ketika
turbin berputar dihasilkan energi listrik dari terminal output generator.

Keempat, Uap bekas keluar turbin masuk ke kondensor untuk didinginkan dengan air
pendingin agar berubah kembali menjadi air yang disebut air kondensat. Air kondensat
hasil kondensasi uap kemudian digunakan lagi sebagai air pengisi boiler.

Efisiensi energi dari pembangkit listrik termal konvensional, yang dianggap sebagai energi
yang dapat dijual yang dihasilkan sebagai persen dari nilai pemanasan bahan bakar yang
dikonsumsi biasanya mencapai 33% sampai 48%. Seperti halnya semua mesin panas,
efisiensi pembangkit listrik tenaga uap begitu terbatas dan diatur oleh hukum
termodinamika.

Jenis pembangkit listrik lainnya mengikuti keterbatasan efisiensi yang berbeda, sebagian
besar stasiun tenaga air di Amerika Serikat sekitar 90% telah mencapai efisiensi dalam
mengubah energi air yang jatuh menjadi listrik, sementara efisiensi turbin angin dibatasi
oleh hukum Betz hingga sekitar 59,3%.

Hukum Betz sendiri adalah hukum yang menunjukkan daya maksimum yang bisa
diekstraksi dari angin, terlepas dari desain turbin angin dalam arus terbuka. Metode ini
diterbitkan pada tahun 1919, oleh fisikawan Jerman Albert Betz.

Hukum ini didasari pada prinsip konservasi massa dan momentum aliran udara yang
mengalir melalui “cakram aktuator ideal” yang mengekstrak energi dari aliran angin.
Menurut hukum Betz, tidak ada turbin yang bisa menangkap lebih dari 16/27 (59,3%)
energi kinetik dalam angin. Faktor 16/27 (0,593) dikenal sebagai koefisien Betz. Turbin
angin berskala utilitas praktis mencapai puncak 75% sampai 80% dari batas Betz.

Energi pembangkit listrik termal yang tidak dimanfaatkan dalam produksi tenaga harus
meninggalkan tanaman dalam bentuk panas ke lingkungan. Panas limbah ini bisa diproses
melalui kondensor dan dibuang dengan air pendingin atau di menara pendingin. Jika panas
buangan digunakan untuk pemanasan distrik, itu disebut co-generation.

Kelas pembangkit tenaga panas yang penting dikaitkan dengan fasilitas desalinasi Ini
biasanya ditemukan di negara-negara gurun dengan pasokan gas alam yang besar dan di
pabrik ini, produksi air tawar dan listrik sama-sama penting untuk produk bersama.

Efisiensi Carnot menentukan bahwa efisiensi yang lebih tinggi dapat dicapai dengan
menaikkan suhu uap. Pembangkit listrik bahan bakar fosil sub-kritis dapat mencapai
efisiensi 36-40%.
Turbin Bantu 31

Desain super kritis memiliki efisiensi di kisaran rendah hingga pertengahan 40%, dengan
desain “ultra kritis” yang menggunakan tekanan 4400 psi (30,3 MPa) dan pemanasan
beberapa tahap mencapai efisiensi sekitar 48%. Di atas titik kritis untuk air 705 ° F (374 ° C)
dan 3212 psi (22,06 MPa), tidak ada transisi fase dari air ke uap, namun hanya penurunan
kerapatan secara bertahap.

Saat ini sebagian besar pembangkit listrik tenaga nuklir harus beroperasi di bawah suhu
dan tekanan yang dilakukan pembangkit tenaga batubara, untuk memberikan tingkat
keamanan yang lebih konservatif dalam sistem yang menghilangkan panas dari batang
bahan bakar nuklir.

Hal ini, pada gilirannya, membatasi efisiensi termodinamika mereka menjadi 30-32%.
Beberapa desain reaktor canggih yang sedang dipelajari, seperti reaktor suhu tinggi, reaktor
berpendingin gas maju dan reaktor air superkritis, akan beroperasi pada suhu dan tekanan
yang sama dengan pembangkit batubara saat ini, yang menghasilkan efisiensi
termodinamika yang sebanding.

12. Pompa Air Umpan


Pompa ini digunakan untuk memompa air umpan ke dalam ketel uap. Air umpan adalah
air yang disediakan baru atau air yang dihasilkan oleh kondensasi dalam boiler. Air umpan
ini diubah menjadi uap dengan pemanasan.

Setelah energi uap habis, itu dibuang di kondensor. Air terkondensasi dipompa kembali ke
tangki umpan dari tempat mengalir ke boiler lagi dan siklus berlanjut. Air umpan tidak
pernah dilepas ke atmosfer.

Air umpan diperlukan untuk operasi boiler. Pompa umpan boiler harus menjaga pasokan
air umpan terus menerus ke boiler. Pompa umpan mencegah pemanasan berlebih dan
kerusakan pada boiler. Pompa umpan boiler adalah bagian penting dari sistem umpan
boiler. Pompa biasanya merupakan unit bertekanan tinggi saat hisapan berlangsung dari
pengembalian kondensat.

Boiler uap adalah tangki bertekanan. Untuk menghindari kegagalan boiler dan hilangnya
nyawa di pabrik, boiler harus memiliki jumlah air yang diinginkan. Untuk
mempertahankan standar tingkat air yang aman, pompa air umpan digunakan. Dalam
Pompa air umpan Boiler, motor listrik terhubung ke tubuh pompa oleh kopling mekanis.

Pompa harus menghasilkan tekanan yang dibutuhkan untuk mendorong air umpan ke
dalam boiler. Dan tekanan yang dihasilkan harus lebih besar tekanan uap dalam boiler.
Selama kondisi aliran rendah, aliran minimum dipertahankan untuk mencegah tekanan
berlebih. Dalam aplikasi besar, beberapa pompa dipasang paralel satu sama lain.
32 Turbin Uap

Gambar 20. Pompa Air Umpan


Sumber : https://www.inspection-for-industry.com/boiler-feed-pump.html

Manfaat menggunakan pompa umpan di pabrik boiler :


a. Bypass tidak diperlukan.
b. Dapat disesuaikan sesuai kebutuhan uap.
c. Tidak ada kehilangan tekanan
d. Pompa dihentikan jika tidak diperlukan air
e. Kurang perawatan dan biaya operasi
f. Mencegah kejutan termal ke boiler atau deaerator (jika tangki lonjakan) dengan
menaikkan suhu air umpan.
g. Membantu memperpanjang umur sistem boiler.
h. Mencapai penghematan energi yang besar dan efisiensi operasi dengan
meningkatkan suhu air umpan boiler.
i. Mereka digunakan untuk mengambil air dari kondensor dan memberi mereka
makan ke boiler.

Pompa umpan memasok air umpan ke boiler saat diperlukan. Pompa umpan boiler dipilih
sesuai kuantitas dan jumlah tekanan yang diperlukan dalam boiler. Pompa umpan
meningkatkan tekanan air umpan. Air umpan bertekanan tinggi masuk ke boiler karena
perbedaan tekanan. Jenis boiler memainkan peran penting dalam memilih pompa air
umpan.
Turbin Bantu 33

Desain Sistem Perpipaan. Sistem pemompaan terdiri dari dua jenis, terutama sebagai feed
pengumpan langsung dan penguat. Pakan langsung - Air umpan disediakan langsung ke
boiler. Mudah dirawat dan sederhana dalam konstruksi. Set Booster - Satu set pompa air
umpan kecil terhubung ke manifold umum dan digunakan untuk memproduksi air umpan
sebagai pengganti satu pompa.

Jumlah Laju Aliran Yang Diperlukan - jumlah air umpan yang akan ditransfer oleh pompa
dan maks. aliran dibutuhkan. Laju alir dinyatakan sebagai Volume per satuan waktu. Ini
diukur dalam galon per menit (GPM).

Total Pumping Head-distance atau ketinggian yang dibutuhkan untuk memompa air di
dalam boiler. Kepala dinyatakan dalam jarak dan diukur dalam satuan kaki. Kepala
maksimum adalah jarak di mana pompa tidak lagi dapat mentransfer air.

Kompatibilitas Bahan - Casing pompa dan bagian trim interior harus diperiksa untuk
kompatibilitas kimia dan suhu tergantung pada kondisi boiler. Boiler Feed Tank Water
Temperature Pump harus dapat beroperasi secara efisien pada suhu fluida maksimum
dalam boiler.

Aplikasi - Selain sistem pengisian boiler, pompa umpan boiler digunakan untuk transfer
cairan dalam sistem pencucian, sistem pendingin dan pendingin udara, sistem pasokan air,
instalasi pengolahan air, sistem pemadam kebakaran, pabrik dan pelumas industri, bahan
bakar, pelarut.

Referensi
R.L. Harrington. (1992). Marine Engineering, The Society of Naval Architects and Marine
Engineers, Jersey City
Intan Alifiyah Ilmi dan Ya’umar. (2010). Analisis Efisiensi Sistem Pembakaran Pada Boiler di
PLTU Unit III PT.PJB Up Gresik dengan Metode Statistical Process Control, Institut
Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
Akbar, Muhammad Sjahid, Fredi Suryadi dan Dedy Dwi Prastyo. (2009). Kinerja Economizer
pada Boiler, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
Ganapathy, V. (2003). Industrial Boilers and Heat Recovery Steam Generators, Marcel Dekker
Inc. ISBN, New York, USA
Jokosetyarjo, M. J. (2003). Ketel Uap, Pradnya Paramita, Jakarta
Thurston, R.H. (1888). A Manual Of Steam Boiler Their Design, Construction, And Operation,
John Wiley & Sons, New York, USA
Teknologi, Artikel. (2018). Pompa Ekstraksi Kondensat (Condensate Extraction Pump),
dilihat pada 27 Oktober 2018,
<http://artikel-teknologi.com/pompa-ekstraksi-kondensat-condensate-extraction-
pump/>
Anzdec. (2018). Condensate Extraction Pump, dilihat pada 27 Oktober 2018,
<https://anzdoc.com/bab-v-condensate-extraction-pump-cep.html>
Carsat. (2018). Spray Type Deaerator, dilihat pada 27 Oktober 2018,
<http://www.carsatdfw.com/category/spray-type-deaerator/>
34 Turbin Uap

Elektro, Info. (2017). Cara Kerja Kondensor pada Turbin PLTU, dilihat pada 27 Oktober 2018,
<http://www.info-elektro.com/2017/06/cara-kerja-kondensor-pada-turbin-
pltu.html>
Solutions, Energy. (2016). Deaerator, dilihat pada 27 Oktober 2018,
<http://cleanboiler.org/learn-about/boiler-efficiency-improvement/deaerator/>
Anonim. (2018). Deaerator, dilihat pada 28 Oktober 2018,
<http://engineering.wikia.com/wiki/Deaerator>
Engineering, McRae. (2018). Sungle Stage Turbine, dilihat pada 28 Oktober 2018,
<http://www.mcraeeng.com/single-stage-turbine/turbines/products.html>
Wikipedia. (2018). Feedwater Heater, dilihat pada 28 Oktober 2018,
<http://www.mcraeeng.com/single-stage-turbine/turbines/products.html>
Badirafi, Haga. (2013). PERALATAN AIR PENGISI PADA PLTU, dilihat pada 28 Oktober
2018,
<https://konversienergi-haga.blogspot.com/2013/12/peralatan-air-pengisi-pada-
pltu.html>
Blog, Magnetrol. (2012). The Impact of Feedwater Heater Operation on Fuel Costs: Level Control
Considertion, dilihat pada 28 Oktober 2018,
<https://levelandflowsolutions.magnetrol.com/2012/12/11/the-impact-of-
feedwater-heater-operation-on-fuel-costs-level-control-considerations/>
Raunekk. (2009). Feed Water Extraction Pump Explained, dilihat pada 28 Oktober 2018,
<https://www.brighthubengineering.com/marine-engines-machinery/46135-feed-
water-extraction-pump-explained/#imgn_1>

Academia. (2018). PERANCANGAN ULANG TURBIN UAP PENGGERAK GENERATOR


LISTRIK, dilihat pada 28 Oktober 2018,

<https://www.academia.edu/5526645/PERANCANGAN_ULANG_TURBIN_UAP
_PENGGERAK_GENERATOR_LISTRIK_DENGAN>
Anonim. (2013). Boiler Feed Pump Guides and Reviews, dilihat pada 28 Oktober 2018,
<https://www.inspection-for-industry.com/boiler-feed-pump.html>
Industri, Proses. (2016). Kondensor dan Prinsip Kerjanya, dilihat pada 28 Oktober 2018,
<https://www.prosesindustri.com/2015/01/kondensor-dan-prinsip-kerjanya.html>