Anda di halaman 1dari 21

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RPP

Satuan Pendidikan : SMK Bina Bhakti Cilacap


Paket Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Mata Pelajaran : Ekonomi Bisnis
Kelas/Semester : X/ 1
Materi Pokok : Hukum permintaan dan penawaran, Elatisitas, dan konsep
keseimbangan harga
Alokasi Waktu : 5 pertemuan (10 x 45 menit)

A. Kompetensi Inti (KI)


1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang
Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan
dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan
keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung

B. Kompetensi Dasar
1.1 Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas pemberian amanah untuk
mengelola administrasi keuangan entitas.
1.2 Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan
teknologi untuk menghasilkan informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan,
andal, dan dapat diperbandingkan.
2.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam menemukan
dan memahami pengetahuan dasar tentang ekonomi bisnis.
2.2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, responsif dan pro-
aktif dalam berinteraksi secara efektif dalam lingkungan sosial sesuai dengan
prinsip etika profesi bidang ekonomi bisnis
2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok serta mempunyai kepedulian yang tinggi
dalam menjaga keselarasan lingkungan sosial, lingkungan kerja dan alam.
3.4 Memahami hukum permintaan, penawaran, konsep elastisitas dan harga
keseimbangan pasar
4.4 Menentukan tingkat elastisitas permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan
pasar suatu produk

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik,
model Problem Based Learning peserta didik mampu:
1. Menjelaskan hukum permintaan dan penawaran
2. Menjelaskan elastisitas permintaan
3. Menjelaskan elastisitas penawaran
4. Menjelaskan keseimbangan hukum permintaan dan hukum penawaran dan
penawaran

D. Materi Pembelajaran
1. Permintaan
a. Definisi
Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli
oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada periode tertentu
b. Hukum permintaan dan hukum penawaran
Hukum permintaan menyatakan bahwa bila harga naik, jumlah barang
yang diminta turun. Sebaliknya bila harga turun maka jumlah barang yang
diminta akan naik. Berdasarkan hukum diatas, kita dapat menggambarkan
permintaan terhadap suatu barang dalam bentuk kurva atau grafik. Untuk
menggambarkan hukum permintaan dan hukum penawaran, biasanya yang
digunakan sebagai tolak ukur adalah faktor harga. Sementara itu, faktor-faktor
lainnya dianggap tetap atau konstan. Syarat ini dikenal dengan istilah atau
asumsi “cateris paribus”.
Perhatikan contoh permintaan terhadap produk tempe pada tabel
dibawah ini. Tabel ini jika digambarkan dalam bentuk kurva maka akan terlihat
seperti pada peraga. Dari bentuk kurva itu dapat disimpulkan bahwa
kemiringan (slope) hukum permintaan dan hukum penawaran adalah negatif
yaitu bergerak dari kiri atas ke kanan bawah.
Tabel 8.1. Harga Tempe Per Unit & Jumlah Yang Diminta
Harga Tempe per Unit (Rp) Jumlah yang Diminta (Unit)
5.000 2
4.000 4
3.000 6
2.000 8
1.000 10

5.000

4.000

Harga per Unit (Rp)


3.000

2.000
Bentuk kurva yang
menurun dari kiri atas ke 1.000
kanan bawah menunjukkan
bahwa penurunan harga
Q
akan mengakibatkan 0 2 4 6 7 8
kenaikan permintaan Jumlah yang Diminta (Unit)

c. Pergeseran Hukum permintaan dan hukum penawaran


Apabila ada perubahan faktor-faktor penentu permintaan, yaitu faktor
apapun selain dari harga, maka ini akan mengakibatkan hukum permintaan dan
hukum penawaran bergeser. Setiap perubahan yang mengakibatkan
pertambahan jumlah permintaan pada suatu tingkat harga tertentu, akan
menggeser hukum permintaan dan hukum penawaran ke kanan. Sebaliknya,
setiap perubahan yang menurunkan jumlah permintaan akan menggeser
hukum permintaan dan hukum penawaran ke kiri.
P Kenaikan
Permintaan Perhatikan perbedaan antara pergerakan
sepanjang kurva permintaan dan
pergeseran kurva permintaan.
Pergeseran kurva permintaan berlaku
ketika faktor penentu permintaan
D1
berubah, sementara harga tetap.
Penurunan
D
Permintaan D2
0 Q

2. Penawaran
a. Definisi
Penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk dijual pada
berbagai tingkat harga dan situasi
b. Kurva Penawaran
Hukum penawaran menyatakan bahwa bila harga naik, jumlah barang yang
ditawarkan juga naik. Sementara bila harga turun, jumlah barang yang
ditawarkan juga akan turun. Berdasarkan hukum ini kita dapat membuat kurva
penawaran.Berikut ini adalah gambaran bagaimana penawaran berubah sesuai
dengan perubahan harga, cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap).
Apabila kurva penawaran dua individu atau lebih digabungkan maka kita
akan mendapatkan penawaran pasar (market supply). Berikut ini akan dijelaskan
dalam bentuk tabel dan kurva dari penawaran.
c. Pergeseran Kurva Penawaran
Apabila faktor-faktor penentu berubah, kecuali harga, maka ini akan
menyebabkan kurva penawaran bergeser. Setiap perubahan menyebabkan
meningkatnya penawaran, akan menggeser kurva penawaran ke kanan.
Sebaliknya setiap perubahan yang menyebabkan jumlah penawaran menurun,
akan menggeser kurva penawaran ke kiri.

P S2
Penurunan
Setiap perubahan yang menaikkan Penawaran S
jumlah yang bersedia ditawarkan
S1
oleh penjual pada tingkat harga
tertentu akan menggeser kurva
penawaran ke kanan. Sebaliknya
Kenaikan
setiap perubahan yang menurunkan
Penawaran
jumlah yang ditawarkan pada tingkat
harga tertentu akan menggeser kurva
penawaran ke kiri. Q

3. Definisi Elastisitas Permintaan


Elastisitas permintaan (Ed) diartikan sebagai derajat kepekaanperubahan
kuantitas barang yang diminta yang disebabkan karenaperubahan harga barang itu
sendiri. Pengertian lain, Elastisitas permintaansering diartikan sebagai
perbandingan persentase perubahan kuantitasbarang yang diminta dengan
persentase perubahan harga barang itu sendiri.Besar kecilnya elastisitas
permintaan diukur dengan tingkat KoefisienElastisitas.

Jenis Elastisitas Permintaan


 Permintaan Elastis (Ed >1)
 Permintaan Inelastis ( Ed < 1).
 Permintaan Elastis Uniter ( Ed = 1).
 Permintaan Elastis Sempurna ( Ed= )
 Permintaan Inelastis Sempurna (Ed = 0)

Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan


 Harga
 Pendapatan.
 Harga Barang Lain yang Berkaitan
 Selera Konsumen
 Perkiraan
 Tradisi
 Mode

4. Definisi Elastisitas Penawaran


Elastisitas penawaran (Es) diartikan sebagai derajat kepekaanperubahan
kuantitas barang yang ditawarkan yang disebabkan karenaperubahan harga barang
itu sendiri. Pengertian lain, Elastisitas penawaransering diartikan sebagai
perbandingan persentase perubahan kuantitasbarang yang ditawarkan dengan
persentase perubahan harga barang itusendiri. Besar kecilnya elastisitas penawaran
diukur dengan tingkat KoefisienElastisitas Penawaran.

Jenis Elastisitas Penawaran


 Penawaran Elastis (Es >1)
 Penawaran Inelastis ( Es < 1).
 Penawaran Elastis Uniter ( Es = 1).
 Penawaran Elastis Sempurna ( Es= )
 Penawaran Inelastis Sempurna (Es = 0)

Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Penawaran


 Harga
 Teknik produksi
 Harga sumber produksi
 Perkiraan

5. Pengertian Break even Point


Break event point adalah suatu keadaan dimana dalam suatu operasi
perusahaan tidak mendapat untung maupun rugi/ impas (penghasilan = total
biaya). Sebelum memproduksi suatu produk, perusahaan terlebih dulu
merencanakan seberapa besar laba yang diinginkan. Ketika menjalankan usaha
maka tentunya akan mengeluarkan biaya produksi, maka dengan analisis titik
impas dapat diketahui pada waktu dan tingkat harga berapa penjualan yang
dilakukan tidak menjadikan usaha tersebut rugi dan mampu menetapkan
penjualan dengan harga yang bersaing pula tanpa melupakan laba yang
diinginkan. Hal tersebut dikarenakan biaya produksi sangat berpengaruh
terhadap harga jual dan begitu pula sebaliknya, sehingga dengan penentuan titik
impas tersebut dapat diketahui jumlah barang dan harga yang pada penjualan.
Analisis break even sering digunakan dalam hal yang lain misalnya dalam analisis
laporan keuangan. Dalam analisis laporan keuangan kita dapat menggunakan
rumus ini untuk mengetahui:
1. Hubungan antara penjualan, biaya, dan laba
2. Struktur biaya tetap dan variable
3. Kemampuan perusahaan memberikan margin unutk menutupi biaya tetap
4. Kemampuan perusahaan dalam menekan biaya dan batas dimana perusahaan
tidak mengalami laba dan rugi
Selanjutnya, dengan adanya analisis titik impas tersebut akan sangat
membantu manajer dalam perencanaan keuangan, penjualan dan produksi,
sehingga manajer dapat mengambil keputusan untuk meminimalkan kerugian,
memaksimalkan keuntungan, dan melakukan prediksi keuntungan yang
diharapkan melalui penentuan
- harga jual persatuan,
- produksi minimal,
- pendesainan produk, dan lainnya
Dalam penentuan titik impas perlu diketahui terlebih dulu hal-hal dibawah
ini agar titik impas dapat ditentukan dengan tepat, yaitu:
- Tingkat laba yang ingin dicapai dalam suatu periode
- Kapasitas produksi yang tersedia, atau yang mungkin dapat ditingkatkan
- Besarnya biaya yang harus dikeluarkan, mencakup biaya tetap maupun biaya
variable.

Penjelasan break even point


Teknik break even poin analysis atau cost volume profit analysis sering
digunakan dalam menganalisis keuangan perusahaan. Model ini mencoba mencari
dan menganalisis aspek hubungan antara besarnya investasi dan besarnya volume
rupiah yang diperlukan untuk mencapai tingkat laba tertentu.
Dalam perusahaan peranan penjualan sudah jelas yaitu sebagai “generating
income” yaitu sumber pembentukan laba. Kita menginginkan agar penjualan dapat
menutupi biaya total yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variable.
Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak dipengaruhi oleh volume
kegiatan. Beroperasi atau tidak, biaya ini harus dikeluarkan, misalnya biaya
penyusutan, biaya sewa, biaya gaji, dan lain lain. Sebaliknya semakin banyak
volume kegiatan atau produksi semakin rendah biaya per unit biaya variable
adalah biaya yang jumlahnya tergantung pada volume kegiatan. Jika ada kegiatan
pasti ada biaya variable ini. Semakin banyak volume kegiatan maka semakin
banyak biaya variable. Namun biaya per unit relative sama. Misalnya biaya bahan,
gaji tenaga kerja langsung, komisi penjualan, dll. Pengetahuan terhadap biaya
inisangat penting dalam melakukan analisis break even.
Break even berarti suatu keadaan dimana perusahaan tidak mengalami laba
dan juga tidak mengalami rugi, artinya seluruh biaya yang dikeluarkan untuk
kegiatan produksi itu dapat ditutupi oleh penghasilan penjualan. Total biaya(
biaya tetap dan biaya variable) sama dengan total penjualan, sehingga tidak
terjadi laba dan juga kerugian.

Rumus BEP
Pengetahuan akan angka break even ini sangatlah penting dalam melakukan
analisis keuangan, maupun dalam perencanaan laba dan pengambilan keputusan.
Perhitungan break even inidapat dijelaskan melalui contoh sebagai berikut:
Misalkan biaya tetap(fixed cost) Rp 40.000,-, biaya ini dikeluarkan
kendatipun tidak ada penjualan. Biaya variable Rp 1,2 per unit artinya berap unit
yang dijual biaya variabelnya dikalikan Rp 1,2. Bertambah besar volume penjualan
bertambah besar pula biaya variable. Penjualan per unit dimisalkan Rp 2.
Dari data ini dapat kita cari break even sebagai berikut:
Sales = Price x Quantity
S =P.Q
S =Rp 2 . Q
P menggambarkan harga per unit, Q menggambarkan volume penjualan dalam
unit, sedangkan S menggambarkan nilai total penjualan (sales).
Total biaya adalah biaya tetap + biaya variable
TC = FC + VC
Jika FC = Rp 40.000,- maka :
TC = 40.000+ 1,2.Q

Dari rumusan ini kita dapat membuat rumus break even


Kalau kita ingin mengetahui total cost atau total penerimaan dari penjualan maka
yang diperlukan hanya volume penjualan dalam unit (Q). setiap jumlah Q akan kita
dapat menghitung sales,total cost, dan juga laba/rugi.
Namun dalam BEP yang menjadi pegangan bagi kita adalah titik dimana
perusahaan tidak mengalami laba dan tidak mengalami rugi atau istilah lainnya
titik IMPAS. Titik impas ini terjadi apabila:
TR (Sales) = P. Q
TC = FC + VC
Jadi pada titik break even:
Harga x Kuantitas Penjualan = biaya tetap + biaya variable
P.Q = FC+ VC
P .Q = FC + (V . Q )
(P. Q) – (V. Q) = FC
Q (P-V) = FC
V= harga variable cost per unit
Jadi : Q= FC / (P-V)

E. Media, Alat dan Sumber Belajar


1. Media
 Powerpoint
 Peta Konsep
2. Alat
 LCD Proyektor dan Komputer
 Papan Tulis
 Alat tulis misalkan spidol
2. Sumber Belajar
a. Buku paket Aplikasi Pengolah Angka dari Kemendikbud
b. Modul Aplikasi Pengolah Angka, Sohidin-LPA mitrabijak Surakarta
c. Buku Paket Aplikasi Pengolah Angka referensi lain
d. Lembar Kerja Siswa (LKS) Aplikasi Pengolah Angka
e. Media massa cetak dan elektronik

F. Metode Pembelajaran
a. Pendekatan pembelajaran ilmiah/scientific
b. Model pembelajaran Problem Based Learning
c. Metode Diskusi

G. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama: (2 x 45 menit)
No Kegiatan
1 Pembukaan (15 Menit)
a. Guru melakukan apersepsi tentang materi hukum permintaan dan
hukum penawaran
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat
mempelajaran materi hukum permintaan dan hukum penawaran
c. Guru menyampaikan garis besar materi hukum permintaan dan
hukum penawaran dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan
peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang
hukum permintaan dan hukum penawaran
2 KegiatanInti (60 Menit)
Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5
orang.
Mengamati
a) Guru memilih bahan bacaan yang sesuai kemudian dibagikan kepada
siswa.
b) Guru meminta kepada siswa untuk mempelajari bacaan secara mandiri
ataupun dengan teman satu kelompok
c) Guru meminta kepada siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan
yang tidak dipahami, kemudian guru menganjurkan kepada peserta
didik untuk memberi tanda sebanyak mungkin.

Menanya
a) Peserta didik berdiskusi dan saling bertanya kepada teman satu
kelompok untuk mendapatkan klasrifikasi tentang hukum permintaan
dan hukum penawaran
b) Peserta didik menanyakan materi yang belum bisa dipahami kepada
guru

Mengeksplorasi/Mengumpulkan Informasi
a) Guru membimbing siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan
yang tidak dipahami sebanyak mungkin.
b) Peserta didik melalui diskusi mengumpulkan data dan informasi
tentang materi hukum permintaan dan hukum penawaran
c) Guru membimbing siswa untuk menemukan jawaban atau solusi atas
permasalahan materi pembelajaran yang belum dipahami oleh peserta
didik

Mencoba/Menalar
a) Peserta didik melalui diskusi membuat laporan tertulis atas hasil
diskusi kelompok
b) Peserta didik mencoba mempraktikkan pergeseran hukum permintaan
dan hukum penawaran
No Kegiatan

Mengomunikasikan/Menyimpulkan
a) Perseta didik memberikan pendapat dan masukan serta melakukan
tanya jawab selama proses diskusi.
b) Menjelaskan/ mempresentasikan hasil diskusi dengan berkelompok
dalam bentuk laporan tentang hukum permintaan dan hukum
penawaran
c) Masing-masing kelompok mempersentasikan hasil praktek mengolah
data dengan hukum permintaan dan hukum penawaran
d) Kelompok yang tidak presentasi memberikan tanggapan atas solusi
permasalahan
e) Guru membimbing peserta didik untuk membuat kesimpulan tentang
permasalahan yang terkait dengan materi pembelajaran dan
memberikan revisi serta penguatan dari hasil diskusi
3. Penutup (15 Menit)
1) Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan dari
materi yang telah dipelajari
2) Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang
dilakukan (merefleksi kegiatan)
3) Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi
elastisitas permintaan ( materi berikutnya ) di rumah.
4) Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

2. Pertemuan Kedua: (2 x 45 menit)


No Kegiatan
1 Pembukaan (15 Menit)
1. Guru melakukan apersepsi tentang materi elastisitas permintaan
2. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat
mempelajaran materi elastisitas permintaan
3. Guru menyampaikan garis besar materi elastisitas permintaan dan
menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk
menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang elastisitas
permintaan
2 KegiatanInti (60 Menit)
Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5
orang.
Mengamati
1. Guru memilih bahan bacaan yang sesuai kemudian dibagikan kepada
siswa.
2. Guru meminta kepada siswa untuk mempelajari bacaan secara
No Kegiatan
mandiri ataupun dengan teman satu kelompok
3. Guru meminta kepada siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan
yang tidak dipahami, kemudian guru menganjurkan kepada peserta
didik untuk memberi tanda sebanyak mungkin.

Menanya
1. Peserta didik berdiskusi dan saling bertanya kepada teman satu
kelompok untuk mendapatkan klasrifikasi tentang elastisitas
permintaan
2. Peserta didik menanyakan materi yang belum bisa dipahami kepada
guru

Mengeksplorasi/Mengumpulkan Informasi
1. Guru membimbing siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan
yang tidak dipahami sebanyak mungkin.
2. Peserta didik melalui diskusi mengumpulkan data dan informasi
tentang materi elastisitas permintaan
3. Guru membimbing siswa untuk menemukan jawaban atau solusi atas
permasalahan materi pembelajaran yang belum dipahami oleh peserta
didik

Mencoba/Menalar
1. Peserta didik melalui diskusi membuat laporan tertulis atas hasil
diskusi kelompok
2. Peserta didik mencoba mempraktikkan pergeseran elastisitas
permintaan

Mengomunikasikan/Menyimpulkan
1. Perseta didik memberikan pendapat dan masukan serta melakukan
tanya jawab selama proses diskusi.
2. Menjelaskan/ mempresentasikan hasil diskusi dengan berkelompok
dalam bentuk laporan tentang elastisitas permintaan
3. Masing-masing kelompok mempersentasikan hasil praktek mengolah
data dengan elastisitas permintaan
4. Kelompok yang tidak presentasi memberikan tanggapan atas solusi
permasalahan
5. Guru membimbing peserta didik untuk membuat kesimpulan tentang
permasalahan yang terkait dengan materi pembelajaran dan
memberikan revisi serta penguatan dari hasil diskusi
3. Penutup (15 Menit)
1. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan dari
materi yang telah dipelajari
No Kegiatan
2. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang
dilakukan (merefleksi kegiatan)
3. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi
elastisitas penawaran ( materi berikutnya ) di rumah.
4. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

3. Pertemuan Ketiga: (2 x 45 menit)


No Kegiatan
1 Pembukaan (15 Menit)
1) Guru melakukan apersepsi tentang materi elastisitas penawaran
2) Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat
mempelajaran materi elastisitas penawaran
3) Guru menyampaikan garis besar materi elastisitas penawaran dan
menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk
menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang elastisitas
penawaran
2 KegiatanInti (60 Menit)
Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5
orang.
Mengamati
1) Guru memilih bahan bacaan yang sesuai kemudian dibagikan kepada
siswa.
2) Guru meminta kepada siswa untuk mempelajari bacaan secara
mandiri ataupun dengan teman satu kelompok
3) Guru meminta kepada siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan
yang tidak dipahami, kemudian guru menganjurkan kepada peserta
didik untuk memberi tanda sebanyak mungkin.

Menanya
1) Peserta didik berdiskusi dan saling bertanya kepada teman satu
kelompok untuk mendapatkan klasrifikasi tentang elastisitas
penawaran
2) Peserta didik menanyakan materi yang belum bisa dipahami kepada
guru

Mengeksplorasi/Mengumpulkan Informasi
1) Guru membimbing siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan
yang tidak dipahami sebanyak mungkin.
2) Peserta didik melalui diskusi mengumpulkan data dan informasi
tentang materi elastisitas penawaran
3) Guru membimbing siswa untuk menemukan jawaban atau solusi atas
No Kegiatan
permasalahan materi pembelajaran yang belum dipahami oleh peserta
didik

Mencoba/Menalar
1) Peserta didik melalui diskusi membuat laporan tertulis atas hasil
diskusi kelompok
2) Peserta didik mencoba mempraktikkan pergeseran elastisitas
penawaran

Mengomunikasikan/Menyimpulkan
1) Perseta didik memberikan pendapat dan masukan serta melakukan
tanya jawab selama proses diskusi.
2) Menjelaskan/ mempresentasikan hasil diskusi dengan berkelompok
dalam bentuk laporan tentang elastisitas penawaran
3) Masing-masing kelompok mempersentasikan hasil praktek mengolah
data dengan elastisitas penawaran
4) Kelompok yang tidak presentasi memberikan tanggapan atas solusi
permasalahan
5) Guru membimbing peserta didik untuk membuat kesimpulan tentang
permasalahan yang terkait dengan materi pembelajaran dan
memberikan revisi serta penguatan dari hasil diskusi
3. Penutup (15 Menit)
1) Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan dari
materi yang telah dipelajari
2) Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang
dilakukan (merefleksi kegiatan)
3) Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi
konsep harga keseimbangan ( materi berikutnya ) di rumah.
4) Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

4. Pertemuan Keempat: (2 x 45 menit)


No Kegiatan
1 Pembukaan (15 Menit)
1) Guru melakukan apersepsi tentang materi konsep harga
keseimbangan
2) Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat
mempelajaran materi konsep harga keseimbangan
3) Guru menyampaikan garis besar materi konsep harga keseimbangan
dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk
menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang konsep harga
No Kegiatan
keseimbangan
2 KegiatanInti (60 Menit)
Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5
orang.
Mengamati
1) Guru memilih bahan bacaan yang sesuai kemudian dibagikan kepada
siswa.
2) Guru meminta kepada siswa untuk mempelajari bacaan secara
mandiri ataupun dengan teman satu kelompok
3) Guru meminta kepada siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan
yang tidak dipahami, kemudian guru menganjurkan kepada peserta
didik untuk memberi tanda sebanyak mungkin.

Menanya
1) Peserta didik berdiskusi dan saling bertanya kepada teman satu
kelompok untuk mendapatkan klasrifikasi tentang konsep harga
keseimbangan
2) Peserta didik menanyakan materi yang belum bisa dipahami kepada
guru

Mengeksplorasi/Mengumpulkan Informasi
1) Guru membimbing siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan
yang tidak dipahami sebanyak mungkin.
2) Peserta didik melalui diskusi mengumpulkan data dan informasi
tentang materi konsep harga keseimbangan
3) Guru membimbing siswa untuk menemukan jawaban atau solusi atas
permasalahan materi pembelajaran yang belum dipahami oleh peserta
didik

Mencoba/Menalar
1) Peserta didik melalui diskusi membuat laporan tertulis atas hasil
diskusi kelompok
2) Peserta didik mencoba mempraktikkan pergeseran konsep harga
keseimbangan

Mengomunikasikan/Menyimpulkan
1) Perseta didik memberikan pendapat dan masukan serta melakukan
tanya jawab selama proses diskusi.
2) Menjelaskan/ mempresentasikan hasil diskusi dengan berkelompok
dalam bentuk laporan tentang konsep harga keseimbangan
3) Masing-masing kelompok mempersentasikan hasil praktek mengolah
data dengan konsep harga keseimbangan
4) Kelompok yang tidak presentasi memberikan tanggapan atas solusi
No Kegiatan
permasalahan
5) Guru membimbing peserta didik untuk membuat kesimpulan tentang
permasalahan yang terkait dengan materi pembelajaran dan
memberikan revisi serta penguatan dari hasil diskusi
3. Penutup (15 Menit)
1) Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan dari
materi yang telah dipelajari
2) Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang
dilakukan (merefleksi kegiatan)
3) Guru memberikan informasi kepada peserta didik bahwa guru akan
mengadakan tes penilaian terkait materi hukum permintaan dan
penawaran, elastisitas permintaan dan penawaran serta konsep
perhitungan harga keseimbangan.
4) Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

5. Pertemuan Kelima: (2 x 45 menit)


No Kegiatan
1 Pembukaan (15 Menit)
1. Guru membuka pertemuan pembelajaran dengan mengucapkan salam
2. Guru memerintahkan siswa untuk mengondisikan ruang kelas untuk
persiapan tes penialaian
3. Guru meminta siswa untuk duduk pada tempat duduk di ruang kelas
secara urut berdasarkan absen
4. Guru meminta siswa untuk mempersiapkan alat tulis dan alat hitung
5. Guru melakukan persensi kepada siswa
2 Kegiatan Inti (60 Menit)
1. Peserta didik dikondisikan menempati tempat duduk masing-masing
2. Guru meminta siswa untuk mempersiapakan keperluan ujian
3. Guru membagikan soal tes dan lembar jawab
4. Guru meminta siswa untuk memulai mengerjakan soal tes
5. Guru mengawasi jalannya tes penilaian
3. Penutup (15 Menit)
1. Guru memberikan informasi kepada semua siswa bahwa waktu
mengerjakan tes sudah habis
2. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan hasil tes
3. Guru menutup pertemuan pembelajaran dengan mengucapkan salam
dan berdoa
H. Penilaian (Instrument terlampir)
1. Pengetahuan
a. TeknikPenilaian : Tes tertulis
b. Bentuk instrument : Soal tes tertulis
c. Kisi-kisi
No. Indikator Butir Instrumen
1. Menjelaskan pengertian penawaran 1
2. Menjelaskan pergeseran hukum penawaran
2
dan hukum penawaran
3. Menjelaskan pengertian penawaran 3
4. Menjelaskan pergeseran konsep harga
4
keseimbangan
Instrumen: lihat Lampiran1

2. Ketrampilan
a. Teknik Penilaian : Penilaian Unjuk kerja dengan melakukan Praktikum
b. Bentuk instrument : Soal Praktek
c. Kisi-kisi
No. Indikator Butir Instrumen
1. Membuat hukum penawaran dan hukum
1
penawaran
2 Membuat konsep harga keseimbangan 2
Instrumen: lihat Lampiran2

3. Sikap ( Spritual )
a. Teknik: Observasi
b. Bentuk Instrumen: Check List
c. Kisi-kisi:
No. Aspek Pengamatan Butir Instrumen
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu 1
2. Mengucapkan rasa syukur atas karunia tuhan 2
3. Memberi salam sebelum dan sesudah 3
menyampaikan pendapat/presentasi
4. Mengungkapkan kekaguman secara lisan maupun 4
tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran
Tuhan
Instrumen: lihat Lampiran3

4. Sikap ( Sosial)
a. Teknik: Observasi
b. Bentuk Instrumen: Check List
c. Kisi-kisi:
No. Aspek Pengamatan Butir Instrumen
1. Motivasi 1
2. Rasa Ingin Tahu 2
3. Tanggung Jawab 3
4. Jujur 4
5, Peduli 5
6 Santun 6
7 Percaya Diri 7
8 Disiplin 8

Cilacap, ………………2018.
Mengetahui: Guru Mata Pelajaran,
Kepala SMK Bina Bhakti Cilacap

Stefanus Ferrijanto, S.E, M.M Yuda Prasetyo,S.Pd


LAMPIRAN : Instrumen Penilaian
SOAL EVALUASI (30 MENIT)

Lampiran 1
Soal Pengetahuan (10 MENIT )
1. Jelaskan pengertian permintaan!
2. Jelaskan terjadinya pergeseran kurva permintaan!
3. Jelaskan pengertian penawaran!
4. Jelaskan terjadinya pergeseran kurva penawaran!
5. Sebutkan jenis elastisitas permintaan!
6. Jelaskan terjadinya permintaan elastis!
7. Sebutkan jenis elastisitas penawaran!
8. Jelaskan terjadinya penawaran elastis!
9. Bagaimanakah pengaruh perubahan permintaan dan penawaran barang terhadap titik
ekuilibrium? Jelaskan pula pergeseran kurva permintaan dan penawaran dalam
pembentukan titik ekuilibrium!
10. Bagaimanakah cara menghitung titik impas!

Kunci Jawaban
1. Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh
konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada periode tertentu
2. Apabila ada perubahan faktor-faktor penentu permintaan, yaitu faktor apapun selain
dari harga, maka ini akan mengakibatkan hukum penawaran dan hukum penawaran
bergeser. Setiap perubahan yang mengakibatkan pertambahan jumlah penawaran
pada suatu tingkat harga tertentu, akan menggeser hukum penawaran dan hukum
penawaran ke kanan. Sebaliknya, setiap perubahan yang menurunkan jumlah
penawaran akan menggeser hukum penawaran dan hukum penawaran ke kiri.
3. Penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk dijual pada berbagai
tingkat harga dan situasi
4. Apabila faktor-faktor penentu berubah, kecuali harga, maka ini akan menyebabkan
konsep harga keseimbangan bergeser. Setiap perubahan menyebabkan meningkatnya
penawaran, akan menggeser konsep harga keseimbangan ke kanan. Sebaliknya setiap
perubahan yang menyebabkan jumlah penawaran menurun, akan menggeser konsep
harga keseimbangan ke kiri.
5. Jenis Elastisitas Permintaan
 Permintaan Elastis (Ed >1)
 Permintaan Inelastis ( Ed < 1).
 Permintaan Elastis Uniter ( Ed = 1).
 Permintaan Elastis Sempurna ( Ed= )
 Permintaan Inelastis Sempurna (Ed = 0)

6. Terjadinya permintaan elastis


Permintaan elastis terjadi apabila nilai koefesien elastisitas permintaan lebih besar
dari satu (1). Ini terjadi bila persentase perubahan permintaan lebih besar dari
persentase perubahan harga.
7. Jenis Elastisitas Penawaran
 Penawaran Elastis (Es >1)
 Penawaran Inelastis ( Es < 1).
 Penawaran Elastis Uniter ( Es = 1).
 Penawaran Elastis Sempurna ( Es= )
 Penawaran Inelastis Sempurna (Es = 0)
8. Terjadinya penawaran elastis
Penawaran Elastis terjadi apabila perubahan harga pengaruhnya cukup besar
terhadap perubahan kuantitas barang yang ditawarkan. Dengan kata lain
persentase perubahan jumlah yang ditawarkan relatif lebih besar dari
persentase perubahan harga. Jadi kalau harga turun 10% maka kuantitas
barang yang ditawarkan akan mengalami penurunan lebih dari 10%, dan
sebaliknya kalau harga naik 10% maka kuantitas barang yang ditawarkan
akan mengalami kenaikkan lebih dari 10%.

9. Pengaruh pergeseran permintaan dan penawaran


P P
1.800
S2
1.600 E1
E2 S
1.
Harga per Kg

1.400
E E
2. 1.200 S1
D1
1.000 E1
3. E2
D

D2

0 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 Q 0 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 Q

(a) (b)
Perubahan Kurva Penawaran Perubahan Kurva Permintaan
Peningkatan permintaan (S ke S1) mengakibatkan Peningkatan permintaan (D ke D1) mengakibatkan
keseimbangan bergerak dari E ke E1 (harga keseimbangan bergerak dari E ke E1 (harga dan
ekuilibrium turun dan kuantitas ekuilibrium naik), kuantitas ekuilibrium naik), sementara penurunan
sementara penurunan penawaran (S ke S2) berakibat permintaan (D ke D2) berakibat E ke E2.
E ke E2.

10. Titik impas ini terjadi apabila:


TR (Sales) = P. Q
TC = FC + VC
Jadi pada titik break even:
Harga x Kuantitas Penjualan = biaya tetap + biaya variable
P.Q = FC+ VC
P .Q = FC + (V . Q )
(P. Q) – (V. Q) = FC
Q (P-V) = FC
V= harga variable cost per unit
Jadi : Q= FC / (P-V)

Penskoran
No 1 jika benar 10
No 2 Jika benar 10
No 3 Jika benar 10
No 4 Jika benar 10
No 5 jika benar 10
No 6 Jika benar 10
No 7 Jika benar 10
No 8 Jika benar 10
No 9 jika benar 10
No 10 Jika benar 10

Lampiran 2
Soal Praktek ( Keterampilan) (15 MENIT)
1. Buatlah hukum penawaran dan hukum penawaran dari data berikut:
Tabel Harga Tempe Per Unit & Jumlah Yang Diminta
Harga Tempe per Unit (Rp) Jumlah yang Diminta (Unit)
5.000 2
4.000 4
3.000 6
2.000 8
1.000 10
2. Buatlah kurva penawan dengan data berikut ini
Tabel Penawaran Tempe Amir, Budi, Dan Pasar
Harga Amir Budi Pasar

5.000 2 1 3
4.000 4 3 7
3.000 6 4 10
2.000 8 5 13
1.000 10 7 17
3. Harga tas di toko turun dari Rp15.000 menjadi Rp14.000, dan jumlah permintaan
terhadap tas tersebut naik dari 1.000 menjadi 3.000. Maka hitunglah elastisitas
permintaan tersebut dan tentukan jenis elastistas nya!
4. Harga sepasang sandal naik dari Rp30.000 menjadi Rp35.000. Akibatnya penawaran
naik dari 600 menjadi 700. Maka hitunglah elastisitas penawaran tersebut dan
tentukan jenis elastistas nya!
5. Fungsi permintaan Pd= -11Q + 30 dan fungsi penawaran Ps= Qs + 6. Berapakah titik
keseimbangan pasarnya ?
6. Diketahui fungsi permintaan Pd=-2Q + 12 dan fungsi penawaran Ps = Q + 6. Jika
diberikan subsidi (S) Rp3,00, keseimbangan harga setelah subsidi adalah …

Skor
No 1 jika benar 10
No 2 Jika benar 10
No 3 jika benar 10
No 4 Jika benar 10
No 5 jika benar 10
No 6 Jika benar 10

Lampiran 3 (penilaian sikap spritual)


Aspek Yang Diamati
Berdoa Beribadah
NO Nama Siswa Mengucap
sebelum Bersyukur dengan
Salam
aktivitas baik
1
2
3
Disi dengan skor 1 – 4
1. Kurang 2. Cukup 3. Baik 4. Sangat Baik
Lampiran 4 (penilaian sikap sosial)
SIKAP
NO NAMA SISWA Rasa ingin Tanggung Kerja Percaya
Motivasi Jujur Peduli Santun Disiplin
tahu jawab sama diri
1
2
3
Disi dengan skor 1 – 4
1. Kurang 2. Cukup 3. Baik 4. Sangat Baik