Anda di halaman 1dari 5

PS TYPOID

NO DATA ETIOLOGI MASALAH


KEPERAWATAN
4 DS : Salmonella typhi masuk ke Ansietas
- Klien dan temannya saluran GI
mengatakan cemas
akan kondisinya Lolos dari asam lambung
karena saat ini klien dan masuk usus halus
sedang
menyelesaikan Bakteri memaski aliran
tugas akhir darah sistemik
kuliahnya
Endotoksin
DO :
- Wajah klien dan Hipertermia
temannya tampak
tegang Hospitalisasi

Ansietas

Intervensi Diagnosa 4
1. Diagnosa 4 : Ansietas
Berhubungan dengan psikologis pasien terhadap penyakit
2. Tujuan
Setelah dilakukan perawatan selama 1x24 jam suhu klien dapat normal
3. Kriteria Hasil
Pada evaluasi didapatkan skor semakin membaik dan sesuai dengan
indikator NOC seperti dibawah ini
NOC : Tingkat kecemasan
No Indikator 1 2 3 4 5
1 Perasaan gelisah
2 Wajah tegang
3 Rasa cemas yang disampaikan
secara lisan
Keterangan :
1. Berat
2. Cukup berat
3. Sedang
4. Ringan
5. Tidak ada
NIC : Pengurangan kecemasan
1. Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan
2. Jelaskan semua prosedur pengobatan
3. Berikan informasi factual terkait diagnosis, perawatan dan prognosis
4. Berada disisi klien untuk meningkatan rasa aman dan mengurangi ketakutan
klien
5. Dukung penggunaan mekanisme koping yang sesuai
6. Ciptakan atmosfer rasa aman untuk meningkatkan keperacayaan
PS APPENDICITIS

PENGKAJIAN

A. Identitas Klien
a. Nama : Tn X
b. Usia : 22 tahun
c. Jenis Kelamin : Laki-laki
B. Status Kesehatan Saat ini
a. Keluhan Utama : Klien datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri
abdomen, anoreksia, mual, dan demam serta mengeluh nyeri di bagian tengah
abdomen 6 jam yang lalu dan saat ini nyeri dirasakan di bagian kanan bawah
abdomen.
b. Lama Keluhan : 6 jam
a. Kualitas Keluhan : Berat
b. Faktor Pencetus : Tidak terkaji
c. Faktor Pemberat : Nyeri yang dirasakan bersifat menetap dan semakin nyeri
ketika batuk.
d. Diagnosa Medis : Apendiks akut perforate dan Sepsis
C. Riwayat Kesehatan Saat Ini
Klien datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri abdomen, anoreksia,
mual, dan demam. Pasien mengeluh nyeri di bagian tengah abdomen 6 jam
yang lalu dan saat ini nyeri dirasakan di bagian kanan bawah abdomen. Nyeri
yang dirasakan bersifat menetap dan semakin nyeri ketika batuk..
D. Riwayat Kesehatan Terdahulu
Tidak terkaji
E. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum
1. Pemeriksaan Fisik
 Terdapat McBurney sign
 Terdapat Psoas sign
 Terdapat Rebound terderness
 Suhu tubuh : 39°C
 HR : 100x/menit,
 Tekanan darah : 90/50 mmHg
 Pengkajian Nyeri
1. P : Apendiks akut perforate dan sepsis
2. Q : Nyeri yang dirasakan bersifat menetap dan semakin nyeri
ketika batuk
3. R : Nyeri di bagian tengah abdomen dan di bagian kanan bawah
abdomen
4. S : Tidak terkaji
5. T : 6 jam yang lalu
2. Pemeriksaan Penunjang
 Leukositosis :13.000/ml
 Adanya cairan purulent di RLQ
 Perforasi apendiks
 Direncanakan untuk tindakan laparotomy.
3. Terapi
 Ceftriaxone 3 x 1gr IV
Ceftriaxone adalah obat yang digunakan untuk mengatasi
berbagai infeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan cara menghambat
pertumbuhan bakteri atau membunuh bakteri dalam tubuh.
 Drip NE 0,5 mcg/kgBB/jam
 Antrain 3 x 1 gr
Antrain merupakan obat anti nyeri dan anti demam yang
mengandung natrium metamizole 500 mg dalam sediaan tablet ataupun
injeksi (ampul). Metamizole atau dipiron merupakan anti nyeri kuat dan
anti demam, metamizole dapat memberikan efek dua hingga empat kali
lebih efektif dibandingkan ibuprofen atau parasetamol. Pengunaan
metamizole dapat menurunkan demam secara signifikan dan dapat
mempertahankan suhu tubuh dalam waktu yang lebih lama
dibandingkan ibuprofen.
 Ranitidine 3 x 25 mg
Ranitidin adalah obat yang dapat digunakan untuk menangani
gejala atau penyakit yang berkaitan dengan produksi asam berlebih di
dalam lambung.
DAFTAR PUSTAKA

Headman. T.H & Kamitsuru, S. 2017. Nanda International Nursing Diagnoses:


Definition and Classification, 2018-2020 . 10th ed. Oxford: Willey Black
Well
MC Closkey, Bulechek. 2013. Nursing Intervention Classification (NIC). 6 th ed.
Mosby: Lowa City
Moorhead S,et, all. 2013. Nursing Outcomes Classification (NOC). 5 th ed.
Mosby: Lowa City